P. 1
Makalah Manajemen Resiko 1

Makalah Manajemen Resiko 1

4.0

|Views: 777|Likes:
Dipublikasikan oleh Nisya Alindiya

Makalah yang berhubungan dengan Manajemen Resiko 1. Berisi tentang pengertian, tata cara, serta matrix yg digunakan.

Makalah yang berhubungan dengan Manajemen Resiko 1. Berisi tentang pengertian, tata cara, serta matrix yg digunakan.

More info:

Published by: Nisya Alindiya on Feb 01, 2013
Hak Cipta:Traditional Copyright: All rights reserved
Harga Terdaftar: $0.99 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

02/01/2016

$0.99

USD

pdf

BAB I

PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Manajemen resiko merupakan inti dari sistem manajemen K3, karena itu secara khusus OHSAS 18001 dan Permenaker 05/Men/1996 mempersyaratkan adanya pengelolaan resiko. Sebuah organisasi dapat menerapkan metode pengendalian resiko apapun sejauh metode tersebut mampu mengidentifikasi, mengevaluasi dan memilih prioritas resiko dan mengendalikan resiko dengan melakukan pendekatan jangka pendek dan jangka panjang. Menurut The Standard Australia/New Zealand 4360 (2004) memaparkan bahwa, resiko ialah suatu kemungkinan dari suatu kejadian yang tidak diinginkan yang akan mempengaruhi suatu aktivitas atau obyek. Resiko tersebut akan diukur dalam terminologi consequences dan likelihood. Resiko bisa diindikasikan oleh probabilitas sebuah kecelakaan dikalikan kerusakan dalam rupiah, nyawa, atau unit operasi. Dapat dijelaskan pula bahwa resiko adalah pemaparan tentang kemungkinan dari suatu hal seperti kerugian secara finansial, kerusakan fisik, kecelakaan atau keterlambatan, sebagai konsekuensi dari suatu aktivitas. Manajemen risiko K3 adalah suatu upaya mengelola risiko K3 untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan secara komperhensif, terencana dan terstruktur dalam suatu kesisteman yang baik. Manajemen risiko K3 berkaitan dengan bahaya dan risiko yang ada di tempat kerja yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Manajemen Risiko adalah berkaitan dengan kegiatan keamanan, yang tujuannya adalah menjaga harta benda dan personil perusahaan terhadap kerugian akibat kejahatan dan semua gangguan sosial atau gangguan alamiah, yang mungkin membahayakan kehidupan dan perkembangan perusahaan. Manajemen Risiko merupakan keputusan eksekutif/manajerial yang berkaitan. Perlu diketahui juga mengenai hal hal yang berkaitan penting yang mendukung manajemen resiko seperti Accident, Inccident, near miss, harmful.

1|MANAJEMEN RESIKO I D4-K3

I.2. Tujuan
Konsep manajemen risiko mulai diperkenalkan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja pada era tahun 1980-an setelah berkembangnya teori accident model dari ILCI dan juga semakin maraknya isu lingkungan dan kesehatan. Tujuan dari manajemen risiko adalah minimisasi kerugian dan meningkatkan kesempatan ataupun peluang. Bila dilihat terjadinya kerugian dengan teori accident model dari ILCI, maka manajemen risiko dapat memotong mata rantai kejadian kerugian tersebut, sehingga efek dominonya tidak akan terjadi. Pada dasarnya manajemen risiko bersifat pencegahan terhadap terjadinya kerugian maupun ‘accident’.

I.3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup proses manajemen risiko terdiri dari: a. b. c. d. e. f. g. Penentuan konteks kegiatan yang akan dikelola risikonya Identifikasi risiko, Analisis risiko, Evaluasi risiko, Pengendalian risiko, Pemantauan dan telaah ulang, Koordinasi dan komunikasi.

