P. 1
Sejarah Pertanian New

Sejarah Pertanian New

|Views: 6|Likes:
Dipublikasikan oleh wlestari90

More info:

Published by: wlestari90 on Jan 31, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2013

pdf

text

original

Sections

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 1 1945-1960 BAB I KEMENTERIAN KEMAKMURAN

Sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, urusan pertanian dalam arti luas pada zaman penjajahan Belanda dilakukan oleh sebuah departemen, yaitu Departement van Landbouw (1905), Departement van Landbouw, Nijverheid en Handel (1911), dan Departemen van Ekonomische Zaken (1934) yang mencangkup bidang kegiatan pertanian, perdagangan, dan perindustrian. Departemen ini pada masa pendudukan Jepang di Indonesia dinamakan Gunseikanbu Sangyobu. Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, pada tanggal 2 September 1945 dengan dibentuknya Kabinet

Presidentil, maka urusan pertanian dalam arti luas dilakukan oleh Kementerian Kemakmuran. Pada awal Pemerintahan Republik Indonesia, berdasarkan Penetapan Pemerintah No. 10/SD/tahun 1945, Menteri Kemakmuran dibantu oleh seorang Direktur Jenderal dan seorang Sekretaris Jenderal. Sebagai Direktur Jenderal adalah Mr. A.K. Pringgodigdo, sedangkan R. Surasno ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Kemakmuran. Dalam melaksanakan tugas pekerjaan teknis, Menteri Kemakmuran dibantu tiga koordinator, yaitu : Koordinator Perdagangan, Koordinator Pertanian, dan Koordinator Perindustrian.

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 2 1945-1960 1. Koordinator Perdagangan, Ir. Teko Sumodiwirjo, diserahi urusan

Perdagangan, Koperasi, dan urusan Pengumpulan, Penyimpanan, dan Pembagian (P.P.P.) 2. Koordinator Pertanian, Ir. Kaslan A. Tohir, diserahi urusan Pertanian Rakyat dan Pendidikan, Perikanan, Kehewanan, Perkebunan, Kehutanan, dan Penyelidikan Pertanian. 3. Koordinator Perindustrian, Ir. Anando, diserahi urusan Perindustrian dan Kerajinan, Tambang dan Geologi, serta Tera.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Kemakmuran diserahi tugas melaksanakan pengawasan pada Badan-Bandan di Lembaga-lembaga seperti : Bank Rakyat Indonesia (B.R.I), Badan Tekstil Negara (BTN), Perusahaan Perkebunan Negara (PPN), Badan Pengawas Perusahaan Gula Negara (BP-PGN), Badan Industri Negara (B.I.N), dan Badan Exploitasi Tambang Negara (B.E.T.N). Dalam Struktur organisasi Kementerian

Kemakmuran, pimpinan politik dipegang oleh Menteri Kemakmuran, adapun administrasi politik Kementerian berada pada Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal dan para koordinator. Sementara itu pada tingkat Jawatan, Bank, dan Badan Hukum lainnya merupakan satuan organisasi pelaksana yang

berkedudukan sebagai administrasi pelaksana. Selagi bangsa dan Pemerintah Republik Indonesia sedang berbenah menyelenggarakan pemerintahan dan mengurus tawanan Jepang, pada tanggal 16 September 1945 tentara sekutu dibawah pimpinan Inggris telah mendarat
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 3 1945-1960 dipulau Jawa. Pada tanggal 7 Oktober 1945, menyusul kemudian pendaratan tentara NICA (Netherlands Indies Civil Administration), yaitu tentara Belanda yang ingin menguasai dan menjajah kembali Indonesia setelah Perang Dunia-II selesai. Pada saat itu, baik tentara sekutu maupun NICA menghadapi kenyataan bahwa bangsa Indonesia telah merdeka semenjak Proklamasi 17 Agustus 1945. Dilain pihak, berdasarkan persetujuan Postdam pada bulan juli 1945 setelah Jerman menyatakan, menyerah kalah kepada tentara sekutu, pemerintah Kerajaan Belanda menganggap masih berdaulat dan mempunyai kewenangan atas wilayah jajahannya di Indonesia. Tentara Belanda (NICA) dan dibantu satuan Gurkha dari tentara sekutu dibawah pimpinan Inggris menyerbu Indonesia. Pertempuran hebat terjadi didaerah-daerah, antara lain Jakarta (September-Desember 1945), Surabaya (Oktober-Nopember 1945), Semarang (Oktober 1945), dan bulan Oktober 1945 di Bandung. Pada tanggal 4 Januari 1946, Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia hidjrah ke Yogyakarta. Karena daerah Jakarta dan sekitarnya sudah tidak aman, maka atas kebijakan dan keputusan para pemimpin Kementerian Kemakmuran, kantor besar Kementerian Kemakmuran dipindahkan ke

Magelang-Jawa Tengah. Sejak awal Januari 1946, di Magelang dibentuk Cabang Kantor Besar Kementerian Kemakmuran dibawah pimpinan Iso

Reksohadiprodjo. Sampai dengan akhir tahun 1946, organisasi Kementeria Kemakmuran ada di beberapa lokasi, yaitu : 1. Kementerian Kemakmuran dengan Bagian Tata Usaha berkedudukan di Jakarta.
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 4 1945-1960 2. Para koordinator dengan Sub-Bagian Tata Usaha merupakan Cabang Kantor Pusat Kementerian Kemakmuran berkedudukan di Magelang. 3. Adapun sebagian besar Jawatan dan Badan Penyelenggara lainnya tersebar di Magelang, Solo, dan Yogyakarta.

Kantor Pusat Kementrian Kemakmuran, di Susteran Magelang

Mulai awal Januari 1947, secara bertahap semua urusan dari Kantor Besar Kementerian Kemakmuran di Jakarta dipindahkan ke Kantor Cabang di Magelang. Pada akhirnya, kantor cabang di Magelang merupakan Kantor Pusat Kementerian Kemakmuran. Karena keadaan di Jakarta masih belum aman, maka tugas Kantor Pusat Kementerian Kemakmuran di Magelang dipimpin oleh para Koordinator yang diketuai oleh Ir. Gunung Iskandar. Dalam rangka upaya mempertahankan koloninya di Indonesia,

Pemerintah Kerajaan Belanda menunjuk Dr.H.J. Van Mook sebagai Letnan Gubernur Jenderal untuk menyusun kembali Pemerintahan Hindia Belanda.
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 5 1945-1960 Sebelum ditunjuk sebagai Letnan Gubernur Jenderal, Dr.H.J. Van Mook adalah mantan Direktur Departemen Perekonomian (1937-1942) dari pemerintah Hindia Belanda sebelum menyerah kalah kepada tentara Jepang di Indonesia. Pemerintah Belanda di Indonesia dibawah pimpinan Dr.H.J. Van Mook menjalankan strategi politik yang kemudian dikenal dengan politik adu domba atau devide et empera. Dengan politik devide et empera, Belanda untuk sementara berhasil menjalankan, ide Negara Federal melalui kekuatan militer dan diplomasi politik. Berdasarkan persetujuan Linggarjati-Cirebon (25 Maret 1947) wilayah Republik Indonesia tinggal Jawa, Madura, dan Sumatera. Karena situasi politik dan keamanan akibat dari timbulnya Perang Kolonial Pertama (aksi Polisional-I, 27 Juli 1947), kemudian Kementerian Kemakmuran mengungsi ke daerah yang lebih aman yaitu di daerah Borobudur. Semua Jawatan dan Bagian-bagiannya beserta pegawai dan keluarganya dipindahkan dari Magelang ke Borobudur, hanya beberapa bagian yang masih dipandang perlu tetap berada di Magelang, seperti Jawatan Kehewanan dan Sekolah Kehewanan Menengah Atas (SKMA) yang baru saja didirikan pada awal Juli 1947. Perkembangan Perang Kolonial Pertama makin meluas sehingga wilayah Borobudur terancam keamanannya. Berdasarkan pertimbangan para pimpinan Kementerian Kemakmuran telah diputuskan untuk memindahkan lagi kantor-kantor dan para pegawainya dari Borobudur ke Ibu Kota Republik Indonesia di Yogyakarta. Sejak tanggal 1 Januari 1948, telah ditetapkan secara resmi bahwa Kementerian Kemakmuran berkedudukan di Yogyakartaa dengan mengambil
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 6 1945-1960 tempat di Balapan. Pada tanggal 1 Maret 1948, Mr. A.K. Pringgodigdo (Direktur Jenderal) dan R. Surasno (Sekretaris Jenderal) dibutuhkan tenaganya di Jakarta sehinga pemimpin sehari-hari Kementerian Kemakmuran adalah Ir. Gunung Iskandar dan sejak 1 mei 1948 Ir. Gunung Iskandar ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Kemakmuran. Semasa Menteri Kemaknuran dijabat Mr. Sjarifuddin Prawiranegara (29 januari 1948-4 Agustus 1949), berada di Sumatera sebagai adalah pelaksana Ir. harian Kementerian Dengan

Kemakmuran

Gunung

Iskandar.

mendapat bantuan moral dan dukungan materiel untuk mengaktifkan kembali alat-alat pemerintahan dari Sri Sultan Ir. Gunung Iskandar Hamengkubuono IX kemudian disusun formasi-inti yang diharapkan dapat mencurahkan tenaganya dalam organisasi Kementerian Kemakmuran.

