Anda di halaman 1dari 10

Dalam air limbah terdapat bahan kimia sukar untuk dihilangkan dan berbahaya.

Bahan kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit disentri, tipus, kolera dsb. Air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan. Air limbah harus dikelola untuk mengurangi pencemaran.

Aktivitas sehari-hari yang kita lakukan seperti mandi, mencuci dan berbagai aktifitas lain yang kita anggap sepele namun menghasilkan sisa buangan ternyata dapat membahayakan bagi manusia dan lingkungan khususnya lingkungan laut. dampak negatif dari limbah rumah tangga yang masuk ke dalam lingkungan laut: Eutrofikasi, penyebab terbesar adalah sungai yang bermuara di laut, limbah yang terbawa salah satunya adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pupuk dalam pertanian maupun limbah dari peternakan dan manusia. Salah satu yang paling sering ditemukan adalah detergen. Eutrofikasi adalah perairan menjadi terlalu subur sehingga terjadi ledakan jumlah alga dan fitoplankton yang saling berebut mendapat cahaya untuk fotosintesis. Karena terlalu banyak maka alga dan fitoplankton di bagian bawah akan mengalami kematian secara massal, serta terjadi kompetisi dalam mengkonsumsi O2 karena terlalu banyak organisme pada tempat tersebut. Sisa respirasi menghasilkan banyak CO2 sehingga kondisi perairan menjadi anoxic dan menyebabkan kematian massal pada hewan-hewan di perairan tersebut.

Indonesia merupakan negara dengan sistem sanitasi ( pengelolaan air limbah domestic ) terburuk ketiga di Asia Tenggara setelah Laos dan Myanmar ( ANTARA News, 2006 ). Menurut data Status Lingkungan Hidup Indonesia tahun 2002, tidak kurang dari 400.000 m3 / hari limbah rumah tangga dibuang langsung ke sungai dan tanah, tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu. 61,5 % dari jumlah tersebut terdapat di Pulau Jawa. Pembuangan akhir limbah tinja umumnya dibuang menggunakan beberapa cara antara lain dengan menggunakan septic tank, dibuang langsung ke sungai atau danau, dibuang ke tanah , dan ada juga yang dibuang ke kolam atau pantai. Di beberapa daerah pedesaan di Indonesia, masih banyak dijumpai masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan dengan sanitasi yang sangat minim. Masih sering dijumpai sebagian masyarakat yang membuang hajatnya di sungai karena tidak mempunyai saluran pembuangan khusus untuk pembuangan air limbah rumah tangga maupun air buangan dari kamar mandi. Bahkan terkadang masih dijumpai masyarakat yang membuang hajatnya di pekarangan rumahnya masing-masing. Hal ini terjadi selain disebabkan karena factor ekonomi, faktor kebiasaan yang sulit dirubah dan kualitas pendidikan yang relative rendah dari masyarakat pun memang sangat berpengaruh besar terhadap pola hidup masyarakat. Berdasarkan perkiraan WHO/ UNICEF, sekitar 60 persen penduduk di kawasan pedesaan di Indonesia kekurangan akses terhadap sarana sanitasi yang pantas. Kegiatan mandi dan mencuci pakaian di sungai

