Anda di halaman 1dari 21

Rigor mortis

Abror Shodiq Click to edit Master subtitle style

2/2/13

Pendahuluan

Keperawatan pada dasarny termasuk semua proses kehidupan dari lahir sampai mati. Perawat berinteraksi setiap hari dengan pasien dan keluarganya yg mengalami kehilang dan berduka.

2/2/13

Perubahan Fisik Yang Mengindikasikan Kematian


Suhu tubuh biasanya meningkat. Nadi= cepat, tidak teratur,lemah dan sulit ditemukan. Respirasi = cepat, dangkal, sibuk, Cheyne-Stokes Tekanan Darah = menurun Sirkulasinya perifer
2/2/13

Perubahan Fisik Yang Mengindikasikan Kematian


Haus = mulut kering Pandangan hilang Aphagia Perubahan mental yg bervariasi Otot-otot relaks

2/2/13

Datangnya Kematian
Yakin bahwa ER tidak ada nadi. Untukmenentukan wakltunya kematian ::
3

Algor mortis Pendinginan / Pengaruh lingkungan Rigor mortis Kekakuan (5-10 jam) menghilnag >3-4 mortis
55

hari
3

2/2/13 Livor

Definisi Rigor Mortis

Biokimia ATP tidak cukup untuk memecah hubungan actin/myosin. Kimia Setelah meninggal pH otot dibawah 6.0 Praktek otot kaku untuk disentuh.

2/2/13

Rigor Mortis

Diartikan sebagai Kekakuan kematian.

Kelenturan tubuh.

Muncul 2 jam setelah meninggal Puncaknya 12 jam setelah meninggal. Dibutuhkan 12-24 jam untuk memasuki rigor mortis samapi terjadi. Kira-0kira 0 jam setelah meninggal tubuh agak kencang. Kelopak mata yang pertama kali terpengaruh, dagu, wajah, batang tubuh, lengan, tungkai. Berakhir 24-36 jam.

2/2/13

Tubuh
Rigor Mortis
Temperature of body

Stiffness of body

Time Since Death

Warm Warm Cold Cold

Not stiff Not dead more than 3 hrs Stiff Stiff

Dead between 3 and 8 hrs Dead 8 to 36 hours

Not stiff Dead more than 36 hours

Rigor Mortis

Rigor Mortis

2/2/13

Rigor Mortis

Otot-otot rangka sebagian kontraksi Persendian menjadi kencang, terkunci pada posisinya Mulai 10 menit sampai beberapa jam Pendinginan yg cepat dapat memperlambat Berlangsung sampai 72 jam
2/2/13

Rigor Mortis

Derajat rigor mortis sebagai indikator waktukematian yang biasanya tepat dalam 4 jam ketika terjadi dengan faktor-faktor lain.

Nampak di kepala 5 - 6 jam Nampak di tubuh atas 12 jam Nampak ditubuh sepenuhnya 18 jam Menghilang semua 36 jam

2/2/13

Kimiawi dari Rigor Mortis

Otot yang hidup menggunakan oksigen untuk membakar glycogen Setelah kematian tidak ada oksigen glycosis anaerobic membuaat asam laktat dan asam piruvat. pH turun sebagai keasaman meningkat. Asam meningkatkan rekasi antara actin dan myosin yang bersama2 untuk kontraksi otot Otot-otot memendek sampai semua ATP 2/2/13 dan asetilkolin dihabiskan.

Akhir dari Rigor Mortis

Otot otot relak ketika tubuh mulai membusuk dan serat-serat mulai rusak. Enzym pencernaan intracellular dikeluarkan dari lisosom sebagi selsel yang mulai menghancurkan serat2 otot (autolysis) Daging/jarMeat ingan lebih empuk setelah rigor mortis terlewati.
2/2/13

Livor Mortis

Jantung berhenti memompa yang mengakibatkan darah bercampur Sel-sel darah merah lebih padat sehingga mereka tenggelam Warna merah tua ke biruan berkembang pada titik terendah Dapat terlihat 30 menit - 2 jam setelah kematian
2/2/13

Mengartikan bahwa tubuh telah

Livor Mortis

Segera setelah kematian , darah masih di pembuluh darah, sehingga menekan darah keluar.

Menjadi pucat kira2 sampai 4 jamm setelah kematian

Pada saat yang bersamaan pembuluh darah pecah sebagai sel-sel darah dan hemoglobin pecah dan pigmen keluar ke jaringan.

Tidak lagi pucat

Tekanan atau cloting mencegah darah dari 2/2/13 pengumpulan lokal.

Livor Mortis
Rigor Mortis

Livor Mortis

2/2/13

Livor and Rigor

2/2/13

Pallor Mortis
Pallor mortis (kepucatan akibat kematian) yaitu kepucatan yang terjadi hampir secara cepat ( 15120 menit setelah kematian) karena kurangnya sirkulasi kapiler melalui tubuh.

2/2/13

Kimia Molekular KAKU


Kekakuan = 1. Penurunan tingkat ATP. 2. Myosin binds mengikat actin dan otot berkontraksi. 3. Bagaimanapun juga tanpa ATP untuk mengeset jembatan/hubungan dan mengeluarkan myosin 4. Oleh karena 2/2/13 pengumpulan Ca2+ .

Otot-otot pada akhirnya relak ketika terjadi apoptosis (autolysis) Sel-sel larut

2/2/13