Pertemuan penyusunan organisasi dengan formasi inti tersebut dilakukan di Pendopo Kepatihan-Yogyakarta. Dengan Surat Keputusan Menteri Kemakmuran No: 3931/Kab tanggal 23 Juni 1948 di Yogyakarta dibentuk formasi inti sebagai berikut : 1. Ir. Teko Sumodiharjo, diserahi urusan perdagangan, koperasi serta urusan pengumpulan, penyimpanan, dan pembagian (distribusi). 2. Ir. Anando, diserahi urusan perindustrian dan kerajinan, tambang dan geologi, serta urusan tera. 3. Ir. Kaslan A. Tohir, diserahi urusan pertanian rakyat dan pendidikan, perikanan, kehewanan, dan penyelidikan pertanian.
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 7 1945-1960 4. 5. Ir. Saksono Prawiroharjo, diserahi urusan kehutanan dan perkebunan. Ir. Harjono Danusastro (mantan Direktur SPMA Malang 1944-1947) diserahi urusan perguruan tinggi pertanian dan publikasi.

Pemusatan Kementerian Kemakmuran di Yogyakarta ini lambat laun dilakukan secara berangsur-angsur sehingga dapat dibangun gedung untuk Kantor Pusat Kementerian Kemakmuran, Jawatan-jawatan beserta perumahan pegawai yang kemudian dikenal dengan Komplek

Kemakmuran Balapan-Yogyakarta. Dengan adanya penyerbuan dan pendudukan pasukan Belanda di Yogyakarta tanggal 19 Desember 1948 pada waktu perang kolonial kedua (Aksi Polisionil-II), kantor pusat Kem,enterian kemakmuran di Balapan juga dikuasai tentara Belanda. Semua kegiatan terhenti, sebagian pegawai ikut dan memenuhi ajakan Belanda, sebagian lagi tetap tinggal di Yogyakarta atau ikut bergerilya melawan Belanda. Kelompok pegawai yang ikut Belanda, lebih dikenal sebagai “pegawai Kooperatif” kemudian dipekerjakan sebagai pegawai pada Departemen Perekonomian (Departement Van Ekonomische Zaken) di Jakarta dibawah pemerintah Negara Federal yang di bentuk Belanda. Sementara itu para pegawai yang masih taat pada pemerintahan Republik Indonesia digolongkan pada Non-kooperatif. Setelah terjadi persetujuan Roem-Royen pada tanggal 7 Mei 1949 mengenai pemulihan kembali Pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta, segera dilakukan persiapan penyusunan kembali Kementerian Kemakmuran.
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 8 1945-1960 Karena Menteri Kemakmuran berada di Sumatera (Ir. Indratjaja), maka pimpinan Kementerian dilakukan oleh Ir. Gunung Iskandar sebagai Sekretais Jenderal. Pada saat Pemerintah Republik Indonesia dipulihkan kembali di Yogyakarta pada tanggal 4 Agustus 1949 telah tersusun kembali organisasi Kementerian Kemakmuran lengkap dengan jawatan-jawatannya yang dipimpin oleh pegawai dari golongan Non-Kooperatif. Berdasarkan Penetapan Presiden No: 6 tahun 1949, telah ditunjuk I.J. Kasimo sebagai Menteri Kemakmuran. Berdasarkan hasil Konperensi Meja Bundar di Den-Haag Negeri Belanda pada tanggal 23 Agustus - 2 Nopember 1949, kemudian pada tanggal 27 Desember 1949 dibentuk negara Republik Indonesia Serikat atau RIS. Menurut ketentuan ini, negara Republik Indonesia di Yogyakarta merupakan salah satu Negara Bagian dari RIS. Dalam susunan Kabinet RIS, urusan pertanian berada dibawah Kementerian Kemakmuran dengan Ir. Djuanda sebagai Menteri Pertanian, sedangkan dalam susunan Kabinet dari Negara Bagian Republik Indonesia maka urusan pertanian berada dalam Kementerian Pertanian dengan Mr. Sadjarwo sebagai Menteri Pertanian. Dalam susunan Kabinet Republik Indonesia – Yogayakarta, sebagai negara Bagian RIS, berdasarkan keputusan Presiden Republik IndonesiaYogyakarta (Mr. Assaat) No; 16 tahun 1950 tanggal 6 Pebruari 1950 maka

Kementerian Kemakmuran dipecah menjadi Kementerian Pertanian dengan Mr. Sadjarwo sebagai Menteri Pertanian serta kementerian Perdagangan Dan Perindustrian dengan Mr. Tandiono Manu sebagai Menterinya.

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 9 1945-1960 Pemecahan Kementerian tersebut mengakibatkan pula pembagian

Jawatan-jawatan dilingkungan kementeriannya. a. Kementerian Perdagangan Dan Perindustrian mempunyai : Jawatan Perdagangan, Jawatan Perindustrian Dan Kerajinan, Jawatan

Pertambangan, dan Jawatan Distribusi. b. Kementerian Pertanian mempunyai Jawatan Pertanian Rakyat, Jawatan Perikanan, Jawatan Kehutanan, Jawatan Kehewanan, Perkebunan, Jawatan Koperasi, dan Bank Rakyat Indonesia.

Pada waktu bangsa Indonesia menyatakan Kemerdekaannya pada tangal 17 Agustus 1945, sebagian besar penduduknya buta huruf latin dan melarat. Keadaan perekonomian rakyat pada umumnya sangat lemah meskipun tanah air Indonesia dikenal sebagai wilayah yang mempunyai sumberdaya alam yang melimpah. Sementara itu negara Republik Indonesia yang baru bangun dan berusaha untuk meningkatkan taraf hidup bangsanya selalu diganggu oleh Belanda yang masih ingin meneruskan penjajahannya guna menguasai wilayah nusantara kembali. Didaerah yang dikuasai Republik Indonesia-Yogyakarta, Kementerian Kemakmuran menyusun rencana pembangunan pertanian berupa Rencana Produksi tiga tahun atau dikenal dengan Plan-Kasimo. Plan Kasimo berjangka waktu 3 tahun, disusun pada tahun 1947 dan rencana kegiatannya baru dimulai tahun 1948-1950. Sementara itu wilayah Negara-Negara Bagian dan Daerah Bagian dari Negara Federal yang dibina Belanda, urusan pembangunan
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 10 1945-1960 pertanian dilakukan oleh Departemen Perekonomian (Departement Van Ekonomische Zaken) dengan rancangannya yang disebut Rencana

Kemakmuran Tiga Tahun atau lebih dikenal dengan Plan-Wisaksono. Rencana Wisaksono ini akan dimulai tahun 1949-1951. Baik Plan Kasimo maupun Plan Wisaksono mengalami banyak hambatan dalam pelaksanaannya karena masalah keamanan dan politik pada saat itu.

1. PLAN KASIMO ( 1948 – 1950) Pada masa Pemerintahan Kabinet Amir Syarifuddin, Kementerian kemakmuran dipimpin pleh Dr. A.K. Gani sebagai Menteri Kemakmuran yang merangkap pula sebagai Wakil Perdana Menteri. Sedangkan sebagai Menteri Muda Kemakmuran dijabat oleh dua orang Menteri Muda, yaitu : IJ. Kasimo dan dr. A. Tjokronegoro. Adapun ruang lingkup tugas Kementerian Kemakmuran meliputi bidang – bidang pertanian, Perdagangan,

Perindustrian dan Pertambangan. Pada masa Pemerintahan Kabinet Amir Syarifuddin itu pula, Belanda melancarkan

serangan militernya yang pertama (21 Juli 1947) terhadap Republik Indonesia di IJ. Kasimo Yogyakarta. Hubungan dengan dunia luar putus sama sekali.

