Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

Tenggelam adalah merupakan akibat dari terbenamnya seluruh atau sebagian tubuh ke dalam cairan. Tenggelam merupakan salah satu bentuk kematian asfiksia, dimana bila pada asfiksia yang lain tidak terjadi perubahan elektrolit dalam darah, sedangkan pada tenggelam perubahan tersebut ada; baik tenggelam dalam air tawar maupun tenggelam dalam air asin.1-2 Tenggelam (drowning) adalah suatu suffocation dimana jalan napas terhalang oleh air / cairan sehingga terhisap masuk ke jalan napas sampai alveoli paru-paru.3 Penyebab tenggelam bervariasi berdasarkan usianya, pada bayi atau anak-anak disebabkan karena tenggelam saat di bak mandi atau kolam renang. Sedangkan pada usia dewasa biasanya terjadi di daerah perairan seperti sungai, danau, dan sebagainya. Tenggelam pada umumnya merupakan kecelakaan, baik kecelakaan secara langsung berdiri sendiri maupun tenggelam yang terjadi oleh karena korban dalam keadaan mabuk, berada di bawah pengaruh obat atau pada mereka yang terserang epilepsi.1,4 Angka tepat kematian akibat tenggelam yang terjadi di seluruh dunia masih belum pasti tetapi sekitar 150.000 orang tiap tahunnya. Sekitar satu dari setiap 9 atau 10 insiden tenggelam berakibat kematian, sehingga lebih dari 1 juta orang setahun mengalami episode near drowning. Pada negara berkembang, tenggelam merupakan penyebab kematian kedua atau ketiga

akibat kecelakaan, yang bervariasi dibawah jumlah kematian akibat kecelakaan kendaraan bermotor dan dibawah jumlah kematian akibat terjatuh dari ketinggian. Di Negara Amerika Serikat pada tahun 2006 sebanyak 1100 orang dibawah usia 20 tahun meninggal akibat mati tenggelam. Di Negara Asia suffocation dan tenggelam merupakan penyebab kematian yang dapat dicegah pada anak-anak dibawah usia 5 tahun contohnya Negara Bangladesh melaporkan pada tahun 2008 terdapat 46 anak tenggelam setiap harinya.5,6,7 Faktor risiko yang mengakibatkan tenggelam diantaranya laki-laki, usia produktif seperti remaja dan dewasa, kondisi air yang melebihi kemampuan perenang, terperangkap, ketidakmampuan akibat hipotermia, syok, cedera atau kelelahan.5,6 Dalam menghadapi kasus tenggelam, selain pemeriksaan ditujukan untuk menentukan sebab kematian juga ditujukan untuk mengetahui cara kematiannya, kecelakaan atau bunuh diri. Angka kejadian tenggelam di Kalimantan Selatan masih tinggi dikarenakan transportasi air memiliki peran yang cukup penting serta tingginya angka curah hujan menyebabkan arus sungai menjadi deras dan meningkatkan kedalaman air sehingga kecelakaan lalu lintas air menjadi sering terjadi. Akan tetapi mati tenggelam juga dapat terjadi dengan cara pembunuhan atau bunuh diri. Disini lah peranan penting dari kedokteran forensik dalam menentukan cara, sebab dan mekanisme pasti kematian. Berikut ini akan dilaporkan sebuah kasus kematian akibat tenggalam pada

seorang laki-laki yang telah dilakukan pemeriksaan luar di Instalasi Kamar Jenazah Kedokteran Forensik Rumah Sakit Ulin Banjarmasin.