Anda di halaman 1dari 66

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latarbelakang Masalah Belakang Organisasi merupakan suatu persekutuan antara 2 orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan yang merupakan hubungan bawahan dengan atasan dari organisasi timbul pengelompokkan manusia atas pimpinan dan bawahan yang harus bekerjasama dan didasarkan pada pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab. Tidak dapat dibayangkan ada suatu masyarakat tanpa pimpinan / pimpinan selalu ada dalam setiap bentuk pengelompokkan social manusia, baik dari tingkat organisasi kecil sampai tingkat Negara. Sering dikatakan pemimpin adalah personifikasi dari kelompok yang dipimpinnya. Namun kepemimpinan dalam suatu organisasi masyarakat tidak dapat dipahami tanpa mengaitkannya dengan kekuasaan. Pemimpin selalu identik dengan penguasaan pada gilirannya dikatakan bahwa salah satu corak

kepemimpinan merupakan refleksi dari suatu struktur kekuasaan tertentu. Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang membentuk dan membantu orang lain untuk bekerja dan antusias mencapai tujuan yang direncakan dalam kaitannya dengan keberhasilan organisasi mewujudkan tujuan sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan dan tingginya kinerja karyawan dalam melaksanakan tugas - tugasnya.

Melihat

pentingnya

kepemimpinan

terhadap

kinerja

maka

diperlukan pimpinan-pimpinan yang benar-benar dapat menjalankan fungsinya dengan tepat agar semua pihak yang ada didalam sebuah organisasi/perusahaan dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Faktor lainnya yang berhubungan dengan kinerja karyawan adalah pengawasan yang dilakukan pimpinan. Pengawasan sangat diperlukan karena pada dasarnya manusia akan melakukan tindakan yang negatif bila dirinya tidak diawasi oleh pimpinan saat bekerja. Seperti menunda waktu bekerja tidak dengan sepenuh hati melakukan Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang membentuk dan membantu orang lain untuk bekerja dan antusias mencapai tujuan yang direncakan dalam kaitannya dengan keberhasilan organisasi mewujudkan tujuan sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan dan tingginya kinerja karyawan dalam melaksanakan tugas - tugasnya. Melihat pentingnya kepemimpinan terhadap kinerja maka

diperlukan pimpinan-pimpinan yang benar-benar dapat menjalankan fungsinya dengan tepat agar semua pihak yang ada didalam sebuah organisasi/perusahaan dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Faktor lainnya yang berhubungan dengan kinerja karyawan adalah pengawasan yang dilakukan pimpinan. Pengawasan sangat diperlukan karena pada dasarnya manusia akan melakukan tindakan yang negatif bila dirinya tidak diawasi oleh pimpinan saat bekerja. Seperti kecurangankecurangan sehingga akan berdampak kepada pencapaian tujuan yang tidak efisien dan efektif.

Mendaya gunakan karyawan secara tepat, memotivasi dan mengkoordinasi mereka dengan bagi akan meningkatkan prestasi kerja karyawan yang selanjutnya meningkatkan kemampuan organisasi untuk merealisasikan tujuannya, sehingga organisasi dapat tumbuh dan berkembang. Untuk itu diperlukan pengawasan yang baik dan kepempinan yang diterima oleh bawahan dari pimpinan atau supervisor. Oleh karena itu, setiap pimpinan diharuskan untuk selalu berusaha agar para bawahannya selalu meningkatkan prestasi kerja mereka. Seorang pemimpin dikatakan efektif dalam hal kepemimpinan jika para bawahannya dalam bekerja mampu meningkatkan hasil kerjanya, akan tetapi untuk mencapai prestasi kerja yang baik itu adalah yang sangat sulit. Sebab banyak sekali faktor-faktor yang dapat mempengaruhi usaha pencapaian prestasi kerja yang baik yang nantinya itu semua juga sangat erat pengaruh bagi prestasi kerja karyawan itu sendiri. Dengan arti pentingnya kepemimpinan dan pengawasan serta kinerja karyawan dalam organisasi/perusahaan, maka penulis tertarik memilih judul : Pengaruh Kepemimpinan Dan Pengawasan Terhadap Kinerja Karyawan Polsek Medan Labuhan Dan Sekitarnya.

B.

Identifikasi Masalah Berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan pada Polsek Medan Labuhan dan sekitarnya dapat diperoleh informasi tentang permasalahan yang timbul yaitu:

1. Kurang efektifnya kepemimpinan yang ada guna memotivasi bawahan

sehingga berpengaruh pada kinerja karyawan .


2. Pengawasan yang dilakukan terutama masalah disiplin kerja tidak

berjalan dengan baik sehingga mengakibatkan belum optimalnya kinerja karyawan.

C.

Batasan dan Rumusan Masalah 1. Batasan Masalah Dengan keterbatasan penulis dalam kemampuan, waktu, tenaga dan biaya maka penelitian ini dibatasi pada masalah pengaruh

kepemimpinan dan pengawasan terhadap kinerja karyawan Polsek Medan Labuhan dan sekitarnya.

2.

Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian dinyatakan sebagai berikut: 1. Adakah pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan Polsek Medan Labuhan. 2. Adakah Pengaruh pengawasan terhadap kinerja karyawan Polsek Medan Labuhan.
3. Adakah pengaruh kepemimpinan terhadap pengawasan..

4.

Adakah pengaruh kepemimpinan dan pengawasan terhadap karyawan Polsek Medan Labuhan.

D.

Tujuan dan Manfaat Penelitian Relevan dengan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepemimpinan dan pengawasan dengan kinerja karyawan pada Polsek Medan Labuhan dan sekitarnya. Sedangkan manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk

mengetahui

pengaruh

kepemimpinan

terhadap

kinerja

karyawan Polsek Medan Labuhan.


2. Untuk mengetahui pengaruh pengawasan terhadap kinerja karyawan

Polsek Medan Labuhan . 3. Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap pengawasan

4. Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan pengawasan terhadap

karyawan Polsek Medan Labuhan.

BAB II LANDASAN TEORI

A. Uraian Teori 1. Kepemimpinan

a.

Pengertian Kepemimpinan Pemimpin adalah inti dari manajemen ini berarti bahwa manajemen akan tercapai tujuannya jika ada pemimpin.

Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh pemimpin seorang pemimpin adalah seorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai kemampuan mempengaruhi pendiriran atau pendapat orang. Seorang pemimpin adalah seorang yang aktif membuat rencana-rencana mengkoordinasi, melakukan percobaan dan

memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama. Djoko Santoso (2008,hal. 7) kepemimpinan adalah

kemampuan seseorang mempengaruhi orang lain untuk berfikir dan berperilaku dalam rangka perumusan dan pencapaian tujuan organisasi didalam situasi tertentu. Dr. H. Achmad Sanusi,M.PA (2009 hal 19) kepemimpinan adalah keseluruhan tindak guna mempengaruhi serta meningkatkan orang dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan, atau dengan defenisi yang lebih lengkap dapat dikatakan bahwa kepemimpinan adalah proses pemberian jalan yang mudah dari pada pekerjaan

orang lain yang terorganisir dalam organisasi formal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
b. Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Dalam Kepemimpinan

Ada

beberapa

faktor

yang

mempengaruhi

dalam

kepemimpinan dikutip Dr. Achmad Sanusi,M.PA (2009 hal 86-88) sebagai berikut: 1. Keahlian dan Pengetahuan.

2. Jenis pekerjaan atau lembaga tempat pemimpin itu melaksanakan

tugas jabatannya.
3. Sifat-sifat kepribadian pemimpin. 4. Sifat-sifat kepribadian pengikut.

Berikut ini penjelasannya: 1. Keahlian Dan Pengetahuan Keahlian dan pengetahuan yang dimaksud adalah latar belakang pendidikan yang dimilikinya,sesuai tindaknya latar belakang pendidikan dengan tugas-tugas kepemimpinan yang menjadi tanggung jawabnya: pengalaman kerja sebagai pemimpin, apakah pengalaman yang telah dilakukannya mendorong dia untuk memperbaiki dan mengembangkan kecakapannya dan

keterampilannya dalam memimpin.


2. Jenis

Pekerjaan

Atau

Lembaga

Tempat

Pemimpin

Itu

Melaksanakan Tugas Jabatannya Tiap organisasi yang tidak sejenis ini memiliki tujuan yang berbeda, dan menuntut cara-cara pencapaian tujuan yang

tidak sama. Oleh karena itu, tiap jenis organisasi memerlukan perilaku dan sikap kepemimpinan yang berbeda pula.
3. Sifat- Sifat Kepribadian Pemimpin

Sifat dan kepribadian pemimpin juga sangat mempengaruhi kepemimpinan seorang. Kita mengetahui bahwa secara psikologis manusia itu berbeda-beda sifat, watak, dan kepribadiannya. Ada yang selaku bersikap keras dan tegas, tetapi ada pula yang lemah dan kurang berani. Dengan adanya perbedaan- perbedaan watak dan kepribadian yang dimiliki masing-masing pemimpin. Meskipun beberapa orang pemimpin memiliki latar pendidikan yang sama dan diserahi tugas pemimpin dalam organisasi yang sejenis,karena perbedaan kepribadiannya akan menimbulkan perilaku dan sikap yang berbeda pula dalam menjalankan kepemimpinannya.
4. Sifat - Sifat Kepribadian Pengikut

Tentang sifat-sifat kepribadian pengikut,yaitu mengapa dan bagaimana anggota kelompok menerima dan mau menjalankan perintah atau tugas-tugas yang diberikan oleh pemimpin. Berdasarkan faktor-faktor tersebut maka jelaslah bahwa kesuksesan pemimpin dan aktivitasnya dipengaruhi oleh faktorfaktor yang dapat menunjang untuk berhasilnya suatu

kepemimpinan. Oleh sebab itu suatu tujuan akan tercapainya apabila terjadinya keharmonisan dalam hubungan atau interaksi

yang baik antara atasan dengan bawahan. Motivasi diri untuk berprestasi, kedewasaan, dan kekuasaan dalam hubungan sosial.

c.

