Anda di halaman 1dari 34

yoga d.

permana

Hidup sumber energi senyawa organik Organisme berdasarkan kemampuan pemenuhan kebutuhan senyawa sumber energinya:
Autotrof: mampu mensintesis sendiri menggunakan senyawa anorganik Heterotrof: tidak mampu mensintesis sehingga harus memakan senyawa organik

Tumbuhan hijau, beberapa jenis Algae dan Bakteri yang memiliki pigmen klorofil mampu mensintesis senyawa organik primer utama (karbohidrat) dengan bantuan cahaya matahari di dalam proses yang dinamakan FOTOSINTESIS Organisme seperti ini disebut dengan produsen

Secara sederhana proses fotosintesis dapat dituliskan demikian Reaksi utama yang terjadi adalah:
Reaksi terang : konversi energi fisik cahaya matahari menjadi energi kimia (ATP & NADPH) Reaksi gelap : penyimpanan energi kimia dalam ikatan antar atom C menjadi molekul Glukosa. Disebut reaksi sintesis

merupakan reaksi pengubahan (konversi) tenaga potensial cahaya matahari menjadi tenaga kimia dalam bentuk ATP dan NADPH Dilakukan oleh pigmen fotosintesis di dalam kloroplas Cahaya matahari sebagai energi (photon) untuk mengEksitasi atom Cahaya yang digunakan adalah cahaya tampak

Cahaya tampak (visible light) sebagai cahaya Photosynthetically Active Radiation (PAR) Panjang gelombang antara 380 760 nm

Penelitian Engelman untuk mengetahui cahaya paling efektif dalam fotosintesis cahaya merah-violet; cahaya biru

Panjang gelombang cahaya (nm)

Foton

Foton diserap sehingga terjadi eksitasi elektron. Elektron tersebut akan berpindah ke level energi yang lebih tinggi
Level energi rendah

elektron

Level energi tinggi

umumnya

atau

Elektron mungkin akan kembali ke posisinya semula dengan melepaskan energi foton

Akseptor elektron atau molekul

Elektron mungkin akan ditangkap oleh akseptor elektron atau molekul lain

Interaksi antara cahaya dan atom atau molekul

Reaksi cahaya berlangsung didalam Fotosistem (FS) terletak pada membran thylakoid dan terdiri dari pusat reaksi yang didalamnya berisi Klorofil a dan Pigmen tambahan (Acessory Pigment/Antenna Pigment).
Fotosistem I (P700) menyerap cahaya pada panjang gelombang > 680 nm Fotosistem II (P680) menyerap cahaya pada panjang gelombang < 680 nm

Reaksi terang
(terjadi di tilakoid)

Reaksi gelap
(terjadi di stroma)

karbohidrat

Pigmen asesoris

Akseptor elektron Plastoquinon


PQ

sitokrom

Akseptor elektron Feredoksin


NADPH red. FD

NADPH reduktase

Sit.

PC P680

P 680 Plastosianin

P700

P 700 Fotosistem I

Fotosistem II

ATP sintase
ATP sin.

Lumen tilakoid

Membran tilakoid

stroma

PQ Sit.

NADPH red. FD

PC P680 P700

1
2e-

H2O

O2 + 2H+

ATP sin.

1. Fotolisis air --> pemecahan molekul air menjadi O2 + 2H+ + 2e-

PQ Sit.

NADPH red. FD

PC P680 P700

1
2e-

H2O

O2 + 2H+

ATP sin.

2. Cahaya (foton) masuk, terjadi transfer energi melalui pigmen asesoris, kemudian menumbuk P680 (klorofil a)

PQ Sit.

NADPH red. FD

2e-

3
PC P680 P700

1
2e-

H2O

O2 + 2H+

ATP sin.

3. P680 tereksitasi, melepaskan 2e yang akan mereduksi akseptor elektron. Kekurangan elektron pada P680 diisi oleh elektron dari hasil fotolisis air

2 4
PQ Sit. NADPH red. FD

2e-

3
PC P680 P700

1
2e-

H2O

O2 + 2H+

ATP sin.

4. Ketika akseptor elektron mengalami oksidasi, akan lepas 2e yg digunakan untuk mereduksi plastoquinon

4 H+ 2 4
PQ Sit. NADPH red. FD

2e-

3
P680

PC P700

1
2e-

H2O

O2 + 2H+

ATP sin.

5. Oksidasi Plastoquinon meneruskan elektron ke sitokrom, melepaskan 2 proton ke dlm rongga tilakoid. Oksidasi dr sitokrom membawa elektron ke plastosianin

4 H+ 2 4
PQ Sit. NADPH red. FD

2e-

3
P680

5 6

PC P700

1
2e-

H2O

O2 + 2H+

ATP sin.

Pi+ ADP

H+

ATP

6. proton dr sitokrom & dari pemecahan air menaikkan gradien difusi proton dgn stroma, shg proton melewati ATP syntase membentuk 1 ATP

4 H+ 2 4
PQ Sit.
2e-

NADPH red. FD

2e-

3
P680

5 6

PC P700

1
2e-

H2O

O2 + 2H+

ATP sin.

