BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Transfusi darah merupakan pemberian infuse seluruh darah atau suatu komponen darah dari suatu individu (donor) ke individu lain (resipien). Yang terpenting di klini adalah transfuse sel darah merah. Kecocokan antara antigen sel darah merah donor dan antibody plasma resipien harus dipastikan (dijamin), kalau tidak reaksi hemolitik yang potensial fatal bias terjadi. Perubahan baru-baru ini dalam pemakaian komponen darah spesifik juga telah memberikan ketegasan pada trombosit, zat hemostatik, koloid protein plasma dan immunoglobulin.2 Transfusi darah merupakan salah satu bagian penting pelayanan kesehatan modern. Bila digunakan dengan benar, transfusi dapat menyelamatkan jiwa pasien dan meningkatkan derajat kesehatan. Indikasi tepat transfusi darah dan komponen darah adalah untuk mengatasi kondisi yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas bermakna yang tidak dapat diatasi dengan cara lain.(1) Transfusi darah telah menjadi faktor utama dalam memperbaiki dan mempertahankan kualitas hidup bagi pasien-pasien penderita kanker, gangguan hematologi, dan cedera yang berhubungan dengan trauma dan pasien-pasien yang telah menjalani prosedur bedah mayor. Transfusi darah mencakup pemberian infus seluruh darah atau suatu komponen darah dari satu individu (donor) ke individu lain (resipien) meskipun transfuse darah penting untuk mengembalikan homeostasis, transfusi darah dapat membahayakan. Banyak komplikasi dapat ditimbulkan oleh terapi komponen darah, contohnya reaksi heolitik akut yang kemungkinan mematikan, penularan penyakit infeksi (hepatitis, AIDS) dan reaksi demam. Kebanyakan reaksi transfusi yang mengancam hidup diakibatkan oleh identifikasi pasien yang tidak benar atau pembuatan label sampel darah atau komponen darah yang tidak akurat, menyebabkan pemberian darah yang tidak inkompatibel. Pemantauan pasien yang menerima darah dan komponen darah dan pemberian produk-produk ini adalah tanggung jawab keperawatan. Komponen darah harus

(3) Di Amerika Serikat dan Kanada.1 WHO Global Database on Blood Safety melaporkan bahwa 20% populasi dunia berada di negara maju dan sebanyak 80% telah memakai darah donor yang aman. Jumlah pendonor di negeri tercinta ini kurang lebih 310 ribu orang.(4) Di Indonesia.3 juta kantong darah. sedangkan 80% populasi dunia yang berada di negara berkembang hanya 20% memakai darah donor yang aman. berpengalaman. sekitar 4. dan dilatih dengan baik dan mengikuti pedoman organisasi dan badan-badan yang telah diakreditasi dalam memberikan terapi komponen darah. persiapan komponen. Setiap dua detik dibutuhkan satu transfusi darah. termasuk golongan darah. (2) indikasi transfusi darah dan komponen darah yang tepat. Sebanyak 80 persen sumbangan darah itu berasal dari donor sukarela dan sisanya dari donor pengganti. pengumpulan darah hanya dari donor sukarela dari populasi risiko rendah. jumlah pendonor darah di negeri kita ini lebih dari satu juta orang. sifilis dan lainnya. Namun. dan jumlahnya cukup memenuhi kebutuhan nasional. Diperkirakan rasio penyumbangan darah itu baru terjadi pada tingkat enam orang per 1. diperkirakan setiap tahun berhasil dikumpulkan 1. dan indikasi cara alternatif transfusi. penyimpanan dan transportasi darah/komponen darah.(4) . virus hepatitis. mengurangi transfusi darah yang tidak perlu dengan penentuan indikasi transfusi darah dan komponen darah yang tepat. mudah didapat. Kurang lebih satu dari tujuh orang yang dirawat di rumah sakit membutuhkan transfusi darah.000 penduduk Indonesia. Idealnya. Strategi tersebut terdiri dari pelayanan transfusi darah yang terkoordinasi secara nasional. uji kompatibilitas. antara lain HIV. harga terjangkau. serta pelayanan laboratorium yang baik di semua aspek.diberikan oleh personel yang kompeten. menurut data Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI).(2) Faktor keamanan dan keefektifan transfusi bergantung pada 2 hal yaitu (1) tersedianya darah dan komponen darah yang aman.5 juta orang membutuhkan transfusi darah setiap tahun.(2) WHO telah mengembangkan strategi untuk transfusi darah yang aman dan meminimalkan risiko tranfusi. pelaksanaan skrining terhadap semua darah donor dari penyebab infeksi. tidak diperoleh angka pasti berapa sebenarnya kebutuhan darah setiap tahunnya.

