Anda di halaman 1dari 8

ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS HIPERTIROIDISME

A. PENGERTIAN Hipertiroidisme adalah suatu sindrome klinis atau lebih tepat dikatakan suatu kelompok sindrome yang disebabkan peninggian hormon tiroksin yang tidak terikat dalam sirkulasi darah (IPD, 1992). Hipertiroidisme adalah tiroktoksitosis sebagai akibat produksi tiroid itu sendiri (mansjoer, 2001:594). Hipertiroidisme adalah kehamilan dengan penyakit grave, merupakan penyakit auto imun dimana sejenis imunoglobulin yanng terikat dengan reseptor hormon pemicu tiroid akan menyebabkan biositesis dan sekresi tiroid secara berlebihan. Tirotoksikosis ialah manifestasi klinis kelebihan hormon tiroid yang beredar dalam sirkulasi. Hipertiroidisme adalah tirotoksikosis yang diakibatkan oleh kelenjar tiroid yang hiperaktif. Dengan kata lain hipertiroid terjadi karena adanya peningkatan hormon tiroid dalam darah dan biasanya berkaitan dengan keadaan klinis tirotoksikosis. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hipertiroid adalah kelebihan hormon tiroid yang tidak terikat (bebas) di dalam darah yang diakibatkan oleh peningkatan kerja dari kelenjar tiroid.

B. ETIOLOGI 1. Lebih dari 90% Hipertiroidisme disebabkan penyakit grave dan nodul tiroid toksik. 2. Kehamilan dengan golongan usia 40 tahun.

C. PATIFISIOLOGI Pada penyakit grave terjadi peningkatan long acting tiroid stimulator sehingga antibody sel folikuler tiroid meningkat. Sedangkan pada kehamilan dengan usia 40 tahun ke atas akan terjadi peningkatan hormone tiroid yang dipacu oleh adanya stress dan penurunan turn of rate T3 + T4 bebas atau tiroidotironin yang akan menstimulasi FSH dan terjadi hiperplasi kelenjar tiroid.

D. PATHWAY

Penyakit grave

Kehamilan usia 40 tahun

Antibodi sel folikuler

Stress dan turn off rate T3 dan T4

Long acting tiroid

Stimulasi TSH

Hiperplasi kelenjar tiroid

hormon tiroid
kehamilan

Hipetiroidisme Mudah stres, gugup, emosi labil


Perubahan status kesehatan

Perubahan sirkulasi darah

Gangguan SSP

Hipermetabolisme

Mual muntah

Denyut jantung kuat, aritmia


aktivitas

Perubahan aktivitas hipothalamus

Peristaltik usus

Malas makan, nafsu makan

Absorbsi usus Rentan terhadap panas Intake nutrisi Hipersekresi cairan dan elektrolit
hipermetabolisme

Gelisah, khawatir, cemas

Istirahat dan tidur

(Nadi, RR, TD sistole) , tremor

Keringat berlebih dan mudah haus Mudah lapar Feses encer

BB , Hb

Mudah lelah Cemas Kelemahan

kehamilan

BAB > 3x/hari

Mual muntah Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

Gangguan pola tidur

Intoleransi aktivitas

Diare

Malas makan

E. MANIFESTASI KLINIS Penurunan BB, kelemahan, keletihan, apatis, gugup, lemah otot, palpitasi, pembesaran tiroid, an ovulasi, amenore, keringat berlebih, tremor otot, takikardi, hiperaktifitas, hipertensi sistolik, limfadenopati, splennomegali, pembengkakan pada ujung jari tangan.

E . PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Basal metabolism rate. 2. EKG: melihat takikardi, mungkin fibrilasi atrium. 3. Scaning: memperlihatkan konsentrasi yodium radioaktif yang ditahan tiroid bertambah. 4. Pemeriksaan darah yang mengukur kadar HT (T3 dan T4), TSH, dan TRH akan memastikan diagnosis keadaan dan lokalisasi masalah di tingkat susunan saraf pusat atau kelenjar tiroid.

F. PENATALAKSANAAN 1. Kenali dan tatalaksana kehamilan dengan Hipertiroid sedini dan segera mungkin. 2. Lakukan terapi imunoasay kadar hormone tiroid untuk diagnosis dan penatalaksanaan. 3. Rawat inap untuk pilihan medikamentosa dan dosis, kemudian lakukan rawat jalan secara terjadwal untuk memelihara kondisi. 4. Atasi komplikasi terhadap kehamilan maupun metabolik. 5. Penanganan abortus, janin mati, persalinan preterm lakukan d RS. 6. Makanan diet tinggi kalori protein dan vitamin. 7. Obat obat propiltiourasil 100 mg 3x sehari 8. Obat anti tiroid: pengobatan untuk wanita hamil trimester kedua yang memerlukan antitiroid dosis besar 9. Tirah baring dilakukan untuk mengurangi aktivitas yang berlebihan dan kestabilan emosi

G . KOMPLIKASI 1. Krisis tiroid 2. Abortus

3. Janin mati dalam kandungan 4. Premature 5. Kerusakan system saraf pusat 6. BBLR 7. Tiroksikosis pada periode neonates 8. Penurunan libido 9. Ginekomastia 10. Hipokalsemi 11. Hiperkalsemi 12. Fibrilasi atrium 13. Nefrokalsinosis dan eksofttalmus

H. ASUHAN KEPERAWATAN 1. Pengkajian a. Aktivitas / istirahat Insomnia , sensitive meningkat ,otot lemah , kelelahan berat, letih, malaise b. Sirkulasi Palpitasi , nyeri dada, disritmia, peningkatan tekanan darah, takikardi saat istirahat c. Eliminasi Urin jumlah banyak,perubahan dalam feses,diare d. Integritas ego Mengalami stress yang berat fisik maupun emosional,emosi labil,depresi e. Makanan / cairan Kehilangan BB yang mendadak, nafsu makan meningkat, makan banyak,

kehausan, mual muntah f. Neurosensori Bicara cepat dan parau, gangguan status mental,perilaku seperti bingung , disorientasi, gelisah, tremor, halus pada tangan, hiperaktif reflek tendon dalam g. Nyeri/kenyamanan Nyeri orbital,fotofobia h. Pernafasan Frekuensi pernapasan meningkat,takipnoe, dipsnoe, edema

i. Keamanan Tidak toleran terhadap panas, keringat yang berlebihan, suhu meningkat di atas 37,4C, lesi eritema, iritasi pada konjungtiva j. Seksualitas Penurunan libido, hipominore, impotensi.

2. Diagnosa Keperawatan a. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan kurangnaya

masukan disbanding keburuhan metabolosme sekunder terhadap laju matabolisme yang meningkat b. Resiko terhadap penurunan curah jantung berhubunagan dengan terjadi komplikasi c. Resiko cidera berhubungan dengan tremor, stimulasi SSP yang berlebih d. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan keletihan sekunder terhadap akibat laju metabolosme yang berlebihan

3. Intervensi Diagnosa Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan kurangnya masukan disbanding kebutuhan metabolisme sekunder terhadap laju metabolisme meningkat Intervensi a. Auskultasi bising usus b. Catat adanya anoreksi,kelemahan umum, mual, muntah c. Pantau masukan makanan setiap hari dan timbang BB d. Dorong pasien untuk makan dan meningkatkan peristaltic usus yang

Diagnosa Resiko terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan terjadi komplikasi Intervensi a. Pantau tekanan darah b. Pantau cpv jika pasien menggunakannya c. Pantau adanya nyeri dada d. Kaji nadi saat pasien tidur

e. Pantau EKG

Diagnosa Resiko cidera berhubungan dengan tremor, stimulasi ssp yang berlebihan Intervensi a. Pantau tanda vital b. Pertrahankan penghalang tempat tidur terpasang c. Pantau kadar kalsium darah d. Beri obat sesuai indikasi

Diagnosa Intoleransi aktifitas berhubungan dengan keletihan sekunder terhadap akibat laju metabolism yang berlebihan. Intervensi a. Kaji tanda vital b. Catat perkembanga takipno, dipsnoe, pucat dan sianosis c. Ciptakan lingkungan yang nyaman d. Sarankan pada pasien untuk mengurangi aktifitas dan meningkatkan istirahat.

4. Implementasi Implementasi disesuaikan dengan intervensi

5. Evaluasi a. Nutrisi adekuat b. Penurunan curah jantung tidak terjadi c. Cidera tidak terjadi d. Aktifitas adekwat

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2009. hipertiroidisme.html. Purwaningsih, Wahyu dan Siti Fatmawati. 2010. Asuhan Keperawatan Maternitas. Yogyakarta : Nuha Medika. Doengoes, M.E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Edisi 3. Alih Bahasa: Monica Ester. Jakarta : EGC. NANDA, 2005. Panduan Diagnosa Keperawatan NANDA 2005-2006 : Definisi dan Klasifikasi. Indonesia : Prima Medika. http://tiarsblog.blogspot.com/2009/02/asuhan-keperawatan-