Anda di halaman 1dari 4

Pentingnya Pendidikan Multikultural di Indonesia

A. Pendahuluan Pendidikan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam pembentukan prilaku positif pada diri manusia. Pendidikan juga tidak henti-kentinya membangun pengetahuan kepada manusia dari yang belum tahu menjadi tahu dan dari yang tahu menjadi paham. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi peserta didik (anak) perlu ditingkatkan, mengingat pendidikan merupakan salah satu unsur yang melekat pada diri manusia sebagai hak yang harus diterimanya. Serta pendidikan akan membawa masyarakat itu sendiri menuju kepada kemajuan, baik kemajuan dalam politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Kemajuan yang diharapkan oleh masyarakat yaitu ketenteraman, kerukunan, serta terhindar dari berbagai macam bentuk konflik. Akhir-akhir ini banyak kita jumpai dalam tayangan televisi dan media cetak, banyak sekali kasus konflik yang semakin memprihatinkan. Kasus konflik di Lampung misalnya, bentrok antar umat beragama, antar suku etnis, dan lain-lain. Apa yang sebenarnya terjadi dibalik peristiwa tersebut? Bukankah seluruh agama di dunia melarang untuk berbuat kekerasan? Sungguh ironis memang, dengan kejadian seperti ini. Dibutuhkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut sehingga terwujud masyarakat yang cinta akan perdamaian, saling menghargai antar sesama, dan tentunya terwujud masyarakat madani. B. Pengertian Pendidikan Multikultural Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1, pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Multikultural berarti beranekaragam kebudayaan. Multikulturalisme secara sederhana dapat diartikan sebagai pengakuan atas pluralisme budaya. Akar dari multikulturalisme adalah kebudayaan, yaitu kebudayaan yang dilihat dari fungsinya sebagai pedoman bagi kehidupan manusia. Dalam konteks pembangunan bangsa, istilah multikultural ini telah membentuk suatu ideologi yang disebut multikulturalisme. Multikulturalisme adalah berbagai pengalaman yang membentuk persepsi umum terhadap usia, gender, agama, status sosial ekonomi, jenis identitas budaya, bahasa, ras, dan berkebutuhan khusus. Dilihat dari kedua pengertian diatas, pendidikan multikultural adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian didalam dan diluar sekolah yang mempelajari tentang berbagai macam status sosial, ras, suku, agama agar tercipta kepribadian yang cerdas dalam menghadapi masalah-masalah keberagaman budaya. Kurangnya pendidikan multikulturalisme akan menyebabkan seseorang akan menjunjung tinggi kebudayaan yang dimilikinya dan memandang rendah budaya orang lain.

hal tersebut akan menimbulkan adanya konflik antar budaya dan yang paling berbahaya adalah timbulnya konflik antar ras dan agama. Seperti halnya konflik di poso, merupakan konflik yang terjadi antara kaum kristen dan kaum muslim. Konflik ini menyebabkan nyawa ribuan orang melayang baik dari agama kristen maupun muslim. C. Tujuan Pendidikan Multikultural Tujuan utama dari pendidikan multikultural adalah untuk menanamkan sikap simpatik, respek, apresiasi, dan empati terhadap penganut agama dan budaya yang berbeda. Imron Mashadi (2009) pendidikan multikultural bertujuan mewujudkan sebuah bangsa yang kuat, maju, adil, makmur, dan sejahtera tanpa perbedaan etnik, ras, agama, dan budaya. Dengan semangat membangun kekuatan diseluruh sektor sehingga tercapai kemakmuran bersama, memiliki harga diri yang tinggi dan dihargai bangsa lain. Sutarno (2008:1-24) tujuan pendidikan multikultural mencakup 8 aspek, yaitu: 1. Pengembangan leterasi etnis dan budaya. Memfasilitasi siswa memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai budaya semua kelompok etnis. 2. Perkembangan pribadi. Memfasilitasi siswa bahwa semua budaya setiap etnis sama nilai antar satu dengan yang lain. Sehingga memiliki kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain (kelompok etnis) walaupun berbeda budaya masyarakatnya. 3. Klarifikasi nilai dan sikap. Pendidikan mengangkat nilai-nilai inti yang berasal dari prinsip martabat manusia, keadilan, persamaan, dan, dan demokratis. Sehingga pendidikan multikultural membantu siswa memahami bahwa berbagai konflik nilai tidak dapat dihindari dalam masyarakat pluralistik. 4. Untuk menciptakan pesamaan peluang pendidikan bagi semua siswa yang berbedabeda ras, etnis, kelas sosial, dan kelompok budaya. 5. Untuk membantu siswa memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam menjalankan peran-peran seefektif mungkin pada masyarakat demokrasi-pluralistik serta diperlukan untuk berinteraksi, negosiasi, dan komunikasi dengan warga dari kelompok beragam agar tercipta sebuah tatanan masyarakat bermoral yang berjalan untuk kebaikan bersama. 6. Persamaan dan keunggulan pendidikan. Tujuan ini berkaitan dengan peningkatan pemahaman guru terhadap bagaimana keragaman budaya membentuk gaya belajar, perilaku mengajar, dan keputusan penyelenggaraan pendidikan. Keragaman budaya berpengaruh pada pola sikap dan perilaku setiap individu. Sehingga guru harus mampu memahami siswa sebagai individu yg memiliki ciri unik dan memperhitungkan lingkungan fisik dan sosial yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. 7. Memperkuat pribadi untuk reformasi sosial. Pendidikan multikultural memfasilitasi peserta didik memiliki dsan mengembangkan sikap, nilai, kebiasaan, dan keterampilan sehingga mampu menjadi agen perubahan sosial yang memiliki komitmen tinggi dalam reformasi masyarakat untuk memberantas perbedaan (disparaties) etnis dan rasial. 8. Memiliki wawasan kebangsaan atau kenegaraan yang kokoh. D. Prinsip-prinsip Pendidikan Multikultural

