Anda di halaman 1dari 4

Stroke

Stroke adalah suatu sindrom yang ditandai dengan akut onset defisit neurologis yang menetap 24 jam dan terdapat gangguan dari susunan saraf pusat sebagai akibat dari gangguan sirkulasi otak. Daerah perdarahan Arteri serebri yang utama Arteri Daerah Perdarahan anterior Karotis Interna Serebri anterior Hipocampus, globus palidus, kapsula interna bagian bawah. Serebri medial Korteks tengah lobus parietal dan frontal, anterior korpus callosum. Cabang lentikulostriate Korteks lateral lobus parietal, frontal, oksipital dan temporal. Perdarahan posterior Vertebra Serebellum posterior inferior. Medulla dan serebellum bagian bawah. Basilar Serebellum anterior inferior Pons bagian bawah dan tengah, serebellum bagian tengah. Serebellum superior. Pons bagian atas, bagian bawah otak tengah, bagian atas serebellum. Serebellum posterior Korteks medial lobus temporal dan oksipital, posterior korpus kalossum, dan otak tengah bagian atas. Cabang thalamoperforate. Talamus Cabang thalamogeniculate Talamus. Stroke iskemik. Gejala klinis. 1. Sumbatan di A. Karotis interna. a. Penurunan kesadaran. b. Homonymous hemianopsia kontralateral. c. Kontralateral hemiplegia. d. Penurunan saraf sensorik satu sisi kontralateral. e. Mata melirik ke arah yang lumpuh. f. Partial horner syndrome. g. Bila sumbatan dominant pada hemisfer maka dapat terjadi global afasia. h. Gejala prodromal : monocular blindness ( amaurosis fugax ) dan transient hemisensory atau hemimotor disturbance. 2. Sumbatan di A. serebri anterior. a. b. c. d. Paraplegia pada kaki. Kehilangan sensorik. Inkontinensia. Refleks grasp, snout and palmomental positif.

e.

Gangguan lobus frontal bilateral dapat menimbulkan akinetic mutism.

3. Sumbatan di A. serebri media. a. Sumbatan di insula kontralateral hemiplegia dimana kaki tidak begitu lumpuh. b. Kontralateral hemianaesthesia and hemianopsia. c. Semua cabang kortikal terkena afasia ( dominan ). d. Neglect of contralateral limbs e. Kesulitan berpakaian a. b. c. d. e. a. 4. Sumbatan di A. serebri posterior. Webers syndrom Kelumpuhan N III kontralateral. Hemiplegia. Homonymous hemianopsia. Kesulitan dalam penamaan, warna dan objeks. 5. Sumbatan di A. basilaris. Sumbatan di cabang sirkumfleksa yang panjang : i. A. Serebellum superior. Pada cerebellum : Disturbance gait, ataxia anggota gerak Pada batang otak : ipsilateral horners synd, kehilangan sensorik kontralateral berupa nyeri / suhu ( termasuk wajah ). ii. A sebebellum anterior inferior Cerebellum : ipsilateral ataksia anggota gerak. Batang otak : ipsilateral horners synd, kehilangan sensorik ipsilateral pada wajah dan kontralateral pada anggota gerak dan badan berupa nyeri / suhu, kelemahan otot wajah ipsilateral, paralysis lateral gaze ipsilateral. iii. A. Serebellum posterior inferior. Cerebellum : disartria, ataksia anggota gerak ipsilateral, vertigo dan nistagmus. Batang otak : ipsilateral horners synd, kehilangan sensorik ipsilateral pada wajah dan kontralateral pada anggota gerak dan badan berupa nyeri / suhu, kelemahan faring dan laring ipsilateral. Sumbatan di cabang paramedian. i. Di otak tengah Complete or partial N. III palsy. Tremor kontralateral ( Benedikts synd ). ii. Di pons ( Millard Gubler Synd ) Kelumpuhan N. VI dan VII ipsilateral. Kehilangan sensorik kontralateral. Kontraleral hemiplegia iii. Di medulla spinalis.

b.

tidak dapat bicara ). gerak.

Lock in synd ( pasien lumpuh dan Kehilangan diskriminasi pada anggota

Pengobatan Kondisi Asymtomatic carotid bruit or stenosis TIA Cardiac source Extracranial Carotid source Intrakranial or vertebrobasillar source Stroke in evolution Completed storke Cardiac source Extracranial Carotid source Intrakranial or vertebrobasillar source

Antiplatelet agent +

Antikoagulan

Trombolitik

Endarterectomy +

+ +

+ +

+ +

Stroke hemoragik Perdarahan intraserebral Lokasi Koma Pupil Putamen Talamus Lobus + + Normal Miosis, RC / Normal

Pons

Awal

Pinpoint Miosis,

Serebellum Akhir

Pergerakan Gangguan Mata sensorik dan motorik Deviasi Hemiparese ipsilateral Deviasi Defisit kemedial hemisensori bawah Normal Hemiparesis atau atau deviasi hemisensori ipsilateral. deficit. Absent Quadriparesis lateral Impaired Gait ataxia.

Hemianopsia Kejang +

Muncul tiba tiba + +

RC + / + lateral