Syarat-Syarat Kepemimpinan Para pemimpin merupakan manusia-manusia yang jumlahnya sedikit, namun perannya dalam organisasi merupakan penentuan keberhasilan dan suksesnya tujuan yang hendak dicapai. Walaupun bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dari tingkat kinerja organisasi, akan tetapi dan cenderung berjalan tanpa arah. Baik di dunia pendidikan, kesehatan, perusahaan, religi, sosial, politik, pemerintah Negara, dan lain - lain kualitas pemimpin yang sukses yaitu pemimpin yang mampu mengelola organisasi bisa

mempengaruhi secara konstruktif orang lain, dan menunjukkan jalan, serta perilaku benar yang harus dikerjakan bersama - sama (melakukan kerjasama). Pemimpin harus mampu mengikuti perubahan - perubahan yang terjadi dengan mengoreksi kelemahan-kelemahan dan sanggup membawa organisasi, kepada sasaran dan tujuan yang hendak dicapai. Sehubungan dengan sasaran dan tujuan yang hendak dicapai manajemen merupakan kunci bagi suksesnya bisnis, sedang kepemimpinan menjadi kunci pembuka bagi suksesnya organisasi. Dr. Achmad Sanusi, M.PA (2009, hal 32 - 33) mengemukakan :

10

1.

Kekuasaan Kekuasaan adalah kekuatan, otoritas dan legalitas yang memberikan wewenang kepada pemimpin guna mempengaruhi dan menggerakkan bahwa untuk berbuat sesuatu.

2. Kewibawaan Kewibawaan adalah kelebihan, keunggulan, keutamaan, sehingga orang mampu mengatur orang lain, sehingga orang tersebut patuh kepada pemimpin, dan bersedia melakukan perbuatan atau tindakan tindakan yang dibutuhkan

organisasinya. 3. Kemampuan Kemampuan adalah segala daya, kesanggupan kekuatan dan kecakapan atau keterampilan teknis maupun sosial, yang dianggap melebihi dari kemampuan anggota biasa. 2. Pengawasan
a.

Pengertian Pengawasan Pengawasan adalah salah satu fungsi manajemen yang memantau terwujudnya suatu sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Fungsi pengawasan pada hakekatnya mengatur apakah kegiatan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan dalam perencanaan. Dengan demikian fungsi

pengawasan membawa kita pada fungsi perencanaan.

11

Pengawasan harus melihat kedepan walaupun hal-hal lalu perlu dipelajari. Seseorang pimpinan mempunyai tanggung jawab untuk mengawasi. Dia harus menjadi salah satu fungsi manajemen yang memantau terwujudnya suatu sasaran yang telah ditentukan sebelumnya. Itu berarti bahwa pengawasan bukanlah sekedar mengawasi pekerjaan ditetapkan. Disini dikemukakan pendapat para ahli tentang pengertian dari pada pengawasan, yaitu menurut. Dr. Sondang P. Siagian, M.PA (2007,hal 259). Pengertian pengawasan adalah: Keseluruhan upaya pengamatan pelaksanaan kegiatan tetapi yang sedapat telah mungikin membandingkan dengan hasil

dilaksanakan

standard yang

operasional guna menjamin bahwa berbagai kegiatan tersebut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Ernie Tisnawati (2008 hal. 317) mengemukakan Pengawasan dapat diartikan sebagai proses dalam

menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut. Manullang (2004, hal. 173) mengemukakan Pengawasan dapat diartikan sebagai suatu proses untuk menerapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya

12

dan bila perlu mengoreksi dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula. Dari pengertian - pengertian diatas,dapat disimpulkan bahwa pengawasan merupakan kegiatan pengamatan dan pengevaluasian terhadap pelaksanaan kerja yang telah ditetapkan apabila terjadi penyimpangan akan dapat segera diketahui dengan cepat sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan. Fungsi pengawasan mencakup pengukuran keadaan yang sesungguhnya dengan standard yang dapat dipakai untuk mengkoordinir kegiatan organisasi.

Memfokuskannya ke arah yang tepat dan memudahkan tercapainya keseimbangan dinamis.

b.

Langkah-Langkah Dalam Proses Pengawasan Untuk menjadi efektif, system pengawasan harus memenuhi langkah- langkah dalam proses pengawasan menurut Ernie Tisnawati (2008, hal 321- 326) sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Penetapan standard dan metode penilaian kinerja. Penilaian kerja. Penilaian apakah kinerja memenuhi standard ataukah tidak. Pengambilan tindakan koreksi.

Berikut penjelesannya
1. Penetapan Standard Dan Metode Penilaian Kerja

Idealnya, tujuan yang ingin dicapai organisasi bisnis atau perusahaan. Sebaiknya ditetapkan dengan jelas dan lengkap

13

pada saat perencanaan dilakukan. Lengkap disini berarti bahwa penempatan standart sebaiknya juga dilakukan pada saat perencanaan dilakukan. 2. Penilaian kerja Pada dasarnya penilaian kinerja adalah upaya untuk membandingkan kinerja yang dicapai dengan tujuan dan standard yang telah ditetapkan semula. Penilaian kinerja merupakan sebuah proses yang berkelanjutan dan terus menerus terdapat beberapa kegiatan yang hanya dapat dilihat dari kualitas pengerjaannya pada saat akhir dari kegiatan tersebut. 3. Penilaian apakah kinerja memenuhi standard ataukah tidak Setelah kita menetapkan bahwa yang akan kita nilai adalah tingkat kinerja setiap tahun sekali oleh manajer penjualan, maka pada tahap ini manajer melakukan

perbandingan. 4. Pengambilan tindakan koreksi Dari tahap sebelumnya, melalui perbandingan antara kinerja dengan standar,kita dapat mendapatkan informasi dari proses pengawasan yang kita lakukan bahwa kinerja berada diatas standard sama dengan standard atau dibawah standard.

14

c.

Tipe-tipe dan Proses Pengawasan Menurut Stoner dan Winkel dalam Yayat M. Herajito (2001,hal. 249-250) mengelompokkan tipe-tipe pengawasan dalam empat (4) jenis yaitu:

1.

Pengendalian Pra Tindakan (Pre Action Control) Menurut konsep pengendalian suatu tindakan biasanya diambil bila sumber daya manusia, bahan dan keuangan diseleksi dan tersedia dalam jenis, jumlah dan mutu yang tepat.

2.

Pengendalian kemudi (Steering Controls) atau pengawasan umpan maju (Feed Forward Control) Metode ini dibentuk untuk mendeteksi penyimpangan dari beberapa standard atau tujuan tertentu dan

memungkinkan pengambilan tindakan koreksi didepan. Bila pemimpin melihat adanya penyimpangan dia dimungkinkan untuk melakukan koreksi, sekalipun kegiatan belum selesai dilakukan. Pengendalian ini efektif bila pemimpin pada waktu yang tepat dapat memperoleh informasi yang akurat.
3.

Pengendalian secara skrining atau pengendalian Ya/Tidak (Screening or Yes/No controls)

15

Metode pengendalian digunakan untuk melihat adanya penyimpangan arah dan tujuan perusahaan setelah kegiatan selesai. Pengendalian ini hampir mirip dengan evaluasi yang waktu pelaksanaannya ditetapkan. Berdasarkan kutipan diatas, dapat penulis simpulkan bahwa tipe-tipe pengawasan pada umumnya terdiri dari:
1)

Pengawasan pendahuluan yang digunakan untuk mengantisipasi masalah - masalah atau penyimpangan penyimpangan dari standard atau tujuan dan

memungkinkan koreksi dibuat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu diselesaikan.


2)

Pengawasan secara bersama yang merupakan proses dimana aspek tertentu dari suatu prosedur harus disetujui dulu sebelum kegiatan- kegiatan bisa dilanjutkan.

3)

Pengawasan umpan balik atau karya yang digunakan melihat adanya penyimpangan arah dan tujuan

perusahaan setelah kegiatan selesai.

3.

