Anda di halaman 1dari 3

METODE ILMIAH A.

PengertianMetode Kata metode berasal dari kata Yunani methodos, sambungan kata depan meta (menuju, melalui, mengikuti) dan kata benda hodos (jalan, cara, arah). Kata methodos berarti: penelitian, metode ilmiah, uraian ilmiah, yaitu cara bertindak menurut system aturantertentu. Sementara itu, metodologi berasal dari kata metode dan logos, yang berarti ilmu yang membicarakan tentang metode-metode. Melihat dari pengertiannya, metode bisa dirumuskan suatu proses atau prosedur yang sistematik berdasarkan prinsip dan teknik ilmiah yang dipakai oleh disiplin (ilmu) untukmencapai suatu tujuan. Sementara itu metodologi disebut juga science of methods, yaitu ilmu yang membicarakan cara, jalan atau petunjuk praktis dalam penelitian atau membahas konsep teoritis berbagai metode atau dapat dikatakan sebagai cara untuk membahas tentang dasar-dasar filsafat ilmu dari metode penelitian. Bagi ilmu seperti sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekonomi, hokum serta ilmu alam, metodologi merupakan dasar-dasar filsafat ilmu dari suatu metode atau langkah praktis penelitian. B. IlmuSebagai Proses Prosesterjadinyapengetahuanadalahmasalah yang amatpentingdalamepistemologikarenajawabanterhadapterjadinyapengetahuanakanmembuatseseorang pahamfilsafatnya. Jawaban yang sederhanaadalahberfilsafat a priori, yaituilmu yang terjaditanpamelaluipengalaman, baikinderamaupunbatin, atau a posteriori yaituilmu yang terjadikarenaadanyapengalaman.Dengandemikianpengetahuaninibertumpupadakenyataanobjektif. Ada enamhal yang merupakanalatuntukmengetahui proses terjadinyapengetahuan, yaitu: 1. PengalamanIndera (Sense Experience) Dalamfilsafat, paham yang menekankanpadakenyataandisebutrealisme, yaitupaham yang berpendapatbahwasemua yang dapatdiketahuiadalahhanyakenyataan. Jadiilmuberawalmuladarikenyataan yang dalamdiserapolehindera.Aristotelesadalahtokoh yang pertamamengemukakanpandanganini, yang berpendapatbahwailmuterjadibilasubjekdiubahdibawahpengaruhobjek.Objekmasukdalamdirisubjekmel aluipersepsiindera (sensasi). 2. Nalar (Reason) Nalaradalahsalahsatucorakberpikirdenganmenggabungkanduapemikiranataulebihdenganmaksuduntuk mendapatkanpengetahuanbaru. Hal yang perludiperhatikandalamtelaahiniadalahtentangasaspemikiranberikut: a. Principium Identitas, disebutjugaasaskesamaan. b. Principium Contradictionis, disebutjugaasaspertentangan.

c. Principium TertiiExclusi, disebutsebagaiasastidakadanyakemungkinanketiga. 3. Otoritas (Authority) Otoritasadalahkekuasaan yang sah yang dimilikiolehseseorangdandiakuiolehkelompoknya. Otoritasmenjadisalahsatusumberilmukarenakeompoknyamemilikipengetahuanmelaluiseseorang yang memilikikewibawaandalampengetahuannya.Jadiilmupengetahuan yang terjadikarenaadanyaotoritasadalahilmu yang terjadimelaluiwibawaseseoranghingga orang lainmempunyaipengetahuan. 4. Intuisi (Intuition) Intuisiadalahkemampuan yang adapadadirimanusia yang berupa proses kejiwaantanpasuaturangsanganatau stimulus mampumembuatpernyataan yang berupailmu. Karenailmu yang diperolehmelaluiintuisimuncultanpaadanyapengetahuanlebihdahulu, makatidakdapatdibuktikanseketikaataumelaluikenyataan. 5. Wahyu (Revelation) Wahyuadalahberita yang disampaikanolehTuhankepadanabi-Nyauntukkepentinganumatnya. Seseorang yang mempunyaipengetahuanmelaluiwahyusecaradogmatikakanmelaksanakandenganbaik. Wahyudapatdikatakansebagaisalahsatusumberpengetahuan, karenamanusiamengenalsesuatumelaluikepercayaannya. 6. Keyakinan (Faith) Keyakinanadalahsuatukemampuan yang adapadadirimanusia yang diperolehmelaluikepercayaan. Sesungguhnyaantarawahyudankeyakinanhampirtidakdapatdibedakankarenakeduanyamenggunakankep ercayaan, perbedaannyaadalahbahwakeyakinanterhadapwahyu yang secara dogmatic diikutinyaadalahperaturanberupa agama, sedangkeyakinanadalahkemampuanjiwamanusia yang merupakanpematangan (maturation) darikepercayaan.

