P. 1
Aspek Hukum Rekam Medis

Aspek Hukum Rekam Medis

|Views: 207|Likes:
Dipublikasikan oleh ruli nurul aman

More info:

Published by: ruli nurul aman on Jan 31, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/19/2015

pdf

text

original

Sections

  • Persyaratan hukum untuk RM Persyaratan hukum untuk RM
  • GOLONGAN DATA GOLONGAN DATA
  • PENGUNGKAPAN PENGUNGKAPAN
  • OTORISASI / ATAS IJIN OTORISASI / ATAS IJIN
  • KEPADA KELUARGA KEPADA KELUARGA
  • KEPADA KUASA HUKUM KEPADA KUASA HUKUM
  • JALANKAN PER. PER JALANKAN PER. PER--UU
  • UU--AN AN
  • KEPENTINGAN ORANG LAIN KEPENTINGAN ORANG LAIN
  • UU Praktik Kedokteran UU Praktik Kedokteran
  • DAYA PAKSA : DAYA PAKSA :
  • KEPENTINGAN PASIEN KEPENTINGAN PASIEN
  • PS 43 KUHAP PS 43 KUHAP
  • Tanggung Jawab atas isi RM Tanggung Jawab atas isi RM
  • Undang Undang––undang Hukum Pidana undang Hukum Pidana

ASPEK HUKUM REKAM MEDIS

Disampaikan oleh : Akasah, S.Sos. MM Akasah, S.Sos.

1

RUMAH SAKIT

PASIEN

BUKTI

PERLINDUNGAN HUKUM

PENGELOLAAN RM YANG BAIK

1. UU RUMAH SAKIT 2. UU KEDOKTERAN 3. UU KESEHATAN 4. UU PERLINDUNGAN KONSUMEN 5. UU HAM 6. PERATURAN PERUNDANG – UNDANGAN TERKAIT

Mengapa harus dokumen hukum
Karena UndangUndang-Undang mewajibkan dibuatnya RM pada setiap pasien Karena RM harus dibuat memenuhi peraturan dan standar yang memenuhi persyaratan bisnis dan profesi sebagai dokumen Maka RM berarti dokumen hukum

3

Peraturan Petunjuk profesional Undang2 rekam medis yang dipersyaratkan dan saling berhubungan SOP akreditasi Institusi . profesi agar sadar dan memperhatikan ketentuan hukum yang mengatur isi dari catatan serta keakuratan pengisiannya.Persyaratan hukum untuk RM Dalam mendisain form rekam medis.

1996. 32 Tahun 1996. 14 Tahun 2008 Keterbukaan Informasi Publik (KIP) UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit Peraturan Pemertintah Peraturan Pemerintah No. Tentang No. Tenaga Kesehatan Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2008 Informasi Transaksi Elektronik (ITE) UU No. Wajib Simpan Rahasia Kedokteran . 1966.DASAR HUKUM Yang Ada kaitan dengan Rekam Medis UndangUndang-Undang UU Praktik Kedokteran 29 tahun 2004 UU No. Tentang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan UU No. 10 Tahun 1966.

Menteri Kesehatan No. Umum. No. 269/MENKES/PER/III/2008 ttg REKAM no. 269/MENKES/PER/III/2008 MEDIS 6 . 034 Tahun 1972. Jabatan Fungsional Perekam Medis dan Angka Kriditnya Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 496/MENKES/SK/IV/2005 496/MENKES/SK/IV/2005 ttg Pedoman Audit Medis di RS Kepmenkes no. * Mempunyai Dan Merawat Statistik Yang Up To Date * Membina Medical Record Yang Berdasarkan Ketentuan-ketentuan Yang KetentuanTelah Ditetapkan. 1978. Ditetapkan.PAN/12/2002. Keputusan Menteri Kesehatan Ri No. 377/MenKes/SK/III/2007 ttg Standar Profesi no. Sakit.Keputusan/ Keputusan/Peraturan Menteri Sk. Perencanaan Dan Pemeliharaan Rumah Sakit. Tentang Struktur Organisasi Dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum. Kep. 134 Tahun 1978. 135/KEP/M. tentang No. Men PAN No. : 135/KEP/M. 377/MenKes/SK/III/2007 Perekam Medis dan Informasi Kesehatan PERMENKES RI no. Kep. No. 1972.PAN/12/2002. Tentang Sk.