Tujuan Penulisan o Untuk mengetahui apa itu transfusi darah o Untuk mengetahui komponen-komponen darah apa yang terkandung didalam darah transfusi o Untuk dapat memisahkan komponen-komponen darah transfusi . Rumusan Masalah Menjelaskan bagaimana transfusi darah dan komponen-komponen darah.B. C.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3. zat hemostatik.2 . koloid protein plasma dan immunoglobulin.1 DEFENISI Transfusi darah merupakan pemberian infuse seluruh darah atau suatu komponen darah dari suatu individu (donor) ke individu lain (resipien). Kecocokan antara antigen sel darah merah donor dan antibody plasma resipien harus dipastikan (dijamin). kalau tidak reaksi hemolitik yang potensial fatal bias terjadi. Perubahan barubaru ini dalam pemakaian komponen darah spesifik juga telah memberikan ketegasan pada trombosit. Yang terpenting di klini adalah transfuse sel darah merah.

Dr. Dua tahun kemudian. filsuf. Jean Baptiste Denis. seorang dokter. ahli anatomi dari inggris. Richard Lower. yaitu kematian anak tersebut dan ia sendiri dikenai tuduhan pembunuhan.3.2 SEJARAH TRANSFUSI Pada tahun 1665. berusaha melakukan tranfusi darah pertamakali pada manusia. Hasilnya adalah bencana. Ia mentransfusikan darah seekor anak kambing kedalam tubuh pasien yang berumur 15 tahun. Sejak saat . dan astronom dari Perancis. berhasil mentransfusikan darah seekor anjing pada anjing yang lain.

P. Ia berhasil melakukannya setelah ia menemukan alat transfuse darah secara langsung. dan RAPH. sampai dangan tahun 1999.3 3.(d) Harus diulang atau diperiksa dengan Rho (D) typing (saline . SC (Scianna). CO (Colton). XG. James Blundell dari rumah sakit St. ilmuwan dari Wina. IN. RH. DO (Dombrock). maka akan terjadi penggumpalan sel darah merah. Lower itu baru bisa digunakan secara umum setelah tahun 1901. CH/RG. GE. YT (Cartwright). FY (Duffy).itu terjadi stagnansi panjang dalam bidang transfuse darah terapan. dan ia mengingatkan bahwa hanya darah manusia yang dapat ditransfusikan pada manusia. jika jenis-jenis darah yang dicampurkan tidak cocok. CROM. KEL (Kell). KN. Pada tahun itu. Thomas and Guy berhasil melakukan transfuse darah dari manusia ke manusia yang pertama kali. LE (Lewis). anti-A. DI (Diego). Tetapi.B Tabel 2. OK. MNS.4 System golongan darah yang diperiksa dalam pelaksanaan transfuse darah secara rutin adalah system ABO dan Rhesus yang cara penggolongannya secara praktis dapat dilihat pada table 1 dan 2. yang akan berlanjut pada kerusakan masing-masing darah tersebut. Sekitar 150 tahun kemudian. tematnya tahun 1818. anti-B. Penggolongan darah berdasarkan system ABO4 Golongan darah A B AB O Antigen A B A dan B Tidak ada Antibodi Anti-B Anti-A Tidak ada Anti-A.3 GOLONGAN DARAH Sejak ditemukannya system ABO oleh Landsteiner pada 1900.4 Tabel 1. JK (Kidd). Penggolongan darah berdasarkan system rhesus4 Anti Rho (D) Positif Negatif Positif Kontrol Rh Negatif Negatif Positif Tipe Rh D+ D. Dr. alat yang diciptakan oleh Dr. LU (Lutheran). Menurut temuan ini. karl Landsteiner. Symbol untuk keduapuluh lima system golongan darah tersebut adalah ABO. System golongan darah terdiri dari satu atau lebih antigen yang ditentukan baik oleh gen tunggal atau sebuah cluster dari dua atau lebih gen homolog yang berkaitan erat dimana benar-benar tidak terjadi rekombinasi diantara gen-gen tersebut. LW. XK.menurut internasional society of nlood transfuse (ISBT) terdapat 25 sistem golongan darah dan lebih dari 250 antigen golongan darah yang telah diidentifikasi. H. berhasil menemukan jenis-jenis darah.

tube test) 3.4 KOMPONEN DARAH .