C. MetodeIlmiah Metodeilmiahmerupakanprosedurdalammendapatkanpengetahuan yang disebutilmu, dimanailmumerupakanpengetahuan yang diperolehlewatmetodeilmiah.Metodeilmiahmerupakanekspresitentangcarabekerjapikiran yang diharapkanmempunyaikarakteristiktertentuberupasifatrasionaldanterujisehinggailmu yang dihasilkanbisadiandalkan. Dalamhalinimetodeilmiahmencobamenggabungkancaraberpikirdeduktifdaninduktifdalammembangunp engetahuan. Teoriilmumerupakansuatupenjelasanrasionil yang berkesuaiandenganobjek yang dijelaskannya, dengandidukungolehfaktaempirisuntukdapatdinyatakanbenar.Pendekatanrasional yang digabungkandenganpendekatanempirisdalamlangkahmenujudandapatmenghasilkanpengetahuaninilah yang disebutmetodeilmiah.Alurberpikir yang tercakupdalammetodeilmiahdapatdijabarkandalambeberapalangkah yang mencerminkantahap-

tahapdalamkegiatanilmiah.Kerangkaberpikirilmiah yang berintikan proses logico-hypotheticoverifikasiinipadadasarnyaterdiridarilangkah-langkahberikut: 1. Perumusanmasalah Merupakanpertanyaanmengenaiobjekempiris yang jelasbatasannyadanfaktor yang terkaitdapatdiidentifikasi. 2. Penyusunankerangkaberpikirdalampengajuanhipotesis Merupakanargumentasi yang menjelaskanhubungan yang mungkinterdapatantaraberbagaifaktor yang salingterkaitdanmembentukkonstelasipermasalahan, yang disusunsecararasionilberdasarkanpremisilmiah yang telahterujikebenarannya. 3. Perumusanhipotesis Merupakanjawabansementaraterhadappertanyaan yang diajukan yang materinyamerupakankesimpulandarikerangkaberpikir yang dikembangkan. 4. Pengujianhipotesis Merupakanpengumpulanfakta yang relevandenganhipotesis yang diajukanuntukmemperlihatkanadanyafaktapendukunghipotesis. 5. Penarikankesimpulan Merupakanpenilaianditerimaatautidaknyasebuathipotesis. Hipotesis yang diterimakemudiandianggapmenjadibagiandaripengetahuanilmiahkarenatelahmemenuhipersyaratankeil muan, yaitumempunyaikerangkakejelasan yang konsistendenganpengetahuanilmiahsebelumnyadantelahterujikebenarannya. Keseluruhanlangkahtersebutharusditempuh agar suatupenelaahandapatdisebutilmiah.Hubunganantaralangkah yang satudenganlainnyatidakterikatsecarastatismelainkanbersifatdinamisdengan proses pengkajianilmiah yang tidaksematamengandalkanpenalaranmelainkanjugaimajinasidankreativitas. Pentingnyametodeilmiahbukansajadalam proses penemuahilmupengetahuan, namunterlebihlagidalammengkomunikasikanpenemuanilmiahtersebutkepadamasyarakatilmuwan.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/1938678-filsafat-ilmu/#ixzz26cqAxoT4