Revisi II. (Depkes. 1999) Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan (Gemala Hatta. 2010) Self Assesment Akreditasi (KARS. Hatta. STANDAR PELAYANAN RUMAH SAKIT (Depkes. 2007) SOP / PROTAP . 1997) (depkes.Pedoman/Juknis/ Pedoman/Juknis/Standar Pelayanan Pedoman Penyelenggaraan Rekam Medis di Rumah Sakit Revisi II (depkes.

atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran wajib membuat rekam medis’ medis’. 269 Tahun 2008 tentang No. Kedokteran. medis. 8 . Pasal 5 . rekam medis. ayat (1) point h : Setiap 29. tentang Rumah No.Kewajiban Membuat Rekam Medis UU No. 2009. 29 Tahun 2004 tentang Praktek No. Sakit. Permenkes No. ‘Setiap dokter medis. UU No. Sakit. Rumah Sakit mempunyai kewajiban : menyelenggarakan rekam medis. Pasal 29. 44 Tahun 2009. Pasal 46 . Kedokteran.

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 900/MENKES/SK/VII/2002 TENTANG REGISTRASI DAN PRAKTIK BIDAN Pasal 25 Disamping ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bidan dalam melaksanakan praktik sesuai dengan kewenangannya harus: Melakukan catatan medik ( medical record ) dengan baik 9 .

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 1239/MENKES/SK/XI/2001 TENTANG REGISTRASI DAN PRAKTIK PERAWAT Pasal 16 Dalam melaksanakan kewenangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 perawat berkewajiban untuk: Melakukan catatan perawatan dengan baik 10 .

No. 2004. Undang – Undang RI No. Kedokteran Pasal. Waktu. 29 Tahun 2004. Kesehatan. 2) Pembuatan rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan melalui pencatatan dan pendokumentasian hasil pemeriksaan. Pasal 5. 46 (2) Rekam Medis Sebagaimana Dimaksud Pada Ayat (1) Harus Segera Dilengkapi Setelah Pasien Selesai Menerima Pelayanan Kesehatan. (3) Setiap Catatan Rekam Medis Harus Dibubuhi Nama. tindakan. Tentang Praktik No. 1) Rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dibuat segera dan dilengkapi setelah pasien menerima pelayanan. 269 Tahun 2008 tentang rekam medis . Waktu. Dan Tanda Tangan Petugas Yang Memberikan Pelayanan Atau Tindakan 2.Ketentuan Kelengkapan dan Cara Pengisian Rekam Medis Cara 1. pengobatan. Nama. Pasal. dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien 11 . Permenkes No.

dokter gigi atau tenaga kesehatan tertentu yang memberikan pelayanan kesehatan secara langsung. Pembetulan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) hanya dapat dilakukan dengan cara pencoretan tanpa menghilangkan catatan yang dibetulkan dan dibubuhi paraf dokter. Dalam hal terjadi kesalahan dalam melakukan pencatatan pada rekam medis dapat dilakukan pembetulan. langsung. 269 Tahun 2008 tentang rekam medis . pembetulan. No. dokter gigi atau tenaga kesehatan tertentu yang bersangkutan .Ketentuan Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Permenkes No. (3) (4) (5) Setiap pencatatan ke dalam rekam medis harus dibubuhi nama. waktu dan tanda tangan dokter. Pasal 5.

Ketentuan Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Pedoman Penyelenggaraan RM (Depkes. 5. Setiap tindakan/konsultasi yang dilakukan pada pasien tindakan/ harus dicatat Segera ke RM (selambat.lambatnya 1 x selambat24 Jam. ditandatangani dan menjadi tanggung jawab dokter yang merawat atau dokter pembingbingnya Pencatatan yang dilakukan oleh residen harus diketahui oleh dokter pembingbingnya Perbaikan kesalahan penulisan dapat dilakukan pada saat itu juga dan diberi paraf Tulisan tidak boleh dihapus dengan cara apapun 13 . 4. 3. 1997) (Depkes. menurut Akreditasi ) Pencatatan yang dilakukan oleh mahasiswa. mahasiswa. 2. 1.

dokter yang memberi perintah harus menandatangani catatan perintah itu.Perintah dokter melalui telephone untuk suatu tindakan medis. Dalam waktu paling lambat 24 jam. kesalahan. senior. harus diterima oleh perawat senior. Perawat senior yang bersangkutan harus membaca ulang catatannya tentang perintah tersebut dan dokter yang bersangkutan mendengarkan pembacaan ulang itu dengan seksama serta mengoreksi bila ada kesalahan. itu. 14 .

