Anda di halaman 1dari 41

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Masalah yang selalu dihadapi oleh banyak perusahaan adalah bagaimana dapat beroperasi seefisien mungkin sehingga dapat mencapai keuntungan yang maksimal. Setiap perusahaan didalam menjalankan usahanya harus mempunyai anggaran yang telah itetapkan sesuai dengan tujuan perusahaan tersebut untuk dapat memperoleh keuntungan, sehingga anggaran merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi setiap perusahaan baik yang bermotifkan laba maupun yang bermotif sosial termasuk perusahaan industri, perusahaan dagang, maupun perusahaan jasa. Anggaran merupakan rencana kegiatan perusahaan yang mencakup berbagai kegiatan operasional yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain, hal ini dinyatakan dalam satuan uang dan berlaku untuk tahun yang akan datang. Adakalanya pengeluaran yang terjadi tidak sesuai dengan yang dianggarkan, hal ini dikarenakan kurangnya kepedulian manajemen akan pengawasan yang baik dan memadai. Walaupun perusahaan telah menyusun anggaran kas, namun bukan berarti setiap dana yang digunakan ataupun dialokasikan sesuai jumlahnya dengan yang ada pada anggaran kas. Setiap perusahaan walaupun telah memiliki anggaran yang baik, tanpa adanya analisis penyimpangan terhadap anggaran tersebut juga kurang berarti.

Analisis penyimpangan adalah suatu tindakan untuk mengukur berapa besar penyimpangan yang terjadi sehubungan dengan proses penyusunan anggaran kas yang dikaitkan dengan hasil yang dicapai serta faktor apa penyebabnya. Setiap perusahaan yang baru berdiri maupun yang telah menjalankan aktivitasnya, sudah pasti memiliki uang kas. Suatu transaksi kas yang terjadi akan dicatat dan diproses sehingga akan menghasilkan informasi dalam bentuk laporan kas. Keputusan manajemen untuk mengeluarkan atau akan menerima uang berupa uang kas biasanya berdasarkan anggaran (budget) yang sudah ditetapkan sebelumnya. Perusahaan selalu berusaha untuk memperoleh laba semaksimal mungkin dan mencapai tujuan lainnya sesuai dengan yang diharapkan, maka harus mempertahankan kelangsungan hidupnya, kemampuan mencapai laba yang maksimal serta kinginan untuk tumbuh lebih besar dengan meneliti setiap laporan penyusunan anggaran. Untuk mencapai tujuan tersebut maka perusahaan perlu menyusun suatu anggaran kas yang menyeluruh tentang kegiatan perusahaan untuk waktu yang akan datang dan dibuat dengan data yang lalu yang sesuai dengan keadaan masa yang akan datang. PT. Ira Widya Utama Group Medan adalah sebuah perusahaan kontraktor yang bergerak di bidang real estate, pemborong umum dan penyedia alat-alat berat. Maka untuk menjamin pelaksanaan yang ditetapkan, diperlukan suatu alat pengendalian agar tidak terjadi perbedaan yang jumlahnya materil antara rencana kas dengan realisasi kas sesungguhnya.

Dari uraian di atas penulis terdorong untuk mengadakan penelitian guna memperoleh gambaran bagaimana anggaran kas yang ditetapkan oleh perusahaan apakah terjadi perbedaan yang jumlahnya materil antara anggaran kas dan realisasinya. Oleh karena itu penulis memilih PT. Ira Widya Utama Group Medan sebagai objek riset pendahuluan dengan judul Analisis Penyusunan Anggaran Kas Pada PT. Ira Widya Utama Group Medan.

B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka masalah yang dihadapi oleh perusahaan dapat diidentifikasikan sebagai berikut : 1. Apakah ada penyimpangan antara anggaran kas dengan

realisasinya yang jumlahnya sangat menyimpang ? 2. Apakah perusahaan telah melibatkan setiap bagian dalm

menyusun anggaran kas? 3. Apakah perusahaan mengalami kesulitan dalam

pelaksanaan tugas penyusunan anggaran kas ?

C. Bataan Dan Rumusan Masalah Batasan Masalah Agar pembahasan tidak terlalu luas dan dikarenakan oleh keterbatasan, dana, kemampuan, pengalaman, pengetahuan penulis supaya tidak terjadi kesimpangsiuran dalam pembahasabn nantinyan maka penelitian ini hanya dibatasi pada penyusunan anggaran kas pada PT. Ira Widya Utama Group Medan.

Rumusan Masalah Untuk mempermudah proses pengambilan data yang ada, maka masalah dalam suatu penelitian harus diketahui dan dirumuskan dengan jelas. Berdasarkan identifikasi masalah dan batasan masalah dalam penelitian itu adalah Apakah analisa penyusunan anggaran kas yang dilakukan oleh perusahaan sudah efektif dan efisien ? .

A. Tujuan Dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaannya serta hasil yang

dicapai oleh persahaan 2. Untuk mengetahui apakah penyusunan anggaran kas yang diterapkan

oleh perusahaan sudah efektif dan efisien. 3. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang keadaan manajemen

yang didalam memanfaatkan penyusunan anggaran kas . Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Sebagai bahan masikan bagipenulis pada umumnya dan khususnya

bagi pihak manajemen dalam mengatasi masalah-masalah tentang penyusunan anggaran kas

2.

Sebagai acuan bagi penulis-penulis selanjutnya untuk meneliti masalah

yang sama dengan penelitian ini maupun ynag berkaitan dengan masalah ini.

BAB II LANDASAN TEORI

A. Uraian Teoritis 1. Pengertian Anggaran Kas Anggaran merupakan bagian dari pada ilmu ekonomi perusahaan yang membahas mengenai keadaan keuangan dan operasi perusahaan pada masa yang akan datang. Anggaran sebagai suatu kebutuhan mendatang yang akan dapat disusun menurut suatu basis yang tertentu, meliputi beberapa atau seluruh kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu. Masing-masing para ahli mempunyai pendapat tentang pengertian anggaran. Berikut ini adalah pendapat para ahli, namun pada dasarnya tujuan pernyataan tersebut adalah sama. Menurut R.S Masud Machfoed. MBA (1996,hal. ) Anggaran adalah suatu rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan program-program yang telah disahkan. Menurut Prof. DR. Robert. Anthony (1985,hal.489) Anggaran adalah rencana manajemen dengan anggapan bahwa penyusunan anggaran akan mengambil langkah-langkah positif untuk merealisasi rencana yang telah disusun. Menurut Anthony (1994,hal.490) menyatakan bahwa: Suatu anggaran mempunyai beberapa karkteristik sebagai berikut:

