Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Berkat rahmat Allah SWT. Penyusuna makalah presentasi pengetahuan bahanmengenai KERAMIK CINA dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini merupakan hasil yangdiperoleh oleh siswa dalam mengikuti pembelajaran pengetahuan bahan dan dapat juga dijadikan panduan dalam mengikuti pengetahuan bahan. Penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang telah memberikan masukan sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Ucapan terimakasih diucapkan penyusun kepada orang tua, dan teman teman yang telah memberikan partisipasi demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siswa dalam mengikuti pengetahuan KERAMIK CHINA.

DAFTAR ISI
Kata pengantar . 1

Daftar isi

..

Bab 1 Pendahuluan . 3

Bab 2 Pembahasan . 4

Bab 3 penutup . Kesimpulan Daftar pustaka .. .. 10 10 12

BAB I PENDAHULUAN
A. latar belakang Keramik adalah salah satu hasil kerajinan tertua yang ada di muka bumi. Hal ini dapat dilihat pada penemuan benda-benda purbakala yang tertanam di alam tanah. Salah satu jenis benda-benda yang ditemukan itu adalah benda-benda keramik berupa wadah-wadah, seperti: guci, peralatan makan minum, alat sesaji dan lainnya, disamping penemuan benda-benda yangterbuat dari batu dan logam. Ditemukan juga bentuk-bentuk figurin berupa manusia dan binatang. Keramik adalah material organik, nonlogam yang mengandung unsur logam dan nonlogam yang Terutama berikatan ionik dan kovalent. komposisi kimia material keramik sangat bervariasi, dari senyawa sederhana hingga pada campuran dari banyak fasa kompleks yang berikatan. sifat Material keramik sangat bervariasi karena perbedaan dalam ikatan. Umumnya material keramik, keras dan rapuh dengan kekerasan dan daktilitas yang rendah. Keramik adalah isolator listrik dan panas yang baik karena tidak adanya elektron konduksi. Normalnya material keramik memiliki titik leleh yang
3

tinggi dan kestabilan kimia terhadap lingkungan yang tinggi karena tingkat kestabilan ikatannya. Sifat ceramik material keramik sangat diperlukan untuk berbagai desain rekayasa (Smith, 1996). B. rumusan masalah Bagaimana sejarah keramik cina? Apa makna motif dan cirri keramik cina?

BAB II PEMBAHASAN
A. sejarah keramik cina
Perkembangan keramik di Asia cukup cepat. Keramik di Asia kemungkinanada pada jaman batu baru. Bukti-bukti kebudayaan neolitik juga ditemukanpada keramik-keramik yang kemungkinan ada pada milenium ke5 SM. Keramik pada periode neolitik merupakan keramik hitam-beralas bundar dan berdekorasi tekan/impress. Gambar Pada awal milenium 4 SM, keramik yang lebih maju, berdekorasi slip ditemukan pada kebudayaan YangShao di Propinsi Kanzu. Ada beberapa macam produk kebudayaan Yang-Shao yang berujud jar, mangkok, ataupun botol. Dekorasi berupa motif tumbuhan atau ikan. Warna yang dimunculkan adalah hitam dan merah berasal dari slip
4

mangan dan besi. Berkembangnya keramik di China terutama di dorong oleh kebutuhan alatalat upacara, antara lain upacara minum teh yang dianggap serius dan membutuhkan peralatan yang khusus. Bahan baku untuk pembuatan peralatan minum (keramik) yang ada di China sangat cocok dan memungkinkan perkembangann lebih baik. Negeri China merupakan satusatunya di dunia yang mengalami perkembangan berkesinambungan dalam dunia keramik. China mengalami setiap tahap perkembangan yang harus dilalui dalam teknik pembentukan keramik, mulai dari benda keramik bakaran rendah, bakaran menengah sampai pada benda porselin bakaran tinggi. Maka keindahan dan kesempurnaan teknik keramik China sampai saat ini belum tertandingi oleh negara lain. Negeri ini telah mengalami teknologi pembuatan porselin pada zaman dinasti Sung (600-900 M). Kebudayaan Lung-Shan menghasilkan keramik berciri diding tipis, hitam, menggunakan dekorasi gosok, dan sudah menggunakan alat putar. Pusatpusat kebudayaan neolitik ini dibedakan menurut hasil produk keramiknya yaitu China Barat, China Pantai Timur, dan China Selatan. Keramik China Selatan sudah ada yang menggunakan alat putar dan produknya diberi hiasan gores. Keramik China Pantai Timur ditemukan milenium ke-3 SM; berwarna hitam kelabu, ada yang merupakan hasil dari alat putar. Keramik China Barat berciri dinding tipis, berupa benda-benda untuk ritual kematian. Ditemukan juga keramik yang sudah menggunakan glasir feldspar yang diketahui merupakan cikal bakar produksi porselain pada dinasti Sung (abad ke-7). Produksi porselin sesungguhnya dimulai pada Dinasti Ming. Perkembangan keramik di China juga tidak lepas dari dinasti yang berkuasa pada saat itu. Dinasti-dinasti yang terkenal yang sering dijadikan masa periode perkembangan keramik adalah Dinasti Shang (1523-

