Anda di halaman 1dari 4

Istilah prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastination yang berarti menangguhkan atau menunda (pekerjaan) sampai hari

berikutnya. Prokrastinasi akademik dan non-akademik sering menjadi istilah yang digunakan oleh para ahli untuk membagi jenis-jenis tugas yang diprosraktinasi. Prokrastinasi non-akademik adalah penundaan yang dilakukan pada jenis tugas non-formal atau tugas yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya tugas rumah tangga, tugas sosial, tugas kantor dan lain sebagainya. Prokrastinasi akademik adalah jenis penundaan yang dilakukan pada jenis tugas formal yang berhubungan dengan tugas akademik, misalnya tugas sekolah atau tugas kursus. Dapat dikatakan bahwa Prokrastinasi Akademik adalah suatu penundaan yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang dengan melakukan aktifitas lain yang tidak diperlukan dalam pengerjaan tugas sekolah. Siswa yang mempunyai kecenderungan untuk menunda, atau tidak memulai suatu kerja ketika menghadapi suatu tugas sekolah disebut sebagai orang yang melakukan prokrastinasi, atau biasa disebut Prokrastinator. Prokrastinasi adakalanya dilakukan tanpa alasan. Akan tetapi kebanyakan prokrastinasi berkaitan dengan rasa takut gagal, tidak suka pada tugas yang diberikan, menentang dan melawan kontrol, sifat ketergantungan dan kesulitan dalam membuat keputusan. Prokrastinasi juga biasa dilakukan karena prokrastinator merasa menemukan aktivitas lain yang dirasa lebih menyenangkan daripada mengerjakan kewajibannya. Ciri-ciri prokrastinasi

Suatu perilaku penundaan, prokrastinasi akademik dapat termanifestasikan dalam indikator tertentu yang dapat diukur dan diamati ciri-ciri tertentu berupa: a. Penundaan untuk memulai maupun menyelesaikan kerja pada tugas yang dihadapi. Seseorang yang melakukan prokrastinasi tahu bahwa tugas yang dihadapinya harus segera diselesaikan dan berguna bagi dirinya, akan tetapi dia menunda-nunda untuk mulai mengerjakannya atau menunda-nunda untuk menyelesaikan sampai tuntas jika dia sudah mulai mengerjakan sebelumnya.

b. Keterlambatan dalam mengerjakan tugas. Orang yang melakukan prokrastinasi memerlukan waktu yang lebih lama daripada waktu yang dibutuhkan pada umumnya dalam mengerjakan suatu tugas. Seorang prokratinator menghabiskan waktu yang dimilikinya untuk mempersiapkan diri secara berlebihan, maupun melakukan hal-hal yang tidak dibutuhkan dalam penyelesaian suatu tugas, tanpa memperhitungkan keterbatasan waktu yang dimilikinya. Kadang-kadang tindakan tersebut mengakibatkan seseorang tidak berhasil menyelesaikan tugasnya secara memadai. Kelambanan, dalam arti lambannya kerja seseorang dalam melakukan suatu tugas dapat menjadi ciri yang utama dalam prokrastinasi akademik. c. Kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual. Seorang prokrastinator mempunyai kesulitan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Seorang prokrastinator sering mengalami keterlambatan dalam memenuhi deadline yang telah ditentukan, baik oleh orang lain maupun rencanarencana yang telah dia tentukan sendiri. Seseorang mungkin telah merencanakan untuk mulai mengerjakan tugas pada waktu yang telah ia tentukan sendiri. Seseorang mungkin telah merencanakan untuk mulai mengerjakan tugas pada waktu yang telah ia tentukan sendiri, akan tetapi ketika saatnya tiba dia tidak juga melakukannya sesuai dengan apa yang telah sehingga menyebabkan keterlambatan maupun kegagalan untuk

