Anda di halaman 1dari 35

AKUNTANSI MUSYARAKAH

Oleh kelompok 5

2/1/2013

MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

DEFINISI
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 106
Musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk
suatu usaha tertentu, dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan ketentuan bahwa keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan sedangkan risiko berdasarkan porsi kontribusi dana.

Musyarakah permanen adalah musyarakah dengan ketentuan bagian


dana setiap mitra ditentukan sesuai akad dan jumlahnya tetap hingga akhir masa akad.
MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

2/1/2013

DEFINISI (cont)
Musyarakah menurun (musyarakah mutanaqisha) adalah
musyarakah dengan ketentuan bagian dana entitas akan dialihkan secara bertahap kepada mitra sehingga bagian dana entitas akan menurun dan pada akhir masa akad mitra akan menjadi pemilik penuh usaha tersebut.
mengelola sendiri atau menunjuk pihak lain atas nama mitra tersebut. musyarakah.

Mitra aktif adalah mitra yang mengelola usaha musyarakah, baik

Mitra pasif adalah mitra yang tidak ikut mengelola usaha

2/1/2013

MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Jenis akad
Berdasarkan Eksistensis Syirkah al-milk. Syirkah al-uqud Syirkah al-uqud di bagi 4 Syirkah Syirkah wujuh Syirkah inan, Syirkah mufawwadhah
2/1/2013 MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Jenis akad
Berdasarkan psak Musyarakah permanen adalah musyarakah dengan ketentuan bagian dana setiap mitra ditentukan sesuai akad dan jumlahnya tetap hingga akhir masa akad. Musyarakah menurun (musyarakah mutanaqisha) adalah musyarakah dengan ketentuan bagian dana entitas akan dialihkan secara bertahap kepada mitra sehingga bagian dana entitas akan menurun dan pada akhir masa akad mitra akan menjadi pemilik penuh usaha tersebut
2/1/2013 MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Sumber hukum akad musyarakah


Al- quran A- hadist

2/1/2013

MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

KARAKTERISTIK
Para mitra (syarik) bersama-sama menyediakan dana untuk mendanai suatu usaha tertentu dalam musyarakah, baik usaha yang sudah berjalan maupun yang baru. Selanjutnya mitra dapat mengembalikan dana tersebut dan bagi hasil yang telah disepakati nisbahnya secara bertahap atau sekaligus kepada entitas (mitra lain).

Investasi musyarakah dapat diberikan dalam bentuk kas, setara kas, atau aset nonkas, termasuk aset tidak berwujud, seperti lisensi dan hak paten.
2/1/2013 MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Karena setiap mitra tidak dapat menjamin dana mitra lainnya, maka setiap mitra dapat meminta mitra lainnya untuk menyediakan jaminan atas kelalaian atau kesalahan yang disengaja. Beberapa hal yang menunjukkan adanya kesalahan yang disengaja ialah: a) pelanggaran terhadap akad antara lain penyalahgunaan dana investasi, manipulasi biaya, dan pendapatan operasional; atau b) pelaksanaan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah. Jika tidak terdapat kesepakatan antara pihak yang bersengketa maka kesalahan yang disengaja harus dibuktikan berdasarkan keputusan institusi yang berwenang. Pendapatan usaha musyarakah dibagi di antara para mitra secara proporsional sesuai dengan dana yang disetorkan (baik berupa kas maupun aset nonkas lainnya) atau sesuai nisbah yang disepakati oleh para mitra. Sedangkan rugi dibebankan secara proporsional sesuai dengan dana yang disetorkan (baik berupa kas maupun aset nonkas lainnya).

2/1/2013

MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Jika salah satu mitra memberikan kontribusi atau nilai lebih dari mitra lainnya dalam akad musyarakah maka mitra tersebut dapat memperoleh keuntungan lebih besar untuk dirinya. Bentuk keuntungan lebih tersebut dapat berupa pemberian porsi keuntungan yang lebih besar dari porsi dananya atau bentuk tambahan keuntungan lainnnya.
Porsi jumlah bagi hasil untuk para mitra ditentukan berdasarkan nisbah yang disepakati dari pendapatan usaha yang diperoleh selama periode akad bukan dari jumlah investasi yang disalurkan. Pengelola musyarakah mengadministrasikan transaksi usaha yang terkait dengan investasi musyarakah yang dikelola dalam pembukuan tersendiri.