1028 BC); Dinasti Chou dan Chin (1027-256 BC); Dinasti Tan (206220 SM), dan Dinasti Sung (960-1279)

B. Ciri khas
Ciri khas keramik dari cina adalah modelnya yang simpel dan

elegan, yang disebut qingci. Qingci ini sangat populer karena motifnya yang simpel, hanya dicat dengan satu warna, yaitu biru tua dan keramiknya sendiri berwarna putih keabuan

C. Proses pembuatan 1. Pengolahan bahan Tujuan pengolahan bahan ini adalah untuk mengolah bahan baku dari berbagai material yang belum siap pakai menjadi badan keramik plastis yang telah siap pakai. Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan antara lain pengurangan ukuran butir, penyaringan, pencampuran, pengadukan dilakukan dengan penumbukan atau penggilingan dengan ballmill. maupun kering, dengan cara manual ataupun masinal. Didalam pengolahan

(mixing), dan pengurangan kadar air. Pengurangan ukuran butir dapat Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan material dengan ukuran yang tidak seragam. Ukuran butir biasanya menggunakan ukuran mesh. Ukuran yang lazim digunakan adalah 60 100 mesh.

Pencampuran dan pengadukan bertujuan untuk mendapatkan campuran bahan yang homogen/seragam. Pengadukan dapat dilakukan dengan cara manual maupun masinal dengan blunger maupun mixer.

Pengurangan kadar air dilakukan pada proses basah, dimana hasil campuran bahan yang berwujud lumpur dilakukan proses lanjutan, yaitu pengentalan untuk mengurangi jumlah air yang terkandung sehingga menjadi badan
6

keramik plastis. Proses ini dapat dilakukan dengan diangin-anginkan diatas meja gips atau dilakukan dengan alat filterpress.

Tahap terakhir adalah pengulian. Pengulian dimaksudkan untuk

menghomogenkan massa badan tanah liat dan membebaskan gelembung-

gelembung udara yang mungkin terjebak. Massa badan keramik yang telah diuli, disimpan dalam wadah tertutup, kemudian diperam agar didapatkan keplastisan yang maksimal. 2. Pembentukan

Tahap pembentukan adalah tahap mengubah bongkahan badan tanah liat dalam membentuk benda keramik: pembentukan tangan langsung Pembetukan tangan langsung

plastis menjadi benda-benda yang dikehendaki. Ada tiga keteknikan utama (handbuilding), teknik putar (throwing), dan teknik cetak (casting). Dalam membuat keramik dengan teknik pembentukan tangan langsung, ada (coiling), dan teknik lempeng (slabbing). Pembentukan dengan teknik putar Pembentukan dengan teknik putar adalah keteknikan yang paling mendasar dan merupakan kekhasan dalam kerajinan keramik. Karena kekhasannya tersebut, sehingga keteknikan ini menjadi semacam icon dalam bidang

beberapa metode yang dikenal selama ini: teknik pijit (pinching), teknik pilin

keramik. Dibandingkan dengan keteknikan yang lain, teknik ini mempunyai membuat benda keramik begitu mencobanya. Diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk melatih jari-jari agar terbentuk feeling dalam membentuk putaran yang berputar. Benda yang dapat dibuat dengan keteknikan ini

tingkat kesulitan yang paling tinggi. Seseorang tidak begitu saja langsung bisa

sebuah benda keramik. Keramik dibentuk diatas sebuah meja dengan kepala adalah benda-benda yang berbentuk dasar silinder: misalnya piring, mangkok, vas, guci dan lain-lain. Alat utama yang digunakan adalah alat putar (meja putar). Meja putar dapat berupa alat putar manual mapupun alat putar masinal yang digerakkan dengan listrik.
7

Secara singkat tahap-tahap pembentukan dalam teknik putar adalah: (membuat ketinggian benda), refining the contour (merapikan). Pembentukan dengan teknik cetak

centering (pemusatan), coning (pengerucutan), forming (pembentukan), rising

Dalam keteknikan ini, produk keramik tidak dibentuk secara langsung dengan tangan; tetapi menggunakan bantuan cetakan/mold yang dibuat dari gipsum. Teknik cetak dapat dilakukan dengan 2 cara: cetak padat dan cetak tuang (slip). Pada teknik cetak padat bahan baku yang digunakan adalah badan

tanah liat plastis sedangkan pada teknik cetak tuang bahan yang digunakan benda yang diproduksi mempunyai bentuk dan ukuran yang sama persis. Berbeda dengan teknik putar atau pembentukan langsung, 3. Pengeringan

berupa badan tanah liat slip/lumpur. Keunggulan dari teknik cetak ini adalah

Setelah benda keramik selesai dibentuk, maka tahap selanjutnya adalah plastis yang terikat pada badan keramik. Ketika badan keramik plastis