1. Dinyatakan dalam satuan keuangan (moneter), walaupun angkanya berasal dari angka yang bukan satuan keuangan 2. Mencakup kurun waktu satu tahun 3. Isinya menyangkut komitmen manajemen, yaitu manajer setuju untuk menerima tanggung jawab untuk mencapai sasaran yang telah dianggarkan 4. Usulan anggaran dinilai dan disetujui oleh orang mempunyai wewenang yang lebih tinggi daripada yang menyusunnya 5. Jika anggaran sudah disahkan maka anggaran tersebut tuidak dapat dirubah kecuali dalam hal khusus 6. Hasik aaktual akan dibandingkan dengan anggaran secara periodic dan varians yang terjadi dianalisis dan dijelaskan. Dan menurut T.Horgen (1993,hal.185) bahwa :Anggaran adalah ungkapan kuantitatif yang formal tentang rencana manajemen . Sementara menurut Mulyadi (1993,hal 488) Anggaran adalah suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif diukur dalam satuan moneter standar an satuan ukuran yang lain mencakup jangka waktu satu tahun. Beliau menekankan pada satuan moneter dan satuan ukuran lain,di masa atau jangka waktu yang berlaku untuk anggaran yang telah disusun hanya satu tahun. Satuan moneter yang dimaksud adalah satuan uang rupiah. Setiap akhir tahun harus dibuat kembali anggaran yang baru berpedoman pada anggaran tahun lalu dan begitu seterusnya. Anggaran yang disusun oleh perusahaan harus secara formal, dimana perusahaan itu harus membentuk panitia anggaran yang anggotanya adalah terdiri dari seluruh departemen kegiatan perusahaan. Dari pendapat di atas dapat dikemukakan bahwa anggaran tersebut adalah suatu rencana keuangan yang menggambarkan secara terperinci mengenai pengeluaran dan hasil pendapatan yang akan diperoleh pada masa

yang akan datang untuk jangka waktu yang tertentu yang telah disusun sedemukian rupa yang pada akhir periode merupakan suatu alat pengendalian untuk membantu manajemen mengukur prestasi perusahaan guna mengadakan perbaikan prestasi pada tahun yang akan datang. Dari kesimpulan di atas, diketahui bahwa anggaran mempunyai 4 unsur yakni : a. Rencana Rencana ialah suatu penentuan terlebih dahulu tentang aktivitas atau kegiatan yang akan dilakukan di waktu yang akan datang. Beberapa alasan yang mendorong perusahaan untuk menyusun rencana untuk menghadapi waktu yang akan datang antara lain : 1. Waktu yang akan datang penuh dengan berbagai

ketidakpastian, sehingga perusahaan harus mempersiapkan diri sejak awal tentang apa yang akan dilakukan nanti 2. Waktu yang akan datang penuh dengan berbagai

alternatif pilihan sehingga perusahaan harus mempersiapkan diri sejak awal, alternatif manakah yang akan dipilih nanti. 3. Rencana diperlukan oleh perusahaan sebagai

pedoman kerja di waktu yang akan datang 4. Rencana diperlukan oleh perusahaan sebagai alat

pengkoordinasian kegiatan-kegiatan dari seluruh bagian yang ada dalam perusahaan

5.

Rencana diperlukan oleh perusahaan sebagai alat

pengawasan terhadap perencana dari rencana tersebut di waktu yang akn datang. Dengan adanya suatu rencana, maka kegiatan-kegiatan dari seluruh bagian-bagian dalam perusahaan akan saling menunjang, bahu-membahu secara bersama-sama menuju sasaran yang telah ditetapkan. Tanpa adanya suatu rencana, maka kurang terdapat koordinasi dan kerja sama masingmasing bagian dalam perusahaan, sehingga akan sangat mengganggu kelancaran jalannya perusahaan. Apabila realisasi kerja dapat mencapai apa yang akan direncanakan atau bahkan lebih baik dari pada yang direncanakan, maka berarti perusahaan telah bekerja dengan sukses. Sebaliknya jika realisasi kerja

tidak dapat mencapai apa yang ditargetkan dalam rencana, maka berarti perusahaan telah bekerja dengan tidak sukses. Penyimpangan-penyimpangan yang ada dalam perencana ada yang bersifat positif (menguntungkan) yaitu apabila realisasi kerja justru lebih bagus dari apa yang telah direncanakan, dan ada yang bersifat negatif (merugikan) yaitu apabila realisasi kerja kurang bagus jika dibandingkan dengan rencana yangditetapkan. Informasi-informasi tentang sebab-sebab terjadinya penyimpangan-penyimpangan ini sangat penting bagi perusahaan sebagai bahan pertimbangan untuk menyusun rencana-rencana pada waktu selanjutnya.

10

b.

Meliputi seluruh kegiatan perusahaan ialah mencakup semua

kegiatan yang akan dilakukan oleh semua bagian-bagian yang ada dalam perusahaan. Mencakup seluruh kegiatan yang akan dilakukan oleh semua bagianbagian yang ada dalam perusahaan. Secara garis besarnya kegiatankegiatan (fungsi) perusahaan dapat dikelompokan menjadi lima kelompok, yaitu: kegiatan pemasaran (marketing), kegiatan produksi (producting), kegiatan pembelanjaan (financing), kegiatan administrasi (administrating), serta kegiatan-kegiatan yang berhubungan genagn masalah-masalah personalia. Kegiatan yang tidak direncanakan, tidak dapat dinilai (dievaluasi) realisasi kerjanya nanti, karena tidak mempunyai sesuatu tolak ukur. c. Dinyatakan dalam unit moneter adalah unit (kesatuan) yang

dapat diterapkan pada berbagai kegiatan perusahaan yang beraneka ragam. Adapun unit moneter yang berlaku di Indonesia ialah Rupiah d. Jangka waktu tertentu yang akan datang yang menunjukan

bahwa anggaran berlakunya untuk masa yang akan datang. Ini berarti bahwa apa yang dimuat di dalam anggaran adalah taksirantaksiran tentang apa yang terjadi serta apa yang dilakukan di waktu yang akan datang.

Pengertian Kas

11

Kas sangat penting artinya karena menggambarkan daya beli dan dapat ditransfer segera dalam perekonomian pasar kepada setiap individu atau organisasi dalam memperoleh barang dan jasa yang doperlukan. Kas merupakan alat pertukaranyang diakui oleh masyarakat umum danoleh sebab itu merupakan landasan yang sangat kuat sebagai alat pengukur terhadap semua kegiatan ekonomi yang ada di perusahaan. Dalam pengertian itu kas meliputi uang tunai dan alat-alat pembayaran yang diterima umum, baik yang ada dalam perusahaan maupun yang disimpan di kas. Menurut R.A Supriyono dan L.Suparwono (1986,hal.5) menyatakan bahwa Kas adalah saldo uang tunai dan saldo rekening giro bank yang dimiliki perusahaan serta elemen-elemen lainnya yang dapat dipersamakan dengan kas Uang kas merupakan suatu tujuan akhir dari rangkaian operasi perusahaan yang membeli suatu transaksi baik secara tunai maupun kredit dan akhirnya menjadi uang kas. Kas tidak hanya terbatas pada uang tunai saja tetapi meliputi simpanan kredit di bank, cek maupun dokumen-dokumen lain yang dapat ditukarkan dengan uang kas dan dapat digunakan sebagai alat tukar yang siap dan bebas dalam melaksanakan kegiatan perusahaan. Kas adalah aktiva lancar paling cepat berubah dan hampir seluruh transaksi yang terjadi selalu berkaitan dengan kas. Kas merupakan harta yang bersifat liquid maksudnya mudah digunakan kapan saja dan dimana saja namun kas tersebut adalah suatu perkiraan yang sering terjadi di salahgunakan. Maka kas tersebut harus benarbenar dite;iti dalam segi apapun agar tidak terjadi penyelewengan atau penyimpangan yang negatif.

