Anda di halaman 1dari 5

Pengolahan batuan galena

www.jayamineral.com Mojoroto indah E21 Kediri jawa timur

Daftar Isi

I. Pendahuluan

II. Sifat Sifat Kimia Batuan Galena

III. Proses Penghalusan Batuan

IV. Proses Flotasi

V. Proses Desulfurisasi dan Peleburan

VI. Proses Pemurnian Logam

VII.Pengolahan tradisional

I. Pendahuluan Indonesia adalah wilayah dengan sebaran mineral logam terbesar di dunia dikarenakan letaknya yang berada di ujung lempeng benua eurasia yang menyebabkan terjadinya limpahan magma secara tektonik dan vulkanik pada jaman pleistosen. Seluruh mineral logam dapat ditemui di wilayah ini, baik yang berupa logam dasar (base metal ) maupun logam mulia (precious metal) dalam type dan konsentrasi yang berbeda pada masing-masing daerah. Kawasan pulau jawa hingga maluku utara memiliki sebaran busur mineral yang disebut busur sunda-banda, tersebar mulai dari banten selatan hingga kepulauan halmahera di maluku utara. Jenis-jenis logam dasar pada busur ini adalah besi (Fe), mangan (Mn), timah hitam (Pb), antimon (Sb), zinc (Zn), titanium (Ti), Zirkon (Zr), tembaga (Cu). Unsur logam mulia yang sering ditemui adalah emas (Au) dan perak (Ag), sedangkan logam golongan platina sangat jarang ditemui dan jika pun ada hanya unsur palladium (Pd) dalam jumlah yang sangat sedikit. Kawasan busur sunda-banda digolongkan dalam kawasan mineral jarang dengan kandungan ataupun konsentrasi logam maupun volume sebaran yang relatif kecil. Kawasan sumatera disebut sebagai bentang bukit barisan yang memanjang dari bagian barat aceh hingga lampung bagian barat. Jenis mineral yang terdapat di kawasan ini umumnya sama dengan yang terdapat di busur sunda-banda dengan perkecualian adanya jebakan mineral timah (Sn) yang sangat tinggi di bagian timur-selatan (bangkabelitung), nikel (Ni), bauksit sebagai logam dasar dan palladium serta platinum (logam mulia) dalam jumlah yang terbatas. Kawasan weber (kalimantan-sulawesi) hampir identik dengan busur sunda- banda dengan perkecualian adanya kandungan golongan platinum dalam jumlah yang cukup signifikan dengan nilai keekonomian yang cukup tinggi (khususnya di kalimantan barat). Busur pasifik (maluku tenggara-papua). Kawasan ini terdiri dari beberapa daerah jebakan dengan spesifikasi unsur logam yang sangat major. Maluku tenggara banyak ditemui logam dasar dengan konsentrasi utama cinnabar (mercury) serta papua utara-timur berupa tembaga-emas. Maluku Utara memiliki kandungan emas yang cukup tinggi. Hingga saat ini, mineral-mineral ini belumlah diolah dan dikembangkan secara optimal baik oleh institusi pemerintah maupun swasta lokal. Umumnya pengolahan secara massive baru dilakukan oleh perusahaan swasta asing, yang notabene sangat merugikan dalam jangka-waktu yang panjang dikarenakan pengolahan baru sebatas konsentrat yang selanjutnya direfinery di negara lain.. Sejak era reformasi, pemerintah memperlonggar mekanisme perijinan tambang melalui desentralisasi kebijakan. Akibatnya terjadi pertumbuhan yang pesat dalam bidang eksplorasi dan eksploitasi tambang mineral. Pengusaha pertambangan kemudian berbondong-bondong mengekspor raw material utuh secara massive, yang pada

dasarnya sangat merugikan kepentingan nasional dikarenakan nilai tambah (added value) yang sangat kecil dibanding potensi keekonomian dari material tersebut. Menyadari hal ini, pemerintah pada tahun 2008 kemudian menerbitkan larangan ekspor material gelondongan (raw material), akan tetapi harus melalui pengolahan terlebih dahulu. Peraturan ini kemudian ditindaklanjuti dengan keluarnya Undang-Undang Minerba terbaru yang terbit awal Januari 2009 . Akibat dari re-regulasi ini sangat mengejutkan terhadap dunia pertambangan swasta nasional yang notabene masih berbasiskan perdagangan bahan mentah, hingga sebagian besar dari mereka mengalami mati suri, sedangkan sebagian kecil masih dapat berjalan melalui joint operation dengan kalangan asing. Menyiasati peraturan ini, pengusaha pertambangan hanya melakukan pengolahan dasar saja terhadap raw material dengan cara pembuatan konsentrat unsur pembentuk logam, sehingga lagi-lagi target yang diharapkan pemerintah tidak tercapai dengan aturan yang lebih ketat. Sebagai contoh, batuan galena yang berasal dari kabupaten mandailing natal Sumatera Utara memiliki kandungan logam Pb 60% dan mineral pengikut Ag (perak) 0.83% atau 8.3 kg/ mt ore dan emas 0.27% atau 2.3kg/mt ore. Dalam hitungan bahan baku 1 ton, jika material ini diolah di dalam negeri akan menghasilkan 600 kg ingot Pb senilai Rp 13,500,000.00, ingot Ag Rp 40,000,000.00, ingot emas Rp 825,000,000.00 dengan nilai total hasil produksi lebih kurang Rp 875,000,000.00, suatu nilai yang sangat fantastis. Sayangnya pengusaha tambang hanya menjual konsentrat Pb saja, dan pembeli (importir) pura-pura tidak tahu terhadap mineral pengikut ini. Harga konsentrat/kg hanya dinilai Rp 13,000.00, sehingga produk konsentrat hanya dihargai Rp 7,8 juta saja, bandingkan dengan angka Rp 875 juta yang mestinya dapat diperoleh jika material diolah sendiri. Celakanya lagi, hasil ingot dari batuan galena ini kemudian diimpor lagi oleh industri pengguna logam Pb dalam negeri dengan harga Rp 35 ribu per kilogramnya. Lebih parahnya lagi, batuan galena yang berasal dari Kalimantan mengandung logam platina dengan kandungan terukur 0.42% atau 4.2 kg/mt ore dan emas 0.24% atau 2.4kg/mt. Harga platina per gram saat ini di London Metal Exchange sebesar USD 2,125.00 per troy ounce atau Rp 825,000.00 per gramnya. Jika dihitung harga mineral pengikut dari galena Kalimantan ini maka ditemukan angka platina (Pt) Rp 3,4 milyar dan emas sekitar Rp 1 milyar dengan angka total Rp 4,4 milyar hanya dari 1 metric ton batuan galena. Pengusaha tambang ataupun trader lokal hanya memperoleh belasan juta rupiah saja dan ekspor berjalan ribuan ton per hari, suatu nilai yang sangat fantastis jika diolah di dalam negeri. Tak hanya galena, logam pengikut juga terdapat dalam batuan tembaga, zircon, batu besi, batuan mangan, zinc dsb yang diekspor puluhan ribu metric ton setiap harinya. Berdasarkan kenyataan ini, maka sudah sangat perlu dan mendesak untuk membangun industri pengolahan dan pemurnian logam dalam negeri.

Informasi : Untuk isi ebook selengkapnya bisa anda dapatkan di :

http://www.jayamineral.com/?PRODUK_EBOOK

terima kasih