Blokade Belanda tidak hanya mengahalangi masuknya berbekalan senjata untuk Republik Indonesia, tetapi juga menghentikan masuknya bahan pangan, sandang dan kebutuhan penting lainnya seperti obat-obatan, alat transportasi

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 11 1945-1960 dan hasil teknologi lainnya yang sangat diperlukan untuk pembangunan bangsa yang baru merayakan kemerdekaannya pada saat itu. Kekurangan pangan sangat terasa sekali, terutama di sebagian wilayah yang memang dinyatakan sebagai daerah minus. Keadaan ini kemudian menjadi lebih sulit lagi dengan mengalirnya ratusan ribu pengungsi dari daerah-daerah yang diserbu oleh pasukan Belanda. Pada masa perang kemerdekaan itulah, kemudian Kasimo sebagai Menteri Muda Kemakmuran (lulusan MLS tahun 1921) menyampaikan buah pikiran mengenai masalah dan rencana

penanggulangan sandang dan pangan. Dari buah pikiran itu kemudian didukung oleh para bekas siswa-siswanya dari SPM – Tegalgondo, maka plan Kasimo yang sekalipun sederhana itu kemudian hari dapat dilakukan dengan cukup lancar pelaksanaannya. Rencana Produksi Tiga Tahun, lebih dikenal dengan sebutan PlanKasimo, dirancang untuk daerah Republik Indonesia – Yogyakarta pada tahun 1948 sampai 1950. Sebagai landasan plan-Kasimo adalah UUD 1945, pasal 33 yang berbunyi : 1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan. 2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. 3. Bumi dan air, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 12 1945-1960 Rencana produksi tiga tahun dicanangkan di Yogyakrta oleh I.J. Kasimo, sebagai Menteri Persediaan Makanan Rakyat dalam Kabinet Hatta-I (29 Januari 1948 s/d 4 Agustus 1949), Kabinet Hatta-II (4 Agustus 1949 s/d 20 Desember 1949) dan Kabinet Susanto (20 Desember 1949 s/d 21 Januari 1950): AksiMiliter kedua dan juga pihak belanda merusak pelaksanaan Rencana Produksi Tiga Tahun ini. Meskipun demikian, dasar-dasar Plan-Kasimo merupakan landasan yang berharga dalam usaha perkembangan perekonomian Indonesia dikemudian hari. Tujuan Plan Kasimo 1. Mencukupi seluruh kebutuhan rakyat tentang bahan makanan pokok terutama beras, jagung, ketela, kacang tanah,kedele, ikan dan daging dari hasil tanah sendiri. 2. 3. Memenuhi sekitar 10% kebutuhan pakaian rakyat dari hasil tanah sendiri. Mengusahakan tersedianya kelebihan produksi untuk kepentingan eksport pada semua lapangan perikanan dan kehewanan) (pertanian rakyat, perusahaan perkebunan,

Usaha dan Program Kerja Plan Kasimo 1. Di bidang pertanian rakyat dengan mengusahakan penambahan luas areal, luas penanaman tiap tahun dan meningkatkan produksi tiap satuan luas tanaman, melalui : penggunan bibit unggul, mendirikan kebun bibit, perbaikan irigasi/pengairan, menjaga kesuburan tanah, pemberantasan hama,

mendirikan Balai Pusat Penyuluhan di tiap Kecamatan, mendirikan model
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 13 1945-1960 desa baru, dan transmigrasi. Bagi daerah di Sumatera perlu diusahakan membuat kalender pertanian, seleksi bibit, perbaikan sistem

organisasi/drainasi, memperluas areal persawahan, menyiapkan daerah transmigrasi, memperbaiki tanaman perkebunan rakyat yang rusak semasa penduduk Jepang, memajukan tanaman kapas, mendatangkan obat-obatan, pupuk ZA dan DS, alat-alat pertanian, mengembangkan perikanan air tawar, serta memajukan pendidikan pertanian, latihan dan penyuluhan pertanian. 2. Dibidang perusahaan perkebunan, membutuhkan terlaksananya eksport guna membiayai import barang-barang yang dibutuhkan rakyat dan negara dari luar Negara dengan cara mengusahakan perusahaan perkebunan pada tahun 1950 telah mencapai kapasitas produksi sebesar 50% dari kapasitas produksi sebelum perang dunia kedua. Demikian pula perlu menyelenggarakan peraturan-peraturan dilapangan agraria, keuangan dan sosial sehingga mampu memberikan jaminan bagi perusahaan perkebunan agar dapat sungguh-sungguh memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara. Bangunan irigasi yang banyak mengalami kerusakan perlu diperbaiki pula. 3. Dibidang perikanan dengan upaya meningkatkan hasil perikanan untuk makanan rakyat dengan cara memperhebat usaha penangkapan ikan laut. Untuk itu diperlukan penambahan jumlah perahu, kapal-kapal bermotor dengan perlengkapannya, menyediakan kredit serta latihan bagi nelayan. Dalam rangka mencapai tujuan itu, perlu upaya untuk mencari dan menetapkan tempat-tempat yang banyak ikannya. Menetapkan jenis-jenis
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 14 1945-1960 ikan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, mengadakan penyelidikan biologi ikan dan tekonologi penangkapan ikan serta pelestarian sumber-sumber perikanan. 4. Dibidang kehewanan atau peternakan mengupayakan peningkatan ternak, terutama ternak kecil seperti kambing, domba, dan unggas. Maksudnya untuk menambah tersedianya ternak guna menghasilkan produksi daging dan telur bagi kebutuhan protein masyarakat. Untuk itu diperlukan berbagai kegiatan seperti: penyelidikan kebutuhan ternak di tiap daerah, hewan jantan pemacak untuk memperbaiki mutu ternak, mendorong berdirinya industri daging, pemberantasan penyakit hewan, membatasi pemotongan ternak hewan betina untuk sapi dan kerbau, menganjurkan pemakaian susu oleh rakyat, memperbanyak inseminasi buatan, serta budidaya ternak marmut dan kelinci. 5. Dibidang usaha lain yang berkaitan dengan memperbaiki perekonomian. Pada bulan November 1947 dibentuk jawatan perdagangan yang bernaung dibawah Kementerian Kemakmuran. Djawatan Perdagangan ini mempunyai tugas kewajiban penting dalam perdagangan luar negeri dan perdagangan dalam negeri antara lain : 1) memperkuat posisi devisa diluar negeri, 2) mendatangkan barang yang penting bagi keperluan pemerintah dan rakyat, 3) mengatur keperluan dan harga barang sehari-hari bagi keperluan rakyat. Disamping itu pula dalam rangka memperkuat perekonomian rakyat yang berdasarkan semangat gotong royong, maka gerakan koperasi ditingkatkan dengan memperkuat tugas dan fungsi Jawatan Koperasi. Pada bulan Juli 1947, jumlah koperasi yang disahkan pendiriannya adalah sekitar 2.700 buah,
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 15 1945-1960 sedangkan pada masa penjajahan Belanda, berjumlah sekitar 600 buah

ditahun 1939. Diusahakan agar nantinya pada setiap desa terdapat satu koperasi untuk dapat memperluas usaha produksi baik di lapangan pertanian maupun dilapangan kerajinan. Usaha kredit yang mempunyai kedudukan penting pada saat itu, adalah Bank Rakyat Indonesia, dengan cara menyelenggarakan kredit-kredit perdagangan menengah dan perdagangan besar, kredit industri menengah dan industri besar, serta kredit perikanan.

2. PLAN WISAKSONO (1949 – 1951)

Rencana Kemakmuran Tiga Tahun adalah rencana pembangunan pertanian yang dicanangkan pada tahun 1949 oleh Pemerintah Federal Indonesia sebagai landasan pembangunan pertanian bagi Negara-negara bagian diseluruh Indonesia, kecuali Negara Bagian Republik Indonesia. Rencana Kemakmuran diprakasai oleh Wisaksono Wirjodiharjo sebagai Sekretaris Negara Urusan Pertanian dan Peternakan dari Pemerintah Federal. Di kalangan umum, rencana kemakmuran yang berjangka waktu 3 tahun (1949 – 1951) lebih dikenal sebagai Rencana Wisaksono atau Plan Wisaksono. Rencana Kemakmuran atau Rencana Wisaksono ini mempunyai maksud untuk mengusahakan agar supaya Indonesia dalam waktu beberapa tahun
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 16 1945-1960 mendatang tidak tergantung lagi kepada import bahan pangan dari luar negeri. Rencana kemakmuran mempunyai 5 program Kegiatan, yaitu: 1. Mempertinggi produksi bahan makanan dengan cara yang lebih baik dengan mendirikan perusahaan-perusahaan campuran (mixed-farming) agar supaya para petani diharapkan tidak hanya menanamkan bahan tanaman pangan tetapi juga memelihara ternak. 2. Meningkatkan penggunaan bibit unggul, yaitu bibit atau benih terpilih yang tinggi nilainya sehingga dapat meningkatkan hasil produksi bahan pangan. 3. Meningkatkan penggunaan rabuk atau pupuk buatan, dengan maksud untuk meningkatkan pendapatan petani khususnya dan masyarakat pedesaan pada umumnya. 4. Memajukan peternakan kecil yaitu pemeliharaan ayam, itik, dan unggas lainnya guna meningkatkan sumber protein, hewani dan gizi masyarakat. 5. Memajukan perikanan dengan bantuan pemerintah sebagai modal usaha, pengadaan dan penyediaan alat-alat perikanan serta perbaikan tambaktambak perikanan.

