Anda di halaman 1dari 7

NUTRISI DAN PAKAN TERNAK KAMBING DOMBA Dewasa Jantan, Betina, Bunting dan Cempe

Kambing dan domba atau yang sering disebut ternak ruminansia kecil, merupakan ternak herbivora. Jenis ternak ini mudah dalam hal pemeliharaan dan pakan, serta dapat memanfaatkan limbah dan hasil ikutan pertanian dan industri. Ternak ini dapat digembalakan atau dipelihara intensif dalam kandang. Umumnya system perkandangan masih sederhana dan pemberian pakan berasal dari penyediaan alam sekitar. Pencernaan Kambing dan Domba Sistem pencernaan kambing dan domba, yan g tergolong ruminansia dibedakan menjadi dua yaitu alata pencernaan bagian depan dan bagian belakang. Bagian depan meliputi reticulum, rumen, omasum dan abomasum; bagian belakang meliputi usus dan sekum. Retikulorumen (gabungan anatara reticulum dan rumen) mempunyai kondisi lingkungan yang sesuai untuk perkembangan mikroorganisme anaerob. Mikroorganisme inilah yang mempunyai peranan penting dalam mencerna makanan berserat, termasuk selulosa, menjadi senyawa-senyawa lain yang mudah diserap oleh tubuh. Proses tersebut termasuk dalam fermentasi dan menghasilkan senyawa-senyawa antara lain asam asetat, propionate, dan butirat; gas CH4 dan CO2 yang kesemuanya itu adalah sumber energi dari hewan ruminansia. Sel-sel mikroorganisme yang terdapat dalam ingesta danmengalir dalam saluran pencernaan juga dapat menjadi sumber protein yang baik, sehingga ruminansia tidak banyak memerlukan protein lain dari sediaan pakannya. Selain itu kandungan urea juga mampu dirombak menjadi sumber protein di dlam rumen.

Kebutuhan Zat Gizi Zat gizi diartikan sebagai senyawa-senyawa kimia yang terdapaty dalam makanan yang dapat dicerna menjadi senyawa-senyawa lain dan digunakan dalam menunjang berf ungsinya

organ fisiologis dalam rangkaian proses perkembangan, pertumbuhan serta reproduksi. Zat-zat gizi ini dapat dikelompokkan menjadi energy, protein, mineral, vitamin dan air. Energi. Energi berasal dari karbohidrat, lemak dan protein. Pada ruminansia sumber utama energi berasal dari karbohidrta, terutama yang diperoleh dari komponen serat dalam makanan. Serat yang dimaanfaatkan sebagai sumber energy terutama adalah selulosa dan hemiselulosa, selain itu juga zat tepung dan pectin yang terdapat dalam pada isi sel tanaman. Berbagai karbohidrat ini akan mengalami proses fermentasi oleh mikroorganisme dalam dalam rumen lalu selanjutnya menjadi glukosa yang digunakan oleh sel-sel mikroorganisme untuk menunjang perkembangbiakannya. Sebagai hasil dari proses perkembangbiakan itu dihasilkanlah asam-aam lemak yang digunakan sebagai sumber energy oleh ruminansia. Lemak juga dapat digunakan sebagai sumber energi, namun jumlah dalam makanan sangat sedikit sehingga bukan sumber energiutama. Sementara protein memerlukan memerlukan proses yang lebih komplek sehingga merupakan pemborosan sehingga memiliki nilai efisiensi yang rendah. Kebutuhan energi untuk hidup pokok kurang lebih 95 Kcal energy yang dapat termetabolis untuk setiap kilogram berat badanmetabolis. Protein Tersusun atas asam-asam amino, yaitu senyawa kimia yang mengandung unsur-unsur karbon, oksigen, hydrogen, dan nitrogen serta sulfur untuk beberapa asam amino tertentu. Protein digunakan untuk mengganti jaringan yang rusak dan membentuk jaringan baru dalam proses perkembangan dan pertumbuhan. Ruminansia dapat memanfaatkan nitrogen bukan protein sebagai sumber protein karena mikroorganisme rumen mampu mengubah nitrogen menjadi protein mikroba. Namum pemberian nitrogen bukan protein seperti urea tidak boleh lebih dari 3% daro total konsumsi bahan kering. Sumber proten yang baik antara lain bungkil kedelai, tepung ikan, daun leguminosae serta biji-bijian. Leguminosae yang umumnya digunakan untuk makanan kambing dan domba

