Anda di halaman 1dari 19

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.

com

Cara Mudah Menyusun Instrumen Penelitian


Orang bilang, menyusun instrumen penelitian itu tidaklah mudah, orang juga bilang kalau penelitian itu begitu sulit, bahkan banyak orang meminta bantuan orang lain untuk menyusun instrumen penelitian mereka dengan harga yang tidak sedikit. Lewat blog ini, Anda akan tahu bahwa tidak ada yang sulit di dunia ini, tergantung bagaimana cara anda menyikapinya, maksud saya harus ada keinginan untuk berbuat (belajar dan belajar...), sama seperti halnya, bahwa tidak ada yang gratisan di dunia ini, kecuali udara dan sinar matahari yang jumlahnya melimpah. Lantas bagaimana caranya menyusun instrumen penelitian? Langkah-langkah berikut akan membantu Anda untuk lebih mudah memahami apa yang kita bicarakan disini: 1. Lakukan pengkajian literatur sebanyak mungkin terkait dengan variabel atau masalah yang ingin anda teliti. 2. Dari sekian banyak teori yang ada dalam literatur yang anda baca itu, tidak semuanya dipasang dalam landasan teori, tetapi teori yang mana yang menurut anda lebih sesuai untuk anda gunakan dalam penelitian anda (untuk penelitian kuantitatif), tetapi kalau penelitian kualitatif, teori-teori yang anda baca ini hanya sebagai pengarah saja, karena kita tidak bertujuan untuk menguji teori yang ada, namun lebih cenderung bertujuan untuk melahirkan teori baru yang dibangun berdasarkan fakta/data. 3. Dari teori-teori yang anda peroleh melalui kajian literatur tersebut, di dalamnya pasti menyangkut unsur atau elemen atau dimensi-dimensi yang membangun teori tersebut, misalnya teori kinerja guru. Kinerja Guru ini memiliki dimensi-dimensi yang membangunnya seperti : (a) kualitas kerja, (b) kecepatan dan ketepatan, (c) inisiatif, (d) kemampuan, dan (e) komunikasi. (penulis mengacu kepada teorinya Mitchell (1978). dan pastikan bahwa anda juga melakukan hal ini dengan baik. sekali lagi pilih salah satu teori yang menurut anda dapat mendukung penelitian anda. 4. Jabarkan dimensi-dimensi tersebut ke dalam sub dimensi atau indikator-indikator (penunjuk). 5. Setelah itu buatlah pertanyaan untuk masing-masing indikator Ke lima langkah ini sebenarnya sama dengan langkah menyusun kisi-kisi instrumen. Nah itu dia, sebelum menyusun instrumen jangan lupa, agar pekerjaan anda lebih terarh dan terukur, buatlah dulu kisi-kisi (rancangan) instrumen anda. Selanjutnya langkah yang berikutnya adalah: 6. Lakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap tes atau kuesioner yang sudah anda buat pada point 5. 7. Validitas adalah kemampuan alat ukur (instrumen) untuk mengukur apa yang hendak diukur dalam hal ini kinerja guru, sedangkan reliabilitas adalah keajegan, ketetapan, alat ukur bila digunakan untuk mengukur hal yang sama pada kondisi atau tempat yang berbeda. 8. Dari point 6, anda akan tahu mana soal yang baik dan tidak baik, soal-soal yang baik inilah yang akan anda gunakan sebagai instrumen dalam penelitian anda.

