Anda di halaman 1dari 37

FISIOLOGI SINAPS DAN KONTRAKSI OTOT

PIPIET WULANDARI

Membran Sel

Lapisan ganda lipid

Fosfolipid memiliki tulang punggung glisero yang berupa kepala hidrofilik dan dua asam lemak yang hidrofobik lipid bilayer larut lemak (CO, steroid) bisa melintas larut air (glukosa, Na) carier atau pori Protein integral tertanam dalam membran melalui interaksi hidrofobik, meliputi saluran ion, protein carier, reseptor, protein G (protein pengikat guanosin 5- trifosfat) Protein perifer interaksi elektrostatik

Protein

Lanjut..

Hubungan interseluler
Tight junction, zonula okluden
Lintasan u solut berdasar ukuran, muatan Permeable di tbl proximal ren, kandung empedu Impermeabel di tubulus distal ren

Gap junction
Komunikasi antar sel, Memungkinkan aliran arus dan perangkaian elektris antara sel miokard

Komposisi &Transpor Ion

hIon

Concentration inside cell/mmol dm-3

Concentration outside cell/mmol dm-3

Why dont the ions move down their concentration gradient?

K+

150.0

2.5

Na
+

15.0

145.0

K+ ions do not move out of the neurone down their concentration gradient due to a build up of positive charges outside the membrane. This repels the movement of any more K+ ions out of the cell. The chloride ions do not move into the cytoplasm as the negatively charged protein molecules that cannot cross the surface membrane repel them.

Cl-

9.0

101.0

Transportasi Melintasi Membran Sel


Difusi sederhana downhill, ke gradien elektrokimia yg lbh rendah Trans yg diperantarai pembawa (carier)

Stereospesifitas: D-glukosa dan L-isomer Saturasi Kompetisi: menempati site

Difusi yg difasilitasi (carier)


Co : glukosa ke seol otot dan adiposa, perlu insulin dan dihambat oleh galaktosa

Lanjut..

Transport aktif primer


uphill, perlu ATP, diperantarai pembawa Co :
pompa Na+ K+ ATP ase (3Na+/2K+), Mp Ca2+ ATP ase dlm retikulum sarkoplasma (SERCA), Mp H+ K+ ATP ase (pompa proton) di sel parietal lambung

Trans aktif sekender


Coupled, salah satu solut (Na) downhill u beri energi solut lainnya uphill
Kotransport / symport Na+-glukosa (solut bergerak ke arah sama) di tbl prox ren & Intestine Kontertransport, pertukaran Na+ Ca+ (Ca+ uphill, Na downhill)

After-depolarization: Penurunan lambat


After-hyperpolarization: Di bawah aras polarisasi

Potensial difusi & potensial ekuilibrium

Saluran ion
Saluran berpintu voltase (voltage-gate chanel)
Aktivasi sal Na+ dlm serabut saraf dibuka oleh depolarisasi, saat terbuaka saraf permeabel thd Na+ (co : cetusan potensial aksi) Inaktivasi sal Na, impermeabel, fase repolarisasi potensial aksi saraf

Saluran berpintu ligand


Buka/tutup melalui kerja hormon, second messenger, neurotransmitter Co: reseptor nikotinik u Ach di motor end plate , permeabel thd Na+ dan K+ shg tjd depolarisasi

Lanjut..

Potensial difusi
Beda pot yg timbul di suatu membran krn perbedaan konsentrasi ion Hanya dapat dihasilkan jk membran permeabel

Potensial ekuilibrum
Pot difusi yg melawan kecenderungan tjdnya difusi yg ditimbulkan o beda konsentrasi Ekuilbrium elektrokimia, gaya dorong kimiawi dan elektris yg bekerja pd sebuah ion adl sama dan berlawanan shg tdk tjd

Potensial membran istirahat

Potensial intraseluler thd ekstaseluler (-70 mV 70 mV sel negatif) Dihasilkan oleh pot difusi yg tjd krn perbedaan konsentrasipd ion2 yg permeabel Setiap ion permeabel berupaya u mendorong potensial membran ke arah pot ekuilibrium (ion dg perm tertinggi kontribusi terbesar) Co: saraf -70mV dekat dg pot ek K+ (-85) dan jauh dari Na+ (+65) saat ist, membran saraf jauh lebih permeabel thd K+ dr Na+ Pompa Na+K+, kontribusi elektrogeniknya kecil, hanya mempertahankan gradien konsentrasi Na+ dan K+ di seluruh membran sel yg menghasilkan pot difusi

Potensial aksi

Definisi
Depolarisasi: pot membran mjd kurang negatif Hiperpolarisasi: pot membran mjd lebih negatif Inward current / arus ke dalam: aliran muatan (+) ke dlm sel menimbulkan depolarisasi Outward current: aliran muatan (+) ke luar sel hiperpolarisasi Pot aksi: mrp sifat sel yang dpt dieksitasi (otot & saraf) yg tdr depolarisasi cepat (upstroke) diikuti o repolarisasi. Memiliki ukuran & bentuk stereotipik, bersifat propangating & all-or-none Ambang / threshold pot mbr dmn pot aksi tdk dapat dihindarkan lagi, inward>outwarddepolarisasi akan bertahan (self sustaining) dan menimbulkan upstroke potensial, jika inward<outward tdk tjd pot aksi

Pot membran istirahat (-70mV)

Lanjut -dasar ionik potensial aksi pd saraf-

Akibat konduktan resting yang tinggi thd K+ Sal Na tertutup dan konduktan Na+ rendah

Upstroke potensial aksi (oleh inward Na+ current)


Inward depolarisasi hingga mencapai threshold Depolarisasiaktivasi sal Na+ yg cepat & konduktan Na+ (> konduktan K+) tetapi tidak mencapai pot ek Na+ (+65mV) Tetradoksin dan lidocain: penyekat voltage-gate Na+

Repolarisasi potensial aksi (oleh outward K+ current)


Depolarisasi juga menutup inaktivasi sal Na+ (tai lebih lambat drpd kec membuka pintu Na+) konduktan Na kembali ke nol Depolarisasi membuka src perlahan sal K+ & menaikkan konduktan K+ Efek gabungannya konduktan K+>Na+

Undershoot

Lanjut periode refrakter

Periode refrakter absolut


Ketika pot aksi lain tdk dapat ditimbulkan betapapun besarnya stimulus Pintu inaktivasi Na tertutup selama depolarisasi sampai tjd repolarisasi, tdk ada pot aksi yg timbul sampai pintu inaktivasi terbuka

Periode refrakter relatif


Saat periode ref absolut sd kembali ke resting pot Konduktan K+ > istirahat dan pot ek lbh dekat ke K+ shg makin jauh dr threshold shg perlu inward current >>>

Akomodasi
Ketika mebr sel dipertahankan pd tk terdepolarisasi shg pot ambang dilewati tanpa tercetus potensial aksi Hiperkalemia (terdepolarisasi o K+) kelemahan otot

Lanjut- penjalaran potensial aksi Melalui penyebaran arus lokal ke membran sekitarnya yg kmd mengalami depolarisasi ke threshold pot aksi Kec konduksi ditingkatkan oleh :

Peningkatan ukuran serabut Mielinisasi, sebagai insulator konduksi saltatorik krn pot aksi hanya dapat ditimbulkan di nodus ranvier

After-depolarization: Penurunan lambat


After-hyperpolarization: Di bawah aras polarisasi

SINAPS

Transmisi Neuromuskular dan Sinaps

Karakteristik sinaps kimia


Pot aksi presinaps menyebabkan depolarisasi terminal presinaps Ca memasuki terminal presinaps shg tjd pelepasan neurotransmitter ke celah sinaps Neurotransmitter bergabung dg reseptor membran postsinaptiktjd perubahan permeabilitas thd ion perubahan pot membran Neurotransmitter inhibisi hiperpolarisasi, eksitasi depolarisasi mebran postsinap

Lanjut Neuromuskular junction - antara akson motoneuron & otot skelet Sinaps

Neurotransmitter ACh, reseptor nikotinik Sintesis Ach di presinap


Kolin asetiltransferase mengkatalisis asetil koenzim A dan kolin mjd Ach Ach disimpan dlm vesikel sinaptik bersama dg ATP

Depolarisasi terminal presinap membuka sal Ca masuk ke presinap Pengambilan Ca pelepasan Ach ke celah sinaps Difusi Ach ke postsinap & berikatan dg reseptor

Reseptor nikotinik jg mrp sal Na+ K+ (ligand-gate)

End Plate Potensial (EPP) dlm membran postsinap


Sal Na+ dan K+ sama2 terbuka depolarisasi hingga halfway antara pot ek Na+ dan K+ (=0 mV) Satu vesikel sinaps miniature EPP, yi EPP terkecil yg ada

Metabolisme Ach/ asetil kolin dan NE/ norepinefrin (saraf kolinergik & adrenergik)