sehingga diperoleh sel darah merah dengan nilai hematokrit 60-70 %. Suhu simpan antara 1-6 0C.1 Sel darah merah Pekat Dengan Sedikit Leukosit (Packed Red Blood Cell Leukocytes Reduced) Setiap unit sel darah merah pekat mengandung 1-3 x 109 leukosit. leukosit. American Association of Blood bank Standard for Transfusion Services menetapkan bahwa sel darah merah yang . Satu unit kantong darah lengkap berisi 450 ml darah dan 63 ml antikoagulan. leukosit. Di Indonesia satu kantong darah lengkap berisi 250 ml darah dengan 37 ml antikoagulan. dan sedikit plasma. bila menggunakan antikoagulan CPDA maka masa simpan dari sel darah merah ini 35 hari dengan nilai hematokrit 70-80 %. Menurut masa simpan invitro ada 2 macam darah lengkap yaitu darah segar dan darah baru. trombosit dan plasma. Sedangkan bila menggunakan antikoagulan CPD selama 21 hari.4 3. sedangkan dengan CPD adenine (CPDA) adalah 35 hari. pada pemakaian sitrat fosfat dektrose (CPD) lama simpan adalah 21 hari. Darah segar yaitu darah yang disimpan sampai 48 jam.4 3. Volume diperkirakan 150-300 ml tergantung besarnya kantung darah yang dipakai. Sel darah merah ini didapat dengan memisahkan sebagian besar plasma dari darah lengkap. sedang darah baru yaitu darah yang disimpan sampai dengan 5 hari. lama simpan dari darah lengkap ini tergantung dari antikoagulan yang dipakai pada kantong darah. trombosit.1 Darah Lengkap (Whole Blood) Darah lengkap ini berisi sel darah merah. sel darah merah ini disimpan pada suhu 1-6 0C. dengan masa sel darah merah 100-200 ml.1 Sel Darah Merah Pekat (Packed Red Blood Cell) Sel darah merah pekat berisi eritrosit.3.

dengan filtrasi atau degliserolisasi sel darah merah yang disimpan beku. produk ini memungkinkan transfuse trombosit yang cocok pada pasien dengan antibody terhadap trombosit.1 Sel Darah Merah Pekat Beku Yang Dicuci (Packed Red Blood Cell Frozen. Satu kantong trombosit pekat yang diperoleh dengan cara tromboforesis seorang donor darah berisi sekitar 3. maka kandungan sel darah merah kurang dibandingkan dengan sel darah merah pekat biasa. demikian pula hematokrit kurang lebih 70-80%.4 3. pencairan dan pencuciannya ada sel darah merah yang hilang maka kandungan sel darah merah minimal 80% dari jumlah sel darah merah pekat asal. menurunkan konsentrasi leukosit. Tergantung dari jenis mesin yang dipakai. Karena pada proses penyimpanan beku. Proses pencucian dapat menggunakan larutan glukosa dan salin. Suhu simpan 1-6 0C dan tidak boleh digunakan lebih dari 24 jam karena proses pencucian biasanya memakai system terbuka. Packed Red Blood Cell Deglycerolized) sel darah merah beku ini dibuat dengan penambahan gliserol suatu sediaan krioprotektif terhadap darah yang usianya kurang dari 6 hari.4 . pencucian sel darah merah dengan garam fisiologis. beberapa leukosit dan sel darah merah serta plasma. Bila pemisahan leukosit dilakukan dengan memakai kantong ganda (system tertutup) masa simpannya sama dengan darah lengkap asalnya. setara dengan 6 kantong trombosit yang berasal dari donor darah biasa.1 Sel Darah Merah Pekat Cuci (Packed Red Blood Cell Washed) Sel darah merah yang dicuci dengan normal salin memiliki hematokrit 70-80 % dengan volum 180 ml. Sel darah ini dapat diperoleh dengan cara pemutaran.3 x1011 trombosit.4 3. Satu kantong trombosit pekat yang berasal dari 450 ml darah lengkap dari seorang donor berisi kira-kira 5.5x1011 trombosit dengan volum sekitar 50 ml. tapi bila dengan pencucian/filtrasi (system terbuka) produk ini harus dipakai secepatnya (dalam 24 jam).1 Trombosit Pekat (Concentrate Platelets) Berisi trombosit. volum berkisar antara 150-400 ml. Karena pembuatannya biasanya dilakukan dengan system terbuka maka komponen ini hanya dapat disimpan dalam 24 jam dalam suhu 1-6 0C. Trombosit pekat ini dapat diperoleh dengan cara pemutaran (sentrifugasi) darah lengkap segar atau dengan cara tromboforesis.disebut dengan sedikit leukosit jika kandungan leukositnya kurang dari 5x106 leukosit/unit. dan trombosit serta debris. pencucian dengan salin membuang hamper seluruh plasma (98%). sedang masa simpan tergantung pada cara pembuatannya. Darah ini kemudian dibekukan pada suhu -650C atau -2000C (tergantung sediaan gliserol) dan dapat disimpan selama 10 tahun. Karena pada pembuatannya ada sel darah merah yang hilang.4 3.4 Suhu simpan 1-6 0C.

