Anda di halaman 1dari 56

PUPUK-3/4 SIFAT DAN CIRI PUPUK ALAM

PUPUK KANDANG (SAPI, KERBAU, KUDA, DOMBA, UNGGAS) PUPUK HIJAU (POHON, SEMAK, MERAMBAT) PUPUK KOMPOS (PELAPUKAN SAMPAH) PUPUK TINJA (NIGHT SOIL) TEPUNG TULANG,IKAN DAN DARAH

GUANO (DEPOSIT KOTORAN BURUNGBURUNG LAUT) FOSFAT ALAM (AN ORGANIK) 8.ABU TANAMAN (AN ORGANIK)

PENGELOLAAN, SIFAT DAN CIRI PUPUK KANDANG

SIFAT DAN CIRI PUKAN


DITENTUKAN OLEH : Makanan Ternak Hasil / Penggunaan Ternak Jenis Ternak Umur Ternak Jumlah dan Macam Alas Kandang Tipe Kandang
1. Kadar unsur hara 2. Mudah /tidak dilapuk (pupuk dingin & pupuk panas)

3. Jumlah serat kasar dan halus


4. Kemampuan menyimpan air

SIFAT DAN CIRI PUPUK KANDANG


TERNAK BESAR

SAPI

7.5 -10 ton/ekor (500kg) /th

TERNAK KECIL

KAMBING
KOTORAN DIKANDANG

TUMPUKAN KOTORAN DI KANDANG

800-1100kg segar pukan/ekor(45kg)/th 11ton /450 kg kambing)

(8-

UNGGAS
AYAM PEDAGING

2140 kg kering /1000kg ayam /th (66kg N)


Sapi hanya 1890 kg/1000kg =15kg N Pilih mana ?

KOMPOSISI PUPUK KANDANG BBRP JENIS TERNAK


TERNAK KOTORAN BO N P K Ca .. % . SAPI DOMBA BABI KUDA KERBAU PADAT CAIR PADAT CAIR PADAT CAIR PADAT CAIR PADAT CAIR 14,9 4,2 32,3 8,8 16,1 2,2 21,0 7,6 12,7 0,46 0,44 0,68 1,44 0,58 0,34 0,51 1,25 0,26 0,62 0,10 0,007 0,22 0,15 0,19 0,05 0,13 0,004 0,08 0,14 0,83 0,18 1,09 0,37 0,81 0,23 1,20 0,14 1,34 0,26 0,007 0,33 0,11 0,06 0,12 0,32 0,33 -

Kadar Hara dalam pupuk kandang


Jenis ternak N Sapi pdging Sapi perah Babi Kuda Domba Ayam 0,6 0,7 0,5 0,7 1,4 1,7

Kadar hara
P 0,1 0,2 0,1 0,1 0,2 0,6 K 0,5 0,4 0,4 0,6 1,0 0,6 Air 79 80 75 60 65 61 ( % ).

Pengelolaan pukan
Kandang
Kandang tertutup Kandang terbuka Kandang lepas

Kandang bertingkat tertutup


Penyimpanan 1. Terpisah padat dan cair

2. Tercampur padat dan cair


3. Memakai bak tidak pakai bak 4. Langsung dikomposkan / digunakan

PUPUK HIJAU
KELOMPOK FUNGSI DAN CONTOH

POHON
SEMAK MERAMBAT

PELINDUNG
DIPANGKAS PENUTUP TANAH

ACASIA

SENGON

LEUCAENA
CASSIA

CROTALARIA MIMOSA CALOPOGONIUM

MIMOSA INVISA

SYARAT PUPUK HIJAU


1. Perakaran dalam dan banyak, ada mikoriza, ada btl akar 2. Pertumbuhan cepat 3. Batang lembut , kurang berkayu 4. Banyak menghasilkan daun 5. Tahan dipangkas, cepat tumbuh setelah dipangkas 6. Mudah melapuk 7. Mudah diperbanyak 8. Tidak menjadi sarang penyakit