12

Jenis Kas Syarat utama dari suatu elemen atau unsur baru dapat dipersamakn dengan kas adalah sebagai berikut : 1. Dapat diterima setiap saat sebagai alat pembayaran khususnya dalam

lingkungan bisnis 2. Dapat disetor ke rekening giro di bank setiap saat sesuai dengan nilai

nominalnya. Dari kedua elemen di atas, untuk menentukan apakah suatu elemen kas atau tidak, maka hal ini dapat dijelaskan lebih lanjut bahwa kas dapat digolongkan menjadi dua yakni : 1. 2. Kas pada perusahaan (cash on hand) Kas pada Bank Anggaran kas sebagai alat penting dalam proses perencanaan dan pengendalian keuangan perusahaan merupakan proyeksi penerimaan dan pengeluaran kas di masa yang akan datang untuk beberapa selang waktu tertentu. Bagi manajer keuangan, proyeksi ini memberikan kerangka untuk menilai dan mengendalikan penerimaan dan pengeluaran kas yang akan datang. Dengan demikian manajer keuangan bisa menilai dan meninjau kembali prosedur penagihan dan pengeluaran yang digunakan untuk menentukan apakah prosedur tersebut akan memaksimalkan arus kas bersih perusahaan. Anggaran kas menurut C Rollin Niswonger (2000,hal.377)

memberikan definisi sebagai berikut : Anggaran kas menyajikan pengeluaran

13

dan penerimaan kas yang diharapkan untuk satu minggu, bulan atau periodeperiode yang lebih panjang . Menurut Welcsh, Hilton, Gardon (2000,hal. 377) memberikan definisi sebagai berikut : Anggaran kas merupakan arus kas masuk dan arus kas keluar yang direncanakan dan posisi terakhir pada periode tertentu. Sementara menurut Mats, F.Usry, Lawrence (1993,hal. ) memberikan pengertian bahwa: Anggaran kas merupakan rencana terinci mengenai antisipasi penerimaan dan pengeluaran kas untuk periode anggaran atau periode khusus lainnya. Dari pengertian di atas diketahui bahwa anggaran kas mencakup dua sektor yakni: 1. Sektor penerimaan kas, yang pada umumnya berasal dari: a.Penjualan Tunai b. Penagihan Piutang

c.Penjualan Aktiva d. Penerimaan lain-lain (non operating) seperti penghasilan bunga

dan lain sebagainya. 2. a. b. c. Sektor pengeluaran kas, yang pada umumnya meliputi: Pembelian Perlengkapan Pembelian Peralatan Pembayaran Upah dan lain sebagainya Anggaran kas menyajikan arus kas masuk dan arus kas keluar dari kas yang diharapkan satu minggu, bulan, tahun atau periode yang lebih panjang.

14

Saldo kas diharapkan pada akhir periode kemudian dibandingkan dengan jumlah kas yang ditetapkan sebagai saldo minimum dan perbedaannya merupakan antisipasi kelebihan atau kekurangan kas periode tersebut. Periode waktu yang termasuk dalam suatu anggaran kas berbeda untuk tiap perusahaan. Suatu anggaran kas pada umumnya sangat akurat apabila meliputi suatu periode yang pendek, akan tetapi memerlukan perhatian yang konstan. Suatu anggaran kas tahunan biasanya disusun berdasarkan kas bulanan. Anggaran kas jangka pendek termasuk dalam rencana laba tahunan. Anggaran kas pada dasarnya meliputi dua bagian yakni : 1. 2. Penerimaan kas yang direncanakan Pengeluaran kas yang direncanakan Perencanaan arus kas masuk dan keluar aknan menunjukan: 1. Kebutuhan terhadap perencanaan investasi yaitu untuk

menanamkan kelebihan uang pada penggunaan yang menguntungkan 2. terjadi Anggaran kas berkaitan langsung dengan rencana lainnya, seperti rencana penjualan, anggaran piutang, anggaran biaya dan anggaran pengeluaran untuk pembelian barang modal. Menurut Welsch, Hilton, dan Gordon (200,hal.22) menyatakan bahwa: Dalam menyusun perencanaan anggaran kas berfungsi: 1. Menentukan kegiatan yang didasarkan pada penyelidikan studi dan penelitian 2. Pengerahan seluruh tenaga dan modal perusahaan untuk menentukan yang paling menguntungklan Kebutuhan untuk membiayai kekurangan kas yang mungkin

15

3. 4. 5. 6.

Membuatatau menunjang kebijakan perusahaan Menentukan tujuan perusahaan Memberikan peluang kesempatan kerja Pemakaian alat-alat perusahaan akan lebih efektif. Dengan diketahui kelebihan kas, maka manajenem dapat mengambil

keputusan untuk apa kas itu digunakan, apakah untuk investasi akiva tetap, peralatan dan bangunan dan lain sebagainya.

2.

Fungsi-fungsi Anggaran Fungsi anggaran merupakan salah satu alat bagi manajemen dalam mencapai tujuan perusahaan. Fungsi daripada anggaran menurut Gunawan Adi saputro dan Marwan Usri S.W (1992, hal 50) : a. Dalam Bidang Perencanaan, yakni : 1) Membantu manajemen meneliti, mempelajari masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan yang akan dilakukan 2) Mengerahkan seluruh tenaga dalam perusahaan untuyk menentukan arah atau kegiatan yang paling menguntungkan 3) Membantu atau menunjang kebijaksanaankebijaksanaan perusahaan Menentukan tujuan perusahaan Membantu menstabilkan kesempatan kerja yang tersedia Mengakibatkan pemakaian alat-alat fisik secara lebih efektif. Dalam Bidang Koordinasi,yakni: Memebantu mengkoordinasikan factor-faktor manusia dan perusahaan Menghubungjan aktivitas perusahaan dengan trend dalam dunia usaha karena dengan disusunnya anggaran dapat dinilai apakah rencana tersebut sesuai dngan keadan dunia yang dihadapi Meneapkan penggunaan modal pada saluran-saluran yang menguntungkan dalam arti seimbang dengan program perusahaan Mengetahui kelemahan-kelemahan dalam organisasi. Dalam Bidang Pengawasan, yakni: Mengawasi kegiatan-kegiatan dan pengeluaran-pengeluaran

4) 5) 6) b. 1) 2) 3) 4) c. 1)

16

2) Pencegahan secara umum pemborosan, sebetulnya ini adalah tujuan yang paling umum daripada penyusunan anggaran. Pengawasan terhadap pelaksanaan diharapkan dapat mengurangi pemborosan. 3. Tujuan Dan Manfaat Anggaran Tujuan Anggaran Perusahaan perlu menyusun perencanaan yang menyeluruh tentang kegiatan yang akan dilakukan dalam jangka panjang. Rencana jangka panjang merupakan suatu kesatuan yang utuh dari rencana-rencana yang disusun untuk kegiatan setiap tahun. Anggaran sebagai alat manajemen akan bermanfaat dalam membantu manajemen mengelola perusahaan yaitu mengambil keputusan-keputusan yang paling tepat atau menguntungkan perusahaan seperti menseleksi konsumen, menentukan tingkat harga, syarat-syarat kredit untuk konsumen dan lain sebagainya. Manfaat Anggaran Setiap perusahaan, baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar akan memerlukan anggaran untuk kelangsungan hidup perusahaannya. Pada umumnya anggaran mempunyai tiga kegunaan yaitu : 1. Sebagai pedoman kerja 2. sebagai alat pengkoordinasian kerja 3. Sebagai alat pengawasan kerja Menurut Hongren dan Foster (1992,haal.148) menyatakan bahwa: 1. 2. 3. Kalau dikelola dengan pintar anggaran akan : Mendorong perencanaan Memberikan criteria prestasi kerja Peningkatan komunikasi

17

Anggaran didasarkan kepada ramalan-ramalan, misalnya keadaan perekonomian, tingkat inflasi, peraturan-peraturan pemerintah, kebijaksanaan dan reaksi saingan, perkembangan teknologi dan lain sebagainya. Dengan menggunakan ramaln-ramalan tersebut, dapat disusun rencana yang memberikan keuntungan yang maksimum bagi perusahaan.