1 Plasma Segar Beku (Fresh Frozen Plasma = FFP) Plasma digunakan untuk mengganti kekurangan factor koagulasi.1 Kriopresipitat Faktor Anti Hemofilik (Cryopresipitated AHF) Kriopresipitat AHF adalah konsntrat plasma protein tertentu. suhu simpan dari sediaan ini 20-24 0C dan harus segera ditransfusikan. Plasma segar beku ini berisi plasma.4 3.4 3.4 3.4 3. sejumlah limfosit. trombosit beberapa sel darah merah dan sedikit plasma. disimpan pada suhu simpan -18 0C atau lebih rendah dengan masa simpan 1 tahun. trombosit. dan mungkin sedikit hidroksietil starch (HES) dengan volum 200-300 ml. limfosit. Komponen yang masih berpresipitasi tersebut adalah kriopresipitat. sedangkan trombosit dengan sedikit leukosit mengandung leukosit hanya 8. Plasma ini dipisahkan dari darah lengkap yang kemudian dibekukan dalam waktu 8 jam setelah pengambilan darah dari donor.Trombosit ini dapat disimpan pada suhu 20-40 0C dengan kantong darah biasa yang diletakkan pada rotator/agitator yang selalu berputar/bergoyang.5x108/unit trombosit. stabil. 25-50 ml sel darah merah. Konsentrate factor VIII ini dibuat dengan proses fraksinasi dari plasma yang dikumpulkan dan dibekukan segera setelah pengambilan darah. semua factor pembekuan stabil dan labil.4 3. Suhu simpan adalah minus 180C atau lebih rendah dengan lama simpan 1 tahun dengan volum sekitar 10-15 ml. berisi granulosit.1 Konsentrat Faktor IX . Semua produk dibuat steril. sedangkan dengan kantong darah khusus dengan cara penyimpanan yang sama trombosit dapat disimpan selama 5 hari.4 3. trombosit dapat disimpan selama 3 hari.1 Granulosit Feresis (Granulocytes Pheresis) Diperoleh dengan cara sitafaresis dari donor tunggal.1 Trombosit Dengan Sedikit Leukosit (Platelets Leukocytes Reduced) Trombosit berisi leukosit sekitar 0.1 Konsentrat Faktor VIII (Factro VIII consentrate) Konsentrate factor VIII dibuat dari plasma manusia atau diproduksi melalui teknologi rekombinan.3x105/unit. dibuat dengan mencairkan plasma segar beku pada suhu 4 0C selama 12-14 jam atau pada circulating water bath 4 0C selama 75 menit dan kemudian memisahkan komponen yang masih berpresipitasi pada suhu tersebut dengan cara pemutaran. Setiap unit mengandung sekitar 1.0x1010 granulosit. Volume sekitar 200-250 ml. murni dan beku kering. komplemen dan protein plasma.