Muhammad Ali Gunawan

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com CONTOH APLIKASI: 1. Pengertian Kinerja Untuk melihat hakikat kinerja guru, terlebih dahulu dikemukakan pandangan para pakar tentang apa sebenarnya kinerja itu. Whitmore (1997:104) mengemukakan bahwa kinerja adalah pelaksanaan fungsifungsi yang dituntut dari seseorang. Pengertian ini menurut Whitmore merupakan pengertian yang menuntut kebutuhan paling minim untuk berhasil. Oleh karena itu, ia mengemukakan pengertian kinerja yang dianggap representatif untuk menggambarkan tanggung jawab yang besar dari pekerjaan seseorang. Menurutnya, kinerja yang nyata jauh melampaui apa yang diharapkan, yakni kinerja yang menetapkan standar-standar tertinggi orang itu sendiri, selalu standar yang melampaui apa yang dimaui atau diharapkan orang lain. Dengan demikian menurut Whitmore, kinerja adalah suatu perbuatan, suatu prestasi atau apa yang diperlihatkan seseorang melalui keterampilan nyata. Bertolak dari pandangan Whitmore di atas, kinerja menuntut adanya

pengekspresian potensi seseorang, dan pengekspresian ini menuntut pengambilan tanggung jawab atau kepemilikan yang menyeluruh. Jika tidak, maka hal itu tidak akan menjadi potensi seseorang, tetapi sebagian akan menjadi miliki orang lain. Oleh karena itu, pengarahan dari pimpinan, dalam hal ini kepala sekolah, akan menjadi penting dalam rangka mengoptimalkan potensi seseorang. Pengarahan dari pimpinan, misalnya dalam bentuk memerintah, menuntut, memberikan instruksi, membujuk dengan ancaman yang jelas atau tersembunyi. Tidak bisa menghasilkan kinerja optimum yang tahan lama, walaupun mungkin bawahan bisa menjalankan pekerjaan itu.

Muhammad Ali Gunawan

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com Pandangan lain, seperti dikemukakan Ptricia King (1993:19) bahwa kinerja adalah aktivitas seseorang dalam melaksanakan tugas pokok yang dibebankan kepadanya. Mengacu dari pandangan ini, dapat diinterpretasikan bahwa kinerja seseorang dihubungkan dengan tugas rutin yang dikerjakannya. Sebagai seorang guru, misalnya, tugas rutinnya adalah melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah. Hasil yang dicapai secara optimal dari tugas mengajar itu merupakan kinerja seorang guru. Berbeda dengan pendapat Patricia King, pakar lain Mitchall Terence (1978) memandang bahwa kinerja atau performance merupakan hasil interaksi atau berfungsinya unsur-unsur motivasi, kemampuan, dan persepsi pada diri seseorang. Pandangan yang hampir senada dikemukakan McDaniel (Dokumen internet, t.t: 2) yang mengemukakan bahwa kinerja adalah interaksi antara kemampuan seseorang dengan interaksinya. Berdasarkan pandangan ini dapat ditegaskan bahwa kinerja merupakan penjumlahan antara kemampuan dan motivasi kerja yang dimiliki seseorang. Dalam kaitannya dengan kinerja guru, kinerja mereka dapat terrefleksi dalam tugasnya sebagai seorang pengajar dan sebagai seorang pelaksana administrator kegiatan mengajarnya. Atau dengan kata lain, kinerja guru dapat dilihat pada kegiatan merencanakan, melaksanakan, dan menilai proses belajar mengajar yang intensitasnya dilandasi etos kerja dan disiplin profesional guru. Mengacu dari tugas yang berkaitan dengan kinerja guru sebagaimana disebutkan di atas, dapat dikemukakan bahwa terdapat dua tugas guru yang dijadikan acuan kinerja guru. Kedua tugas itu adalah tugas yang berkaitan dengan kegiatan proses pembelajaran, dan tugas yang berkaitan dengan penataan, perencanaan yang berkaitan dengan tugas pembelajaran.