adalah lamtoro, gliricidia, turi, kaliandra dan lain-lain. Kebutuhan protein pada ternak kambing dan domba berdasarkan imbangan energi dan protein adalah 1 : 32, yaitu 32 gram total protein untuk setiap Kcal energi. Atau kurang lebih 2.13 gram per kilogram berat badan. Mineral Mineral adalah zat anorganik yang dibutuhkan dalam jumlah kecil namun penting. Digunakan dalam pembentukan tulang dan gigi, pembentukan darah, pembentukan jaringan tubuh serta sebagai komponen enzim. Kandungan mineral pada hijauan makanan ternak dipengaruhi oleh kandungan mineral di tanah serta tingkat keasaman, Mineral dapat digolongkan dalam dua kelompok, yaitu mineral makro (Ca, P, Mg, K, Na, Cl, S) dan mineral mikro (Fe, Cu, Mo, Zn, Mn, I, Ni). Gejala kekurangan mineral di dalam makanan sering terlihat bila kambing atau domba memakan tanah atau menggigiti kayu kandang. Pemberian garam dapur dapat dijadikan alternative mengatasi kekurangan mineral. Vitamin Vitamin juga dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk metabolisme zat-zat makanan. Vitamin digolongkan menjadi dua yaitu vitamin larut air (vitamin B dan C) dan vitamin larut lemak (A, D, E dan K). Vitamin dapat dibentuk oleh mikroorganisme dalam retikulorumen dan dalam sel-sel tubuh kecuali vitamin A, D, E yang harus berasal dari asupan makanan.

Air Air merupakan komponen yang sangat penting bagi ternak. Air bias berasal dari air nminum, air yang terkandung dalam pakan hijauan, atau dari proses metabolisme. Kebutuhan ternak akan air baerkaitan dengan suhu dan kelembaban udara lingkungan, intensitas kerja, kandungan mineral dan garam serta periode fisiologis.

Ternak kambing dan domba membutuhkan makanan untuk kebutuhan hidup pokok,

pertumbuhan, bereproduksi, misalnya kawin, bunting, beranak dan menyusui, serta produksi misalnya menghasilkan daging, susu, dan lain-lain. Pakan yang diberikan harus memenuhi persyaratan antara lain: Mengandung gizi yang lengkap yaitu karbohidrat, protein, vitamin dan mineral Dalam keadaan segar Disukai ternak Mudah dicerna Dalam jumlah yang cukup Gizi makanan yang paling diperlukan oleh ternak kambing adalah protein dan energy, oleh karena itu pemberian bahan pakan dapat digolongkan menjadi 2 golongan, yaitu: Bahan pakan sumber energi : Biji-bijian : jagung, sorgum, dll. Dedak : dedak padi, dedak jagung, dedak sorgum Umbi-umbian : umbi ketela rambat, ketela pohon, dll. Hijauan: rumput-rumputan Bahan pakan sumber protein Hijauan : daun gliricidia, lamtoro, centrocema, kacang, dll. Sisa pertanian : daun kacang, daun singkong, dl. Biji-bijian : bungkil kedelai, ampas tahu, ampas kecap dan biji kapas.

Pemberian pakan yang hanya terdiri dari rumput saja belum dapat memenuhi kebutuhan gizi ternak kambing dan domba. Rumput umumnya bermutu rendah sehingga ternak harus diberi

pakan yang tersusun dari campuran antar arumput, daun kacang/polong/sisa pertanian, dedak dan bungkil. Untuk kebutuhan mineral dan perangsang nafsu makan dapat diberikan garam dapur.

