Anda di halaman 1dari 11

VULVOVAGINITIS

Rima Larasati

Nunna Hummerbandit

DEFINISI

Vulvitis adalah inflamasi vulva akut (Sinklair, Webb. 1992) Vaginitis (colpitis) adalah infeksi pada vagina yang disebabkan oleh berbagai bakteri, parasit atau jamur (Manuaba. 2001) Vulvovaginitis adalah peradangan vulva dan vagina

Etiologi : Vulvitis Hygiene yang


kurang seperti pada wanita yang gemuk dan tua. Gonococcus. Candida albicans. Trichomonas.

Klasifikasi & Manifestasi Klinis Vaginitis Trichomonas


Vulvovaginitis
Terdapat keputihan encer sampai kental. Kekuning-kuningan. Gatal dan terasa membakar. Berbau. Terdapat dispareunia.

Vaginitis Candida
albicans, Trichomonasvagi nalis, Neisseria gonorrhoeae, Hemophilus

Vulvitis. a. Infeksi kulit b. Infeksi kelenjar


bartolini.

PATOFISIOLOGIS

Bila keseimbangan mikroorganisme berubah, maka organisme yang berpotensi patogen, yang merupakan bagian flora normal, misalnya C.albicans pada kasus infeksi monolia serta G. vaginalis dan bakteri anaerob pada kasus vulvovaginitis non spesifik berproliferasi sampai suatu konsentrasi yang berhubungan dengan gejala. Pada mekanisme lainnya, organisme ditularkan melalui hubungan seksual dan bukan merupakan bagian flora normal seperti Trichomonas vaginalis dan Nisseria gonorrhoea dapat menimbulkan gejala .

PENATALAKSANAAN

Medis:
o

Farmakologis etiologinya Non Farmakologis

disesuaikan dengan

Tingkatkan personal hygiene

ASUHAN KEPERAWATAN

PENGKAJIAN

Wawancara :
o o o

Kaji tentang aktivitas seksual Kaji tentang gaya hidup Kaji tanda dan gejala subyektif, lamanya gejala, serta pengobatan yang telah dilakukan.

Pemeriksaan Fisik
Penampilan vulva Penampilan secret vagina Penampilan serviks Rabas vagina, vesikel/ luka, demam dan nyeri

Bobak (2004) dan Taber (1994)

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Hiperthermi berhubungan dengan adanya proses infeksi. Nyeri berhubungan dengan adanya lesi, vasodilatasi local. Kurang pengetahuan pasien tentang transmisi, pencegahan, infeksi, perilaku seks yang aman, penatalaksanaan dan penyebab infeksi berhubungan dengan kurangnya informasi. Ansietas berhubungan dengan efek yang dipersepsikan pada hubungan seksual. Perubahan pola eliminasi urine berhubungan dengan adanya edema/ nyeri. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan garukan pruritus. Resiko terjadinya penularan berhubungan dengan proses penyakit. Resiko tinggi disfungsi seksual berhubungan dengan nyeri/ kekhawatiran terjadinya penularan. Gangguan rasa nyaman : pruritus b.d erupsi dermal mukosa vagina
Bobak (2004) dan Taber (1994)

INTERVENSI

Diagnosa Keperawatan : Gangguan rasa nyaman: Nyeri b.d Lesi, vasodilatasi local. Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan nyeri berkurang Kriteria Hasil :

Pasien tidak mengeluh nyeri Pasien dapat mengatasi rasa nyeri

Intervensi

:
: untuk memberikan rasa nyaman dan untuk mencegah infeksi lebih

Usahakan agar daerah sekitar vagina tetap kering.


Rasional lanjut. Rasional Rasional Rasional

Batasi pergerakan pada daerah yang terinfeksi.

: mencegah penyebaran infeksi dan mengurangi nyeri. : mencegah penyebaran/ pelebaran infeksi. : mempercepat proses penyembuhan.

Hindari kontak langsung/ menggaruk pada daerah yang terinfeksi.

Kolaborasi pemberian salep antibiotik.

CONTS

Diagnosa Keperawatan : Gangguan rasa nyaman : pruritus b.d erupsi dermal mukosa vagina Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan gangguan pruritus dapat diminimalisir Kriteria hasil : pruritus berkurang Kelembaban mukosa vagina dalam batas normal Intervensi : 1. Beritahu pasien untuk tidak menggaruk bagian yang gatal Rasional : garukan akan menyebabkan terjadinya lesi 2. Anjurkan pasien untuk memberi kompres dingin pada bagian yang gatal Rasional : Kompres dingin akan melembabkan mukosa dan meredakan prutitus berlebihan 3. Kolaborasi dengan tim medis pemberian salep atau obat kortikosteroid Rasional : obat kortikosteroid dapat meredakan gatal.

THANKS