2/1/2013

MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN


Untuk pertanggungjawaban pengelolaan usaha musyarakah dan sebagai dasar penentuan bagi hasil mitra aktif atau pihak yang mengelola usaha musyarakah harus membuat catatan akuntansi yang terpisah untuk usaha musyarakah tersebut.

AKUNTANSI MITRA AKTIF (NASABAH)


Pada Saat Akad

Investasi musyarakah diakui pada saat menyisihkan kas atau aset nonkas untuk usaha musyarakah.
Pengukuran investasi musyarakah: a) dalam bentuk kas dinilai sebesar jumlah yang disisihkan; b) dalam bentuk aset nonkas dinilai sebesar nilai wajar dan jika terdapat selisih antara nilai wajar dan nilai buku aset nonkas, maka selisih tersebut diakui sebagai selisih penilaian aset musyarakah dalam ekuitas.
2/1/2013 MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Selisih kenaikan aset musyarakah diamortisasi selama masa akad musyarakah. Aset tetap musyarakah yang telah dinilai sebesar nilai wajar disusutkan dengan jumlah penyusutan yang mencerminkan: a) penyusutan yang dihitung dengan historical cost model; ditambah dengan b) penyusutan atas kenaikan nilai aset karena penilaian kembali saat penyisihan aset nonkas untuk usaha musyarakah.

Apabila proses penilaian pada nilai wajar menghasilkan penurunan nilai aset, maka penurunan nilai ini langsung diakui sebagai kerugian. Aset tetap musyarakah yang telah dinilai sebesar nilai wajar disusutkan berdasarkan nilai wajar yang baru.

2/1/2013

MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Biaya yang terjadi akibat akad musyarakah (misalnya, biaya studi kelayakan) tidak dapat diakui sebagai bagian investasi musyarakah kecuali ada persetujuan dari seluruh mitra musyarakah. Penerimaan dana musyarakah dari mitra pasif (misalnya dari bank syariah) diakui sebagai investasi musyarakah dan di sisi lain sebagai dana syirkah temporer sebesar: a) dana dalam bentuk kas dinilai sebesar jumlah yang diterima; dan b) dana dalam bentuk aset nonkas dinilai sebesar nilai wajar dan disusutkan selama masa akad atau selama umur ekonomis apabila aset tersebut tidak akan dikembalikan kepada mitra pasif.
2/1/2013 MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Selama Akad
Bagian entitas atas investasi musyarakah dengan pengembalian dana mitra diakhir akad dinilai sebesar: a) jumlah kas yang disisihkan untuk usaha musyarakah pada awal akad dikurangi dengan kerugian (apabila ada); atau b) nilai tercatat aset musyarakah nonkas pada saat penyisihan untuk usaha musyarakah setelah dikurangi penyusutan dan kerugian (apabila ada). Bagian entitas atas investasi musyarakah menurun (dengan pengembalian dana mitra secara bertahap) dinilai sebesar jumlah kas yang disisihkan untuk usaha musyarakah pada awal akad ditambah dengan jumlah dana syirkah temporer yang telah dikembalikan kepada mitra pasif dan dikurangi kerugian (apabila ada).
2/1/2013 MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Akhir Akad Pada saat akad diakhiri, investasi musyarakah yang belum dibayarkan kepada mitra pasif diakui sebagai kewajiban.

Pengakuan Hasil Usaha

Pendapatan usaha musyarakah yang menjadi hak mitra aktif diakui sebesar haknya sesuai dengan kesepakatan atas pendapatan usaha musyarakah. Sedangkan pendapatan usaha untuk mitra pasif diakui sebagai hak pihak mitra pasif atas bagi hasil dan kewajiban.
Kerugian investasi musyarakah diakui sesuai dengan porsi dana masingmasing mitra dan mengurangi nilai aset musyarakah.
2/1/2013 MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Jika kerugian akibat kelalaian atau kesalahan mitra aktif atau pengelola usaha, maka kerugian tersebut ditanggung oleh mitra aktif atau pengelola usaha musyarakah.