4.

Jenis-Jenis Anggaran Menurut M.Nafarin (2000,hal.17) menyatakan bahwa : Anggaran dapat dikelompokan dari beberapa sudut pandang berikut ini : 1. Menurut dasar penyusuan, anggaran terdiri dari : a. Anggaran variabel, yaitu anggaran yang disusun berdasarkan interval (kisar), kapasitas (aktivitas) tertentu dan pada intinya merupakan suatu seri anggaran yang dapat disesuaikan pada tingkattingkat aktivitas yang berbeda. Anggaran Variabel disebut juga dengan anggaran fleksibel. b. Anggaran tetap, yaitu anggaran yang disusun berdasarkan suatu tingkat kapasitas tertentu. Anggaran tetap disebut juga dengan anggaran statis 2. Menurut cara penyusunan, anggaran terdiri dari : a. Anggran periodik adalah anggaran yang disusun untuk satu periode tertentu, pada umumnya periodenya satu tahun yang dususun setiap akhir periode b. Anggaran kontinu adalah anggaran yang dibuat untuk mengadakan perbaikan anggaran yang pernah dibuat, misalnya tiap bulan diadakan perbaikan sehingga anggaran yang dibuat setahun mengalami perubahan 3. Menurut jangka waktunya, anggaran terdiri dari : a. Anggaran jangka pendek adalah anggaran yang dibuat dengan jangka waktu paling lama sampai satu tahun b. Anggaran jangka panjang adalah anggaran yang dibuat dengan jangka waktu lebih satu tahun 4. Menurut bidangnya, anggran terdiri dari anggaran operasional dan anggarn keuangan. Kedua anggaran ini bila di[padukan disebut dengan anggaran induk (master budget). Anggaran induk yang mengkonsolidasiakn rencana keseluruhan perusahaan untuk jangka pendek, biasanya disusun atas dasar tahunan. Anggaran tahunan dipecah

18

lagi menjadi anggaran triwulan dan anggaran triwulan dipecah lagi menjadi anggaran bulanan. a. Anggaran operasional adalah anggaran untuk menyusun Laba Rugi. Anggaran operasional antara lain : 1) Anggaran Penjualan 2) Anggaran Beban Usaha 3) Anggarn Laporan L/R 4) Anggaran Biaya Pabrik, yakni : Anggaran Biaya Bahan Baku Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung Anggaran Biaya Overhead b. Anggaran Keuangan adalah anggaran untuk menyusun anggarn neraca, antara lain: 1) Anggaran Kas 2) Anggarn Piutang 3) Anggran Persediaan 4) Anggarn hutang 5) Anggaran Neraca 5. Menurut kemampuan menyusun, anggaran terdiri dari : a. Anggarn Komprehensif adalah rangkaian dari berbagai macam anggaran ynag disusun secara lengkap atau perpaduan anggaran operasional dan keuangan b. Anggaran Partial adalah anggaran yang disusun secara tidak lengkap, anggaran hanya menyusun bagian anggaran tertentu saja Menurut fungsinya, anggaran terdiri dari : a. Appropriation Budget adalah suatu anggaran yang memberikan batas pengeluaran maximum yang boleh digunakan untuk suatu hal tertentu b. Performance Budget adalah suatu anggaran yang didasarkan pada pelaksanaan fungsi, aktivitas dan proyek sampai batas maximum yang dipilih. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Anggaran Kas Adapun factor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yakni : a. Faktor Intern

6.

5.

19

Faktor Intern yaitu data, informasi dan pengalaman yang terdapat di dalam perusahaan sendiri. Faktor-faktor tersebut antara lain : 1) 2) Penjualan tahun-tahun yang lalu Kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan denagn

masalah-masalah seperti harga jual, syarat pembayaran barang yang dijual 3) Tenaga kerja yang dimiliki perusahaan, baik dari segi

jumlahnya (kuantitatif) maupun dari segi ketrampilan dan keahlian ( kualitatif) 4) 5) 6) Modal kerja yang dimiliki oleh perusahaan Fasilitas-fasilitas lain yang dimiliki oleh perusahaan Kebijaksanaan-kebijaksanaan perusahaan yang berkaitan

dengan pelahsanaan fungsi-fungsi perusahaan, baik di bidang pemasaran, di bidang produksi, di bidang pembelanjaan, di bidang administrasi maupun bidang personalia 7) Tersedianya data dan informasi untuk melakukan penafsiran-

penafsiran. Sebagaimana telah dinyatakan bahwa anggaran berisikan tafsiran-tafriran tentang apa yang terjadi dan apa yang dilakukan perusahaan di waktu yang akan datang. Perusahaan masih dapat mengatur dan menyelesaikan factor-faktor intern ini dengan apa yang diinginkan untuk masa yang akan datang. Misalnya modal kerja yang sekarang dimiliki, dirasakan kurang untuk periode anggaran yang akan datang, maka perusahaan dalam batas-batas tertentu masih bias

20

menambahnya, misalnya dengan meminta kredit Bank, demikian pula dengan mesin-mesin, peralatan-peralatan, tenaga kerja serta fasilitas-fasilitas lainya, dalam batas-batas tertentu masih bias disesuaikan dengan apa yang diinginkan untuk periode anggaran yang akan datang, baik ditambah maupun dikurangi. Oleh sebab itu factor-faktor intern ini sering disebut sebagai factor yang Controable (dapat diukur), yaitu faktor-faktor dalam batas-batas tertentu masih bias disesuaikan dengan keinginan atau kebutuhan periode anggaran yang akan datang. b. Faktor Ekstern Faktor Ekstern yaitu data,informasi dan pengalaman yang terdapat di luar perusahaan, tetapi dirasa mempunyai pengaruh terhadap kehidupan perusahaan. Faktor-faktor tersebut antara lain :

1) 2) 3) 4) 5) 6)

Keadaan persaingan Tingkat pertumbuhan penduduk Tingkat penghasilan masyarakat Tingkat pendidikan masyarakat Tingkat penyebarab penduduk Budaya, social, politik, hokum, agama, adapt-istiadat

dan kebiasaan masyarakat. 6. Syarat-syarat Berhasilnya Penyusunan Anggaran Menurut R.A Supriyono (1991,hal.346)menyatakan bahwa:

21

Syarat yang harus dipenuhi untuk berhasilnya penyusunan anggaran kas adalah sebagai berikut : a. Adanya organisasi perusahaan yang sehat b. Adanya sistem akuntansi yang memadai c. Adanya penelitian dan analisa d. Adanya dukungan para pelaksana Ad.a Adanya organisasi perusahaan yang sehat, apabila telah diberikan wewenang dan tanggung jawab tentang fungsi dan jabatan yang tercemar dari struktur organisasi ini maka akan tanpak pembagian organisator, pembagian kerja secara departemen yang akan membentuk pusat biaya sesuai dengan kebutuhan departemen. Tujuan pemabgian kerja secara departemen bila dihubungkan dengan anggaran adalah untuk merancang dan mengawasi, mengumpulkan data dan informasi tentang biaya pada setiap bagian dalam organisasi.

