Anda di halaman 1dari 75

1

BAB I PENDAHULUAN

A Latar Belakang Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memperlukan usaha dan dana yang cukup besar, hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan masa depannya. Demikian halnya dengan Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidik dalam perkembangan masa depan bangsa ini, karena dari sanalah tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus dibentuk. Meski diakui bahwa pendidikan adalah investasi besar jangka panjang yang harus ditata, disiapkan dan diberikan sarana maupun prasarananya dalam arti modal material yang cukup besar, tetapi sampai saat ini Indonesia masih berkutat pada problematika ( permasalahan ) klasik dalam hal ini yaitu kualitas pendidikan. Problematika ini setelah dicoba untuk dicari akar permasalahannya adalah bagaikan sebuah mata rantai yang melingkar dan tidak tahu darimana mesti harus diawali. Terkait dengan mutu pendidikan khususnya pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar ( SD ) sampai saat ini masih jauh dan apa yang kita harapkan. Betapa kita masih ingat dengan hangat akan standarisasi Ujian Akhir Sekolah ( UAS ) dengan nilai masing masing mata pelajaran 4,51 dikeluhkan oleh semua para pendidik bahkan oleh orang orang tua siswa sendiri, karena anak atau siswanya tidak dapat lulus. Hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Melihat kondisi rendahnya prestasi atau hasil belajar siswa tersebut beberapa upaya

dilakukan salah satunya adalah belajar Melalui alat peraga kit IPA. Dengan demikian siswa dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar, sehingga terjadi pengulangan dan penguatan terhadap meteri yang diberikan di sekolah dengan harapan siswa mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

B. Perumusan masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagaimana tersebut didepan, maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah : Apakah melalui alat peraga kit IPA dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 001 Long Bawan Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan?

C. Tujuan penelitian 1. Tujuan Umum Tujuan peneliti yang diharapkan dari penelitian ini menjadi masukan bagi guru dan siswa untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. 2. Tujuan Khusus Adapaun tujuan khusus dari penelitian ini : Untuk mengetahui apakah melalui alat peraga kit IPA dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SDN 001 Long Bawan Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan.

D. Manfaat hasil penelitian Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi : a.Bagi Siswa Dapat mendorong siswa untuk lebih giat dan menyenangi pelajaran IPA serta Meningkatkan hasil belajar siswa untuk belajar IPA lebih lanjut. b. Guru Sebagai bahan masukan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di kelasnya. c. Bagi Sekolah Dapat dijadikan kajian untuk lebih meningkatkan lagi sarana dan

prasarana sekolah khususnya dalam penyediaan alat peraga pengajaran dan metode pembelajaran.

E. Batasan Istilah
1. Cara tumbuhan hijau membuat makanan (Buku IPA kelas V)

2. Manfaat tumbuhan hijau bagi kehidupan manusia (Buku IPA kelas V) 3.Penerapan adalah Pengenaan perihal mempraktikan (Kamus Besar Bahasa Indonesia halaman 935). 4.Pemahaman adalah proses, perbuatan atau cara memahami atau memahamkan (Kamus Besar Bahasa Indonesia halaman 636). 5. Model Pembelajaran Demonstrasi adalah salah satu pandangan tentang proses pembelajaran yang sangat efektif untuk memotivasi peserta didik.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A.

Makna Media Pembelajaran Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata

medium yang secara harfiah dapat diartikan sebagai perantara atau pe-ngantar. Menurut Heinich, Molenda, dan Russel (dalam Instructional Media, 1990) diungkapkan bahwa media is a channel of communication. Derived from the latin word for between, the term refers to anything that carries information between a source and a receiver. Dari pendapat di atas, dapat dikembangkan beberapa pemahaman tentang posisi media serta peran dan kontribusinya dalam kegiatan pembelajaran ataupun kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat). Beberapa pemahaman itu antara lain: Media merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber pesan atau pun penyalurnya ingin diteruskan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut. Aplikasi media pembelajaran berpijak pada kaidah ilmu komunikasi, yang antara lain who says what in which Channels to whom in what effect a) Who, siapa yang menyatakan? (guru, widyaiswara, pengirim pesan). b) What, pesan atau ide/gagasan apa yang disampaikan (dalam kegiatan pembelajaran ini berarti bahan ajar atau materi yang akan disampaikan). c) Which Channels, dengan saluran apa, media saluran apa, media atau sarana apa, pesan itu ingin disampaikan. d) To Whom, kepada siapa (sasaran, siswa, peserta didik)

e)

What effect, dengan hasil atau dampak apa? Dari unsur-unsur di atas, tampaknya yang menjadi target atau tujuan dari

suatu kegiatan pembelajaran adalah dampak atau hasil yang ingin dicapai dalam suatu kegiatan pembelajaran. Dalam kajian kependidikan, istilah itu dikenal dengan meaningful learning experience, yaitu suatu pengalaman belajar yang bermakna sebagai hasil dari suatu kegiatan pembelajaran. Proses belajar mengajar hakikatnya adalah proses komunikasi, guru berperan sebagai pengantar pesan dan siswa sebagai penerima pesan. Pesan yang dikirimkan oleh guru berupa isi/ ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal (kata-kata & tulisan) maupun nonverbal. Proses ini dinamakan encoding. Penafsiran simbol-simbol komunikasi tersebut oleh siswa dinamakan decoding. Namun bagaimanakah bentuk dan wujud dari media atau perantara ini, hal tersebut harus disesuaikan dengan jenis dan karakteristik materi yang akan disampaikan serta kemampuan guru tentang pengetahuannya mengenai media. Sebagai contoh dalam proses pembelajaran maka hal yang harus diperhatikan ketika penyampaian materi/informasi berlangsung adalah keluasan, kedalaman dari materi pelajaran, selain itu juga waktu yang diperlukan untuk mengajarkan materi tersebut, dan kondisi yang tersedia di sekolah, sehingga media menjadi efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Selain sebagai perantara dalam interaksi belajar mengajar, media

pembelajaran memiliki peran sebagai alat bantu proses belajar mengajar yang efektif. Proses belajar mengajar seringkali ditandai dengan adanya unsur tujuan, bahan, metode, dan alat, serta evaluasi. Keempat unsur tersebut saling berinteraksi dan berinterelasi. Metode dan media merupakan unsur yang tidak dapat

dipisahkan dari unsur pembelajaran yang lain. Metode dan alat, yang dalam hal ini adalah media pembelajaran berfungsi untuk menyampaikan materi pelajaran agar sampai kepada tujuan. Media pembelajaran adalah suatu alat yang dapat membantu siswa supaya terjadi proses belajar. Dengan menggunakan media pembelajaran diharapkan siswa akan dapat memperoleh berbagai pengalaman nyata, sehingga materi pelajaran yang disampaikan dapat diserap dengan mudah dan lebih baik. Penggunaan media dalam pembelajaran didasarkan pada konsep bahwa belajar dapat ditempuh melalui berbagai cara, antara lain: dengan mengalami secara langsung (melakukan dan berbuat), dengan mengamati orang lain, dan dengan membaca serta mendengar. 1. Kedudukan Media dalam Pembelajaran Kedudukan media dalam pembelajaran sangat penting bahkan sejajar dengan metode pembelajaran, karena metode yang digunakan dalam proses pembelajaran biasanya akan menuntut media apa yang dapat diintegrasikan dan diadaptasikan dengan kondisi yang dihadapi. Jika kembali kepada paradigma pembelajaran sebagai suatu proses transaksional dalam menyampaikan pengetahuan, keterampilan dan psikomotor, maka posisi media jika diilustrasikan dan disejajarkan dengan proses komunikasi yang terjadi. Berikut ini adalah gambar yang menunjukkan posisi dari media dalam suatu proses yang bisa dikatakan sebagai proses komunikasi dalam pembelajaran.

KOMUNIKATOR

PESAN

SALURAN/ MEDIA

KOMUNIKAN

Dalam proses pembelajaran terdapat tingkatan proses aktivitas yang melibatkan keberadaan media pembelajaran, yaitu: a. Tingkat pengolahan Informasi b. Tingkat penyampaian informasi c. Tingkat penerimaan informasi d. Tingkat pengolahan informasi e. Tingkat respon dari peserta didik f. Tingkat diagnosis dari pengajar g. Tingkat penilaian h. Tingkat penyampaian hasil. Terjadinya pengalaman belajar yang bermakna tidak terlepas dari peran media terutama dari kedudukan dan fungsinya. Secara umum media mempunyai kegunaan: a. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis. b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indra. c. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan

sumber belajar. d. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori & kinestetiknya. e. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman &

menimbulkan persepsi yang sama.

Peranan media dalam proses pembelajaran sebagai: a. Alat untuk memperjelas bahan pengajaran pada saat guru menyampaikan pelajaran. Dalam hal ini media digunakan guru sebagai variasi penjelasan verbal mengenai bahan pengajaran. b. Alat untuk mengangkat atau menimbulkan persoalan untuk dikaji lebih lanjut oleh para siswa dalam proses belajarnya. Paling tidak guru dapat menempatkan media sebagai sumber pertanyaan atau stimulasi belajar siswa. c. Sumber belajar bagi siswa, artinya media tersebut berisikan bahan-bahan yang harus dipelajari para siswa baik secara individual maupun kelompok. Dengan demikian akan banyak membantu tugas guru dalam kegiatan mengajarnya. Karakteristik dan kemampuan masing-masing media perlu diperhatikan oleh guru agar mereka dapat memilih media mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Sebagai contoh media audio, merupakan media auditif mengajarkan topik-topik pembelajaran yang bersifat verbal seperti pengucapan

(pronounciation) bahasa asing. Untuk pengajaran bahasa asing media ini tergolong tepat karena bila secara langsung diberikan tanpa media sering terjadi ketidaktepatan dalam pengucapan pengulangan dan sebagainya. Pembuatan media audio ini termasuk mudah, hanya membutuhkan alat perekam dan narasumber yang dapat berbahasa asing, sementara itu pemanfaatannya menggunakan alat yang sama pula. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi peserta didik. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pembelajar. Selain itu media juga harus merangsang pebelajar mengingat apa yang sudah dipelajari

selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan pebelajar dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong peserta didik untuk melakukan praktik-praktik dengan benar. Ada beberapa kriteria untuk menilai keefektifan sebuah media, antara lain biaya, ketersediaan fasilitas pendukung, kecocokan dengan ukuran kelas, keringkasan, kemampuan untuk dirubah, waktu dan tenaga penyiapan, pengaruh yang ditimbulkan, kerumitan, dan kegunaan.

2. Kriteria Pemilihan Media Kriteria pemilihan media antara lain: a. Ketepatannya dengan tujuan pengajaran, artinya media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan. b. Dukungan terhadap isi bahan pengajaran, artinya bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa. c. Kemudahan memperoleh media, artinya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. d. Keterampilan guru menggunakannya, artinya secanggih apapun sebuah media apabila tidak tahu cara menggunakanya maka media tersebut tidak memiliki arti apa-apa. e. Tersedia waktu untuk menggunakannya, sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siwa selama pengajaran berlangsung. f. Memilih media pembelajaran harus sesuai dengan taraf berfikir siswa, sehingga makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami oleh para siswa.