Kinerja a. Pengertian Kinerja Kinerja adalah hasil dari proses pekerjaan tertentu secara terencana,pada waktu dan tempat dari karyawan serta organisasi bersangkutan. Ukuran kinerja dapat dilihat dari sisi jumlah dan mutu

16

tertentu,sesuai dengan standard organisasi atau perusahaan. Hal ini sangat terkait dengan fungsi organisasi dan pelakunya. Mangkunegara (2000,hal 67) mengatakan : Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang tercapai oleh seseorag karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Ir. TB. Sjafri Mangkuprawira (2007,hal. 154) menyatakan : Kinerja merupakan suatu proses pencapaian kinerja yang semakin baik melalui pengoptimumman unsur-unsur yang mempengaruhi secara berlanjut. Menurut pengertian diatas,kinerja disamakan dengan hasil kerja dari seorang karyawan. Untuk mencapai kinerja yang baik, unsur yang paling dominan adalah sumber daya manusia. Walaupun perencanaan telah tersusun dengan baik dan rapi tetapi apabila orang atau personil yang melaksanakan tidak berkualitas dan tidak memiliki semangat kerja yang tinggi, maka perencanaan yang telah tersusun tersebut akan sia-sia.
b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja

Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja seorang karyawan. Faktor yang mempengaruhi pencapaian kinerja yang baik menurut Dr. A.A Anwar Prabu Mangkunegara, M.Si (2005,hal. 13-14) diantaranya adalah:
1) Faktor Kemampuan (Ability). 2) Faktor Motivasi (Motivation).

17

Berikut penjelasan faktor - faktor tersebut diatas:


1)

Faktor Kemampuan (Ability). Secara Psikologis, kemampuan (ability) terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan reality (Knowledge Skill). Artinya pimpinan dan karyawan yang memiliki IQ diatas rata-rata (IQ 110-120) dengan pendidikan yang memadai untuk jabatannya dan terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka ia akan lebih mudah mencapai prestasi yang diharapkan. Oleh sebab itu, karyawan perlu ditempatkan sesuai dengan keahliannya.

2) Faktor Motivasi (Motivation)

Motivasi diartikan suatu sikap pimpinan dan karyawan terhadap situasi kerja dilingkungan organisasinya. Mereka yang bersikap positif terhadap situasi kerjanya akan menunjukkan motivasi kerja tinggi dan sebaliknya. Jika mereka bersikap negative terhadap situasi kerja yang dimaksud mencakup antara lain hubungan kerja, fasilitas kerja, iklim kerja, kebijakan pimpinan, pola kepemimpinan kerja dan kondisi kerja. Menurut Ir. Tb. Sjafri Mangkuprawira (2007 hal. 155-156) ada faktor- faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah sebagai berikut:
1) Faktor personal/individual. 2) Faktor kepemimpinan. 3) Faktor tim.

18

4) Faktor siystem. 5) Faktor kKontekstual.

Berikut ini penjelasan satu persatu faktor-faktor tersebut:


1)

Faktor personal/individual. Meliputi unsur pengetahuan, keterampilan (skill), kemampuan, kepercayaan diri, motivasi dan komitmen yang dimiliki oleh tiap individu karyawan.

2) Faktor kepemimpinan.

Meliputi aspek kualitas manajer dan team leader dalam memberikan dorongan, semangat, diarahkan dan dukungan kerja kepada karyawan.
3)

Faktor tim. Meliputi kualitas dukungan dan semangat yang diberikan oleh rekan dalam satu tim, kepercayaan terhadap sesama anggota tim, kekompakan, dan keeratan anggota tim.

4)

Faktor system. Meliputi system kerja, fasilitas kerja atau menstruktur yang diberikan oleh organisasi, proses organisasi, dan kultur kerja dalam organisasi.

5)

Faktor Kontekstual. Meliputi tekanan dan perubahan lingkugan eksternal dan internal.

19

B. Kerangka Konseptual Peranan kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja pegawai adalah merupakan suatu usaha yang sangat penting dan sangat erat hubungannya dalam usaha mencapai tujuan. Karena pada hakekatnya para pegawai tidak cukup diarahkan saja, namun harus dibarengi dengan kepemimpinan, kinerja serta pengawasan dan kinerja dan kepemimpinan, pengawasan juga di barengi dengan kinerja agar apa saja yang mereka kerjakan dapat berguna bagi kemajuan perusahaan. Pengawasan pada hakekatnya mengatur apakah kegiatan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan dalam perencanaan. Pengawasan harus melihat kedepan walaupun hal-hal yang lalu perlu dipelajari. Dengan adanya pengawasan yang ketat dari pihak pimpinan maka karyawan akan disiplin dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik sesuai dengan yang diinginkan. Hubungan kepemimpinan dan pengawasan dengan kinerja karyawan dapat dilihat pada paradigm penelitian berikut ini:
Kepemimpinan (X1)

Kinerja
Kinerja (Y) (Y)

Pengawasan (X2)

Gambar II-1 Paradigma Penelitian

20

C. Hipotesis Menurut Sugiyono (2003, hal. 51) Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Oleh sebab itu, rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam bentuk kalimat pertanyaan. Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka konseptual yang

dikemukakan sebelumnya maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut: Ada hubungan kepemimpinan dan pengawasan dengan kinerja karyawan pada Kepolisian Medan Labuhan sekitarnya.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A.

Definisi Operasional Defenisi operasional bertujuan untuk mendeteksi sejauh mana variabel pada satu atau lebih faktor lain dan juga untuk mempermudah dalam membahas penelitian yang akan dilakukan. Dalam skripsi ini yang menjadi defenisi operasional adalah:
1. Kepemimpinan

(variable X1) adalah seni kemampuan untuk

mengendalikan orang-orang dalam organisasi agar perilaku mereka sesuai dengan perilaku yang diinginkan oleh pimpin. Menurut T. Hery Handoko (2000,hal. 297). Indikator Kepemimpinan a. Kedudukan sebagai pengawas b. Kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan c. Kecerdasan d. Ketegasan e Kepecayaan diri f. Inisiatif .
2. Pengawasan (X2) adalah suatu proses untuk menerapkan pekerjaan apa

yang sudah dilaksanakan pekerjaan sesuai dengan rencana semula menurut T. Hery Handoko (2001,hal. 1373) pengawasan diukur dengan indikator. Indikator Pengawasan a. Akurat b. Tepat waktu c. Objektif dan menyeluruh d. Terpusat pada titik - titik pengawasan strategis e. Realistis f. Terkordinasi dengan aliran kerja organisasi g. Fleksibel 21

22

h. Diterima para anggota Kinerja (Y) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut

Mangkunegara (2000,hal. 75) kinerja karyawan diukur dengan indikatorIndikator Kinerja Indikator Kinerja a. Kualitas kerja b. Kuantitas kerja c. Keandalan kerja d. Sikap kerja B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Kepolisian Medan Labuhan Dan Sekitarnya, Jalan Titi Pahlawan No. 12025 direncakan bulan Oktober 2009 hingga selesai. Tabel III-1 Skedul Penelitian No Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 Riset awal Interview awal Pengambilan data awal Riset Pengumpulan data Pengolahan data Penulisan laporan Penulisan skripsi
C.

Oktober 2009 1 2 3 4

November 2009 1 2 3 4

Desember 2009 Januari 2010 1 2 3 4 1 2 3 4

Populasi dan Sampel Target populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan POLSEK Medan Labuhan. Mengingat populasi tidak diketahui dengan pasti maka penulis menetapkan Quota atau sampel yang akan diambil

23

sebanyak 80102

karyawan denga teknik penarikan sampel yang

digunakan yaitu sampling accidental, dimana teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. (sugiyono, 1999 hal 77).

D.

Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:


1. Penyebaran angket, adalah suatu cara pengumpulan data dengan

memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden, dengan haraan akan memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut, Setelah menlakukan penyebaran angket, dilanjutkan dengan pengelolahaan data yaitu dengan melakukan uji validitas konsruk. Skala yang digunakan adalah Skala Litert berbentuk tabel ceklis, dengan opsi jawaban berupa : a. .Sangat Setuju b. Setuju c. Ragu - Ragu d. Tidak Setuju e. Sangat Tidak Setuju 5 4 3 2 1

Selanjutnya angket yang tersusun diuji kelayakannya melalui pengujian validitas dan reliabilitas dengan pendekatan single trial administration yakni pengujian sekali jalan atas data instrument yang disebar dan tidak menggunakan pendekatan ulang. Untuk mengukur validitas setiap butir pertanyaan, maka digunakan teknik korelasi product moment, yaitu:

24

r=

) ( y) {n x ( x ) } [n y ( y )
2 2 2

n xy ( x

Husein Umar (2005, hal.190) Dimana : n = banyaknya Sampel = jumlah pengamatan variabel x = jumlah pengamatan variabel y
2

( x )

= jumlah kuadrat pengamatan variabel x = jumlah kuadrat pengamatan variabel y = kuadrat jumlah pengamatan variabel x

( y )
2

( x)
x

( y )
y

= kuadrat jumlah pengamatan variabel y = jumlah perkalin pengamat variabel x dan y

Ketentuan r hitung> r tabel maka instrumen di katakan valid r hitung< r tabel maka instrumen di katakan tidak valid Selanjutnya untuk menguji reliabilitas instrument dengan menggunakan Cronbach Alpha > 0,3 ( Sugiyono,2005,hal 124 dengan rumus ) sebagai berikut :
2 k b 1 r = 2 i k 1

25

Dimana ri>0,30 , maka intrumen tergolong reliabel ri<0,30, maka instrumen tergolong tidak reliabel
2.

Studi dokumentasi yaitu mempelajari data-data yang ada dalam

perusahaan berupa sktruktur organisasi perusahaan.