Pengakuan pendapatan usaha musyarakah dalam praktik dapat diketahui berdasarkan laporan bagi hasil atas realisasi pendapatan usaha dari catatan akuntansi mitra aktif atau pengelola usaha yang dilakukan secara terpisah.
2/1/2013 MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

AKUNTANSI MITRA PASIF


Pada Saat Akad

Investasi musyarakah diakui pada saat pembayaran kas atau penyerahan aset nonkas kepada mitra aktif musyarakah.
Pengukuran investasi musyarakah: a) dalam bentuk kas dinilai sebesar jumlah yang dibayarkan; dan b) dalam bentuk aset nonkas dinilai sebesar nilai wajar dan jika terdapat selisih antara nilai wajar dan nilai tercatat aset nonkas, maka selisih tersebut diakui sebagai:

i. keuntungan tangguhan dan diamortisasi selama masa akad; atau ii. kerugian pada saat terjadinya.
2/1/2013 MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Investasi musyarakah nonkas yang diukur dengan nilai wajar aset yang diserahkan akan berkurang nilainya sebesar beban penyusutan atas aset yang diserahkan dikurangi dengan amortisasi keuntungan tangguhan. Biaya yang terjadi akibat akad musyarakah (misalnya, biaya studi kelayakan) tidak dapat diakui sebagai bagian investasi musyarakah kecuali ada persetujuan dari seluruh mitra musyarakah. Selama Akad Bagian entitas atas investasi musyarakah dengan pengembalian dana mitra diakhir akad dinilai sebesar: (a) jumlah kas yang dibayarkan untuk usaha musyarakah pada awal akad dikurangi dengan kerugian (apabila ada); atau (b) nilai tercatat aset musyarakah nonkas pada saat penyerahan untuk usaha musyarakah setelah di24 kurangi penyusutan dan kerugian (apabila ada).
2/1/2013 MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Bagian entitas atas investasi musyarakah menurun (dengan pengembalian dana mitra secara bertahap) dinilai sebesar jumlah kas yang dibayarkan untuk usaha musyarakah pada awal akad dikurangi jumlah pengembalian dari mitra aktif dan kerugian (apabila ada). Akhir Akad Pada saat akad diakhiri, investasi musyarakah yang belum dikembalikan oleh mitra aktif diakui sebagai piutang. Pengakuan Hasil Usaha Pendapatan usaha investasi musyarakah diakui sebagai pendapatan sebesar bagian mitra pasif sesuai kesepakatan. Sedangkan kerugian investasi musyarakah diakui sesuai dengan porsi dana.

2/1/2013

MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

PENYAJIAN
MITRA AKTIF menyajikan hal-hal yang terkait dengan usaha musyarakah dalam laporan keuangan sebagai berikut: a) Aset musyarakah untuk kas atau aset nonkas yang disisihkan dan yang diterima dari mitra pasif; b) Dana musyarakah yang disajikan sebagai unsur dana syirkah temporer untuk aset musyarakah yang diterima dari mitra pasif; dan c) Selisih penilaian aset musyarakah, bila ada, disajikan sebagai unsur ekuitas. MITRA PASIF menyajikan hal-hal yang terkait dengan usaha musyarakah dalam laporan keuangan sebagai berikut: a) Investasi musyarakah untuk kas atau aset nonkas yang diserahkan kepada mitra aktif; b) Keuntungan tangguhan dari selisih penilaian aset nonkas yang diserahkan pada nilai wajar disajikan sebagai pos lawan (contra account) dari investasi musyarakah.
2/1/2013 MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Akad berakhir jika


Salah seorang mitra menghentikan akad Salah seorang mitra meninggal atau hilang akal Modal musyrakah hilang atau habis

2/1/2013

MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

PENGUNGKAPAN
Mitra mengungkapkan hal-hal yang terkait transaksi musyarakah, tetapi tidak terbatas, pada: a) isi kesepakatan utama usaha musyarakah, seperti porsi penyertaan, pembagian hasil usaha, aktivitas usaha musyarakah, dan lain-lain; b) pengelola usaha, jika tidak ada mitra aktif; dan

c) pengungkapan yang diperlukan sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah.
2/1/2013 MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Rukun musyarakah
Pihak yang berakad Obyek akad proyek atau usaha (modal dan kerja) Shigat ijab kabul

2/1/2013

MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Pearnyataan ijab dan kabul harus dinyatakan oleh para pihak untuk menunjukan kehendak mereka dalam mengadakan kontrak (akad),dengan memperhatikan hal-hal berikut: Penawaran dan penerimaan harus secara eksplisit menunjukan tujuan kontrak Penerimaan dari penawaran dilakukan pada saat kontrak Akad dituangkan secara tertulis

2/1/2013

MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Pihak-pihak yang berkontrak harus cakap hokum dan memperhatikan hal-hal bearikut:
Kompeten dalam memberikan atau diberikan kekuasaan perwakilan Setiap mitra harus menyediakan dana dan pekerjaan,dan setiap mitra melaksanakan kerja sebagai wakil Setiap mitra memiliki hak untuk mengatur aset musyarakah dalam proses bisnisnormal Setiap mitra memberi wewenang kepada mitra lain untuk mengelola aset dan masing-masing dianggap telah diberi wewenag untuk melakukan aktifitas musyarakah dengan memeperhatikan kepentingan mitranya,tanpa melakukan kelalaian dan kesalahan yang disengaja. Seorang mitra tidak diizinkan mencairkan dana untuk kepentingan pribadi.
2/1/2013 MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Obyek akad
Modal Kerja Keuntungan Dan kerugian

2/1/2013

MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Standar akuntansi
Pengakuan dan pengukuran awal pembiayaan musyarakah Pembiayaan musyarakah diakui pada saat pembayaran tunai atau penyerahan aktiva non-kas kepada mitra musyarakah. (PSAK 59, Akuntansi Perbankan Syariah, paragraph 41) Pengukuran pembiayaan musyarakah adalah sebagai berikut: .pembiayaan musyarakah dalam bentuk:
kas dinilai sebesar jumlah yang dibayarkan; dan aktiva non-kas dinilai sebesar nilai wajar dan jika terdapat selisih antara nilai wajar dan nilai baku aktiva non-kas,maka selisih nilai tersebut diakui sebagai keuntungan atau kerugian bank pada saat penyerahan; dan

.biaya yang terjadi akibat akad musyarakah (misalnya,biaya studi kelayakan)tidak dapat diakui sebagai bagian pembiayaan musyarakah kecuali ada persetujuan dari seluruh mitra musyarakah.
2/1/2013 MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Pengakuan bagian bank atas pembiayaan musyarakah setelah akad


1. Bagian bank atas pembiayaan musyarakah permanent dinilai sebesar nilai histories (jumlah yang dibayarkan atau nilai wajar aktiva non-kas pada saat penyerahan modal musyarakah) setelah dikurangi dengan kerugian, apabila rugi. 2. Bagian atas pembiayaan musyarakah menurun dinilai sebesar nilai historis sesudah dikurangi dengan bagian pembiayaan bank yang telah dikembalikan oleh mitra (yaitu sebesar harga jual yang wajar) dan kerugian apabila ada. Selisih antara nilai historis dan nilai wajar bagian pembiayaan musyarakah yg dikembalikan diakui sebagai keuntungan atau kerugian bank pada periode berjalan. 3. Jika akad musyarakah yang belum jatuh tempo diakhiri dengan pembagian seluruh atau sebagian modal,maka selisih antara nilai historis dan nilai pengembalian diakui sebagai laba sesuai dengan nisbah sesuai dengan porsi modal mitra. 4. Pada saat akad diakhiri, pembiayaan musyarakah yang belum dikembalikan oleh mitra diakui sebagai piutang jatuh tempo kepada mitra.

2/1/2013

MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Pengakuan laba atau rugi


Laba pembiayaan musyarakah diakui sebesar bagian bank sesui dengan nisbah yang disepakati atas hasil usaha musyarakah. Sedangkan rugi pembiayaan musyarakah diakui secara proporsional sesuai dengan kontribusi modal. (PSAK 59, Akuntansi Perbankan Sariah, pargraf 47) Apabila pembiayaan mysyarakah permanen melewati satu periode pelaporan, maka;

Laba diakui dalam periode terjadinya sesuai dengan nisbah bagi hasil yang disepakati. Rugi diakui dalam perioda terjadinya kerugian tersebut dan mengurangi pembiayaan musyarakah.
2/1/2013 MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

continue
Apabila pembiayaan musyarakah menurun melewati satu periode pelaporan dan terdapat sebagian pengembalian atau seluruh pembiayaan, maka:

