Anda di halaman 1dari 3

1. Formalin termasuk dalam bahan tambahan yang sering ditambahkan produsen dalam pengolahan bahan pangan.

Apakah bahaya formalin bagi tubuh? Formalin merupakan larutan komersial dengan konsentrasi 10 -40% dari formaldehid. Bahan ini biasanya digunakan sebagai antiseptic, germisida, dan pengawet. Di pasaran, formalin bisa ditemukan dalam bentuk yang sudah diencerkan, dengan kandungan formaldehid 10 -40 persen. Dalam jumlah sedikit, formalin akan larut dalam air, serta akan dibuang ke luar bersama cairan tubuh. S ehingga formalin sulit dideteksi

keberadaannya di dalam darah. Imunitas tubuh sangat berperan dalam berdampak tidaknya formalin di dalam tubuh. Jika imunitas tubuh rendah atau mekanisme pertahanan tubuh rendah, sangat mungkin formalin dengan kadar rendah p un bisa berd ampak buruk terhadap kesehatan. Menurut IPCS (International Programme on Chemical Safet y), secara umum ambang batas aman di dalam tubuh adalah 1 miligram per liter. IPCS adalah lembaga khusus dari tiga organisasi di PBB, yaitu ILO, UNEP, serta WHO, yang mengkhususkan pada keselamatan penggunaan bahan kimiawi. Bila formalin masuk ke tubuh melebihi ambang batas tgersebut maka dapat mengakibatkan gangguan pada organ dan system tubuh manusia. Akibat yang ditimbulkan tersebut dapat terjadi dalam waktu singkat atau jangka pendek dan dalam jangka panjan g, bisa melalui hirupan,kontak langsung atau tertelan.

Akibat jangka pendek yang terjadi biasanya bila terpapar formalin dalam jumlah yang banyak, Tanda dan gejala akut atau jangka pendek yang dapat terjadi adalah bersin, radang tonsil, radang tenggorokan, sakit dada, yang berlebihan, lelah, jantung berdebar, sakit kepala, mual, diare dan muntah. Pada konsentrasi yang sangat tinggi dapat menyebabkan kematian.

Isu adanya formalin yang terdapat dalam bahan makanan dan alat makan sehar-hari ini memang harus diwaspadai. Tetapi sebaiknya tidak harus disikapi secara berlebihan. Bukan berarti kita harus sama sekali tidak makan tahu, bakso, mi basah atau ikan asin. Atau kita tidak harus

menghindari bahan plastik atau melamin untuk alat makan kita. Karena tidak semua bahan makanan atau alat makan tersebut mengandung formalin. Yang penting konsumen harus jeli dengan memperhatikan kualitas makanan dan alat makan yang dibeli atau dipakai.

2. Apa fungsi karagenan dan Carboxy Methyl Sellulose (CMC) dalam bahan tambahan makanan? Membantu menurunkn tegangan permukaan air sehingga menyetabilkan fase pendispersi dan terdispersi sehingga menghasilkan tekstur yang lembut.

3. Efek penggunaan perisa bagi tubuh? Bahan aditif seperti pengawet, pewarna (dalam minuman berkarbonasi tertentu, digunakan pewarna alami dari gula karamel) dan zat perisa. Minuman bersoda juga mengandung banyak gula. Dalam sekaleng soda sedikitnya terdapat sembilan sendok teh gula. Padahal, kebutuhan gula dalam tubuh kita tak boleh melebihi empat sendok teh per hari. Untuk menghindari itu semua, lebih baik kita minum air putih yang begitu banyak manfaatnya. Karenanya, gula dapat dikatakan sebagai substansi berkalori yang kosong. Artinya, gula tidak mengandung zat gizi yang diperlukan tubuh. Konsumsi minuman berkarbonasi secara berlebihan akan menimbulkan obesitas karena kadar gula yang terkandung dan masuk ke tubuh akan ditransformasi menjadi cadangan lemak. Selain itu, pada orang yang mempunyai bakat mengidap penyakit diabetes, kelebihan gula akan memicu timbulnya penyakit diabetes. Konsumsi minuman berkadar gula tinggi bertalian erat dengan kanker. minuman dengan kadar gula tinggi menaikan jumlah produksi insulin pada pankreas. Kenaikan itu kemudian disinyalir memicu terjadinya kanker. Sebagaimana yang dikutip dari Method of Healing, terdapat 10 efek berbahaya bagi tubuh apabila seseorang meminum soda. Yakni, menaikkan berat badan, tidak ada nilai gizi dalam soda, meningkatkan resiko diabetes, menyebabkan osteoporosis, merusak gigi, berkaitan dengan kerusakan ginjal, menimbulkan dehidrasi, mengacaukan sistem pencernaan, dapat memicu penyakit maag, dan bila diet menggunakan soda sangat berbahaya.

4. Apakah Monosodium Glutamat (MSG) dapat menurunkan nafsu makan? Tidak benar apabila dikatakan MSG dapat menyebabkan penurunan nafsu makan, justru sebaliknya pada dasarnya Monosodium Glutamat mempunyai rasa gurih dan umami sehingga apabila setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG maka akan meningkatkan nafsu makan karena MSG adalah sebagai penguat rasa, makanan yang mengandung MSG cenderung mempuyai rasa gurih.