4 3. Sediaan ini merupakan larutan steril dengan konsentrasi protein kurang lebih 16. produk ini mempunyai beberapa kelemahan yaitu pada pemberiannya diperlukan waktu 4-7 hari untuk mencapai kadar puncak dalam plasma.4 Fraksi protein plasma adalah produk yang sama dengan albumin hanya dalam pemurniannya lebih kurang dibandingkan dengan albumin dalam proses fraksinasi.1 Immunoglobulin Immunoglobulin biasanya dibuat melalui proses fraksinasi dengan etanol dingin dari plasma yang dikumpulkan. terdapat dua sediaan yaitu IM dan IV. stabil dan kering beku sebagai hasil dari fraksinasi plasma yang dikumpulkan.Dua konsentrat F IX sekarang tersedia sebagai hasil rekombinan.4 3.1 Albumin Dan Fraksi Protein Plasma Albumin merupakan derivate plasma yang diperoleh dari darah lengkap atau plasmafaresis. Perdarahan akut sampai Hb < 8gr% atau Ht <30%. terdiri dari 96 % albumin dan 4 % globulin dan beberapa protein lain yang dibuat dengan proses fraksinasi alcohol dingin. Sediaan IV dosis 120 ug dan 300 ug telah disetujui oleh FDA untuk supresi imun terhadap antigen D dan untuk pengobatan ITP.kalau hanya menaikan volume intravascular saja cukup dengan koloid atau kristaloid.5 INDIKASI TRANSFUSI Transfusi darah umumnya >50% diberikan pada saat perioperatif dengan tujuan untuk menaikkan kapasitas pengangkutan oksigen dan volume intravascular. Sediaan IM saat ini diberikan hanya untuk profilaksis. Berisi immunoglobulin G (IgG) dengan sedikit IgA dan IgM. X dan beberapa protein. Kompleks F IX merupakan sediaan yang mengandung selain F IX juga sejumlah F II.1 Rh Immune Globulin RhIG dibuat dari plasma yang dikumpulkan dan mengandung IgG anti D.4 3.4 3. Sediaan ini steril. Fraksi protein plasma ini mengandung 83 % albumin dan 17 % globulin. Derivate ini kemudian dipanaskan 600C selama 10 jam sehingga bebas virus. Terdapat dua sediaan yakni intramuscular (IM) dan intravena (IV).5 Indikasi transfuse darah ialah :5 1. Pada sediaan IM. . dosis maksimum yang dapat diberikan dibatasi oleh massa otot dan pada pemberiannya menyebabkan nyeri.5 g/dl. VII.

HIV-AIDS. Lain-lain Demam.hipotensi. Bakteri ( Stafilokok.citrobakter) c. inptropik. 4.pada pasien anestesi ditandai oleh demam. 5.jika jumlah transfuse <5% volume darah. Reaksi hemolitik Kekerapan 1:6000 akibat destruksi eritrosit-donor oleh antibosi resipien dan sebaliknya. Berikan oksigen 100% Diuretika manitol 50 mg atau furosemid (lasix)10-20 mg. Bedah mayor kehilangan darah > 20% volume darah.perdarahan merembes di daerah operasi.edema paru non-kardial. intoksikasi. purpura.anafilaksis.reaksi tak begitu gawat. 3. Naikkan tekanan darah dengan koloid. 3.Pada orang tua. Antihistamin Steroid dosis tinggi Jika perlu’exchage transfusion’ Periksa analisa gas dan Ph darah5 .spasme bronkus dan selanjutnya Hb-uria.kelainan paru. 8.yesteria.jika perlu tambah vasokonstriktor.ikterus dan ‘renal shut down “5 2.CMV) b. Stop transfuse 2. 7.takikardi tak jelas asalnya.7 PENANGGULANGAN REAKSI TRANSFUSI 1.kelainan jantung Hb < 10 g/dll.urtikaria. Infeksi a. 6.kristaloid.5 3.syok.6 KOMPLIKASI 1. Virus (hepatitis. Parasit (malaria)5 2. 2.

Timbangan darah 5. Darah Lengkap dalam kantong double/triple 2. Hand sealer 3. Electric sealer 4.BAB III LAPORAN KEGIATAN DI RUANG KOMPONEN DARAH TRANSFUSI 3. Refrigerated Centrifuge .1 ALAT DAN BAHAN DI RUANG KOMPONEN DARAH 1. Balance 6.

2 PENGOLAHAN KOMPONEN DARAH DALAM KANTONG GANDA DUA • Pilihan Komponen Darah : • • Modifide Whole Blood (WB) Thrombocyte Concentrate (TC) . Tempat Sampah 3. Plasma Extractor 8. Gunting 10. Arteri Klem 9. Freezer -30°C dn -50°C 11.7.

Seimbangkan darah berikut mangkok centrifuge pada balance 3. tempatkan darah WB pada plasma extractor dengan perlahan agar darah tidak bercampur kembali.• Prosedur Kerja : 1. jepit. Angkat mangkok centrifuge perlahan. buka selang penghubung antara kantong utama dengan kantong satelit 6. Tempatkan Mangkok centrifuge yang sudah seimbang ke dalam centrifuge dengan posisi berhadapan kantong sejajar kuping cup 4. Identifikasi kantong Satelit dengan : • • • • Nomor Kantong Golongan Darah Tanggal Pengambilan / Pembuatan Jenis Komponen Darah 2.3 PENGOLAHAN KOMPONEN DARAH DALAM KANTONG GANDA TIGA . suhu 22°C selama 15 menit 5. Putar 375 XG. Alirkan plasma (PRP) kedalam 3.

3.4 HASIL PRAKTIKUM .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful