Anda di halaman 1dari 48

BAB I BAB I ARSITEKTUR & BUDAYA ARSITEKTUR & BUDAYA

I.1 Pengertian Arsitektur Kata ARSITEK berasal dari bahasa Yunani Architekton yang berarti Archi = Pemimpin Dan Tekton = Membangun. Dari pengertian tersebut, maka arsitek adalah pemmpin pembangunan ( Master - Builder ). Pengertian arsitektur secara sempit adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan, sedangkan dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk I.2 Tujuan Arsitektur Terdapat berbagai tujuan Arsitektur, seperti berikut ini ; 1. Sebagai tempat bernaung guna dari binatang buas, angin , hujan, salju, panas. 2. Memberi rona bagi kegiatan tertentu 3. Menyatakan status / kekuasaan 4. Menampilkan dan mendukung keyakiinan suatu desain. 5. Menyampaikan informasi yang sifatnya spiritual, status, kekuatan. 6. Menetapkan identitas pribadi dan kelompok. 7. Mengkiaskan sistem-sistem nilai budaya. Mis : alun-alun di Jawa 8. Memisahkan wilayah ( pemisahan ruangan). Misalnya daerah umum & pribadi, daerah suci & duniawi, daerah depan & belakang, daerah untuk pria & wanita.

Gambar 1.1 Jenis bangunan dengan berbagai fungsi yang berbeda

I.3 Arsitektur dalam Konteks Budaya Karya arsitektur dibuat karena adanya hasrat pemenuhan kebutuhan untuk memenuhi hasrat manusia sebagai mahluk sosial. Kebutuhan dasar manusia di mana saja di belahan bumi ini adalah sama, tetapi kebudayaan mengakibatkan pencerminan kebutuhan tadi ke dalam suatu bentuk arsitektur menjadi berbeda satu sama lain

1 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Karya arsitektur akan selalu mencerminkan ciri budaya dari kelompok menusia yang terlibat dalam proses penciptaannya. Sekurang-kurangnya akan tercermin tata nilai yang mereka anut. Dengan demikian kalau kita secara cermat mengamati sejumlah karya arsitektur suatu masyarakat maka lambat laun akam mengenali ciri budaya masyarakat tersebut. Seperti yang ditunjukan pada gambar dibawah yaitu bangunan Borobudur, Kuil Phanteon & Rumah adat Nusa Tenggara memiliki bentuk bangunan yang berbeda yang dipengaruhi karena budaya masyarakat yang membangunnya.

Gambar 1.2 Dari kiri ke kanan Borobudur-Kuil Phanteon-Rumah Adat Nusa Tenggara

I.4 Budaya pembentuk karekter Arsitektur I.4.1 Pengertian Budaya Terdapat beberapa tokoh budayawan yang menjelaskan mengenai pengertian Budaya berikut ini : (KOENTJORONINGRAT, 1974) Kebudayaan adalah pikiran, karya dan hasil karya manusia yang tidak berakar pada nalurinya, dan karenanya hanya bisa dicetuskan setelah melalui proses belajar. Kebudayaan dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok : 1. Wujud ideal meliputi gagasan, nilai-nilai, norma, peraturan dsb, 2. Wujud sistem sosial yang merupakan pola kelakuan manusia dalam masyarakatnya, 3. Wujud fisik yang merupakan benda-benda hasil karya manusia, termasuk produk arsitektur.

(SOEWONDO BS, 1982) Kebudayaan pada hakekatnya merupakan alat untuk memenuhi kebutuhan. Jika kebudayaan sudah tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan maka dengan sendirinya kebudayaan akan hilang. Jadi kebudayaan mendasari dan mendorong terwujudnya suatu kelakuan sebagai pemenuhan kebutuhan yang timbul.

2 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Gambar 1.3 Berbagai bentuk hasil budaya dan seni masyarakat Indonesia

Terlihat pada gambar diatas merupakan bentuk seni dan budaya masyarakat Indonesia, baik berupa bangunan dengan karakteristik yang berbeda, hasil karya seni wayang kulit, tari dan upacara adat. I.4.2 Peradaban & Sejarah Arsitektur a. Peradaban Merupakan kondisi lanjut-stabil dari perkembangan intelektualitas, budaya dan karya dalam masyarakat manusia, dengan ditandai oleh progres dalam hal seni dan ilmu pengetahuan, perekaman peristiwa, termasuk, budaya tulis-menulis dan indikasi lembaga politis dan sosial yang kompleks.

3 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

b. Sejarah Arsitektur Setiap perbedaan zaman memiliki konteks sosial-budaya dan sumber daya yang berbeda 1. Masa Purba (sejak masa awal munculnya masyarakat yang menata diri dalam lingkungan manusia sebagai subordinasi alam) Arsitektur Megalitik REVOLUSI PERTANIAN 2. Masa Tradisional (sejak manusia di dunia mulai membangun tata cara hidup yang sesuai dengan keadaan. Lingkungan sebagai mitra) Arsitektur Tradisional, Vernakuler dan Klasik REVOLUSI INDUSTRI 3. Masa Modern dan Pasca Modern (sejak manusia di dunia mulai mengenal modus industri, yang cenderung menjadikan alam sebagi obyek eksploitasi) Arsitektur Modern

Gambar 1.4 Dari kiri ke kanan : Peradaban masa purba - masa tradisional - masa modern

4 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

BAB II BAB II ARSITEKTUR, ARSITEK & PENGGUNA ARSITEKTUR & BUDAYA


2.1 Arsitektur sebagai ilmu & Bidang Pendidikan Istilah arsitektur mulai diperkenalkan pada sekitar abad ke-I sebelum masehi. Marcus Vitruvius Pollio (88 SM 26 SM), yang kemudian dijuluki sebagai Bapak Arsitektur, memperkenalkan istilah arsitektur melalui bukunya yang berjudul De Architectura. Namun, pada dasarnya, sejak generasi pertama manusia sudah berarsitektur, dalam batas pengertian bahwa arsitektur berkaitan dengan perencanaan dan perancangan lingkungan binaan. Sebagai suatu bidang karya, sampai dengan abad 19, arsitektur masih belum dipisahkan secara tegas dari berbagai bidang lainnya. Tokoh-tokoh perencana dan perancang lingkungan binaan seperti Michelangelo dapat berperan sebagai arsitek, pelukis, pemahat/pematung, konstruktor. Pada perkembangan kemudian, bidang engineering dan arsitektur mulai dipisahkan dari bidang lainnya. Pada 1880-an terjadi pemisahan keahlian bidang arsitektur dengan lingkup penekanan pada aspek bentuk, ruang, dan fungsi dengan keahlian bidang engineering dengan lingkup penekanan pada aspek struktur dan konstruksi dalam perhitungan dan pelaksanaan pembangunan Sebagai suatu ilmu, arsitektur tidak dapat dilepaskan dari berbagai kaidah keilmuan maupun bidang ilmu lainnya. Karena merupakan ilmu perencanaan dan perancangan lingkungan binaan yang menjadi wadah bagi kegiatan manusia yang lengkap dengan seluruh sifat manusiawinya maka arsitektur tidak dapat dilepaskan dari kaidah berbagai ilmu yang menyangkut aspek kemanusiawian seperti psikologi, sosiologi, antropologi, filsafat, ergonomi, dan ekonomi. Karena merupakan ilmu perencanaan dan perancangan lingkungan binaan yang akan dibangun dengan cara atau rekayasa ataupun teknologi tertentu dan yang harus menjamin keselamatan bagi manusia pemakainya maka arsitektur tidak dapat dilepaskan dari kaidah ilmu teknik seperti struktur dan konstruksi, rekayasa dan teknologi pembangunan Itu sebabnya, pada sebagian perguruan tinggi, arsitektur dikelompokkan ke dalam fakultas teknik atau sejenisnya. 2.2 Analogi dalam Arsitrktur Arsitek tidak jarang menggunakan ibaratan untuk menjelaskan apakah arsitektur itu sebagai penjelas. Analogi adalah alat yang digunakan oleh arsitek dalam menjelaskan dan mempertanggungjawabkan karyanya sebagai karya arsitektur. Analogi matematis, beberapa ahli teori berpendapat bahwa ilmu hitung dan geometri merupakan dasar penting bagi pengambilan keputusan dalam arsitektur.

Gambar 2.1 Yang berkaitan dengan Arsitektur Analogi Matematis

5 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Analogi biologis, teori arsitektur yang didasarkan atas analogi biologis mempunyai dua bentuk. Yang satu sangat umum dan memusatkan perhatian dan hubungan antara bagianbagian bangunan atau antara bangunan dan ronanya. Mengikuti rintisan Frank Lloyd Wright, hal ini umum disebut sebagai organik. Bentuk lain dari analogi ini yang lebih khusus disebut biomorfik yang memusatkan perhatian pada proses pertumbuhan dan kemampuan pergerakan yang berkaitan dengan organisme.