Ad.b Adanya sistem akuntansi yang memadai. Sistem akuntansi yang memadai meliputi : 1) Penggolongan rekening yang sama antara

anggaran dan realisasinya sehingga dapat dibandingkan dan dihitung penyimpangan 2) Pencatatan akuntansi memberikan informasi

mengenai realisasi anggaran 3) pertanggungjawaban Laporan didasarkan kepada akuntansi

22

Suatu sistem akuntansi yang baik harus memenuhi prinsip cepat yaitu mampu menyediakan data tepat pada waktunya dan dapat memenuhi kebutuhan, memenuhi prinsip yang aman yang berarti harus dapat membantu menjaga harta milik perusahaan dan memenuhi prinsip murah, biaya penyelenggaraan dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal Ad.c Adanya penelitian dan analisa. Kelangsunagn hidup perusahaan tergantung pula pada adanya usaha untuk mengadakan penelitian dan pengembangan produknya. Faktor intern dan ekstern perusahaan merupakan bahan-bahan untuk penelitian pengembangan kebijakan perusahaan Ad.d Adanya dukungan para pelaksana. Dalam melaksanakan suatu anggaran diperlukan dukungan dari berbagai lapisan manajer pada semua tingkat manajemen. Semua manajer harus merasa ikut bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam pelaksanaan anggaran, dan juga mempunyai rasa tanggung jawab serta kesadaran atas tugas yang dibebankan kepadanya. Adalah merupakan tugas manajemen eksekutif untuk memberikan kesadaran dan bimbingan kepada manajer dari segala tingkat.

7.

Proses Penyusunan Anggaran Kas Penyusunan anggaran tidak hanya semata-mata menjadi tanggung jawab direktur atau manajer keuangan saja. Perlu suatu komite anggaran yang biasanya terdiri dari pimpinan tiap-tiap bidang fungsional. Ketua komisi

23

anggaran biasanya adalah direktur atau manajer keuangan atau apabila ada suatu departemen anggaran tersendiri, mungkin pimpinan department tersebut yang menjadi ketua. Secara garis besar tugas untuk mempersiapakn anggaran dan menyusun anggaran didelegasikan kepada : a. Bagian Administrasi

Ini dilakukan bagi perusahaan yang relatif kecil sehingga tugas penyusunan anggaran dapat diserahkan kepada salah satu bagian saja dari perusahaan yang bersangkutan tidak perlu banyak melinatkan secara aktif ke seluruh bagian b. Panitia Budget Hal ini disebabkan bagi perusahaan besar. Tugas menyusun budget perlu melibatkan semua unsure yang mewakili semua bagian yang ada dalam perusahaan, yang duduk dalam panitia budget. Komisi budget atau panitia budget umumnya berada langsung di bawah direksi. Dengan menenpatkan komisi anggaran ini secara langsung dibawahnya maka diharapkan anggaran tersusun nantinya akan memperoleh dukungan secara penuh dari semua bagian yang ada dalam perusahaan. Tim penyusun budget biasanya diketuai oleh salah seorang pimpinan perusahaan dengan anggota-anggota yang mewakili bagian pemasaran, bagian

pembelanjaan, serta personalia. Baik budget yang disusun oleh bagian administrasi (perusahaan kecil) maupun yang disusun oleh panitia budget (perusahaan besar), barulah

24

merupakan rancangan budget. Rancangan budget inilah yang diserahkan kepada pimpinan tertinggi perusahaan untuk disahkan serta ditetapkan sebagai budget yang definitif. Sebelum disahkan oleh pimpinan tertinggi perusahaan, masih dimungkinkan untuk diadakan perubahan-perubahan tertinggi

perusahaan dengan pihak-pihak yang diserahi tugas rancangan budget tersebut. Menurut Munandar (1992,hal.60) menyatakan bahwa : Setelah disahkan oleh pimpinan tertinggi perusahaan, maka rancangan budget tersebut telah menjadi budget yang definitif, yang akan dijadikan sebagi pedoman kerja, alat pengkoordinasian kerja dan sebagai alat pengawasan kerja . Menurut Gudono (1993,hal.190) menyatakan tentang langkah-langkah penyusunan anggaran adalah sebagai berikut : a. b. Manajemen puncak mengirim prinsip-prinsip penyususnan anggaran (termasuk tujuan umum perusahaan) ke masing-masing bagian Masing-masing bagian menyusun anggaran operasionalnya (rencana laba) dimuat dengan memuat ramalan penjualan dan anggaran penjualan. Masing-masing manajer yang telah menerima anggaran penjualan itu untuk dijadikan dari penyusunan anggaran operasionalnya sendiri. Konsultasi dengan komite anggaran atau manajemen yang lebih tinggi sering dilakukan pada tahap ini. Negosiasi antar bagian dan komunikasi dengan pihak atasan Koordinasi dan pembahasan kembali terhadap rancangan anggaran yang diajukan masing-masing departemen oleh komite anggaran. Beberapa divisi mungkin dilakukan supaya terjadi keharmonisan antara anggaran dari departemen yang satu dengan departemen lain. Konsultasi dengan pihak-pihak yang terkait dilakukan untuk membahas revisi ini. Persetujuan akhir dari manjer puncak. Anggaran induk kemudian dibagi-bagikan ke setiap departemen. Proses penyusunan anggaran biasanya meliputi :

c. d.

e.

25

a.

Komite Anggaran Sebagian besar organisasi mempunyai komite anggaran yang

mengawasi anggaran secara keseluruhan. Komite tersebut terdiri dari anggota manajemen senior. Komite anggaran biasanya meliputi CEO (Chief Executive Officer), kepala unit bisnis stratejik, dan kepala bagian keuangan. Besar kecilnya komite anggaran tergantung pada besar kecilnya organisasi, besarnya partisipasi unit organisasi dalam proses penyusunan anggaran dan gaya manajemen dari CEO. Komite anggaran merupakan otoritas tertinggi dalam organigasi untuk segala hal yang berkaitan dengan anggaran. Menurut Mulyadi dan Jhony Setyawan (2001,hal.566) menyatakan bahwa komite anggaran terdiri dari : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Direktur utama sebagai ketua merangkap anggota komite Direktur pemasaran sebagi anggota Direktur produksi sebagai anggota Direktur keuangan sebagai anggota Direktur umum sebagai anggota Manajer departemen anggaran sebagai sekretaris komite. Adapun tugas komite anggaran adalah : 1. Merumuskan sasaran anggaran dan kebijakan pokok perusahaan untuk tahun anggaran 2. Menyampaikan informasi mengenai tujuan dan kebijakan pokok tersebut kepada para manajer penyusun anggaran 3. Mereview rancangan anggaran yang diajukan oleh para manajer penyusun anggaran

26

4. Melakukan negosiasi dengan para manajer penyusun anggaran mengenai rancangan anggaran yang mereka ajukan 5. Mengajukan rancangan anggaran perusahaan secara keseluruhan kepada Dewan Komisaris Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 6. Mereview anggaran yang telah disetujui oleh Dewan Komisaris RUPS 7. Melakukan negosiasi dengan para manajer penyusun anggaran mengenai anggaran yang telah disahkan. 8. Melakukan revisi anggaran, sesuai dengan kebijakan RUPS b. Periode Anggaran Anggaran biasanya disusun untuk periode satu tahun dan sejalan dengan tahun fiskal organisasi. Banyak perusahaan juga mempunyai anggaran yang disusun untuk periode kuartal atau bulanan. c. Pedoman Anggaran Salah satu tanggung jawab komite anggaran adalah memberikan pedoman atau anggaran awal (anggaran dasar) yang menentukan arah anggaran dan menentukan penyusunan anggaran. Semua

pertanggungjawaban (unit anggaran) mengikuti pedoman anggran awal dalam menyusun anggaran mereka. d. Berdasarkan Usulan Anggarn Dasar (Initial Budget) pedoman (Initial Budget), setiap pusat

pertanggungjawaban menyiapkan usulan initial budget untuk pusat pertanggungjawaban mereka. e. Negosiasi Anggaran