Pi+ ADP

H+

ATP

7. 2e dari plastosianin akan mengganti kekosongan 2e pada P700 yang sebelumnya telah tereksitasi dan mereduksi akseptor elektron(2)

4 H+ 2 4
PQ Sit.
2e-

8
NADPH red. FD

2e-

3
P680

NADPH NADP + 2H

5 6

PC P700

1
2e-

H2O

O2 + 2H+

ATP sin.

Pi+ ADP

H+

ATP

8. Elektron dari oksidasi akseptor elektron(2) akan mereduksi feredoksin yg teroksidasi. Elektron selanjutnya mereduksi NADP menjadi NADPH + H+

4 H+ 2 4
PQ Sit.
2e-

8
NADPH red. FD

2e-

3
P680

NADPH NADP + 2H

5 6

PC P700

1
2e-

H2O

O2 + 2H+

ATP sin.

Pi+ ADP

H+

ATP

>> proses di membran tilakoid ini disebut FOSFORILASI TIDAK BERDAUR (NONSIKLIS) >>menghasilkan: 1 ATP, 1NADPH, 1 molekul O2

4 H+ 2 4
PQ Sit.
2e-

8 8
NADPH red. FD

2e-

3
P680

NADPH NADP + 2H

5 6

PC P700

1
2e-

H2O

O2 + 2H+

ATP sin.

Pi+ ADP

H+

ATP

8. Apabila sewaktu oksidasi akseptor elektron(2) tidak tersedia feredoksin yang teroksidasi, elektron akan kembali ke P700 melalui plastoquinon

4 H+ 2 4
PQ Sit.
2e-

8 8
NADPH red. FD

2e-

3
P680

NADPH NADP + 2H

5 6

PC P700

1
2e-

H2O

O2 + 2H+

ATP sin.

Pi+ ADP

H+

ATP

>> transfer elektron yang terjadi dari P700 akseptor elektron(2) Plastoquinon P700 ini disebut dengan FOSFORILASI BERDAUR (SIKLIS) menghasilkan 1 ATP

4 H+ 2 4
PQ Sit.
2e-

8 8
NADPH red. FD

2e-

3
P680

NADPH NADP + 2H

5 6

PC P700

1
2e-

H2O

O2

ATP sin.

Pi+ ADP

H+

ATP

SIKLUS CALVIN

>> menurut para ahli, 2 fosforilasi ini terjadi secara bersamaan. >> ATP dan NADPH yg diperoleh selanjutnya akan dibawa ke siklus calvin

Merupakan reaksi penyusunan karbohidrat (glukosa) menggunakan CO2 dan sumber energi yang diperoleh dari reaksi terang (ATP dan NADPH) Dikenal dengan reaksi fiksasi karbon atau siklus calvin Proses ini terjadi di stroma

rubisco

(6) CO2 rubisco

6 RuBP

(12) 3-phospogliserat

1. Molekul CO2 ditangkap RuBP dengan bantuan rubisco membentuk struktur tak stabil yg akan putus membentuk 2 molekul PGA

6RuBP+6 CO2 6 intermediet phase 12 PGA

rubisco

(6) CO2 rubisco

6 RuBP

2. PGA difosforilasi oleh ATP membentuk BPGA

(12) 3-phospogliserat
12 ATP

2
12 ADP

(12) biphospogliserat

12PGA + 12ATP 12 1,3 biphospogliserat+ 12ADP

rubisco

(6) CO2 rubisco

6 RuBP

3. BPGA direduksi oleh NADP+ membentuk G3P

(12) 3-phospogliserat
12 ATP

2
12 ADP

(12) biphospogliserat 3
12 NADPH

(12) Gliserat 3 phospat

12 NADP+

+ 12 Pi

12 1,3 biphospogliserat+ 12NADPH 12 gliserat 3 phospat+12NADP+ +12Pi

rubisco

(6) CO2 rubisco

6 RuBP

(12) 3-phospogliserat 2

4. 10 G3P akan meneruskan siklus membentuk RuBP baru, 2 G3P keluar siklus membentuk gula
12 ATP 12 ADP

(12) biphospogliserat
GULA

(10) G3P 4

12 NADPH

(12) Gliserat 3 phospat (2) G3P

12 NADP+

+ 12 Pi

rubisco

(6) CO2 rubisco

6 RuBP

(12) 3-phospogliserat
12 ATP

2
12 ADP

(12) biphospogliserat
GULA

(10) G3P 4

12 NADPH

(12) Gliserat 3 phospat (2) G3P

12 NADP+

+ 12 Pi

rubisco

(6) CO2 rubisco

6 RuBP
6 ADP

(6) Ribulosa biphospat


(12) 3-phospogliserat
12 ATP

6 ATP

(6) Ribulosa 5 phospat

2
12 ADP

(12) biphospogliserat
GULA

(10) G3P 4

12 NADPH

(12) Gliserat 3 phospat (2) G3P

12 NADP+

+ 12 Pi

10 G3P 6 Ribulosa 5 phospat -> + 6ATP 6Ribulosa biphospat

Reaksi terang
(terjadi di tilakoid)

Reaksi gelap
(terjadi di stroma)

karbohidrat

Reaksi terang:
Fotolisis air dalam kantung tilakoid Transpor elekton oleh fotosistem pada membran tilakoid Produksi ATP dan NADPH

Reaksi gelap:
Pengikatan CO2 oleh RuBP dengan bantuan rubisco Reduksi atom C dengan bantuan energi ATP dan NADPH Regenerasi RuBP