Anda di halaman 1dari 7

BAB IV ARRAY DAN FUNGSI

4.1 Array Yang dimaksud dengan array adalah sekumpulan data atau juga dapat diartikan pemetaan antara key dan value (key => value). Kumpulan data tersebut dinamakan elemen array. Elemen array tersusun secara index, elemen pertama berindex 0, elemen kedua berindex 1 dan seterusnya. Bentuk umum penulisan array adalah sebagai berikut: Array(elemen array) Contoh : array(PHP,ASP,JSP,CFML) 4.1.1 Fungsi Array Tipe data array memiliki pointer yang menunjukkan pada index ke berapa yang saat itu sedang aktif. Fungsi yang dapat mengetahui posisi pointer, yaitu: 1. Key(), berfungsi untuk mengetahui posisi pointer pada nomor index elemen array berada. 2. Current(), berfungsi untuk mengetahui nilai elemen tersebut. 3. Next(), berfungsi untuk menempatkan pointer ke posisi berikutya. 4. Prev(), berfungsi untuk menempatkan pointer ke posisi sebelumnya. 5. End(), berfungsi untuk menempatkan posisi pointer ke posisi akhir. 6. Reset(), berfungsi untuk menempatkan pointer ke posisi awal atau pertama. Contoh penerapan fungsi-fungsi tersebut : a. Menampilkan Index terendah ke index Tertinggi dengan menggunakan fungsi next() <?php //Ascending $Asia=array("Jepang","Korea Selatan","Indonesia","India","Singapura","Malaysia"); for($i=0;$i<=5;$i++) { $posisi_pointer=key($Asia); $posisi_value=current($Asia); echo"Saat ini pointer berada pada index : $posisi_pointer dan terletak pada elemen : $posisi_value <hr size=3>"; next($Asia); } ?> Hasil di browser : Saat ini pointer berada pada index : 0 dan terletak pada elemen : Jepang Saat ini pointer berada pada index : 1 dan terletak pada elemen : Korea Selatan Saat ini pointer berada pada index : 2 dan terletak pada elemen : Indonesia Saat ini pointer berada pada index : 3 dan terletak pada elemen : India Saat ini pointer berada pada index : 4 dan terletak pada elemen : Singapura Saat ini pointer berada pada index : 5 dan terletak pada elemen : Malaysia

Pemrograman PHP

b. Menampilkan Index Tertinggi ke Index Terendah dengan Menggunakan Fungsi Prev() dan end() Scriptnya : <?php //Descending $Eropa=array("Inggris","Italia","Belanda","Portugal","Spanyol","Perancis"); end($Eropa); for($y=0;$y<=5;$y++) { $posisi_pointer2=key($Eropa); $posisi_value2=current($Eropa); echo"Saat ini pointer berada pada index : $posisi_pointer2 dan terletak pada elemen : $posisi_value2 <hr size=3>"; Prev($Eropa); } ?> Hasil di browser :

Saat ini pointer berada pada index : 5 dan terletak pada elemen : Perancis Saat ini pointer berada pada index : 4 dan terletak pada elemen : Spanyol Saat ini pointer berada pada index : 3 dan terletak pada elemen : Portugal Saat ini pointer berada pada index : 2 dan terletak pada elemen : Belanda Saat ini pointer berada pada index : 1 dan terletak pada elemen : Italia Saat ini pointer berada pada index : 0 dan terletak pada elemen : Inggris
c. Menampilkan Index Pertama Berikut Elemennya Srciptnya : <?php $Eropa=array("Inggris","Italia","Belanda","Portugal","Spanyol","Perancis"); reset($Eropa); $posisi_pointer2=key($Eropa); $posisi_value2=current($Eropa); echo"Menuju ke index pertama, yaitu : $posisi_pointer2 dan elemennya : $posisi_value2"; ?> Hasil di browser: Menuju ke index pertama, yaitu : 0 dan elemennya : Inggris d. Menampilkan Index Akhir Berikut Elemennya Scriptnya: <?php $Eropa=array("Inggris","Italia","Belanda","Portugal","Spanyol","Perancis"); end($Eropa); $posisi_pointer2=key($Eropa); $posisi_value2=current($Eropa); echo"Menuju ke index Terakhir, yaitu : $posisi_pointer2 dan elemennya : $posisi_value2"; ?>
Pemrograman PHP 2

