Anda di halaman 1dari 35

NEURODERMATITIS

Lydia Levina

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN Tn. X Laki-laki , 26 tahun Menikah Wirausaha Kristen Jembatan Dua 23 Januari 2013

KELUHAN UTAMA
Gatal dan lecet pada biji kemaluan.

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Pasien mengeluh gatal pada daerah biji kemaluan (scrotum) yang kambuh-kambuhan sejak 2 tahun yang lalu. Biji kemaluan terasa sangat gatal dan gatal muncul terutama bila pasien dalam keadaan stress / lelah secara fisik. Bila gatal, pasien selalu menggaruk daerah yang gatal, bahkan seringkali pasien tidak sengaja menggaruk saat tidur dan mendapati daerah biji kemaluannya lecet saat bangun. Awalnya kulit biji kemaluan berwarna kemerahan, namun karena sering digaruk, kulit menjadi berwarna lebih gelap kehitaman dan menebal / keras seperti kulit kayu. Pasien menggunakan obat steroid top tapi gatal tidak berkurang. Menurut pasien, ia juga menghabiskan waktu cukup lama bila mandi.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU dan RIWAYAT PENGOBATAN


Sudah 2 tahun mengalami keluhan yang sama (kambuh-kambuhan). Alergi obat - , makanan -, atopik Darah tinggi - , kencing manis -, asthma Sering menggunakan steroid topical.

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis : Dalam Batas Normal Status Lokalis:
Likenifikasi + Eritema + Hiperpigmentasi + Angiokeratoma +

PEMERIKSAAN PENUJANG
Tidak dilakukan

DIAGNOSIS
Neurodermatitis kronik dengan skrotal angiokeratoma

PENATALAKSANAAN
Kompres dengan air dingin + gliserin Bedak kocok bila gatal Steroid + moisturizer Dexyclav 500 mg 3 dd 1 Ranitidine 150 mg 2 dd 1

PROGNOSIS
Ad vitam : bonam Ad functionam : bonam Ad sanationam : dubia ad bonam

DEFINISI
Peradangan kronis pada kulit, gatal, sirkumskripta, likenifikasi
Predileksi: punggung, leher, ekstremitas (esp. pergelangan tangan dan lutut)

Dikenal juga sebagai liken simpleks kronik atau neurodermatiti s sirkumskripta

EPIDEMIOLOGI

Anak-anak jarang

Dewasa sering

Puncak 30 50 y.o.

Perempuan > laki-laki

Ras ASIA

ETIOLOGI
FAKTOR EKSTERNA
Lingkungan

FAKTOR INTERNA
Dermatitis atopik

Insect bites

Psikologis

PATOGENESIS
Ada / tidaknya gg. kulit???

PRURITUS

Pasien dg. Gg. hematologik

PRURITUS TANPA LESI PRURITUS DENGAN LESI

GEJALA KLINIS

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Patch test Hitung darah lengkap, tes fungsi ginjal dan hati, tes fungsi tiroid, elechtroporesis serum, tes zat besi serum, iron binding capacity test, dan thorax photo. Ig E total KOH

HISTOPATOLOGIS
Proliferasi sel Schwann Neural hyperplasia Hiperkeratosis + parakeratosis, akantosis dengan pemanjangan rete ridges yang irregular, hipergranulosis dan perluasan dari papillo dermis. Spongiosis. Papilomatosis (kadang-kadang) Ekskoriasi, dimana ditemukan garis ulserasi punctata karena adanya jaringan nekrotik bagian superficial papillary dermis. Fibrin + neutrofil bisa ditemukan Pada papillary dermis ditemukan peningkatan jumlah fibroblast.

ANAMNESIS

PEMERIKSAAN FISIK

DIAGNOSIS

PEMERIKSAAN PENUNJANG

DIAGNOSIS BANDING
Dermatitis Kontak Alergi Plak Psoriasis Dermatitis Seborroik Liken Planus Dermatitis Atopik

PENATALAKSANAAN

STOP STRATCHING !!

STEROID
Clobethason (super potent)

Betamethasone dipropionate 0,05%

Triamnicolone 0,025 %, 0.1%, 0.5 %

Fluocinolone cream 0,11 % atau 0,05%

OBAT ORAL ANTI ANXIETAS DAN SEDASI AGEN ANTI PRURITUS


Diphenhidramine Chlorpheniramine Hydroxizine Klonazepam

IMMUNOSUPPRESANT AGENT IMMUNODILATOR

PROGNOSIS
Lesi bisa sembuh dengan sempurna Rasa gatal dapat diatasi, likenifikasi yang ringan dan perubahan pigmentasi dapat diatasi setelah dilakukan pengobatan. Relaps dapat terjadi, apabila dalam masa stress atau tekanan emosional yang meningkat. Pengobatan untuk pencegahan pada stadium-stadium awal dapat membantu untuk mengurangi proses likenifikasi.

ANGIOKERATOMA
Lesi jinak dari pembuluh kapiler kulit yang ditandai dengan warna merah kebiruan disertai hiperkeratosis. Perlu dibiopsy untuk menegakkan diagnosis pasti.

TERIMA KASIH