E.

Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif, yakni menguji dan menganalisis data dengan perhitungan angka- angka dan kemudian menarik kesimpulan dari penguji tersebut dengan rumus-rumus berikut ini:
1. Korelasi sederhana

a. Kofesien Korelasi r=

) ( y) {n x ( x) } [n y ( y )
2 2 2

n x y ( x

(Husein umar, 2005, hal.136) 2. Uji determinasi, di mana untuk mengetahui seberapa besar presentase antara valiabel bebas dengan variabel terikat. D=r2x100% 3. Uji hipotesis dengan rumus t= r n2 1 r2 ( Husein,Umar, 2005 hal 316)

26

Ketentuan di atas di gunakan untuk taraf signifikan sebesar 5% dan dk = n-2 Ketentuan: Tolak Ho jika nilai t hitung > t tabel Terima Ho jika nilai t hitung < t tabel Hipotesis: H0: =0 ( tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas dengan variabel terikat ) H0: 0 ( ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas dengan variabel terikat ) 2. Korelasi Ganda a. Mencari kofisien korelasi(R) Rx1x2y = r 2 x1y + r 2 x 2 y 2.rx1y.rx 2 y.rx1x 2 1 r 2 x1x 2

Ketentuan : Rxy x y = Kofisien korelasi antara variabel x dan y = Variabel bebas (skor tiap butir pertanyaan) = Variabel terikat (jumlah skor total)

b. Menguji Hipotesis, dengan rumus :

R2 / K Fh = (1 R 2 ) ( n K 1) (Sugiyono, 2003 hal. 190)


Dimana : R k n = koefisien korelasi ganda = jumlah variable bebas = jumlah sampel.

27

Hipotesis H0: =0 (tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas dengan variabel terikat) H0: 0 ( ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas dengan variabel terikat )

BAB IV DESKRIPSI DATA DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Singkat POLRI POLSEKTA 1. Sejarah Singkat POLRI/POLSEKTA Sejarah POLRI tidak dapat pisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Sejarah telah mencatat dan mengungkapkan bahwa dari mulai proses kelahiran. Pertumbuhan pengetahuan dan

pembangunan bangsa Indonesia , POLRI senantiasa mempunyai peran besar. Tiada satupun preiode dalam sejarah bangsa yang tidak melibatkan POLRI dalam membelah, mempertahankan dan memajuhkan Republik Indonesia. Pada waktu menjelang dan sesudah kemerdekaan, misalnya sejarah trelah membuktikan bahwa POLRI ikut menumbuhkan sikap keberpihakan yang jelas terhadap Republik Indonesia. Begitu

kemerdekaan Indonesia dikumandangkan, Indonesia

dimana - mana seluruh

dengan gaga berani dan Patriotik anggota PORLI

mengibarkan Benderah Merah Putih bahkan pada tanggal 21 Agustus 1945 Inspektur Polisi Moh. Jasmin, langsung mengatakan POLRI adalah Polisi Indonesia. Begitu pula POLRI berperan aktif menumpas kegiatan dan

pemberontak anti Republik Indonesia baik melalui operasi inteligennya maupun langsung terjun ke lapangan. Dalam masa kritis peralihan dari Orde Baru, POLRI memberikan sumbangsih yang besar, selain anggota

28 25

29

POLRI ikut terlibat langsung membentung pemberontakan G -30-S/PKL, POLRI pun ikut membersihkan sisa pendukung dan anggota G-30-S/PKI. Dalam bidang kekaryaan pun POLRI sejak awal mempunyai kiprah yang besar. Konsep Dwi Fungsi ABRI, misainya dicanangkan Jendral A. H. Nasution di kampus milik POLRI. POLRI pula yang pertama dari angkatan yang menyumbangkan anggotanya jadi Bupati dan Gubernur, tetapi di era Reformasi ini Dwi Fungsi ABRI sedikit demi sedikit akan dihapuskan guna mengkhususkan bidang kerjanya masing masing. Sejalan dengan Berdirinya POLRI, maka berdiri pula kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Sumatera Utara (POLDASU) dan Kepolisian besar Pelabuhan Belawan yang terdiri dari 2 Polsekta dan 1 POLRI yakni Polsekta Medan Labuhan, Polsekta Belawan dan Polsek Ampera Perak. Polsekta Medan Labuhan membaharu 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Medan Deli, Kecamatan Medan, Kecamatan Medan Marelan, dan Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang. 2. Struktur Organisasi Mengingat besarnya peranan dan sumbangan dari struktur organisasi dalam mencapai tujuan, maka Kepolisian sektor kota Medan Labuhan besarnya struktur organisasi yang dimiliki Kepolisian sektor Kota Medan Labuhan (POLSEKTA MEDAN LABUHAN) dapat dilihat dalam gambar berikut ini:

Gambar IV 1 Struktur Organisasi Polsek Medan Labuhan


KAPOLSEKTA

WAKA POLSEKTA BATAUD

STAF TAUD STAF TAUD

STAF TAUD STAF TAUD

STAF TAUD

SPK I

KANIT INTELKAM

KANIT RESKRIM

POS KIM KANIT PATROLI POS TOL MIN POS PATROLI

SPK II

PULBAKET

PANIT RESKRIM

SPK III PENYIDIK PENYELIDIK MIN RESKR[ M

MARTUBUNG POS MARELAN

PATROLI I

PATROLI II

PATROLI III

POS K.GADING POLMAS TEAM 72 TEAM 73 TEAM 74 TEAM 75 TEA M 76

30

31

28

29 Ada pun rinci dan tanggung jawab dari masing-masing jabatan adalah sebagai berikut ini: a Kapolsekta 1. Kapolsekta adalah memimpin Polsekta Medan Labuhan yang berada berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kapoltabes Ms. 2. Bertugas memimpin membina dan

mengawasi/mengendalikan unit-unit yang berada dalam lingkungan Polsekta serta memberikan saran, pertimbangan dan melaksanakan sesuai perintah Kapoltabes Ms. b Waka Polsekta 1. Waka Kapolsekta adalah unsur pembantu Kapolsekta dalam penyelenggaraan pekerjaan/kegiatan staf bagian pelaksanaan fungsi kedalam. 2. Membantu Kapolsekta dalam penyelenggaraan dukungan administrasi bagi pelaksanaan tugas 3. Waka Polsekta bertanggung jawab kepada Kapolsekta c. SPK

1. SPK adalah unsur pelaksana utama Polsek yang terdiri dari 3 (tiga) unit dan disusun berdasarkan pembagian waktu (PLUG/ SHIFT) yang berada di bawah Kapolsek
2. SPK betugas memberikan pelayanan kepolisian kepada warga

masyarakat yang membutuhkan, dalam bentuk penerimaan dan penaganan pertama laporan pengadungan, pelayanan permintaan

32

33

bantuan/pertolongan Kepolisian, penjagaan tahanan dan pengamanan barang bukti yang berada di Mapolsek dan penyelesaian perkara ringan/perselisihan antara warga sesuai ketentuan hukum dan peraturan/kebijaksanaan dalam organisasi POLRI. d. 1. Bataud Bataud adalah unsur pelayanan Polsekta yang berada di bawah Kapolsekta
2. Bataud bertugas melaksanakan ketata usahaan dan urusan dalam

meliputi ketentuan register surat masuk dan surat keluar melalui satu pintu, koresponden, ketata dokumentasi, ketertiban 3. Bataud dipimpin oleh Badaut bertanggung jawab kepada Kapolsekta dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di bawah kendali Wakapolsek. e. Kanit Intelkam usahaan perkontrakan, kearsipan, apel/upacara, kebersihan dan

pemyelenggaraan,

1. Kanit Intelkam adalah unsur pelaksana utama Polsek yang berada di bawah Kapolsek
2. Kanit Intelkam bertugas menyelenggarakan/membina fungsi Kanit

Intelkam bidang keamanan termasuk persadian dan pemberiaan pelayanan dalam bentuk surat izin/keterangan yang menyangkut orang asing , senjata api dan bahan peledak, kegiatan sosial, politik masyarakat dan surat rekaman kejahatan (SKRK/CRIMINAL RECORD) kepada warga masyarakat yang membutuhkanya serta melakukan pengawasan/pengamana atas pelaksanaannya.

34

3. Kanit Intelkam bertanggung jawab kepada Kapolsek dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dibawah kendali Wakapolsek.
4. Kanit Intelkam terdiri dari unsur administrasi dan ketatausahaan serta

sejumlah unit. f. Kanit Reskrim

1. Kanit Reskrim adalahj pelaksana utama pada Polsekta yang berada di

bawah Kapolsek
2. Kanit

Reskrim

bertugas

menyelenggarakan,

membina

fungsi

penyelidikdan penyelidikan tindak pidana dengan memberikan pelayanan/perlindungan khusus kepada korban/pelaku remaja, anak dan wanita serta menyelenggarakan fungsi identifikasi, baik kepentingan penyidik maupun pelayanan umum, dan penyelengara koordinasi dan pengawasan operasional dan admiunistrasi penyidik TPNS sesuai ketentuan hukum dan perundangan-undangan.
3. Kanit Reskrim betanggung

jawab kepada Kapolsek dan dalam

pelaksanaan tugas sehari-hari di bawah kendali wakapolsek 4. Kanit Reskrim terdiri dari urusan administrasi dan ketata usahaan serta sejumlah unit g. Poskim

Menjaga keamanan kawasan industri Medan h. Pos Tol

Menjaga keamanan pintu Tol i. Pos Martubung

Menjaga keamanan kelurahaan Martubung

35

j.

