P. 1
DERAJAT KEBEBASAN

DERAJAT KEBEBASAN

|Views: 174|Likes:
Dipublikasikan oleh Monica Siringo
INI MERUPAKAN SALAH SATU MATERI TENTANG DERAJAT KEBEBASAN
INI MERUPAKAN SALAH SATU MATERI TENTANG DERAJAT KEBEBASAN

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Monica Siringo on Jan 31, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2013

pdf

text

original

Perancangan Pengendalian 07 Proses Pabrik Tujuan: Mempelajari perancangan alternatif-alternatif konfigurasi pengendalian untuk proses multi-input

-multi-output pada pabrik Materi: 1. 2. 3. 4. 5. 7 Tinjauan Umum Pengendalian Proses MIMO Derajat Kebebasan Penentuan Konfigurasi Loop Alternatif Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit The Nine Steps of Plantwide Process Control Procedure PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO /

7.1 Tinjauan Umum Pengendalian Proses MIMO Tinjau Proses dengan beberapa input & output: External Disturbances Measured (d) Unmeasured (d') PROCESSING SYSTEM . . . . . . . . . Manipulated Variables (m) Input . . . . . . Measured Outputs (y) Unmeasured Outputs (z) 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO /

7.1 Tinjauan Umum Pengendalian Proses MIMO Pertanyaan yang harus dijawab sebelum merancang sistem pengendalian: 1. Apa tujuan pengendalian? Berapa jumlah CV? & yang mana? 2. Output apa yang harus diukur? Primer? Atau Sekunder? 3. Input apa yang dapat diukur? Primer? Atau Sekunder? Jika diasumsikan semua MV dapat diukur, maka dapat diterapkan adaptive & Inferential Control. Disturbance: hanya sedikit yang dapat diukur, maka dapat diterapkan FFC-FBC, Ratio Control. 4. MVapa yang harus dipilih? 5. Konfigurasi loop pengendalian apa yang digunakan? Sistem MIMO, menghasilkan banyak alternatif konfigurasi pengendalian 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO /

2 Derajat Kebebasan Degree of Freedom (DOF) Bermanfaat dalam penentuan jumlah controlled variables (CV) dan jumlah manipulated variables (MV) Didefinisikan: (7.1) DOF = V E Dimana: V = Jumlah Variabel Bebas E = Jumlah Persamaan Bebas. hubungan antar V Perancangan Pengendalian: DOF = 0 V = E 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / .7.2.

2. (c) unit downstream (bila outflow proses adalah inflow yang dimanipulasi untuk unit downstream) 2. tambahan untuk menurunkan DOF menjadi nol: 1.2) Berapa banyak MV yang diperlukan untuk menjaga output (CV) pada nilai yang diinginkan (setpoint)? 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / .2 Derajat Kebebasan Dua pers. korelasi: MV & CV (FBC) MV & d (FFC) . Sistem Pengendalian: . (b) unit upstream sebagai umpan proses. Jumlah CV = DOF Jumlah Input Eksternal (7. Pengaruh eksternal: (a) lingkungan yang mempengaruhi sistem operasi.7.

m2. . m2. d2. . d2. .7. mM. dL) (7. mM. d2. . dL) y2 = f2(m1. dL) Dengan perubahan d. m. .2. . dan d adalah sbb: y1 = f1(m1.3) yN = fN(m1. d1. 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / . yN) M : manipulasi bebas (m1. mM. mM) dengan M = N L : jumlah gangguan eksternal (d1. . d1. . y2. . nilai y harus tetap: hal ini mungkin jika N dari M buah MV dapat diubah secara bebas. m2. d1. d2. dL) Anggap: N persamaan hubungan y. m2.2 Derajat Kebebasan Tinjau proses dengan spesifikasi sebagai berikut: N : output yang dikendalikan (y1.

maka logis untuk mpy CV < pers.2 Derajat Kebebasan Untuk Perancangan Pengendalian: (7.2). Jika jumlah CV = k buah. Jumlah var. (7. hal ini dapat menyebabkan masalah.2.2. 3. (7. 2.4) Jumlah MV bebas = Jumlah CV = DOF Catatan-Catatan: 1.2).2. (7. namun bila pengaruhnya dapat diterima pada operasi proses. Tinjau pers. TIDAK MUNGKIN merancang sistem pengendalian yang dapat mengatur CV melebihi CV pada pers.7. yang tidak dikendalikan = (k l) buah. DOFdinamik = DOFtunak 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / Jumlah Input Eksternal .2.2) . & CV nyata = l & l < k.

2.1) fi(t) fo(t)h(t) Gambar 7.1.1: DOF pada sistem tangki cairan (Gambar 7.2.2. fi .7. Tangki cairan Neraca Massa: dh(t) A = fi (t) fo (t) dt Var.2 Derajat Kebebasan Contoh 7. jumlah CV = 2 Feedback loop antara h dan fo 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 1 = 1 . bebas = 3 (h . fo) Persamaan = 1 A adalah parameter yang ditetapkan (dimensi tangki) DOF = 3 2 1 = Karena fi(t) ditetapkan oleh kondisi eksternal.

Konfigurasi loop pengendalian 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / .2 Derajat Kebebasan Contoh 7. Identifikasi CV 2. FL ws(t). menjaga T tetap Masalah: 1. lb/mnt Ts(t). .2: Menentukan jumlah CV dan MV untuk flash drum Steam T Condensate Liquid Feed zi . N komponen fraksi mol zi i = 1. TF .2. Identifikasi MV 3.d. T Gambar 7. FV P. PF . FF xi .d. oF Vapor yi .2.2.7. Flash Drum Umpan cair t.N Flash dari PF ke P PF >> P Steam .2.

2 Derajat Kebebasan Penyelesaian Soal 7. = 1 dt Neraca Massa Komponen d(h.z -(F . N 1 .T ) Cp A = Cp FT -(Cp FT + Cp FT )+UA (T T ) L FFF VV LL SS dt Eq.xi ) Eq.konstan) A.xi ) Fi ViL dt Dimana i = 1.2: Neraca Massa Total (asumsi .2.7.= F .2. Neraca Panas d(h.dh = FF -(FV + FL ) Eq. = 1 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 10 .y + F . = N 1 A.

N . Batasan NN .2. yi =1 Eq.7. = 2 i=1 i=1 Jumlah Persamaan: E = 1 + (N 1) + 1 + N + 2 = 2N + 3 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 11 .2. P)xi Eq.2 Derajat Kebebasan Penyelesaian Soal 7.2 (lanjutan): Hubungan Kesetimbangan Vapor-Liquid yi = Ki (T . = N Dimana i = 1. xi =1 dan .

2 (lanjutan): Jumlah Variabel Konstan: A .7. T .P)= N Subtotal 1 = N + 7 Eksternal yg TF = 1 ditentukan : zi = N 1 Subtotal 2 = N Eksternal yg tidak FF . h . FV . CpV . U . FL . . P . N) = 2N Subtotal 3 = 2N + Jumlah Variabel: V = N+7 + N + 2N + 7 = 4N + 14 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 12 . .2 Derajat Kebebasan Penyelesaian Soal 7. CpF . 2. yi (untuk i = 1. Ts (atau wS) = ditentukan : xi . CpL = 7 Ki(T. AS ..2.

2 (lanjutan): DOF = V E = (4N + 14) (2N + 3) = 2N + 11 Jumlah variabel eksternal yg ditentukan = N + 7 + N = 2N + 7 Jumlah MV = Jumlah CV = DOF Jumlah Input Eksternal = (2N + 11) (2N + 7) = 4 Dipilih 4 CV dari (2N + 7) unspecified variables T dan P untuk mendapatkan pemisahan yang diinginkan FF untuk mendapatkan produksi tetap h untuk menjaga level/volume cairan tetap 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 13 .2.2 Derajat Kebebasan Penyelesaian Soal 7.7.