Laba diakui dalm periode terjadinya sesuai dengan nisbah yang disepakati. Rugi diakui dalam periode terjadinya secara proporsional sesuai dengan kontribusi modal dan mengurang pembiayaan musyarakah.
Pada saat akad diakhiri, laba yang belum diterima bank dari pembiayaan musyarakah yang masih performing diakui sebagai piutang pada mitra. Untuk pembiayaan musyarakah yang non performing diakhiri maka laba yang belum diterima bank tidak diakui tetapi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. Apabila terjadi rugi dalam musyarakah akibat kelalaian atau kesalahan mitra (pengelola usaha) musyarakah,maka rugi tersebut ditanggung oleh mitra pengelola usaha musyarakah.rugi karna kelalaian mitra musyarakah tersebut diperhitungkan sebagai pengurangan modal mitra pengelola usaa,kecuali jika mitra mengganti kerugian tersebut dengan dana baru.

2/1/2013

MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

Contoh kasus
Pada tanggal 01 Maret saat bank memberiakn fasilitas pembiayaan musyarakah kepada Amrin dalam usaha pabrik pengolaan kelapa sawit dan telah disepakati dengan data-data sebagiai berikut: 1. Tanggal 05 Maret dibayar beban pra akad, seperti pembuatan studi kelayakan proyek, penelitian kelayakan proyek sebesar Rp. 2.000.000,2. Modal syirkah keseluruhan sebesar Rp. 250.000.000,- dimana bank syariah mendapatkan porsi modal sebesar Rp. 120.000.000,- dan porsi modal untukt Amrin sebesar Rp. 130.000.000,- dengan nisbah keuntungan untuk bank sebesar 40 dan Amrin sebesar 60 3. Modal syirkah yang menjadi porsi bank syariah sebesar Rp. 120.000.000,dibayar dengan tahapan sebagai berikut:

2/1/2013

MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

continue
Tanggal 16 Maret, dibayarkan modal syirkah dalam bentuk kas sebesar Rp. 40.000.000, Tangaal 21 Maret diserahkan modal non-kas berupa dua buah mesin pabrik yang telah dimiliki oleh bank syariah, mesin pertama sebesar Rp. 50.000.000,- yang dibeli dengan harga Rp. 55.000.000,- dan mesin yang kedua sebesar Rp. 30.000.000,- yang dibeli dengan harga Rp. 22.500.000,2/1/2013 MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

continue
Atas transaksi tersebut di atas dilakukan jurnal dan penjelasan sebagai berikut: Tanggal 01 Maret pada saat pembiayaan musyarakah disetujui dan diakui oleh Amrin, bank syariah mempunyai kewajiban berupa komitmen atas pembiayaan musyarakah sebesar Rp. 120.000.000,-

Jurnal komitmen (rekening administratif): Dr. Kontra Komitmen Pembiayaan Musyarakah Rp.120.000.000,Kr. Komitmen Pembiayaan Musyarakah Rp. 120.000.000,Dengan adanya pembiayaan mudharabah tersebut, buku besar komitmen (rekening administratif) menunjukkan sebagai berikut:

2/1/2013

MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

continue
. Tanggal 16 maret, bank syariah menyerahkan modal dalam bentuk uang tunai kepada syirkah sebesar Rp. 40.000.000,Dr. Pembiayaan Musyarakah Rp. 40.000.000,Kr. Kas/Rekening Musyarakah Rp. 40.000.000,Dr. Komitmen Pemb Musyarakah Rp. 40.000.000,Kr. Kontra komitmen Pemb Musyarakah Rp. 40.000.000,-

2/1/2013

MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

. 1.

Tanggal 21 Maret pada saat mank menyerahkan aktiva non-kas Jika nilai wajar aktiva yang diserahkan lebih rendah atas nilai buku/harga perolehan. Mesin pertama diserahkan dengan harrga padar/wajar sebesar Rp. 50.000.000,-, msin tersebut dibeli dengan harga perolehan sebesar Rp. 55.000.000,Jurnal atas penyerahan mmodal non-kas adalah : Dr. Pembiayaan musyarakah Rp. 50.000.000,Dr. Kerugia penyerahan aktiva Rp. 5.000.000,Kr. Aktiva non-kas Rp. 55.000.000,Dr. Komitmen Pemb Musyarakah Rp. 50.000.000,Kr. Kontra komitmen Pemb Musyarakah Rp. 50.000.000,-

2/1/2013

MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5

2/1/2013

MUSYARAKAH/ OLEH KELMPOK 5