serta buang air besar di tempat terbuka membuat orang mudah terpapar penyakit, mengontaminasi air tanah dan permukaan, dan menurunkan kualitas tanah dan tempat tinggal. AIR LIMBAH Air Limbah adalah air buangan yang dihasilkan dari suatu proses pruduksi industri maupun domestik (rumah tangga), yang terkadang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Dalam konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negative terhadap lingkungan tertutama kesehatan manusia sehingga dilakukan penanganan terhadap limbah. Air kotor adalah air bekas pakai yang sudah tidak memenuhi syarat kesehatan lagi dan harus dibuang agar tidak menimbulkan wabah penyakit Beberapa hal yang berkaitan dengan pengertian dan kegiatan yang berhubungan dengan limbah cair menurut PP 82 tahun 2001 yaitu : 1. Air adalah semua air yang terdapat diatas dan dibawah permukaan tanah, kecuali air laut dan fosil. 2. Sumber air adalah wadah air yang terdapat diatas dan dibawah permukaan tanah, seperti, mata air, sungai, rawa, danau, waduk, dan muara. 3. Pengelolaan kualitas air adalah upaya pemeliharaan air sehingga tercapai kualitas air yang diinginkan sesuai peruntukannya untuk menjamin kualitas tetap dalam kondisi alamiahnya. 4. Pengendalian pencemaran air adalah upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran air serta pemulihan kualitas air untuk menjamin kualitas air agar sesuai dengan baku mutu air. 5. Pencemaran air adalah masuknya makhluk hidup, zat, energy, dan atau komponen lain kedalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. 6. Limbah cair adalah sisa dari sutu hasil usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair. 7. Baku mutu limbah cair adalah, ukuran batas atau kadar unsure pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam limbah cair yang akan dibuang atau dilepas kedalam sumber air dari suatu usaha atau kegiatan.

ALAT PEMBUANGAN AIR KOTOR Alat pembuangan air kotor dapat berupa : - Kamar mandi, washtafel, keran cuci - WC - Dapur Air dari kamar mandi tidak boleh dibuang bersama sama dengan air dari WC maupun dari dapur. Sehingga harus dibuatkan seluran masing-masing. Diameter pipa pembuangan dari kamar mandi adalah 3 (7,5 cm), pipa pembuangan dari WC adalah 4(10 cm), dan dari dapur boleh dipakai diameter 2(5cm). pipa pembuangan dapat diletakkan pada suatu shaft, yaitu lobang menerus yang disediakan untuk tempat pipa air bersih dan pipa air kotor

pada bangunan bertingkat untuk memudahkan pengontrolan. Atau dapat dipasang pada kolom-kolom beton dari atas sampai bawah. Setelah sampai bawah, semua pipa air kotor harus merupakan saluran tertutup di dalam tanah agar tidak menimbulkan wabah penyakit dan bau tak sedap. Dibawah lantai, semua pipa sanitasi diberi lobang control, yang sewaktu-waktu dapat dibuka bila terjadi kemacetan. 4. JENIS-JENIS UNIT PENGOLAHAN AIR LIMBAH a. SEPTICTANK Sistem septic tank sebenarnya adalah sumur rembesan atau sumur kotoran. Septic tank merupakan sitem sanitasi yang terdiri dari pipa saluran dari kloset, bak penampungan kotoran cair dan padat, bak resapan, serta pipa pelepasan air bersih dan udara. Hal-hal yang yang harus diperhatikan saat pembangunan septic tank agar tidak mencemari air dan tanah sekitarnya adalah : 1. jarak minimal dari sumur air bersih sekurangnya 10m. 2. untuk membuang air keluaran dari septic tank perlu dibuat daerah resapan dengan lantai septic tank dibuat miring kearah ruang lumpur. 3. septic tank direncanakan utuk pembuangan kotoran rumah tangga dengan jumlah air limbah antara 70-90 % dari volume penggunaan air bersih. 4. waktu tinggal air limbah didalam tangki diperkirakan minimal 24 jam. 5. besarnya ruang lumpur diperkirakan untuk dapat menampung lumpur yang dihasilkan setiap orang rata-rata 30-40 liter/orang/tahun dan waktu pengambilan lumpur diperhitungkan 2-4 tahun. 6. pipa air masuk kedalam tangki hendaknya selalu lebih tinggi kurang lebh 2.5 cm dari pipa air keluar. 7. septic tank harus dilengkapi dengan lubang pemeriksaan dan lubang penghawaan untuk membuang gas hasil penguraian. Agar septic tank tidak mudah penuh dan mampat, awet dan tahan lama perlu diperhatikan hal berikut : 1. Kemiringan Pipa Kemiringan pipa menentukan kelancaran proses pembuangan limbah. Selisih ketinggian kloset dan permukaan air bak penampung kotoran minimal 2 %, artinya setiap 100cm terdapat perbedaan ketinggian 2cm. 2. Pemilihan Pipa yang tepat Pipa saluran sebaiknya berupa PVC. Ukuran minimal adalah 4 inchi. Rumah yang memiliki jumlah toilet yang banyak sebaiknya menggunakan pipa yang lebih besar. Perancangan saluran diusahakan dibuat lurus tanpa belokan, karena belokan atau sudut dapat membuat mampat.