Hasil di Browser : Menuju ke index Terakhir, yaitu : 5 dan elemennya : Perancis Selain fungsi di atas terdapat fungsi-fungsi array lainnya, diantaranya : Count(), List(), Sort() dan Each(). e. Count() berfungsi untuk menghitung jumlah elemen array Contoh Penerapannya : <?php $Eropa=array("Inggris","Italia","Belanda","Portugal","Spanyol","Perancis"); $Jumlah=count($Eropa); echo"Jumlah elemen array Eropa adalah: $Jumlah"; ?> Hasil di browser: Jumlah elemen array Eropa adalah: 6 f. List()

Berfungsi memberi nilai suatu variabel dari tiap-tiap elemen array. Contoh penerapannya: <?php $Asia=array("Jepang","Korea Selatan","Indonesia","India","Singapura","Malaysia"); list($a,$b,$c,$d,$e,$f)=$Asia; echo"Ini Index 0 elemennya $a<br>"; echo"Ini Index 1 elemennya $b<br>"; echo"Ini Index 2 elemennya $c<br>"; echo"Ini Index 3 elemennya $d<br>"; echo"Ini Index 4 elemennya $e<br>"; echo"Ini Index 5 elemennya $f<br>"; ?> Hasil di browser : Ini Ini Ini Ini Ini Ini Index Index Index Index Index Index 0 1 2 3 4 5 elemennya elemennya elemennya elemennya elemennya elemennya Jepang Korea Selatan Indonesia India Singapura Malaysia

g. Each() Berfungsi untuk mengembalikan pasangan key dan value. Umumnya fungsi ini diterapkan dengan fungsi List(). Contoh Penerapannya : <?php $Elektronik=array("Komputer","Lemari Es","TV","DVD"); while(list($key,$val)=each($Elektronik)) { echo"$Key => $val,"; } ?> Hasil di browser 0 => Komputer,1 => Lemari Es,2 => TV,3 => DVD,

Pemrograman PHP

h. Sort() Berfungsi untuk mengurutkan elemen-elemen array. Contoh Penerapannya :

<?php $Asia=array("Jepang","Korea Selatan","Indonesia","India","Singapura","Malaysia"); sort($Asia); while(list($key,$val)= each($Asia)) { echo"$key => $val<br>"; } ? Hasil di browser: 0 => India 1 => Indonesia 2 => Jepang 3 => Korea Selatan 4 => Malaysia 5 => Singapura 4.1.2 Nested Array Yang dimaksud nested array adalah array bersarang, array yang terdapat di dalam sebuah array. Bentuk umm penulisannya adalah : Array(array(elemen)) Contoh Penerapannya: Dari Data dalam tabel ini akan buat scriptnya menjadi array 2 dimensi: Code TIR OIL SPK Description Tires Oil Spark Plugs Price 100 10 4

<?php $products=array(array('TIR','Tires',100), array('OIL','Oil',10), array('SPK','Spark Plugs',4)); echo '|'.$products[0][0].'|'.$products[0][1].'|'.$products[0][2].'|<br/>'; echo '|'.$products[1][0].'|'.$products[1][1].'|'.$products[1][2].'|<br/>'; echo '|'.$products[2][0].'|'.$products[2][1].'|'.$products[2][2].'|<br/>'; ?> Script di atas dapat ditulis seperti di bawah ini: <?php $products=array(array('TIR','Tires',100), array('OIL','Oil',10), array('SPK','Spark Plugs',4)); for ($row=0;$row<3;$row++) { for($column=0;$column<3;$column++) { echo'|'.$products[$row][$column]; } echo'|<br/>'; } ?>