Muhammad Ali Gunawan

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com Kegiatan pembelajaran tersebut dapat dipilah menjadi dua yakni kegiatan mengajar dan kegiatan belajar di mana masing-masing kegiatan tersebut memiliki makna yang berbeda. Kegiatan mengajar dilakukan oleh satu orang guru atau lebih, sedangkan kegiatan belajar dilakukan oleh pebelajar baik secara individu ataupun kelompok. Untuk melihat lebih jauh perbedaan kedua konsep tersebut, Degeng (1989:5) mendefinisikan kedua istilah tersebut sebagai berikut, pengajaran adalah upaya membelajarkan siswa, sedangkan belajar adalah pengkaitan pengetahuan baru pada struktur kognitif yang sudah dimiliki siswa. Dengan demikian, kegiatan pengajaran merupakan kegiatan guru untuk mengorganisir berbagai sumber belajar, yang dalam pandangan Association for Educational Communication and Technology (AECT) (lihat Satgas Definisi dan Terminologi AECT, 1986:2) yang menyatakan sumber belajar tersebut meliputi (a) pesan, (b) orang, (c) bahan, (d) peralatan, (e) teknik, dan (f) latar atau lingkungan. Sedangkan kegiatan belajar pada prinsipnya adalah upaya bagaimana memberikan sesuatu pengetahuan terbaru kepada siswa dengan jalan mengaitkannya dengan sejumlah pengetahuan yang telah mereka miliki. Berdasarkan analisis kegiatan mengajar dan belajar sebagaimana disebutkan ini, makin jelas tugas guru tidaklah ringan, tetapi merupakan tugas rutin yang merupakan suatu proses mencakup serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi antara guru dan siswa merupakan suatu keniscayaan. Dalam hal ini, interaksi mempunyai arti luas, tidak sekadar hubungan antara guru dan siswa, tetapi merupakan interaksi yang edukatif, di mana di dalamnya terjadi penanaman sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar.

Muhammad Ali Gunawan

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com Bagi Entwistle (1981), mengajar merupakan suatu usaha guru dalam mengelola perhatian dan waktu siswa yang dimulai dari awal sampai akhir di dalam kelas. Peranan guru dalam mengelola proses belajar mengajar, (dalam Carin, 1997), antara lain adalah sebagai fasilitator, yang berusaha menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif sehingga memungkinkan berlangsungnya proses pembelajaran, mengembangkan bahan belajar dengan baik, dan meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar agar tujuan belajar dapat dicapai. Penciptaan kondisi belajar yang memungkinkan tercapainya tujuan pembelajaran tersebut, bagi guru tidak cukup hanya meningkatkan profesionalisme semata dalam arti penguasaan keahlian di bidang studi yang diajarkannya, akan tetapi juga dituntut agar guru mampu melakukan administrasi penunjang kegiatan pembelajaran. Dengan kemampuan profesionalisme guru dalam arti keahlian bidang studi serta kemampuan menata administrasi penunjang pembelajaran, dapat diprediksi bahwa kinerja guru yang bersangkutan adalah baik. Berdasarkan beberapa pengertian yang diungkap di atas, dapat dikatakan bahwa kinerja guru adalah interaksi antara kemampuan seseorang guru dengan interaksinya sebagai tenaga pendidik dan pengajar yang dengan kemampuan itu ia dapat mengelola proses belajar mengajar secara maskimal.

2. Aspek-aspek Kinerja Guru Mengacu pada dua bidang tugas guru yang dikemukakan serta pandangan atas kinerja di atas, maka Mitchell (1978) merinci cakupan wilayah kinerja atas 5 faktor dominan, yakni (a) kualitas kerja, (b) kecepatan dan ketepatan, (c) inisiatif, (d)