3. Sesuaikan Kapasitas Septic tank Untuk rumah tinggal dengan jumlah penghuni empat orang, cukup dibuat septic tank dengan ukuran (1.51.52)m. bak endapan dan sumur resapan bias dibuat dengan ukuran (1x1x2)m. semakin banyak penghuni rumah maka semakin besar ukuran yang dibutuhkan. 4. Bak Harus Kuat dan Kedap Air Septic tank harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap korosi, rapat air dan tahan lama. Konstruksi septic tank harus kuat menahan gaya-gaya yang timbul akibat tekanan air, tanah maupun beban lainnya.

SEPTICTANK

PROSES AIR LIMBAH DARI WC SAMPAI KEMBALI KE DALAM TANAH Limbah dari WC melalui saluran, masuk ke septictank untuk diendapkan dan di saring, kemudian dialirkan ke Drain Field sehingga dapat masuk ke dalam air tanah. b. SUMUR RESAPAN Sumur Resapan Air merupakan rekayasa teknik konversi

air yang berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang digunakan sebagai tempat penampung air hujan diatas atap rumah dan meresapkannya ke dalam tanah. Konstruksi Sumur Resapan Air (SRA) merupakan alternatif pilihan dalam mengatasi banjir banjir dan menurunnya permukaan air tanah pada kawasan perumahan, karena dengan pertimbangan : 1. Pembuatan konstruksi SRA tidak memerlukan biaya besar. 2. Tidak memerlukan biaya yang besar. 3. Bentuk konstruksi SRA sederhana Manfaat pembangunan Sumur Resapan Air antara lain : 1. Mengurangi aliran permukaan dan mencegah terjadinya genangan air, sehingga mengurangi terjadinya banjir dan erosi. 2. Mempertahankan tinggi muka air tanah dan menambah persediaan air 3. mencegah menurunnya lahan sebagai akibat pengambilan air tanah yang berlebihan.

Implikasi serta dampak tcrhadap kesehatan dari pembuangan air limbah rumah tangga tergantung pada: 1. Teknologi yang dimanfaatkan 2. Volume air limbah 3. Iklim setempat 4. Jenis tanah 5. Kondisi air tanah Metode pembuangan air limbah rumah tangga Ada beberapa cara pembuangan limbah rumah tangga yaitu: 1. Tempat pembuangan umum. Air limbah rumah tangga dibuang ke tempat penampungan umum, biasanya di halaman rumah. 2. Digunakan untuk menyiram tanaman di kebun. 3. Dibuang ke tempat/lapangan peresapan. 4. Dialirkan ke saluran terbuka atau sclokan. 5. Dialirkan ke saluran tertutuphovered.gstem. Pembuangan air limbah rumah tangga yang terbuka mempunyai dampak kurang baik, akan rnenimbulkan perkembangbiakan serangga seperti nyamuk Culex pipien karena tempatnya berlumpur dan string digunakan scbagai tempat bermain anak-anak.