9. Mengandung unsur hara yg tinggi, terutama N &K (2-5%)


10. Mampu tumbuh baik pada tanah miskin

Gliricidia sepium = gamal

SETELAH DIPANGKAS SIAP UTK DIPANGKAS

Leucaena glauca= petai cina


Pohon bisa tinggi besar

Sedang berbuah
Polong dan biji

Acasia mangium = mangium

Pohon tinggi besar

Polong bergelung-gelung

Acasia azedarh =Acasia

Sedang berpolong

Polong hampir masak

BIJI

MAHONI

SETELAH DIPANGKAS

SENGON
SETELAH DIPANGKAS

SETELAH DIPANGKAS

ANGSANA

PUHI BERBENTUK SEMAK


Crotalaria anagiroides

Polong diserang hama

biji

Casia mimosoides

Sedang berbunga dan berpolong

Setelah dipangkas

polong

biji

Mimosa

Tithonia diversifolia

dalam

banyak

Terinfeksi mikoriza

POLA BARIS TANAM DAN


UMUR PANGKAS
Pola I Pagar lorong

Pola II Pagar kebun 10x10m Titonia di pematang sawah siap untuk dipangkas

Tanam rapat 1/5 luas lahan Titonia di pematang sawah 2 mg setelah dipangkas

Biji titonia tmbuh dalam kebun 10x10m langsung jadi pupuk

Biji Titonia tumbuh dalam lorong langsung jadi pupuk

Tabel 5.1. Pengaruh pola baris tanam dan periode pangkas terhadap bobot kering titonia pada Ultisol selama 4 bulan pengamatan

Pola

baris tanam

Periode pangkas (bulan )


2 (6 x pangkas) 3 (4 x pangkas) 4 (3 x pangkas)

Bobobt kering pangkasan (ton ha-1th-1) Pola I

Pengaruh utama Pola baris tanam

6,584 Aa 6,842 Aa 6,506 Aa 6,644 A

4.652 Ba 3.460 Ca 3.188 Ba 3.767 B

6.543 Aa 4.923 Bb 3.117 Bc 4.861 B

5,926

Pola II

5,075 ab 4,270
b

Pola III

Pengaruh utama periode pangkas

Pola baris tanam

Periode pangkas (bulan )


2 (6 x pangkas) 3 (4 x pangkas) 4 (3 x pangkas)

Pengaruh utama Pola baris tanam

Hasil N (kg ha-1th-1)


Pola I
Pola II Pola III

149,946 Ab
239,599 Aa
165,353 Ab

65.360 Bb
92.204 Ba 57.952 Bb 71.840 B

120.444 Aa
108.045 Ba 33.232 Bb 87.240 B

111,917 ab
146,616 a 85,512 b

Pengaruh 184,966 A utama periode pangkas

Hasil K (kg ha-1th-1)


Pola I Pola II Pola III

155,520 Ab 245,100 Aa
157,560 Ab

88.560 Bb 126.840 Ba 54.160 Bb 89.840 B

169.080 Aa 157.080 Aa 43.980 Bb 120.380 B

137,720 ab 176,340 85,233


a b

Pengaruh 186,060 A utama periode pangkas

BS dan BK serta hara titonia di pematang sawah


Pengamatan P-1 (3 bulan 1) BS BK N P K

..g/m baris. 2358,33 471,67 22,69 1,65 21,08 2080,33 416,07


3795,83 759,17

P-2 (2 bulan setelah P-1)


P-3 (2 bulan setelah P-2) Total 6 bln Rata-rata 1 x pgks

18,60
26,42

1,41
4,33 7,39 2,46

18,22
31,58 70,88 23,63

8234,49 1646,90 67,71 2744,83 548,97 22,57

Cromolaena odorta= Euphatorium odorata=kirinyuh

Mimosa invisa

Calopogonium mucunoides

Bunga kuning (Widelia)

KOMPOS

TANAH ABU ATAU KAPUR PUPUK KANDANG SAMPAH KEBUN / KOTA/DAPUR TANAH ABU ATAU KAPUR PUPUK KANDANG SAMPAH KEBUN / KOTA/DAPUR

5 LAPIS = 150CM

KOMPOS

Ciri dan kadar hara kompos


Pengamatan Jerami
Kadar air (%) N-total P-total K-total Ca-total

Kompos Jerami + Titonia


562,580 0,630 0,335 0,889 0,003 0,004 39,182 62,194 116,961 7,5 YR 2/3 (coklat sangat gelap) 0,490 0,162 0,449 0,004 0,004 33,351 68,063

553,920

(%) (%) (%)

(%) Mg-total (%) C-total (%)


C/N C/P Warna

205,870 7,5 YR (coklat gelap)

PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK UNTUK KOMPOS TUJUAN UTAMA:


MENEKAN/MENGURANGI PENUMPUKAN DAN TRANSPORTASI LIMBAH RUMAH TANGGA

METODE PENGOMPOSAN:
1. 2. 3. 4. 5. 6. METODE INDORE METODE BANGALORE METODE BERKELEY METODE VERMI KOMPOS METODE JEPANG METODE SEDERHANA DAN PRAKTIS

1. METODE INDORE:
DIKEMBANGKAN OLEH HOWARD, BEKERJASAMA DENGAN JACKSON DAN WARD (1924 1926), MERUPAKAN METODE TRADISIONAL PRINSIP DASAR PENGOMPOSAN ADA 2:

CARA PENIMBUNAN CARA LOBANG GALIAN

CARA PENIMBUNAN (INDORE HEAP METHODE)


BAHAN DASAR: CAMPURAN SISA TANAMAN KOTORAN TERNAK URINE TERNAK CARA PEMBUATAN:
BAHAN DITIMBUN SECARA BERLAPIS-LAPIS SETEBAL 10-25 CM, UKURAN TIMBUNAN 2,5 M X 2,5 M X 60 CM; BAGIAN ATAS DITABURI KOTORAN TERNAK YANG TIPIS, DISIRAM DENGAN URINE TERNAK DAN ABU. PENGADUKAN DILAKUKAN SETELAH 15, 30 DAN 60 HARI. SETELAH 3 BULAN KOMPOS MENJADI MATANG DAN SIAP DIGUNAKAN

CARA LOBANG GALIAN (INDORE PIT METHODE)



LOKASI RELATIF TINGGI DAN TIDAK MENGGENANG DEKAT DENGAN KANDANG DAN SMBER AIR UKURAN GALIAN 150-200 CM; DALAM 80-100CM MENGISI LOBANG GALIAN: BAHAN DASAR DISEBAR SECARA MERATA DALAM LOBANG GALIAN SETEBAL 10-15 CM, DIIKUTI DENGAN PENABURAN 4,5 KG KOTORAN TERNAK, 3,5 KG TANAH YANG BERCAMPUR URINE TERNAK, 4,5 KG INOKULAN DARI KOMPOS MATANG DAN DISIRAMI WAKTU PEMBALIKAN UNTUK MENJAGA KELEMBABAN PEMBALIKAN 15, 30, DAN 60 HARI SETELAH PENUMPUKAN

2. METODE BANGALORE
DIKEMBANGKAN ACHARYA (1939 DI INDIA) BAHAN: KOTORAN TERNAK TINJA SAMPAH KOTA DILAKUKAN 1-2 MINGGU SECARA AEROB DAN PERIODE BERIKUT SECARA AN AEROB; BAHAN DITIMBUN SEPERTI METODE INDORE, TETAPI UKURAN LOBANG LEBIH KECIL (60X60X100)CM.

2. METODE BANGALORE
DIKEMBANGKAN ACHARYA (1939 DI INDIA) BAHAN: KOTORAN TERNAK TINJA SAMPAH KOTA DILAKUKAN 1-2 MINGGU SECARA AEROB DAN PERIODE BERIKUT SECARA AN AEROB; BAHAN DITIMBUN SEPERTI METODE INDORE, TETAPI UKURAN LOBANG LEBIH KECIL (60X60X100)CM.