I.4. Istilah & Definisi
 Konsekuensi o Akibat dari suatu kejadian yang dinyatakan secara kualitatif atau kuantitatif, berupa kerugian, sakit, cedera, keadaan merugikan atau menguntungkan. Bisa juga berupa rentangan akibat-akibat yang mungkin terjadi dan berhubungan dengan suatu kejadian.

2|MANAJEMEN RESIKO I D4-K3

kebakaran.kebakaran dsb. politik dan kerugian-kerugian lain yang tidak dinyatakan secara jelas.  Hampir Celaka (Near Miss) o Kejadian yang tidak diinginkan yang memiliki potensi untuk mengakibatkan cedera.  Analisis Urutan Kesalahan o Suatu metode sistem teknik untuk menunjukkan kombinasi-kombinasi yang logis dari berbagai keadaan sistem dan penyebab-penyebab yang mungkin bisa berkontribusi terhadap kejadian tertentu (disebut kejadian puncak).dampak lingkungan. kerusakan barang/peralatan. Terlihat juga seperti kemungkinan dan peluang. kerusakan pada barang/peralatan. sakit akibat kerja. Biaya o Dari suatu kegiatan.  Kejadian o Suatu peristiwa (insiden) atau situasi.  Insiden (Incident) o Kejadian yang berhubungan dengan pekerjaan yang mengakibatkan terjadinya cedera atau sakit (dengan mengabaikan tingkat keparahannya) atau kematian. termasuk uang. nama baik. dampak lingkungan. baik langsung dan tidak langsung.kehilangan produksi. tenaga kerja. atau dapat terjadi.  Kecelakaan (Accident) o Kejadian yang tidak diinginkan yang mengakibatkan cidera atau sakit akibat kerja. 3|MANAJEMEN RESIKO I D4-K3 . meliputi berbagai dampak negatif.  Analisis Urutan Kejadian o Suatu teknik yang menggambarkan rentangan kemungkinan dan rangkaian akibat yang bisa timbul dari proses suatu kejadian.kehilangan produksi.  Frekuensi o Ukuran angka dari peristiwa suatu kejadian yang dinyatakan sebagai jumlah peristiwa suatu kejadian dalam waktu tertentu. dsb. gangguan. yang terjadi pada tempat tertentu selama interval waktu tertentu. waktu.

Lamanya paparan X Dosis (Konsentrasi).  Monitoring/ Pemantauan o Pengecekan. konsekuensi dan juga pemajanan. Kemungkinan terjadinya X tingkat keparahan. atau sistem untuk mengidentifikasi perubahanperubahan yang mungkin terjadi.  Peluang Kejadian (Probability) o Kemungkinan dari kejadian atau hasil yang spesifik. Ini diukur dengan hukum sebab akibat. diukur dengan rasio dari kejadian atau hasil yang spesifik terhadap jumlah kemungkinan kejadian atau hasil.  Risiko kronis (Chronic Risk) o Risiko yang berdampak lama setelah terpapar bahaya. Variabel yang diukur biasanya probabilitas.  Identifikasi Bahaya (Hazard Identification) o Proses untuk mengenali keberadaan suatu bahaya dan menentukan karakteristiknya. Pengamatan secara kritis. Pengawasan. Probabilitas dilambangkan dengan angka dari 0 dan 1. atau Pencatatan kemajuan dari suatu kegiatan. Bahaya (hazard) o Faktor intrinsik yang melekat pada sesuatu dan mempunyai potensi untuk menimbulkan kerugian.  Analisis risiko o Sebuah sistematika yang menggunakan informasi yang didapat untuk menentukan seberapa sering kejadian tertentu dapat terjadi dan besarnya konsekuensi tersebut.  Penerimaan Risiko (acceptable risk) o Keputusan untuk menerima konsekuensi dan kemungkinan risiko tertentu.  Risiko Akut (Acute Risk) o Risiko yang berdampak segera setelah terpapar bahaya.  Risiko o Peluang terjadinya sesuatu yang akan mempunyai dampak terhadap sasaran. dengan 0 4|MANAJEMEN RESIKO I D4-K3 . tindakan.