KEPEMILIKAN REKAM MEDIS Dokumen milik dokter atau dokter gigi atau sarana pelayanan kesehatan REKAM MEDIS Isi rekam medis merupakan hak pasien .

sarana pelayanan kesehatan.KEPEMILIKAN REKAM MEDIS UU PK No. Isi rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam bentuk ringkasan rekam medis. merupakan milik pasien. sedangkan isi rekam medis kesehatan. gigi. Isi rekam medis merupakan milik pasien. dicatat. Ringkasan rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diberikan. medis. atau dicopy oleh pasien atau orang yang diberi kuasa atau atas persetujuan tertulis pasien atau keluarga pasien yang berhak untuk itu 16 . kesehatan.: 29 tahun 2004. dokter gigi. pasien. pasien. PMK 269/MENKES/PER/III/2008 Pasal 12 Berkas rekam medis milik sarana pelayanan kesehatan. atau dokter. Pasal 47 Dokumen rekam medis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 merupakan milik dokter.

KEPEMILIKAN INFORMASI KESEHATAN GAMBARAN TRADISONAL Institusi/RS/Puskesmas Memiliki rekam medis/catatan medis MODERNISASI Institusi/RS/PUS KESMAS memiliki rekam medis/catatan medis. PASIEN MEMILIKI HAK AKSES GAMBARAN DIMASA AKAN DATANG INFORMASI KESEHATAN DPERCAYA OLEH INSTITUSI/RS/PUSKESMAS UNTUK MEMBERIKAN MANFAAT BAGI PASIEN. .

PEMILIK INFORMASI KESEHATAN Hak pasien untuk melihat data dan meminta informasi kesehatan dirinya yang tidak bisa diabaikan oleh pihak RS UU RUMAH SAKIT No.mendapat cara tindakan medis. prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan. tindakan. . . medis.. pengobatan. dan terjadi.mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata . alternatif medis. risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi.. 44 tahun 2009 Pasal 32 point J: Setiap pasien mempunyai hak :. tujuan tindakan medis. tindakan.

Merancang desain RM b. Menciptakan aturan RM c. Memusnahkan RM yg kadaluarsa f. Menguasai berkas RM d. Menggunakan isi RM utk kepentiganya e. Sarana Pelkes berhak : a. Menyerahkan RM yg kadaluarsa kepada pasien .Rekam Medik Milik Sarana Pelkes.

menolak tindakan medis. dan.. memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.. mempunyai hak : kedokteran.mendapat pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis. . a. c. mematuhi ketentuan yang berlaku di sarana pelayanan kesehatan dan. b. memberikan informasi yang lengkapdan jujur tentang masalah kesehatannya. d. mempunyai kewajiban . d.( UUPK No. kedokteran. a. c. kesehatannya. 29/2004) Pasal 52 : Pasien. Pasien.mendapat medis. meminta pendapat dokter atau dokter gigi lain. medis. diterima. b. gigi. mendapatkan isi rekam medis Pasal 53: Pasien dalam menerima pelayanan pada praktik kedokteran. e. dalam menerima pelayanan pada praktik kedokteran. c. mematuhi nasihat dan petunjuk dokter atau dokter gigi. Mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 ayat (3).

KERAHASIAAN ISI REKAM MEDIS 21 .

GOLONGAN DATA KATEGORI DATA DITINJAU DARI KEPEKAAN DAN KEBUTUHANNYA UNTUK KERAHASIAAN Kurang peka Data personal dan keuangan Lebih peka Data sosial Sangat peka Data medis .

tenaga kesehatan tertentu. riwayat penyakit. riwayat pemeriksaan dan riwayat pengobatan pasien harus dijaga kerahasiaannya oleh dokter. 269 Tahun 2008 tentang rekam medis pasal 10 (1) : Informasi tentang identitas. medisnya. pasal 47 (2) Rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus disimpan dan dijaga kerahasiaannya oleh dokter atau dokter gigi dan pimpinan sarana pelayanan kesehatan. dokter gigi. 29 Tahun 2004.UU PK No. 23 . diagnosis. kesehatan. UU RUMAH SAKIT (44/2009) pasal 32 point i : 44/2009) Setiap pasien mempunyai hak :…mendapatkan privasi :…mendapatkan dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk datadatadata medisnya. Permenkes No. petugas pengelola dan pimpinan sarana pelayanan kesehatan.