Dalam bidang pembangunan pertanian pangan, lebih dititik beratkan pada upaya meningkatkan produksi beras melalui penggunaan bibit unggul. Oleh sebab itu perlu segera diupayakan, pendirian Balai-balai benih di wilayah penghasil beras. Untuk pelaksanaan peningkatan produksi beras ini, inisiatif para petani perlu dikembangkan. Pemanfaatan lahan tanah kering perlu pula ditingkatkan untuk usaha pertanian, peternakan, dan perkebunan.
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 17 1945-1960 Dalam rangka memperbaiki gizi dan penambahan protein hewani diperlukan berbagai upaya untuk meningkatkan hasil perikanan dan peternakan dalam waktu singkat. Rencana kemakmuran perlu segera dilaksanakan guna mewujudkan penghidupan rakyat Indonesia yang lebih baik dan layak sebagai masyarakat suatu negara yang merdeka dan berdaulat.

BAB II KEMENTERIAN PERTANIAN

Sebagaimana

tercantum

dalam

undang-undang

Dasar

Republik

Indonesia yang dibentuk tahun 1945, menyebutkan bahwa bentuk negara Republik Indonesia adalah Negara Kesatuan, dan sesungguhnya bentuk Negara Serikat itu bukanlah tujuan dari bangsa Indonesia. Pembentukan Negara Serikat hanya merupakan suatu masa peralihan saja yang terpaksa ditempuhnya sehubungan dengan siasat politik negara untuk mencapai tujuan yang sesungguhnya.

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 18 1945-1960 Mulai tanggal 9 Maret 1950 sampai dengan 4 April 1950 telah menggabungkan diri 14 Daerah Bagian kedalam Negara Bagian Republik Indonesia-Yogyakarta, sedangkan 2 Negara Bagian lainnya yaitu Negara Indonesia Timur (NIT) dan Negara Sumatera Timur (NST) belum bergabung dengan Republik Indonesia-Yogyakarta. Pada tanggal 19 Mei 1950 terjadi kesepakatan anatara Pemerintah RIS dengan Pemerintah Republik IndonesiaYogyakarta untuk membentuk republik kesatuan dengan nama Republik Indonesia. Secara resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia berlaku pada tanggal 17 Agustus 1950. Untuk pertama kali, penggunaan nama Kementerian Pertanian dipakai dalam Kabinet Halim di Pemerintah Negara Bagian Republik IndonesiaYogyakarta pada tanggal 21 Januari 1950 – 6 Maret 1950 dengan Mr. Sadjarwo sebagai Menteri Pertanian. Sedangkan di Pemerintahan Republik Indonesia Serikat masih dipakai nama Kementerian Kemakmuran dengan Ir. Djuanda sebagai Menteri Kemakmuran dalam kabinet Hatta (20 Desember 1949 – 6 September 1950). Dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 15 Agustus 1950, maka Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Yogyakarta harus dipersatukan dengan Kementerian Kemakmuran Republik Indonesia Serikat di Jakarta. Menjelang sebelum penggabungan, Kementerian Pertanian RI di Yogyakarta telah melakukan penyesuaian dan perubahan seperlunya dengan keadaan organisasi di Kementerian Kemakmuran RIS di Jakarta Perubahan yang dilakukan, antara lain :
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 19 1945-1960 1. Jawatan Koperasi dan Bank Rakyat Indonesia dari Kementerian Pertanian diserahkan kepada Kementerian Perdagangan dan Perindustrian. 2. Biro Perguruan Tinggi Pertanian dari Kementerian Pertanian diserahkan kepada Kementerian Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan.

Kantor Kementerian Perindustrian, Jln. Gajah Mada No. 8, Jakarta (dokumen th 1957)

Kantor Kementerian Perindustrian, Jln. Kemakmuran, Jakarta (dokumen th 1957)
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 20 1945-1960 Setelah dilakukan perubahan dan penggabungan Kementerian

Pertanian–Yogyakarta dengan Kementerian Kemakmuran – Jakarta, kemudian dibentuk Organisasi Kementerian Pertanian Negara Kesatuan Republik

Indonesia (NKRI) melalui Peraturan Menteri Pertanian No. 1/PMP/51 Tanggal 17 Maret 1951, sebagai berikut : 1. Kementerian Pertanian dipimpin oleh Menteri berdasarkan politik pemerintah. Menteri menentukan garis besar politik kementerian dan bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat sesuai dengan Sistem Kabinet Parlementer. 2. Kantor Pusat Departemen Pertanian dipimpin oleh Sekretaris Jenderal yang bertanggung jawab kepada Menteri. Sekretaris Jenderal membantu Menteri dalam melakukan pimpinan kementerian dan melakukan pimpinan sehari-hari di kantor pusat kementerian. 3. Badan pelaksana kementerian yang terdiri dari jawatan-jawatan, balaibalai, kantor-kantor, perusahan negara dan yayasan. a. Jawatan-jawatan : Jawatan Pertanian Rakyat, Jawatan

Perkebunan, Jawatan Perikanan Laut, Jawatan Kehewanan, Jawatan Kehutanan dan Jawatan Penyelidikan Alam b. Balai-balai : Balai Penyelidikan Pertanian, Balai Peternakan Umum, Balai Penyelidikan Penyakit Hewan, dan Balai

Penyelidikan Perikanan Darat.

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 21 1945-1960 c. Kantor-kantor : Kantor Pendidikan Pertanian, Kantor Perancangan Tatabumi, Kantor Karet Rakyat, Kantor Perikanan Darat dan Kantor Gerakan tani. d. Perusahaan dan Yayasan : Pusat Perkebunan Negara (PPN), Perusahaan Perkebunan Republik Indonesia (PPRI), Yayasan Perkebunan Rakyat Indonesia (PERRIN), Yayasan Bahan

Makanan (BAMA), dan Yayasan Perikanan Laut.

Sejak tahun 1951 sampai dengan akhir tahun 1956, terjadi perubahan dan tambahan pada organisasi Kementerian Pertanian. Perubahan dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan perkembangan kegiatan dilapangan petanian antara lain: 1. Pekerjaan sehari-hari dalam melaksanakan kebijaksanaan Menteri Pertanian dilakukan dibawah pimpinan Sekretaris Jenderal. 2. Kelembagaan kantor-kantor seperti Perikanan Darat, Gerakan Tani, dan Karet Rakyat diubah menjadi Jawatan-jawatan. 3. Disamping Balai Penyelidikan Peternakan dan Lembaga Penyakit Hewan kemudian dibentuk baru Balai Penyelidikan Penyakit Mulut dan Kuku, serta Balai Penyelidikan Perikanan Darat. 4. Yayasan Bahan Makanan (BAMA) yang semula berada dibawah Kementerian Perindustrian. 5. Mulai tanggal 1 Maret 1955, Kementerian Pertanian mempunyai lima direktorat yaitu : Direktorat Pertanian, Direktorat Kehewanan, Direktorat Perikanan, Direktorat Kehutanan dan Tatabumi, dan Direktorat Perkebunan. 5.1 Direktorat Pertanian, meliputi a. Jawatan Pertanian Rakyat
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

Pertanian

kemudian

diserahkan

kepada

Kementerian

Perekonomian yang dulu disebut sebagai Kementerian Perdagangan dan

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 22 1945-1960 b. Balai Besar Penyelidikian Pertanian c. Jawatan Karet Rakyat d. Yayasan Karet Rakyat e. Biro Pembangunan Usaha Tani 5.2 Direktorat Kehewanan, meliputi a. Jawatan Kehewanan b. Lembaga Pusat Penyelidikan Penyakit Hewan c. Lembaga Penyakit Mulut dan Kuku (Tracak) d. Balai Pusat Penyelidikan Peternakan 5.3 Direktorat Perikanan, meliputi a. Jawatan Perikanan Laut b. Jawatan Perikanan Darat c. Balai Penyelidikan Perikanan Darat d. Yayasan Perikanan Laut 5.4 Direktorat Kehutanan dan Tatabumi, meliputi a. Jawatan Kehutanan b. Lembaga Pusat Penyelidikan Kehutanan c. Kantor Perancang Tatabumi d. Biro Penafsiran Potret Udara 5.5 Direktorat Perkebunan, meliputi a. Jawatan Perkebunan b. Pusat Perkebunan Negara (PPN) c. Perusahaan Perkebunan Republik Indonesia (PPRI) d. Yayasan Tebu Rakyat e. Yayasan Dana Moles Tebu f. Yayasan Perkebunan Rakyat Indonesia (PERRIN) g. Badan Urusan Tembakau h. Yayasan Kredit Tani

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 23 1945-1960 Disamping lima Direktorat, terdapat pula Badan Hukum lainnya seperti : Dana Moles Tebu, Yayasan Tebu Rakyat, Yayasan Kredit Tani, Badan Urusan Tembakau, dan Yayasan Karet Rakyat. Dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 47C/UM/57 tanggal 12 Maret 1957 disusun Organisasi Baru Kementerian Pertanian sebagai berikut.