Pada dacrah yang lapisan tanahnya kurang tembus air, cara pembuangan ke tempat atau lapangan rcsapan kurang baik terutama di dacrah yang padat pcnduduknya. Penggunaan air limbah rumah tangga untuk penyiraman sayur-sayuran di kebun dekat rumah memberikan dampak negatif terhadap kesehatan yang lcbih kecil, dcngan catatan genangan air harus dihindari untuk rnencegah berkembangbiaknya nyamuk.
Limbah adalah hasil sisa aktifitas manusia yang tidak terpakai, salah satunya adalah sisa buangan zat cair, apabila limbah tersebut tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pencemar yang dapat mengancam kesehatan. Dalam rangka peningkatan kesehatan lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas memberikan bantuan stimulan berupa dana pembuatan Sarana Pengolahan Air Limbah (SPAL) rumah tangga. Tujuan dari pemberian stimulan tersebut untuk meningkatkan cakupan SPAL, mengendalikan pencemaran akibat pembuangan air limbah rumah tangga dan menanamkan pentingnya pengelolaan air limbah ruamah tangga sehingga diharapkan secara swadaya dapat berkembang pembangunan SPAL. Seringkali tanpa kita sadari kita telah memiliki kebiasaan yang justru dapat mengganggu keseimbangan lingkungan tersebut, misalnya saja: memasukkan sabun cuci (deterjen) atau karbol wangi ke lubang WC, membuang sisa sabun, bensin, atau apa pun yang bersifat racun dan bisa membunuh semua mikrorganisma (termasuk yang menguntungkan) ke tanah pekarangan kita, dsb. Semua tindakan tersebut, khususnya kalau terjadi secara rutin, akan mengganggu keseimbangan lingkungan, dan pada gilirannya akan menyebabkan terjadinya gangguangangguan yang serius pada lingkungan hidup kita. Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/1642371-mengolah-limbah-rumah-tangga/#ixzz1s6Ut8Mmh

PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH TANGGA


Pencemaran air di Indonesia saat ini semakin memprihatinkan. Pencemaran air dapat diartikan sebagai suatu perubahan keadaan air di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah. Perubahan yang dimaksudkan adalah perubahan kualitas air sehingga air tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Penurunan kualitas air dapat membahayakan manusia, misalnya saja suatu perairan tercemar logam berat seperti merkuri dan lain-lain. Hal ini akan meningkatkan resiko terhadap berbagai penyakit termasuk kanker

Pencemaran perairan di Indonesia juga dipicu oleh adanya peningkatan populasi manusia. Semakin banyak jumlah manusia kebutuhan akan segala sesuatu juga meningkat, terutama kebutuhan tempat hidup. Hal ini berakibat tidak ada lagi tempat untuk penampungan sampah sehingga tempat penampungan air pun menjadi sasaran empuk bagi para pembuang sampah
1. Peningkatan emisi CO2 akibat dari banyaknya kendaraan, penggunaan listrik berlebihan serta buangan industri akan memberi efek peningkatan kadar keasaman laut. Peningkatan CO2 tentu akan berakibat buruk bagi manusia terkait dengan kesehatan pernafasan. Salah satu fungsi laut adalah sebagai penyerap dan penetral CO2 terbesar di bumi. Saat CO2 di atmosfir meningkat maka laut juga akan menyerap lebih banyak CO2 yang mengakibatkan meningkatnya derajat keasaman laut. Hal ini mempengaruhi kemampuan karang dan hewan bercangkang lainnya untuk membentuk cangkang. Jika hal ini berlangsung secara terus menerus maka hewan-hewan tersebut akan punah dalam jangka waktu dekat. Plastik, yang menjadi masalah terbesar dan paling berbahaya. Banyak hewan yang hidup pada atau di laut mengkonsumsi plastik karena kesalahan,karena tak jarang plastik yang terdapat di laut akan tampak seperti makanan bagi hewan laut. Plastik tidak dapat dicerna dan akan terus berada pada organ pencernaan hewan ini, sehingga menyumbat saluran pencernaan dan menyebabkan kematian melalui kelaparan atau infeksi. Plastik

2.

terakumulasi karena mereka tidak mudah terurai, mereka akan photodegrade (terurai oleh cahaya matahari) pada paparan sinar matahari, tetapi hanya dapat terpjadi dalam kondisi kering. Sedangkan dalam air plastik hanya akan terpecah menjadi potongan-potongan yang lebih kecil, namun tetap polimer, bahkan sampai ke tingkat molekuler. Ketika partikel-partikel plastik mengambang hingga seukuran zooplankton dan dikonsumsi oleh hewan lain yang lebih besar, dengan cara inilah plastik masuk ke dalam rantai makanan. Banyak dari potongan plastik ini berakhir di perut burung-burung laut dan hewan laut lain termasuk penyu. Bahan beracun yang digunakan dalam pembuatan bahan plastik dapat terurai dan masuk ke lingkungan ketika terkena air. Racun ini bersifat hidrofobik (berikatan dengan air) dan menyebar di permukaan laut. Dengan demikian plastik jauh lebih mematikan di laut daripada di darat. Kontaminan hidrofobik juga dapat terakumulasi pada jaringan lemak, sehingga racun plastik diketahui mengganggu sistem endokrin ketika dikonsumsi, serta dapat menekan sistem kekebalan tubuh atau menurunkan tingkat reproduksi.