10

B. Prosedur Pemilihan Media Ada beberapa prinsip yang perlu Anda perhatikan dalam pemilihan media, meskipun caranya berbeda-beda. Namun demikian ada hal yang seragam bahwa setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan yang akan memberikan pengaruh kepada afektifitas program pembelajaran. Sejalan dengan hal ini, pendekatan yang ditempuh adalah mengkaji media sebagai bagian integral dalam proses pendidikan yang kajiannya akan sangat dipengaruhi oleh: Pertama, kompetensi dasar dan indikator apa yang akan dicapai dalam suatu kegiatan pembelajaran ataupun diklat. Dari kajian kompetensi dasar dan indikator tersebut bisa dianalisis media apa yang cocok guna mencapai tujuan tersebut. Kedua, materi pembelajaran (instructional content), yaitu bahan atau kajian apa yang akan diajarkan pada program pembelajaran tersebut. Pertimbangan lainnya, dari bahan atau pokok bahasan tersebut sampai sejauh mana kedalaman yang harus dicapai, dengan demikian kita bisa

mempertimbangkan media apa yang sesuai untuk penyampaian bahan tersebut. Ketiga, familiaritas media dan karakteristik siswa/guru, yaitu mengkaji sifat-sifat dan ciri media yang akan digunakan. Hal lainnya karakteristik siswa, baik secara kuantitatif (jumlah) ataupun kualitatif (kualitas, ciri, dan kebiasaan lain) dari siswa terhadap media yang akan digunakan. Keempat, adanya sejumlah media yang bisa diperbandingkan karena pemilihan media pada dasarnya adalah proses pengambilan keputusan dari sejumlah media yang ada ataupun yang akan dikembangkan.

11

Bila kita akan merancang media, seyogyanya melalui tiga tahap utama, yaitu: Pertama, define (pembatasan), dalam fase ini menyangkut rumusan tujuan, rancangan media apa yang akan dikembangkan, beberapa persiapan awal dalam perancangan media yang menyangkut: bahan, materi, dana, serta aspek perancangan lainnya. Kedua, develop (pengembangan), dalam fase ini sudah dimulai proses pembuatan media yang akan dikembangkan, sesuai dengan fase pertama. Ketiga, evaluation (evaluasi), yaitu fase terakhir untuk menilai media yang sudah dikembangkan/dibuat, setelah melalui tahap uji coba, revisi, kajian dengan pihak lain.

C. Pengertian Alat Peraga Alat peraga pengajaran, teaching aids, atau audiovisual aids (AVA) adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikannya kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. Banyak para ahli peraga. Menurut E.T.Ruseffendi (1994) dalam Ardhi (2008), alat peraga, yaitu alat untuk menerangkan atau mewujudkan konsep Matematika. Benda-benda itu mendefinisikan alat

misalnya batu-batuan dan kacang-kacangan untuk menerangkan konsep bilangan; kubus (bendanya) untuk menjelaskan konsep titik, ruas garis, daerah bujur

sangkar, dan wujud dari kubus itu sendiri; benda-benda bidang beraturan untuk menerangkan konsep pecahan; benda-benda seperti cincin, gelang, permukaan gelas, dan sebagainya untuk menerangkan konsep lingkaran dan sebagainya.

12

Aristo Rohadi (2003) dalam Ardhi (2008) (benda) yang

, Alat peraga adalah alat

digunakan untuk memperagakan fakta, konsep, prinsip, atau I.L.Pasaribu,

prosedur tertentu agat tampak lebih nyata atau konkrit.

B.simanjuntak (1983) dalam Ardhi (2008), Alat peraga yaitu alat untuk membantu pengajar menyampaikan pengetahuan dan mengalihkan keterampilan. a. Macam-macam Alat Bantu Dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah, guru mengakui bahwa bila hanya alat pendidikan yang dijadikan andalan untuk membina anak didik di sekolah tentu akan ditemui beberapa kendala. Hal ini menyadarkan guru untuk merelakan diri menggunakan alat Bantu pendidikan sebagai mitra dalam proses pembelajaran di sekolah. Keyakinan akan kemampuan alat bantu pendidikan inilah akhirnya membuat para ahli psikologi dan pendidikan memikirkannya untuk membuat seperangkat alat Bantu pendidikan dan pengajaran menghasilkan klasifikasi alat bantu pendidkan. Sudirman, at.al, yang dikutip Moh. Uzer Usman (2002 ) dalam ardhi (2008), mengistilahkan alat bantu ini dengan perkataan media. Jadi, media yang disebutkan Sudirman ini sebenarnya pula dipahami tidak lain adalah alat bantu pendidikan. Lebih jelas mengenai bentuk dan alat bantu pendidikan ini pendapat sudirman, at.al, yang dikutip Moh. Uzer Usman (2002) dalam ardhi (2008), perlu diketahui, karena klasifikasi yang mereka kemukakan cukup dalam. Klasifikasi mereka dimaksud adalah:

13

1) Dilihat dari jenisnya, media dibagi ke dalam: a. Media audatif; yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, cassette recorder, piringan audio. Media ini tidak cocok untuk orang tuli atau mempunyai kelainan dalam pendengaran. b. Media visual; yaitu media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film strip (film rangkai), slides (film bingkai) foto, gambar atau lukisan, cetakan. Ada pula media visual yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, film kartun. c. Media audio-visual; yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unsure gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua. Media ini dibagi lagi ke dalam (a) audio-visual diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti film bingkai suara (sound slides), film rangkai suara, cetak suara, dan (b) audio-visual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak seperti film suara dan video-cassette. Pembagian lain dari media ini adalah (a) audio-visual murni, yaitu baik unsur suara maupun unsur gambar berasal dari satu sumber seperti film, video cassette, dan (b) audio-visual tidak murni, yaitu yang unsur suara dan unsur gambarnya berasal dari sumber yang berbeda, misalnya flm bingkai suara yang unsur gambarnya bersumber dari slide projector dan unsur suaranya berasal dari tape recorder. Contoh lainnya adalah film strip suara dan cetak suara.

14

2). Dilihat dari daya liputnya, media dibagi ke dalam: a. Media yang mempunyai daya liput yang luas dan serentak. Penggunaan media tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta menjangkau jumlah anak didik dalam waktu yang sama. Contoh media ini ialah radio dan televisi. b. Media yang mempunyai daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat, yaitu media yang dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti film, sound slide, film rangkai, yang harus menggunakan tempat yang tertutup dan gelap. c. Media untuk pengajaran individual seperti modul berprogram dan pengajaran melalui computer. 3). Dilihat dari bahan dan pembuatannya, media dibagi ke dalam: a. Media yang sederhana, yaitu media yang bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah, dan penggunaannya tidak sulit. b. Media yang kompleks, yaitu media yang bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh serta mahal harganya, sulit membuatnya, dan penggunaannya memerlukan keterampilan yang memadai. c. Apa pun bentuk dan jenis alat bantu (media) pendidikan itu tidak lain adalah sebagai pelengkap, sebagai pembantu memeprmudah usaha mencapai tujuan, dan sebagai tujuan. Untuk itu perlu dicermarti daftar kelompok media instruksional menurut Anderson, 1976 berikut ini :

15

No 1.

KELOMPOK MEDIA Audio

MEDIA INSTRUKSIONAL pita audio (rol atau kaset) piringan audio radio (rekaman siaran)

2.

Cetak

buku teks terprogram buku pegangan/manual buku tugas

3. 4. 5.

Audio Cetak Proyek Visual Diam Proyek Visual Diam dengan Audio Visual Gerak Visual Gerak dengan Audio

buku latihan dilengkapi kaset gambar/poster (dilengkapi audio) film bingkai (slide) film rangkai (berisi pesan verbal) film bingkai (slide) suara film rangkai suara film bisu dengan judul (caption) film suara video/vcd/dvd

6. 7.

8. 9.

Benda Komputer

benda nyata model tirual (mock up) media berbasis komputer; CAI (Computer Assisted Instructional) & CMI ( Computer Managed

D. Penelitian Yang Relevan

Instructional )

Adapun hasil penelitian yang relevan yaitu 1) Hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Ikhwan Wahyudi (2008) dengan judul Upaya peningkatan kemampuan hasil belajar siswa mengenal dan menentukan pecahan sederhana dengan menggunakan media gambar pada mata pelajaran matematika kelas III di SDN Barurejo II Kec. Sambeng Kab. Lamongan, hasilnya media dapat meningkatkan hasil belajar.

16

2) Hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Widiatmo (2006) dengan judul Upaya Meningkatkan Rajegwesi 02 Hasil Belajar Siswa Pagerbarang Kelas VI SD Tegal Negeri dalam

Kecamatan

Kabupaten

Menentukan Volum

Bangun Ruang Melalui

Penggunaan Alat Peraga

Kubus Satuan, maka simpulannya pembelajaran dengan alat peraga kubus satuan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pokok bahasan menentukan volum bangun ruang (balok dan kubus) pada siswa kelas VISD Negeri Rajegwesi 02 Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal.

17

BAB III METODE PENELITIAN

A. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Lokasi tempat penulis melaksanakan penelitian adalah SDN 001 Long Bawan Kecamatan Krayan. Lokasi ini dipilih sebagai tempat penelitian karena letaknya strategis yaitu dekat dengan rumah penduduk dan dekat pesawahan, sebagai tempat peneliti sehingga jika harus dilakukan penelitian mendadak, peneliti dapat langsung mengadakan observasi tanpa harus pergi ke tempat yang lebih jauh yang memerlukan waktu lebih banyak.

2.

Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 001 Long Bawan

Kecamatan Krayan Tahun Pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 25 orang, terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Latar belakang ekonomi orang tua adalah menengah ke bawah. Pendidikan orang tua siswa 65 % SD. Mata Pencahariannya 90 % sebagai wiraswasta dan sisanya sebagai buruh dan pegawai. Alasan peneliti memilih sampel kelas V yaitu karena peneliti mengajar di kelas V sehingga peneliti mengetahui karakteristik siswa dan dapat mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan alat peraga kit dalam pembelajaran IPA.

18

3.

Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada Semester Genap tahun pelajaran 2010/2011,

yaitu antara bulan

desember 2010 sampai dengan selesai penentuan waktu

penelitian mengacu pada kalender akademik sekolah. Karena PTK memerlukan beberapa siklus yang membutuhkan proses elajar mengajar yang efektif dikelas.

B. Prosedur Penilaian Prosedur yang dilaksanakan dalam penelitian tindakan kelas ini berbentuk siklus yang akan berlangsung lebih dari satu siklus bergantung dari tingkat keberhasilan dari target yang akan dicapai, dimana setiap siklus bisa terdiri dari satu atau lebih pertemuan. Adapun prosedur penelitian yang dipilih yaitu dengan menggunakan model spiral. Siklus model Kemmis dan Mc Taggart ini dilakukan secara berulang dan berkelanjutan, seperti siklus di bawah ini : Gambar 1

Model Penelitian Tindakan Kelas Kemmis & Mc Taggart (Suharsimi Arikunto, 2006 : 97)

19

Langkah-langkah pada modul siklus Kemmis dan Taggart di atas yaitu sebagai berikut : a. Perencanaan tindakan b. Pelaksanaan tindakan c. Observasi d. refleksi.