MENGISI LOBANG GALIAN :


BO DAN SAMPAH DISUSUN BERLAPIS SECARA BERGANTIAN DENGAN TINJA SETELAH TERISI PENUH DITUTUP DENGAN SAMPAH SETEBAL 15 20 CM, KEMUDIAN DITUTUPI SELEMBAR PLASTIK/TERPAL PROSES PENGOMPOSAN SELAMA 3 BULAN TANPA DIBALIK DAN DISIRAMI SETELAH 3 BULAN BAHAN MENYUSUT, KMD BAHAN DISUSUN KEMBALI SEPERTI PENGERJAAN AWAL TIMBUNAN DITUTUP DENGAN LUMPUR ATAU TANAH BERCAMPUR LIMBAH CAIR PENGOMPOSAN BERLANSUNG SELAMA 6 BULAN SELAMA PENGOMPOSAN, TIDAK DIBALIK DAN TIDAK DISIRAMI.

KEUNTUNGAN:
HASIL KOMPOS LEBIH BANYAK

KELEMAHAN:
WAKTU LEBIH LAMA

KEHILANGAN N RELATIF SEDIKIT

MENIMBULKAN BAU DAN LALAT YANG BANYAK

3. METODE BERKELEY
BAHAN YANG DIKOMPOSKAN: * 2 BAGIAN BO KAYA SELULOSA
(MISAL; SERBUK GERGAJI, TANKOS KELAPA SAWIT )

* 1 BAGIAN BO KAYA NITROGEN (MISAL; TITONIA) CARA PENGOMPOSAN: BAHAN DISUSUN BERLAPIS-LAPIS DGN UKURAN 2,4 X 2,2 X 1,5 M. PADA HARI KE 4, HARI KE 7, DAN HARI KE 10 KOMPOS DIBALIK KEUNTUNGAN: PROSES PENGOMPOSAN LEBIH CEPAT DAN RELATIF SINGKAT.

4. METODE VERMIKOMPOS
VERMIKOMPOS MERUPAKAN BAHAN CAMPURAN HASIL PROSES PENGOMPOSAN BO YANG MEMANFAATKAN CACING TANAH.

KEGIATAN CACING TANAH YANG DIBIARKAN SELAMA 3 BULAN, TANPA PENAMBAHAN BO BARU, MAKA SELURUH BAHAN YANG DIKOMPOSKAN TSB BERUBAH MENJADI CASTING (KOTORAN CACING)

PENGOMPOSAN CARA INI MEMANFAATKAN AKTIVITAS CACING TANAH. DALAM TAHAP PENELITIAN MASIH MENGGUNAKAN CACING IMPOR. TEKNOLOGI INI TELAH DIGUNAKAN UTK MEGURANGI MASALAH SAMPAH KOTA

TAHAP PENGOMPOSAN:
PENGADAAN CACING TANAH PERBANYAKAN CACING TANAH PROSES PENGOMPOSAN

JENIS CACING YANG PALING EFISIEN DALAM PROSES PENGOMPOSAN ADALAH Eisenia fetida dan E. eugeniae

5. METODE JEPANG
LOBANG GALIAN DIGANTI DGN BAK ANYAMAN BAMBU ATAU KAWAT, BAN MOBIL BEKAS DISUSUN BERTINGKAT ATAU BAHAN LAIN. DINDING BAK DIRANCANG AGAR AERASI BERJALAN LANCAR. BAGIAN DASAR BAK TERTUTUP RAPAT AGAR TIDAK TERJADI PELINDIAN/PENCUCIAN HARA KE LAPISAN TANAH DIBAWAHNYA

SPESIFIKASI:
1. BAK TERLETAK DI PERMUKAAN TANAH, SEHINGGA MUDAH DIADUK 2. BAHAN DASAR KOMPOS; LIMBAH TERNAK, LIMBAH TANAMAN,LIMBAH AGRO INDUSTRI, BAHAN MINERAL (MISAL; BATUAN FOSFAT), SAMPAH KOTA (PADAT ATAU CAIR) 3. DIBERI INOKULAN (MISAL; Trichoderma, Aspergilus, dll)

BAHAN KOMPOS:
BATOK KELAPA DAN SABUTNYA TANGKAI DAN DAUN KELAPA, DEDAUNAN KERING, RUMPUT, SISA TANAMAN LAIN (DIPOTONG KECIL-KECIL) LIMBAH TERNAK PADAT/CAIR HARUS TERSEDIA BATUAN FOSFAT, KAPUR, GIPSUM KOMPOS LAMA/INOKULAN KOMPOS SEKAM PADI, AIR, DAN EMBER PLASTIK UNTUK MENABUR INOKULUM

PROSES PENGOMPOSAN:
BAHAN DISUSUN CARA BERLAPIS SETEBAL 10-15 CM. BAGIAN DASAR LAPISAN BATOK KELAPA + BAHAN BERSERAT RUMPUT KERING, DAN LIMBAH KERING LAINNYA, DAN DILAPISI BGN ATASNYA DENGAN LIMBAH TERNAK, TANAH/ABU BIOMASA HIJAUAN/PUPUK HIJAU LIMBAH UNGGAS + SISA TANAMAN KOTORAN SAPI + KENCING SAPI JERAMI + BIOMASA HIJAUAN KOTORAN SAPI TANAH + INOKULAN

6. METODE SEDERHANA DAN PRAKTIS


BAHAN ADA DI PEKARANGAN KOTORAN TERNAK LIMBAH TANAMAN LIMBAH RT, ABU DAPUR, ABU BAKARAN SAMPAH KAPUR (KALAU ADA) PERALATAN (SKOP, GARPU TONGKAT KAYU) LOKASI HARUS AGAK TINGGI, TEDUH, TIDAK MENIMBULKAN BAU KE RUMAH, LUAS TEMPAT SESUAI BAHAN

TAHAPAN PEMBUATAN
PENGUMPULAN DAN PEMOTONGAN BAHAN, SELANJUTNYA DITUMPUK SETEBAL 20-30 CM (TERGANTUNG KESEDIAAN BAHAN) TABURI DGN KOTORAN TERNAK/ABU 5-10 CM PENYIRAMAN, KALAU PERLU AIR SIRAMAN DITAMBAH DGN PUPUK UREA DAN TSP 2-5 SENDOK MAKAN UTK SETIAP 10 L AIR KALAU BAHAN MELIMPAH, LANGKAH AWAL BISA DIULANGI SAMPAI TINGGI 1,5 M PEMBALIKAN KOMPOS SETELAH 3-4 MINGGU SEKALI.

CIRI KOMPOS MATANG


BAHAN DASARNYA TIDAK DIKENALI LAGI DAN TERJADI PERUBAHAN WARNA MENJADI COKLAT KEHITAMAN

BEDA KOMPOS SEGAR DAN MATANG


KOMPOS SEGAR N dalam btk ion amonium S dalam btk ion sulfit Butuh oksigen jumlah tinggi Konsentrasi hara tinggi Hara tdk tersdia bagi tanaman KOMPOS MATANG N dalam btk ion nitrat S dalam btk ion sulfat Butuh oksigen jumlah rendah Konsentrasi hara rendah Hara sbgn tersedia untuk tanaman

Konst. vit dan antibiotik rendah


Konst bac dan fungi tanah tinggi Seny org belum termineralisasi tg Kapasitas pengikat air rendah Tidak tbt kompleks liat-humus Tidak kompatibel dg tanaman

Konst. vit dan antibiotik tinggi


Konst bac dan fungi tanah lebih tinggi Sudah termineralisai 50 % Kapasitas pengikat air tinggi Sudah tbt kompleks liat-humus Kompatibel dengan tanaman

Tabel 5.1. Kandungan hara dalam kompos Komponen Cairan Bahan kering Karbon C Nitrogen N
Kadar kompos (%) 41,00 59,00 8,26 0,36 Kadar bahan kering (%) 14,00 0,62

P2O5 K2O C/N

0,09 0,81 23

0,15 1,38 23

KONSERVASI TANAH DENGAN BUDIDAYA LORONG


Pagar lorog dg tithonia