Pencemaran perairan di Indonesia juga dipicu oleh adanya peningkatan populasi manusia. Semakin banyak jumlah manusia kebutuhan akan segala sesuatu juga meningkat, terutama kebutuhan tempat hidup. Hal ini berakibat tidak ada lagi tempat untuk penampungan sampah sehingga tempat penampungan air pun menjadi sasaran empuk bagi para pembuang sampah. 4. Pencemaran air di berbagai penampungan air seperti sungai, danau dsb sebagian besar diakibatkan oleh ulah manusia sendiri. Sikap manusia yang kurang bertanggung jawab terhadap lingkungan yang dengan seenak hati membuang sampah ke penampungan air tanpa memikirkan apa akibat jangka panjang akibat perbuatannya tersebut. Berdasarkan asal limbahnya, pencemara air dapat digolongkan menjadi limbah pemukiman, limbah pertanian, dan limbah industri termasuk pertambangan. 5. Limbah pemukiman mempunyai pengertian segala bahan pencemar yang dihasilkan oleh daerah pemukiman atau rumah tangga. Limbah pemukiman ini bisa berupa sampah organic seperti kayu, daun dan sampah nonorganic seperti plastic, logam, dan deterjen. Limbah pertanian mempunyai pengertian segala bahan pencemar yang dihasilkan aktifitas pertanian seperti penggunaan pestisida dan pupuk. Sedangkan limbah industri mempunyai pengertian segala bahan pencemar yang dihasilkan aktifitas industri yang sering menghasilkan bahan berbahaya dan beracun (B3). http://alamendah.wordpress.com/2010/08/01/pencemaran-air-di-indonesia/ Saat ini jumlah air bersih semakin berkurang. Beberapa daerah di Indonesia mengalami masalah mendapatkan air bersih. Seharusnya ini tak perlu terjadi mengingat wilayah Indonesia terdiri dari 78 % perairan dari keseluruhan luas wilayah Indonesia. Sangatlah lucu jika Negara ini mengalami kekurangan air. Tapi itulah yang terjadi pada kita saat ini. Masalahnya bukan pada kuantitas tetapi kualitas air yang akan kita konsumsi. Apakah berbahaya atau tidak air yang kita minum tersebut? Apakah air tersebur baik untuk kesehatan kita? Masalah tersebut tidak akan selesai hanya dengan memikirkan cara yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut akan tetapi dengan sedikit tindakan kita paling tidak sudah mencegah hal itu bertambah buruk. Adapun beberapa tindakan kecil yang dapat kita lakukan adalah : 1. Tidak membuang sampah pada saluran air Apapun bentuk sampah atau limbah nya, kita tidak seharusnya membuangnya di saluran air karena pada hakikatnya air yang terdapat dalam saluran air akan meresap ke dalam sumur-sumur kita. Dapat kita bayangkan bahwa kita secara tidak langsung meracuni diri kita sendiri. Hal ini sama saja kita bunuh diri. Meskipun hal ini mudah dilakukan, perlu kesadaran diri sendiri untuk melakukannya. Masyarakat Indonesia sepertinya belum memiliki kesadaran yang cukup untuk tidak membuang sampah pada aliran air. Hal ini terbukti masih banyaknya sungai-sungai yang
3.