1.

Perencanaan Tindakan Tahap ini mencakup semua perencanaan tindakan seperti pembuatan

rencana pelaksanaan pembelajaran yang dialami, menyiapkan metode alat dan sumber pembelajaran serta merencanakan pula langkah-langkah dan tindakan apa yang akan dilakukan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Dalam tahap ini penulis menetapkan seluruh rencana tindakan yang akan dilakukan untuk memperbaiki praktek pembelajaran, yaitu dengan menerapkan pembelajaran menggunakan alat peraga kit IPA, adapun langkah-langkah perencanaannya yaitu: 1) Meminta izin kepada kepala sekolah dan guru SDN kelas V. 2) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran. 3)Merumuskan langkah-langkah dan tindakan yang akan dilakukan untuk menguji hipotesis. 4) Memilih prosedur evaluasi penelitian. 5) Melaksanakan tindakan.

20

2.

Pelaksanaan Tindakan Dalam tahap ini langkah-langkah pembelajaran dan tindakan mengacu

pada perencanaan yang telah dibuat yaitu : Tahap Awal Pembelajaran 1) Guru mengucapkan salam. 2) Guru mengkondisikan siswa kearah pembelajaran. 3) Guru mengecek kehadiran siswa. 4) Guru melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan : Dalam perjalanan kesekolah tumhuhan apa saja yang kalian lihat? Bagaimana tumbuhan pada waktu di pagi hari? Tahap Inti Pembelajaran 1) Siswa dibagi kedalam 5 kelompok (tiap kelompok terdiri dari 4-5 orang). 2) Seminggu sebelum dilaksanakan pembelajaran tiap kelompok ditugaskan untuk membawa tanaman padi, kacang tanah, pohon mangga. 3) Guru mengkondisikan siswa supaya duduk berkelompok. 4) Siswa menyimak panjelasan guru tentang tugas yang harus diselesaikan dalam kelompoknya. 5) Guru memberikan LKS kepada setiap kelompok. 6) Masing-masing kelompok melakukan percobaan untuk membuktikan proses tumbuhan hijau membuat makanan 7) Siswa berdiskusi untuk menyelesaikan tugas yang terdapat dalam LKS. 8) Siswa bersama guru membahas LKS yang telah didiskusikan dalam kelompok.

21

9)Siswa bersama guru menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan seharihari 10)Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan apa yang telah dipelajari bersama. 11) Guru melakukan evaluasi. Tahap Akhir Pembelajaran 1) Guru dan siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. 2) Melakukan tindak lanjut.

3.

Observasi Pada tahap ini terdiri dari pengumpulan data serta mencatat setiap aktivitas

siswa dan kinerja guru pada saat pelaksanaan tindakan berlangsung. Observer bertugas mengamati kinerja guru dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan mengacu pada lembar observasi. Observasi ini dilakukan oleh peneliti yaitu dengan mengamati aktivitas siswa dan kinerja guru dalam pembelajaran IPA mengenai cara tumbuhan hijau membuat makanan dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah aktivitas siswa dan kinerja guru sudah sesuai dengan apa yang tercantum dalam lembar observasi atau tidak. Sehingga hasil observasi dapat diperbaiki pada siklus berikutnya.

4.

Refleksi Refleksi merupakan pengkajian hasil data yang telah diperoleh saat

observasi oleh peneliti, praktikan dan pembimbing. Refleksi berguna untuk memberikan makna terhadap proses dan hasil (perubahan) yang telah dilakukan.

22

Hasil refleksi yang ada dijadikan bahan pertimbangan untuk membuat perencanaan tindakan dalam siklus selanjutnya yang berkelanjutan sampai pembelajaran dinyatakan berhasil. Peneliti akan melakukan refleksi diakhir pembelajaran dengan

merenungkan kembali secara intensif kejadian atau peristiwa yang menyebabkan sesuatu yang diharapkan atau tidak diharapkan. Refleksi merupakan bagian yang sangat penting untuk memahami dan memberikan makna terhadap proses dan hasil pembelajaran yang terjadi yang dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1) Mengecek kelengkapan data pengumpulan data yang terjaring selama proses tindakan. 2) Mendiskusikan dan pengumpulan data antara guru, peneliti dan kepala sekolah (pembimbing) berupa hasil nilai siswa, hasil pengamatan, catatan lapangan, dan lain-lain. 3) Penyusunan rencana tindakan berikutnya yang dirumuskan dalam skenario pembelajaran dengan berdasar pada analisa data dari proses dalam tindakan sebelumnya untuk memperbaiki proses pembelajaran yang telah dilakukan pada siklus I untuk menyusun tindakan yang akan dilakukan pada siklus II.

C. Instrumen Penelitian 1. Pedoman Observasi Pedoman observasi yang dilakukan peneliti, untuk mengamati seluruh kegiatan yang berlangsung baik dari kinerja guru maupun aktivitas siswa, mulai dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran IPA mengenai cara tumbuhan

23

hijau membuat makanan. Tujuan tindakan observasi adalah untuk memperoleh data perilaku siswa sehingga didapatkan hasil perubahan perilaku siswa dalam memperbaiki pembelajaran (format observasi terlampir). dalam belajar khususnya pelajaran IPA di kelas V SDN 001 Long Bawan.

2.

Tes Hasil Belajar Tes adalah serentatan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk

mengukur kemampuan siswa. Tes yang digunakan peneliti untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami cara tumbuhan hijau membuat makanan. Tes yang dilakukan dalam penelitian ini ada dua yaitu tes tertulis dan tes unjuk kerja. Tes tertulis bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa mengenai cara tumbuhan hijau membuat makanan berupa soal-soal yang harus dijawab. Tes yang kedua yaitu tes unjuk kerja yang bertujuan untuk mengatahui kemampuan siswa dalam memahami cara tumbuhan hijau membuat makanan yaitu berupa pedoman penilaian unjuk kerja.

D. Data dan Sumber Data Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, dan tes yang dilakukan terhadap siswa kelas V SDN 001 Long Bawan Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan berkaitan dengan pemahaman siswa mengenai cara tumbuhan hijau membuat makanan. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 001 Long Bawan dan guru sebagai mitra peneliti serta seluruh komponen sekolah.

24

E. Validasi Data Validasi data yang dipilih peneliti dalam penelitian ini merujuk pada pendapat Hopkins (dalam Wiraatmadja, 2005 : 168-171), yaitu : a. Member chek, memeriksa kembali keterangan-keterangan atau informasi yang diperoleh selama observasi atau tes dilakukan dengan cara mengkonfirmasi dengan guru dan siswa melalui diskusi pada akhir pembelajaran. b. Triangulasi, yaitu memeriksa kebenaran data yang diperoleh peneliti dengan membandingkan terhadap hasil yang diperoleh mitra peneliti secara kolaboratif. c. Audit Trail, yaitu mengecek kebenaran prosedur dan metode pengumpulan data dengan cara mendiskusikan dengan pembimbing. d. Expert Opinion, pengecekan terakhir terhadap kesahihan temuan peneliti kepada pakar profesional, dalam hal ini penulis mengkonfirmasikan temuan kepada pembimbing atau dosen.

25

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1.

H a s i l P e n e l i t i a n Siklus I a. . Perencanaan Kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan ini meliputi sebagai

berikut. a. 1) Menyusun jadwal kegiatan pembelajaran Penelitian Tindakan kelas. Meminta ijin kepada kepala sekolah dan guru yang akan menjadi pengamat. 2) Mengadakan orientasi pra siklus kepada siswa untuk menginformasikan maksud dan tujuan penelitian ini. 3) Menyusun rencana pembelajaran. 4) Membuat alat peraga 5) Membuat alat evaluasi dan kunci jawaban 6) Menyusun instrumen observasi dan daftar siswa

b.

Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan ini sesuai dengan yang direncanakan, adapun

kegiatannya meliputi: 1) Jumlah pertemuan 4 kali yaitu pertemuan pertama untuk orientasi, pertemuan kedua,ketiga dan keempat untuk kegiatan pembelajaran. 2) Melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rencana kegiatan.

26

3) Mengadakan evaluasi akhir siklus. 4) Mengkoreksi hasil pekerjaan siswa. 5) Memberi tugas sebagai pekerjaan rumah (PR). Dalam kegiatan pembelajaran ini, guru dapat melaksanakan kegiatan dengan baik meskipun masih terdapat kekurangan-kekurangan seperti kondisi pelaksanaan pembelajaran belum optimal, siswa masih kurang berminat, motivasi belajar yang diberikan guru belum optimal dan alat peraga yang dipergunakan belum memadai.

c. Observasi 1) Observasi Terhadap Siswa Berdasarkan hasil observasi kepada siswa kelas V dimana pada siklus I diketahui bahwa perhatian siswa masih belum fokus terhadap materi pelajaran yang diberikan, penguasaan materi belajar masih belum 85% sehingga baru siswa yang aktif maju ke depan beberapa siswa. kelas untuk mengerjakan soal-soal latihan begitu paham

Dalam penggunaan alat peraga siswa belum

dengan peraga yang diberikan guru, masih ada sebanyak 40- 55% siswa yang kebingungan yaitu Aktif bertanya dan siap menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh guru. Dari hasil pengamatan keaktifan siswa dalam kelompok dari siklus I dari 2 pertemuan rata-rata yaitu 69,7 % dari 25 siswa. Keaktifan siswa mencatat hal-hal penting dalam proses peragaan yang dilakukan oleh guru yaitu 68-72%, lalu keaktifan siswa secara aktif percobaan yang dilakukan di dalam kelas yaitu rata-

27

rata 76-80%, sedangkan pengusaan siswa materi proses tumbuhan hijau yaitu ratarata persentase 80%. Seperti terlihat pada gambar grafik 4.1

Hasil Keaktifan Siswa siklus I


100 90 80 Persentase 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 4 5 6

Pertemuan 1 Pertemuan 2 Rata-rata

Indikator Penilaian

Gambar grafik 4.1. pengamatan keaktifan siswa siklus 1 Keterangan : Sangat Baik (85% - 100%) Baik (70% - 84%) Cukup (55% - 69%) Kurang (40% - 54%) Sangat Kurang < 40% (Noehi Nasution : 2008, 6.11)

Untuk menghitung keberhasilan angket penulis merumuskan sebagai berikut: Pernyataan P= Seluruh siswa X 100 %

28

No Keaktifan Siswa 1 Hadir Dalam Kegiatan pembelajaran 2 3 Aktif Bertanya Aktif menjawab pertanyaan/ siap Menjawab 4 Aktif berdiskusi bersama kelompoknya dan antar kelompok didalam kelas 5 6 Aktif mencatat hal-hal penting mengikuti secara aktif percobaanpercobaan yang dilakukan dikelas 7 Menguasai materi benda

Hasil pengamatan dalam kegiatan pembelajaran melalui PTK

ini di

ketahui bahwa kurangnya aktifnya bertanya, kurangnya kesiapan siswa untuk menjawab pertanyaan dan kurang aktifnya mencatat hal-hal penting pada pokok bahasan proses membuat makanan pada tumbuhan hijau dengan alat peraga perlu direncanakan kembali dan dipertinggi motivasi belajar siswa serta guru perlu membuat variasi alat peraga proses membuat makanan pada tumbuhan hijau lebih banyak lagi.