Pos Marelan Menjaga keamanan di kecamatan Medan Marelan k. Pos K.Gading

Menjaga keamamam di desa Karang Gading l.


1.

Polmas Mengadaka

n kegiatan sambang desa, ceramah penerangan penyuluhan


2.

Mengadaka

n tatap muka kerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat


3.

Menyeleng

garakan dan melaksanakan fungsi bimbingan masyarakat dalam rangka pembinaan dan ketertiban keamana masyarakat dan wilayanya. m. 1. Kanit Patroli Memimpin

Unit Patroli di Polsekta Medan Labuhan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kapolsek Medan Labuhan.
2.

Bertugas

memimpin membina dan mengawasi/mengendalikan kegiatan Patroli termasuk pengataran penjagaan dan pengawalan kegiatan

masyarakat terma suk ketertiban dan kelancaran lalu lintas di jalan raya n. Patroli

36

1.

Patroli

adalah unsur pelaksana utama yang berada di bawah Kapolsek 2. Penyelengg

ara kegiatan patroli termasuk pengaturan penjagaan dan pengawalan kegiatan masyarakat termasuk ketertban dan kelancaran lalu lintas di jalan raya.
3.

Patroli

di

pimpin oleh Kanit Patroli uang bertanggung jawab kepada Kapolsek dan dalam pelaksanakan tugas sehari-hari di bawah kendali Wakapolsek.

3. Data Demografi Responden Untuk mengetahui siapa-siapa saja yang dijadikan sebagai responden guna sebagai penelitian, berikut penjelasannya. a. Berdasarkan usia Tabel IV - 1 Data Responden Berdasarkan Interval usia No 1 2 3 4 Interval usia < 35 tahun 36 45 36 45 46 55 Total Jumlah 36 19 23 2 80 Persentase 36% 19% 23% 2% 80%

Dari penjelasan di atas dapat kita lihat bahwa pada tingkatan usia yang memiliki jumlah yang lebih banyak dalam menjawab kuisioner yaitu pada usia < 35 tahun dengan persentase sebesar

37

36% , sedangkan tingkatan usia yang memiliki jumlah yang paling rendah pada usia 46 - 55 tahun sebesar 2%. b. Berdasarkan Status Tabel IV - 2 Data Responden Berdasarkan Status No Status 1 Kawin 2 Belum kawin Total Jumlah 70 10 80 Persentase 70% 10% 80%

Berdasarkan dari hasil di atas , di simpulkan bahwa responden yang menikah sebanyak 70 orang atau sekitar 70 % dan responden yang belum nikah sebanyak 10 orang atau sekitar 10 %.

4.

Data Variabel X1 (Kepemimpinan) Dalam deskripsi data variabel penelitian, penulis akan merujuk pada sistem penyajian data yang di peroleh dari hasil jawaban responden 2010 dan seluruh pegawai Polsek Medan Labuhan dimana melalui metode pengumpulan data data berupa kuisioner dengan menyebarkan angket pertanyaan kepada seluruh pegawai Polsek Medan Labuhan dimana diambil sampel penelitian sebanyak 80 orang . Dalam kuisioner ini disebarkan sebanyak 80 eksemplar kuisioner setuju dengan jhumlah sampel yang menjadi responden dalam penelitian ini, maka dengan penyebaran tersebut dimana penulis berhasil menghimpun data yang telah di kembalikan responden. Berikut adalah tabulasi hasil penyebaran pertanyaan 80 responden. Tabel IV 3 Pemimpin selalu mengawasi aktifitas kerja bawahan

38

No 1 2 3 4 5

Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total

Jumlah 56 17 3 4 0 80

Persentase 56% 17% 3% 4% 0% 80%

Berdasarkan dari data diatas,menunjukan bahwa responden yang menjawab atas pertanyaan tersebut dengan jumlah yang lebih besar yaitu sangat setuju dengan nilai 56%. Sedangkan untuk jumlah jawaban dari responden yang paling rendah adalah 3%. Pada opsi jawaban sangat tidak setujujutuh menjelaskan bahwa tidak adanya adanya responden yang menjawab. Tabel IV 4 Pemimpin juga selalu menunjukan prestasinya dalam kerja No 1 2 3 4 5 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Jumlah 54 20 5 1 0 80 Persentase 54% 20% 5% 1% 0% 80%

Berdasarkan dari data diatas, menunjukan bahwa responden yang menjawab atas pertanyaan tersebut dengan jumlah yang lebih besar yaitu sangat setuju dengan nilai 54%. Sedangkan untuk jumlah jawaban dari responden yang paling rendah adalah 1%. Pada opsi jawaban sangat tidak setujujutuh menjelaskan bahwa tidak adanya adanya responden yang menjawab. Tabel IV 5 Pemimpin selalu menunjukan kecerdasan dan intelektualitas berfikir

39

No 1 2 3 4 5

Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total

Jumlah 44 28 8 0 0 80

Persentase 44% 28% 8% 0% 0% 80%

Berdasarkan pada tabel di atas bahwa menunjukkan skor jawaban yang tertinggi yaitu pada opsi sangat sejutu sebesar 44% dan diikuti dengan skor jawaban terendah pada opsi ragu-ragu 8%.

Tabel IV 6 Pemimpin selalu tegas dalam menetapkan kebijakan dan peraturan No 1 2 3 4 5 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Jumlah 33 40 6 1 0 80 Persentase 33% 40% 6% 1% 0% 80%

Berdasarkan dari data diatas, menunjukan bahwa responden yang menjawab atas pertanyaan tersebut dengan jumlah yang lebih besar yaitu setuju dengan nilai 40%. Sedangkan untuk jumlah jawaban dari responden yang paling rendah adalah 1%. Pada opsi jawaban sangat tidak setuju menjelaskan bahwa tidak adanya adanya responden yang menjawab. Tabel IV 7 Dalam memecahkan persoalan pemimpin selalu percayah diri No 1 2 3 Jawaban tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu yang Jumlah 38 31 8 Persentase 38% 31% 8%

40

4 5

Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total

1 2 80

1% 2% 80%

Berdasarkan pada tabelle di atas menunjukkan bahwa skor tertinggi pada opsi jawaban sangat setuju sebesar 38% yang di pilih oleh responden dan skor terendah sebesar 1% pada opsi tidak setuju.

Tabel IV- 8 Pimpinan selalu memperhatikan karyawan yang berpreerstasi No 1 2 3 4 5 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Jumlah 26 45 6 3 0 80 Persentase 26% 45% 6% 3% 0% 80%

Berdasarkan pada tabelble di atas menunjukkan bahwa skor tertinggi pada opsi jawaban setuju sebesar 45% yang di pilih oleh responden dan skor terendah sebesar 3% pada opsi tidak setuju. Tabel IV 9 Pemimpin selalu memberikan pengarahaan kepada bawahannya No 1 2 3 4 5 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Jumlah 31 38 11 0 0 80 Persentase 31% 38% 11% 0% 0% 80%

41

Berdasarkan pada tabelle di atas menunjukkan bahwa skor tertinggi pada opsi jawaban setuju sebesar 38% yang di pilih oleh responden dan skor terendah sebesar 11% pada opsi ragu- ragu. Tabel IV 10 Dalam menyelesaikan persoalan pemimpin selalu menunjukan inisiatif No 1 2 3 4 5 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Jumlah 25 43 8 3 1 80 Persentase 25% 43% 8% 3% 1% 80%

Berdasarkan pada tabelle di atas menunjukkan bahwa skor tertinggi pada opsi jawaban setuju sebesar 43% yang di pilih oleh responden dan skor terendah sebesar 1% pada opsi sangat tidak setuju.

5.

Data Variabel X2 Pasa pembahasan ini penulis juga menganalisa data dari variabel bebas X2. Berikut adalah tabulasi penyebaran pada kualitas produk yang telah di jawab oleh responden. Tabel IV 11 Pengawasan yang di lakukan pimpinan selalu dilakukan secara akurat No 1 2 3 4 5 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Jumlah 48 29 2 0 1 80 Persentase 48% 29% 2% 0% 1% 80%

42

Berdasarkan pada tabelle di atas menunjukkan bahwa skor tertinggi pada opsi jawaban sangat setuju sebesar 48% yang di pilih oleh respon den dan skor terendah sebesar 1% pada opsi sangat tidak setuju. Tabel IV 12 Pengawasan dilakukan selalu tepat pada waktunya No 1 2 3 4 5 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Jumlah 16 57 6 1 0 80 Persentase 16% 57% 6% 1% 0% 80%

Berdasarkan pada tabelle di atas menunjukkan bahwa skor tertinggi pada opsi jawaban setuju sebesar 57% yang di pilih oleh responden dan skor terendah sebesar 1% pada opsi tidak setuju. Tabel IV 13 Pimpinan dalam melakukan pengawasan bersifat realistis No 1 2 3 4 5 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Jumlah 28 39 11 2 0 80 Persentase 28% 39% 11% 2% 0% 80%

Berdasarkan dari data diatas,menunjukan bahwa responden yang menjawab atas pertanyaan tersebut dengan jumlah yang lebih besar yaitu setuju dengan nilai 39%. Sedangkan untuk jumlah jawaban dari responden yang paling rendah adalah 2%. Pada opsi jawaban sangat tidak setuju menjelaskan tidak adanya responden yang menjawab. Tabel IV- 14 Pengawasan yang dilakukan pimpinan harus bersifat fleksibel

43

No 1 2 3 4 5

Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total

Jumlah 21 44 11 4 0 80

Persentase 21% 44% 11% 4% 0% 80%

Berdasarkan pada tabelle di atas menunjukkan bahwa skor tertinggi pada opsi jawaban setuju sebesar 44% yang di pilih oleh responden dan skor terendah sebesar 4% pada opsi tidak setuju.

Tabel IV 15 Pengawasan yang dilakukan pimpinan bisa di terima karyawan No 1 2 3 4 5 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Jumlah 26 40 10 3 1 80 Persentase 26% 40% 10% 3% 1% 80%

Berdasarkan pada tabelle di atas menunjukkan bahwa skor tertinggi pada opsi jawaban setuju sebesar 40% yang di pilih oleh responden dan skor terendah sebesar 1% pada opsi sangat tidak setuju. Tabel IV 16 Pimpinan dalam melakukan pengawasan bersifat objektif No 1 2 3 4 5 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Jumlah 33 33 10 4 0 80 Persentase 33% 33% 10% 4% 0% 80%

44

Berdasarkan pada tabelle di atas menunjukkan bahwa skor tertinggi pada opsi jawaban sangat setuju dan setuju sebesar 33% yang di pilih oleh responden dan skor terendah sebesar 4% pada opsi tidak setuju. Tabel IV 17 Pengawasan yang dilakukan pimipinan dengan aliran kerja a organisasi terkordinasi No 1 2 3 4 5 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Berdasarkan pada tabelle di Jumlah Persentase 16 16% 53 53% 7 7% 3 3% 1 1% 80 80% atas menunjukkan bahwa skor tertinggi

pada opsi jawaban sangat setuju dan setuju sebesar 53% yang di pilih oleh responden dan skor terendah sebesar 1% pada opsi sangat tidak setuju. Tabel IV 18 Pengawasan yang dilakukan pimpinan selalu terpusat pada titik - titik strategis / penting No 1 2 3 4 5 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Jumlah 24 35 13 6 2 80 Persentase 24% 35% 13% 6% 2% 80%

Berdasarkan pada tabelle di atas menunjukkan bahwa skor tertinggi pada opsi jawaban sangat setuju dan setuju sebesar 35% yang di pilih oleh responden dan skor terendah sebesar 2% pada opsi sangat tidak setuju.
6

Data Variabellitidas Y (Kinerja Karyawan) Pada pembahasan ini adapun analisa sebagai berikut : dari jawaban responden

45

Tabel IV 19 Saya memiliki ketetapanm kerja yang baik No 1 2 3 4 5 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Jumlah 52 23 4 0 1 80 Persentase 52% 23% 4% 0% 1% 80%

Berdasarkan pada tabelle di atas menunjukkan bahwa skor tertinggi pada opsi jawaban sangat setuju dan sangat setuju sebesar 52% yang di pilih oleh responden dan skor terendah sebesar 1% pada opsi sangat tidak setuju. Tabel IV 20 Saya teliti dalam menyeleksi pekerjaan Jawaban yang tersedia No 1 2 3 4 5 Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Jumlah 20 52 6 1 1 80 Persentase 20% 52% 6% 1% 1% 80%

Berdasarkan dari data diatas,menunjukan bahwa responden yang menjawab atas pertanyaan tersebut dengan jumlah yang lebih besar yaitu setuju dengan nilai 52%. Sedangkan untuk jumlah jawaban dari responden yang paling rendah adalah 1%. Tabel IV 21 Saya harus menyelesaikan tugas / pekerjaan tepat pada waktunya No 1 2 3 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Jumlah 40 31 5 Persentase 40% 31% 5%

46

4 5

Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total

4 0 80

4% 0% 80%

Berdasarkan pada tabelle di atas menunjukkan bahwa skor tertinggi pada opsi jawaban sangat setuju dan sangat setuju sebesar 40% yang di pilih oleh responden dan skor terendah sebesar 4% pada opsi tidak setuju.

Tabel IV 22 Saya memiliki kecepatan yang baik dalam menyelesaikan pekerjaan No 1 2 3 4 5 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Jumlah 26 36 12 4 2 80 Persentase 26% 36% 12% 4% 2% 80%

Berdasarkan dari data diatas,menunjukan bahwa responden yang menjawab atas pertanyaan tersebut dengan jumlah yang lebih besar yaitu setuju dengan nilai 36%. Sedangkan untuk jumlah jawaban dari responden yang paling rendah adalah 2%. Tabel IV 23 Saya selalu teliti dalam menyelesaikan pekerjaan No 1 2 3 4 5 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Jumlah 24 34 15 7 0 80 Persentase 24% 34% 15% 7% 0% 80%

47

Berdasarkan pada tabelle di atas menunjukkan bahwa skor tertinggi pada opsi jawaban sangat setuju dan setuju sebesar 34% yang di pilih oleh responden dan skor terendah sebesar 7% pada opsit tidak setuju. Tabel IV 24 Saya berharap agar pekerjaan memiliki mutu yang baik No 1 2 3 4 5 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Jumlah 38 38 10 4 0 80 Persentase 38% 38% 10% 4% 0% 80%

Berdasarkan dari data diatas,menunjukan bahwa responden yang menjawab atas pertanyaan tersebut dengan jumlah yang lebih besar yaitu sangat setuju dan setuju dengan nilai 38%. Sedangkan untuk jumlah jawaban dari responden yang paling rendah adalah 4%. Pada opsi jawaban sangat tidak setuju menjelaskan tidak adanya responden yang menjawab.

Tabel IV 25 Saya memahami pekerjaan yang di berikan No 1 2 3 4 5 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Jumlah 30 37 7 5 1 80 Persentase 30% 37% 7% 5% 1% 80%

Berdasarkan pada tabelle di atas menunjukkan bahwa skor tertinggi pada opsi jawaban sangat setuju dan setuju sebesar 37% yang di pilih oleh responden dan skor terendah sebesar 1% pada opsi sangat tidak setuju.

48

Tabel IV 26 Saya selalu bersikap baik terhadap atasan dan rekan kerja yang baik No 1 2 3 4 5 Jawaban yang tersedia Sangat Setuju Setuju Ragu ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Jumlah 26 39 7 6 2 80 Persentase 26% 39% 7% 6% 2% 80%

Berdasarkan dari data diatas, menunjukan bahwa responden yang menjawab atas pertanyaan tersebut dengan jumlah yang lebih besar yaitu setuju dengan nilai 39%. Sedangkan untuk jumlah jawaban dari responden yang paling rendah adalah 2%.

B. C. Pembahasan

Pada pembahasan yang di lakukan bersumber dari analisa data yang dihasilkan dari pertanyaan penyebaran kuisioner. Jumlah pertanyaan keseluruhan adalah 24 pertanyaan, di mana masing - masing variabel memiliki 8 pertanyaan yaitu variabel bebas ( X1) memiliki 8 pertanyaan, variabel bebas (X2) memiliki 8 pertanyaan dan variabel terikat 8 pertanyaan. Untuk menganalisa secara mendalam mengenai teknik analisa data dan interpretasi data yang penulis lakukan secara kuantitatif yang digunakan untul menguji hubungan antara variabel dengan menggunakan perhitungan statistik.
1. 1. Analisa Pengujian Validitas

49

Pada pembahasan ini, dilakukan pengujian antar variabel dimana untuk mengetahui apakah tiap-tiap butir dari pertanyaan antara variabel tersebut valid. Maka dari itu, dilakukan perhitungan dengan uji validitas untuk menguji apakah butir tersebut valid atau tidak maka dapat dilihat dari r-kritik yang memiliki ketentuan.apabila hasil yang didapat lebih besar dari ketentuan tersebut maka dikatakan valid dan begitu juga sebaliknya. Adapun rumusan yang digunakan yaitu dengan menggunakan teknik korelasi productuk moment, sebagai berikut : r=

[n x

n( xy ) ( x y )
2 2

( x ) n y 2 ( y )

][

Pada penguji ini, didapatkan hasil dari tiap-tiap butir pertanyaan dengan tiap variabel yang telah diuji. Hasil perhitungan r-hitung terdapat pada lampiran dengan menggunakan bantuan Microsoft Excel. Tabel IV 27 Hasil Analisa Item Pertanyaan Variabel Bebas X1(Kepemimpinan) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Butir Pertanyaan Item no.1 dengan total Item no.2 dengan total Item no.3 dengan total Item no.4 dengan total Item no.5 dengan total Item no.6 dengan total Item no.7 dengan total Item no.8 dengan total r- tabel 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 r- hitung 0,428 0,617 0,42 0,423 0,58 0,644 0,551 0,565 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Dari tabel di atas diketahui bahwa korelasi antara skor pertama dengan skor total sebesar 0,428 dinyatakan valid, karena r hitung > r tabel. Untuk skor kedua sampai dengan skor ke delapan juga dinyatakan valid disebabkan r hitung > r tabel.

50

Tabel IV 28 Hasil Analisa Item Pertanyaan Variabel Bebas X2 (Pengawasan) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Butir Pertanyaan Item no.1 dengan total Item no.2 dengan total Item no.3 dengan total Item no.4 dengan total Item no.5 dengan total Item no.6 dengan total Item no.7 dengan total Item no.8 dengan total r- tabel 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 r- hitung 0,579 0,443 0,613 0,599 0,661 0,64 0,639 0,613 Keterangan valid valid valid valid valid valid valid valid

Dari tabel di atas diketahui bahwa korelasi antara skor pertama dengan skor total sebesar 0,579 dinyatakan valid , karena r hitung > r tabel. Untuk skor kedua sampai dengan skor ke delapan juga dinyatakan valid disebabkan r hitung > r tabel.

Table IV 29 Hasil Analisa Item Pertanyaan Variabel Terikat (Kinerja Karyawan) No 1 2 3 4 5 6 7 8 Butir Pertanyaan Item no.1 dengan total Item no.2 dengan total Item no.3 dengan total Item no.4 dengan total Item no.5 dengan total Item no.6 dengan total Item no.7 dengan total Item no.8 dengan total r- tabel 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 0,220 r- hitung 0,506 0,536 0,629 0,76 0,714 0,615 0,604 0,632 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Dari tabel di atas diketahui bahwa korelasi antara skor pertama dengan skor total sebesar 0,506 dinyatakan valid karena r hitung

51

> r tabel. Untuk skor kedua sampai dengan skor ke delapan juga dinyatakan valid disebabkan karena r hitung > r tabel. Dari ketiga tabel uji validitas diatas, yaitu kepemimpinan, pengawasan dan kinerja karyawan dapat di ketahui bahwa semua item butir pernyataannya dinyatakan valid artinya data yang dikumpulkan melalui kuisioner, menghasilkan data yang benar dan instrumen yang benar.
2. 2. Analisa Pengujian Reliabilitas

Setelah melakukan pengujian validitas dan telah mengetahui suatu pernyataan tersebut valid atau tidak, maka dilanjutkan dengan menguji relibilitas suatu variabel apakah variabel tersebut layak untuk dilakukan suatu pengujian. Untuk menguji variabel tersebut maka digunakan dengan rumus Cronbach Alpha dengan ketentuan > 0,30 dikatakan reliabel. Berikut adalah hasil analisa reliabel suatu variabel dengan menggunakan SPSS pada bagian lampiran. Tabel IV- 30 Hasil Reliabilitas Variabel N Variabel o 1 2 3 Kepemimpinan (X1) Pengawasan (X2) Kinerja Karyawan (y) r- tabel 0,30 0,30 0,30 r- hitung 0,628 0,744 0,780 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel

Berdasarkan pada tabel di atas diketahui bahwa setiap varieabel memiliki nilai masing-masing, dimana setiap variabelnya menyatakan realiabel, karena r- hitung > r tabel. Dengan kepemimpinan

52

menghasilkan nilai kualitas produk sebesar 0,744 dan kinerja karyawan sebesar 0,780. Dari telah kita bahwa pernyataan-pernyataan yang dikemukakan tepat dalam penelitian.
3. 3.Analisa Pengaruh Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, maka dapat dihitung dengan menggunakan rumus korelasi Korelasi Product Moment. r=

[ n x

n( x1 y ) ( x1 y )

2 1

( x 1 ) 2 n y 2 ( y ) 2

]]

Berdasarkan rumus diatas, untuk memudahkan penguraian perhitungan sesuai dengan hasil jawaban responden yang ditabulasikan dalam bentuk tabel yaitu tabel skor jawaban responden terhadap kepemimpinan dan kinerja karyawan pada lampiran, maka disusun nilai dari setiap lambang dan rumus sebagai berikut :

x y

= 2753 = 2653

x y =91487
1

x y
r=

2 1

= 95505 = 89437

[80( 95505) ( 2753) ][80( 89437) ( 2653) ]


2 2

80(91487) (2753)(2653)

r=

[ ( 7640400) ( 7579009) ][ ( 7154960) ( 7038409) ]

7318960 7303709

53

r=

( 61319)(116551)
r= 15251 7146790769 15251 84538,69392

15251

r=

rx 1 y = 0,1804

Dari hasi l diatas, diketahui bahwa r hubungan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan sebesar 0,1804 . Nilai ini menunjukan hubungan yang searahyang lemah antara kepemimpinan dengan kinerja karyawan, artinya meningkatnya suatu kepemimpinan hingga kinerja meningkat diikuti dengan semakin meningkatnya kepemimpinan suatu kinerja terhadap pekerjaan. Untuk mengetahui apa kedua variabel tersebut saling mempengaruhi maka dilanjutkan dengan mencari nilai t, dengan rumus : t=

r n2 1 r2 0,1804 80 2 1 ( 0,1804)
2

t=

t=

0,1804 78 1 0,03254416

54

t=

0,1804 x8,83176 0,967455


1.593 0,98359 =1,619

t=

Setelah dihitung, maka nilai t yang di peroleh dari rumus diatas adalah 1,619 Untuk melihat apakah kepemimpinan terhadap kinerja karyawan layak untuk diteliti maka dapat dilihat nilai t-tabelnya, dimana dengan jumlah respodennya sebesar 80 orang(pada dk = n-2= 80-2=78, uji dua pihak/two tailed, taraf singnifikan (0,05) nilai t-tabelle sebesar 2,009. Karena nilai t-tabel tidak ada pada tabel distribusi, maka dilakukan interpolasi pada lampiran. Karena nilai t-hitung < t tabelle yakni 1,619 maka tolak Ho, sehingga kesimpulannya Tidak ada hubungan signifikan antara kepemimpinan dengan kinerja karyawan dalam penelitian ini. Kemudian untuk melihat seberapa besar persentase kontribusi tersebut digunakan rumus : D= r 2x100 % D= 0,1804 2 x 100 D= 0,0325 x 100% D=3.25% Nilai kofisien determinasi sebesar (0,1803) 2 = 0,0325 Atau

3.25% . Ini menunjukan bawah konstribusi antara kepemimpinan dan mempengaruhi kinerja karyawan adalah sebesar 3.25% dan sisanya

55

dipengaruhi oleh validitas lain yang tidak ditelitih sebesar. 100%-3.25% = 96.75%
4. 4. Analisa Pengawasan terhadap Kinerja Karyawan

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengawasan terhadap kinerja karyawan, maka dapat dihitung dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment.
r=

[ n x
2

n( x 2 y ) ( x 2 y )
2 2

( x 2 ) 2 n y 2 ( y ) 2

][

x x

= 2654

y = 2653
2 2 2 2

y = 88310

x
y
r=

= 89174
= 89437
80(88310) (2654)( 2653)
2

[80(89174) (2654) ][80(89437) (2653) ]


2

r=

[ (7133920) (7043716)][ (7154960) (70038409)]


23738 (90204)(116551) 23738 10513366404 23738 102534,7

7064800 7041062

r=

r=

r=

56

r x 2 y = 0,2315 Dari hasil diatas, diketahui bahwa pengaruh pengawasan terhadap kinerja karyawan sebesar 0,2315, artinya hubungan antara pengawasan dan kinerja tidak meningkat/lemah. Untuk mengetahui apakah kedua variabel tersebut signifikan maka dilanjutkan dengan mencari nilai t, dengan rumus:

t=

r n2 1 r2 t=
0,2315 80 2 1 (0,2315) 2

t=

0,2315 78 1 0,0535 0,2315 x8,8317 0,9465


2,0445 = 2,1016 0,9728 Setelah dihitung, maka nilai t-hitung yang diperoleh dari rumus

t=

t=

diatas adalah 2,1016 Untuk terlihat pengawasan terhadap kinerja karyawan untuk diteliti h maka dapat dilihat nilai t tabel, dimana dengan jumlah responden sebesar 80 orang pada dk=n-2=80-2=78, uji dua pihak/two tailed, taraf singifikan (0,05) nilai t-tabel 2,009 Karena nilai ttabel tidak ada pada tabel distribusi maka dilakukan interpolasi pada lampiran.