T FT 10 FC 10 LT 10 LC 10 PSP 10 PT 10 PC TT 10 TC 10 TSP 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 14 .7.3. Konfigurasi Pengendalian Proses Flash Drum (Lengkap dengan sistem sensor/transmitter) FV FSP FF hSP T FLws P.2.2 Derajat Kebebasan Gambar 7.

Penyederhanaan Gambar Konfigurasi Pengendalian Proses Flash Drum (Contoh 7.7.2 Derajat Kebebasan Gambar 7.2) T FF FLws FV P.2. T FC FSP hSP PSP TSP TC PC LC 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 15 .4.2.

Jika N = 3 Konf. Konfigurasi Loop = 2 ! = 2 x 1 = 2 .. CV = 2 .Lihat Gambar Konfigurasi Loop Alternatif untuk proses 2 x 2 .Terdapat sekitar N! konfigurasi loop yang berbeda ... Loop = 4 ! = 24 N = 5 Konf.7.Misal. Loop = 3 ! = 6 N = 4 Konf. Loop = 5 ! = 120 MASALAH: memilih konfigurasi yang baik dari semua kemungkinan yang ada 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 16 .3 Penentuan Konfigurasi Loop Alternatif UntukSistemdenganN CV danN MV .. MV = 2 .

3.1.7.3 Penentuan Konfigurasi Loop Alternatif Gambar 7. Konfigurasi Loop Alternatif Proses 2 x PROCESS Controller Controller y1 y2 m1 m2 PROCESS Controller Controller y1 y2 m1 m2 (a) (b) 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 17 .

Pilih pasangan MV dan CV yang memberikan time delay (td) sekecil mungkin 3. Pilih pasangan MV dan CV dengan interaksi loop-loop pengendali sekecil mungkin Secara Kuantitatif (tidak dibahas dalam MKA ini) 1.7. Pilih MV yang mempunyai efek langsung dan cepat terhadap CV 2. Teknik Relative Gain Array (RGA) 3.3 Penentuan Konfigurasi Loop Alternatif Kriteria Pemilihan Konfigurasi Loop Alternatif Secara Kualitatif: 1. Teknik Singular Value Decomposition (SVD) 2. Penentuan Condition Number (CN) 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 18 .

7.3. wS . 7 Susun Kemungkinan Konfigurasi Loop Alternatif Eliminasi beberapa Alternatif berdasarkan analisis kualitatif Pilih Alternatif terbaik (satu diantara kemungkinan yang ada) PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 19 .2. 2. 3.2: MV = 4 . CV = 4 Konfigurasi Loop = 4 ! = 4 x 3 x 2 x 1 = 24 CV = FF . FV Penyelesaian: 1. h Bagaimana konfigurasi loop yang mungkin? MV = FF . T .3 Penentuan Konfigurasi Loop Alternatif Contoh 7. FL .1: Menentukan konfigurasi loop alternatif untuk flash drum secara kualitatif Tinjau kembali Contoh 7. P .

3. Konf.1 Alternatif-alternatif konfigurasi loop untuk Flash Drum best No.3 Penentuan Konfigurasi Loop Alternatif Tabel 7.7. FF Dikontrol Oleh P Dikontrol Oleh T Dikontrol Oleh h Dikontrol Oleh 1 FF FL wS FV 2 FF FL FV wS 3 FF FV wS FL 4 FF FV FL wS 5 FF wS FL FV 6 FF wS FV FL 7 FL FF wS FV 8 FL FF FV wS 9 FL FV wS FF 10 FL FV FF wS 11 FL wS FF FF 12 FL wS FV FV 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 20 .

1 Lanjutan No. Konf.3. FF Dikontrol Oleh P Dikontrol Oleh T Dikontrol Oleh h Dikontrol Oleh 13 FV FF FL wS 14 FV FF wS FL 15 FV wS FF FL 16 FV wS FL FF 17 FV FL FF wS 18 FV FL wS FF 19 wS FF FL FV 20 wS FF FV FL 21 wS FL FF FV 22 wS FL FV FF 23 wS FV FF FL 24 wS FV FL FF 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 21 .3 Penentuan Konfigurasi Loop Alternatif Tabel 7.7.