 Tingkat Keparahan(Saverity) o Tingkat keprahan yang timbul dari peristiwa kecelakaan. mengapa dan bagaimana.  Identifikasi Risiko o Proses menentukan apa yang dapat terjadi.  Tingkat Risiko (Risk Level) o Besarnya resiko yang merupakan kombonasi dari kemungkinan terjadinya suatu kejadian yang berbahaya atau paparan dan keparahan dari cedera atau sakit yangdisebabkan oleh kejadian atau paparan tersebut. prosedur perubahan fisik untuk menghilangkan atau mengurangi risiko yang kurang baik. baik berupa kematian.  Pengendalian risiko o Bagian dari manajemen risiko yang melibatkan penerapan kebijakan. cacat sebagian/seluruh anggota tubuh.  Penghindaran risiko o Keputusan yang diberitahukan tidak menjadi terlibat dalam situasi risiko.tindakan pertolongan pertama.menandakan kejadian atau hasil yang tidak mungkin dan 1 menandakan kejadian atau hasil yang pasti.  Evaluasi risiko o Proses yang biasa digunakan untuk menentukan manajemen risiko dengan membandingkan tingkat risiko terhadap standar yang telah ditentukan.  Penilaian risiko o Proses analisis risiko dan evalusi risiko secara keseluruhan.  Ketidak Sesuaian (Non-Conformance) o Tidak terpenuhinya sebuah persyaratan. masin) dan kerusakan pada lingkungan hidup. 5|MANAJEMEN RESIKO I D4-K3 . standar. target tingkat risiko dan kriteria lainnya. maupun kerusakan pada harta benda (peralatan. luka yang menyebabkan tidak mampu bekerja.  Resiko yang dapat diterima (Tolerable Risk) o Resiko yang sudah dikurangi ke tingkat yang sudah dapat ditolerir oleh organisasi terkait dengan kewaiban hokum dan kewajiban K3-nya.

 Pemindahan Risiko (risk transfer) o Mendelegasikan atau memindahkan suatu beban kerugian ke suatu kelompok/ bagian lain melalui jalur hukum. Pengurangan Risiko o Penggunaan/ penerapan prinsip-prinsip manajemen dan teknik-teknik yang tepat secara selektif. asuransi.  Tindakan Pencegahan(Preventive Action) o Tindakan untuk mengurangi dari sebuah potensi ketidaksesuaian. 6|MANAJEMEN RESIKO I D4-K3 . Pemindahan risiko mengacu pada pemindahan risiko fisik dan bagiannya ke tempat lain. dalam rangka mengurangi kemungkinan terjadinya suatu kejadian atau konsekuensinya.  Tindakan perbaikan (Corrective Action) o Tindakan untruk mengurangi penyebab dari sebuah ketidaksesuaian yang sudah dideteksi. perjanjian/ kontrak. atau keduanya. dan lain-lain.