Gambar 2.2 Yang berkaitan dengan Arsitektur Analogi Biologis

Analogi romantik, ciri pokok dari arsitektur romantik adalah bahwa ia bersifat mengemban. Ia mendatangkan atau melancarkan tanggapan emosional dalam diri si pengamat.

Gambar 2.3 Yang berkaitan dengan Arsitektur Analogi Romantik

Analogi mekanik, penegasan Le Corbusier bahwa adalah rumah adalah sebuah mesin untuk dihuni memberikan contoh penggunaan analogi mekanik dalam arsitektur. Kterangan dan kegunaan lainnya dari analogi menganggap bahwa bangunan seperti mesin, seyogyanya hanya menyatakan apa yang sesungguhnya mereka dan apa yang mereka lakukan.

Gambar 2.4 Yang berkaitan dengan Arsitektur Analogi Mekanik

6 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Analogi Pemecahan Masalah, Arsitektur adalah seni yang menuntut lebih banyak penalaran daripada ilhamm dan lebih banyak pengetahuan faktual daripada semangat. Walaupun ada kalanya disebut sebagai pendekatan rasionalis, logis, sistematik, atau parametrik, terhadap perancangan arsitektur, metode pemecahan masalah beranggapan bahwa kebutuhan lingkungan merupakan masalah yang dapat diselesaikan melalui analisis yang seksama dan prosedur khusus yang dirancang untuk itu.

Gambar 2.5 Yang berkaitan dengan Arsitektur Analogi Pemecahan Masalah

Analogi Adhoci, Bila pandangan seorang tradisionalis mengenai arsitektur akan menyatakan bahwa tugas perancang adalah memilih unsur-unsur yang layak dan membentuknya untuk memperkirakan suatu cita-cita, pendekatan adhocis ditujukan untuk menanggapi kebutuhan langsung dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan tanpa mengacu kepada suatu cita-cita.

Gambar 2.6 Yang berkaitan dengan Arsitektur Analogi Adochis

Analogi dramatur, Kegiatan-kegiatan manusia sering dinyatakan sebagai teater (seluruh dunia adalah panggung), dan karena itu lingkungan buatan dapat dianggap sebagai pentas panggung. Orang hanya perlu mencantumkan dalam daftar beberapa istilah dramaturgi yang digunakan oleh para arsitek dan kritikus untuk melihat bagaimana meresapnya analogi ini : rona perilaku, daerah di belakang layar (panggung), peranan, petunjuk peranan, di atas pentas, latar belakang dan garis-garis pandangan.

7 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Gambar 2.7 Yang berkaitan dengan Arsitektur Analogi Dramaturgi

2.3 Bidang Profesi Arsitek Istilah arsitek (Architect Studio) seringkali diartikan secara sempit sebagai seorang perancang bangunan, adalah orang yang terlibat dalam perencanaan, merancang, dan mengawasi konstruksi bangunan, yang perannya untuk memandu keputusan yang mempengaruhi aspek bangunan tersebut dalam sisi astetika, budaya, atau masalah sosial (Interior). Definisi tersebut kuranglah tepat karena lingkup pekerjaan seorang arsitek sangat luas, mulai dari lingkup interior ruangan, lingkup bangunan, lingkup kompleks bangunan, sampai dengan lingkup kota dan regional. Karenanya, lebih tepat mendefinisikan arsitek sebagai seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau lingkungan binaan (Architect Studio). Dalam penerapan profesi, arsitek (Interior Studio) berperan sebagai pendamping, atau wakil dari pemberi tugas (pemilik bangunan). Arsitek harus mengawasi agar pelaksanaan di lapangan/proyek sesuai dengan bestek dan perjanjian yang telah dibuat (Interior Architect). Bidang Profesi Arsitek Bidang karya arsitektural relatif sangat luas. Arsitek dapat berperan pada beberapa bidang berikut ini ; 1. Pendukung Perencanaan Kota (Urban Planning), 2. Perancangan Kota (Urban Design), 3. Perencanaan dan Perancangan Lingkungan/Kawasan, 4. Perencanaan dan Perancangan Bangunan, 5. Perancangan Interior (Ruang Dalam) Bangunan, 6. Perancangan Taman, 7. Perancangan Meubel, 8. Pelaksana Pembangunan (Kontraktor), 9. Perusahaan Perabot (Meubel), 10. sebagai Surveyor dan/atau Quantity Surveyor untuk memprakirakan anggaran dan biaya pembangunan, 11. Tenaga Pendidik, 12. dapat berperan sebagai Peneliti, 13. arsitek dapat berperan di dalam Industri Bahan Bangunan,

8 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

13 Butir Kompetensi Arsitek 1. Perancangan Arsitektur Kemampuan menghasilkan rancangan arsitektur yang memenuhi ukuran estetika dan persyaratan teknis, dan yang bertujuan melestarikan lingkungan 2. Pengetahuan Arsitektur Pengetahuan yang memadai tentang sejarah dan teori arsitektur termasuk seni, teknologi dan ilmu-ilmu pengetahuan manusia 3. Pengetahuan Seni Pengetahuan tentang seni rupa dan pengaruhnya terhadap kualitas rancangan arsitektur 4. Perencanaan dan Perancangan Kota Pengetahuan yang memadai tentang perancanaan dan perancangan kota serta ketrampilan yang dibutuhkan dalam proses perancanaan itu 5. Hubungan antara Manusia, Bangunan dan Lingkungan Memahami hubungan antara manusia dan bangunan gedung serta antara bangunan gedung dan lingkungannya, juga memahami pentingnya mengaitkan ruang-ruang yang terbentuk di antara manusia, bangunan gedung dan lingkungannya tersebut untuk kebutuhan manusia dan skala manusia 6. Pengetahuan Daya Dukung Lingkungan Menguasai pengetahuan yang memadai tentang cara menghasilkan perancangan yang sesuai daya dukung lingkungan 7. Peran Arsitek di Masyarakat Memahami aspek keprofesian dalam bidang Arsitektur dan menyadari peran arsitek di masyarakat, khususnya dalam penyusunan kerangka acuan kerja yang memperhitungkan faktor-faktor sosial 8. Persiapan Pekerjaan Perancangan Memahami metode penelusuran dan penyiapan program rancangan bagi sebuah proyek perancangan 9. Pengertian Masalah Antar-Disiplin Memahami permasalahan struktur, konstruksi dan rekayasa yang berkaitan dengan perancangan bangunan gedung 10. Pengetahuan Fisik dan Fisika Bangunan Menguasai pengetahuan yang memadai mengenai permasalahan fisik dan fisika, teknologi dan fungsi bangunan gedung sehingga dapat melengkapinya dengan kondisi internal yang memberi kenyamanan serta perlindungan terhadap iklim setempat 11. Penerapan Batasan Anggaran dan Peraturan Bangunan Menguasai keterampilan yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan pihak pengguna bangunan gedung dalam rentang-kendala biaya pembangunan dan peraturan bangunan

9 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

12. Pengetahuan Industri Kontruksi dalam Perencanaan Menguasai pengetahuan yang memadai tentang industri, organisasi, peraturan dan tatacara yang berkaitan dengan proses penerjemahan konsep perancangan menjadi bangunan gedung serta proses mempadukan penataan denah-denahnya menjadi sebuah perencanaan yang menyeluruh 13. Pengetahuan Manajemen Proyek Menguasai pengetahuan yang memadai mengenai pendanaan proyek, manajemen proyek dan pengendalian biaya pembangunan

10 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

BAB III ILMU, TEKNOLOGI & SENI DALAM ARSITEKTUR


3.1 Arsitektur sebagai disiplin ilmu Hingga kini masih banyak ragam pandangan yang berbeda-beda tentang arsitektur. Keragaman batasan - batasan tersebut menunjukkan luasnya lingkup pengertian arsitektur, sehingga untuk mengetahui arti yang tepat istilah arsitektur yang digunakan dalam suatu pembahasan haruslah diketahui terlebih dahulu dalam hubungan apa istilah itu dipakai (Parmono Atmadi, 1979) Sebagai suatu disiplin ilmu, Arsitektur erat kaitannya dengan "pendidikan" dan "teori". Pada masyarakat tradisional, pengetahuan membangun dialihkan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Pada masyarakat modern, masa revolusi industri dikenal pendidikan formal arsitek ( orang yang berprofesi di bidang arsitektur ). Dalam perjalanan sejarah, pendidikan profesi ini sering disatukan dengan pendidikan seni rupa

(a)

(b)
Gambar 3.1 (a) Pembelajaran Arsitektur masyarakat tradisional, (b) Pembelajaran Arsitektur masyarakat modern

11 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Menurut Parmono Atmadi tahun 1997 terdapat tiga tonggak perkembangan pendidikan arsitektur 1. Pendidikan Arsitektur Tradisional Pendidikan lebih menekankan pada metoda perancangan proyek melalui kuliah-kuliah teori dan teknik yang mendukung tujuan utama yaitu perancangan arsitektur. Sedangkan mata kuliah pendukung seperti struktur, utilitas, dll diabaikan. Akibatnya justru terjadi bias, perancangan arsitektur mendapat penekanan berlebihan, sementara kuliah - kuliah lain yang dianggap sebagai 'pendukung' terabaikan. Bias yang terjadi : Arsitek yang dihasilkan kebanyakan menjadi arsitek yang karyanya bagus di atas kertas tetapi tidak selalu baik bila dibangun. 2. Sekolah Arsitektur Pola Bauhaus Bauhaus adalah nama sekolah arsitektur Jerman yang merombak pola mengajar dan latihan cara lama. Sekolah arsitektur ini menekankan konsep fungsional dan kejujuran ekspresi struktur. Siswa dibatasi untuk tidak merancang sampai mereka terbiasa dengan bahan dan macam konstruksi tertentu. Timbul juga pengkajian perilaku manusia sebagai dasar untuk memulai pendidikan arsitektur. Bias yang terjadi : dasar teori dan sistem dijadikan kepercayaan yang berlebihan dan guru-guru dianggap 'dewa'. 3. Sekolah Arsitektur yang Berorientasi Multidisiplin Berangkat dari pemikiran arsitektur adalah bagian dari proses sosiologi kemanusiaan, seiring dengan perencanaan ekonomi, lingkungan dan kota. Perencanaan bangunan harus selalu memperhatikan hubungan dengan masyarakat secara menyeluruh. Pola pendidikannya menekankan pada penelitian mengenai perubahan yang terjadi dan pengumpulan data kemasyarakatan yang lengkap sebagai dasar dalam merancang. Bias yang terjadi : siswa banyak belajar mengenai penyusunan laporan statistik, tetapi kurang mampu dalam perancangan arsitektur Teori dalam Arsitektur Teori dalam arsitektur adalah ungkapan umum tentang apakah arsitektur itu, apa yang harus dicapai dengan arsitektur, dan bagaimana cara yang paling baik untuk merancang ( Wayne. O. Attoe, 1979 ).

Gambar 3.2 Teori Arsitektur : Apa Arsitektur itu? & Perancangan Arsitektur

12 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Teori berguna bagi arsitek dalam berbagai tahapan proses berkarya. Salah satu contoh bila seorang arsitek dihadapkan pada beberapa kemungkinan pilihan keputusan rancangan, suatu teori arsitektur dapat membantu memutuskannya.

Gambar 3.3 Teori Arsitektur : Arsitektur sebagai proses berkarya & pemecahan masalah

Teori dalam arsitektur mengemukakan arah tetapi tidak menjamin hasil. Teori dalam arsitektur adalah hipotesis, harapan dan dugaan tentang apa yang terjadi bila semua unsur yang membentuk suatu bangunan dikumpulkan dalam suatu cara, tempat dan waktu tertentu.

Gambar 3.4 Teori Arsitektur : Arsitektur menentukan arah, tidak menentukan hasil

13 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

3.2 Penggunaan Teknologi dalam Arsitektur Dalam proses penciptaannya arsitektur meramu unsur-unsur seni, sains/teknologi, manusia, material, politik dan uang. ( Mario salvadori, 1971 ) Dalam bidang teknologi arsitektur, terdapat berbagai jenis teknologi yang dapat membantu dalam perancangan, pelaksanaan & desain, sehingga produk arsitektur lebih beragam. Jenisjenis teknologi dalam Arsitektur dijelaskan sebagai berikut : 1. Teknologi Material Semakin maju teknik pengolahan bahan, teknik perlakuan bahan serta penemuan materialmaterial baru sangat berpengaruh pada proses dan produk karya arsitektur. Macam Bahan Bangunan menurut penggunaannya : 1. Bahan Bangunan Utama (Kayu, Beton & Baja) 2. Bahan Bangunan Pengikat (semen, cat, aspal, baut, paku dll) 3. Bahan Bangunan Pendukung (krikil, batu bata, plat seng dll) Contoh Bahan Dasar Material Bangunan : 1. Batuan (Granit, Marmer, Batu alam, Basecoarse, Beton dll) 2. Kayu (Multiplek, Kayu solid, Papan partikel) 3. Besi, Baja & Logam (Besi tulangan, Struktur Baja, Zyncalum)

Gambar 3.5 Pemakaian teknologi material pada bangunan : Dinding Beton HCWP, Alcopanel & Atap Zincalum

14 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

2. Teknologi Struktur dan Rekayasa Perhitungannya Dengan ditemukannya pendekatan - pendekatan matematis baru dalam perhitungan kekuatan bahan dan sistem struktur, hasil karya arsitektur menjadi semakin beragam dan pemanfaatan bahan secara lebih efisien. Teknologi struktur ini memiliki keterkaitan timbal balik dengan teknologi material.

Gambar 3.6 Opera House - Australi, merupakan salah satu teknologi struktur cangkang

3. Teknologi Peralatan dan Mesin Dengan ditemukannya teknologi transportasi vertikal, teknologi penghawaan serta mesinmesin utilitas lainnya, memungkinkan diciptakannya karya-karya arsitektur yang kompleks maupun gedung-gedung pencakar langit. Ditemukan pula software komputer untukperhitungan strurktur, utilitas yang sangat membantu untuk menghitung, dan mengambil keputusan perencanaan sekompleks apapun secara cepat.

Gambar 3.7 Lift & Tower Crane merupakan beberapa bentuk teknologi peralatan

15 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Gambar 3.8 Komputer & Software Bidang Arsitektur

4. Teknologi Pelaksanaan Dengan berkembangnya sistem rekayasa konstruksi, memungkinkan pembangunan pencakar langit secara cepat, pemanfaatan ruang-ruang bawah tanah secara efektif.

Gambar 3.9 Pelaksanaan Wallsheet sebagai teknologi pelaksanaan proyek Arsitektur

3.3 Seni dalam Arsitektur Pengertian Arsitektur Seni dalam arti yang paling dasar berarti suatu kemahiran atau kemampuan. Batasan ini memang benar untuk kata asalnya ars (Latin) diturunkan dari kata, bisa. Sesuatu kegiatan yang dirancang untuk mengubah bahan alamiah menjadi benda-benda yang berguna atau indah atau pun kedua-duanya adalah seni. Hasil dari intervensi tangan dan ruh manusia yang teratur ini adalah sebuah karya seni. Dalam arti yang seluas-luasnya, seni meliputi setiap benda yang dibuat oleh manusia untuk dilawankan dengan benda-benda dari alam.

16 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

seorang arsitek Herman Sorgel mengatakan, bahwa arsitektur beda dengan seni yang lain, kemudian mencoba memberikan rumusan dan batasan sebagai berikut: 1. Seni lukis adalah, seni bidang, berarti menggunakan dua dimensional. 2. Seni patung (sculpture) adalah, seni ruang, tetapi hanya menggunakan tiga dimensi dan tidak menekankan ruang (concaf). 3. Arsitektur adalah, seni ruang tiga dimensi, tetapi menggunakan space dan meneknkan ruang (concaf). Selama ini antara seni dan arsitektur senantiasa memiliki perbedaan yang sangat mendasar, dimana karya seni merupakan sebuah objek yang tidak memiliki fungsi pakai, sedangan arsitektur merupakan disiplin ilmu yang memiliki banyak aturan. Arsitektur selalu memiliki koteks fungsi dan tempat. Uraian ini mengangkat isu Architectural Design, yang mengeksplor keterkaitan dan bagaimana perkembangan sejarah pembauran antara karya seni dengan karya arsitektur, serta menguraikan batas-batas perbedaan tersebut. Seorang enginer secara umum tertarik pada aspek teknik, normativ dan memperhatikan aspkaspek struktur dari konstruksi, sedangkan arsitek lebih memperhatikan pada estetika dan fungsi serta struktur. Pendidikan arsitektur sering disatukan dengan pendidikan seni rupa. Karya-karya arsitektur masa lampau dan arsitektur tradisional di mana saja menunjukkan kaitan yang sangat erat dengan seni pahat, seni dekoratif dan seni lukis. Selain itu kualitas estetis pada cabang seni tersebut seperti skala, ritme, proporsi, simetri dan sebagainya kita jumpai pula analoginya dengan arsitektur seni dalam Arsitektur Arsitektur memang suatu seni, tetapi berbeda dengan seni lukis atau seni pahat. Arsitektur sangat terikat dengan berbagai persyaratan fungsional, sosial, iklim dan sebagainya. Kepekaan estetis perlu bagi calon arsitek, tetapi selalu harus diimbangi dengan kepekaan sosial dan pengembangan rasio.

17 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Gambar 3.10 Galery Bangunan Arsitektur yang mengunggulkan seni perancangan

18 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

BAB IV
PROSES, PERENCANAAN & PERANCANGAN ARSITEKTUR
4.1 Proses dalam Arsitektur Arsitektur merupakan satu kesatuan antara masukan - proses - produk yang mendukung dalam perancangan Arsitektur Masukan 1. Elemen-elemen lingkungan mencakup : fisik, sosial, budaya & perilaku 2. Persyaratan kebutuhan : fungsi (kegunaan) proteksi (keselamatan, keamanan, kenyamanan) estetika (keindahan, citra, ekspresi & persepsi) Proses Merupakan usaha melakukan sintesa permasalahan kebutuhan manusia dalam hal pemenuhan kebutuhan lingkungan binaan melalui tahapan uraian di bawah ini, dengan menggunakan logika ilmiah yang sistematis 1. Perencanaan 2. Perancangan 3. Penggubahan 4. Penciptaan Produk Produk berupa lingkungan binaan yaitu segala sesuatu yang berwujud fisik sebagai wadah dan fasilitas kegiatan manusia yang merupakan buatan atau hasil tatanan manusia dari yang terkecil hingga skala besar, berupa : 1. elemen bangunan, (Gapura, Pagar, Bak sampah, dll) 2. bangunan, (Rumah sakit, bangunan kantor, tempat ibadah) 3. kawasan bangunan, (Perumahan, Komplek perkantoran, Plaza) 4. lingkungan kota (Tata kota jakarta, Tata kota semarang dll) Produk arsitektur, harus memenuhi kaidah-kaidah : 1. pemenuhan kebutuhan 2. memiliki citra dan guna 3. Indah 3. Merefleksikan kondisi ekonomi, politik, perilaku & budaya

19 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

ELEMEN BANGUNAN

BANGUNAN

BANGUNAN

KAWASAN KOTA

Gambar 4.1 Berbagai hasil/produk bidang Arsitek

4.2 Perencanaan Arsitektur Pengertian Perencanaan Adalah upaya menyatakan masalah umum pemberi tugas (klien) menjadi sejumlah masalah standar yang lebih kecil yang telah diketahui pemecahannya atau yang mudah dipecahkan (JW. Wade) Perencanaan adalah sebuah proses untuk menetapkan tindakan yang tepat di masa depan melalui pilihan-pilihan yang sistematik (Paul Davidov, 1982).

20 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Perencanaan merupakan suatu proses yang meliputi kegiatan-kegiatan: 1. Mengidentifikasi, Menentukan komponen-komponen yang menunjang terhadap objek, yang merupakan kompleksitas fakta-fakta yang memiliki kontribusi terhadap kesatuan pembangunan. 2. Mengadakan stud, Mencari hubungan-hubungan dari faktorfaktor terkait, yang memiliki pengaruh spesifik. 3. Mendeterminasi, Menentukan setepat mungkin faktor-faktor yang dominan dengan memperhatikan kekhususan dari unit perubahan yang spesifik yang memberikan perubahan terhadap faktor lain. 4. Memprediksi, Mengadakan ramalan bagaimana suatu faktor akan berubah sehingga mencapai keadaan lebih baik di masa depan. 5. Melakukan Tindakan, Berdasarkan prediksi di atas, melakukan tindakan terstruktur untuk mencapai tujuan pembangunan. (William L. Lassey, 1977). Klasifikasi Perencanaan Theories in Planning. Mencakup perencanaan berkaitan dengan substansi (objek). Theories of Planning. Berkaitan dengan prosedur perencanaan (metode). Theories for Planning. Mencakup teori-teori sosial yang menjelaskan bagaimana seharusnya masyarakat dan perencanaan di masa depan (tujuan) Shean Mc. Connell (1991). Perencanaan berdasarkan dimensi waktu : Jangka panjang Jangka menengah Jangka pendek Perencanaan berdasarkan metode:
Top Down Planning. Disusun secara menyeluruh kemudian dirinci kepada tingkat yang lebih rendah. Bottom Up Planning. Disusun mulai dari bawah kemudian dirangkum dalam tingkat tertentu.

4.3 Perancangan Arsitektur Menurut bahas inggris, Perancangan = Design Memikirkan, menggambar rencana, menyusun bagian-bagian menjadi sesuatu yang baru Perancangan adalah usulan pokok yang mengubah sesuatu yang sudah ada menjadi sesuatu yang lebih baik, melalui tiga proses: mengidentifikasi masalah-masalah, mengidentifikasi metoda untuk pemecahan masalah, dan pelaksanaan pemecahan masalah. Dengan kata lain adalah pemograman, penyusunan rancangan, dan pelaksanaan rancangan (John Wade, 1997).
1. mengidentifikasi masalah-masalah, 2. mengidentifikasi metoda pemecahan masalah, dan 3. pelaksanaan pemecahan masalah 1. Pemrograman 2. Penyusunan rancangan, dan 3. Pelaksanaan rancangan.

Diagram 4.1 Proses Perancangan Arsitektur

21 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

4.3.1 Pengertian Perancangan menurut tokoh Arsitektur Perancangan merupakan upaya untuk menemukan komponen fisik yang tepat dari sebuah struktur fisik (Christopher Alexander, 1983). Perancangan merupakan sasaran yang dikendalikan dari aktivitas pemecahan masalah (L. Bruce Archer, 1985). Perancangan merupakan proses penarikan keputusan dari ketidakpastian yang tampak, dengan tindakan-tindakan yang tegas bagi kekeliruan yang terjadi (M. Asimow, 1982). Perancangan merupakan proses simulasi dari apa yang ingin dibuat sebelum kita membuatnya, berkali-kali sehingga memungkinkan kita merasa puas dengan hasil akhirnya (P.J. Booker, 1984). Perancangan merupakan kesimpulan yang optimal dari sejumlah kebutuhan dari seperangkat keadaan tertentu (E. Marchet, 1987). Perancangan merupakan lompatan kreatif dari fakta-fakta masa kini menuju kemunghkinan di masa datang (JK. Page, 1986). Perancangan merupakan aktivitas kreatif, melibatkan proses untuk membawa kepada sesuatu yang baru dan bermanfaat yang sebelumnya tidak ada (JB. Reswick, 1985). Perancangan mempunyai makna memulai perubahan dalam benda-benda buatan manusia (J.C. Jones, 1990).

4.3.2 Proses Perancangan Arsitektur PERMULAAN Proses perumusan permasalahan yang harus dipecahkan. Biasanya seorang klien menyodorkan maslah kepada seorang arsitek. Aspek dari langkah permulaan melibatkan peranan imajinasi & aspirasi, sehingga mampu mengungkapkan permasalahan umum, membimbing masyarajat dan memberikan pemecahan masalahnya. PERSIAPAN meliputi kumpulan analisis informasi tentang permasalahan yang harus dipecahkan. Tahap persiapan meliputi kumpulan dan analisis informasi tentang suatu proyek khusus secara sistematik. aktivitas ini disebut "penyusunan program". pengumpulan data-data dasar mengenai tampak dan data wilayah. Produk tahap persiapan : daftar kriteria yang menggambarkan karakteristik yang diinginkan dari sebuah pemecahan arsitektur PENGAJUAN USUL Proses pembuatan perancangan usulan sebenarnya disebut sbg sintesis Yaitu usulan-usulan yang harus menggabungkan bersama dengan serangkaian pertimbangan dari konteksnya (sos-eko-fisik),program, tapak,klien, teknologi baru, estetik EVALUASI

22 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Memusatkan pada evaluasi usul-usul alternatif oleh perancang, yang ditinjau oleh klien, badan pengawas, para pemakai bangunan tsb. TINDAKAN Meliputi aktivitas-aktivitas yang dihubungkan dengan persiapan dan pelaksanaan sebuah proyek. Dokumen yang dihasilkan untuk pelaksanaan berupa gambar-gambar kerja dan uraian tertulis

4.3.3 Proses Perancangan Arsitektur dalam Bidang Profesi Rancangan Skematik, Citra umum bangunan, ukuran, sirkulasi a. bertujuan untuk menetapkan karakteristik umum suatu rancangan bangunan sehingga dapat mengidentifikasi pokok persoalan yang penting untuk membuat keputusan awal sbg dasar bagi tahap berikutnya b. sebagai pertimbangan untuk persyaratan dasar, pengaturan tapak, dan perkiraan biaya c. Rancangan skematik dapat disajikan berupa gambar-gambar sketsa ide berupa laporan sederhana, presentasi awal dan visual dramatisir

Gambar 4.2 Rancangan Skematik

Pengembangan Rancangan, Uraian lebih rinci, denah, tampak, potongan a. Dilakukan setelah rancangan skematis disetujui b. bertujuan untuk menguraikan sifat rinci dan maksud keseluruhan proyek c. dokumen yang dihasilkan berupa denah tampak, denah lantai, tampak dan potongan dengan catatan yang menguraikan bahan penting d. Pada tahap ini klien sering terlibat dalam serangkaian pembahasan untuk pengambilan keputusan meliputi kemungkinan biaya, perwajahan, mutu dan penampilan

23 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Gambar 4.3 Pengembangan Rancangan

Dokumen Konstruksi, Gambar kerja, spesifikasi, prosedur kerja a. bertujuan untuk memperlihatkan dengan jelas dan ringkas informasi agar kontraktor dapat membuat penawaran proyek pembangunan tsb b. menghasilkan gambar kerja dan syarat tertulis dalam daftar spesifikasi c. gambar memperlihatkan lokasi dan kuantitas, spesifikasi mengidentifikasi mutu dan prosedur yang dianjurkan

Gambar 4.4 Dokumen Konstruksi

24 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Penawaran / Perundingan, Fasilitator perundingan a. Arsitek dapat berperan dalam hal fasilitator yang memudahkan jalan perundingan antara kontraktor dan owner b. pada tahap ini dokumen konstruksi berupa daftar penawaran diajukan kontraktor c. beberapa kontraktor umum mungkin mengajukan tawaran atas kontrak atau pemilik mengajukan kontrak langsung

Gambar 4.5 Penawaran/Perundingan

Tata Laksana Proyek a. Arsitek bertanggung jawab pada supervisi aspek konstruksi, yang menjamin bangunan akan dibuat sesuai gambar dan speknya. b. arsitek sebagai agen klien dan menafsirkan serta mensupervisi korespondensi antara pemiliki dan pembangun. c. arsitek menafsirkan dokumen serta membuat keputusan dan perubahan yang diperlukan dalam setiap proyek pembangunan

Gambar 4.6 Tata Laksana Proyek

25 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

BAB V ARSITEKTUR DALAM KOTEKS PEMBANGUNAN


5.1 Keterkaitan Arsitektur dan Proyek Pembangunan (Ikatan Arsitketur Indonesia) Arsitek adalah perorangan atau badan usaha yang dengan mempergunakan keahliannya dan berdasarkan suatu pemberian tugas mengerjakan perencanaan, perancangan dan pengawasan pembangunan, memberikan nasihat atau jasa-jasa lain yang berhubungan dengan perancangan dan pengawasan gedung, tata ruang dalam, pertamanan, perancangan kota, pembagian kota dan jalan-jalan dan jembatan (David A. Hill) Peran arsitek adalah menginterpretasikan kebutuhan klien melalui rancangan yang memenuhi persyaratan dan cocok dengan anggaran yang disediakan, dan dalam kondisi normal memonitor/mengawasi kemajuan pekerjaan pembangunan dari awal hingga akhir Arsitek bertugas menjelaskan, mengarahkan dan memberi saran kepada klien tentang permasalahan/pemecahan permasalahan berkaitan dengan proyeknya (soewondoB Soetedjo) Arsitek memperoleh data dari pemberi tugas melalui suatu proses, serta mencari data dari pihak lain, kemudian memprosesnya secara sistematis untuk mewujudkan desain fasilitas yang dibutuhkan 5.2 Proyek Konstruksi Proyek adalah kegiatan yang melibatkan berbagai sumber daya yang terhimpun dalam suatu wadah (organisasi) tertentu dalam jangka waktu tertentu untuk melakukan kegiatan yang telah ditetapkan sebelumnya atau untuk mencapai sasaran tertentu Proyek merupakan sekumpulan aktivitas yang saling berhubungan dimana ada titik awal dan titik akhir serta hasil tertentu. Proyek biasanya bersifat lintas fungsi organisasi sehingga membutuhkan berbagai keahlian (skills) dari berbagai profesi dan organisasi. Proyek adalah aktivitas sementara dari personil, material, serta sarana untuk menjadikan / mewujudkan sasaran-sasaran (goals) proyek dalam kurun waktu tertentu yang kemudian berakhir (PT. PP, 2003). Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan tertentu (bangunan / konstruksi) dalam batasan waktu, biaya dan mutu tertentu.

26 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Gambar 5.1 Proyek Pembangunan

5.3 Jenis-jenis Proyek Konstruksi Proyek konstruksi dapat dibedakan menjadi dua jenis kelompok bangunan (Ervianto, 2005), yaitu : 1. Bangunan gedung Contoh Bangunan Gedung : rumah, kantor, pabrik dan lain-lain Adapun ciri-ciri dari kelompok banguanan ini adalah : Proyek konstruksi menghasilkan tempat orang bekerja atau tinggal. Pekerjaan dilaksanakan pada lokasi yang relatif tidak terlalu luas dan kondisi pondasi umumnya sudah diketahui. Dibutuhkan manajemen terutama untuk progressing pekerjaan. 2. Bangunan sipil Contoh Salah Satu Bangunan Sipil : jalan, jembatan, bendungan dan infrastruktur lainnya Ciri-ciri dari kelompok bangunan ini adalah : Proyek konstruksi dilaksanakan untuk mengendalikan alam agar berguna bagi kepentingan manusia. Pekerjaan dilaksanakan pada lokasi yang luas atau panjang dan kondisi pondasi sangat berbeda satu sama lain dalam suatu proyek. Manajemen dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan

Gambar 5.2 Bangunan Gedung (kiri), Bangunan Sipil (kanan)

27 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Rangkaian Kegiatan Proyek Konstruksi

Diagram 5.1 Rangkaian Kegiatan Proyek Konstruksi

5.4 Pihak- pihak yang Terlibat dalam proyek proyek konstruksi tidak dapat terpisahkan dengan pihak-pihak yang terlibat didalamnya baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara umum pihak-pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi antara lain : 1. Pemilik proyek (Owner) Merupakan pihak yang terlibat dalam penyusunan suatu proyek konstruksi, terutama dalam menentukan lokasi proyek, menetapkan desain, dan menyediakan modal. Sebagian pemilik proyek ikut mengawasi berlangsungnya proses konstruksi dan mengoperasikan bangunan yang telah selesai. 2. Konsultan (consultant) Merupakan pihak yang ditentukan oleh pemilik proyek untuk membantu didalam merencanakan atau mendesain bangunan, melakukan studi kelayakan, mengawasi berlangsungnya proses konstruksi, atau bahkan mengatur pelaksanaan proyek konstruksi. 3. Kontraktor (contractor) Merupakan pihak yang ditetapkan oleh pemilik proyek untuk mengatur pelaksanaan kegiatan konstruksi dang mengolah sumber daya berupa bahan, peralatan, tenaga kerja, metode dan modal, sehingga menghasilkan produk akhir berupa konstruksi. 4. Subkontraktor (subcontractor) Merupakan pihak yang dalam pelaksanaannya membantu kontraktor untuk menyelesaikan sebagian pekerjaanya dan supplier untuk memasok material yang dibutuhkan oleh proyek konstruksi.

28 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

5. Tenaga Kerja (employee) Merupakan pihak yang berada dibawah tanggung jawab kontraktor atau subkontraktor untuk melaksanakan kegiatan konstruksi dilapangan dengan keahlian atau keterampilan tertentu, baik secara individu maupun kelompok yang dikoordinasikan oleh mandor. 6. Supplier Merupakan pihak yang terkait dalam pengadaan material konstruksi. 7. Pemerintah (goverment) Merupakan pihak sebagai pembuat kebijakan didalam mengatur perangkat peraturan yang terkait dengan pelaksanaan konstruksi. 8. Bank Merupakan institusi yang dapat menyediakan sumber keuangan atau sumber pinjaman yang membantu pendanaan proyek. 9. Security (keamanan) Merupakan suatu pihak yang dapat memberikan jaminan selama proses proyek konstruksi. 5.5 Tugas dan Wewenang Komponen Proyek 1. Pemilik proyek (Owner) Tugas dan wewenang pemilik proyek adalah : a. Menyediakan lokasi pembangunan b. Menyediakan biaya pelaksanaan c. Mengadakan pelelangan d. Mengeluarkan Surat Perintah Kerja e. Mengawasi langsung pelaksanaan proyek f. Melakukan pembayaran proyek sesuai progres kemajuan pekerjaan

Gambar 5.3 Pemilik proyek (Owner)

29 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

2. Konsultan Perencana (consultant) Adapun tugas dan wewenang konsultan perencana adalah : a. Persianpan perancangan, meliputi pengumpulan data dan informasi lapangan, membuat interpretasi secara garis besar terhadap pedoman persyaratan (term of reference). Konsultan dengan pemerintah kota setempat mengenai perizinan bangunan. b. Penyusunan pra rancangan, meliputi membuat rancangan tampak, perancangan dan perkiraan biaya, mengurus sampai mendapatkan izin pendahuluan atau izin prinsip (advice planning) dari pemerintah kota setempat. c. Penyususnan rancangan pelaksanaan, meliputi membuat perancangan arsitektur berikut uraian teknis dan visualisasi dua atau tiga dimensi bila diperlukan, membuat rancangan utilitas beserta uraian dan perhitungan strukturnya. d. Penyusun rencana detail, meliputi membuat gambar detail, rencana kerja dan syaratsyarat, membuat rincian volume pekerjaan dan rancangan anggaran biaya pekerjaan konstruksi (melaksanaka value enginering sebagai motede penyusunan program rancangan). e. Persiapan pelelangan, meliputi membantu pimpinan proyek dalam mempersiapkan dokumen pelelangan, membantu panitia pelelangan dalam menyusun program pelelangan dan melaksanakan pelelangan. f. Membantu pelelangan, meliputi membantu panitia lelang yaitu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu pelelangan termasuk dalam menyusun berita acara penjelasan pekerjaan, membantu panitia lelang dalam melaksanakan evaluasi penawaran, menyusun kembali pelelangan dan melaksanakan tugas-tugas yang sama bila terjadi pelaksanaan pelelangan ulang, serta menyusun dokumen pelaksaan. g. Pengawasan berkala meliputi memeriksa pelaksanaan pekerjaan secara berkala, memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa pekerjaan konstruksi, menyusun laporan akhir perancangan. h. Menyususn petunjuk-petunjuk penggunaan dan perawatan bangunan.

Gambar 5.4 Konsultan Perencana (consultant)

30 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

3. Konsultan Pengawas (manajemen konstruksi) Adapun tugas dan wewenang konsultan pengawas adalah : a. Sebagai wakil pemberi tugas dilapangan Selama masa pelaksanaan kontrak sampai pembayaran terakhir dilaksanakan, dia berhak melakukan tindakan-tindakan atas nama pemilik memberikan ketentuan lain secara tertulis. Segala instruksi dari pemberi tugas kepada pemborong hanya dilakukan melalui konsultan pengawas atau manajemen konstruksi dan konsultan pengawas wajib memberikan saransaran dan pertimbangan-pertimbangan kepada pemilik. b. Administrasi umum Konsultan pengawas atau manajemen konstruksi berkewajiban menyelenggarakan administrasi umum mengenai pelaksanaan kontrak rumah hingga tahap pelaksanaan seslesai. c. Pengawas pelaksanaan Konsultan pengawas atau manajemen konstruksi menempatkan minimal empat orang atau lebih. pengawas lapangan berkewajiban mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas dan kuantitas serta laju pencapaian volume, serta kewajiban untuk mengawasi pekerja serta produknya, mengawasi ketepatan waktu dan biaya pekerjaan konstruksi. Pengawas lapangan berhak untuk setiap saat memeriksa seluruh proyek dan tempat proyek ditempat lain selama masa pelaksanaan, tanpa mengganggu jalannya pekerjaan. d. Interpretasi keputusan Apabila terdapat keragu-raguan dalam dokumen pelaksanaan baik pemberi tugas maupun kontraktor maka konsultan pengawas lapangan berhak memberikan interpretasi dan keputusan pengawas lapangan harus konsisiten dengan isi dan maksud dokumen pelaksanaan. e. Pemeriksaan dan koreksi gambar-gambar Pengawas lapangan wajib memberikan gambar-gambar pelaksanaan dan contoh-contoh pekerjaan perlu dipersiapkan oleh pemborong, dan akan memberikan penjelasan yang dibutuhkan oleh pemborong serta memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pekerjaan kontruksi berlangsung. Pengawas lapangan berhak melakukan perubahan-perubahan serta penyesuaian yang perlu atas pekerjaan dan menertibkan berita acara perubahan. f. Rapat-rapat lapangan Konsultan pengawas berkewajiban mengadakan rapat-rapat lapangan secara berkala dan membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan dengan memasukan hasil rapat-rapat lapangan, laporan harian, mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh pemborong serta membuat gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan dilapangan yang dibuat oleh kontraktor dan disetujui oleh konsultan pengawas.

31 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

g. Kelalaian pemborong Konsultan pengawas bertanggungjawab atas kelalaian pemborong atau pegawai-pegawai pemborong yang berpengaharuh langsung terhadap jalannya proyek. Kelalaian ini sepenuhnya adalah tanggungjawab pemborong. h. Penolakan hasil pekerjaan pemborong Pengawas lapangna berhak menolak pekerjaan yang dinilainya tidak sesuai dengan dokumen pekerjaan. Bila perlu pengawas lapangan berhak melakukan pemeriksaan khusus tes-tes seperlunya dengan mengabaikan bahwa pekerjaan sudah dibuat atau belum. i. Berita acara pembayaran Konsultan pengawas berhak melakukan pemeriksaan dan wajib menyusun daftar-daftar kekurangan dan cacat-cacat pekerjaan pada masa waktu pelaksanaan dan menentukan waktu serah terima pertama. Pekerjaan dapat dilakukan dan mengawasi pelaksanaan pemeliharaan serta menerima surat- surat jaminan dari pemborong yang ditentukan dalam dokumen pelaksanaan dan menertibkan berita acara pembayaran dari pemborong maka konsultan manajemen konstrusi menerbitkan berita acara pembayaran yang menyebutkan jumlah yang berhak diterima pemborong. j. Penyelesaian perselisihan Segala klaim atau segala persoalan mengenai jalannya pelaksanaan menurut dokumen pelaksanaan, akan diselenggarakan oleh dan melalui konsultan pengawas atau manajemen konstruksi. Apabila keputusan tertulis konsultan pengawas menyatakan bahwa keputusan adalah final dapat dimintakan himbauan, maka permintaan arbitrase tidak dapat diajukan setelah sepuluh hari sesudah kedua pihak mengetahui keputusan tersebut. k. Pemutusan hubungan kerja Apabila pemberi tugas memutuskan hubungan kerja dengan konsultan pengawas maka pemilik akan menunjuk konsultan pengawas pengganti yang kemudian akan memiliki status dan hak serta kewajiban yang sama dengan konsultan pengawas sebelumnya.

Gambar 5.5 Konsultan Pengawas (manajemen konstruksi)

32 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

4. Kontraktor Adapun tugas dan wewenang kontraktor adalah : a. Melaksanakan pekerjaan-pekerjaan pembangunan sesuai dengan RKS dan gambar bestek. b. Menyediakan tenaga ahli sebagai tenaga pelaksana dilapangan. c. Menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. d. Membuat rencana kerja (time schedule), man power dan jadwal pengadaan bahan yang disesuaikan dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan. e. Menyediakan bahan dan peralatan yang digunakan dalam pekerjaan. f. Memberikan laporan harian, mingguan dan bulanan yang menjelaskan kemajuan pekerjaan, situasi pekerjaan dan lainnya yang dirasa perlu. g. Bertanggung jawab atas perawatan, pengawasan dan penjagaan keamanan fisik selama dalam hubungan pelaksanaan-pelaksanaan pekerjaan. h. Bertanggung jawab untuk memperbaiki dan menyempurnakan bagian pekerjaan yang kurang memenuhi syarat yang diinginkan pemilik selama masih dalam proses perawatan. i. Mengajukan tambahan biaya sesuai dengan besarnya pekerjaan tambahan kepada pemilik setelah mendapatkan persetujuan konsultan MK. 5.6 Diagram Komunikasi antar pelaku utama Proyek 1. PERANCANG & PERANCANG PEMBAHASAN Berbagi pengetahuan Penyetaraan visi

Diagram 5.2 Komunikasi Perancang & Perancang

33 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

2. PERANCANG & OWNER PEMBAHASAN Persetujuan fasilitas / grafis Komunikasi tentang biaya, jadwal, perawatan dll

Diagram 5.3 Komunikasi Perancang & Owner

3. PERANCANG & KONTRAKTOR PEMBAHASAN Komunikasi tentang gambar dan penjelasan lain Melayani kepentingan klien Jontrol penghematan biaya Mengendalikan jadwal Pengorganisasian / pengarahan pekerjaan

Diagram 5.4 Komunikasi Perancang & Kontraktor

34 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

BAB VI KOMUNIKASI DALAM ARSITEKTUR


6.1 Pengertian Komunikasi (HIMSTREET & BATY) Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-simbol, sinyak-sinyal, maupun perilaku atau tindakan (LASWELL) Komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa mengatakn apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa (wikipedia) Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. (KARFRIED KNAPP) Komunikasi merupakan interaksi antar pribadi yang menggunakan sistem simbol linguistik, seperti sistem simbol verbal (kata-kata) dan non verbal. Sistem ini dapat disosialisasikan secara langsung / tatap muka atau melalui media lain (tulisan, oral, dan visual) 6.2 Komunikasi Visual Komunikasi visual, sesuai namanya, adalah komunikasi melalui penglihatan. Komunikasi visual merupakan sebuah rangkaian proses penyampaian kehendak atau maksud tertentu kepada pihak lain dengan penggunaan media penggambaran yang hanya terbaca oleh indera penglihatan. Komunikasi visual mengkombinasikan seni, lambang, tipografi, gambar, desain grafis, ilustrasi, dan warna dalam penyampaiannya. Teori Komunikasi Visual Komunikasi visual memiliki beberapa teori dasar yang dapat digunakan sebagai patokan dalam menjalankan fungsinya, yaitu teori sensual dan perseptual. Sensasi visual merupakan rangsangan dari dunia luar yang mengaktifkan sel-sel saraf dalam organ indra. Persepsi visual adalah kesimpulan yang dibuat dengan menggabungkan semua informasi yang dikumpulkan oleh organ sensual. Sensasi adalah data mentah. Persepsi visual adalah kesimpulan makna setelah rangsangan visual yang diterima.