ACE = asetil kolin esterase COMT = katekol O metil transferase MAO = mono amin oksidase

Lanjut NMJ

Depolarisasi membran otot di dekatnya hingga mencapai potensial ambang


Pot aksi di otot diikuti oleh kontraksi

Degradasi Ach
Asetilkoliesterase Separo kolin akan kembali ke presinap melalui kotransport Na+-kolin & u sintesis baru Inhibitor Ach E = neostigmin Hemikolinium, menyekat reuptake kolin deplesi simpanan Ach

Miastenia gravis

Antibodi pada reseptor Ach jml reseptor turun penurunan EPP kelemahan otot dan mudah lelahneostigmin akan memperpanjang kerja ACh

Ketika potensial aksi mencapai terminal:


Voltage-gated Ca+2 channels terbuka Ca+2 masuk ke sel

Lanjut- Transmisi sinaptik

Tipe-tipe penyusunan

One-to-one synapses (NMJ)

Many-to-one synapses (motoneuron spinal)


Sebuah potensial aksi tunggal tidak cukup u memproduksi pot aksi

Sebuah pot aksi dlm presinap (n.motorik) menghasilkan sebuah pot aksi dlm postsinap (otot)

Asupan pd sinaps

Sel post sinap mengintegrasikan asupan eksitasi dan inhibisi jk jml mencapai threshold a tjd pot aksi Eksitatory posynaptic potential (EPSP) terbukanya sal Na+ K+, Ach, epinefrin/nor, dopamin, glutamat Inhybitory postsynaptic potentials (IPSP)

Grup Asetil kolin Asam amino

Neurotransmiter Asetil kolin Gamma-amino butyric acid (GABA) Glutamat Aspartat Glisin

Fungsi Eksitatoris, inhibitoris; otot, kelenjar, memori Inhibisi (IPSP) neuron otak EPSP (neuron otak) EPSP (neuron otak) IPSP (medulla spinalis)

Grup

Neurotransmiter

Fungsi Neuron adrenergik, EPSP, kesiagaan (arousal), motorik

Monoamin Dopamin

Histamin
NE

EPSP
EPSP & IPSP. Kesiagaan, motorik, fungsi visera (pengaturan panas, reproduksi)

Tidur, mood, nafsu makan, Serotonin (5hidroksitriptamin EPSP / 5 HT)

Grup

Neurotransmiter

Fungsi

Neuropeptida Somatostatin
Endorphins, enkephalins Susbtansi P

Hambat sekresi Growth Hormone


Analgetika Mediasi rasa nyeri

skeletal muscle

Struktur dan filamen otot


Setiap serabut otot memiliki banyak nukleus dan berperilaku sebagai suatu unit tunggal, mengandung berkasberkas miofibril yang dibungkus oleh SR dan diinvaginasi oleh tubulus T ( t. Tranfersus) Setiap miofibril mengandung filamen tebal dan tipis yang saling membujur dalam sarkomer Pengulangan unit2 sarkomer (Z to Z

Filamen tebal
Dalam pita A pada pusat sarkomer Mengandung miosin Miosin memiliki satu pasang rantai berat dan dua pasang rantai ringan Setiap molekul miosin memiliki 2 kepala yang melekat pada ekor tunggal.kepala miosin mengikat ATP serta aktin dan terlibat dalam pembentukan jembatan silang.

Filamen tipis
Terkait pada garis Z, pada pita I Mengandung aktin, tropomiosin, troponin Troponin mrp protein regulasi u/ pembentukan jembatan silang ketika berikatan dengan Ca Troponin mrp kompleks3 protein globular :

T. Tropomiosin melekatkan kompleks troponin pada tropomiosin T. Inhibisi menghambat interaksi aktin dan miosin T.C (Ca) protein pengikat Ca

Tubulus T
Jaringan tubulus yg luas, terbuka ke arah ekstraseluler dan membawa depolarisasi dari membran sarkolema ke itrior sel Terletak pa tempat pertemuan pita A dan I Mengandung protein sensitif voltase (reseptor dihidropiridin). Depolarisasi menyebabkan perubahan struktural pada reseptor ini

SR
Mrp struktur tubulus internal yang menjadi lokasi penyimpanan Ca dan pelepasannya u perangkaian eksitasikontraksi Memiliki sisterna terminal yg menghasilkan kontak erat dg tubulus T dalam penyusunan triad Membran mengandung Ca ATPase (pompa Ca) yang membawa Ca dr cairan intraseluler ke dalam bagian