kecuali apabila suatu peraturan lain yang sederajat atau lebih tinggi daripada Peraturan Pemerintah ini menentukan lain 24 .PP No 10 Tahun 1966 tentang WAJIB Tahun SIMPAN RAHASIA KEDOKTERAN Pasal 1 : Yang dimaksud dengan rahasia kedokteran ialah segala Yang sesuatu yang diketahui oleh orang-orang tersebut dalam orangpasal 3 pada waktu atau selama melakukan pekerjaan dalam lapangan kedokteran Pasal 2 : Pengetahuan tersebut pasal 1 harus dirahasiakan oleh orangorang-orang yang tersebut dalam pasal 3.

pengobatan dan atau perawatan.PP No 10 Tahun 1966 .. 78). murid yang bertugas dalam lapangan pemeriksaan.. Mahasiswa kedokteran.. 25 a) b) .. dan orang lain yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Tahun Pasal 3 : Yang diwajibkan menyimpan rahasia yang dimaksud dalam pasal 1 ialah : Tenaga kesehatan menurut pasal 2 UndangUndang-undang Tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1963 No.

dilakukan. menjaga kerahasiaan identitas dan data kesehatan pribadi pasien. c. e. d meminta persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan. 26 . membuat dan memelihara rekam medis. b. memberikan informasi yang berkaitan dengan kondisi dan tindakan yang akan dilakukan. pasien. menghormati hak pasien.Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan Pasal 22 (1) Bagi tenaga kesehatan jenis tertentu dalam melaksanakan tugas profesinya berkewajiban untuk : a. medis. pasien. dilakukan.

setelah pasien itu meninggal dunia. Ada 3(tiga) aspek hukum mengenai hak pasien atas rahasia kedokteran. Administratif : PP.No. 3(tiga) kedokteran. 315/88. Seorang dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien. rahasia PP. karena kepercayaan yang telh diberikan kepadanya. kepadanya. yaitu : 1. mengenai ganti rugi 3. kedokteran .Pasal 11 KODEKI No 315/88.No. Rahasia Jabatan 2. bahkan juga pasien. Perdata : “ Onrechtmatige daad” pasal 1365 dan 1367 KUH Perdata. Pidana : Delik pasal 322 KUHP. daad” Perdata. 10/1966 dan Pasal 11 Kodeki No 315/88. dunia.

pengobatan. meninggal dunia. Merujuk pasien ke dokter atau dokter gigi lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik. Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien. dunia. d. bahkan juga setelah itu pasien. 51. . Memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional serta kebutuhan medis pasien. apabila tidak mampu melakukan suatu baik. pasien.(UUPK. kewajiban. yakin ada orang lain yang bertugas dan mampu melakukannya. b. e. dan melakukannya. a. Melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan. No 29/2004) Pasal 51. gigi. Dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan paraktik kedokteran mempunyai kewajiban. c. Menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran atau kedokteran gigi. kecuali bila ia perikemanusiaan. pemeriksaan atau pengobatan.

sifat kerahasiaan ini perlu selalu dijaga oleh setiap petugas yang ikut menangani rekam medis/kesehatan. dirahasiakan. medis/kesehatan. 29 .Rekam medis/kesehatan adalah berkas yang perlu dirahasiakan. Oleh karena itu.

PELEPASAN/PENGUNGKAPAN ISI REKAM MEDIS 30 .

Undang-undang Acara Pidana : Visum et Repertum. perusahaan kesehatan. Undangkarantina. statistik. Undang-undang wabah dan karantina. keterangan ahli didepan Penyidik/penuntut umum Penyidik/ Perintah Jabatan (Ps 51 KUHP) Bela Diri (Ps 49 KUHP) Daya Paksa (Ps 48 KUHP) Konsultasi Profesional/Untuk Kepentingan Pasien Profesional/ Mis : pada waktu konsultasi medis antara tenaga kesehatan/medis.PENGUNGKAPAN Dengan Persetujuan /Atas Izin / OTORISASI PASIEN Mis : Untuk asuransi kesehatan. Menjalankan UU (Ps 50 KUHP) Mis : a. penelitian. audit medis. dalam kesehatan/medis. penelitian. . medis. UndangRepertum. b. hal pasien dalam keadaan darurat dan tidak bisa memberikan PERSETUJUAN Pendidikan Dan Penelitian Mis : Dengan tidak mencantumkan identitas pasien untuk kepentingan 31 statistik.