Muhammad Ali Gunawan

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com kemampuan, dan (e) komunikasi. Selanjutnya, menurut Tollah (1993:78), terdapat tiga kriteria dasar yang berkaitan dengan kinerja guru, yaitu: (1) proses, (2) karakteristikkarakteristik guru, dan (3) hasil atau produk yaitu perubahan sikap siswa. Dalam proses belajar mengajar, kinerja guru dapat dilihat pada kualitas kerja yang dilakukan berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar yang mengacu pada kompetensi guru yang profesional. Dalam hal ini, indikator kinerja guru yang lebih gayut dalam tulisan ini adalah seperti dirumuskan dalam Lokakarya Pendidikan Nasional (Tollah, 1993) yang meliputi: (1) menguasai bahan, (2) mengelola proses belajar mengajar, (3) mengelola kelas, (4) menggunakan media atau sumber belajar, (5) menguasai landasan pendidikan, (6) merencanakan program pengajaran, (7) memimpin kelas, (8) mengelola interaksi belajar mengajar, (9) melakukan penilaian hasil belajar siswa, (10) menggunakan berbagai metode dalam pembelajaran, (11) memahami dan melaksanakan fungsi dan layanan bimbingan penyuluhan, (12) memahami dan menyelenggarakan administrasi sekolah, dan (13) memahami dan menafsirkan hasil-hasil penelitian untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

Muhammad Ali Gunawan

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com

KISI-KISI INSTRUMEN KINERJA GURU

Dalam landasan teori telah dipaparkan bahwa kinerja mutlak dimiliki guru sekolah menengah atas, agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. Kinerja guru tersebut dapat dilihat dalam lima dimensi yang disertai indikator sebagai berikut:

1. Dimensi Kualitas Kerja Indikator: a. Merencanakan program pengajaran dengan tepat; b. Melakukan penilaian hasil belajar dengan teliti; c. Berhati-hati dalam menjelaskan materi ajaran; d. Menerapkan hasil penelitian dalam pembelajaran. 2. Dimensi Ketepatan/Kecepatan Kerja Indikator: a. Menerapkan hal-hal yang baru dalam pembelajaran; b. Memberikan materi ajar sesuai dengan karakteristik yang dimiliki siswa; c. Menyelesaikan program pengajaran sesuai dengan kalender akademik. 3. Dimensi Inisiatif Dalam Bekerja Indikator: a. Menggunakan media dalam pembelajaran; b. Menggunakan berbagai metode dalam pembelajaran; c. Menyelenggarakan administrasi sekolah dengan baik;

Muhammad Ali Gunawan

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com d. Menciptakan hal-hal yang baru yang lebih efektif dalam menata administrasi sekolah.

4. Dimensi Kemampuan Dalam Bekerja Indikator: a. Mampu dalam memimpin kelas; b. Mampu mengelola interaksi belajar mengajar; c. Mampu melakukan penilaian hasil belajar siswa; d. Menguasai landasan pendidikan

5. Dimensi Komunikasi Indikator: a. Melaksanakan layanan bimbingan belajar; b. Mengkomunikasikan hal-hal yang baru dalam pembelajaran; c. Menggunakan berbagai teknik dalam mengelola proses belajar mengajar; d. Terbuka dalam menerima masukan guna perbaikan pembelajaran.

Instrumen kinerja ini disusun dalam bentuk kuesioner objektif, di mana kepada responden akan diberikan beberapa butir soal dengan lima alternatif jawaban. Selanjutnya responden diminta untuk memilih satu jawaban yang dianggap paling sesuai dengan apa yang mereka rasakan. Materi kuesioner disesuaikan dengan kinerja yang dikaji melalui teori para pakar serta disesuaikan dengan situasi guru sekolah menengah atas yang menjadi subjek uji coba.