Kantor Kementerian Pertanian, Jln. Salemba Raya, Jakarta (dokumen th 1957)

1.

Menteri Pertanian memimpin dan menentukan garis besar politik Kementerian Pertanian. Sementara itu, Sekretaris Jenderal diberi tugas menjalankan pimpinan harian dari Kementerian Pertanian.

2.

Kepala Direktorat mempunyai tugas memimpin, mengawasi, dan mengadakan koordinasi dengan jawatan-jawatan, lembaga-lembaga, balai-balai dan badan administrasi penyelenggara lainnya. Kementerian Pertanian mempunyai 5 Direktorat, yaitu : Direktorat Pertanian, Direktorat

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 24 1945-1960 Kehewanan, Direktorat Perkebunan, Direktorat Kehutanan dan

Tatabumi, serta Direktorat Perikanan. 3. Badan-badan pelaksana di lingkungan kementerian yang dibentuk sesuai dengan tujuan yang akan dicapai oleh Kementerian Pertanian yaitu : Jawatan-jawatan, Lembaga-lembaga, Balai-balai, Perusahaan-

perusahaan, Yayasan-yayasan, serta Biro-biro. 4. Karena jumlah badan pelaksana terlalu banyak, maka dibentuk Direktorat-direktorat yang mempunyai tugas mengadakan koordinasi di bidang perencanaan, pengawasan, dan penilaian berlandaskan pada jenis pekerjaan yang homogen : a. Direktorat Pertanian mengkoordinasikan Jawatan Pertanian

Rakyat, Balai Besar Penyelidikan Pertanian, Jawatan Karet Rakyat, Yayasan Karet Rakyat, dan Biro Pembangunan Usaha Tani. b. Direktorat Kehewanan mengkoordinasikan : Jawatan Kehewanan, Lembaga Pusat Penyelidikan Penyakit Hewan, Lembaga Penyakit Mulut dan Tracak, serta Balai Pusat Penyelidikan Peternakan. c. Direktorat Perikanan mengkoordinasikan : Jawatan Perikanan Laut, Jawatan Perikanan Darat, Balai Penyelidikan Perikanan Darat, dan Yayasan Perikanan Laut. d. Direktorat Kehutanan dan Tata Bumi mengkoordinasikan :

Jawatan Kehutanan, Lebaga Pusat Penyelidikan Kehutanan, Kantor Perancangan Tata Bumi, dan Biro Penafsiran Potret Udara.
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 25 1945-1960 e. Direktorat Perkebunan mengkoordinasikan : Jawatan Perkebunan, Pusat Perkebunan Negara (PPN), Perusahaan Perkebunan Republik Indonesia (PPRI), Yayasan Tebu Rakyat, Yayasan Dana Molest Tebu, Yayasan Perkebunan Rakyat Indonesia (PERRIN), Badan Urusan Tembakau, dan Yayasan Kredit Tani. 5. Di lingkungan Sekretariat Jenderal terdiri dari beberapa unit kerja Biro, yaitu : Biro Hukum dan Agraria, Biro Ekonomi Pertanian, Biro Pendidikan Pertanian, dan Biro Hubungan Luar Negeri. 6. Kementerian Pertanian mempunyai sekolah-sekolah dan akademi pertanian, yaitu : a. Tingkat Semi Akademi : College Gula Negera. b. Tingkat Menengah Atas Sekolah Kehewanan : Sekolah Pertanian Menengah Atas, Atas, Sekolah Kehutanan Akademi Kementerian Pertanian dan

Menengah

Menengah Atas, dan Sekolah Perikana Darat Menengah Atas. c. Tingat Menengah Pertama : Sekolah Pengamat Pertanian, Sekolah Pengamat Kehewanan, Sekolah Pengamat Perikanan, dan Sekolah Pengamat Kehutanan. d. Tingkat Rendah : Sekolah Mantri Pertanian, Sekolah Mantri Kehewanan, Sekolah Mantri Perikanan, Sekolah Mantri Kehutanan dan Sekolah Mantri Perkebunan.

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 26 1945-1960 Dengan adanya Dekrit Presiden Tanggal 5 Juli 1959, maka sistem Pemerintahan Republik Indonesia disesuaikan dengan Undang-undang Dasar 1945. Menurut UUD 1945, maka Kabinet Republik Indonesia dipimpin oleh Presiden sendiri sebagai Perdana Menteri (Kabinet Presidentil). Dalam UUD 1945 pada pasal 17 ayat 3, berbunyi “Menteri-menteri itu memimpin Departemen Pemerintahan”. Atas dasar uraian diatas, maka nama lembaga “Kementerian” dirubah kemudian menjadi “Departemen”. Dengan dibentuknya Kabinet Kerja Pertama pada tanggal 10 Juli 1959, maka nama Kementerian Pertanian berubah menjadi Departemen Pertanian.

Sebagai langkah untuk melakukan perbaikan aparatur pemerintahan, dikeluarkan Instruksi Presiden No. 4 dan No. 5 tahun 1960 tertanggal 23 September 1960 tentang Retooling Aparatur Negara. Berdasarkan Instruksi Presiden tersebut, kemudian Menteri mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 1/M/1961 tertanggal 1 Januari 1961 tentang Lapangan Pekerjaan, Tugas dan Susunan Departemen Pertanian pada tingkat Kantor Pusat, sebagai berikut : 1. Departemen Pertanian dipimpin oleh Menteri berdasarkan politik pemerintah di bidang pertanian dalam arti luas. Dalam menjalankan pekerjaan seharihari Menteri Pertanian dibantu oleh empat (4) orang pembantu utama. a. Pembantu Utama – I

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 27 1945-1960 Mempunyai tugas dan kewajiban merencanakan, mengatur, membimbing, dan mengawasi pelaksanaan tugas pokok departemen di bidang penilaian dan perencanaan usaha . b. Utama – II Mempunyai tugas dan kewajiban merencanakan, mengatur, membimbing, dan mengawasi tugas pokok departemen di bidang tenaga manusia. c. Utama – III Mempunyai tugas dan kewajiban merencanakan, mengatur, membimbing, dan mengawasi tugas pokok departemen di bidang perbekalan. d. Utama – IV Mempunyai tugas dan kewajiban merencanakan, mengatur, membimbing dan mengawasi tugas pokok departemen di bidang perbelanjaan dan perkreditan. 2. Sekretariat Departemen dipimpin oleh seorang Sekretaris Departemen (bukan Sekretaris Jenderal Departemen yang bertanggung jawab kepada Menteri, mempunyai tugas mengurus hal-hal yang menyangkut kegiatan penyelenggaraan untuk keperluan kantor pusat, administrasi tenaga aparatur, administrasi perbekalan, perbelanjaan, dan perundang-udangan. 3. Badan pelaksana departemen sebagai penyelenggara tugas pokok Pembantu Pembantu Pembantu

Departemen Pertanian, terdiri : Jawatan Pertanian, Jawatan Kehewanan,
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 28 1945-1960 Jawatan Perikanan, Jawatan Kehutanan, Jawatan Penelitian Pertanian, Jawatan Pendidikan Pertanian, dan Perusahaan-perusahaan Negara. 4. Jawatan Penelitian Pertanian dibentuk atas hasil penggabungan Balai-balai, Lembaga-lembaga, Kantor-kantor dan Bagian-bagian yang mempuyai tugas dan kewajiban dalam hal penyelidikan di lingkungan Departemen Pertanian. 5. Jawatan Pendidikan Pertanian dibentuk atas hasil penggabungan dari pada kesatuan organisasi, seperti : Lembaga Pendidikan Usaha Perikanan, Akademi Pertanian Ciawi – Bogor, Bagian Pendidikan Jawatan Pertanian Rakyat, Urusan Pendidikan Mekanisasi Pertanian, Bagian Pendidikan Jawatan Kehewanan, Urusan Pendidikan Jawatan Perikanan Laut, Bagian Pendidikan Jawatan Perikanan Darat, Bagian Pendidikan Jawatan

Kehutanan, dan Urusan-urusan Pendidikan yang ada di Balai-balai, Lembaga-lembaga dan Kantor-kantor di lingkungan Jawatan Penelitian Pertanian. 6. Perusahaan-perusahaan Negara di lingkungan Departemen Pertanian berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (PERPU) No. 19 tahun 1961 tertanggal 30 April 1961, terdiri atas : Badan Pimpinan Umum (BPU) PERTANI, BPU-PPN, BPU-PERIKANI, BPU-PERHEWANI, dan

BPU-PERHUTANI.