2) Hasil Observasi terhadap Guru Peneliti oleh Pengamat Hasil observasi terhadap guru peneliti diperoleh data-data yang dapat dipaparkan dalam bab ini yaitu guru peneliti belum mengelola pembelajaran dengan baik, guru dalam apersepsi perlu mengaktualisasikan secara jelas apa-apa

29

yang telah diketahui atau dikuasai siswa sebelumnya yaitu tentang proses membuat makanan pada tumbuhan hijau dengan alat peraga. Alat peraga yang digunakan guru peneliti, agar lebih menarik siswa dan diharapkan lebih menjangkau semua siswa baik ukuranya maupun jumlahnya. Untuk pembelajaran proses membuat makanan pada tumbuhan hijau siswa dan guru dapat menggunakan peraga benda asli seperti umbi-umbian, buaha-buahan dan bawang merah serta tebu. Hasil pengamatan guru peneliti di peroleh data berupa saran dimana peneliti agar memperbanyak LKS kepada siswa, membimbing siswa yang masih kesulitan belajar dan mengelola kelas agar lebih kondusif. Sedangkan hasil dari lembar pengamatan guru dalam kegiatan belajar mengajar dengan tujuanmelihat perhatian prilaku guru didalam pada siklus I pertemuan 1 menunjukan indikator masih sesuai dengan prosedur, dan mengalami peningkatan pada siklus I pertemuan 2 dengan menunjukan indikator sangat sesuai dengan prosedur. Dapat dilihat pada gambar grafik sebagai berikut.

Hasil observasi Aktivitas Guru Siklus I


40 30 nilai 20 10 0 Persiapan Pelaksanaan Pengelolaan Kelas Pertemuan 1 Pertemuan 2

Indikator penilaian

Gambar 4.2. Grafik Pengamatan aktivitas Guru Siklus I

30

Pada tahap ini guru peneliti telah menyusun perencanaan dengan baik, alat peraga yang digunakan cukup baik, dan penguasaan materi pelajaran sangat bagus. Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dapat dikatakann cukup baik, hanya saja peningkatan kemampuan siswa perlu ditingkatkan sehingga lebih menguasai materi yang diberikan.

d. Refleksi Berdasarkan hasil tes akhir siklus diketahui bahwa rata-rata kelas hasil belajar siswa pokok proses membuat makanan pada tumbuhan hijau dengan alat peraga mencapai 66. Adapun secara rinci perolehan siswa yang memperoleh nilai keberhasilan dapat dirangkum pada tabel berikut ini. Tabel 4.1. Tes Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I
No Nilai Frekuensi 0 0 0 0 0 5 7 5 4 4 0 0 0 25 1650 66 Persen (%) 0 0 0 0 0 20 28 20 16 16 0 0 0 100

1 100 2 95 3 90 4 85 5 80 6 75 7 70 8 65 9 60 10 55 11 50 12 45 13 40 jumlah Jumlah nilai Rata-rata

70

= 48 %

Belum Tuntas klasikal

31

Pada tabel diatas yang diambil dari lampiran hasil tes belajar siswa pada siklus I tersebut di atas dapat diketahui bahwa rata-rata kelas baru mencapai 66 dengan ketuntasan belajar sebanyak 12 orang siswa dengan tingkat ketuntasan belajar klasikal kelas mencapai 48%, dengan indikator keberhasilan 85%. Dengan demikian dapat kiranya dikatakan pada siklus I belum berhasil mencapai tuntas belajar dan belum memiliki pengaruh yang berarti terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan tersebut terlihat pada gambar grafik sebagai berikut.

Ketuntasan Belajar Siklus I


Tuntas Tidak Tuntas

48% 52%

Gambar 4.3. Grafik ketuntasan Belajar Siklus I

Hal ini diduga kuat oleh faktor perhatian siswa belum terfokus terhadap materi yang di ajarkan dan belum mengenanya strategi mengajar dilakukan guru terutama dalam penggunaan alat peraga dalam pembelajaran IPA. Secara klasikal kemampuan siswa dalam penguasaan materi pelajaran proses membuat makanan pada tumbuhan hijau baru mencapai 80% dan yang telah mengikuti percobaan secara aktif dengan baik sebanyak 76-80%.

Banyaknya siswa aktif bertanya ada 40-56%, siswa yang aktif menjawab pertanyaan 42-52% dan sebanyak 68- 72% siswa yang aktif mencatat hal-hal penting.

32

Berdasarkan hasil observasi kelas baik terhadap guru peneliti maupun siswa dalam pembelajaran belum optimal, hal ini perlu ditingkatkan kembali oleh peneliti untuk melakukan pembelajaran yang lebih efektif, aktif dan keterlibatan siswa agar dioptimalkan. Hasil belajar yang masih rendah belum sesuai dengan apa yang diharapkan dalam penelitian ini, maka perlu dilanjutkan ke siklus II.

2. Hasil Penelitian Siklus II a. Perencanaan Siklus II dilaksanakan selama 2 hari atau 2 tatap muka yaitu sejak tanggal Desember 2010. Berdasarkan hasil refleksi I diketahu bahwa kondisi pembelajaran yang dilakukan perlu ada perubahanperubahan baik keaktifan

siswa minat dan hasil belajar siswa yang dicapai dan juga dalam hal kualitas pembelajannnya. Kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan ini meliputi sebagai berikut. 1) Menyusun jadwal kegiatan pembelajaran Penelitian Tindakan kelas. 2) Menyusun rencana pembelajaran, dengan melihat refleksi siklus I. 3) Membuat variasi dan jumlah alat peraga pembelajaran. 4) Mengadakan pencocokan kembali PR yang diberikan pada akhir siklus I 5) Menyusun alat evaluasi dan kunci jawaban. 6) Menyusun soal untuk tugas PR yang akan digunakan dalam

33

b. Pelaksanaan Pelaksanaan siklus II sesuai dengan yang direncanakan. Pada

pelaksanaan siklus II mengalami kemajuan dari segi pembelajaran dimana siswa cukup aktif dan pembelajaran berlangsung dengan aktif pula. Kegiatan pelaksanaan ini meliputi: 1) Jumlah pertemuan 2 kali yaitu pertemuan pertama kedua untuk kegiatan pembelajaran dan evaluasi. 2) Melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rencana kegiatan. 3) Mengadakan evaluasi akhir siklus II. 4) Mengkoreksi hasil pekerjaan siswa. 5) Memberi tugas sebagai pekerjaan rumah (PR).

c. Hasil Observasi Dari hasil observasi terhadap siswa pada siklus II ini, diperoleh data-data hasil observasi yang dipaparkan secara terperinci sebagai berikut. 1) Observasi Siswa

Hasil Keaktivan Siswa Siklus II


100 Presentase

50 0 1 2 3 4 5 6

Pertemuan 1 Pertemuan 2 Rata-rata 7

Indikator Penilaian

Gambar 4.4. Grafik aktifitas siswa siklus II

34

Keterangan : Sangat Baik (85% - 100%) Baik (70% - 84%) Cukup (55% - 69%) Kurang (40% - 54%) Sangat Kurang < 40% (Noehi Nasution : 2008, 6.11) Untuk menghitung keberhasilan angket penulis merumuskan sebagai berikut: Pernyataan P= Seluruh siswa No Keaktifan Siswa 1 Hadir Dalam Kegiatan pembelajaran 2 3 Aktif Bertanya Aktif menjawab pertanyaan/ siap Menjawab 4 Aktif berdiskusi bersama kelompoknya dan antar kelompok didalam kelas 5 6 Aktif mencatat hal-hal penting mengikuti secara aktif percobaanpercobaan yang dilakukan dikelas 7 Menguasai materi benda X 100 %

a)

Obsevasi Terhadap guru Hasil observasi dalam kegiatan pembelajaran pada siklus ini dapat dicatat sebagai berikut.

a)

Guru dalam merencanakan pembelajaran cukup baik.

b) Guru mengelola kelas dengan baik sehingga pembelajaran dilaksnakan dengan kondusif.

35

c)

Penggunaan alat peraga cukup efektif

d) LKS yang digunakan sebagai latihan soal cukup membantu dalam menyerap materi pelajaran. e) Guru melakukan bimbingan kepada siswa yang belum memahami materi secara individual dilakukan dengan penuh ketulusan,kesabaran dan menyeluruh kepada semua siswa. f) Hasil pengamatan terhadap guru peneliti diketahui pula bahwa kemampuan guru dalam menjelaskan pelajaran cukup baik dimana guru menguasai

materi pelajaran. Semua itu dapat dilihat pada gambar grafik sebagai berikut

Hasil observasi Aktivitas Guru Siklus II


40 Nilai 30 20 10 0 Persiapan Pelaksanaan Pengelolaan Kelas Pertemuan 1 Pertemuan 2

Indikator Penlilaian

Gambar 4.4. Grafik aktifitas Guru siklus II

Adapun hal-hal dalam pembelajaran yang belum dapat dikatakan baik adalah dalam hal-hal berikut. 1. Alat peraga yang digunakan perlu lebih bervariasi baik ukuran maupun jumlah kubus satuannya sebagai unsur pembentuk bangun. 2. Frekuensi latihan soal perlu ditambah agar serapan materi dapat lebih banyak.

36

3. Memberi kesempatan seluas-luasnya mengerjakan soal di depan kelas.

secara merata

bagi siswa dalam

4. Membimbing siswa yang masih kesulitan mengerjakan. 5. Pemberian jumlah soal untuk PR perlu disesuaikan dengan kemampuan siswa, antara yang pandai, cukup pandai dan kurang pandai sehingga tidak menjadi beban bagi siswa yang kurang pandai.

d. Refleksi Siklus II Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pengamat dalam kegiatan pembelajaran siklus II ini diketahui keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan, kegiatan pembelajaran dianggap cukup baik, alat peraga yang digunakan cukup variatif dan jumlahnya lebih banyak, penguasaan materi pelajaran lebih baik, dan keterlibatan siswa mencapai 84%. Adapun berdasarkan hasil tes akhir siklus II yang dilaksanakan pada akhir pertemuan dua, maka hasil tes siklus II yang diperoleh sebagai berikut. Tabel 4.2 Tes Hasil Belajar Siswa Pada Siklus II
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nilai Frekuensi 0 1 1 4 7 9 3 0 0 0 25 1845 74 Persen (%) 0 4 4 16 28 36 12 0 0 0 100 100 90 85 80 75 70 65 60 50 40 jumlah Jumlah nilai Rata-rata

70

= 88

Tuntas Klasikal

37

Berdasarkan

tabel analisis tes hasil belajar tersebut di atas diketahui

bahwa siswa yang memperoleh tertinggi yaitu nilai 90 sebanyak 1 orang, yang mendapat nilai 85 sebanyak 1 orang, yang mendapat nilai 80 ada 4 orang. 7 siswa yang mendapatkan nilai 75, sedangkan yang mendapatkan nilai 70 yaitu 9 siswa. Diketahui bahwa rata-rata hasil belajar yang dicapai adalah 74 meningkat dari siklus sebelumnya yaitu dari 66 menjadi 74 yang berarti ada peningkatan 8 angka. Untuk menentukan bahwa kelas mendapatkan ketuntasan belajar klasikal yaitu 88% dari indikator keberhasilan 85% terlihat pada gambar grafik 4.5.