OTORISASI / ATAS IJIN DENGAN AUTORISASI YBS SETELAH PASIEN DIBERI PENJELASAN PASIEN HARUS KOMPETEN TIDAK MELANGGAR UU INFORMASI HARUS RELEVAN INFORMASI MINIMAL. CUKUP MENJAWAB PERTANYAAN 32 .

KECUALI PASIEN MELARANG TERHADAP KELUARGA BUKAN INTI DOKTER KONSUL DAHULU DENGAN PASIEN PASIEN TAK SADAR (KASUS: PASIEN MENGGUGAT RS KARENA RM DICOPY OLEH SUAMINYA) 33 .KEPADA KELUARGA PADA DASARNYA HARUS TETAP SEIJIN PASIEN TERHADAP KELUARGA DEKAT / INTI BIASANYA DIANGGAP IMPLIED CONSENT.

JELAS. JUJUR BAHASA AWAM REKAM MEDIS HANYA KELUAR DARI RS ATAS PERINTAH PERADILAN 34 .KEPADA KUASA HUKUM ADA KUASA KHUSUS ADA PERMINTAAN RESMI SEBAIKNYA DALAM BENTUK SURAT KETERANGAN RIWAYAT PENYAKIT LENGKAP.

JALANKAN PER. PER-UU-AN PER-UUKEPENTINGAN PERADILAN KUHAP: VISUM ET REPERTUM & SAKSI AHLI KEPENTINGAN MASYARAKAT : UU WABAH UU KARANTINA PERATURAN PELAPORAN KLB UU KESEHATAN KERJA ASKES / JPKM 35 .

KESEHATAN KERJA. PIDANA) Misalnya: Penyakit menular. Penyakit yang membahayakan orang lain/diri sendiri bila melakukan pekerjaan tertentu. Melindungi secara preventif ancaman kekerasan thd orang lain. dll 36 .KEPENTINGAN ORANG LAIN BILA MEMBAHAYAKAN ORANG LAIN (KESEHATAN MASYARAKAT.

UU Praktik Kedokteran Pasal 48 (2) Rahasia kedokteran dapat dibuka hanya untuk kepentingan kesehatan pasien. atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan. memenuhi permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka penegakan hukum. pasien. sendiri. perundang-undangan. 37 . sendiri. permintaan pasien hukum.

KDRT 38 .DAYA PAKSA : OVERMACHT (berat lawan) NOODTOESTAND (darurat) : Kepentingan hukum vs kepentingan hukum Kepentingan hukum vs kewajiban hukum Kewajiban hukum vs kewajiban hukum Contoh : Child abuse.

ANAMNESIS KE ORANG LAIN YG BUKAN KELUARGANYA. MELINDUNGI PASIEN (PASIEN = KORBAN).KEPENTINGAN PASIEN DAPAT DINYATAKAN OLEH PASIEN ATAU KELUARGA DEKATNYA. DLL 39 . MENURUT PENDAPAT DOKTER MISALNYA : KONSULTASI KE DOKTER LAIN. ATAU DALAM HAL TIDAK DAPAT DIPEROLEH PENDAPAT MEREKA.

. 269/2008) (2) Informasi tentang identitas. sepanjang tidak menyebutkan identitas pasien. permintaan dan/atau persetujuan pasien sendiri.PASAL 10 AYAT (2) (PMK No. pendidikan. dan perundanguntuk kepentingan penelitian. diagnosis. permintaan institusi/lembaga berdasarkan ketentuan perundang-undangan. dan audit medis. memenuhi permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka penegakan hukum atas perintah pengadilan. riwayat penyakit. riwayat pemeriksaan dan riwayat pengobatan dapat dibuka dalam hal : untuk kepentingan kesehatan pasien.

269/2008) Permintaan rekam medis untuk tujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dilakukan secara tertulis kepada pimpinan sarana pelayanan kesehatan.Pasal 10 (PMK No. kesehatan. .

Pasal 11 (PMK No. . perundang-undangan. Pimpinan sarana pelayanan kesehatan dapat menjelaskan isi rekam medis secara tertulis atau langsung kepada pemohon tanpa izin pasien berdasarkan peraturan perundang-undangan. 269/2008) Penjelasan tentang isi rekam medis hanya boleh dilakukan oleh dokter atau dokter gigi yang merawat pasien dengan izin tertulis pasien atau berdasarkan peraturan perundang-undangan. perundang-undangan.

(2) kepada konsulen atau .Pemaparan isi kandungan rekam medis/kesehatan hanya boleh dilakukan oleh dokter yang bertanggung jawab dalam perawatan pasien yang bersangkutan. Dalam bersangkutan. 43 . Untuk Rumah Sakit permintaan pemaparan ini untuk kepentingan pengadilan harus ditujukan kepada Kepala Rumah Sakit. (3) untuk kepentingan pengadilan. Sakit. hal ini hanya boleh dilakukan untuk (1) pasien yang bersangkutan atau .

Pemanfaatan rekam medis untuk keperluan pendidikan dan penelitian tidak diperlukan persetujuan pasien. 44 .Pasal 13 Pemanfaatan rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c yang menyebutkan identitas pasien harus mendapat persetujuan secara tertulis dari pasien atau ahli warisnya dan harus dijaga kerahasiaannya. bila dilakukan untuk kepentingan negara. negara.

45 .PS 43 KUHAP ”Penyitaan surat atau tulisan lain dari mereka yang berkewajiban menurut undangundang-undang untuk merahasiakannya. hanya dapat dilakukan atas persetujuan mereka atau atas ijin khusus Ketua Pengadilan Negeri setempat kecuali undangundang-undang menentukan lain”. sepanjang tidak menyangkut rahasia negara.

KUHP PASAL 48 BARANGSIAPA MELAKUKAN PERBUATAN KARENA PENGARUH DAYA PAKSA TIDAK DIPIDANA Pertentangan dua kepentingan hukum Pertentangan antara kepentingan hukum dengan kewajiban hukum Pertentangan dua kewajiban hukum 46 .

KUHP PASAL 49 TIDAK DIPIDANA. KARENA SERANGAN ATAU ANCAMAN YG SANGAT DEKAT ATAU MELAMPAUI BATAS 47 . KEHORMATAN SUSILA ATAU HARTA. BARANGSIAPA MELAKUKAN PERBUATAN PEMBELAAN DIRI / ORANG LAIN.

Orang melakukan tindak pidana untuk menjalankan perintah jabatan yang diberikan oleh pembesar yang berhak akan hal itu. pidana. Perintah jabatan yang diberikan oleh pembesar yang tidak berhak.Pasal 51 KUHP sebagi dasar peniadaan hukuman bagi dokter (1). kecuali kalau dengan hati jujur pegawai yang dibawahnya itu menyangka bahwa pembesar itu berhak memberi perintah itu menjadi kewajiban pegawai yang dibawah perintah itu Contoh : TNI dan POLRI . tidak membebaskan dari pidana. berhak. tidak dipidana itu. (2).

PENYIMPANAN REKAM MEDIS 49 .

. kecuali ringkasan pulang dan persetujuan tindakan medik. rekam medis dapat dimusnahkan. Setelah batas waktu 5 (lima) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilampaui.Permenkes 269/2008 Pasal 8 Rekam medis pasien rawat inap di rumah sakit wajib disimpan sekurang-kurangnya sekuranguntuk jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat atau dipulangkan.

ayat (3). . Penyimpanan rekam medis dan ringkasan pulang sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan. dilaksanakan oleh petugas yang ditunjuk oleh pimpinan sarana pelayanan kesehatan.Pasal 8 Ringkasan pulang dan persetujuan tindakan medik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus disimpan untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun terhitung dari tanggal dibuatnya ringkasan tersebut.

Setelah batas waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilampaui. rekam medis dapat dimusnahkan. .Pasal 9 Rekam medis pada sarana pelayanan kesehatan non rumah sakit wajib disimpan sekurangsekurang-kurangnya untuk jangka waktu 2 (dua) tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat.

5.06.87 Th.00. 1999 PP no. 1999 SE Dirjen Yanmed 1995 No.PORMIKI •Jadwal Retensi •Pemindahan •Penilaianpemilahan •Pemusnahan •Lembaran Penting •Berita Acara pemusnahan .1. HK.88 Th.01160 SK RS:Tim Pemusnah Etika Profesi.PEMUSNAHAN R M Tempat dan Dokumen setelah Pemusnahan RAK >>>> PROSES PP No.

4. (lihat jadwal) 2. ANAK= sesuai kebutuhan 3. Diagnosa ttt RS menentukan dg.JADWAL RETENSI BERKAS R M AKTIF DAN INAKTIF SE 1995 1. HUKUM. UMUM= AKTIF 5 . SEJARAH ..Penyakit tertentu atau kasus yang dianggap penting 5. KEUANGAN. Pertimbangan NILAI GUNA Primer: ADMINISTRASI.15 Th. Gol. IPTEK Sekunder: PEMBUKTIAN. abadi permanen. KIUP + Register + Indeks permanen. INAKTIF 2 -5 Th.