Memberikan pendapat dan intuisi dalam pembuatan keputusan yang dihasilkan dalam cara yang benar. dan kontrol keuangan dari sebuah resiko yang mengancam aset dan penghasilan dari sebuah perusahaan atau proyek yang dapat menimbulkan kerusakan atau kerugian pada perusahaan tersebut. o Memungkinkan bagi para pembuat keputusan untuk menghadapi resiko dan ketidakpastian dalam keadaan yang nyata.1995. 1990 Manajemen Resiko didefinisikan sebagai proses identifikasi. Tindakan mencegah digunakan untuk mengurangi. Manfaat Manajemen Risiko Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan manajemen resiko antara lain (Mok et al.1996) o o o Berguna untuk mengambil keputusan dalam menangani masalah-masalah yang rumit. et..2. Dorfman. Manajemen risiko didefinisikan sebagai suatu pendekatan yang komprehensif untuk menangani semua kejadian yang menimbulkan kerugian. dan menangani sebab dan akibat dari ketidakpastian pada sebuah organisasi. Menurut William. p. II. Menurut Clough and Sears. atau mentransfer resiko pada tahap awal proyek konstruksi. 1997). pengukuran. 7|MANAJEMEN RESIKO I D4-K3 .p.1.al. Memudahkan estimasi biaya. 1998. 1994. Tindakan manajemen resiko diambil oleh para praktisi untuk merespon bermacammacam resiko. Responden melakukan dua macam tindakan manajemen resiko yaitu mencegah dan memperbaiki. Sedangkan tindakan memperbaiki adalah untuk mengurangi efek-efek ketika resiko terjadi atau ketika resiko harus diambil (Shen. 9 Manajemen risiko dikatakan sebagai suatu proses logis dalam usahanya untuk memahami eksposur terhadap suatu kerugian.. menghindari. Definisi Manajemen Resiko Menurut Smith.27 Manajemen risiko juga merupakan suatu aplikasi dari manajemen umum yang mencoba untuk mengidentifikasi. mengukur.BAB II ISI II.

o Memungkinkan bagi para pembuat keputusan untuk memutuskan berapa banyak informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah. d. Melanjutkan pertumbuhan perusahaan g. Menyediakan pedoman untuk membantu perumusan masalah. Menstabilkan pendapatan perusahaan e. Menurut Darmawi. Manajemen risiko dapat memberikan laba secara tidak langsung. o o o Meningkatkan pendekatan sistematis dan logika untuk membuat keputusan. Manajemen risiko menunjang secara langsung peningkatan laba. merupakan harta non material bagi perusahaan itu. Memungkinkan analisa yang cermat dari pilihan-pilihan alternatif. Adanya ketenangan pikiran bagi manajer yang disebabkan oleh adanya perlindungan terhadap risiko murni. c. Manajemen risiko melindungi perusahaan dari risiko murni. 8|MANAJEMEN RESIKO I D4-K3 . Memperkecil atau meniadakan gangguan operasi perusahaan f. a. Manfaat manajemen risiko dalam perusahaan sangat jelas. dan karena kreditur pelanggan dan pemasok lebih menyukai perusahaan yang dilindungi maka secara tidak langsung menolong meningkatkan public image. 2005. 13). 11) Manfaat manajemen risiko yang diberikan terhadap perusahaan dapat dibagi dalam 5 (lima) kategori utama yaitu : a. p. e. Memperkecil biaya d. p. Survival b. Manajemen risiko mungkin dapat mencegah perusahaan dari kegagalan. Merumuskan tanggung jawab social perusahaan terhadap karyawan dan masyarakat. Kedamaian pikiran c. maka secara implisit sudah terkandung didalamnya satu atau lebih sasaran yang akan dicapai manajemen risiko antara lain sebagai berikut ini (Darmawi. (2005. b.

II.3. Proses manajemen Risiko 9|MANAJEMEN RESIKO I D4-K3 .

TAHAPAN MANAJEMEN RISIKO Unsur-unsur utama dari proses manajemen risiko. mengapa dan bagaimana hal-hal dapat timbul sebagai dasar untuk analisis lebih lanjut. Analisis harus mempertimbangkan berbagai akibat potensial dan kemungkinan dapat dikombinasikan untuk menghasilkan perkiraan tingkat risiko. adalah sebagai berikut a) Menetapkan konteks (Persiapan) Menetapkan konteks manajemen strategis.K 3 . c) Menganalisis risiko Menentukan kontrol yang ada dan menganalisis risiko dalam hal akibat dan kemungkinan dalam konteks mereka kontrol. organisasi dan risiko di mana yang terbaik dari proses ini akan berlangsung. b) Mengidentifikasi bahaya / risiko Mengidentifikasi apa. 10 | M A N A J E M E N R E S I K O I D 4 .4. Kriteria terhadap risiko yang akan dievaluasi harus ditetapkan dan struktur analisis didefinisikan.II.