Muhammad Ali Gunawan

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com

Tabel 01: Kisi-Kisi Instrumen Kinerja Guru Matematika SMA


Dimensi 1. Kualitas Kerja Indikator a. Merencanakan program pengajaran dengan tepat; b. Melakukan penilaian hasil belajar dengan teliti; c. Berhati-hati dalam menjelaskan materi ajaran; d. Menerapkan hasil penelitian dalam pembelajaran. a. Menerapkan hal-hal yang baru dalam pembelajaran b. Memberikan materi ajar sesuai dengan karakteristik yang dimiliki siswa c. Menyelesaikan program pengajaran sesuai kalender akademik a. Menggunakan media dalam pembelajaran b. Menggunakan berbagai metode dalam pembelajaran c. Menyelenggarakan administrasi sekolah dengan baik d. Menciptakan hal-hal yang baru yang lebih efektif dalam menata administrasi sekolah a. Mampu memimpin kelas b. Mampu mengelola insteraksi belajar mengajar c. Mampu melakukan penilaian hasil belajar siswa d. Menguasai landasan pendidikan a. Melakukan layanan bimbingan belajar b. Mengkomunikasikan hal-hal yang baru dalam pembelajaran c. Menggunakan berbagai teknik dalam mengelola proses belajar mengajar d. Terbuka dalam menerima masukan guna perbaikan pembelajaran Nomor Butir 1,2,3 4,5 6 7 8,11,12 9,13,14 Jumlah Butir 3 2 1 1 3 3

2. Kecepatan/Ketepatan Kerja

15,16,17,18

3. Insiatif Dalam Kerja

19,20,21 22,23,24,25 26,27,28 29,30,31

3 4 3 3

4. Kemampuan Kerja

2 32,33 34,35,36,37,38 5 10 39 40,41 42 43,44 1 1 2 1 2

5. Komunikasi

45,46

Jumlah

46

Muhammad Ali Gunawan

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com

KUESIONER KINERJA GURU


I. PENGANTAR 1. Angket ini diedarkan kepada Anda dengan maksud untuk mendapatkan informasi sehubungan dengan tugas perkuliahan Psikometrika Pendidikan di Jurusan Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA) Singaraja-Bali. Infromasi yang diharapkan disini berkenaan dengan kinerja guru sekolah menengah atas. 2. Informasi yang diperoleh dari Anda sangat berguna bagi kami untuk belajar menganalisis tentang kinerja guru sekolah menengah atas. 3. Data yang kami dapatkan semata-mata hanya untuk kepentingan memenuhi tugas perkuliahan. Untuk itu, Anda tidak perlu ragu untuk mengisi angket ini. 4. Partisipasi Anda memberikan informasi sangat kami harapkan II. PETUNJUK PENGISIAN 1. Sebelum mengisi pertanyaan/pernyataan berikut, kami mohon kesediaan Anda untuk membaca terlebih dahulu petunjuk pengisian ini. 2. Setiap pernyataan pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai dengan keadaan Anda, lalu bubuhkan tanda Check list ( ) pada kolom yang tersedia. 3. Mohon setiap pernyataan dapat diisi seluruhnya. 4. Contoh Pengisian No 1. Pernyataan ALTERNATIF JAWABAN SS S KK K TP

Saya menyiapkan rencana pembelajaran sebelum mengajar

Keterangan : SS = Sangat Sering S = Sering KK = Kadang-kadang K = Kurang TP = Tidak Pernah Misalkan Anda melakukannya sangat sering kegiatan itu, maka pilihan Anda adalah memberikan tanda check list pada kolom SS. Sebagaimana pada contoh ini.

Muhammad Ali Gunawan

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com

III. DAFTAR PERTANYAAN ALTERNATIF JAWABAN SS S KK K TP

No 1. 2.

Pernyataan Sebelum mengajar saya menyiapkan rencana pembelajaran. Rencana pembelajaran, saya susun berdasarkan analisis kemampuan awal siswa Sebelum memulai pengajaran pada awal caturwulan, saya mengadakan tes untuk mengetahui kemampuan awal siswa Menilai pekerjaan siswa saya lakukan secara obyektif Soal-soal yang saya berikan untuk siswa, saya mengambilnya dari bank soal yang sudah ada dan saya sudah pernah ajarkan Dalam menjelaskan materi pembelajaran, saya sangat hati-hati untuk menghindari penjelasan konsep yang keliru. Hasil-hasil penelitian tentang perbaikan pembelajaran yang saya ikuti dalam seminar dan saya baca, saya terapkan dalam pembelajaran. Dalam menjelaskan materi pelajaran saya memberikan contoh-contoh pada kehidupan riil yang dialami siswa seharihari. Saya memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya pada saat menjelaskan materi. Hasil-hasil pekerjaan siswa yang telah dinilai, saya kembalikan sebagai balikan bagi siswa untuk melihat di mana kelemahannya Saya berusaha memberikan materi pelajaran yang mengacu pada buku-buku baru sesuai kurikulum yang berlaku. Saya aktif mengikuti seminar-seminar pembelajaran untuk saya terapkan dalam pembelajaran di kelas. Saya menetapkan materi ajaran berdasarkan karakteristik siswa. Untuk melihat karakteristik siswa, pada

3.