JADWAL RETENSI BERKAS R M NO 1 2 3 4 5 6 7 POK RM UMUM MATA JIWA ORTHOPEDI KUSTA KETERG.OBAT JANTUNG Paru 8 AKTIF RJ RI 5 5 5 10 10 5 10 10 15 15 15 15 10 10 5 10 INAKTIF RJ RI 2 2 2 2 5 5 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 .

TANGGUNG JAWAB TERHADAP REKAM MEDIS 56 .

Tanggung Jawab Rekam Medis 1. Rumah Sakit Melindungi informasi yang ada didalam rekam medis (hilang. dipalsukan dan dipergunakan oleh orang tidak berhak) 2. Dokter Kelengkapan dan kebenaran isi rekam medis (pelayanan yang diberikan) .

3. Praktisi kesehatan lainnyan isi dan tidak memberikan informasi apapun berkaitan dengan isi rekam medis . Staf Medik/Komite Medik/ Mengevaluasi kualitas rekam medis (konsistensi kelengkapan isisnya) dan isisnya) menjamin bahwa rekam medis telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan dan peraturan yang ditetapkan RS 4.

6. Staf Medik/Komite Secara tidak langsung menentukan kualitas pelayanan dan memberi asupan untuk kualitas rekam medis .5. Pimpinan Rumah Sakit Menyediakan fasilitas unit rekam medis untuk bekerja secara efektif.

269/2008 60 .Tanggung Jawab atas isi RM PMK No.

dan/atau penggunaan oleh orang atau badan yang tidak berhak terhadap rekam medis. Pasal 15 Pengelolaan rekam medis dilaksanakan sesuai dengan organisasi dan tata kerja sarana 61 pelayanan kesehatan. kesehatan. medis.PMK No. 269/2008 Pasal 7 Sarana pelayanan kesehatan wajib menyediakan fasilitas yg diperlukan dalam rangka penyelenggaraan rekam medik Pasal 14 Pimpinan sarana pelayanan kesehatan bertanggung jawab atas hilang. pemalsuan. rusak. .

dan organisasi profesi terkait melakukan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan peraturan ini sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. masingPembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.Pasal 16 Kepala Dinas Kesehatan Propinsi. 62 .

Memelihara kerahasian informasi kesehatan . .Melakukan Analisa kuantitatif dan kualitatif .Menjaga keamanan alur permintaan informasi pasien .Menjaga agar rekam medik disimpan dan ditata dengan baik . Tanggung Jawab Petugas Rekam Medik ..Bertanggung jawab penuh atas kelengkapan berkas rekam medik .Mengevaluasi faktor resiko dalam pendokumentasian dan kerahasian informasi kesehatan.Memfasilitasi pelepasan informasi kesehatan kepada pasien maupun pihak ketiga .

SANKSI YANG BERKAITAN DENGAN REKAM MEDIS 64 .

Pasal 79 (UU PK NO. 29/2004) Dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling (satu) banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah), setiap dokter atau dokter gigi yang : dengan sengaja tidak membuat rekam medis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (1)

65

BAB IX SANKSI Pasal 42 Bidan yang dengan sengaja: Melakukan praktik kebidanan tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) dan ayat (2) dipidana sesuai ketentuan Pasal 35 Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan

66

BAB VII SANKSI Pasal 38 Terhadap perawat yang sengaja : melakukan praktik keperawatan yang tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dipidana sesuai ketentuan Pasal 35 Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan

67

c. b.00 (sepuluh juta rupiah). 10. 68 . tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (1).Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan Pasal 35 Berdasarkan ketentuan Pasal 86 Undang-undang Nomor 23 UndangTahun 1992 tentang Kesehatan. melakukan upaya kesehatan tanpa melakukan adaptasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1).000.000. d. barangsiapa dengan sengaja : a. melakukan upaya kesehatan tidak sesuai dengan standar profesi tenaga kesehatan yang bersangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1). dipidana denda paling banyak Rp. melakukan upaya kesehatan tanpa ijin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1).