Kebutuhan Pakan Ternak Jumlah kebutuhan bahan makanan tenak bervariasi dan tergantung umur dan keadan ternak. Untuk mudahnya, jumlah patokan umum bahan makanan yang dibutuhkan adalah kurang lebih 10% dari berat badan. Agar jumlah hijauan yang dimakan sesuai dengan kebutuhannya, maka jumlah yang desiakan harus lebih dari 10% yang dihitung dank arena ternak akan memilih makanan yang disenangi maka idealnya pemberian pakan adalah dua kali dari jumlah yang dihitung. Kebutuhan pakan ternak kambing dan domba berbeda tiap individu tergantung pada kondisi atau umur ternak. Untuk itu akan lebih mudah jika ternak dikandangkan terpisah sesuai umur dan status fisiologis. Adapun umur ternak dan status fisiologis terkait kebutuhan pakan, dijelaskan sebagai berikut: Dewasa Pakan rumput diberikan sebagai sumber tenaga dan hijauan berupa daun-daunan sebagai sumber protein. Daun-daunan dapat terdiri dari daun singkokng, ketela rambat, kacangkacangan, leguminosae, sisa pertanian dan lain-lain. JUmlahnya sebanyak 1-1,5 kg/hari Induk Yang Akan Dikawinkan Tiga minggu sebelum dikawinkan, kondisi tubuh perlu ditingkatkan dengan cara meningkatkan mutu pakan. Makanan terdiri dari hijauan segar, sisa hasil pertanian, daun kacang-kacangan sejumlah 1-1,5 kg/hari dengan ditambah dedak padiiiii sebanyak 2-3 gelas/ekor/hari. Induk Bunting

Induk pada kebuntingan 6 minggu terakhir harus diusahakan agar badan terus bertambah dan kondisi terus meningkat. Pakan tidak boleh hanya rumput saja namun harus ditambah dedak padi atau sumber energy lain sebanyak 3 gelas/ekor/hari dan ditambah daundaunan kacang-kacangan sebanyak 1-1,5kg/ekor/hari. Induk Menyusui Induk yang melahirkan anak kembar produksi susu nya lebih tinggi sebanyak 20-40% dari induk dengan anak tunggal. Oleh karena itu membutuhkan gizi yang lebih. Pemberian pakan rumput dan hijauan sumber protein ditambah dedak padi 2-3 gelas/ekor/hari. Sedangkan induk dengan anak tunggal cukup diberi tambahan dedak 1 gelas/ekor/hari. Pemberian dedak ini dapat diganti dengan daun kacang-kacangan segar sebanyak 1-1,5 kg/ekor/hari Anak Kambing Belum Sapih Anak kambing sudah bias diberi pakan hijauan dan dedak setelah mencapai umur 2-3 minggu. Pakan yang diberikan adalah hijauan segar sehingga lebih mudah dicerna, sedangkan dedak padi hanya diberikan sedikit demi sedikit. Pakan diberikan secara khusus, dipisahkan dari induknya, sehingga makanan tidak dihabiskan oleh induk. Anak Kambing Lepas Sapih Setelah umur 3-4 bulan, anak kambing dapat dipisahkan dari nduk (sapih). Pakan yang diberikan terdiri dari rumput, daun-daunan sebanyak 0,5-1 kg/ekor/hari. Untuk mempercepat pertumbuhan diberi pakan tambahan seperti dedak sebanyak 0,5-1 gelas/ekor/hari. Kebutuhan Air Minum Tubuh ternak terdiri dari kurang lebih 70% air, karena itu kekurangan air (dehidrasi) sebanyak 20% akan mengakibatkan hal yang fatal karena air digunakan untuk membantu proses pencernaan. Kebutuhan air berbeda-beda tergantung dari:

Status fisiologis ternak : ternak muda lebih banyak membutuhkan air dari pada ternak tua, ternak menyusui lebih banyak membutuhkan air. Temperature lingkungan : pada waktu panas atau kemarau ternak butuh air lebih banyak. Makanan yang diberikan : ternak dengan pakan hijauan tua butuh air minum lebih banyak. Pemberian air minum per hari untuk seekor ternak berkisar antara 1,5 2,5 liter. Air harus bersih dan tempat minum dibersihkan dua hari sekali.

Kebutuhan Garam Ternak kambing dan domba membutuhkan mineral sebagai perangsang nafsu makan. Dapat dilakukan dengan pemberian garam dapur dan campuran mineral yang banyak dijual di pasaran. Cara pemberian garam dapur: Dengan memasukkan ke dalam bamboo yang bagian atasnya berlubang dan bagian bawah tertutup. Garam dimasukkan bersama air lalu bambu digantung di pojok kandang sehingga dijilat. Dengan memasukkan garam ke dalam ember kecil dan ditempelkan di dinding kandang.