4. 5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13. 14.

Muhammad Ali Gunawan

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com awal semester, saya mengadakan tes kemampuan akademik. 15. Agar materi ajaran dapat diselesaikan sesuai kalender akademik, maka saya membuat rencana pertemuan dari awal sampai akhir. 16. Rencana pertemuan yang telah saya susun, saya usahakan untuk saya minta tepati sehingga materi benar-benar rampung dalam semester itu. 17. Jika saya ada pekerjaan lain di sekolah, ketua kelas saya minta bantuan untuk menyalin materi di papan tulis. 18. Tugas-tugas yang saya berikan kepada siswa, saya kumpulkan tepat waktu dan setelah dinilai dikembalikan lagi kepada siswa. 19. Dalam mengajar saya berusaha menggunakan media pembelajaran. 20. Media pembelajaran yang saya gunakan, saya sesuaikan dengan materi pembelajaran. 21. Jika tidak tersedia media pembelajaran di sekolah, saya berusaha membuat sendiri. 22. Biasanya pembelajaran di kelas saya berikan dalam bentuk kelompok. 23. Tugas-tugas individu saya berikan dalam bentuk pekerjaan rumah. 24. Dalam memberikan materi pelajaran biasanya saya kaitkan dengan kehidupan nyata. 25. Setiap akhir semester, siswa saya ajak wisata ke tempat-tempat bersejarah. 26. Data-data siswa saya atur dengan baik. 27. Data perkembangan belajar siswa biasanya saya atur sendiri, sehingga waktu saya butuhkan tersedia dengan rapi. 28. Satuan pelajaran untuk setiap kali pertemuan, biasanya saya sudah atur dengan baik. 29. Semua buku administrasi kelas sesuai pedoman yang dianjurkan, saya siapkan dengan baik. 30. Biasanya saya mengatur administrasi sekolah dan kelas dengan menciptakan

Muhammad Ali Gunawan

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com cara yang baru yang mudah saya pahami. 31. Buku-buku administrasi pengelolaan kelas yang diminta kepala sekolah saya siapkan dengan baik. 32. Saya berusaha melakukan perbuatan yang menjadi panutan siswa 33. Agar siswa dapat menggunakan waktu belajarnya dengan baik, saya membentuk kelompok belajar siswa dan saya memantau kegiatan itu. 34. Jika ada kelas yang gurunya berhalangan hadir, saya berusaha memberikan tugas untuk mereka kerjakan. 35. Sebelum memulai pelajaran di kelas, biasanya saya mengajarkan siswa untuk berdoa bersama 36. Setiap kali mengajar, saya adakan tanya jawab dengan siswa. 37. Siswa yang dapat menjawab pertanyaan dengan baik, langsung saya katakan bagus anda termasuk anak pintar. 38. Siswa yang kurang mampu mengikuti penjelasan secara bersama-sama di kelas, saya berikan penjelasan secara tersendiri. 39. Dalam pelaksanaan tugas mengajar saya berpedoman pada aturan yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. 40. Saya membuat jadwal tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami masalah dalam belajar. 41. Bagi siswa yang bermasalah dalam pelajaran tertentu, saya adakan bimbingan khusus 42. Siswa-siswa yang pemalu, saya berikan tugas dan hasilnya dibacakan di depan kelas. 43. Dalam mengajar, saya memberikan materi-materi yang baru yang sesuai dengan perkembangan siswa. 44. Saya menggunakan berbagai teknik dalam mengajar, misalnya memulai pelajaran dengan jalan bertanya terlebih dahulu, lalu menjelaskan materinya. 45. Saya selalu minta kepada teman saya untuk menilai segala kekurangan saya

Muhammad Ali Gunawan

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com dalam mengajar. 46. Setiap kali ada masukan untuk perbaikan pengajaran, saya perhatikan dan saya gunakan dalam proses pembelajaran.

VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN KINERJA GURU a. Validitas Isi (Content Validity) Untuk mengetahui tingkat validitas isi (Penilaian pakar terlampir) digunakan rumusan Gregory (2000:98-99):
Validitas.Isi = D A+ B+C + D

Keterangan: A = sel yang menunjukkan kedua penilai/pakar menyatakan tidak relevan

B dan C = sel yang menunjukkan perbedaan pandangan antara penilai/pakar D = sel yang menunjukkan kedua pakar/penilai menyatakan relevan

Format Penilaian Pakar No Dimensi/Indikator Butir Soal Relevan Kurang Relevan

Tabulasi silang (2x2) Pakar I Tidak Relevan Relevan Skor (1-2) Skor (3-4) (A) (B) (C) (D)

Pakar II

Tidak Relevan Skor (1-2) Relevan Skor (3-4)

Muhammad Ali Gunawan

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com Tabulasi Data Hasil Penilaian Pakar

Penilaian Pakar I
Kurang Relevan (skor 1-2) 11,17,24,25,34,42

Penilaian Pakar II
Relevan Skor (3-4) 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10, 11,12,13,14,15,16,18, 19,20,21,23,24,26, 27,28,29,30,31,32,33, 35,36,37,38,39,40,41, 43,44,45,46

Relevan Kurang Relevan Skor (3-4) (skor 1-2) 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10, 17,22,25,34 12,13,14,15,16,18, 19,20,21,22,23,26, 27,28,29,30,31,32,33, 35,36,37,38,39,40,41, 43,44,45,46

Tabulasi silang (2x2) Pakar I Kurang Relevan Relevan Skor (1-2) Skor (3-4) (A) (B) 3 1 (C) (D) 2 40

Pakar II

Kurang Relevan Skor (1-2) Relevan Skor (3-4)


Validitas.Isi = Validitas.Isi =

D A+ B +C + D 40 = 0,869 3 + 1 + 2 + 40

dari hasil perhitungan di atas didapatkan koefisien validitas isi instrumen kinerja guru matematika adalah 0,869 atau dibulatkan menjadi 0,90 Validitas isi yang dianggap memuaskan menurut Cronbach (1970:135) adalah yang tertinggi yang dapat anda peroleh. Hal ini dipertegas lagi dengan pernyataannya bahwa koefisien yang berkisar antara 3,0 sampai dengan 0,50 telah dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap efisiensi suatu lembaga pelatihan (Cronbach, 1970:429). Dengan demikian validitas isi instrumen kinerja guru dapat dikategorikan SANGAT MEMUASKAN

Muhammad Ali Gunawan

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com b. Validitas Butir Validitas butir kuesioner kinerja Guru Matematika SMA dipertimbangkan berdasarkan koefisien korelasi antara skor total dengan skor item. Mengingat kuesioner Kinerja Guru bersifat non tes, maka statistik korelasi yang digunakan adalah statistik korelasi product moment (Guilford, 1973:85) sebagai berikut:
N XY ( X )( Y )
2 2

rxy =

{N X

( X ) N Y 2 ( Y )

}{

Keterangan: X = Skor item Y = Skor Total N = Jumlah responden Kriteria yang digunakan adalah dengan membandingkan harga rxy ke tabel r product moment, dengan ketentuan rxy dikatakan valid apabila rhit > rtabel pada taraf signifikansi 5%. Kuesioner kinerja Guru Matematika ini diujicobakan terhadap 30 orang guru matematika SMA/MA, yaitu: SMAN 1 Sukamulia, SMAN 1 Sikur, SMAN 1 Sakra, SMAN 1 Selong, MA NW Pancor, SMA NW Pancor, dan MA Muallimin NW Pancor. Perhitungannya menggunakan bantuan program Mikrosoft Excel. (Hasil perhitungan terlampir).