9 . FF dan FV adalah MV yang baik untuk P. 7 . konf. konf : 1 .7. : 3 . : 3 . dari seleksi pertama. dan 14 . dan18 2. 3 adalah yang terbaik. Pengaruh wS dan FL terhadap P adalah tidak langsung dan lambat. pilih No. 7 . 9 . Dari No. 14 . dan FL terhadap T adalah tidak langsung dan lambat. 3 . konf. Pengaruh FF. sedangkan wS berpengaruh langsung dan cepat terhadap T. pilih No. . FV. 7 . 9 . karena: FL cepat untuk mengendalikan level (h) FV dapat mengendalikan P secara langsung dan cepat 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 22 . . dan 14 3.3 Penentuan Konfigurasi Loop Alternatif Argumentasi kualitatif untuk memilih konfigurasi loop alternatif terbaik: 1.

2.2 ! 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 23 .7.3.2 Pasangan CV/MV pada konfigurasi pengendalian flash drum Controller CV MV TC T wS PC P FV LC h FL FC FF FF Lihat Gambar konfigurasi loop pengendalian flash drum pada Contoh 7.3 Penentuan Konfigurasi Loop Alternatif Berdasarkan argumentasi kualitatif. diperoleh konfigurasi loop: Tabel 7.

3.4 Pengendalian Proses dengan Interaski Unit-Unit Tinjau proses yang disusun dari N unit yang berinteraksi satu dengan yang lain melalui aliran massa dan energi. dimana tiap blok berisi satu unit pemisah atau sejumlah kecil unit pemroses. Prosedur sistematik untuk menentukan konfigurasi pengendalian untuk keseluruhan proses: 1. Eliminasi konflik/pertentangan diantara sistem kendali dari berbagai blok 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 24 . 5. Tentukan DOF. jumlah CV dan MV untuk tiap-tiap blok. Kelompokkan proses menjadi blok-blok terpisah.7. 2. Tentukan semua loop konfigurasi yang mungkin untuk tiap blok 4. Gabungkan kembali blok-blok dengan loop konfigurasinya.

1: Konflik loop kendali pada unit-unit proses Unit 1 Unit 2 Gambar 7.4.4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit Contoh 7.4. Proses dengan 2 unit seri 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 25 .7.1.

7.4.4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit Gambar 7. Konflik loop pengendalian pada 2 unit-proses-seri Unit 1 Unit 2 Konflik Controller Controller (a) 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 26 .2.

4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit Gambar 7.7.2. Lanjutan Unit 1 Konflik Controller Unit 2 Controller (b) 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 27 .4.

4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit Contoh 7. Hasil reaktor didinginkan di HE dan dipisahkan dalam flash drum. Penjelasan proses: Reaksi A .4.2: Membangun konfigurasi loop pengendalian untuk proses kimia sederhana (Lihat Gambar 7.7. c Suhu drum diatur dengan pendingin air. Pendingin dicabang dua. Menjaga laju produksi tetap 3. Menjaga komposisi produk cair dari flash drum tetap 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 28 .2). Umpan reaktor dipanaskan awal memakai hasil reaksi dan steam. Tujuan operasi: 1. B eksotermis dilaksanakan dalam CSTR dengan pendingin jaket. dilengkapi dengan pemanas dan pendingin (Qh dan Q). Menjaga konversi reaktor sebesar mungkin 2.4.

TCO Fi.4.2) Fi. CA Feed Cooling Fi . TR . Pf Feed preheating Cooling Coolant system Liquid Flash drum Heating A B 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 29 . CAi Vapor Steam Coolant FC . Ti . TO water Reactor Tf .3 Pabrik kimia (untuk contoh 7.4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit Gambar 7.4.7.

Pilih konfigurasi terbaik dari tiap-tiap blok . Tc2 . konstan Jml var. Fc . Tco) di luar par. (4) Flash drum Langkah 2 & 3 Menentukan DOF. (2) Reactor. yang tidak ditetapkan = 6 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 30 . yang ditetapkan = 2 (Pcf . = 8 (Pcf . Fc1 . Coolant system Jml var.4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit Langkah 1 Membagi proses ke dalam 4 blok (lihat Gambar): (1) Coolant system. Tcf .7. Fc2 . MV. Tc1 . Tcf ) Jml var. dan CV untuk tiap-tiap blok. (3) Feed preheating.

Coolant System Jml pers. NM pencampuran arus DOF = 8 4 = 4 Jml MV = Jml CV = DOF Var yg ditetapkan = 4 2 = Fc CV = 2 Tco MV = 2 Dipilih dari: Fc . Fc2 . dan Fc1/Fc2 No.7. Fc1 + Fc2 . konf. NE pencampuran arus . Fc dikendalikan oleh Tco dikendalikan oleh 1 Fc Fc1 & Fc2 2 Fc1 + Fc2 Fc1 / Fc2 3 Fc2 Fc1 4 Fc1 Fc2 5 Fc1 + Fc2 Fc1 6 Fc1 + Fc2 Fc2 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 31 . Model = 4 NE pemanas . NE pendingin . Fc1 .4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit .

TC0 Cooling 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 32 . TC1 FC . TCf . FC FC2 .4. TC2 Coolant FC1 .4.4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit Gambar 7.7.4 Loop pengendali untuk unit pendingin (cooling system) dalam contoh 7.2 Heating TC FC Qh QC PCf .

Tr .7. Feed Preheating System Jml var. To . = 6 (Ws . Tr . (model) = 2 : NE steam heater & NE FEHE DOF = 6 2 = 4 Jml MV = Jml CV = DOF CV = 1 Ti Ws berpengaruh langsung dan cepat terhadap Ti MV = 1 Ws 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 33 Var yg ditetapkan = 4 3 = 1 . Fi ) Jml var. yang ditetapkan = 3 (To .4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit . Ti . Tint . Fi) Jml var. yang tidak ditetapkan = 3 Jml pers.

2 To Reactor Ti TC Steam WS Tint Reactor effluent To Flash Drum Fi .5 Loop pengendali untuk feed preheating unit dalam contoh 7.4.7.4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit Gambar 7. TR Feed Fi . TO 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 34 .4.

Tr MV = 2 Fi . Fi . Tr . Ti . Tc . Reactor System Jml var. CA . Tco (atau Fc)) Jml var. = 9 (V . CAi . Tco) Jml var. Ti .4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit . (model) = 3 : NM komp. yang tidak ditetapkan = 5 Jml pers. Fc (atau Tco) 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 35 Var yg ditetapkan = 6 4 = 2 . Fc . CAi . NE camp. reaksi & NE jaket pendingin DOF = 9 3 = 6 Jml MV = Jml CV = DOF CV = 2 CA . yang ditetapkan = 4 (Fi .7. A .

1 : Tr dikendalikan dengan FBC konvensional No.. 3 : Tr dikendalikan dengan Cascade Control (Advanced FBC) 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 36 . konf. Reactor System Konfigurasi alternatif untuk Reaktor No. CA dikendalikan oleh Tr dikendalikan oleh 1 Fi Fc (atau Tco) 2 Fc (atau Tco) Fi 3 Fi Fc (dgn TC sbg pengukuran sekunder dalam Cascade control) No.

CAi . 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 37 . Ti TR . TCO Fi .7. CAi .. CA (b) Cascade Control in TC Alternatif (a) atau (b) dapat diterapkan pada reaktor contoh 7.4. CA TC CC Fi .6 Loop pengendali untuk reactor unit dalam contoh 7.4. CA (a) Classical FBC in TC A . Ti TR . V . TR .2. V . TCO Fi .4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit Gambar 7.B FC . TR ..4.B FC . CA TC TC CC Fi .2 A .