27

Anggaran dari unit anggaran memeriksa atau menguji usualan initial budget untk melihat apakah usulan tersebut sesuai dengan pedoman anggaran. Atasan juga memeriksa apakah tujuan anggaran dapat dicapai dan searah dengan tujuan unit anggaran pada level berikutnya dan operasi yang diandalkan konsisten dengan aktivitas yang dianggarkan unit anggaran lain yang meliputi unit yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh. Negosiasi terjadi pad asemua level organisasi. Negosiasi merupakan inti dari proses penyusunan anggaran dan menyita sebagian besar dari waktu penyusunan anggaran. f. Mereview dan Persetujuan Komite anggarn mereview dan memberiakn persetujuan akhir terhadap anggaran. Komite anggaran memeriksa angggaran tersebut berkaitan dengan konsistennya dengan pedoman angggaran, pencapaian tujuan jangka pendek dan pemenuhan tehadap rencana stratejik. CEO kemudian memberikan persetujuan anggaran secara keseluruhan dan mengajukan anggaran tersebut kepada Dewan Direksi. g. Revisi Prosedur untuk merevisi anggaran bervarisi dari satu organisasi yang satu dengan organisasi lainnya. Begitu anggaran disetujui, beberapa organisasi hanya membolehkan dalam keadaan khusus, persetujuan untuk melakukan modifikasi terhadap anggaran bisa saja sulit untuk dicapai perusahaan lainnya, misalnya perusahaan-perusahaan yang menggunakan anggran yang perlu diperbarui secara terus menerus menggunakan sistem

28

penganggaran (proses penyusunan anggaran) yang membolehkan revisi yang dilakukan secara kuartal atau bulanan. Menurut Robert N Anthony Vijay Govindarajan (2003,hal.9) menyatakan bahwa: a. Proses penyusunan anggaran: Organisasi 1. Departemen Anggaran Biasanya (tidak selalu) melaporkan kepada pengawas perusahaan, menyusun arus informasi dari sistem pengontrolan anggaran 2. Panitia Anggaran Panitia anggaran terdiri dari anggota senior, manajemen, seperti bagian eksekutif, kepala bagian operasi, dan kepala bagian keuangan Pengeluaran Garis Pedoman Jika sebuah perusahaan mempunyai proses strategi perencanaan tahun pertam (yang biasanya disetujui pada musim panas) adalah permulaan dari proses persiapan. Manajer harus memikirkan mas adepan sesuai dengan usulan yang diajukan sebagai dasr persiapan anggaran. Walaupun ada atau tidaknya strategi rencana langkah pertama dalam proses persiapan anggaran adalah untuk mengembangkan garis pedoman yang memerintah persiapan anggaran untuk disebarkan kepada semua manajer Awal Proposal Menggunakan garis pedoman, tanggung jawab manajer dibantu dengan staff merewka, mengembangkan permintaan anggaran. Karena sebagian besar tanggung jawab akam memulai anggaran tahunan dengan fasilitas yang sama, personel dan sumber lain yang mereka miliki pada saat ini, anggaran ini didasarkan pada level-level yang ada, yang kemudioan diubah agar sesuai dengan garis pedoman Negosiasi Pembuat anggaran membahas anggaran yang diajukan dengan atasannya. Ini pusat kegiatan dan proses. Atasan cenderung menilai validitas dari tiap penyesuaian. Biasanya pertimbangan yang mempengaruhi pelaksanaan anggaran tahunan merupakan perkembangan dari pelaksanaan tahun sebelumnya. Atasan mengenali bahwa ia menjadi pembuat anggaran pada level selanjutnya dalam proses pembuatan anggaran dank arena itu harus mempertahankan anggaran yang telah disetujui Pemeriksaan dan Persetujuan Anggaran yang diajukan melalui beberapa level dalam organisasi. Persetujuan terakhir disarankan oleh panitia anggaran kepada kepala

b.

c.

d.

e.

29

f.

g.

eksekutif. CEO juga memasukan anggaran yang telah disetujui kepada Dewan Direksi untuk disahkan. Hal ini terjadi pada bulan Desember tepat sebelum anggaran tahunan dimulai Perbaikan Anggaran Ada dua tipe perbaikan anggaran yakni : 1. Prosedur yangdipersiapkan secara sistematis (tiap triwulan) memperbarui anggaran 2. Prosedur yang mengijinkan membuat perbaikan dalam keadaan tertentu. Anggaran Kontinjensi Beberapa perusahaan mempersiapkan anggaran kebetulan yang menendakan bahwa manajemen perlu mengambil tindakan jika ada penurunan volume penjualan yang telah diantisipasi dalam perkembangan anggaran. Anggaran kebetulan menyediakan jalan yang lebih cepat untuk mengubah kondisi jika situasinya telah tiba. Dalam prakteknya banyak dijumpai perusahaan yang mampu beroperasi tanpa membuat anggaran. Akan tetapi, tanpa penyusunan suatu anggaran, perusahaan akan mengalami kesulitan dalam mengevaluasi kinerja, kurang dapat mengoptimalkan efisiensi dan produktivitas kerja serta kurang dapat memenfatkan kesempatan untuk perluasan usaha. Penyusunan anggaran biasanya merupakan suatu proses yang sistematis. Anggaran yang mencakup seluruh aspek di dalam organisasi perusahaan disiapkan, ditinjau kembali dan bila perlu dilakukan perbaikanperbaikan sehingga anggaran yang nantinya dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatan perusahaan merupakn suatu rencana yang paling baik. Adapun tujuan perusahaan menyusun anggaran menurut Ellen, Edy, Sugianto (2002,hal.102) adalah : a. Menentukan posisi kas pada berbgai waktu dengan membandingkan uang kas masuk dengan uang kas keluar b. Memoerkurakan terjadinya defisit atau surplus c. Mempersiapkan keputusan pembelanjaan jangka pendek dan jangka panjang. Apabila terjadi defisit, perusahaan perlu mencari

30

tambahan baru dan bila perushaan mengalami surplus maka perusahaan harus memilih alternative pengunaan yang paling menguntungkan d. Sebagai dasar kebijakan pemberian kredit e. Sebagai dasar otorisasi dan anggaran yang disediakan f. Sebagai dasra penilaian terhadap realisasi pengeluaran kas sebenarnya Pada umumnya anggaran yang disusun oleh pihak manajemen perusahaan dimaksudkan agar kegiatan operasional yang dijalankan dapat berjalan denagn lancar juga agar tugas masing-masing bagian yang terkait didalamnya dapat dilaksanakan dengan baik. Dalam penugasan penyusunan anggaran harus dilakukan secara sistematis yaitu mulai dari bagian yang paling bawah karena bawahan yang langsung terjun dalam pelaksanaanya, kemudian bawahan melaporkan kepada atasanya sampai kepada manajer puncak. Disini manajer dihadapkan pada suatu tanggung jawab dalam pengambilan keputusan dan keputusan yang diambil merupakan pelaksanaan fungsi manajer dari segi perencanaan, pengkoordinasian dan pengawasan. Prosedur penyusunan anggaran tidak mutlak harus dari bawah baru ke manjer puncak. Hasil anggaran yang disusun nantinya harus disetujui manajer setelah itu dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Dalam penyusunan anggaran ada beberapa syarat yang harus diperhatikan yaitu anggaran yang disusun harus realistis, dapat dipakai dimasa yang akan datang, anggaran harus fleksibel, tidak kaku dalam arti anggaran terseburt disesuaikan dengan keadaan yang selalu berubah-berubah atau

