Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN I.

1 Latar Belakang
Campak adalah suatu penyakit akut yang sangat menular yang disebabkan oleh virus. Campak biasanya menyerang anak-anak dengan derajat ringan sampai sedang. Biasanya penyakit ini timbul pada masa anak dan kemudian menyebabkan kekebalan seumur hidup. Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang pernah menderita morbili akan mendapat kekebalan secara pasif (melalui plasenta) sampai umur 4-6 bulan dan setelah umur tersebut kekebalan akan mengurang sehingga si bayi dapat menderita campak. Campak merupakan penyakit endemik diberbagai Negara terutama di Negara berkembang. Di Indonesia campak masih menempati urutan ke-5 dari 10 penyakit utama pada bayi dan balita (1-4 tahun ) berdasarkan laporan SKRT tahun 1985/1986. Angka kesakitan campak di Indonesia tercatat 30.000 kasus pertahaun yang dilaporkan,meskipun pada kenyataannya hamper semua anak setelah usia balita pernah terserang campak. Pemerintah Indonesia (P2M & PLP )telah merintis pelaksanaan imunisasi campak pada tahun 1981 dan pada tahun 1990 program iminisasi ini telah mencapai target dengan cakupan 80% dan pada tahun 1994 cakupan secara nasional sudah lebih dari 90%,dengan harapan jumlah kasus campak akan segera menurun karena terjadi kekebalan pada kelompok masyarakat. Namun demikian sampai saat ini masih banyak ditemui penderita campak hampir di seluruh propinsi di Indonesia,bahkan masih sering terjadi kejadian luar biasa ( KLB )campak di beberapa tempat mulai dari kelompok umur di bawah 1 tahun sampai dengan umur 14 tahun.

Cakupan imunisasi campak pada bayi di Provinsi DKI Jakarta masih cukup minim. Pada semester pertama tahun 2009 (Januari-Juni) baru mencapai 60 persen. Padahal target pada 2010 secara nasional berdasarkan Universal Child Immunization (UCI) 90 persen balita di Indonesia harus mendapatkan imunisasi campak. Untuk saat ini, kasus campak di Jakarta selama semester I/2009 terdapat 2.189 kasus. Terdiri dari bayi umur 0-1 tahun sebanyak 218 kasus, bayi umur 1-4 tahun terkena campak ada 564 kasus, anak usia 5-9 tahun sebanyak 540 kasus, anak usia 10-14 tahun sebanyak 297 kasus dan di atas umur 15 tahun sebanyak 570 kasus.

Bayi dan anak-anak yang terkena campak, sekitar 80 persen itu yang belum mendapatkan imunisasi. Sisanya 20 persen lagi sudah mendapatkan imunisasi campak, namun kemungkinan besar vaksinnya tidak tersimpan dengan baik sehingga mengakibatkan kualitas vaksin menurun atau pemberian dosis yang tidak tepat.

1.2. Permasalahan Penelitian Masih tingginya penderita campak pada wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan,karena faktor resiko balita yang tida menerima imunisasi campak.