.Contoh penilaian severity :  Didasarkan atas pengalaman atau study yang dilakukan  Orang (People)  Lingkungan (Environment)  Harta Benda (Property)  Reputasi (Reputation 11 | M A N A J E M E N R E S I K O I D 4 .K 3 .Contoh penilaian Probability (kemungkinan) .

Acuan dalam Risk Assessment (Penilaian Resiko)  Hazops  What If  Check List  Modelling  Fault Tree analysis  Even Tree analysis  Risk Ranking Matrices  Analisa Keselamatan Kerja (Job Safety Analysis “JSA”)  Dll .K 3 .Saverity to People Level Uraian 0 1 2 3 4 5 No Injury/illness Slight Injury/illness Minor Injury/illness Major Injury/illness Single Fatality Multiple Fatality .  Bahaya dapat dikendalikan dengan dua cara utama sbb: >Menciptakan lingkungan kerja yang selamat >Melakukan praktek-praktek kerja yang selamat 12 | M A N A J E M E N R E S I K O I D 4 ..Risk Control  Mengurangi peluang (pencegahan) terjadinya bahaya dan/atau mengurangi (mitigasi) dampak yang ditimbulkan.

air tanah) *Pengelolaan *Pemeliharaan berkala buangan/limbah *Pengendalian *Inspeksi *Rambu peringtan *Pengelolaan perubahan dan tanda *Remedisasi *Informasi hotlines Pelatihan ERP Emisi/gas buang penanggulangan darurat kerja Ulang peralatan penanggulangan keadaan *Pelatihan Kesehatan & shutdown >Evakuasi >Tanggap darurat >Peringatan dari masyarakat Improve Respnse *Latihan peralatan bahaya air *Perjanjian sama 13 | M A N A J E M E N R E S I K O I D 4 ..K 3 .air.Contoh table Risk Control : Prevention Eliminate * Pindahkan fasilitas Reduce Likelihood *Prosedur kerja Mitigation Reduce Impact Umum: *System Emergency * Pindahkan peralatan *Alarm *Prosdur * Pindahkan orang pemeliharaan/perawatan *System Control Keselamatan * Proses dibuat otomatis * Rancang ulang *Pengawasan *APD *Mengurangi * Rancang ulang proses * Ganti bahan/matrial *Audit > Fasilitas Paparan Lingkungan *Kesiapan penanggulangan keadaan darurat *Kesiapan * Hentikan oprasi * Kendalikan sumber > Pihak ketiga > Prosedur *Penampungan *Daur (recycle) *Pemantauan *Pemeliharaan kontraktor (udara.

dan deskripsi yang berbeda dapat digunakan untuk risiko yang berbeda. .ANALISIS RESIKO Berikut beberapa contoh analisis yang biasa digunakan dalam managemen resiko : a) Analisis kualitatif Analisis kualitatif menggunakan bentuk kata atau skala deskriptif untuk menggambarkan besarnya potensi konsekuensi dan kemungkinan bahwa konsekuensi akan terjadi. 14 | M A N A J E M E N R E S I K O I D 4 . Timbangan ini dapat disesuaikan atau disesuaikan agar sesuai dengan keadaan..Contoh Formulir Identifikasi Bahaya : Departemen: Lokasi/Pekerjaan: Disiapkan: 1 2 3 Setelah Perbaikan Sev Prob Penanggung Jawab Tanggal Penyelesaian Status Diperiksa oleh: Disetujui oleh: Penilaian Resiko No. Kegiatan Identifikasi bahaya/ Aspek lingkungan Sev Prob Pengurangan Resiko Langkah Perbaikan Jenis Pengendalian Resiko Setelah Risk Assesment dan Risk Control diperoleh lalu akan diperoleh hasil analisis resiko.K 3 .