pengeringan. Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air dikeringkan akan terjadi 3 proses penting: (1) Air pada lapisan antarpartikel lempung mendifusi ke permukaan, menguap, sampai akhirnya partikelpartikel saling bersentuhan dan penyusutan berhenti; (2) Air dalam pori hilang. Tahap-tahap ini menerangkan mengapa harus dilakukan proses

hilang tanpa terjadi susut; dan (3) air yang terserap pada permukaan partikel pengeringan secara lambat untuk menghindari retak/cracking terlebih pada keretakkan dikarenakan hilangnya air secara tiba-tiba tanpa diimbangi penataan partikel tanah liat secara sempurna, yang mengakibatkan penyusutan mendadak.

tahap 1 (Norton, 1975/1976). Proses yang terlalu cepat akan mengakibatkan

Untuk menghindari pengeringan yang terlalu cepat, pada tahap awal benda keramik diangin-anginkan pada suhu kamar. Setelah tidak terjadi penyusutan, pengeringan dengan sinar matahari langsung atau mesin pengering dapat dilakukan.
8

4. Pembakaran

Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini Pembakaran dilakukan dalam sebuah tungku/furnace suhu tinggi. Ada beberapa parameter yang mempengaruhi hasil pembakaran: suhu

mengubah massa yang rapuh menjadi massa yang padat, keras, dan kuat.

sintering/matang, atmosfer tungku dan tentu saja mineral yang terlibat

(Magetti, 1982). Selama pembakaran, badan keramik mengalami beberapa reaksi-reaksi penting, hilang/muncul fase-fase mineral, dan hilang berat furnace dapat dirinci dalam tabel. Pembakaran biscuit (weight loss). Secara umum tahap-tahap pembakaran maupun kondisi api

Pembakaran biskuit merupakan tahap yang sangat penting karena melalui

pembakaran ini suatu benda dapat disebut sebagai keramik. Biskuit (bisque)

merupakan suatu istilah untuk menyebut benda keramik yang telah dibakar suatu benda menjadi kuat, keras, kedap air. Untuk benda-benda keramik diglasir cukup kuat dan mampu menyerap glasir secara optimal. 5. Pengglasiran Pengglasiran merupakan tahap yang dilakukan sebelum dilakukan

pada kisaran suhu 700 1000oC. Pembakaran biskuit sudah cukup membuat berglasir, pembakaran biskuit merupakan tahap awal agar benda yang akan

pembakaran glasir. Benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup, dituang, disemprot, atau dikuas. Untuk benda-benda kecil-sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang; untuk benda-benda yang keramik adalah untuk menambah keindahan, supaya lebih kedap air, dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan D. gambar dan makna motif Bentuk guci adalah dua labu yang bersusun yang menurut kepercayaan tao artinya adalah lambing panjang umur. Termasuk

besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan. Fungsi glasir pada produk

keramik warna biru putih yang dilukis dengan lukisan delapan dewa tao .

BAB III PENUTUP


10

KESIMPULAN Berdasarkan paparan dalam pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keramik tinjau berdasarkan perspektif filsafat ilmu, ternyata keramik termasuk domainilmu. Hal tersebut karena ditinjau dari sudut ontologi, ternyata berdasarkan sejarah keramik diberbagai belahan dunia, seperti China, Jepang, Mesir, Yunani, Korea, Thailand,Peru, Philipina, Vietnam dan lain sebagainya, keberadaan keramik dan dikenal olehmanusia sejak mengenal api dan hingga kini terus eksis serta mengalamiperkembangansignifikan seiring dengan peradabanmanusia. Ditinjau dari sudut epistemologi keramikmerupakan pengetahuan yang diperoleh manusia melalui akal dan panca indera dengan menggunajan berbagai metode. Sebagai ilmu, maka keramik hendaknya dapat diajarkan. Haltersebut telah terbukti, seperti di Indonesia atau di negaranegara lain, pengetahuan keramikdijadikan mata ajar di sekolah atau sebagai matakuliah di perguruan tinggi. Ditinjau darisudut aksiologi ternyata pengetahuan keramik sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

11

DAFTAR PUSTAKA
Kartasubarna, Edi, 1979, Tinjauan Keramik, Diktat, ITB, Bandung _________, 1994, Kamus Besar Bahasa Indonesia, BP, Jakarta Kartika, D. S, 2004, Seni Rupa Modern, Pn. Rekayasa Sains, Bandung Langer, 1953, Feeling and Form: A Theory of Art, Charles Scribne, New York Mills, JFM, 1965, Dictionary of Art, Pergamon, New York Myers, B. S., 1969, Dictionary of Art, The City College, New York http// google.com

12

13

14

KERAMIK CHINA

OLEH:

NAMA: SUKMAWATI ROSMIATI ARLINDA RAHMAD DANI RESTU


15

Kelas : XI IPS 1

16