35 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Gambar 6.1 Persepsi Visual

6.3 Komunikasi Arsitektur Manusia sebagai mahluk sosial akan selalu berinteraksi antara individu Satu dengan yang lainnya. Untuk berinteraksi Diperlukan bahasa Bangunan sebagai suatu hasil karya manusia Juga merupakan bentuk komunikasi seperti Halnya bahasa Maksud Komunikasi Dalam Arsitektur 1. Menjelaskan agar hasil rancangan dimengerti 2. Memberi arahan dalam tahapan pelaksanaan bangunan 3. Memperkenalkan karya agar diketahui masyarakat 4. Mengatur agar bangunan berfungsi seperti yang diharapkan 5. Mengajak berinteraksi dengan kemajuan 6. Kebudayaan / peradaban Komunikasi dalam proses Perancangan Arsitektur 1. Assimilasi, Komunikasi dengan diri meliputi : pengumpulan, Pengaturan informasi berkaitan dengan masalah yang Dihadapi 2. studi umum, Penyelidikan mengenai sifat masalah dan cara Pemecahannya 3. pengembangan, Pengolahan pemecahan dari hasil studi umum 4. Presentasi, Penyampaian beberapa pemecahan kepada pihak lain Komunikasi dalam Proyek Arsitektur Sebuah proyek Arsitektur akan melibatkan beberapa pihak, yaitu pemilik (Owner), Perencana, Pengawas, Pelaksana dan Pekerja DIPERLUKAN BAHASA YANG SAMA AGAR PROYEK DAPAT SESUAI DENGAN TUJUAN YANG DIINGINKAN SALAH SATUNYA, BAHASA DALAM BENTUK GAMBAR YANG DIPAHAMI OLEH PROFESIONAL TERKAIT

36 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

6.4 Arsitektur dan Komunikasi Visual Arsitek harus paham bahasa visual, sehingga dapat mengungkapkan idenya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dan hasilnya dapat dinikmati oleh orang lain. Bentuk visual rancangan arsitek dapat berupa ; 1. Gambar, Gambar kerja : Denah, Tampak, potongan, detail konstruksi 2. Model : Maket Ide Arsitektur dapat dituangkan pada bentuk Alat bantu visual 3d, yaitu ; 1. Maket Arsitektur, adalah miniatur yang berskala dari sebuah ide/objek arsitektur 2. Computer Modelling, adalah gambar komputer 3 dimensi dari sebuah objek arsitektur dengan bantuan program komputer seperti autocad, archicad, 3dsmax, schetch up. 3. Sketsa Halus, adalah gambar tangan dengan finishing yang diselesaikan secara realis dari sebuah objek arsitektur 4. Sketsa Kasar, adalah gambar tangan dengan finishing kasar dari sebuah objek arsitektur 5. Sketsa Ide, adalah gambar tangan secara ekspresif dari sebuah objek arsitektur Dalam perancangannya, Arsitek meramu pada hal-hal berikut ; 1. Cahaya 2. Bentuk 3. Warna 4. Bahan & Tekstur 5. Konstruksi 6. Ruang dalam & luar Presentasi Komunikasi Arsitektur Dalam menyampaikan suatu ide, soarang arsitek harus dapat mempresentasikannya dengan baik. Sehingga pesan dapat tersampaikan dengan baik, tanpa adanya perbedaan persepsi dari audience. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam presentasi Arsitektur adalah ; 1. Mewakili Ide secara tepat dan akurat 2. Mewakili bentuk, warna dan tekstur dengan benar 3. Ditampilkan dengan standar bahasa visual 4. Memiliki karakter dan tema yang kuat secara individual 5. Menampilkan gambar-gambar dengan sistematis dan memiliki komposisi serta proporsi yang baik 6. Tanggap perkembangan presentasi yang sejaman

37 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

BAB VII FUNGSI BANGUNAN


7.1 Fungsi Bangunan Pengertian Fungsi Bangunan Adalah cara bangunan itu dapat melayani pemakainya dalam suatu kegiatan yang mengandung proses. Bangunan berfungsi dengan baik jika semua unsur diatur dengan baik sehingga tidak terjadi hambatan dalam operasinya Kelompok Bangunan berdasarkan Fungsi 1. Bangunan wisma = Fungsi bangunan untuk rumah tinggal contoh : rumah tinggal, rumah susun, apartemen, hotel 2. Bangunan Karya = Fungsi bangunan untuk tepat bekerja contoh : gedung perkantoran, pabrik & industri, pasar 3. Bangunan Suka = Fungsi bangunan untuk tempat hiburan contoh : bioskop, pasar, plaza. 4. Bangunan Tempat Ibadah = Fungsi bangunan sebagai tempat beribadah contoh : masjid, gereja, wihara, pura 7.2 Fungsi Ruang Pengertian Ruang Menurut Josef Prijotomo Ruang adalah bagian dari bangunan yang berupa rongga, sela yang terletak diantara dua obyek dan alam terbuka yang mengelilingi dan melingkup kita. Unsur Pembentuk Ruang Bidang alas/lantai (the base plane). Oleh karena lantai merupakan pendukung kegiatan kita dalam suatu bangunan, sudah tentu secara struktural harus kuat dan awet. Bidang dinding/pembatas (the vertical space devider). Sebagai unsur perancangan bidang dinding dapat menyatu dengan bidang lantai atau dibuat sebagai bidang yang terpisah. Bidang langit-langit/atap (the overhead plane). Bidang atap adalah unsur pelindung utama dari suatu bangunan dan berfungsi untuk melindungi bagian dalam dari pengaruh iklim. Sebuah bangunan terdiri dari bermacam ruang yang mempunyai fungsi berbeda Kelompok Ruang berdasarkan Fungsi 1. Ruang Publik 2. Ruang Privat 3. Ruang Sirkulasi 4. Ruang Servis

38 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

a. Ruang Publik Adalah ruang umum, misalnya lobi, hall Syarat Fisik Mudah dicapai dan dimasuki Mudah keluar terutama kalau ada bahaya kebakaran Jalan keluarnya langsung diarahkan ke ruang terbuka Syarat Psikis Ventilasi dan penerangan Pemandangan, hubungan interior dengan eksterior melalui bukaan Efek penerangan buatan yang cocok

Gambar 7.1 Ruang Publik

b. Ruang Privat Adalah ruang yang dipakai untuk kepentingan pribadi, misalnya kamar tidur, ruang kerja, dll. Syarat Umum Ruangan tertutup dan lebih khusus yang terpisah dari ruang lain Akses masuk terbatas, kalangan tertentu saja Penempatan dan kebutuhan ventilasi dan penerangan disesuaikan dengan kenyamanan penghuninya Kebutuhan jendela dan bukaan lainnya didasarkan atas jenis ruang privat tersebut

39 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Gambar 7.2 Ruang Privat

c. Ruang Servis Adalah sarana pemeliharaan dan tempat untuk melayani kebutuhan pribadi para pemakai gedung, seperti dapur, gudang, tempat jemur. Syarat Umum Jarak sependek mungkin dengan daerah lain dalam bangunan Sesedikit mungkin atau tanpa cross circulation Pola susun ruang mengelompok

Gambar 7.3 Ruang Service

d. Ruang Sirkulasi Adalah jalan lalu dari jalan masuk di luar bangunan sampai masuk ke dalam bangunan. Jenis Sirkulasi Sirkulasi Horizontal : gang/selasar, ruang peralihan Sirkulasi Vertikal : penghubung dari lantai ke lantai, seperti tangga, ramp, eskalator, lift Syarat Umum Sirkulasi Horizontal Urutan yang logis baik dalam ukuran ruang, bentuk dan arah Pencapaian yang mudah dan langsung dengan jarak sependek mungkin Memberi gerak yang logis dan pengalaman yang indah bermakna

40 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Aman, persilangan arus sirkulasi sesedikit mungkin atau dihindari sama sekali Cukup terang

Gambar 7.4 Ruang Sirkulasi

41 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

BAB VIII STRUKTUR DALAM ARSITEKTUR


8.1 Pengertian Struktur Struktur merupakan suatu metode untuk mewujudkan gaya eksternal menjadi mekanisme pemikulan beban internal sehingga dapat mendukung konsep arsitektur. Hungungan Struktur & Arsitektur 1. SEBAGAI FAKTOR PENENTU BENTUK, dengan pertimbangan Pertimbangan proporsi (Estetik) Pertimbangan bentangan (Efisiensi) Pertimbangan keamanan (Rigiditas) Pertimbangan modular (Fleksibelitas) 2. SEBAGAI FAKTOR/PRINSIP PENGATURAN, yaitu Menetapkan hirarki/susunan tatanan fisik ruang Fleksibelitas pengaturan ruang Pertimbangan penyeberan gaya secara logis 8.2 Jenis-jenis Struktur Bangunan Terdapat berbagai macam jenis struktur yang bervariasi sejalan dengan kemajuan teknologi di bidang struktur bangunan, yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Balok dan Kolom, Struktur yang dibentuk dengan cara meletakkan elemen kaku horisontal di atas elemen kaku vertikal Rangka, struktural yang berbeda karena adanya titik hubung kaku antar elemen vertikal dan elemen horisontalnya. Rangka Batang, struktur yang dibuat dengan menyusun elemen linier berbentuk batangbatang yang relatif pendek dan lurus menjadi pola-pola segitiga. Pelengkung, struktur yang dibentuk oleh elemen garis yang melengkung dan membentang antara dua titik. Dinding dan Plat, struktur kaku pembentuk permukaan Cangkang silindrikal dan terowongan, Struktur cangkang yang cukup panjang akan berperilaku sebagai balok dengan penampang melintang adalah kelengkungannya Kubah dan Cangkang Bola, Kubah dan cangkang bola merupakan bentuk struktur berkelengkungan ganda. Bentuk kubah dan cangkang dapat dipandang sebagai bentuk lengkungan yang diputar. Kabel, Kabel adalah elemen struktur fleksibel. Membran, Tenda dan Jaring, lembaran tipis dan fleksibel strukturnya dapat berbentuk sederhana maupun kompleks dengan menggunakan membran-membran

8. 9.