Ketuntasan Belajar Siswa Siklus II


Tuntas Tidak Tuntas

12%

88%

Gambar 4.4. Grafik ketuntasan belajar klasikal siklus II Berdasarkan hasil observasi dan hasil tes akhir siklus II, maka pada siklus II ini sudah dikatakan telah berhasil, yakni nilai rata-rata yang sudah dicapai memenuhi standar minimal yang ditetapkan yakni mencapai rata-rata kelas.

38

B. Pembahasan Berdasarkan hasil siklus I dan II yang telah diketahui dari hasil penelitian tersebut meningkat, pada siklus I penelitian tindakan kelas ini belum berhasil sesuai dengan yang diharapkan rata-rata hasil belajar baru mencapai 64, pada siklus II baru mencapai 74 mengalami peningkatan Dari hasil penelitian ini, pada siklus I dan II diketahui bahwa siswa dalam menyelesaikan soal mengalami peningkatan. Pembelajaran pada siklus I

dilaksanakan, siswa belum dapat menyelesaikan seluruh soal karena masih kesulitan dalam Proses tumbuhan hijau membeuat makanan sendiri, belum

mampu mengaplikasikan perubahan dan masih mengalami kebingungan dalam menyebutkan kegunaan benda sekitar pada lembar kerja. Pada siklus I, penggunaan alat peraga benda-benda digunakan dalam

pembelajaran, penggunaan alat peraga benda padat dan benda cair pada siklus I masih terbatas pada yang sering ditemui dan siswa masih kurang mampu dalam menjelaskan Proses tumbuhan hijau membeuat makanan sendiri dengan bantuan matahari. Kemajuan siswa berangsur lebih baik pada akhir siklus II di mana cara Menunjukan tempat tumbuhan menyimpan cadangan makanan dengan

menggunakan alat peraga langsung yaitu membawa buah-buahan, umbi-umbian. Pada siklus II siswa mulai lebih teliti dan terampil dalam mengidentifikasi

tumbuhan yang membuat makanan sendiri dan tempat penyimpanan cadangan makanan pada tumbuhan. Alat peraga yang disediakan guru menambah motivasi

39

siswa dalam mengerjakan soal-soal latihan. Dengan demikian maka kesulitan mengidentifikasi tempat penyimpanan cadangan makanan tersebut di atasi menggunakan pembelajaran dengan bantuan alat peraga. Kemampuan siswa bertambah meningkat dari siklus I dan II karena siswa pada saat pembelajaran menggunakan alat peraga merasa terangsang untuk mempelajari, mengamati, dan mencoba serta mengidentifikasi apa yang dilihat dan mudah untuk diketahuinya, anak lebih terfokus karena siswa merasa apa yang dilihat itu memudahkan untuk diikuti, mudah untuk meniru dan melakukan sesuai dengan petunjuk guru. Apabila dibandingkan dengan keberhasilan yang dicapai tahun-tahun sebelumnya yaitu pada tahun pelajaran 2009/2010 baru mencapai 63 dan pada tahun 2010/2011 mencapai rata-rata kelas 74. Kenyataan yang demikian tersebut perlu mendapat perhatian dari guru untuk meningkatkan hasil belajar pokok bahasan proses tumbuhan hijau memperolah makanan melalui penggunaan alat peraga secara maksimal agar dapat mencapai hasil yang tinggi. Dapat dilihat dari rangkuman hasil belajar pada tabel sebagai berikut Tabel 4.3. Rangkuman Hasil Belajar pada Siklus I dan Siklus II
No Indikator Keberhasilan Siklus I Frekuensi 12 13 25 Persentase 48% 52% 100% 66 Belum Tuntas 22 3 25 Tuntas Siklus II Frekuensi Persentase 88% 12% 100% 74 Keterangan naik 40% turun 40%

1 2

70 70

Jumlah Rata-rata Ketuntasan belajar berdasarkan indikator

40

Hal tersebut karena alat peraga yang digunakan guru dalam pembelajaran dapat berfungsi sebagai berikut. a. Memotivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. b. Konsep pengamatan, percobaan dan identifikasi IPA dapat menjadi lebih konkret. c. Konsep pengamatan, percobaan dan identifikasi IPA menjadi lebih mudah dipahami dengan menggunakan alat peraga. d. Konsep pengamatan, percobaan dan identifikasi IPA akan lebih mudah dipahami dan lebih mudah dimengerti siswa dalam memahami pelajaran. Alat peraga dapat juga dipergunakan hal-hal sebagai berikut. a. Pembentukan konsep. b. Latihan dan penguatan. c. Pelayanan terhadap pembedaan individual, termasuk pelayanan terhadap anak yang lemah dan anak yang berbakat. d. Alat peraga dipakai sebagai alat ukur kemampuan siswa. e. Pengamatan dan penemuan ide-ide baru serta penyimpulannya. f. Mengundang anak untuk berdiskusi dengan teman atau guru. g. Mengundang untuk berpikir analisis. h. Mengundang partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran sehingga materi mudah dicerna. Namun demikian kesulitan yang dihadapi guru dalam pembelajaran menggunakan alat peraga antara lain guru harus menyiapkan peraga yang beraneka ragam, warna-warni agar menarik, menuntut keterampilan guru, menuntut guru agar kretaif dalam mengembangkan srtategi pembelajaran agar

41

materi yang diajarkan tepat sasaran, menuntut guru membuat alat peraga yang dapat dilihat seluruh siswa, membutuhkan biaya dan tenaga untuk mengemas alat peraga tersebut. Dengan demikian, berdasarkan hasil observasi dan nilai rata-rata kelas pada siklus I sampai II pada setiap siklus masing-masing dua pertemuan dapat diketahui perkembangan hasil belajar siswa dan apa yang diharapkan dalam

penelitian ini dapat diketahui keberhasilannya. Sampai akhir siklus II pembelajaran yang dilakukan telah mencapai kriteria baik, partisipasi siswa dapat ditingkatkan, hasil belajar telah mencapai rata-rata kelas 80,70 nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 70 sehingga dapat dikatakan meningkat. Sebagaimana rumusan masalah yang diajukan dalam bab I yang berbunyi melalui alat peraga kit IPA dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 001 Long Bawan Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan ternyata terbukti meningkatkan aktivitas dan hasil belajar.

42

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan penelitian ini maka simpulannya adalah pembelajaran IPA dengan alat peraga dapat meningkatkan keaktivan dan hasil belajar siswa kelas V SDN 001 Long Bawan, Kecamatan Krayan. pada siklus I penelitian tindakan kelas ini belum berhasil sesuai dengan yang diharapkan ratarata hasil belajar baru mencapai 66, pada siklus II baru mencapai 74 mengalami peningkatan.

B. Saran Saran yang perlu disampaikan berkaitan dengan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Guru kelas V agar sedapat mungkin menggunakan alat peraga dan

menginovasikan dalam mengajarkan materi proses tumbuhan hijau memperolah makanan, karena dapat mengingkatkan hasil belajar siswa. 2. Guru kelas V di SD, dapat menggunakan alat peraga sebagai media dalam pembelajaran materi proses tumbuhan hijau memperolah makanan

43

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:Rineka Cipta. Iskandar, M., Srini. 1997. Pendidikan IPA di SD. Jakarta : Depdikbud. Karli, H., Sri Yuliariatiningsih M. 2004. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung : Bina Media Informasi. Kartini. 2007. Model-model Pembelajaran (Modul). STAIN Cirebon. Moleong Lexy. (2002). Metode Penelitian Demonstrasi. Bandung : Remaja Rosda Karya. Nasution, H. Noehi. 1999. Pendidikan IPA di SD. Jakarta : Universitas Terbuka. Nuryantini, Ade Yenti. 2004. Pandai Belajar Sains SD Kelas III. Bandung : Regina. Raden Sutiawan Leo. Pembelajaran IPA di SD. Jurnal Pendidikan Dasar Volume : 1 nomor : 1 Mei 2004. Samatoa, Usman. (2006). Bagaimana Membelajarkan IPA di Sekolah Dasar. Jakarta : Depdiknas. Wardani, Wihardit, Kuswaya. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka. Wuryastuti, Sri. Inovasi Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan
Dasar nomor 9 April 2008.

44

Lampiran-Lampiran

45

SILABUS Standar Kompetensi : Memahami cara tumbuhan hijau membuat makanan. Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan. Materi Pembelajaran : Tumbuhan Hijau. Kegiatan Pembelajaran : a. Menjelaskan proses tumbuhan hijau berfotosintesis dengan bantuan cahaya matahari dan cahaya lainnya. b. Menyebutkan hasil fotosintesis tumbuhan hijau yaitu karbohidrat dan oksigen. c. Menyebutkan tempat tumbuhan hijau menyimpan cadangan makanan antara lain biji pada padi,jagung,wortel,jeruk dan tebu. d. Menyebutkan bagian tumbuhan yang digunakan sebagai makanan yang berupa sayur mayor, buah buahan, dan kacang kacangan. e.Menyebutkan menghasilkan makanan dan oksigen f. Menyebutkan yang akan terjadi jika tidak ada tumbuhan hijau. Indikator : a. Menjelaskan proses tumbuhan hijau membuat makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari dan cahaya lainnya. b. Menunjuhkan tempat tumbuhan menyimpan cadangan makanan. c. Mengidentifikasi bagian tumbuhan yang digunakan oleh manusia dan hewan untuk makanannya. d. Menjelaskan pentingnya tumbuhan hijau bagi manusia dan hewan sebagai sumber energi. manfaat fotosintesis yaitu

46

e. Memprediksi yang akan terjadi apabila didunia ini tidak ada tumbuhan hijau. Penilaian. a. Tes lisan atau tertulis b. Unjuk kerja Aloksi Waktu 8 X 35 menit Sumber Belajar. Buku jendela IPA 5A Alat-alat tulis Charta bagian bagian tumbuhan

47

Siklus I Pertemuan I Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Nama Sekolah : SDN 001 Krayan . Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas/Semester : V/1 Pertemuan Ke- : I Alokasi waktu : 2 X 35 jam pelajaran Standar kompetensi : 2. Memahami cara tumbuhan hijau membuat makanan Kompetensi Dasar : 2.1 Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan 2.2 Mendeskripsikan ketergantungan manusia dan hewan pada tumbuhan hijau sebagai sumber makanan Indikator : 1. Menjelaskan proses tumbuhan hijau membuat makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari dan cahaya lain 2.Menunjukkan tempat tumbuhan menyimpan cadangan makanan 3.Mengidentifikasi bagian tumbuhan yang digunakan oleh manusia dan hewan untuk makanannya 4. Menjelaskan pentingnya tumbuhan hijau bagi manusia dan hewan sebagai sumber energy 5. Memprediksi yang akan terjadi apabila di dunia ini tidak ada tumbuhan hijau I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa mampu 1. menjelaskan proses tumbuhan hijau membuat denganbantuan cahaya matahari dan cahaya lain;

makanannya

sendiri

2. menunjukkan tempat tumbuhan menyimpan cadangan makanan; 3. menyebutkan bagian tumbuhan yang digunakan oleh manusia dan hewanuntuk makanannya; 4. menjelaskan pentingnya sebagaisumber energi; tumbuhan hijau bagi manusia dan hewan

5. menyebutkan yang akan terjadi apabila di dunia ini tidak ada tumbuhan hijau.