Tujuannya adalah untuk menghasilkan prioritas lebih rinci daripada biasanya dicapai dalam analisis kualitatif.b) Semi-kuantitatif analisis Dalam semi-kuantitatif analisis.K 3 . 15 | M A N A J E M E N R E S I K O I D 4 . Jumlah yang dialokasikan untuk setiap deskripsi tidak harus menanggung hubungan yang akurat untuk besarnya sebenarnya konsekuensi atau kemungkinan. c) Analisis kuantitatif Analisis kuantitatif menggunakan nilai numerik (bukan skala deskriptif yang digunakan dalam analisis kualitatif dan semi-kuantitatif) untuk kedua konsekuensi dan kemungkinan menggunakan data dari berbagai sumber. tidak berarti setiap katup yang realistis untuk risiko seperti yang dicoba dalam analisis kuantitatif.Kualitas analisis tergantung pada keakuratan dan kelengkapan dari nilai-nilai numerik yang digunakan. skala kualitatif seperti yang dijelaskan di atas diberikan nilai. Angka-angka dapat dikombinasikan dengan salah satu dari berbagai formula asalkan sistem yang digunakan untuk prioritas sesuai dengan sistem yang dipilih untuk menetapkan nomor dan menggabungkan mereka.

K 3 .16 | M A N A J E M E N R E S I K O I D 4 .

Keputusan untuk menghindari atau menolak risiko sebaiknya memperhatikan informasi yang tersedia dan biaya pengendalian risiko. o Masukan informasi untuk pertimbangan tahapan pengendalian. Transfer risiko Alternatif transfer risiko ini. Penghindaran risiko lebih menguntungkan dibandingkan dengan pengendalian risiko yang dilakukan sendiri. Alokasi sumber daya tidak terganggu. Kemampuan sumber daya yang ada tidak memadai untuk pengendalian. b. Mengurangi konsekuensi d. Mengurangi probabilitas c. 17 | M A N A J E M E N R E S I K O I D 4 . rencana pengendalian dan pelaksanaan pengendalian. iv. Penghindaran risiko Beberapa pertimbangan penghindaran risiko : i. Kemungkinan kegagalan pengendalian risiko. o ambaran tentang kerugian yang mungkin terjadi baik dalam parameter biaya ataupun parameter lainnya.d) Evaluasi Risiko Evaluasi Risiko adalah membandingkan tingkat risiko yang telah dihitung pada tahapan analisis risiko dengan kriteria standar yang digunakan. o Gambaran tentang prioritas risiko yang perlu ditanggulangi.K 3 . e) Pengendalian risiko Pengendalian risiko meliputi identifikasi alternatif-alternatif pengendalian risiko. dilakukan setelah dihitung keuntungan dan kerugiannya. ii. v. Hasil Evaluasi risiko diantaranya adalah: o Gambaran tentang seberapa penting risiko yang ada. iii. analisis pilihan-pilihan yang ada. Identifikasi Pengendalian Risiko pengendalian yang dapat dilakukan dapat dilihat di bawah ini: a.

18 | M A N A J E M E N R E S I K O I D 4 . kriteria risiko dapat diperkuat untuk mencapai tingkat semakin baik manajemen risiko. g) Berkomunikasi dan berkonsultasi 1.f) Memantau dan review Memantau dan meninjau kinerja sistem manajemen risiko dan perubahan yang mungkin mempengaruhi itu. Berkomunikasi dan berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan internal dan eksternal yang sesuai pada setiap tahap dari proses manajemen risiko dan mengenai proses secara keseluruhan. Manajemen risiko dapat diterapkan pada berbagai tingkatan dalam suatu organisasi. Manajemen risiko adalah proses berulang yang dapat berkontribusi untuk perbaikan organisasi. 3. Hal ini dapat diterapkan pada tingkat strategis dan di tingkat operasional. cukup untuk memenuhi audit independen. Untuk setiap tahap proses pencatatan harus disimpan. Ini dapat diterapkan untuk proyek-proyek tertentu. Dengan setiap siklus. untuk membantu tertentu atau untuk mengelola daerah-daerah tertentu risiko yang diakui.K 3 . 2.