Terdapat tiga prinsip pendidikan multikultural yang dikemukakan oleh Tilaar, antara lain sebagai berikut: 1. Pendidikan multikultural didasar pada pedagogik kesetaraan manusia (equity pedagogy). 2. Pendidikan multikultural ditujukan kepada terwujudnya manusia Indonesia yang cerdas dan mengembangkan pribadi-pribadi Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dengan sebaik-baiknya. 3. Prinsip globalisasi tidak perlu ditakuti apabila bangsa ini arah serta nilai-nilai baik dan buruk yang dibawanya. Ketiga prinsip pendidikan multikultural yang dikemukakan Tilaar tersebut diatas sudah dapat menggambarkan bahwa arah dari wawasan multikulturalisme adalah menciptakan manusia yang terbuka terhadap segala macam perkembangan zaman dan keragaman berbagai aspek dalam kehidupan modern. E. Hasil wawancara Menurut narasumber Pendidikan multikulturalisme adalah pendidikan yang mengenalkan berbagai macam budaya yang ada, pada peserta didik. Di saat sekarang ini pendidikan multikulturalisme belum diterapkan di seluruh indonesia karena masih banyak lembaga pendidikan yang pendidikannya bertumpu pada agama serta sistim kedaerahan contoh : pondok pesantren dan pendidikan yang bersifat non formal seperti kursus-kursus. Menurut narasumber Penerapan pendidikan multikulturalisme di sekolah sangat penting, karena dengan pendidikan multikulturalisme anak akan mengenal budaya bangsa, sehingga mereka akan menghargai budaya sendiri dan budaya-budaya lain. jika pendidikan multikulturalisme tidak diterapkan di sekolah akan menimbulkan dampak yang negatif diantaranya adalah banyak siswa yang tidak mengenal budaya sendiri, tetapi malah justru lebih mengenal budaya asing yang tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia itu sendiri, ini mengancam perpecahan persatuan dan kesatuan bangsa. Menurut narasumber menyebutkan bahwa guru sekolah dasar negri bumiayu 2 hanya sekitar 40 % yang mengetahui tentang pentingnya pendidikan multikulturalisme di indonesia, alasannya adalah karena terbatasnya buku sumber, sarana dan prasarana, serta mereka malas membaca/ membuka internet karena sebagian guru sudah berusia diatas 45 tahun.

1. Sejak kelas berapa peserta didik diberikan pendidikan multikulturalisme di sekolah ibu? Jawab : sejak kelas 3 2. Apakah ibu tahu tentang perbedaan dan persamaan pendidikan berkarakter dengan pendidikan multikulturalisme ? Jawab : sedikit mengertahui, yaitu bahwa pendidikan berkarakter adalah pendidikan yang menanamkan sesuai dengan karakter bangsa dst, Indonesia seperti :

budipekerti,disiplin.berani,

bertanggungjawab

sedang

pendidikan

multikulturalisme adalah pendidikan untuk mengenalkan budaya bangsa Indonesia. 3. Apakah pendidikan multikulturalisme dapat membentuk peserta didi yang baik? 4. Dengan cara seperti apa sajakah pendidikan multikulturalisme di terapkan di sekolah ini? 5. Hal-hal seperti apasajakah yang ditanamkan dalam peserta didik mengenai pendidikan multikulturalisme? 6. Dengan cara seperti apakah pendikan multikulturalisme di terapkan di peserta didik ibu? 7. Adakah ada peserta didik yang beragama non islam sebutkan berapa? 8. Bagaimana ibu mempersatukan peserta didik yang berbeda dalam agama? 9. Apakah ada peserta didik yang berasal dari kota, ras , dan budaya lain selain di bumiayu sendiri? 10. Bagaimana ibu dalam mempersatukan peserta didik yang berbeda dalam kota, ras dan, kebudayaan? 11. Apakah ada peserta didik yang mengejek atau berkelahi karna perbedaan agama, ras, suku, dan kebudayaan. F. Kesimpulan Referensi:

http://windakutubuku.blogdetik.com/2011/04/27/pendidikan-multikultural-2/ Hasbullah. 2009. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta : Rajawali. Tilaar, H.A.R.. 2004. Multikulturalisme; Tantangan-tantangan Global Masa Depan Dalam Trasformasi Pendidikan Nasional. Jakarta: Grasindo.