48

II. Materi Pembelajaran Tumbuhan hijau III. Metode Pembelajaran Demonstrasi, Ceramah dan Diskusi IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Kegiatan Awal 1. Guru menyediakan charta proses fotosintesis pada tumbuhan hijau. 2. Dengan dipandu guru, siswa menyebutkan cara hewan dan tumbuhan disekitar memperoleh makanan. Kegiatan Inti 1. Guru menjelaskan megenai macam-maca tumbuhan hijau dan memperagakan proses tumbuhan hijau berfotosintesis. 2. Dengan dibimbing guru, siswa memperagakan proses tumbuhan hijau berfotosintesis 3. Dengan dipandu guru, siswa menceritakan proses fotosintesis pada tumbuhan hijau. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan fungsi tiap komponen yang diperlukan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Buku Jendela IPA 5A terbitan PT Tiga Serangkai Charta bagian-bagian tumbuhan Alat-alat tulis VI. Penilaian Keaktifan dalam menjawab pertanyaan dan mendemonstrsikan.

Mengetahui Kepala Sekolah

Krayan, Guru Kelas

Samuel PangeranA.Ma.Pd Nip195711271981121001

Ibni Hermadona NPM 08601050408

49

Siklus I Pertumuan II Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Nama Sekolah : SDN 001 Krayan . Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas/Semester : V/1 Pertemuan Ke- : II Alokasi waktu : 2 X 35 jam pelajaran Standar kompetensi : 2. Memahami cara tumbuhan hijau membuat makanan Kompetensi Dasar : 2.1 Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan 2.2 Mendeskripsikan ketergantungan manusia dan hewan pada tumbuhan hijau sebagai sumber makanan Indikator : 1. Menjelaskan proses tumbuhan hijau membuat makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari dan cahaya lain 2.Menunjukkan tempat tumbuhan menyimpan cadangan makanan 3.Mengidentifikasi bagian tumbuhan yang digunakan oleh manusia dan hewan untuk makanannya 4. Menjelaskan pentingnya tumbuhan hijau bagi manusia dan hewan sebagai sumber energy 5. Memprediksi yang akan terjadi apabila di dunia ini tidak ada tumbuhan hijau I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa mampu 1. menjelaskan proses tumbuhan hijau membuat denganbantuan cahaya matahari dan cahaya lain;

makanannya

sendiri

2. menunjukkan tempat tumbuhan menyimpan cadangan makanan; 3. menyebutkan bagian tumbuhan yang digunakan oleh manusia dan hewanuntuk makanannya; 4. menjelaskan pentingnya sebagaisumber energi; tumbuhan hijau bagi manusia dan hewan

5. menyebutkan yang akan terjadi apabila di dunia ini tidak ada tumbuhan hijau.

50

II. Materi Pembelajaran Tumbuhan hijau III. Metode Pembelajaran Demonstrasi, Ceramah dan Diskusi IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Kegiatan Awal 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2. Dengan dipandu guru, siswa menyebutkan hasil fotosintesis. Kegiatan Inti 1. Guru menjelaskan hasil fotosintesis, yaitu karbohidrat dan oksigen. 2. Dengan dipandu guru, siswa menyebutkan kegunaan karbohidrat dan oksigen bagi kehidupan baik bagi tumbuhan, manusia, maupun hewan. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan kegunaan hasil fotosintesis bagi kehidupan. V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Buku Jendela IPA 5A terbitan PT Tiga Serangkai Charta bagian-bagian tumbuhan Alat-alat tulis VI. Penilaian Keaktifan dalam menjawab pertanyaan dan mendemonstrasikan.

Mengetahui Kepala Sekolah

Krayan, Guru Kelas

Samuel Pangeran, A.Ma.Pd Nip195711271981121001

Ibni Hermadona NPM 08601050408

51

Siklus II Pertemuan I Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Nama Sekolah : SDN 001 Krayan . Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas/Semester : V/1 Pertemuan Ke- : I Alokasi waktu : 2 X 35 jam pelajaran Standar kompetensi : 2. Memahami cara tumbuhan hijau membuat makanan Kompetensi Dasar : 2.1 Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan 2.2 Mendeskripsikan ketergantungan manusia dan hewan pada tumbuhan hijau sebagai sumber makanan Indikator : 1. Menjelaskan proses tumbuhan hijau membuat makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari dan cahaya lain 2.Menunjukkan tempat tumbuhan menyimpan cadangan makanan 3.Mengidentifikasi bagian tumbuhan yang digunakan oleh manusia dan hewan untuk makanannya 4. Menjelaskan pentingnya tumbuhan hijau bagi manusia dan hewan sebagai sumber energy 5. Memprediksi yang akan terjadi apabila di dunia ini tidak ada tumbuhan hijau I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa mampu 1. menjelaskan proses tumbuhan hijau membuat makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari dan cahaya lain; 2. menunjukkan tempat tumbuhan menyimpan cadangan makanan; 3. menyebutkan bagian tumbuhan yang digunakan oleh manusia dan hewanuntuk makanannya; 4. menjelaskan pentingnya sebagaisumber energi; tumbuhan hijau bagi manusia dan hewan

5. menyebutkan yang akan terjadi apabila di dunia ini tidak ada tumbuhan hijau.

52

II. Materi Pembelajaran Tumbuhan hijau III. Metode Pembelajaran Demonstrasi, Ceramah dan Diskusi IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Kegiatan Awal 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuaan sebelumnya. 2. Dengan dipandu guru, siswa menyebutkan fungsi cadangan makanan bagi tumbuhan. Kegiatan Inti 1. Guru menjelaskan fungsi cadangan makanan bagi tumbuhan. 2. Dengan dipandu guru, siswa menyebutkan tempat menyimpan cadangan makanan tumbuhan, antara lain pada umbi, buah, biji, dan batang. 3. Dengan dipandu guru, siswa menyebutkan tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan pada umbi, misalnya wortel, singkong, bawang merah. 4. Dengan dipandu guru, siswa menyebutkan tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan pada buah, antara lain jeruk, mangga, dan pisang. 5. Dengan dipandu guru, siswa menyebutkan tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan pada biji, antara lain padi, jagung 6. Dengan dipandu guru, siswa menyebutkan tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan pada batang, yaitu tebu Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan bagian tumbuhan di sekitar yang digunakan untuk menyimpan makanan cadangan. V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Buku Jendela IPA 5A terbitan PT Tiga Serangkai Charta bagian-bagian tumbuhan Alat-alat tulis VI. Penilaian Keaktifan dalam menjawab pertanyaan dan mendemonstrasikan.

Mengetahui Kepala Sekolah

Krayan, Guru Kelas

Samuel Pangeran, A.Ma.Pd Nip195711271981121001

Ibni Hermadona NPM 08601050408

53

Siklus II Pertemuan II Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Nama Sekolah : SDN 001 Krayan . Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas/Semester : V/1 Pertemuan Ke- : II Alokasi waktu : 2 X 35 jam pelajaran Standar kompetensi : 2. Memahami cara tumbuhan hijau membuat makanan Kompetensi Dasar : 2.1 Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan 2.2 Mendeskripsikan ketergantungan manusia dan hewan pada tumbuhan hijau sebagai sumber makanan Indikator : 1. Menjelaskan proses tumbuhan hijau membuat makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari dan cahaya lain 2.Menunjukkan tempat tumbuhan menyimpan cadangan makanan 3.Mengidentifikasi bagian tumbuhan yang digunakan oleh manusia dan hewan untuk makanannya 4. Menjelaskan pentingnya tumbuhan hijau bagi manusia dan hewan sebagai sumber energy 5. Memprediksi yang akan terjadi apabila di dunia ini tidak ada tumbuhan hijau I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa mampu 1. menjelaskan proses tumbuhan hijau membuat makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari dan cahaya lain; 2. menunjukkan tempat tumbuhan menyimpan cadangan makanan; 3. menyebutkan bagian tumbuhan yang digunakan oleh manusia dan hewan untuk makanannya; 4. menjelaskan pentingnya tumbuhan hijau bagi manusia dan hewan sebagaisumber energi; 5. menyebutkan yang akan terjadi apabila di dunia ini tidak ada tumbuhan hijau. II. Materi Pembelajaran Tumbuhan hijau

54

III. Metode Pembelajaran Demonstrasi, Ceramah dan Diskusi IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Kegiatan Awal 1. Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 2. Dengan dipandu guru, siswa menyebutkan bagian tumbuhan yang digunakan sebagai bahan makanan. Kegiatan Inti 1. Dengan dipandu guru, siswa menyebutkan bahan makanan yang berasal dari tumbuhan, antara lain sayur-mayur, buah-buahan, kacang-kacangan, dan bijibijian. 2. Dengan dipandu guru, siswa menyebutkan sayur-mayur yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. 3. Dengan dipandu guru, siswa menyebutkan bagian tumbuhan yang dapat dibuat sayur, misalnya daun pada bayam, sawi, dan kangkung; bunga pada buah pada terung, kacang panjang; tunas pada pisang. 4. Dengan dipandu guru, siswa menyebutkan tumbuhan yang menghasilkan buah, antara lain jeruk, belimbing, dan pepaya. 5. Dengan dipandu guru, siswa menyebutkan berbagai jenis kacang yang digunakan sabagai bahan makanan. 6. Dengan dipandu guru, siswa menyebutkan biji-bijian yang digunakan sebagai bahan makanan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain padi dan jagung. 7. Dengan dipandu guru, siswa menyebutkan umbi-umbian yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain kentang dan singkong. Kegiatan Akhir Guru menyimpulkan dengan cara menjelaskan bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan. V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Buku Jendela IPA 5A terbitan PT Tiga Serangkai Charta bagian-bagian tumbuhan Alat-alat tulis VI. Penilaian Keaktifan dalam menjawab pertanyaan dan mendemonstrasikan.