K 3 .Penjabaran tahapan manajemen resiko PERSIAPAN  Konteks strategi  Konteks organisasi  Konteks manajemen resiko  Pengembangan kriteria  Struktur kebijakan Identifikasi risiko  Apa yang bisa terjadi  Bagaimana itu bisa terjadi Analisa resiko Penentuan Alternatif-Alternatif Kontrol Pemantauan dan review Komunikasi dan konsultasi Menentukan Akibat Menentukan Kemungkinan Perkiraan tingkat resiko Evaluasi Resiko  Membandingkan kembali dengan kriteria standar  Penetapan prioritas resiko Ya Resiko diterima Penilaian risiko Tidak Penanggulangan resiko  Identifikasi penanggulangan resiko  Evaluasi pilihan penanggulangan  Memilih penanggulangan  Menyiapkan rencana penanggulangan  Implementasi penanggulangan 19 | M A N A J E M E N R E S I K O I D 4 .

'Tak mungkin' dan 'Langka'.K 3 . Meskipun banyak matriks risiko standar yang ada dalam konteks yang berbeda (US DoD. tingkat keparahan kerusakan dapat dikategorikan sebagai:     Bencana . ISO). Sebuah Matrix Risiko adalah matriks yang digunakan selama Risk Assessment untuk menentukan berbagai tingkat risiko sebagai produk dari kategori bahaya probabilitas dan tingkat keparahan kategori membahayakan. jumlah rata-rata kerugian atau lebih konservatif jumlah kredibel maksimum bahaya ).Satu Kecil Cedera Kemungkinan bahaya terjadi secara mungkin dikategorikan sebagai 'tertentu'. Secara statistik. Sebagai contoh. 'Kemungkinan'. jumlah risiko biasanya dikategorikan ke dalam sejumlah kecil tingkat karena baik probabilitas maupun keparahan kerusakan biasanya dapat diperkirakan dengan akurasi dan presisi. proyek individu dan organisasi mungkin perlu untuk membuat sendiri atau tailor mereka matriks risiko yang ada.Satu Kematian atau Cedera Parah Beberapa Marginal . Dalam prakteknya. kecelakaan).Satu parah Cedera atau Cedera Kecil Beberapa Diabaikan . 20 | M A N A J E M E N R E S I K O I D 4 .II. Namun harus diperhatikan bahwa probabilitas yang sangat rendah tidak mungkin sangat handal. NASA. 'Kemungkinan'.5 MATRIX MANAJEMEN RESIKO Sebuah Risiko adalah jumlah kerugian yang dapat diharapkan terjadi selama jangka waktu tertentu karena acara bahaya tertentu (misalnya. Ini adalah mekanisme sederhana untuk meningkatkan visibilitas risiko dan membantu pengambilan keputusan manajemen. tingkat risiko dapat dihitung sebagai produk dari probabilitas yang merugikan terjadi (misalnya.Beberapa Kematian Kritis . bahwa kecelakaan terjadi) dikalikan dengan tingkat keparahan kerugian yang (yaitu.

Hal ini akan dilakukan dengan menimbang risiko dari suatu peristiwa yang terjadi terhadap biaya untuk melaksanakan keselamatan dan manfaat yang diperoleh dari itu.The Matrix Risiko yang dihasilkan bisa jadi: Tak berarti Kecil Kritis Bencana Tertentu Tinggi Tinggi Ekstrim Ekstrim Mungkin Moderat Tinggi Tinggi Ekstrim Mungkin Rendah Moderat Tinggi Ekstrim Tidak mungkin Rendah Rendah Moderat Ekstrim Langka Rendah Rendah Moderat Tinggi Perusahaan atau organisasi kemudian akan menghitung apa tingkat Risiko mereka dapat mengambil dengan berbagai aktivitas. 21 | M A N A J E M E N R E S I K O I D 4 .K 3 .

