PROYEKSI EKONOMI MAKRO 2011-2015: Masukan bagi Pengelola BUMN Biro Riset LMFEUI

Indonesia memiliki sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam berbagai bidang usaha. Kendati, tidak seperti swasta yang berorientasi profit murni, BUMN sebagai entitas usaha tetap harus berupaya mampu bersaing dengan pelaku usaha lainnya agar tidak terhanyut arus persaingan. Salah satu faktor yang menentukan adalah kecermatan pengelola dalam membaca perkembangan bisnis di masa mendatang. Perkembangan bisnis sudah tentu tidak terlepas dari perkembangan ekonomi secara makro. Karena itu, Lembaga Management FEUI yang banyak berkecimpung dalam pengembangan usaha BUMN melakukan analisis proyeksi perkembangan ekonomi makro dalam beberapa tahun ke depan sebagai masukan dalam meurumuskan kebijakan usaha. Perkembangan Permintaan Pasar Pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu indikator, dalam beberapa tahun terakhir berada pada kisaran lima hingga enam persen per tahun, kecuali mengalami penurunan pada 2009, saat terkena imbas oleh krisis finansial. Pertumbuhan ekonomi yang stabil menggambarkan kecenderungan yang stabil dalam peningkatan belanja masyarakat. Keadaan ini mengindikasikan pasar yang kondusif. Tabel 1. Perkembangan Beberapa Indikator Makroekonomi
Indikator Pertumbuhan PDB PDB (Triliun Rp) Inflasi IHK Nilai Tukar (RP/$) Rata-rata Discount Rate/BI Rate (Akhir Periode) 2004 5.0 2,296 6.40 8,940 7.4 2005 5.7 2,774 17.11 9,713 12.8 2006 5.5 3,339 6.60 9,167 9.8 2007 6.3 3,951 6.59 9,140 8.0 2008 6.2 4,951 11.06 10,950 10.8 2009* 4.5 5,613 2.78 9,400 6.5 2010* 5.8-6.1 6,254 6.96 8,978 6.5 2011** 6.4 7,020 5.3 9,200 6.5

Sumber: Data BPS dan BI, *Data bersifat sementara dan perkiraan, **Asumsi APBN 2011

Iklim pasar yang positif juga didukung oleh besarnya Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam tataran teknis, PDB adalah proksi dari laba operasi dunia usaha), yaitu sekitar Rp 6.300 triliun (2010) yang diperkirakan naik menjadi sekitar Rp 7.000 triliun (2011). Kegiatan ekonomi ini ditunjang pengendalian inflasi. Meski pengaruh kenaikan harga bahan bakar internasional jelas terlihat, seperti pada 2005 dan 2008, namun inflasi masih dapat terkendali pada tahun berikutnya, yaitu di bawah dua digit. Pengendalian inflasi mendorong kestabilan pada nilai tukar dan suku bunga. Nilai tukar bergerak dalam kisaran Rp 8.900-9.000 per dolar AS, kecuali pada saat shock finansial (2008). Demikian pula rujukan suku bunga, BI Rate, yang bertengger pada 6.5 % dalam tiga tahun terakhir.

1

Pada gambar ini diperlihatkan efek dari dua krisis terhadap sektor-sektor ekonomi (periode 1989 hingga 2009).4 PROP 1997-2001 Monetary Crisis 2002-2006 Normal 2007-2009 Financial Crisis MANF Average Growth GDP 6. perkembangan sektoral ekonomi dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini. meskipun pertumbuhannya cenderung tidak stabil. Sektor manufaktur (warna biru tua) dan pertambangan (warna merah) juga elastis. Selanjutnya. Kondisi ini juga terjadi pada semua sektor ekonomi. 2 . makin kecil makin baik) untuk setiap periode. Meskipun mengalami sedikit penurunan. krisis moneter menghantam pertumbuhan ekonomi (warna biru muda). Pada akhir 1990-an. Pertumbuhan kedua sektor ini tidak saja menurun tetapi juga menjadi tidak stabil. pertumbuhan ekonomi masih di atas 4 %. Dua kolom yang sebelah kanan memperlihatkan perbandingan pertumbuhan ekonomi dan sektor-sektor ekonomi antara periode normal (2002-2006) dan periode krisis moneter (2007-2009). Pertumbuhan sektor-sektor ekonomi tidak terganggu krisis finansial.7 0. Sumbu ordinat adalah rata-rata pertumbuhan dalam periode tersebut.00 MINING AGR -3.Kebijakan moneter ini pada satu sisi diharapkan tetap mendukung peningkatan permintaan pasar. Efek elastisitas tersebut berbeda pada perbandingan krisis normal dengan krisis finansial pada 2008-2009. Efek Krisis pada Indikator Makroekonomi (1) 1989-1996 Normal 15. Sektor yang paling terpukul atau sangat elastis adalah sektor property (warna kuning). Hanya sektor pertanian (warna hijau) yang inelastis.5 0. Gambar 1.5 0. tetap bertumbuh dan cenderung stabil. Sumbu absis adalah earning stability (coefficient of variation. dan pada pihak lain masih dapat mengendalikan inflasi. CV.5 Stability 0. Dua kolom yang sebelah kiri memperlihatkan perbandingan pertumbuhan ekonomi dan sektor-sektor ekonomi antara periode normal (1989-1996) dan periode krisis moneter (1997-2001).5 Sumber: LM-FEUI Gambar 1 menjelaskan elastisitas beberapa sektor ekonomi terhadap goncangan ekonomi atau krisis. Pertumbuhannya drastis menjadi negatif.