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 29 1945-1960 BAB III ANALISA

Meskipun susunan organisasi Kementerian Kemakmuran pada awal kemerdekaan Republik Indonesia masih sederhana, namun telah mengikuti prinsip pembagian organisasi yang lengkap, yaitu tingkat adeministrasi politik dan tingkat administrasi pelaksanaan. Sebagai pimpinan politik dipegang oleh Menteri kemakmuran, dan dalam menentukan kebijaksanaan politiknya dibantu oleh Direktur Jenderal, Sekretaris Jenderal, dan para koordinator. Sementara itu pada tingkat administrasi pelaksanaan dipegang oleh unsur-unsur pelaksana, yaitu Jawatan-jawatan, Bank, dan Badan-badan Hukum Lainnya. Kedudukan Direktur Jenderal dan Sekretaris Jenderal adalah pembantu Menteri Kemakmuran dalam bidang teknis dan administrasi. Sedangkan para koordinator merupakan staf teknis yang bertanggung jawab kepada Menteri melalui Direktur Jenderal dan Sekretaris Jenderal. Sementara itu, pada satuan unsur pelaksana di sektor pertanian, perdagangan, dan perindustrian

berkedudukan di bawah koordinasi dan pengawasan Koordinator Pertanian, Koordinator Pedagangan dan, Koordinator Perindustrian. Sejak tahun 1947, satuan kerja pada tingkat administrasi pelaksana tidak lagi dibawah pengawasan dan koordinasi dari koordinator tetapi langsung berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kemakmuran. Karena keadaan darurat perang Aksi Polisionil kedua (1948), maka pimpinan dan pekerjaan sehari-hari Kementerian kemakmuran dilakukan sepenuhnya oleh
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 30 1945-1960 Sekretaris Jenderal dan Jabatan Direktorat Jenderal dihapuskan. Kedudukan dan kewenangan Sekretaris Jenderal setelah dihapuskan jabatan Direktur Jenderal dengan sendirinya lebih luas sebagai pimpinan puncak Kementerian Kemakmuran. Pada tahun 1950, dicanangkan suatu kebijakan bahwa bidang pertanian dalam arti luas mempunyai cakupan lapangan pertanian, perkebunan, perikanan, kehewanan dan kehutanan yang secara teknis biologis berhubungan erat dengan bahan sandang dan pangan. Sehingga mulai saat itu timbul gagasan untuk mewadahi bidang kegiatan pertanian tersebut dalam suatu Kementerian tersendiri, yaitu Kementerian Pertanian. Oleh karena itu bidang kegiatan perdagangan dan perindustrian perlu diberi wadah kementerian di luar Kementerian Kemakmuran. Dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tanggal 15 Agustus 1950, sesuai dengan Undang-Undang Dasar sementara 1950, maka corak lembaga pemerintahan adalah Kabinet Parlementer. Dalam periode ini, kedudukan Menteri Pertanian berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Karena sering terjadi pergantian kabinet, maka kedudukan Menteri Pertanian dalam memimpin Kementerian Pertanian sering diganti. Untuk menjaga kestabilan dan kelancaran tugas Kementerian Pertanian diperlukan seorang pejabat yang tetap, yaitu Sekretaris Jenderal untuk bertindak sebagai pimpinan harian Kantor Pusat Kementerian Pertanian. Namun demikian, kewenangan dan tanggung jawab Menteri Pertanian yang bersifat politis tidak dapat dilimpahkan kepada Sekretaris
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 31 1945-1960 Jenderal. Menteri Pertanian masih mempunyai dua tanggung jawab penting, yaitu di bidang politik dan administrasi. Satuan organisasi Kementerian Pertanain yang langsung dibawah pengawasan Menteri dan Sekretaris Jenderal adalah Badan Pelaksana Kementerian seperti : Jawatan, Balai, Kantor, Perusahaan, dan Yayasan yang bertanggung jawab langsung kepada Menteri Pertanian dan Sekretaris Jenderal. Sedangkan Direktorat-direktorat dibentuk oleh Kementerian Pertanian sebagai Koordiantor. Lembaga Direktorat mempunyai kewenangan untuk mengawasi dan mengendalikan pekerjaan yang dilaksanakan oleh badan atau unsur pelaksana Kementerian Pertanian. Kewenangan Direktorat terbatas pada penyelengaraan koordinasi, pengawasan, dan penilaian pelaksanaan rencana pekerjaan dari

Jawatan, Balai, Kantor, Perusahaan, dan Yayasan yang bersifat teknis. Adapun hal-hal yang menyangkut kebijaksanaan (policy) kementerian dan yang akan mempunyai akibat politik menjadi kewenangan Menteri dan / atau Sekretaris Jenderal untuk memberikan keputusan. Dengan adanya Dekrit Presiden pada tangall 5 Juli 1959, Sistem pemerintahan Indonesia harus disesuaikan dengan Undang-undang Dasar 1945. Pada pasal 17 ayat 3, UUD 1945, menyebutkan bahwa : Menteri-menteri itu memimpin Departemen Pemerintahan. Dengan alasan tersebut, maka dalam pembentukan kabinet kerja pada bulan Juli 1959, telah ditetapkan perubahan nama Kementerian Pertanian menjadi Departemen Pertanian.

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 32 1945-1960 DAFTAR PUSTAKA

Rustam Budiono. Proses Reorganisasi Departemen Pertanian Dalam Rangka Pelaksanaan Manifesto Politik. Thesis, 1963. _______Sejarah Dinas Pertanian Rakyat Sulawesi Selatan. Diktat Tidak Diterbitkan. _______Perikanan Laut Indonesia. Borosur No. 1 Direktorat Jenderal Perikanan, Jakarta. Soehino, Perkembangan Pemerintahan di Daerah, Liberty, Yogyakarta. Koesoemahatmadja, Pengantar Ke Arah Sistem Pemerintahan Daerah di Indonesia, Bina Cipta. Alamanak Pertanian 1953. Badan Usaha Penerbit Almanak Pertanian, Jakarta 1952.

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 33 1945-1960 Lampiran I. Tugas Kewajiban Kementerian Pertanian (Almanak Pertanian, 1953)

1. 2. 3. 4.

Masalah-masalah umum pada lapangan pertanian, perkebunan, perikanan, kehewanan dan kehutanan. Berjenis-jenis usaha bertujuan supaya rakyat tani giat ikut serta membangun masyarakatnya. Memberi penerangan tentang pertanian, perkebunan, perikanan, kehewanan dan kehutanan, serta perbaikannya. Memberi pendidikan, penerangan dan pimpinan serta mengusahakan terselenggaranya koperasi rakyat, atau membantu usaha itu, jika pekerjaanpekerjaan tadi tidak dibebankan atau diserahkan kepada alat Pemerintahan lain.

5.

Mengikhtiarkan pinjaman rakyat di lapang pertanian dalam arti yang seluasnya, atau membantu usaha itu, jika pekerjaan ini tidak dibebankan atau diserahkan kepada alat-alat pemerintahan lain.

6.

Memberikan pengajaran ilmu pertanian, perkebunan, kehewanan, perikanan dan kehutanan, selama pekerjaan ini tidak dibebankan atau diserahkan kepada alat-alat pemerintahan lain.

7. 8. 9.

Mengawasi dan dimana perlu mengatur persediaan bahan makanan yang penting bagi rakyat. Memperbaiki organisasi dan perkembangan perusahan-perusahaan pertanian, perkebunan, perikanan, kehewanan dan kehutanan. Mengurus perusahaan perkebunan Negara, serta mengawasi perusahaanperusahaan perkebunan lainnya.

10. Mempersiapkan dan menyelenggarakan : a. b. Rancangan untuk menjaga keselamatan tanah (soil conservation) Rancangan (planning) kesejahteraan mengenai pertanian, perkebunan, kehewanan dan kehutanan.