Mengetahui Kepala Sekolah

Krayan, Guru Kelas

SamuelPangeran,A.Ma.Pd Nip 195711271981121001

Ibni Hermadona NPM 08601050408

55

LEMBAR SOAL PADA SIKLUS I

1. Cahaya matahari berperan penting dalam proses fotosintesis. Pernyataan yang

sesuai untuk proses berlangsungnya fotosintesis yaitu . . . . a. Cahaya matahari sebagai satu satunya sumber energi. b. Fotosintesis memerlukan oksigen dan karbon dioksida. c. Fotosintesis menghasilkan air dan karbon dioksida. d. Fotosintesis dapat terjadi meskipun hanya menggunakan lampu neon. 2. Zat di dalam tumbuhan yang dapat menangkap sinar matahari yaitu zat warna . . a. kuning b. merah c. hijau d. oranye 3. Umumnya klorofil paling banyak terdapat pada bagian . . . . a. akar b. batang c. daun d. bunga 4. Proses fotosintesis terutama terjadi di bagian . . . . a. akar b. batang c. daun d. bunga 5. Tumbuhan yang menyimpan makanan cadangan di dalam batang yaitu . . . . a. bayam dan kedelai b. mangga dan nanas c. tebu dan sagu d. wortel dan singkong 6. Kentang menyimpan makanan cadangannya di bagian . . . . a. akar b. batang c. daun d. buah 7. Bahan-bahan yang diperlukan dalam fotosintesis yaitu . . . . a. air dan oksigen b. oksigen dan karbon dioksida c. air dan karbon dioksida d. oksigen dan karbohidrat

56

8. Klorofil pada tumbuhan hijau berfungsi untuk . . . . a. sumber tenaga b. menyerap air c. menangkap cahaya d. menghasilkan oksigen 9. Seandainya semua tumbuhan hijau di dunia punah, maka . . . . a. hewan herbivora akan mati b. hewan karnivora akan mati c. hewan omnivora akan mati d. seluruh makhluk hidup akan musnah 10

I II IV III Dipanaskandalam alkohol kemudian dicuci ditetesi yodium Perhatikan gambar di atas. Bagian daunyang berwarna putih pucat yaitu . . . . a. I c. III b. II d. IV

57

LEMBAR SOAL PADA SIKLUS II

A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar!

1. Zat hijau daun yang berguna pada proses pembuatan makanan pada tumbuhan adalah .... a. klorofil c. batang b. akar d. daun 2.Proses pembuatan makanan pada tumbuhan cahayamatahari disebut .... a. pertumbuhan c. fotosintesis b. perkembangan d. sintesa makanan 3.Karbondioksida yang dibutuhkan dalam olehtumbuhan melalui .... a. akar c. mulut daun b. batang d. bunga hijau dengan bantuan

proses

fotosintesis

diserap

4. Pada proses pembuatan makanan tumbuhan memerlukan bahan-bahan berikut, kecuali .... a. cahaya matahari c. karbondioksida b. karbohidrat d. air 5. Oksigen yang merupakan hasil fotosintesis digunakan oleh manusia dan hewan pada proses .... a. pencernaan c. pernapasan b. pengeluaran d. peredaran darah 6.Dibawah ini merupakan tumbuhan yang menyimpan timbunan makanannya berupa umbi, kecuali .... a. singkong c. kentang b. ubi jalar d. pisang 7.Di bawah ini merupakan tumbuhan yang menyimpan timbunan makanannya berupa buah adalah .... a. mangga c. kentang b. singkong d. tebu 8. Tumbuhan tebu dan sagu menyimpan timbunan makanannya pada bagian .... a. akar c. batang b. daun d. buah 9. Contoh tumbuhan yang dimanfaatkan daunnya sebagai bahan makanan adalah .. a. bayam c. mangga b. ubi d. sagu

58

10.Tumbuhan kacang-kacangan dimanfaatkan bagian .... a. biji c. akar b. buah d. batang

merupakan

kelompok

tumbuhan

yang

59

Lampiran : (Lembar Pengamatan Siswa Kegiatan Belajar Mengajar) LEMBAR PENGAMATAN SISWA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SIKLUS I PADA PERTEMUAN I Petunjuk : 1. Isilah kolom jumlah, dengan jumlah siswa yang mengikuti kegiatan sesuai dengan aktifitas. 2. Skala penilaian diisi dengan tanda cek ( v ) 3. Jumlah siswa kelas V ada 25 siswa Jumlah No Keaktifan siswa Siswa % 1. 2. 3. Hadir dalam kegiatan pembelajaran Aktif bertanya Aktif menjawab pertanyaan/siap menjawab Aktif berdiskusi bersama kelompoknya dan antar kelompok Aktif mencatat hal-hal penting Mengikuti secara aktif percobaan-percobaan yang dilakukan dikelas Menguasai proses tumbuhan hijau membuat makanan 25 10 11 v

Skala Penilaian A v v v B C D E

4. 5. 6.

15 17 19

v v

7.

20

Keterangan : A : Sangat Baik B : Baik C : Cukup D : Kurang E : Sangat Kurang

(85 - 100) (70 - 84) (55 - 69) (40 - 54) < 40

60

Lampiran : (Lembar Pengamatan Siswa Kegiatan Belajar Mengajar) LEMBAR PENGAMATAN SISWA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SIKLUS I PADA PERTEMUAN II Petunjuk : 1. Isilah kolom jumlah, dengan jumlah siswa yang mengikuti kegiatan sesuai dengan aktifitas. 2. Skala penilaian diisi dengan tanda cek ( v ) 3. Jumlah siswa kelas V ada 25 siswa Jumlah No Keaktifan siswa Siswa % 1. 2. Hadir dalam kegiatan pembelajaran Aktif bertanya 25 14 13 v

Skala Penilaian A v v v B C D E

Aktif menjawab 3. pertanyaan/siap menjawab Aktif berdiskusi 4. bersama kelompoknya dan antar kelompok Aktif mencatat hal-hal 5. penting Mengikuti secara aktif percobaan-percobaan 6. yang dilakukan di kelas Menguasai proses 7. tumbuhan hijau membuat makanan Keterangan : A : Sangat Baik B : Baik C : Cukup D : Kurang E : Sangat Kurang

17 18 v 20

20

(85- 100) (70 - 84) (55 - 69) (40 - 54) < 40

61

Lampiran : (Lembar Pengamatan Siswa Kegiatan Belajar Mengajar) LEMBAR PENGAMATAN SISWA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SIKLUS II PADA PERTEMUAN I Petunjuk : 1.Isilah kolom jumlah, dengan jumlah siswa yang mengikuti kegiatan sesuai dengan aktifitas. 2.Skala penilaian diisi dengan tanda cek ( v ) 3.Jumlah siswa kelas V ada 25 siswa Jumlah No Keaktifan siswa Siswa % 1. 2. Hadir dalam kegiatan pembelajaran Aktif bertanya 25 17

Skala Penilaian A v v v B C D E

Aktif menjawab 18 3. pertanyaan/siap menjawab Aktif berdiskusi 19 4. bersama kelompoknya dan antar kelompok Aktif mencatat hal-hal 20 5. penting Mengikuti secara aktif percobaan-percobaan 18 6. yang dilakukan di kelas Menguasai proses tumbuhan hijau 21 7. dengan bantuan cahaya lain selain matahari Keterangan : A : Sangat Baik (85- 100) B : Baik (70 - 84) C : Cukup (55- 69) D : Kurang (40- 54) E : Sangat Kurang < 40

v v

62

Lampiran : (Lembar Pengamatan Siswa Kegiatan Belajar Mengajar) LEMBAR PENGAMATAN SISWA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SIKLUS II PADA PERTEMUAN II Petunjuk : 1. Isilah kolom jumlah, dengan jumlah siswa yang mengikuti kegiatan sesuai dengan aktifitas. 2.Skala penilaian diisi dengan tanda cek ( v ) 3.Jumlah siswa kelas V ada 25 siswa Jumlah No Keaktifan siswa Siswa % 1. 2. Hadir dalam kegiatan pembelajaran Aktif bertanya 25 19

Skala Penilaian A v v v B C D E

Aktif menjawab 20 3. pertanyaan/siap menjawab Aktif berdiskusi 21 4. bersama kelompoknya dan antar kelompok Aktif mencatat hal-hal 22 5. penting Mengikuti secara aktif percobaan-percobaan 22 6. yang dilakukan di kelas Menguasai proses tumbuhan hijau 21 7. dengan bantuan cahaya lain selain matahari Keterangan : A : Sangat Baik (85 - 100) B : Baik (70 - 84) C : Cukup (55 - 69) D : Kurang (40 - 54) E : Sangat Kurang < 40

v v

63

Lampiran : (Lembar PengamatanGuru) LEMBAR PENGAMATAN GURU KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SIKLUS I PADA PERTEMUAN I Petunjuk : Pusatkan perhatian anda pada perilaku guru dan siswa di dalam kelas. Tulis hasil pengamatan anda dengan tanda cek (v) pada setiap iindikator sesuai dengan skala penilaian sebagai berikut: Nilai 75 = Sangat Sesuai

Nilai 60-74 = Sesuai Nilai 45-59 = Cukup Nilai 30-44 = Tidak Sesuai Nilai 15-29 = Sangat Tidak Sesuai
No Keterampilan/ Kemampuan Guru 1 Menyusun Rencana Pembelajaran Skala Penilaian 5 4 3 2 1 -Merumuskan tujuan pembelajaran v secara operasional. -Merumuskan materi pelajaran v secara runtut/ jelas. -Merumuskan KBM secara urut v dan jelas. -Merumuskan evaluasi sesuai v tujuan pembelajaran. -Melaksanakan pembelajaran sesuai v kurikulum. -Menguasai materi sesuai dengan v pembelajarannya -Menggunakan metode sesuai v karakteristik materi. -Menyusun evaluasi sesuai v pedoman penyusunan soal. -Media sesuai dengan pokok v bahasan -Media meningkatkan aktivitas dan v hasil belajar siswa. -Media meningkatkan efektifitas v dan efisien. -Media membantu mempermudah v pemahaman siswa terhadap materi. Indikator

Menguasai Kurikulm, Materi,Metode dan Evaluasi

Menggunakan Media

64

Mengorganisir Kelas/siswa dan Membangun Suasana kelas

-Menata siswa/kelas untuk v menumbuhkan suasana menyenangkan -Memberikan penguatan sebelum, v Selama dan sesudah pembelajaran. Jumlah Skor 40 28

Pedoman Penilaian: - Sangat Sesuai - Sesuai - Cukup - Tidak Sesuai =5 =4 =3 =2

- Sangat Tidak Sesuai = 1 Nilai = Jumlah Skor yang diperoleh x Indikator Nilai = Mengetahui Kepala Sekolah (Katagori : ) Pengamat