dipenuhi sampah, juga mengenai wacana akan dialirkannya lumpur Lapindo ke laut. Hal ini benar-benar tindakan bunuh diri secara nasional. 2. Kebiasaan mengolah Yang dimaksudkan dengan kebiasaan mengolah diatas adalah kita tidak hanya mengolah apa yang dihasilkan oleh alam akan tetapi kita juga mengolah apa-apa yang kita hasilkan. Limbah salah satunya. Dengan pengolahan limbah yang baik dan benar akan mengurangi limbah yang kita buang ke alam khususnya ke tempat penampungan air. Adapun cara mengolah limbah telah umum kita ketahui dengan 3R yakni Reuse, Recycle, dan Reduce. Untuk limbah cair kita tidak mungkin mengolahnya menggunakan cara Reuse, hal ini dikarenakan limbah cair yang dihasilkan pastilah mengandung berbagai zat yang berbahaya selain itu limbah cair tak lagi berwarna bening seperti air biasanya. Berkaitan dengan pengolahan air limbah rumah tangga terlebih dahulu kita ketahui jenis air limbahnya apakah itu bersifat organic atau nonorganic. Dengan hal ini kita dapat mengetahui cara tepat untuk mengatasi masalah limbah ini. Untuk limbah cair organic kita dapat menggunakannya untuk menyiram tanaman di kebun kita. Hal ini dapat mengurangi penggunaan air bersih yang tersedia, selain itu air organic mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tanaman. Adapun yang termasuk sebagai limbah cair organic yakni : air limbah cucian beras, air bekas cucian sayur-mayur dan buah, air bekas rendaman kedelai (dalam industry pembuatan tempe dan tahu dan lain-lain. Limbah cair non organic merupakan limbah cair yang mengandung bahan-bahan kimia sintetis seperti air bekas cucian baju, air bekas cucian piring dan lain-lain. Untuk limbah cair jenis ini tidak dapat digunakan untuk penyiraman tanaman kita karena kandungan kimia didalam nya tidak dapat diuraikan oleh tumbuhan sehingga nantinya akan kita memasukkan bahan-bahan kimia tersebut jika kita memakan bagian tanaman yang kita siram dengan limbah cair ini. Untuk itu berikut cara-cara pengolahan air limbah : 1. Pengolahan air limbah dengan menggunakan membrane bioreactor Alat ini terdiri dari membrane yang menggunakan teknologi mikrofiltrasi yang tidak memerlukan desinfektan untuk menghilangkan mikroba yang terdapat pada air limbah. Meskipun
daya penyaringannya tinggi, akan tetapi harga dari alat ini sangatlah mahal makadari itu alat ini hanya digunakan di Negara-negara maju yang perekonomiannya tumbuh dengan pesat.

2. Pengelolaan air limbah menggunakan saluran air kotor dan bak peresapan Adapun pembuatan saluran ini harus memperhatikan ketentuan sebagai berikut ; Tidak mencemari sumber air minum yang ada di daerah sekitarnya baik air dipermukaan tanah maupun air di bawah permukaan tanah.
a. b. c. d. e.

Tidak mengotori permukaan tanah. Menghindari tersebarnya cacing tambang pada permukaan tanah. Mencegah berkembang biaknya lalat dan serangga lain. Tidak menimbulkan bau yang mengganggu.

Konstruksi agar dibuat secara sederhana dengan bahan yang mudah didapat dan murah.
f.

a.

b.

c.

d.

e.

