Anda di halaman 1dari 6

Divertikulum dan Polip Kolorektal Divertikulum Kolorectal Difinisi Kolorectal divertkulum adalah suatu bentukan kantong seperti protrusion

dari mukosa melalui komponen otot dinding kolon. Istilah diverikular disease atau diverticulosis digunakan untuk menunjukan kejadian diverticular tanpa adanya suatu inflamasi sedangkan istilah diverticulitis digunakan untuk sebuah kasus diverticular yang terkait infeksi yang umumnya diikuti dengan kejadian dari perforasi mikro atau makroskopik.1 Etiologi Etiologi dari penyakit ini multifactorial, dan biasanya sulit dimengerti, kemungkinan prosess multifactorial itu terjadi akibat dari pola diet sehari-hari(khususnya pada diet rendah serat). Diet rendah serat tadi mengubah tekanan kolon, motilitasnya dan struktur dinding kolon selain itu proses penyakit ini juga terkait proses degenerative.1 Epidemiologi Di seluruh dunia penyebaran penyakit diverticulosis terjadi pada usia lebih dari 65 tahun dan terjadi lebih dari 65% kejadian kasus tersebut. Insiden dari penyakit ini meningkat secara dramatis seiring dengan peningkatan waktu, pada 5% populasi di eropa penyakit ini terjadi pada usia diatas 50 tahun, lebih dari 50% populasi pada decade ke 8 dan 60% pada decade ke 9.1,2 Ratio kejadian pada laki-laki dan perempuan sama, dimana 10-25% memiliki efek simptomatis, dengan 15% pasien mengalami komplikasi singnifikant, tingkat kematian akibat penyakit ini antara 12-36%.2 Patofisiologi Kolon diverticulum disebabkan peningkatan tekanan intraluminal dan segmentasi dari kolon akibat dari motilitas yang abnormal. Hal ini menyebabkan bentukan hernia dari mukosa melalui lapisan otot, pada titik puncak dari penyakit ini, menghasilkan penekanan pada

pembuluh darah antara taenia coli. Bisa juga terbentuk suatu psedoverticula jika tidak melibatkan lapisan otot.2 Sigmoid kolon adalah tempat yang umum terbentuknya diverticula, karena sigmoid memiliki diameter yang lebih kecil pada kolon dan memiliki pola motiilitas yang berbeda dan kurang begitu lentur dibandingkan dengan kolon asenden. Tekanan intraluminal pada kolon pasien diverticular biasanya 9 kali lebih tinggi dibandingkan daripada pasien tanpa diverticulitis. Diverticula pada sudut kanan kolon jarang terjadi, umumnya terjadi di ASIA hal ini terjadi diduga terkait factor predisposisi genetic.2 Diet rendah serat mengurangi massa dari feses dan memperpanjang waktu transit makanan di kolon, hal ini meningkatkan tekanan intraluminal. Penelitian terbaru menunjukan penyakit diverticular terjadi berkaitan dengan perubahan pola diet dan terjadi perubahan mikroekologi dari pasien. Diet rendah serat merubah mikroflora host dari kolon dan hal ini menghasilkan perubahan pada reaksi system imun tubuh. Waktu transit yang lama juga meningkatkan kemungkinan untuk eksposur dari suatu agen intraluminal.2 Bentuk nyeri abdominal berulang yang dialami pasien mirip dengan pasien dengan kasus IBS. Pada pasien bisa terjadi perubahan motilitas dan sensitivitas usus sebagai akibat dari inflamasi mukosa. Diduga diverticular disease bisa terbentuk dari IBD.2 Obat NSAID dapat mempengaruhi kondisi pasien diverticulum menjadi perdarahan dan perforasi. Karena obat ini, mempengaruhi dari pada sintesis dari prostaglandin yang berefek pada mucosal barrier dan menghasilkan kerusakan mukosa, meningkatkan permeabilitas kolon dan translokasi bakteri.2 Manifestasi Klinis Diverticulosis biasanya asymptoms, pada gambaran akut bisa terjadi obstruksi pada saluran cerna, bisa terjadi tanda-tanda mikroperforasi akibat diverticulum dan infeksi sekunder dari kolon. Perluasan terjadinya perforasi dapat mengakibatkan diverticulitis berkembang menjadi peritonitis. Dari kejadian perforasi tersebut dapat ditentukan derajat dari akut diverticulitis.2