Samuel Pangeran, A.Ma.Pd Nip195711271981121001

Marsoni NPM 08601050414

65

Lampiran : (Lembar PengamatanGuru) LEMBAR PENGAMATAN GURU KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SIKLUS I PADA PERTEMUAN II Petunjuk : Pusatkan perhatian anda pada perilaku guru dan siswa di dalam kelas. Tulis hasil pengamatan anda dengan tanda cek (v) pada setiap iindikator sesuai dengan skala penilaian sebagai berikut: Nilai 75 = Sangat Sesuai

Nilai 60-74 = Sesuai Nilai 45-59 = Cukup Nilai 30-44 = Tidak Sesuai Nilai 15-29 = Sangat Tidak Sesuai
No Keterampilan/ Kemampuan Guru 1 Menyusun Rencana Pembelajaran Indikator 5 -Merumuskan tujuan pembelajaran secara operasional. -Merumuskan materi pelajaran secara runtut/ jelas. -Merumuskan KBM secara urut dan jelas. -Merumuskan evaluasi sesuai tujuan pembelajaran. -Melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum. -Menguasai materi sesuai dengan pembelajarannya -Menggunakan metode sesuai karakteristik materi. -Menyusun evaluasi sesuai pedoman penyusunan soal. -Media sesuai dengan pokok bahasan -Media meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. -Media meningkatkan efektifitas dan efisien. -Media membantu mempermudah pemahaman siswa terhadap materi. -Menata siswa/kelas untuk Skala Penilaian 4 3 2 1 v v v v v v v v v v v v v

Menguasai Kurikulm, Materi,Metode dan Evaluasi

Menggunakan Media

Mengorganisir

66

Kelas/siswa dan Membangun Suasana kelas

menumbuhkan suasana menyenangkan -Memberikan penguatan sebelum, v Selama dan sesudah pembelajaran. Jumlah Skor 60 12

Pedoman Penilaian: - Sangat Sesuai - Sesuai - Cukup - Tidak Sesuai =5 =4 =3 =2

- Sangat Tidak Sesuai = 1 Nilai = Jumlah Skor yang diperoleh x Indikator Nilai = Mengetahui Kepala Sekolah (Katagori : ) Pengamat

Samuel Pangeran, A.Ma.Pd Nip195711271981121001

Marsoni NPM 08601050414

67

Lampiran : (Lembar PengamatanGuru) LEMBAR PENGAMATAN GURU KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SIKLUS II PADA PERTEMUAN I Petunjuk : Pusatkan perhatian anda pada perilaku guru dan siswa di dalam kelas. Tulis hasil pengamatan anda dengan tanda cek (v) pada setiap iindikator sesuai dengan skala penilaian sebagai berikut: Nilai 75 = Sangat Sesuai

Nilai 60-74 = Sesuai Nilai 45-59 = Cukup Nilai 30-44 = Tidak Sesuai Nilai 15-29 = Sangat Tidak Sesuai
No Keterampilan/ Kemampuan Guru 1 Menyusun Rencana Pembelajaran Indikator 5 -Merumuskan tujuan pembelajaran secara operasional. -Merumuskan materi pelajaran secara runtut/ jelas. -Merumuskan KBM secara urut dan jelas. -Merumuskan evaluasi sesuai tujuan pembelajaran. -Melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum. -Menguasai materi sesuai dengan pembelajarannya -Menggunakan metode sesuai karakteristik materi. -Menyusun evaluasi sesuai pedoman penyusunan soal. -Media sesuai dengan pokok bahasan -Media meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. -Media meningkatkan efektifitas dan efisien. -Media membantu mempermudah pemahaman siswa terhadap materi. -Menata siswa/kelas untuk menumbuhkan suasana menyenangkan Skala Penilaian 4 3 2 1 v

v v v v v v v v v v v v

Menguasai Kurikulm, Materi,Metode dan Evaluasi

Menggunakan Media

Mengorganisir Kelas/siswa dan Membangun

68

Suasana kelas

-Memberikan penguatan sebelum, Selama dan sesudah pembelajaran. Jumlah Skor

v 45 24

Pedoman Penilaian: - Sangat Sesuai - Sesuai - Cukup - Tidak Sesuai =5 =4 =3 =2

- Sangat Tidak Sesuai = 1 Nilai = Jumlah Skor yang diperoleh x Indikator Nilai = Mengetahui Kepala Sekolah (Katagori : ) Pengamat

Samuel Pangeran, A.Ma.Pd Nip195711271981121001

Marsoni NPM 08601050414

69

Lampiran : (Lembar PengamatanGuru) LEMBAR PENGAMATAN GURU KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SIKLUS II PADA PERTEMUAN II Petunjuk : Pusatkan perhatian anda pada perilaku guru dan siswa di dalam kelas. Tulis hasil pengamatan anda dengan tanda cek (v) pada setiap iindikator sesuai dengan skala penilaian sebagai berikut: Nilai 75 = Sangat Sesuai

Nilai 60-74 = Sesuai Nilai 45-59 = Cukup Nilai 30-44 = Tidak Sesuai Nilai 15-29 = Sangat Tidak Sesuai
No Keterampilan/ Kemampuan Guru 1 Menyusun Rencana Pembelajaran Indikator 5 -Merumuskan tujuan pembelajaran secara operasional. -Merumuskan materi pelajaran secara runtut/ jelas. -Merumuskan KBM secara urut dan jelas. -Merumuskan evaluasi sesuai tujuan pembelajaran. -Melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum. -Menguasai materi sesuai dengan pembelajarannya -Menggunakan metode sesuai karakteristik materi. -Menyusun evaluasi sesuai pedoman penyusunan soal. -Media sesuai dengan pokok bahasan -Media meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. -Media meningkatkan efektifitas dan efisien. -Media membantu mempermudah pemahaman siswa terhadap materi. -Menata siswa/kelas untuk menumbuhkan suasana menyenangkan Skala Penilaian 4 3 2 1 v

v v v v v v v v v v v v

Menguasai Kurikulm, Materi,Metode dan Evaluasi

Menggunakan Media

Mengorganisir Kelas/siswa dan Membangun

70

Suasana kelas

-Memberikan penguatan sebelum, Selama dan sesudah pembelajaran. Jumlah Skor

v 40 28

Pedoman Penilaian: - Sangat Sesuai - Sesuai - Cukup - Tidak Sesuai =5 =4 =3 =2

- Sangat Tidak Sesuai = 1 Nilai = Jumlah Skor yang diperoleh x Indikator Nilai = Mengetahui Kepala Sekolah (Katagori : ) Pengamat

Samuel Pangeran,A.Ma.Pd Nip 195711271981121001

Marsoni NPM 08611050414

71

Lampiran : (Lembar Analisis Observasi Guru Siklus I) LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU PADA SIKLUS I
No 1 Aspek yang dinilai Persiapan -Merusmuskan tujuan pembelajaran secara operasional. -Merumuskan materi pelajaran secara runtut. -Merumuskan KBM secara urut dan jelas. -Merumuskan Evaluasi sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pelaksanaan -Melaksanakan pembelajaran kurikulum. -Menguasai materi pembelajarannya. -Menggunakan metode sesuai dengan karakteristik materi. -Menyusun Evaluasi sesuai dengan pedoman. -Penggunaan media sesuai dengan materi. -Media meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. -Media meningkatkan efektifitas dan efesien. -Media membantu mempermudah pemahaman siswa terhadap materi. Pengelolaan Kelas -Menata siswa/kelas untuk menumbuhkan suasana menyenangkan. -Memberikan penguatan sebelum, selama dan sesudah pembelajaran Jumlah Skor Pertemuan 1 2 4 5 5 4 5 5 4 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5

4 4

4 4

Keterangan: Nilai 75 = Sangat Sesuai

Nilai 60-74 = Sesuai Nilai 45-59 = Cukup Nilai 30-44 = Tidak Sesuai Nilai 15-29 = Sangat Tidak Sesuai

72

Lampiran : (Lembar Analisis Observasi Guru Siklus I) LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU PADA SIKLUS II
No 1 Aspek yang dinilai Persiapan -Merusmuskan tujuan pembelajaran secara operasional. -Merumuskan materi pelajaran secara runtut. -Merumuskan KBM secara urut dan jelas. -Merumuskan Evaluasi sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pelaksanaan -Melaksanakan pembelajaran kurikulum. -Menguasai materi pembelajarannya. -Menggunakan metode sesuai dengan karakteristik materi. -Menyusun Evaluasi sesuai dengan pedoman. -Penggunaan media sesuai dengan materi. -Media meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. -Media meningkatkan efektifitas dan efesien. -Media membantu mempermudah pemahaman siswa terhadap materi. Pengelolaan Kelas -Menata siswa/kelas untuk menumbuhkan suasana menyenangkan. -Memberikan penguatan sebelum, selama dan sesudah pembelajaran Jumlah Skor Pertemuan 1 2 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5

5 4

5 4

Keterangan: Nilai 75 = Sangat Sesuai

Nilai 60-74 = Sesuai Nilai 45-59 = Cukup Nilai 30-44 = Tidak Sesuai Nilai 15-29 = Sangat Tidak Sesuai

73

Daftar Nilai Siswa Kelas V Mata Pelajaran IPA Mengenai Tumbuhan Hijau Tahun 2009/2010
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Nama Murid Ayu Ania Hajariah Ageling Dessy Natalil Lisi Alti Berta Mea Marsela Mella Novita Emi Sovia Febby Agustia Lilik Novita Jonli Marjersen A.Juavan Debid Novel Juanli Pangeran Andy Nilai Rata-rata Nilai 75 70 75 70 75 70 65 70 70 65 55 65 50 65 55 50 60 63 Ket

74

Daftar Nilai Siswa Kelas V Pada Siklus I Mata Pelajaran IPA Mengenai Tumbuhan Hijau Tahun 2010/2011
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Nama Murid Jellin Novita Junil Mayasari Desy Nadia Betris Cintia Ron Evander Peru Firsed Aldi Femi Misail Krisimon Milkias Hansel Pedrik Chantona Junpri Hansel Mun Ramadan Yusua Kristian Swenly Akun Peros Yosua Elvis Presly Andresen Ahmad Dwi Prassatia Agnes Jesika Dandi Arjuna Daneil Steven Iwan Novie Karolin Ayu Nilai Rata-rata Nilai 75 70 75 70 65 55 70 60 55 70 60 65 70 65 55 65 60 75 70 65 60 55 75 70 75 60,4 Ket

75

Daftar Nilai Siswa Kelas V Pada Siklus II Mata Pelajaran IPA Mengenai Tumbuhan Hijau Tahun 2010/2011
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Nama Murid Jellin Novita Junil Mayasari Desy Nadia Betris Cintia Ron Evander Peru Firsed Aldi Femi Misail Krisimon Milkias Hansel Pedrik Chantona Junpri Hansel Mun Ramadan Yusua Kristian Swenly Akun Peros Yosua Elvis Presly Andresen Ahmad Dwi Prassatia Agnes Jesika Dandi Arjuna Daneil Steven Iwan Novie Karolin Ayu Nilai Rata-rata Nilai 85 75 80 75 75 70 70 70 75 80 70 70 70 75 70 65 70 80 75 70 65 65 80 75 90 74 Ket