Anda di halaman 1dari 2

III.

PENUTUP

Angiofibroma nasofaring adalah suatu tumor nasofaring yang secara histologis jinak tetapi secara klinis bersifat ganas karena mempunyai kemampuan mendestruksi tulang dan meluas ke jaringan sekitarnya. Tumor ini banyak ditemukan pada pria kisaran umur 14-25 tahun. Etiologi tumor ini masih belum jelas, diduga akibat ketidakseimbangan hormonal yaitu overproduksi estrogen atau defisiensi androgen.

Angiofibroma nasofaring juvenil merupakan tumor yang jarang ditemukan, diperkirakan hanya 0,05% dari keseluruhan tumor kepala dan leher. Insidensi di berbagai negara diperkirakan 1 per 5000 sampai 1 per 50.000 dari jumlah keseluruhan pasien THT.

Diagnosis

ditegakkan

berdasarkan

anamnesis,

pemeriksaan

klinis

dan

pemeriksaan radiologis. Trias gejala dan tanda klinis adalah epistaksis masif berulang, obstruksi hidung dan adanya massa di nasofaring sangat mendukung kecurigaan adanya angiofibroma.
30

Pembedahan merupakan terapi pilihan utama meskipun sering mengalami kesulitan, karena sulitnya mencapai daerah nasofaring, perdarahan yang hebat, serta sifat tumor yang mengekspansif ke ruang-ruang di sekitar nasofaring serta seringnya terjadi residif. Angka kekambuhan setelah terapi dilaporkan bervariasi antara 0% hingga 57%.

31