31

anggaran yang jumlah rupiahnya untuk satu masa didasarkan atas tingkat aktivitasnya. Anggaran disusun untuk membantu manajemen dalam mengadakan perencanaan dan pengawasan, manajemen yang baik tidak ingin menghadapi periode yang akan datang tidak menentu. Persepsi yang jelas mengenai peran manajer dalam mencapai sasaran anggaran hanya dapat terwujud jika dua syarat berikut dipenuhi, menurut Mulyadi (2001,hal.493) yaitu : 1. Sasaran anggaran diterima dengan jelas oleh manajer yang bertanggungjawab untuk mencapainya 2. Manajer yang diberi peran untuk mencapai sasaran diberi alokasi sumber daya yang memedai untuk mencapai sasaran anggaran. 8. Metode Penyusunan Anggaran Kas Menurut Sofyan Safri Harahap (1997,hal. 90) cara pembuatan anggaran ada tiga yaitu : otoriter atau top down, demokrasi atau bottom up, dan campuran atau top down and bottom up . Dalam metode otoriter atau top down, penggararan disususn dan

ditetapkan sendiri oleh pimpinan dan harus dilaksanakan bawahan tanpa keterlibatan bawahan dalam penyusunan. Metode ini ada baiknya jika karyawan tidak mampu menyusun anggaran dan dianggap terlalu lam adan tidak tepat jika diserahkan pada bawahan. Hal ini terjadi dalam perusahaan yang karyawannya tidak memiliki keahlian cukup untuk menyusun suatu anggaran. Akan tetapi atasan dapat saja menggunakan konsultan atau tim khusus untuk menyusunnya.

32

Metode kedua demokrasi atau bottom up budget disusun berdasarkan hasil keputusan karyawan. Dan disusun mulai dari bawahan sampai ke atasan. Bawahan diserahkan sepenuhnya menyusun anggaran yang akan dicapainya di nasa yang akan datang. Metode ini digunakan jika karyawan memiliki kemampuan dalam menyusun anggaran dan tidak dikhawatirkan akan menimbulkan proses yang lama dan berlarut. Metode ketiga adalah campuran dari kedua metode di atas. Di sini perusahaan menyusun anggaran dengan memulainyadari atas dan kemudian untuk selanjutnya dilengkapi dan dilanjutkan oleh karyawan bawahan. Jadi ada pedoman dari atassan untuk pimpinan dan dijabarkan oleh bawahan sesuai dengan pengarahan atasan. Agar suatu anggaran kas menjadi efektif , maka system anggaran harus merupakan sistem dari bawahan ke atasan (bottom up), yaitu dimulai dengan para manajer yang menyusun anggaran. Jika pimpinan perusahaan mengubah jumlah yang tercantum dan usulan anggaran, maka perubahan tersebut harus bias meyakinkan penyusunannya dengan alasan yang dapat diterima. Dalam pembahasan penelitian ini penulis mencoba membahas tentang bentuk-bentuk anggaran yang telah dikembangkan untuk menyusun kas (cash forecash) Ada dua metode penyusunan anggaran kas yaitu : a. Direct Method Direct method adalah metode penyusunan anggaran kas dengan secara langsung ditetapkan ramalan-ramalan tentang elemen-elemen yang terdapat dalam penganggaran. Ramalan ini ditetapkan berdasarkan pengalaman masa

33

lalu, trend, ratio dan ramalan tentang mas yang akan datang. Suatu ramalan kas merupakan ramalan proyeksi penerimaan dan pengeluaran kas serta saldonya dalam suatu periode tertentu. Metode ini merupakan salah satu cara yang paling lazim digunakan dalam perusahaan, yang sangat penting untuk dapat memberikan gambaran yang lengkap mengenai arus atau perputaran penerimaan dan pengeluaran kas. Pengalaman dan pengetahuan mengenai trend dan ratio akan dapat menunjukan berapakah bagian dari penjualan total yang mungkin merupakan penjualan kontan. Apabila pengalaman telah dianalisis hasilnya dapat dikoreksi disesuaikan dengan perkembangan dan diterapkan terhadap penjualan kredit dalam taksiran penjualan. Dalam penyusuan anggaran kas yang lengkap, selain dari arus penerimaan juga disajikan arus pengeluaran. Pengeluran kas dalam perusahaan jasa biasanya terdiri dari gaji tetap, biaya perjalan dan biaya operasi lainnya, berdasarkan anggaran yang telah ditentukan. Apabila langkah ini telah tersedia maka periode pembayaran dapat ditetapkan dengan mudah karena gaji dan upah merupakan hak karyawan. Dengan melihat pada kelender akan dapat ditentukan yanggal pembayaran. Pertimbangan-pertimbangan tersendiri harus diberikan terhadap potongan pajak penghasialn dari gaji kotor, karena itu tidak akan dibayar pada waktu yang bersamaan dengan pembayaran upah bersihnya kecuali apabila dibentuk rekening bank khusus mengenai potongan PPh. Praktek yang biasa mengharuskan diterapkan penerimaan dan pengeluaran kas di luar transaksi-

34

transaksi pelunasan hutang atas kebijaksanaan pimpinan, pembelian saham perusahaan sendiri atau dana yang diperoleh dari pinjaman bank. Keputusankeputusan yang berhunungan dengan cara mendapatkan atau pembelanjaan kas ini dapat dicapai pada saat posisi kas diketahui dan sesuai dengan itu dirumuskan kebijaksanaannya setelah diketahui arus penerimaan dan pengeluaran kas pada jangka waktu tertentu maka untuk masa yang akan datang penganggaran kas sudah dianggarkan. b. Adjusted Net Income Method Adjusted Net Income Method adalah suatu penyusunan anggaran kas yang bertitik tolak dari laporan perhitungan laba rugi yang dianggarkan. Dalam metode ini pendapatan yang diproyeksikan dalam laporan laba rugi akan dikoreksi dengan semua transaksi-transaksi kas yang timbul dan yang tidak berhubungan dengan kas akan menghasilkan laporan laba rugi kas yang kemudian dikoreksi lagi dengan transaksi-transaksi kas yang timbul karena adanya perubahan neraca yang bersifat noperasional. Zaki Baridwan (1993,hal.30) menyatakan bahwa : Laporan Laba Rugi adalah suatu laporan yang yang memungkunkan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya dari suatu unit usaha untuk suatu periode tertentu. Perkiraan-perkiraan yang terdapat dalam laporan laba rugi dapat digolongkan dalam dua kelompaok yaitu kelompaok pendapatan dan kelompok biaya. Pendapatan yang terdapat dalam laporan laba rugi bersumber dari aktivitas perusahaan seperti penyerahan jasa atau pemberian izin kepada

35

pihak lain yang menggunakan sumber daya perusahaan yang ditukar sewa atau dalam bentuk balas jasa.