Jarak minimal antara sumber air dengan bak resapan 10 m. Berbeda dengan pengolahan menggunakan membrane bioreactor, pembuatan saluran ini merupakan pengolahan yang sederhana ialah pengelolaan dengan menggunakan pasir dan bendabenda terapung melalui bak penangkap pasir dan saringan. Benda yang melayang dapat dihilangkan oleh bak pengendap yang dibuat khusus untuk menghilangkan minyak dan lemak. Lumpur dari bak pengendap pertama dibuat stabil dalam bak pembusukan lumpur, di mana lumpur menjadi semakin pekat dan stabil, kemudian dikeringkan dan dibuang. Pengelolaan sekunder dibuat untuk menghilangkan zat organik melalui oksidasi dengan menggunakan saringan khusus. Pengelolaan secara tersier hanya untuk membersihkan saja. Cara pengelolaan yang digunakan tergantung keadaan setempat, seperti sinar matahari, suhu yang tinggi di daerah tropis yang dapat dimanfaatkan. Pengolahan air dengan metode ini lebih murah dan juga mudah. Adapun proses pengolahannya adalah sebagai berikut : Pengolahan Awal (Pretreatment) Tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and grit removal, equalization and storage, serta oil separation. Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment) Pada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Letak perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung. Proses yang terjadi pada pengolahan tahap pertama ialah neutralization, chemical addition and coagulation, flotation, sedimentation, dan filtration Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment) Pengolahan tahap kedua dirancang untuk menghilangkan zat-zat terlarut dari air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa. Peralatan pengolahan yang umum digunakan pada pengolahan tahap ini ialah activated sludge, anaerobic lagoon, tricking filter, aerated lagoon, stabilization basin, rotating biological contactor, serta anaerobic contactor and filter. Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment) Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga ialah coagulation and sedimentation, filtration, carbon adsorption, ion exchange, membrane separation, serta thickening gravity or flotation. Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment) Lumpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion, pressure filtration, vacuum filtration, centrifugation, lagooning or drying bed, incineration, atau landfill. Pemilihan proses yang tepat didahului dengan mengelompokkan karakteristik kontaminan dalam air limbah dengan menggunakan indikator parameter yang sudah ditampilkan di tabel di atas. Setelah kontaminan dikarakterisasikan, diadakan pertimbangan secara detail mengenai aspek ekonomi, aspek teknis, keamanan, kehandalan, dan kemudahan peoperasian. Pada akhirnya, teknologi yang dipilih haruslah teknologi yang tepat guna sesuai dengan
g.

karakteristik limbah yang akan diolah. Setelah pertimbangan-pertimbangan detail, perlu juga dilakukan studi kelayakan atau bahkan percobaan skala laboratorium yang bertujuan untuk: 1. Memastikan bahwa teknologi yang dipilih terdiri dari proses-proses yang sesuai dengan karakteristik limbah yang akan diolah. 2. Mengembangkan dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk menentukan efisiensi pengolahan yang diharapkan. 3. Menyediakan informasi teknik dan ekonomi yang diperlukan untuk penerapan skala sebenarnya. Sekarang ini berkembang penemuan baru tentang pemanfaatan air limbah menjadi sumber energy. Berawal dari seminar teknologi fuel cell yang baru saja diikutinya, Gerardine Botte, seorang associate profesor teknik kimia dan biomolekuler di Russ College of Engineering and Technology, mendapatkan ide untuk menghasilkan hidrogen dengan metode elektrolisa air. Meski metode yang digunakan masih menggunakan elektrolisa, tetapi Botte membawanya selangkah lebih maju. Ide yang dibawa Botte memang menggunakan metode yang tidak baru lagi, tetapi alih-alih menggunakan air bersih, Botte berpikir untuk memanfaatkan air limbah. Menurut Botte, ammonia yang biasanya banyak terdapat dalam air limbah bisa dipisahkan untuk kemudian diubah menjadi hidrogen. Riset yang dihasilkannya merupakan teknologi fuel cell pertama yang menggunakan amonia. Teknologi yang dinamakan sel elektrolit amonia tersebut bisa menghasilkan hidrogen sesuai kebutuhan. Artinya, pada saat diperlukan hidrogen langsung bisa dihasilkan. Selain itu dengan menggunakan teknologi tersebut, efisiensi dalam menghasilkan hidrogen juga lebih baik dibandingkan dengan elektrolisa air. energi yang diperlukannya juga hanya sebesar 5% jika dibandingkan elektrolisa air untuk menghasilkan hidrogen. Amonia sendiri merupakan sumber terbarukan. Menurut Botte, setidaknya di Amerika Serikat sebanyak 5 juta ton amonia setiap tahunnya mengalir ke saluran pembuangan dalam bentuk urin manusia ataupun hewan. Saat ini berdasar idenya, beberapa riset juga dilakukan di Ohio University dengan cabang-cabang elektrolisa amonia yang lebih spesifik untuk aplikasinya pada kendaraan dan rumah tinggal.