Anda di halaman 1dari 1

Catatan "Dada yang Lindu". - Cerpen gelap, sehingga banyak pertanyaan yang muncul; Tidak jelas.

- Kenapa dada yang "lindu"? - Cerpen ini gagal bila dibandingkan karya-karya penulis yang lain. - Setting; jika Madura, kejadian itu tak mungkin terjadi ... - Panggilan Manda kepada ibunya tidak konsisten; Mama, Mam, Ma .. Begitu juga se baliknya. Dan seharusnya, jka memang memanggil "Mama", seharusnya memanggil "Pap a", bukan "Ayah". - Kenapa harus bulan, bidadari, kenapa tidak fokus pada konflik? - Kecerobohan Penulis; Manusia tidak bisa sampai ke bulan! - Nama Tokoh; Laksmi dan Johan tidak cocok. Laksmi kampungan, Johan kelas meneng ah. - Menikah lagi itu aib keluarga, sehingga Laksmi bertahan demi anaknya. Jika dem ikian, kepasrahan Laksmi amat wajar. - Alur tidak mengalir, tidak bisa dinikmati, ibarat melewati jalan yang banyak p olisi tidur. - Maya dan Johan mungkin memiliki hubungan di masa lalu. Hanya saja tidak dieksp lor. - Pertanyaan: # Cerpen ini bagus atau tidak? # Nilai yang bisa diambil setelah mengeksplorasi cerita Rahem, karena seni sehar usnya tidak berhenti pada keindahan? # Semangat Realisme cerpen ini di sebelah mananya? # Gimana mengakhiri Cerpen?