7. Tf . Flash Drum System Seperti contoh 7.4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit .3.1 (steam heating diganti cooling water) CV = 4 (Fi . FV . FW ) Terbentuk 24 konfigurasi Pilih yang terbaik 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 38 . h) MV = 4 (Fi . Pf . FL .

4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit Gambar 7..4. CA Liquid 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 39 . TR .2 Vapor Pf Cooling water LC h PC FC TC Tf FW Fi .7.7 Loop pengendali untuk flash drum dalam contoh 7.4.

7. Untuk 4 blok secara keseluruhan mempunyai sekitar 432 = (6x1x3x24) konfigurasi 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 40 .4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit Langkah 4 Menggabungkan kembali keempat blok dengan konfigurasi pengendaliannya.

8 Penggabungan konfigurasi pengendalian untuk contoh 7. CAi . CA Feed Fi . TR . TC1 FC .4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit Gambar 7. V .. TO TC Steam WS Tint Vapor Liquid Pf Cooling water LC h PC FC TC Tf FW KonflikKonflik 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 41 .2 sebelum penghilangan konflik Heating Cooling TC FC Qh QC PCf . TC0 A .4. CA TC TC CC Fi . TC2 Coolant FC1 . TCf . FC FC2 .B Fi .4. Ti TR .7.

4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit Langkah 5 Eliminasi konflik diantara loop-loop pengendali berbagai blok 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 42 .7.

TCf . TC0 A . TO Steam WS Tint Vapor Liquid Pf Cooling water LC h PC TC Tf FW 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 43 . TC1 FC ..9 Hasil konfigurasi pengendalian untuk contoh 7.7.B Fi .2 setelah penghilangan konflik TC Heating Cooling TC Qh QC PCf . TC2 Coolant FC1 .4. CAi .4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit Gambar 7.4. V . TR . CA Feed Fi . CA TC TC CC Fi . Ti TR . FC FC2 .

4.7.10) ke dalam blok yang sesuai ! Rancanglah sistem pengendalian proses untuk tiap-tiap blok ! Gabungkan sistem pengendalian proses pada tiap-tiap blok menjadi satu sistem pengendalian pabrik dilengkapi dengan argumentasi kualitatif untuk eliminasi konflik ! 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 44 .4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit TUGAS: Perancangan Konfigurasi Pengendalian pada Proses dengan Interaksi Unit-Unit (Gambar 7.10) Bagilah unit-unit proses (Gambar 7.4.

4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit Gambar 7.10 Diagram alir proses pabrik (untuk TUGAS) Fresh A CSTR Mixer Steam HE-1 Cooling water DT Recycle A Condenser Reboiler Steam Steam HE-2 A .7.4.B Cooling water Product B 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 45 ..

Hasil bawah DT mengandung sebagian besar produk B. Hasil atas DT yang sebagian besar mengandung A direcycle kembali ke dalam proses dan dicampur dengan umpan segar A di Mixer. Sebelum diumpankan ke CSTR.10) Suatu pabrik mempunyai lima unit operasi (Gambar 7. Reaktor-Alir-TangkiBerpengaduk (CSTR). dan dipanaskan dahulu di HE-2 sebelum diumpankan ke DT untuk proses pemisahan. Pemanas-2 (HE-2).7.4 Pengendalian Proses dengan Interaksi Unit-Unit Penjelasan Proses (Gambar 7.4. 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 46 . reaksi ini bersifat eksotermis sehingga reaktor harus dilengkapi dengan pendingin jaket.4. Hasil keluaran reaktor adalah campuran A dan B. dan Menara Distilasi (DT). Di dalam CSTR berlangsung reaksi fase cair A . B.10): Tangki Pencampur (Mixer). Pemanas-1 (HE-1). campuran reaktan keluaran Mixer dipanaskan dahulu sampai suhunya mencapai suhu masuk reaktor di HE-1.

. 1997 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 47 .9 steps procedure for plantwide process control By Luyben et al.