Tabel 03: Ringkasan hasil perhitungan uji validitas butir instrumen kinerja guru
No. Item
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

r hitung
0.592 0.477 0.395 0.477 0.395 0.586 0.638 0.321 0.701 0.653

r tabel
0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361

Keterangan
Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Drop Valid Valid

Muhammad Ali Gunawan

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com


11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 0.731 0.592 0.477 0.428 0.586 0.638 0.701 0.330 0.731 0.701 0.757 0.731 0.477 0.343 0.701 0.757 0.731 0.592 0.315 0.395 0.184 0.638 0.701 0.757 0.731 0.701 0.356 0.731 0.731 0.757 0.731 0.701 0.757 0.731 0.586 0.731 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Drop Valid Valid Valid Valid Valid Drop Valid Valid Valid Valid Drop Valid Drop Valid Valid Valid Valid Valid Drop Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa item soal yang valid sebanyak 40 item soal, yaitu : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 19, 20, 21, 22, 23, 25, 26, 27, 28, 30, 32, 33, 34, 35, 36, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 45, dan 46. Sedangkan item soal yang dinyatakan tidak valid (drop) sebanyak 6 item soal yaitu butir nomor: 8, 18, 24, 29, 31, dan 37

Muhammad Ali Gunawan

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com c. Reliabilitas Butir Instrumen Kinerja Guru Untuk mengetahui tingkat keajegan (reliabilitas) kuesioner kinerja guru matematika dilakukan dengan membuang item yang tidak valid, selanjutnya ditentukan dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach (Suharsimi, 1996:104) sebagai berikut:
2 2 k SDt SDi r11 = SDt2 k 1

Keterangan: k SDt2 SDi2 = banyaknya butir tes = Varian skor total = Varian skor butir ke-i

Perhitungannya dengan menggunakan bantuan program Mikrosoft Excel. (Hasil perhitungan terlampir) Tabel 04: Ringkasan Hasil Perhitungan Uji Reliabilitas Butir Intrumen Kinerja Guru Matematika
Jumlah Butir (k) 40 Varian Total ( SD
2 t )

Varian Butir ( SDi ) 0.67 0.81 1.17 0.81 1.17 0.70 1.58 0.82 0.83 0.81 0.67 0.81 1.32 0.70 1.58 0.82 0.81 0.82 0.71 0.81 0.81
2

SD

2 i

565.77

35.11

Muhammad Ali Gunawan

Authorized by: www.forumpenelitian.blogspot.com


0.82 0.71 0.81 0.67 1.17 1.58 0.82 0.71 0.81 0.82 0.81 0.81 0.71 0.81 0.82 0.71 0.81 0.70 0.81

Nilai yang diperoleh dari tabel di atas, dimasukkan ke dalam rumus Alpha Cronbach : 2 2 k SDt SDi r11 = SDt2 k 1

40 565.77 35.11 r11 = = 0.96 565.77 40 1


Dari hasil perhitungan di atas didapat r11 = 0,96 dengan menggunakan kriteria derajat reliabilitas alat ukur yang digunakan yaitu: kriteria yang dibuat oleh J. Guilford (1973), sebagai berikut:

r11 0,20

derajat reliabilitas Sangat Rendah

0,20 r11 0,40 derajat reliabilitas Rendah 0,40 r11 0,60 derajat reliabilitas Sedang 0,60 r11 0,80 derajat reliabilitas Tinggi 0,80 r11 1,00
derajat reliabilitas Sangat Tinggi

Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa reliabilitas alat ukur yang digunakan tersebut dikategorikan SANGAT TINGGI.

Muhammad Ali Gunawan