42 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

(a)

(b)

(c)

(d)

(e)

(f)

(g)

(h)

(i)

Gambar 8.1 (a) Balok & Kolom, (b) Rangka, (c) Rangka Batang, (d) Pelengkung, (e) Dinsing & Plat, (f) Cangkang, (g) Kabel, (h) Kubah, (i) Membran

8.3 Pembebanan pada struktur Perencanaan pembebanan di Indonesia diatur melalui SNI 03-1727-1989-F, Tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung. Sifat Beban Pada Struktur Bangunan 1. Gaya statis adalah gaya yang bekerja secara terus-menerus pada struktur. Deformasi ini akan mencapai puncaknya apabila gaya statis maksimum. 2. Gaya dinamis adalah gaya yang bekerja secara tiba-tiba dan/atau kadang-kadang pada struktur.

43 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Jenis-Jenis Beban 1. Beban Mati adalah beban-beban yang bekerja vertikal ke bawah pada struktur dan mempunyai karakteristik bangunan, seperti misalnya penutup lantai, alat mekanis, partisi yang dapat dipindahkan, adalah beban mati. 2. Beban hidup adalah beban-beban yang bisa ada atau tidak ada pada struktur untuk suatu waktu yang diberikan. Meskipun dapat berpindahpindah, beban hidup masih dapat dikatakan bekerja secara perlahan-lahan pada struktur. 3. Beban Angin Struktur yang berada pada lintasan angin akan menyebabkan angin berbelok atau dapat berhenti. Sebagai akibatnya, energi kinetik angin akan ber-ubah bentuk menjadi energi potensial yang berupa tekanan atau isapan pada struktur. 4. Beban Gempa, Gempa bumi adalah fenomena getaran yang dikaitkan dengan kejutan pada kerak bumi. Kejutan yang berkaitan dengan benturan tersebut akan menjalar dalam bentuk gelombang. Gelombang ini menyebabkan permukaan bumi dan bangunan di atasnya bergetar. Jenis Tumpuan 1. Sendi, merupakan tumpuan yang dapatmenerima gaya reaksi vertikal dan gaya reaksi horizontal 2. Rol, merupakan tumpuan yang hanyadapat menerima gaya reaksi vertical 3. Jepit, merupakan tumpuan yang dapat menerima gaya reaksi vertical, gaya reaksi horizontal dan momen akibat jepitan dua penampang Macam Pembebanan 1. Beban Titik/Terpusat dengan simbol P (Kg-Ton-KN) 2. Beban terbagi rata dengan simbol Q (Kg/m-Ton/m-KN/m) 3. Beban Segitiga dengan simbol Q (Kg/m-Ton/m-KN/m) 8.4 Kriteria system struktur 1. KEAMANAN STRUKTURAL Apakah seluruh sistem dan bagian-bagiannya memiliki ukuran yang tepat untuk mendukung beban rencana 2. KEAMANAN TERHADAP API 3. KEMUDAHAN KONSTRUKSI Apakah metodenya sederhana dan jelas. Bila rumit apakah terimbangi dengan keuntungannya. 4. DAYA TAHAN Apakah sistemnya dapat mencegah kerusakan akibat waktu dan cuaca. Apakah bahan tetap menarik dimasa depan 5. KETERSEDIAAN Apakah mudah diperoleh di sekitas tempat proyek

44 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

6. SKALA Apakah sistem dan komponennya memiliki sifat dan ukuran yang sesuai dengan rancangan bangunan 7. INTEGRASI Bagaimana kecocokannya dengan sistem jaringan dan sirkulasi 8. KETEGARAN Apakah keseluruhan struktur kaku terhadap angin/gempa 9. EKONOMI Apakah biaya seimbang terhadap biaya keseluruhan. Apakah biaya sesuai dengan keuntungan yang didapat 10. VISUAL Apakah struktur dan komponennya secara bersama mampu meningkatkan konsep rancangan bentuk arsitekturnya secara keseluruhan

Gambar 8.2 Struktur pada bangunan rumah tinggal & Bangunan Bertingkat

45 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

BAB IX TEKNOLOGI KOMPUTER DALAM ARSITEKTUR


9.1 Teknologi Komputer Teknologi komputer teraplikasi dalam semua bidang kehidupan manusia. Pada prinsipnya komputer digunakan untuk mengolah data hingga menghasilkan informasi yang dibutuhkan Bagian Sistem Komputer 1. Hardware atau perangkat keras, merupakan seperangkat komponen yang berfungsi untuk mengoperasikan proses pengolahan data. Personal Komputer (PC) dan Laptop merupakan jenis yang paling umum digunakan. 2. Software atau perangkat lunak, merupakan program yang berisi instruksi untuk mengolah data. Perkembangan program pada saat ini telah berkembang dengan pesat untuk semua bidang kehidupan. 3. Brainware atau pengguna, merupakan orang yang mengoperasikan dan menjalankan program komputer tersebut. Dalam bidang teknik bangunan teknologi komputer memegang peranan penting baik pada aspek pelaksanaan, penelitian, maupun pendidikan. Program-program aplikasi komputer berkembang dengan cepat. Kategori Pemakaian Aplikasi Komputer Pada Bidang Arsitektur 1. Kategori pertama adalah : komponen program utama seperti manajemen database, gambar, permodelan geometri yang biasa digunakan oleh para programer atau pembuat program, 2. kategori kedua adalah program aplikasi pendukung yang biasa digunakan oleh umum (nonprogramer) seperti misalnya pengolahan data, pengolahan kata dan lain-lain. 9.2 Jenis Aplikasi Komputer Jenis Aplikasi Komputer dilihat dari penggunaannya 1. Pengolahan data (data capture) 2. Desain konseptual (conceptual design) 3. Desain detail (detail design) 4. Interpertasi model dan pemodelan (modeling and model interpretation) 5. Analisa (analysis) 6. Evaluasi kinerja (performance evaluation) 7. Mendesain ulang dan optimasi (redesign and optimization) 8. Gabungan dengan disiplin ilmu lain (integration with other disciplines) 9. Pembuatan dokumen (preparation of design document)

46 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

Contoh penggunaan aplikasi Komputer di bidang Arsitektur & Sipil 1. Administrasi proyek: MS Office (Word, Excel, Power Point) 2. Manajemen proyek: MS Project, Primavera 3. Program analisis struktur: SAP 2000, STAAD Pro 4. Desain dan penggambaran: Autocad, Architectural Desktop, Archicad, Autodesk Building Revit, 3D Home Designer, 9.3 Aplikasi AUTO Cad Dalam komunikasi visual pada perancangan arsitektur, diperlukan kecepatan penyajian informasi rancangan dan akurasi informasi rancangan Piranti bantu Computer Aided Design (CAD). Manfaat Penggunaan Komputer/ AutoCAD dalam bidang Arsitektur 1. Menghemat waktu 2. Memungkinkan menjelajahi semua akternatif perancangan yang lebih tinggi 3. Efisien, tak terbatas, ekonomis, terkendali 4. Mengurangi kesalahan dan kelalaian 5. Meluaskan pemberian jasa 6. Mendorong pendekatan yang lebih teratur pada perolehan data dan metode perancangan
Tabel 9.1 Perbandingan Penggambaran dengan bantuan CAD dan manual

No 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Jenis Kegiatan Sketsa ide Penggambaran Ukuran Modifikasi gambar Produksi gambar Presentasi gambar

CAD Lambat Cepat, akurat skala Akurat Cepat, byk pilihan Cepat Banyak pilihan Cepat Lambat Lama

Manual

Lambat, perlu gbr ulang Lambat Pilihan Terbatas

47 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa

DAFTAR PUSTAKA

Snyder, James c, Anthony J. Pengantar Arsitektur. Airlangga,1991 Ven, Cornelis van de. Ruang Dalam Arsitektur. Jakarta, PT. Gramedia Pustaka Utama, 1991 David, Tutt, Adler and Patricia. New Metric Handbook. Architectural Press, London, 1979 DK. Ching, Francis, Arsitektur : Bentuk,Ruang dan Susunannya, Diterjemahkan oleh Ir. Paulus Hanoto Adjie, PT. Gelora Aksara Pratama. Neufert, Erns. Architects Data,. Corby Lockwood Staples, London, 1980

48 | Modul Kuliah Pengantar Arsitektur STT Pelita Bangsa