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 34 1945-1960 11. Merancang dan melaksanakan peraturan mengenai pertanian, perkebunan, perikanan, kehewanan dan kehutanan, dan perusahan-perusahan di lapangan itu. 12. Menjalankan tindakan-tindakan atau percampuran tangan dalam lapangan pertanian, perkebunan, perikanan, kehewanan dan kehutanan, yang ternyata perlu dalam keadaan khusus, selama hal ini tidak dibebankan atau diserahkan kepada alat-alat pemerintahan lain. 13. Menjalankan penyelidikan pengetahuan alam guna keperluan pertanian, perkebunan, perikanan, kehewanan dan kehutanan. 14. Menjalankan penyelidikan pengetahuan alam pekerjaan ini tidak dibebankan atau semata-mata, selama kepada alat-alat diserahkan

pemerintahan lain, serta menyelenggarakan perlindungan kekayaan alam dan aneka ragam tumbuh-tumbuhan serta binatang-binatang hutan. 15. Menjalankan karantina tumbuh-tumbuhan dan hewan. 16. Pemberian surat-surat izin untuk perikanan ditepi laut, pemborongan hak untuk mengambil mutiara, tripang dan bunga karang, juga penyewaan dan pemborongan hak untuk menumpulkan sarang burung yang dapat dimakan, pupuk kelelawar dan telur penyu, segala sesuatu yang tidak dibebankan atau diserahkan kepada alat-alat Pemerintahan lain. 17. Bilamana dipandang perlu menempatkan wakil-wakil Kementerian Pertanian RI di luar Negeri yang diserahi pekerjaan : a. Memberikan keterangan-keterangan kepada Pemerintah tentang keadaan dan masalah-masalah di lapangan pertanian dalam arti yang luas dari Negara dimana ia ditempatkan. b. Memberikan penerangan kepada Pemerintah Negara dimana ia ditempatkan, tentang pertanian di Indonesia.

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 35 1945-1960 Lampiran 2. Tugas Kewajiban Unsur Pelaksana Kementerian Pertanian (Almanak Pertanian, 1953) JAWATAN PERTANIAN RAKYAT Melaksanakan tujuan Kementerian Pertanian dengan jalan memperbaiki, memajukan dan mempertinggi derajat pertanian rakyat khususnya dan perekonomian masyarakat tani umumnya. Sifat, pokok dasar Jawatan Pertanian Rakyat adalah sebagai berikut : 1. Menyelenggarakan penyelidikan, pengumpulan dan pengolahan bahanbahan yang bersangkut paut dengan pertanian rakyat khususnya dan perekonomian masyarakat tani umumnya. 2. Merancangkan pembangunan dalam pertanian rakyat kesanggupan dan aliran masyarakat. 3. Memberikan penerangan, bimbingan dan bantuan, baik materiel, finansiel maupun moril kepada petani umumnya dan masyarakat yang memunyai minat besar terhadap kemajuan pertanian rakyat. 4. Menyelenggarakan berdirinya kursus-kursus untuk memperluas pengetahuan tentang pertanian. setingkat dengan hasil penyelidikan-penyelidikan , dan sesuai dengan keadaan alam, serta

JAWATAN PERKEBUNAN 1. yang ditujukan kepada eksport. 2. 3. diusahakan oleh instansi lain. Mengenai kepentingan rakyat terutama yang bersangkutan dengan tanaman teh dan kina rakyat. Mengusahakan pengolahan hasil pertanian rakyat untuk keperluan perdagangan besar yang juga/belum Memperhatikan kepentingan Negara dalam lapangan perkebunan, yaitu pertanian ondereming besar

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 36 1945-1960 4. Mengadakan penyelidikan

dalam lapangan perusahaan perkebunan (terhadap masalah cultuurtechnisch, chemisch dan technologisch) yang tidak/belum dilakukan oleh instansi lain. 5. Mengadakan pendidikan tenaga ahli perkebunan yang belum deselenggarakan oleh instansi lain. JAWATAN PERIKANAN LAUT 1. 2. Memajukan perudahaan perikanan dan perusahaan-perusahaan yang bertalian dengan usaha memperbesar produksi ikan. Mempertinggi kemakmuran masyarakat yang mempunyai penghidupan dari perusahaan-perusahaan tadi. Tugas jawatan ini terdiri dari : a. wetenschappelijk. b. ekonomis. Pada lapangan technisch- wetenschappelijk jawatan ini mempunyai “Institut voor de Zeevisserij” sebagai aparat untuk mencari dan menyelidiki tempat-tempat baru penangkapan ikan, mencoba dan memperbaiki cara-cara penangkapan ikan di luar dan di dalam negeri, menyelnggarakan perusahaan-perusahaan percobaan motorisasi perahu layar untuk perikanan, mengatur persediaaan dan distribusi bahan-bahan perikanan dalam hal ini bahan-bahan perikanan yang harus didatangkan dari luar negeri. Pada lapangan sosial-ekonomis jawatan mempunyai bagian “dinas luar”, yang berkewajiban memberi penyuluhan dan nasihat kepada perusahaan perikanan. Pokok kewajiban dari “dinas luar” itu adalah mempertinggi derajat masyarakat perikanan pada umumnya, dengan jalan berusaha Bagian SosialBagian technisch-

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 37 1945-1960 mendirikan: koperasi perikanan, perkumpulan-perkumpulan lain,

pelelangan ikan, sesuai dengan keadaan dan keinginan daerah. JAWATAN KEHEWANAN 1. 2. 3. Memperbanyak ternak dan mempertinggi mutu peternakan di Indonesia. Menghindarkan ternak dari segala bahaya yang timbul karena penyakit hewan (medisch-veterinair) dan melaksanakan pengobatab penyakit hewan. Membantu mempertinggi kesehatan rakyat dengan jalan menyempurnakan dan memperbanyak makanan yang berasal dari hewan, serta menjaga jangan sampai kesehatan rakyat terganggu oleh penyakit hewan (veterinair hygiene). JAWATAN KEHUTANAN Menguasai, memgatur dan mempergunakan hutan untuk kepentingan masyarakat dan Negara. Tugas itu dapat dibagi atas empat bagian, yaitu : 1. Pemeliharaan tanah dengan jalan mempertahankan keadaan tanah yang baik, lebih-lebih yang mengenai nilai hydrologie dan orologi hutan-hutan, atau dengan kata lain mengadakan persediaan air yang baik untuk daerahdaerah patai dan untuk mengendalikan erosi dan kerusakan tanah. 2. Penghasil kayu. Usaha kedua bermaksud untuk mencukupi masyarakat akan kebutuhan kayu pembangunan, kayu bakar, kulit penjamak dan lainlain hasil hutan. 3. 4. Menyelenggarakan pendidikan guna mencukupi kebutuhan jawatan. Memberi penerangan kepada rakyat tentang arti hutan. JAWATAN PENYELIDIKAN ALAM (KEBUN RAYA INDONESIA) Menuju kepada pendaftaran (inventarisasi) dunia tumbuh-tumbuhan dan hewan di Indonesia, yang mewajibkan adanya pengumpulan dan pemeliharaan tumbuh-tumbuhan dan hewan yang sempurna, juga bermaksud mempelajari
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 38 1945-1960 cara-cara kehidupan didaerah katulistiwa, semuanya untuk keperluan dalam dan luar negeri. Mengadakan hubungan denga luar negeri, diantaranya memberikan kesempatan kepada penyelidik-penyelidik luar negeri untuk bekerja disini, mengadakan hubungan dengan UNESCO, dan majalah-majalah luar negeri, memberikan sokongan dan bantuan kepada expedisi-expedisi luar negeri di Indonesia, dan bekerja sama dengan berpuluh-puluh ahli di Luar negeri. KANTOR KARET RAKYAT Mempertinggi mutu perkebunan karet rakyat dan memperbaiki perekonomian pemilik kebun karet rakyat Pekerjaan itu dapat dibagi atas : 6. 7. 8. 9. Penerangan dalam tehnik perkebunan karet Penerangan tentang mengerjakan hasil karet Penerangan tentang perdagangan karet dalam negeri Penerangan dan pimpinan dalam berdirinya organisasi-organisasi dari pemilik kebun karet rakyat. KANTOR PERIKANAN DARAT Mempelajari, memperbaiki dan mempertinggi derajat perikanan. Pokok dasar pekerjaan kantor ini ialah : 1. Mempelajari soal-soal, baik yang bersifat teknis, biologis, maupun sosialekonomis dan juridis, yang bersangkutan dengan dan berguna bagi perikanan darat. 2. Memberi penerangan, bimbingan dan bantuan kepada masyarakat yang penghidupannya langsung bergantung pada perikanan dalam arti yang luas. KANTOR GERAKAN TANI

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 39 1945-1960 1. Membimbing dan membantu rakyat tani dalam usahanya untuk

menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman, serta mencapai tingkat penghidupan yang sejahtera. 2. Mengingat kelemahan masyarakat tani, usaha yang pertama-tama dikerjakan ialah tumbuhnya organisasi-organisasi tani yang sehat, dan memberi bimbingan serta bantuan kepada perkembangan-perkembangan tani. gerakan