Pemrograman PHP

Tugas 4.1 Buatlah array 2 dimensi untuk menampilkan daftar harga barang pada tabel di bawah ini. Kode B001 Nama Barang Komputer Harga Rp 3000000 Gambar

B002

Mesin Fotocopy

Rp 10000000

B003

Telepon

Rp 900000

B004

Laptop

Rp 5000000

B005

Printer

Rp 500000

Pemrograman PHP

4.2 Fungsi Fungsi adalah sekumpulan perintah operasi program yang dapat menerima input dan dapat memberikan hasil output berupa sebuah nilai atau sebuah hasil dari operasi. Dapat juga diartikan sekumpulan variabel atau pernyataan yang dapat melakukan proses kecil atau proses besar. Fungsi dideklarasikan dengan statemen function diikuti dengan nama fungsi dan variabel input jika ada. Bentuk umum penulisan fungsi: Function nama_fungsi(variabel1,variabel2,..) { Pernyataan; } Contoh: <?php function test() { print("Ini Dasar Sebuah Fungsi"); } test(); ?> Hasil di browser: Ini Dasar Sebuah Fungsi Fungsi di atas bernama test() yang didalamnya tidak terdapat variabel. Function test() memiliki nilai, yaitu: Ini Dasar Sebuah Fungsi. Mengapa untuk mencetak ke browser, cukup dengan menuliskan test(), tidak menggunakan perintah echo atau print? Alasannya, karena saat pendeklarasian function test() telah menggunakan perintah print. Jadi secara otomatis nilai tersebut telah masuk ke function test(), juga akan tercetak pada browser. Kecuali jika pada saat pendeklarasian function test() menggunakan variabel, untuk mencetak nilai tersebut di browser harus menggunakan perintah echo atau print. 4.2.1 Argumen Fungsi Pada dasarnya fungsi sudah memiliki sebuah nilai, namun dapat juga sebuah fungsi disisipi argumen yang bersifat optional. Secara default, argumen yang dikirim ke fungsi adalah berupa nilai. Contoh: <?php function tulis($tls) { echo("Yang kita tulis : $tls"); } $a="Nama Sukarno"; tulis($a); echo"<br>"; tulis("Bukan Sukarno, melainkan Aku"); ?>

Pemrograman PHP

Hasil di browser: Yang kita tulis : Nama Sukarno Yang kita tulis : Bukan Sukarno, melainkan Aku Function tulis memiliki variabel yang bernama $tls, namun variabel $tls hanya memiliki nilai awal Yang kita tulis :. Selanjutnya Kita akan menyisipkan nilai yang sifatnya berubah-ubah, sehingga diperlukan sebuah argumen variabel $a atau nilai langsung pada function tulis, seperti: tulis(bukan Sukarno, melaikan Aku), jadi secara otomatis Bukan Sukarno, melainkan Aku akan termasuk ke variabel $tls. Sebuah fungsi dapat mengubah nilai variabel yang digunakan sebagai argumen input, dengan cara mengirim argumen ke fungsi sebagai referensi. Tanda yang digunakan untuk mengirim argumen ke fungsi adalah &. Contoh penerapannya adalah sebagai berikut: <?php function awal_fungsi($awal) { echo("Ini nilai awal,"); } $ctk="Sedangkan ini merupakan tambahannya"; //Tidak melakukan proses pengiriman argumen ke fungsi awal_fungsi($awal); echo $awal; echo "<br>"; //Mengirim argumen ke fungsi sebagai referensi awal_fungsi(&$ctk); echo $ctk; ?> Hasil di browser: Ini nilai awal, Ini nilai awal,Sedangkan ini merupakan tambahannya 4.2.2 Mengembalikan Nilai Fungsi Pernyataan yang digunakan untuk mengembalikan nilai suatu fungsi adalah return. Contoh penerapannya: <?php function test($b) { $a="Nilai Ini akan menjadi default"; return($a); } echo test($b); echo "<br>"; print(test("Apakah nilai ini bisa menggantikan nilai default?")); ?> Hasil di browser: Nilai Ini akan menjadi default Nilai Ini akan menjadi default

Pemrograman PHP