69 . dihukum dengan penjara selama-lamanya sembilan bulan atau selamadenda.Undang– Undang–undang Hukum Pidana Pasal 322 Barang siapa dengan sengaja membuka suatu rahasia yang ia wajib menyimpan oleh karena jabatan atau pekerjaannya. baik sekarang maupun yang dahulu.

29/2008 Dalam rangka pembinaan dan pengawasan. dapat mengambil tindakan administratif sesuai dengan kewenangannya masingmasingmasing. teguran tertulis sampai dengan pencabutan izin 70 . Tindakan administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa teguran lisan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Menteri. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi.Pasal 17 PMK No.

PERAN REKAM MEDIS DI PENGADILAN 71 .

32/1996 TNG KES PEMBUKTIAN STANDAR PROFESI TINDAKAN MEDIS REKAM MEDIS ALAT BUKTI DENGAN TULISAN PEMBIAYAAN ASURANSI PENEL. 36/2009 UU KES UU NO. 29/2004 UU PK PP NO. . DAN PENDIDIKAN PENEL & PENINGKATAN DERAJAT KES.REKAM MEDIS SEBAGAI BUKTI HUKUM ACARA PERD & PDN UU NO.

Perdata Etik Hk.Pidana Hk. Perdata .Prosedur penyidikan kasus malpraktek Penilaian dengan tolak ukur Standar profesi medik Ada/tidaknya Culpa Culpa lata kesalahan berat Tidak ada kesalahan Culpa Levis kesalahan ringan Terbukti Ada kesalahan Memenuhi standar profesi Terbukti ada kesalahan Sangsinya Terdapat pada Bebas Sangsinya Terdapat pada HK.

MAKA RM DICOPY DAN LEGALISASI TIAP LEMBAR OLEH DIR. .REKAM MEDIS DIPENGADILAN INFORMASI DAPAT DIJADIKAN BUKTI DOKUMEN RESMI RS MENERIMA PERINTAH PENGADILAN KIRIM SAKSI + RM RM TIDAK BOLEH DIMINTA PENGADILAN.

keperluan pendidikan dan penelitian.Pasal 13 Permenkes 269/2008 Pemanfaatan rekam medis dapat dipakai sebagai: pemeliharaan kesehatan dan pengobatan pasien. alat bukti dalam proses penegakan hukum. 75 . dasar pembayar biaya pelayanan kesehatan. disiplin kedokteran dan kedokteran gigi dan penegakkan etika kedokteran dan etika kedokteran gigi. dan data statistik kesehatan.

361) agar para penyidik memperhatikan : 1.Peranan rekam medis dalam penyidikan : 1. Tindakan medis menyimpang dari standar profesi kedokteran 2. . boleh melakukan penyitaan Dalam menghadapi aspek pidana malpraktek medis yang berkaitan dengan kelalaian (Psl. Penyidik boleh memeriksa buku rekam medis tanpa surat kuasa dari pasien (pasal 131 (1) KUHAPmemberikan wewenang kepada pihak penyidik untuk memeriksa buku rekam medis. tetapi penyidik tidak medis. Adanya suatu akibat fatal/serius.359. Adanya culva lata(kelalaian berat) lata( berat) 3.360. fatal/serius.

catatan dokter terulis fraktur kaki kanan tetapi catatan di X-Ray tertulis Fraktur Xkaki kiri .konsekuensi ketidakjelasan data atau ketidaklengkapan inf. diagnosa masuk di emergensi . catatan pasien masuk tanggal 24 Juni tapi dalam catatan perkembangan tertulis 22 Juni (kesalahan).5 mg dari sepengobatan tersebut menyebabkan reaksi obat dan kerusakan otak Tidak konsistensinya pengentrian rekam kesehatan.rekam kesehatan: Pasien menerima pengobatan dengan jumlah dosis 25 mg yg se-hrsnya 2.

kemudian.Catatan mengenai ” waktu” yang menjadi masalah serius Pasien dibawa ke Emergensi jam 22. Tidak dapat memanggil dr. 1 jam kemudian. pada catatan pemeriksaan dinyatakan bahwa pasien harus segera dioperasi tapi catatan tersebut tidak diperhatikan sampai dengan jam 7. ” . pasien dioperasi dan hasilnya tidak maksimal. Tidak pernah bisa. Kontradiksi pencatatan yang membingungkan dan sangat vital : Catatan Perawat terbaca : ” Pasien mengalami shock. setelah 4 tahun kemudian kasus ini diungkit sebagai malpraktik.00 keesokan paginya.Jono untuk shock.00. datang.

79 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->