Anda di halaman 1dari 2

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR:.

TENTANG PRAKTIK KEBIDANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa pembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945; b. bahwa kesehatan sebagai hak asasi manusia harus diwujudkan dalam bentuk pemberian berbagai upaya kesehatan kepada seluruh masyarakat melalui penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat; c. bahwa praktik kebidanan merupakan inti dari berbagai kegiatan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan harus dilakukan oleh Bidan yang memiliki etik dan moral yang tinggi, keahlian dan kewenangan yang secara terus menerus ditingkatkan mutunya melalui registrasi, sertifikasi, akreditasi, pendidikan dan pelatihan berkelanjutan serta pemantauan terhadap tenaga Bidan agar penyelenggaraan praktik kebidanan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; d. bahwa untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada penerima pelayanan kesehatan, Bidan memerlukan pengaturan mengenai penyelenggaraan praktik kebidanan, ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur penyelenggaraan praktik kebidanan yang ada saat ini belum cukup memberikan landasan hukum bagi penyelenggaraan praktik kebidanan, oleh karena itu perlu diatur dalam satu undang-undang; e. bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d di atas, perlu ditetapkan Undang-Undang tentang Praktik Kebidanan. Mengingat : Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 dan Pasal 21 ayat (1) Undang-undang Dasar 1945.

Dengan persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA Dan PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN: Menetapkan : UNDANG UNDANG TENTANG PRAKTIK KEBIDANAN BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1