57

Kemudian untuk melihat seberapa besar persentase kontribusi tersebut digunakan rumus. D = r 2 x 100% D = 0,2315 2 x 100% D =0,0535 x 100% D = 5,35% Nilai kofisien sebesar determinasi sebesar (0,2315) 2 =0,0535 atau 5,35 %. Ini menunjukan bahwa konstribusi antara pengawasan dalam mempengaruhi kinerja karyawan adalah sebesar 100%-5,35% = 94.65% Karena nilai t - terhitung < t - tabel yakni 2,1016< 2009, maka tolaka HO, sehingga kesiumpulan ada hubungan sinifikan antara pengawasan dengan kinerja karyawan dalam penelitian ini.
5. 5. Analisa Pengaruh Kepemimpinan dengan Pengawasan Untuk mengetahui tingkat kelayakan suatu variabel yaitu dalam hal pengaruh kepemimpinan dan pengawasan terhadap kinerja karyawan, maka dari itu penulis melakukan suatu perhitungan diantaranya :

r=

[n x
1 2

n( x 1 x 2 ) ( x1 x 2 )
2 1 2 2

( x 1 ) [ n ] x 2 ( x 2 )

x = 2753
x x
= 2654
2

x x
1 2 1

= 91786

= 95505

2 2

= 89174

58

r=

[80(95505) (2753) ][80(89174) (2654) ]


2 2

80(91786) (2753)(2654)

r=

[ (7640400) (7579009)][ (7133920) (7043716)]

7342880 7306462

r=

[ (61391)(90204)]
r=
36418 5537713764 36418 74413,8166

36418

r=

r x 1 x 2 = 0,4894
Dari hasil perhitungan diperoleh kofisien korelasi r = 0,4894. Nilai ini menunjukan hubungan yang positif (searah) antara

kepemimpinan dengan kepengawasan, artinya semakin baik suatu pemimpin intansi maka intansi tersebut memiliki tingkat kinerja karyawan yang meningkat pula. Untuk dilanjutkan kepada mencari nilai t- hitung dengan rumus : t= n2 1 r 2
0,4894 80 2 1 (0,4894) 2

t=

t=

0,4894 78 1 0,23951236

59

t=

0,4894 x8,8317 0,7604876


4,32223398 = 4,956 0,872059401 Nilai yang diperoleh dari rumus di atas adalah 4,956 dan nilai t-

t=

tabel pada dk = n-2 = 78,uji dua pihak / two tailed, taraf singnifikan 0,05 diperoleh nilai t- tabel sebesar 2,009. Karena nilai t- - hitung > t - tabel yakni 4,956 < 2,009 maka tolak HO,sehingga ada hubungan yang signifikan antara kepemimpinan dengan pengawasan dalam penelitian ini. Nilai r dapat dicari sebesar besar persentase yang dihasilkan dengan rumus : D= r 2 x 100% D=0,4894 2 x 100% D= 0,239 x 100%

D=23,9%
Nilai koefisien determinasi sebesar (0,4894) 2 = atau 23,4%. Ini menunjukkan bahwa kontribusi antara penmgawasan dalam

mempengaruhui kinerja karyawan adalah sebesar 23,4% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak diteliti sebesar 100% -23,4%= 76,6%.
Tabel IV-31 Hasil Korelasi Aantara Variabel No Variabelyang r- hitung dikorelasikan 1 Kepemimpinan dengan 1,619 Kinerja Karyawan 2 Pengawasan dengan 2,101 t- tabel 2,009 2,009 Keterangan Tidak Signifikan Signifikan

60

Kinerja Karyawan Kepemimpinan dengan 4,956 Pengawasan

2,009

Signifikan

6.

Analisa Pengaruh Kepemimpinan dan Pengawasan terhadap Kinerja Karyawan Pada perhitungan kali ini, penulis ingin cari tahu seberapa hubungan antara ketiga variabel tersebut. Untuk menguji ketiga variabel diatas maka digunakan rumus sebagai berikut :

R x 1x 2 y = Rx1x2y

r 2x1 y + r 2x 2 y 2rx1 yrx 2 yrx1x 2 1 r 2x1x1 = Korelasi antara variabel x1dengan x2 secara bersama- sama dengan variabel

rx1y dengan y rx2y rx1x2

= Korelasi product moment antara x1

= Korelasi product moment antara x2 dengan y = Korelasi product moment antara x1 dengan x2 Setelah melakukan perhitungan antara x1 dan y, x2 dan y, x1 dan

x2 maka nilai- nilai yang telah didapat dikorelasikan kedalam rumus diatas sebagai berikut :
R x 1x 2 y =

( 0,1803) 2 + ( 0,2315) 2 2( 0,1803)( 0,2315)( 0,4894 ) 2 1 ( 0,4894 )


0,032 + 0,053 0,040 1 0,239 0,045 0,761

Rx1x2y=

Rx1x2y=

= 0,059

= 0,24

61

Jadi

terdapat

korelasi

positif

antara

kepemimpinan

dan

pengawasan secara bersama- sama dengan kinerja karyawan sebesar 0,24. Nilai ini menunjukkan hubungan yang positif (searah) antara kepemimpinan dan pengawasan terhadap kinerja karyawan. Hubungan ini secara kuantitatif dapat dinyatakan sangat kuat dan besarnya rata rata sama dari korelasi individual. Antara x1 dan y, maupun x2 dengan y. Korelasi sebesar 0,24 baru berlaku untuk sampel yang diteliti. Apakah koefisien korelasi dapat digeneralisasikan atau tidak, maka harus diuji signifikannya dengan rtumus sebagai berikut : Fh =

R2/ k 1 R 2 / ( n k 1)

Fh =

0,24 2 / 2 1 0,24 2 / ( 80 2 1)

Fh =

0,288 (1 0,057) / ( 77 ) 0,288 0,943 / 77 = 24,00

Fh =

Fh =

0,288 0,012

Jadi F-hitung = 24,00. Nilai tersebut selanjutnya dikonsultasikan nilai F- tabel. F- tabel dicari berdasarkan pada dk pembilang = k dan dk penyebut = ( n-k-1),dan taraf kesalahan yang ditetapkan. Taraf kesalahan 5%, dk pembilang = 2 dan penyebut = 77 maka diperoleh nilai F- tabel

62

sebesar 3,32. Namun pada nilai ini tidak ditemukan pada tabel F, maka dicari dengan menggunakan unterpolasi pada bagian lampiran. Karena nilai F- hitung > F- tabel yakni 24,00 > 3,32 maka H0O tolak sehingga Ada hubungan antara kepemimpinan pengawasan dan kinerja karyawanpada penelitian ini. antara

Untuk rumus: D= R 2 x100%

mencari seberapa persentase yang dihasilkan dengan

D= 0,24 2 x 100% D=0,057 x 100% D= 5,76%


Nilai koefisien determinasi sebesar (0,24) 2 = 5,76 atau 5.76%. Ini menunjukan bahwa kontribusi antar kepemimpinan dan

kepengawasan dalam mempengaruhui kinerja karyawan adalah sebesar 5,76% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak di teliti sebesar 100% - 5,76% = 94,24% .

63

64

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. A.Kesimpulan

Dalam penelitian ini begitu banyak yang dihasilkan oleh peneliti. Dimana terdapat setiap variabel yang valid dan jga reliabel. Dalam menganalisa suatu perhitungan adapun kesimpulan yang di perolehk yaitu :
1. Berdasarkan dari hasil sebelumnya maka didapat rx1y =0,1804 dan nilai

t- hitung sebesar 1,619, dimana t-tabel sebesar 2,009 sehingga t-hitung < t-tabel serta untuk mengetahui berapa persentase yang diperoleh yaitu 3,25% maka ini menunjukkan dan bahwa hubungan yang lemah antara kepemimpinan terhadap hingga kinerja karyawan meningkat.
2. , diikuti dengan semakin meningkatnya kepemimpinan suatu kinerja

terhadap pekerjaan .
3. Dari hasil rRx2y = 0,2315 bahwa hubungan antara pengawasan dan

kinerja karyawan sebesar 0,2315 yang artinya memiliki hubungan yang searah dimana dengan meningkatnya pengawasan yang dilakukan maka semakin meningkat kinerja karyawan yang dihasilkan. Nilai t hitung sebesar 2,101,dimana t-hitung > t-tabel yakni 2,101 > 2,009 sehingga didapat nilai determinasi untuk mencari berapa persentase yang diperoleh yaitu 5,35%. tidak meningkat/lemah

65

4. Berdasarkan pada perhitungan yang ada untuk mengetahui

hubungan kepemimpinan dan pengawasan terhadap kinerja karyawan, maka nilai yang diperoleh sebesar Rx1x2y = 0,24 nilai ini menunjukkan hubungan yang searah atau positif yang artinya semakin tinggi kepemimpinan dan semakin ketat pengawasan maka semakin meningkat kinerja karyawan. Untuk mengetahui apakah ketiga variabel tersebut signifikan maka dapat dilihat dari uji F, dimana F-hitung bernilai 24,00. Maka dapat dibandingkan dengan F-tabel yaitu 3,32 sehingga F-hitung > F-tabel yakni 24,00 > 3,32 hubungan antara kepemimpinan dan pengawasan terhadap kinerja karyawan. dikit meningkat/lemah antara kepemimpinan dan pengawasan terhadap kinerja karyawan.

B. Saran 1. Sebaiknya pimpinan mengkombinasikan perilaku yang tercermin dalam gaya kepemimpinannya secara optimal agar bawahananya merasa puas akan perilaku pemimpinnya dan mau bekerja sama untuk mencapai tujuan. 2. Untuk meningkatkan kinerja karyawan, maka pengawasan yang dilakukan harus ditingkatkan dan dimulai dari lingkungan kerja terlebih dahulu. Peningkatan pengawasan khususnya masalah disiplin dan ketaatan terhadap peraturan uang ada, akan meningkatkan kinerja 57 karyawan karena sudah dimulai dari lingkungan dalam. 3. Untuk meningkatkan kinerja karyawan, pemimpin hendaknya melakukan pengarahaan kerja, diikuti barengi dengan pencapaian target yang harus

66

dicapai untuk setiap harinya dan pemipinan beserta badan yang terkait dapat memberikan saksi kepada karyawan yang tidak disiplin.