Plantwide Control Design Procedure (Luyben et al., 1997) 1. Establish control objectives 2. Determine control degrees of freedom 3. Establish energy management system 4. Set production rate 5. Control product quality and handle safety 6. Control inventories (pressure and liquid level) 7. Check component balances 8. Control individual unit operations 9. Optimize economic and improve dynamic controllability 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 48

Plantwide control procedure Step 1. Establish control objectives ..Assess steady-state design and dynamic control objectives for the process ..These objectives include reactor and separation yields, product quality specifications, product grades and demand determination, environmental restrictions, and the range of operating conditions. 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 49

Plantwide control procedure Step 2. Determine control degrees of freedom Count the number of control valves available For example: HDA process has 23 control valves 7 PERANCANGAN P RO / 50

provide a control system that remove exothermic heats of reaction from the process ...provide a control system that prevents propagation of the thermal disturbances . Establish energy management system .. 6 has many mass and heat recycles 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 51 .HDA alt.Plantwide control procedure Step 3.

Plantwide control procedure Step 4. 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 52 . and so forth. the flow rate of recycle stream. the reactor temperature. the flow rate of initiator orcatalyst to the reactor. th e reactor heat removal rate. Set production rate Establish the variables that dominate the productivity of the reactor and determine the most appropriatemanipulator to control producti on rate This may be the feed flow to the process.

safety. Control product quality and handle safety Select the best valves to control each of the product-quality. and environmental variables 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 53 .Plantwide control procedure Step 5.

Plantwide control procedure Step 6. Control inventories (pressure and liquid level) Determine the valve to control each inventory variable (including all gas pressures and liquid levels) An inventory variable should typically be controlled with the manipulated variable that has the largest effect on it within that unit a flow controller should be presented in all liquid recycle loops 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 54 .

and are generated or consumed in the process Fresh reactant makeup feed stream can be manipulated to control reactor feed composition or a recycle stream composition Purge stream can also be used to control a recycle stream composition 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 55 .Plantwide control procedure Step 7. Check component balances Identify how chemical components enter. leave.

. Control individual unit operations Establish the control loops necessary to operate each of the individual unit operations .Cooling water flowrate can be used to control the separator temperature 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 56 ..Control the reactor inlet temperature by manipulatingthe duty of furnace utili ty .Plantwide control procedure Step 8.

.Plantwide control procedure Step 9.g. minimize energy. Optimize economic and improve dynamic controllability Establish the best way to optimize steady-state economic performance (e. a selective controller may be required 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 57 . maximize selectivity) or to improve dynamic response in particular case.

7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 58 ...install feed-effluent-heat-exchangers(FEHEs) around reactors and distillationc olumns .However. Energy integration creates anew path of disturbance propagation. thus the control strategy is very important.reduce cooling and heating utility requirement .Plantwide Energy Management ..

Typical Heat-Integrated Plant Cold stream Fuel FEHE Hot stream Furnace Cooler Reactor Coolant Hot stream (a) Single FEHE Reboiler Furnace Cold stream FEHE-2 Fuel ReactorCooler FEHE-1 Coolant (b) Multiple FEHEs 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 59 .

heat generated by exothermic reaction is dissipated to the Qe environment Path 2: conveys heat from the Path #1 utilities to the process e. heat flows back and forth Energy sources between different unit e.g. heat supplied by the furnace flows to the distillation columns and reaches its destination in the condensers Path 3: internal to the process.g. the heating and cooling circuit that starts from the reactor exit and goes through the FEHE units to heat up the cold feed streams that travel back to the reactor 7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 60 .Qh/c Qd Environment To TH Process T Path #2 Path #3 Qh/c Qd Environment To TH Process T Path #2 Path #3 Heat Pathways in The Process Path 1: from inside the process and flows out e.g.

Control of Process-to-Process Exchangers Use of Auxiliary Exchangers PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 61 7 .

7 PERANCANGAN PENGENDALIAN PROSES PABRIK YDH / INDALPRO / 62 .Control of Process-to-Process Exchangers Bypass control A. Controlling hot stream and bypassing cold stream. Controlling and bypassing hot stream B. Controlling cold stream and bypassing hot stream C. Controlling and bypassing cold stream D.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->