KANTOR PERANCANG TATA BUMI 1. Merancangkan peraturan-peraturan guna mencegah mundurnya kesuburan tanah dan kepentingan tentang pengairan. 2. Mengumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan guna merancangkan perbaikan susunan dan kenaikan produksi di daerah. 3. Ikut serta dalam merancangkan “Nasional Plan” 4. Ikut serta dalam mempertimbangkan soal-soal mengenai memperpanjang erfpacht. 5. Ikut serta dalam merancangkan soal-soal Keselamatan Tanah di Amerika Serikat). BALAI BESAR PENYELIDIKAN PERTANIAN Mempelajari sesuatu yang bersifat teknis di lapang pertanian rakyat. Hasil penyelidikan itu disiarkan kepada rakyat dengan perantaraan / bantuan Jawatan Pertanian Rakyat dan Jawatan Perikanan Darat. Balai ini termasuk dalam lingkungan koordinasi dibawah pimpinan Kepala Jawatan Pertanian Rakyat. BALAI PENYELIDIKAN PETERNAKAN Mempelajari segala soal mengenai peternakan (kuda, sapi, kerbau, kambing, domba, babi dan unggas). Terutama akan diperkembangkan
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

“Herstel Agrarische Indeling”

Kantor ini dapat disamakan dengan “Soil Conservation Service” (Jawatan

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 40 1945-1960 persilangan percobaan (kruisingsproeven) dengan unggas dan hewan kecil, mempelajari soal pemeliharaan hewan yang rasionail, pemakaian hewan dan makanan hewan (pengawetan makanan hewan) seperti usaha mengeringkan makanan hewan hijau atau groenvoer, membuat rumput kering dan penyimpanan makanan hewan. BALAI PENYELIDIKAN PENYAKIT HEWAN Menyelenggarakan segala pemeriksaan diagnostik untuk praktek dan mempelajari penyakit memberantasnya. Balai Penyelidikan Penyakit Hewan dan balai Penyelidikan Peternakan termasuk didalam lingkungan koordinasi dibawah pimpinan Kepala Jawatan Kehewanan. BALAI PENYELIDIKAN PERIKANAN DARAT Menyelenggarakan pekerjaan : a. b. c. d. Penyelidikan biologi, hydrologi, chemis-analystis untuk kepentingan perikanan air payau (tambak) dan air tawar; Penyelidikan pengawetan ikan (cannerij); Penyelidikan material, misalnya : Penyelidikan alat penangkap ikan, percobaan alat-alat modern, dsb. Dokumentasi dan publikasi yang bernilai ilmu pengetahuan (wetenschappelijk) di lapang perikanan. KANTOR PENDIDIKAN PERTANIAN 1. Mengurus Sekolah-sekolah Pertanian, yang diselenggarakan dan dibiayai oleh Kementerian Pertanian, diantaranya : a. Mengenali tehnik pengajaran b. Penempatan tenaga pengajaran dan pegawai-pegawai sekolah c. Perlengakapn sekolah d. Keuangan sekolah
DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

hewan menular dan mengikhtiarkan obat-obatan untuk

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 41 1945-1960 e. Pengamatan terhadap jalannya pelajaran f. Mengadakan hubungan dengan Kementerian PPK, Jawatan-jawatan, Badang-badan dan Perusahan-perusahaan yang bersangkutan dengan pertanian. 2. Memberi pimpinan kepada Sekolah Pertanian yang diselenggarakan dan dibiayai oleh Pemerintah Daerah dengan jalan : a. Mengadakan pemeriksaaan tentang jalannya pelajaran. b. Memberi advies tentang pelajaran-pelajaran dan hal-hal yang bersangkutan dengan itu. 3. Memberi advies dan mengadakan pengawasan terhadap Sekolah Pertanian yang diselenggarakan oleh pihak lain daripada Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah, tetapi mendapat bantuan dari Pemerintah. 4. Memperhatikan penempatan tamatan (abiturienten) dan Sekolah-sekolah Pertanian. PUSAT PERKEBUNAN NEGARA a. Pemeliharaan kebun-kebun (onderneming) Pemerintah yang telah diurus olehnya sebelum perang dunia ke-2 (17 perusahaan). b. Pemeliharaan kebun-kebun milik musuh, sesudah perang dunia kedua.

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 42 1945-1960 Golongan (a) terdiri dari perusahaan-perusahaan yang bersifat

“Winstbedrijven” (mengejar keuntungan) dan tanamannya yang berupa karet, kelapa, kelapa sawit dan teh, serta perusahan-perusahaan yang bersifat “pioniersbedrijven” (percobaan) dengan tanaman gutta-percha, kina, kopi (Bangelan), hars dan terpencin (Aceh). Meskipun tidak meninggalkan sifat tugas yang diberikan lambat laun dua bagian ini juga menjalankan pekerjaan yang tidak temasuk tugasnya, artinya golongan “Winstbedrijven” menyelenggarakan juga percobaan-percobaan sedang golongan “pioniersbedrijven” menginjak “lapangan cari untung”. PERUSAHAAN PERKEBUNAN REPUBLIK INDONESIA (PPRI) Atas nama Pemerintah menyelenggarakan perusahaan-perusahaan gula, karet, kopi dan tanaman serat (vezelgewassen) yang berasal dari Perusahaanperusahaan Nasional di daerah Surakarta dan Yogyakarta. YAYASAN KARET RAKYAT Dalam Persiapan RENCANA KESEJAHTERAAN ISTIMEWA (RKI) Merupakan bagian dari Jawatan Pertanian Rakyat, Jawatan Kehewanan dan Kantore Perikanan Darat.

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 43 1945-1960 Lampiran 3. Daftar Menteri Pertanian 1945-1960 Nama Kementerian Departemen
Menteri Kemakmuran Menteri Kemakmuran Menteri Pertanian / Persediaan Menteri Kemakmuran Menteri Muda Kemakmuran Menteri Kemakmuran Menteri Muda Kemakmuran Menteri Kemakmuran Menteri Muda Kemakmuran I Menteri Muda Kemakmuran II Menteri Persediaan Makanan Rakyat Menteri Kemakmuran Menteri Persediaan Makanan Rakyat Menteri Kemakmuran Menteri Persediaan Makanan Rakyat Menteri Kemakmuran Menteri Kemakmuran Menteri Kemakmuran Menteri Pertanian Menteri Pertanian Menteri Pertanian Menteri Pertanian

No
1. 2. 3. 4. 5.

Nama Kabinet
Kabinet Presidentil Kabinet Syahrir I Kabinet Syahrir II Kabinet Syahrif III Kabinet Amir Syarifuddin I Kabinet Amir Syarifuddin II

Nama Menteri
Ir. R.P. Surachman Tjokrodisurjo Ir. Darmawan Mangun Kusuma Ir. Rasad Dr. A.K. Gani Mr. Yusuf Wibisono Dr. A. K. Gani I.J. Kasimo Dr. A.K.Gani I.J. Kasimo Dr. A. Tjokronegoro I.J. Kasimo Mr. Syariffudin Prawiranegara I.J. Kasimo I.J. Kasimo I.J. Kasimo I.J. Kasimo Sadjarwo Ir. Djuanda Mr. Tandiono Manu Ir. Soewarto Mohammad Sarjan Sadjarwo

Lama Jabatan
19-8-194514-11-1945 14-11-194512-3-1946 12-3-19462-10-1946 2-10-194627-6-1947 3-7-194711-11-1947 11-11-194729-1-1948

6.

7.

Kabinet Hatta I (Kabinet Presidentil) Kabinet Hatta II (Kabinet Presidentil) Kabinet Susanto (Kabinet Peralihan) Kabinet Halim (Kabinet RI. Yogyakarta) Kabinet RIS Kabinet RI Kesatuan I (Kabinet Natsir) Kabinet RI Kesatuan II (Kabinet Sukiman) Kabinet RI Kesatuan III (Kabinet Wilopo) Kabinet RI Kesatuan IV (Kabinet Ali – Wongso

29-1-1948 4-8-1949 4-8-1949 20-12-1949 20-12-1949 21-1-1950 21-1-1950 6-9-1950 20-12-19496-9-1950 6-9-195027-4-1951 37-4-19513-4-1952 3-4-1952 30-7-1953 30-7-195312-8-1955

8.

9.

10. 11. 12. 13. 14. 15.

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

_____________________________Organisasi Departemen Pertanian 44 1945-1960 16. 17. -Arifin) Kabinet RI Kesatuan V (Kabinet Burhanuddin Harahap) Kabinet Ri Kesatuan VI (Kabinet Ali – Roem – Idham) Kabinet Karya (Kabinet Djuanda) Kabinet Kerja I Menteri Pertanian Menteri Pertanian Menteri Muda Pertanian Menteri Pertanian Menteri Muda Pertanian Mohammad Sardjan Eny Karim Syech Marhaban Mr. Sadjarwo Kol. Aziz Saleh 9-4-1957 10-7-1959 10-7-1959 18-2-1960 12-8-1955 3-3-1956 24-3-195614-3-1957

18. 19.

DEPARTEMEN PERTANIAN __________________________________________________________

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->