2)

Kerangka Konseptual Adapun kerangka konseptual yang akan dibahas dalam penelitian ini yang

berhubungan dengan penyusunan anggaran kas. Kas merupakan jenis aktiva lancar yang mudah sekali digelapkan dan merupakan jenis aktiva lancar yang umumnya menjadi incaran penyelewengan. Manajemen harus dapat mencegah penyimpangan-penyimpangan atau penyelewengan yang mungkin terjadi atas penerimaan kas maupun pengeluaran kas pada perusahaan. Untuk melaksanakan fungsinya manajemen memerlukan teknik dan prosedur yang dapat memberikan informasi untuk mengambil keputusan. Salah satu teknik tersebut yakni dengan menyusun anggaran (budget). Dalam menyusun anggaran, terutama anggaran kas harus diperhatikan atau dipertimbangkan dengan teliti karena kas merupakan aktiva lancar yang mudah dipindahtangankan. Anggaran kas direncanakan untuk mengawasi anggaran yang terdiri dari anggaran peneimaan kas dan anggaran pengeluaran kas. Peramalan anggaran kas yang jauh dari kenyataan akan dapat mempersulit manajemen perusahaan, sehingga bila peramalan dipergunakan sebagai dasar kebijaksanaan perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang tentu akan mempersulit manajemen perusahaan. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa dengan perencanaan yang sesuai maka realisasi anggaran kas akan mampu mencapai nilai optimal sebagaimana ditargetkan.

36

B. Penelitian Terdahulu Dalam menyusun skripsi ini penyusun mereferensi penelitian terdahulu yang membahas mengenai Analisa Penyusunan Anggaran Kas pada PT. Sumatratel Indonesia Medan yang bergerak dalam bidang jasa telekomunikasi yang mana perusahaan ini merupakan anak perusahaan PT.Telkom yang disusun oleh Dara Hastuti (2004), NPM (9905170207), Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Masalah yang diteliti oleh peneliti tersebut adalah . Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif Dari hasil penelitian sebelumnya diketahui bahwa : Penyusunan anggaran kas dalam bentu lampiran estimasi penerimaan dan estimasi pengeluaran. Estimasi ini mula-mula disusun dari estimasi penerimaan yaitu estimasi penerimaan yang diperoleh dari hasil operasi komersil atau hasil pendapatan jasa gadai dan penerimaan lain-lain berdasarkan dari hasil penerimaan uang kas/bank yang tidak termasuk dari penerimaan operasional, kemudian ditentukan pengeluaran non operasional untuk membiayai kegiatan yang bersifat komersil atau akibat adanya transaksi pembelian dan pengeluaran lain seperti biaya bunga dan provisi, biaya pegawai, biaya administrasi dan umum, biaya pendidikan dan pelatihan dan lain-lain. Namun perusahaan tidak mengestimasikan kemungkinan adanya pengeluaran lain-lain dalam satu minggu yang akan datang sehingga apabila terdapat pengeluaran lain pada realisasinya akan menyebabkan selisih.

37

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Defenisi Operasional Tujuan utama dari pemberian definisi operasional adalah sebagai suatu definisi yang diberikan pada suatau variabel dengan cara memeberikan arti atau menspesifikan kegiatan ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut. Adapun definisi operasional penelitian ini adalah anggaran kas. Maksud dari penyusunan anggaran kas merupakan langkah awal yang harus dilalui oleh setiap perusahaan sebelum memulai kegiatannya agar sasaran (kas) yang ditargetkan dapat dicapai.

B. Tempat Dan Waktu Penelitian Tempat Penelitian Tempat penelitian dilakukan pada PT. Ira Widya Utama Group Medan yang terletak di Komplek Taman Setia Budi Indah Jalan. Cactus Raya Blok J No.1 Medan. Waktu Penelitian Adapun penelitian dilakukan pada tanggal 2 April 2007 sampai dengan selesai.

38

39

C. Jenis Dan Sumber Data Jenis Data Dalam menyelesaikan karya ilmiah ini, jenis data yang penulis kumpulkan untuk mendukung variable yang diteliti adalah data dokumentasi yaitu mempelajari dokumen-dokumen yang berhubungan dengan objek penelitian yang di dapat dari bagian akuntansi perusahaan. Dokumentersebut adlah anggaran kas serta realisasinya tahun 2005 dan tahun 2006. Sumber Data Adapun sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari : 1. Data Primer Data Primer adalah data yang diambil langsung dari objek penelitian (perusahaan) dengan cara mengumpulkan data yang berhubungan dengan penelitian yang penulis lakukan seperti wawancara dan pengamatan yang dilakukan oleh penulis berupa sejarah perusahaan, struktur organisasi, jenis anggaran perusahaan, job description, anggaran serta realisasinya serta data lain yang mendukung dalam penelitian ini 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dari perpustakaan yang berupa hasil penelitian dan landasan tertulis yang berupa literatur-literatur, buku-buku, makalah dan data lainnya yang berhubungan denagn penelitian ini.

40

D. Tehnik Pengumpalan Data Dalam penelitian ini ada 3 tehnik pengumpulan data : 1. Observasi Observasi adalah pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan langsung ke objek penelitian 2. Interview Interview adalah pengumpulan data dengan cara melakukan Tanya jawab atau wawancara secara langsung dengan pemimpin atau karyawan perusahaan.

E. Tehnik Analisa Data Setelah data yang diperoleh, penulis menganalisa dengan

menggunakan suatu metode analisa data. Adapun tehnik analisa data yang digunakan penulis adalah metode deskriptif yaitu analis ayang dilakukan dengan mengumpulkan, mengklarifikasikan, menginterprestasikan serta menganalisa data sehingga diperoleh gambaran yang jelas mengenai keadaan yang berlaku.

41

DAFTAR PUSTAKA Anthony, Dearden, Bedford (1994). Sistem Pengendalian Manajemen. Edisi Kelima. Penerbit Erlangga Jakarta. C. Rollin niswonger, Warren, Reeve Fess (2000). Prinsip-Prinsip Akunransi. Edisi:19, Jilid Dua, Penerbit Erlangga Jakarta. Gunawan Adi Saputra dan Marwan Usri S.W,(1992). Anggaran Perusahaan, Yogyakarta: Edisi Revisi II.BPFE UGM. Horgen,T.Charles,(1993). Pengantar Akuntansi Manajemen, Terjemahan Moh.Badjeni dan Kusnedi, Jilid Pertama, Edisi Keenem, Jakarta : Penerbit Erlangga. Matz, M.F. Usry (1996). Akuntansi Biaya, Perencanaan dan Pengendalian Biaya, Edisi Kedelapan. Jilid I. Penerbit: Erlangga, Jakarta. Terjemahan H. WibowoSirait. M. Nafarin (2000). Penganggaran Perusahaan. Edisi Pertama. Penerbit: Salemba Empat Jakarta. Mulyadi,(2001). Akuntansi Manajemen Manfaat dan Rekayasa, Edisi Kedua, Yogyakarta: FE. UGM. Mulyadi dan John Setyawan (2001). Sistem Pengendalian Manajemen. Edisi Kedua Penerbit: Salemba Empat Jakarta. R.S Masud Machfoed. MBA (1991). Akuntansi MAnajemen. Buku Dua. BPFE Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. R.A Supriyono (1987). Akuntansi Manajemen I Konsep DAsar Akuntansi Manajemen Dan Proses Perencanaan. Edisi Pertama. BPFE Universitas Gajah Mada Yogyakarta. R.A Supriyono dan L. Suparwoto (1989). Pengantar Akuntansi. RekeningRekening Laporan Keuangan. BPFE Universitas Gajah Mada Yogyakarta Welcsh, Hilton, Gardon(2000). Anggaran Perencanaan dan Pengendalian Laba, Jakarta, Buku 2, Penerbit: Salemba Empat Jakarta. Robert N.Anthony dan Vijay Govindarajan (2000). Sistem Pengendalian Manajemen