Anda di halaman 1dari 5

KERANGKA ACUAN KERJA ( K A K )

A. POWER HOUSE ( KAMAR MESIN )

1. Power house di design mengikuti standard keselamatan kerja dan ferformance Genset itu sendiri. 2. Pembuatan Power house menggunakan kostruksi beton cor 1 : 2 : 3 dan dinding/tembok batako berplester. 3. Konstruksi atap mengunakan seng atau metal dengan system atap bertingkat. 4. Power house di lengkapi dengan pintu model dua daun dan memasang jendela, serta lobang untuk output udara panas. 5. Pondasi Genset harus di lengkapi saluran pembuang oli atau minyak yang di alirkan keluar ruangan. 6. Pada saat pengerjaan lantai harus di lengkapi dengan kabel ducting dan pemasangan system pertanahan (ground system) untuk Generator dan panel distribution board.

B. INSTALASI GENERATOR SET

1. Generator set, harus di pasang diatas pondasi dari beton cor 1 : 2 : 3 dengan baut angker yang di cor pada pondasi tersebut. 2. Ukuran pondasi tersebut 20 cm diatas lantai di sekitarnya untuk menghindarkan genangan oli, minyak dan air pada saat pemeliharaan. 3. Pemasangan Genset harus di sesuaikan dengan petujuk pemasangan dari pabrik pembuatannya. 4. Pekerjaan pemasangan pipa bahan bakar (fuel system) dari fuel tank tambahan ke engine, harus menggunakan pipa besi/seng yang dimensinya berukuran inci, dan di lengkapi dengan stop kran. 5. Pekerjaan pemasangan pembuang pipa pembuang panas (exhaust) dari engine, dimensi di sesuaikan dengan petunjuk pabrik pembuat Genset. Pekerjaan Mufler harus terpasang di luar ruangan (kamar mesin), untuk pipa selencer harus di balut dengan isolasi panas (harmaflex) yang cukup rapat sehingga terhindar dari kondensasi temperatur ruang.

6. Setelah pemasangan Genset dan accesoris selesai, harus di lakukan runing test sesuai petunjuk pabrik, sambil melihat performance Genset, tanpa adanya kebocoran-kebocoran baik itu dari fuel sytem line dan exhaust system. 7. Apabila terjadi kebocoran-kebocoran kebocoran untuk dapat diperbaiki. harus di temukan lokasi

C. INSTALASI MAIN PANEL BREAKER/DISTRIBUTION BOARD

1. Pekerjaan pemasangan panel. Type wall mounted harus terpasang pada kamar mesin dengan posisi cukup aman dan kuat yang di tempelkan pada dinding kamar mesin dengan menggunakan baut angker. Type free standing sheet stell ready wired, dipasang pada lantai kamar mesin dengan jarak lebih dari 100 cm dari lantai.

2. Pekerjaan pemasangan cable incoming dan out going dari panel harus di perlengkapi dengan terminal kabel dan dikunci ke light break sytem dengan kekuatan penguncian yang disesuaikan dengan diameter baut yang digunakan. Dalam melaksanakan instalasi power/kontrol panel dari Genset ke panel dan dari panel ke distribusi harus rapi, khusus untuk kabel distribusi secara keseluruhan di ikat/di klem menempel pada tembok.

D. PEKERJAAN PEMASANGAN TIANG LISTRIK

1. Pekerjaan pembuatan lobang tiang listrik menggunakan bor khusus yang di gerakan secara manual dan berjarak antar lobang berkisar 50 m. 2. Pekerjaan pemasangan tiang listrik dengan sudut 90 dan di lengkapi : Keep tiang besi, dari bahan kayu belian dengan cara di baut ber diameter inci.

Pemasangan Small untuk mengantung kabel JTR Fourt clamp untuk mengunci small dan kawat baja

3. Pekerjaan pemasangan sepatu tiang dengan menggunakan cor beton 1 :2:3 4. Pekerjaan pengecatan tiang dengan mengunakan cat gloss 5. Pekerjaan pemasangan track angkur beserta tali baja, untuk posisi tiang paling ujung/persimpangan dan menghindari kemiringan tiang/condong.

E. PEKERJAAN PEMASANGAN KABEL JARINGAN TEGANGAN RENDAH (JTR) DAN SALURAN RENDAH (SR)

1. Pekerjaan pengelaran kabel JTR dari power hause ke base camp. 2. Pekerjaan pemasangan kabel JTR ke tiang dengan pengencangan menggunakan trackle untuk mengetahui tingkat andongan/lendutan kabel. Dengan jarak aman minimum 6 m dari jalan. 3. Pekerjaan pemasangan kabel SR dengan menggunakan tape conector dari JTR ke MCB Base camp.

Catatan : Konfigurasi jaringan yang digunakan adalah, Jaringan bentuk tertutup. Yaitu jaringan yang mempunyai alternatif pasokan tenaga listrik jika terjadi gangguan, sehinga bagian yang mengalami pemadaman (black out) dapat di kurangi atau bahkan di hindari Penghantar yang di gunakan adalah jenis penghantar kabel pilin (NFAAX-T) dengan penghantar inti/pase alumunium murni dan almelec sebagai penghantar netral, dan sekaligus sebagai pengantung (MESSENGER).

F. PARAMETER-PARAMETER RANCANGAN KONSTRUKSI

Dalam merancang konstruksi jaringan distribusi tenaga listrik perlu diperhatikan sejumlah parameter-parameter teknis listrik, mekanik dan parameter lingkungan yang harus dipenuhi baik untuk rancangan teknis maupun pemilihan komponen. Besarnya nilai parameter tersebut harus dihitung dan berdasarkan kondisi sistem tenaga listrik (kapasitas transformator, tegangan, impedansi,dll)

A. Parameter Listrik Persyaratan teknis/parameter listrik yang harus diperhatikan dalam memilih komponen-komponen konstruksi adalah : 1. Kemampuan hantar arus 2. Tegangan maksimal yang diizinkan (rated voltage) kV. 3. Basic Impulse Insulation Level Tingkat Isolasi Dasar BIL/TID dalam kV. 4. Tegangan maksimum (Uc) Lighting Arrester (kV) 5. Insulator Creepage Distance 6. Prosedur/test uji, impulse dan power frekwensi test 7. Tegangan pelepasan pada Lighting Arrester (LA) 8. Withstand Making Current 9. Nominal Breaking capacity 10.With stand short circuit current

Selanjutnya perlu diketahui juga sistem pembumian pada transformator utama di sumber atau pembangkit atau Gardu Induk, memakai 12 ohm, 40 ohm, 500 ohm, dan solid atau mengambang (floating).

B. Parameter Lingkungan Parameter Lingkungan yang harus dipenuhi oleh komponen adalah : a. Kondisi iklim

b. Suhu keliling c. Besarnya curah hujan d. Kelembaban relatif e. Ketinggian dari permukaan laut

C. Parameter Material Parameter konstruksi komponen harus diperhatikan agar tidak terjadi kegagalan konstruksi : Beban kerja (Working load) Ukuran/dimensi peralatan Penggunaan indoor/outdoor Prosedur/tata cara kostruksi Kemudahan pemakaian alat kerja Proteksi terhadap kontaminasi

Parameter desain tersebut ditentukan pada saat akan membeli material atau melaksanakan konstruksi yang disesuaikan dengan kondisi system kelistrikan setempat