Berdasarkan Sumber Kepustakaan nomor 2

Divertikulosis bisa juga terjadi simptomatik apabila terdapat suatu komplikasi dari kondisi penyakit tersebut. Terdapat gejala mual, muntah, dan distensi abdomen(tanda obstruksi) jika terjadi komplikasi berupa stricture kolon. Komplikasi juga bisa terbentuknya fistula antara kolon dan vesika urinaria sehingga mengakibatkan urinary track infection, pneumaturia, dan faecaluria.1

Sumber Kepustakaan nomor 1

Penegakan Dagnosa Pemeriksaan penunjang yang digunakan untuk menegakan diagnose berdasarkan pemeriksaan radiologi untuk memilihat gambran kolon yang mengalami diverticulosis. Pemeriksaan foto polos abdomen dapat dilakukan pada pasien dan terdapat gambaran filling defect. Pemeriksaan Radiologi lain yang dapat membantu menegakan diagnose ada CT-scan dan USG.1,2 Pemeriksaan USG memiliki sensitifitas 94%, sedangkan CT-scan memiliki sensitivitas 97% dengan speksifitas 98% dengan akurasi sekitar 98%.1 Penatalaksanaan

Prognosis Komplikasi

Polip Recti Difinisi Polyp berasal dari bahasa yunani yaitu polypus yang artinya many footed, istilah ini digunakan untuk pertumbuhan peduculated dari mukosa intestinal.5 sedangkan yang dimaksud dengan polyp recti adalah fibroepitelial polyp dari anus, yang merupakan hypertropi dari bagian papilla analis.3 Etiologi Penyebab polyp recti, biasanya multifactorial dan bisa terkait genetic. Epidemiologi Bentuk polyp yang paling sering adalah yang berbentuk polyp adenomatous, sedangkan polyp hamartomatous adalah jenis polyp yang paling jarang.

Dikutip berdasarkan sumber kepustakaan nomer 4

Dari data epidemiologi yang ada dalam tabel diatas dapat disimpulkan bahwa kemungkinan terjadinya poly pada laki-laki dan perempuan sama, dimana semakin meningkatnya usia terjadi peningkatan juga terhadap resiko mengalami polyp. Patofisiologi Polyp recti merupakan fibroepitelial polyp dari anus, yang merupakan hypertropi dari bagian papilla analis. Struktur ini dibentuk oleh hyperplasia dari jaringan ikat di sekitar kolom anal. Biasanya ukurannya relative kecil dan sifatnya asimptomatik. Seiring dengan inflamasi berulang yang terus terjadi polip bisa terus membesar pada rectum dan bisa membuat sulit dibedakan dengan adenomatous polyp. Fibroepithelial polyp anus harus dimasukan dalam diagnosis banding dari otot polos yang letaknya dekat dengan anal verge, khususnya terjadi pada pasien dengna riwayat dari infeksi kronis atau iritasi dari zat iritatif.3

Penegakan Diagnosa Penatalaksanaan Prognosis Komplikasi Daftar Pustaka


1. ONeill S, Ross P, McGarry P, & Yalamarthi S, Latest Diagnosis and Management of

Diverticulitis, BJMP, 2011;4(4):a443


2. Kevin Ooi & W Wong S, Management of Symptomatic Colonic Diverticular Disease,

MJA, 2009;190:37-40 3. Galanis I, et al. Obstruktif Ileus Due to a Giant Fibroepithelial Poly of the Anus, World J Gastroenterol, 2009;15(29):3687-3690 4. Veruttipong D, et al. Age Distribution, Poly and Rectal Cancer in the Egyptian Population-Based Cancer Registry, 2012;18(30): 3997- 4003
5. Zivkovic V, el al. Hereditary Hamartomatous Gastrointestinal Polyposis Syndrome,

Scientific Journal of the Faculty of Medicine in Nis, 2010;27:93-103