direncanakan,

menyelesaikan tugas secara memadai. d. Melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan daripada melakukan tugas yang harus dikerjakan. Seorang prokrastinator dengan sengaja tidak segera melakukan tugasnya, akan tetapi menggunakan waktu yang dia miliki untuk melakukan aktivitas lain yang dipandang lebih menyenangkan dan mendatangkan hiburan, seperti membaca (koran, majalah, atau buku cerita lainnya), nonton, ngobrol, jalan, mendengarkan musik, dan sebagainya, sehingga menyita waktu yang dia miliki untuk mengerjakan tugas yang harus diselesaikannya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri prokrastinasi akademik adalah penundaan untuk memulai maupun menyelesaikan pekerjaan ruamah yang ditugaskan, keterlambatan dalam mengerjakannya, kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual dan melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan daripada melakukan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan tersebut. Prokrastinasi mengerjakan pekerjaan rumah karenanya sangat merugikan siswa yang mekakukannya, sebab proses belajarnya terganggu dan kesiapan akademik dalam menempuh level pendidikan berikutnya pun akan terganggu.
sebab-sebab.

Prokrastinasi merupakan perilaku disfungsional yang kompleks, meliputi beberapa aspek yang saling berhubungan yaitu kognitif, afeksi dan perilaku yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penyebab terjadinya prokrastinasi juga sangat bervariasi antara tugas yang satu dengan tugas yang lain pada orang yang sama. Secara umum para ahli membedakan faktor-faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik menjadi dua faktor: 1. Faktor internal: faktor yang terdapat dalam individu yangmempengaruhi timbulnya prokrastinasi
akademik, meliputi kondisi fisik dan psikologis. Seseorang yang mengalami kondisi kelelahan cenderung lebih mudah melakukan prokrastinasi. Kondisi psikologik menunjuk beberapa sifat kepribadian berupa rendahnya kemampuan mengendalikan diri, rasa enggan atau ragu-ragu untuk memulai dan megerjakan tugas yang dianggap sulit atau tidak menyenangkan, rasa khawatir akan konsekuensi yang mungkin timbul dari penyelesaian tugas dan evaluasi terhadap tugas tersebut, dan lain-lain. 2. Faktor ekternal: adalah kondisi lingkungan. Orangyang dibesarkan dalam kondisi lingkungan yang lemah atau longgar pengawasan cenderung lebih besar melakukan prokrastinasi akademik daripada seseorang yang dibesarkan dengan kondisi lingkungan dengan yang pola asuh pengawasan orang tuanya ketat. Akan tetapi, lingkungan keluarga yang otoriter juga lebih cenderung membuat anak melakukan prokrastinasi akdemik daripada lingkungan keluarga demokratis.

2.

Akibat: Prokrastinasi tentu saja menghasilkan akibat-akibat negatif yang serius bagi pelakunya,

baik dalam urusan akademik secara langsung maupun tidak, antara lain: 1. Terlambat dalam Menyelesaikan Tugas Bagaimana suatu tugas bisa diselesaikan tepat waktu, sementara pengerjaannya saja terus ditunda-tunda setiap waktu? Hari ini berkata, besok saja, besok berkata, besoknya saja dan demikian terus berkelanjutan. Lalu pada akhirnya, setelah semua terlambat, kemudian datang tugas lain, procrastinator akan sadar bahwa ia telah: 2. Gagal dalam Mengerjakan Tugas.

Siapapun pada dasarnya tak ingin mengalami kegagalan. Siapapun pada dasarnya ingin berhasil dalam segala hal. Seorang Prokrastinator juga demikian; ingin berhasil dan tidak ingin gagal dalam pelajaran. Tapi ketika nasi sudah menjadi bubur, ia telah gagal, ia akan menjadi seseorang yang memiliki keadaan emosional yang; 3. Negatif, dihantui perasaan cemas, rasa bersalah, mudah marah, cepat panik, dan sebagainya. Dalam keadaan emosional seperti ini, betapapun usianya masih dalam usia harapan, seseorang akan menjadi pengibar bendera putih dalam setiap hal.