 Kesalahan." mengarah ke yang lebih buruk dari-acak keputusan. Matriks Risiko keliru dapat menetapkan peringkat kualitatif lebih tinggi untuk risiko kuantitatif lebih kecil. Matriks risiko Khas dapat benar dan tegas dibandingkan hanya sebagian kecil (misalnya. Mereka dapat menetapkan peringkat identik dengan risiko kuantitatif sangat berbeda ("rentang kompresi"). Untuk risiko dengan frekuensi berkorelasi negatif dan severities.K 3 . 22 | M A N A J E M E N R E S I K O I D 4 . [4] Tony Cox berpendapat bahwa matriks risiko mengalami beberapa fitur matematika bermasalah sehingga sulit untuk menilai risiko.Berikut ini adalah contoh matriks dengan risiko kecelakaan tertentu dialokasikan untuk selsel yang tepat dalam matriks: Tak berarti Kecil Kritis Bencana Tertentu Stubbing Toe Mungkin Kecelakaan Mobil Kecil Mungkin Mayor Mobil Kecelakaan Tidak mungkin Pesawat Kecelakaan Langka Mayor Tsunami Masalah dengan Matrix Risiko Dalam artikelnya "Apa yang Salah dengan Matriks Risiko? '.Ini adalah:  Resolusi miskin. kurang dari 10%) dari pasangan yang dipilih secara acak dari bahaya. mereka bisa menjadi "lebih buruk daripada tidak berguna.

Alokasi efektif sumber daya untuk mengurangi risiko penanggulangan tidak dapat didasarkan pada kategori yang disediakan oleh matriks resiko.  Input dan Output ambigu. dan hanya dengan penjelasan cermat penilaian tertanam. Kategorisasi keparahan tidak dapat dilakukan secara obyektif untuk konsekuensi pasti. Alokasi Sumber Daya suboptimal. frekuensi dan keparahan kategorisasi) dan output yang dihasilkan (yaitu. dan pengguna yang berbeda dapat memperoleh peringkat berlawanan dari risiko kuantitatif yang sama. Masukan untuk matriks risiko (misalnya. peringkat risiko) membutuhkan interpretasi subyektif. 23 | M A N A J E M E N R E S I K O I D 4 . Keterbatasan ini menunjukkan bahwa matriks risiko harus digunakan dengan hati-hati.K 3 .

Secara naluri setiap makhluk pasti memiliki sisi pemikiran baik untuk menghindari atau mengurangi dari dampak resiko tersebut.BAB III III. Dan Manajemen Resiko itu sendiri memiliki berbagai proses dan tahapan dalam melaksanakan atau mengatur untuk meminimaliskan suatu resiko atau hazard(bahaya).K 3 . Tapi juga harus secara umum dan luas. Sesungguhnya manajemen resiko ini pun sendiri sudah terdapat dalam diri kita masing-masing yang hanya saja terkadang masih tidak kita sadari. Dari sisi Manajemen Resiko sendiri memiliki beragam pengertian dan yang simpulkan adalah sebagai tindakan dalam memanage atau mengatur dan meminimalis secara sistematis dan obyektif suatu hal.1. Manajemen Resiko pun tidak hanya harus dipelajari oleh lingkungan K3. 24 | M A N A J E M E N R E S I K O I D 4 . KESIMPULAN Manajemen Resiko merupakan suatu pendidikan atau pengetahuan dasar yg harus dimiliki oleh seorang SAFETY / HSE.

GOOGLE http://sultanblack.ruleworks.html http://www.au http://www.blogspot. DAFTAR PUSTAKA .co.uk 25 | M A N A J E M E N R E S I K O I D 4 .html http://mbegedut.WIKIPEDIA .K 3 .safework.com/2012/06/pengertianmanajemen-resiko-menurut.gov.com/2009/06/prinsip-prinsipdasar-manajemen-risiko.III.blogspot.sa.2.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->