Anda di halaman 1dari 9

KODE ETIK KEDOKTERAN INDONESIA

#keputusan Menkes No.434/MENKES/SK/X/1983 tgl 28-10-1983 # terdiri dari: -Mukadimah Kewajiban umum = pasal 1-9 -Kewajiban dokter terhadap pe derita =pasal 10-14 -Kewajiban dokter terhadap teman sejawatnya =pasal 15-16 -Kewajiban dokter terhadap diri sen diri =pasal 17-18 Penutup = pasal 19

Pasal 1:Setiap dokter harus menjunjung tinggi,menghayati da mengamalkan Sumpah Dokter. SUMPAH DOKTER: Saya bersumpah,bahwa: *Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan, *Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran, Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang terhormat dan bersusila ,sesuai dengan martabat pekerjaan saya sebagai dokter, *Saya akan menjalankan tugas saya dengan mengutamakan kepentingan masyarakat, *Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter, *Saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kedokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan peri kemanusiaan,sekalipun diancam,

*Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan, *Saya akan senantiasa mengutamakan kesehatan penderita, *Saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguhsupaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan,kebangsaan,kesukuan,perbedaan kelamin,politik kepartaian atau kedudukan sosial dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita, *Sayaq akan memb erikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya, *Saya akan perlakukan teman sejawat saya sebagaimana saya sendiri ingin diperlakukan, *Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya. [Musyawarah Kerja Nasional Etik Kedokteran II 14-16 Desember 1981 di Jakarta ]

Pasal 2:Seorang dokter harus senantiasa melakukan profesinya menurut ukuran yg tertinggi. =i.kedokteran mutakhir,sesuai etika umum,etika kedokteran,hukum dan agama. =i.kedokterannya harus dipelihara,dipupuk,diperbaharui,harus terus be3lajar sepanjang hayat. =bekerjqa harus punya izin praktek sesuai peraturan. Pasal 3: Dalam melekukqan pekerjaan kedokterannya seorang dokter tidak boleh dipengaruhi oleh pertimbangan keuntungan pribadi. #Sifat dagang tidak boleh #Tidak boleh jual obat dipraktek tanpa izin apotik-dokter #Tidak boleh jual obat free sample #Tidak boleh memakai nama/profesi menjadi pengawas/pelindung suatu Balai pengobatan yang tak memenuhi syarat/tak berizin #Tidak boleh melakukan tindakan kedokteran yang tak perlu hanya agar honor tinggi #K7unjungan kerumah atau menyuruh datang lagi ke praktek seperlunya saja. #Tidak boleh melakukan upaya menarik perhatian umum supaya terkenal,dengan iklan dsb

SAL.
PASAL 4:Perbuatan berikut dipandang bertentangan dengan etik : A]Setiap perbuatan yang bersifat memuji diri sendiri B]Secara sendiri atau bersama menerapkan pengetahuan dan ketrampilan kedokteran dalam segala bentuk tanpa kebebasan profesi. C]Menerima imbalan selain dari pada jasa yang layak sesuai dengan jasanya ,kecuali dengan keikhlasan sepengetahuan dan atau kehendak penderita. Imbalan jasa TIDAK DITERIMA dari: A.Korban kecelakaan pada pertolongan pertama. B.Teman sejawat termasuk dokter gigi dan apoteker dan keluarga yang menjadi tanggungannya. C.Mahasiswa kedokteran,bidan dan perawat

Pasal 5 :Tiap perbuatan atau nasehat yang mungkin melemahkan daya tahan mahluk insani,baik jasmani ataupun rohani hanya diberikqan untuk kepentingan penderita. Pasal 6 : Setiap dokter harus senantiasa berhati-hati dalam mengumumkan dan menerapkan setiap penemuan tehnik atau pengobatan baru yang belum diuji kebenarannya. Pasal 7 : Seorang dokter haqnya memberi keterangan atau pendapat yang dapat dibuktikan keb enarannya,antara lain tentang: Cuti sakit,kelahiran dan kematian,cacat,penyqakit menular,visum et repertum untuk yustisi,keterangan kesehatan untuk asuransi jiwa,sebagai lampiran lamaran pekerjaan,untuk kawin dan sebagainya,kwitansi

Pasal 8 :Dalam melakukan pekerjaannya,seorang dokter harus mengutamakan/mendahulukan kepentingan masyarakat dan memperhatikan semua aspek pelayanan kesehatan yang menyeluruh [ promotif,preventif,kuratif dan rehabilitatif ],serta berusaha menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat yang sebenarnya. Pasal 9 : Setiap dokter dalam bekerja sama den gan para pejabat dibidang kesehatan dan bidang lainnya serta masyarakat harus memelihara saling pengertian sebaik-baiknya. Pasal 10 :Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makhluk insani

Pasal 11 : Setiap dokter wajib bersifat tulus ikhlas dan mempergunakan segala ilmu dan ketrampilannya untuk kepentingan penderita .Dalam hal ia tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan maka ia wajib merujuk penderita kepada dokter lain yang mempunyai keahlian dalam pen yakit tersebut. Pasal 12 : Setiap dokter harus memberikan kesempatan kepada penderita agar senantiasa dapaqt berhubungan dengan keluarga dan penasehatnya dalam beribadat dan atau dalam masalah lainnya. Pasal 13 : Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang penderita,bahkan juga setelah penderita itu meninggal dunia. Melanggar norma hukum: pasal 322 KUHP,pasal 1365 KUH Perdata Pasal 14 :Setiap do0kter wajib me3lakukan pertolongan darurat sebagai suatu tugas perikemanusiaan kecuali bila ia yakin ada orang lain bersedia dan mampu memberikannya.

Pasal 15 :Setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan. Setiap dokter tidak boleh mengambil alih penderita dari teman sejawatnya,tanpa persetujuannya.[ Pasal 16] Pasal 17 :Setiap dokter harus memelihara kesehatannya supaya dapat bekerja dengan baik. Pasal 18 :Setiaqp dokter hendaklah senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan tetap setia kepada cita-cita yang luhur.

Anda mungkin juga menyukai