Anda di halaman 1dari 5

BAB2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Objek Penelitian

Objek penelitian ini adalah pembuatan Open Graded Asphalt (OGA) atau lebih sering didengar sebagai aspal berpori. Pembuatan dari OGA terdiri dari perancangan campuran sesuai dengan landasan teori, mulai dari pembagian persenan aspal yang digunakan, komposisi agregat pada setiap benda uji, pembuatan mortar dan pemakaian mortar pada OGA. Pengujian yang dilakukan adalah uji Marshall dan uji kuat tekan. Komposisi bahan capuran pada OGA adalah sebagai berikut:

Aspal Modifikasi Polymer

: 3% - 4,5%

Filler

:4%

Agregat

:91,5%-93%

Mortar

: 10% dari total berat benda uji

Sampai saat ini penggunaan OGA kurang diminati untuk pembangunan jalan raya, karena OGA butuh perawatan dan drainase yang khusus. Akan tetapi syarat batasan untuk komposisi dan basil uji OGA sudah tercantum di Departemen Pekerjaan Umum Daerah Khusus lbukota.

2.2

Perkerasan

Perkerasan jalan adalah konstruksi yang dibangun di atas lapisan tanah dasar (subgrade), yang berfungsi untuk menopang beban lalu-lintas. Jenis konstruksi perkerasanjalan pada umumnya ada duajenis, yaitu: l. Perkerasan lentur (jlexible pavement) dan,

2. Perkerasan kaku (rigid pavement)

Selain dari dua jenis tersebut, sekarang telah banyak digunakan jenis gabungan (composite pavement), yaitu perpaduan antara lentur dan kaku.

2.3

Perkerasan Lentur

Perkerasan lentur adalah perkerasan yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat. Lapisan-lapisannya bersifat memikul dan menyebarkan beban lalu-lintas ke tanah dasar yang telah dipadatkan. Lapisan-lapisan tersebut adalah: a. Lapisan permukaan (surface course)

b. Lapisan pondasi atas (base course)

c. Lapisan pondasi bawah (sub-base course)

d. Tanah dasar (supgrade)

Lapisan Pennukaan

Lapisan Pondasi Atas Lapisan Pondasi Bawah Tanah Dasar Gambar 2.1 Lapisan Perkerasan Lentur

2.3.1

Lapisan Permukaan

Lapisan permukaan adalah lapisan permukaan yang paling atas. Lapisan tersebut berfungsi sebagai : a. Bahan perkerasarruntuk menahan beban roda

b. Lapisan rapat air untuk melidungi badan jalan dari kerusakan akibat cuaca

c. Lapisan aus (wearing course)

Bahan untuk lapis permukaan umumnya adalah campuran bahan agregat dan aspal dengan persyaratan bahan yang memenuhi standar. Penggunaan bahan aspal diperlukan sebagai bahan pengikat agregat dan agar lapisan dapat bersifat kedap air. Di samping itu bahan aspal sendiri memberikan bantuan tegangan tegangan tarik yang berarti mempertinggi daya dukung lapisan terhadap beban roda lalu-Iintas. Pemilihan bahan untuk lapis permukaan perlu dipertimbangkan kegunaan, umur rencana, serta pentahapan konstruksi agar dicapai manfaat yang sebesar-besarnya dari biaya yang digunakan.

2.3.2

Lapisan Pondasi Atas

Lapisan pondasi atas adalah bagian lapis perkerasan yang terletak antara lapis permukaan dan lapisan pondasi bawah ( atau dengan tanah ditsar jika tidak menggunakan lapisan pondasi bawah). Lapisan pondasi atas dibuat diatas lapis pondasi bawah yang memiliki

a. Sebagai bagian perkerasan yang menahan beban roda. b. Sebagai perletakan terhadap lapis permukaan. c. Meneruskan limpahan gaya lalu-lintas ke lapis pondasi bawah.

Bahan-bahan untuk lapis pondasi atas umumnya harus cukup kuat dan awet sehingga dapat menahan roda. Sebelum menentukan suatu bahan untuk digunakan sebagai lapisan pondasi atas, hendaknya dilakukan penyelidikan dan pertimbangan sebaik-baiknya sehubungan dengan persyaratan teknik yang ada. Bermacam-macam bahan alam atau bahan setempat (CBR > 50%, PI < 4%) dapat digunakan sebagai bahan lapis pondasi atas, antara lain : batu pecah, kerikil pecah, dan stabililisasi tanah atau kapur.

2.3.3

Lapisan Pondasi Bawah

Lapisan pondasi bawah adalah suatu lapisan perkerasan jalan yang terletak antara lapis tanah dasar dan lapis pondasi atas. Lapisan pondasi bawah dibuat di atas tanah dasar yang berfungsi sebagai: a. Bahan konstruksi perkerasan untuk mendukung dan menyebarkan beban roda b. Menjaga efisiensi penggunaan material yang relatif murah agar lapisan lapisan selebihnya dapat dikurangi tebalnya (penghematan biaya konstruksi) c. Mencegah tanah dasar masuk kedalam lapis pondasi

d. MeJ\iadi lapis pertama agar pelaksanaan dapat berjalan lancar

Campuran-campuran tanah setempat dengan kapur dan semen portland dalam beberapa hal sangat dianjurkan agar didapat bantuan yang efektif terhadap kestabilan konstruksi perkerasan.

2.3.4

Tanah Dasar

Kekuatan dan keawetan konstruksi perkerasan jalan sangat tergantung dari sifat-sifat dan daya dukung tanah dasar. Umunmya persoalan yang menyangkut tanah dasar adalah sebagai berikut : a. Perubahan bentuk tetap (deformasi permanen) dari macam tanah tertentu akibat beban.