5 Tabel 2 menunjukkan keseimbangan pendapatan nasional atau keseimbangan permintaan dan penawaran agregat.5 0.5 0. sedangkan PDB menurut nilai tambah lapangan usaha menggambarkan sisi penawaran dunia usaha. komponen lain pada PDB menurut pengeluaran cenderung tidak stabil. Sektor-sektor ekonomi tersebut cenderung tidak terpengaruh oleh krisis finansial. dan sektor infrastruktur (warna kuning).4 UTILITIES TRANS&COM 1997-2001 Monetary Crisis 2002-2006 Normal 2007-2009 Financial Crisis Average Growth GDP 6. Secara grafis. namun terhadap sektor-sektor ekonomi yang berbeda. dan sumbu ordinat menggambarkan stabilitas pertumbuhan (coefficient of variation. seperti pada Tanaman Bahan Makanan. dan Pertambangan Non-Migas (Batubara dan mineral lainnya). Pertumbuhan permintaan diproksi dengan menggunakan pertumbuhan PDB menurut pengeluaran.Gambar 2 menjelaskan kondisi yang sama seperti pada penjelasan gambar sebelumnya. sektor transportasi dan komunikasi (warna hijau). Gambar 3 hingga Gambar 6 memperlihatkan perkembangan sektor-sektor ekonomi. Efek tersebut tidak terlalu terlihat pada PDB menurut lapangan usaha. pertumbuhan ekonomi yang berada di atas pertumbuhan penduduk. Kuadran kanan-atas berisikan sektor-sektor ekonomi yang bertumbuh di atas pertumbuhan agregat dengan kecenderungan pertumbuhan yang stabil (prospektif).7 Sumber: LM-FEUI 0. Pertambangan Migas. absolut semakin kecil semakin baik). bahkan mengalami pertumbuhan yang meningkat.5 0. Selanjutnya. Elastisitas sektor perdagangan (warna merah). kondisi tersebut berbeda pada perbandingan periode normal (2002-2006) dan krisis finansial (2007-2009). mendorong peningkatan pada PDB per kapita.00 TRADE -3. Efek Krisis pada Indikator Makroekonomi (2) 1989-1996 Normal 15. cenderung elastis pada perbandingan periode normal (1989-1996) dan krisis moneter (1997-2001). Lawannya. Kecuali komponen konsumsi yang cenderung stabil. Terlihat pada tabel tersebut bahwa peningkatan pertumbuhan berbeda menurut komponen. kuadran kiri-bawah berisikan sektor- 3 . Sumbu absis menggambarkan rata-rata pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. CV. Namun. dan beberapa sangat terpukul oleh krisis finansial. Gambar 2. Semakin besar ilustrasi visual “bola” menggambarkan kontribusi yang besar terhadap PDB.

1 4.4 10.0 10.2 15.3 5.7 10.8 6.1 2.2 2. Perkembangan Sektor Primer pada PDB Sumber: Diolah dan diestimasi LM-FEUI dari data BPS (2011) 4 .2 21.9 14.7 4.0 8.0 6. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.8 8. pertumbuhan agregat dengan Tabel 2.9 6. Pertumbuhan Permintaan dan Penawaran Usaha Indikator PDB menurut Pengeluaran (dalam %) Konsumsi Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto Ekspor Barang dan Jasa Impor Barang dan Jawa PDB menurut Lapangan Usaha (dalam %) Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik.9 16.7 13.8 -4.2 5.0 9.510 1.7 5.2 6.938 4.4 2.5 6.7 3.1 13. dalam dolar AS 2004 2005 2006 2007 2008 2009* 5.676 1.8 7.9 16.3 12.6 17.4 5.1 6.029 1.663 3.1 1.667 2.590 Sumber: Data BPS dan BI (data 2009 masih sementara) Gambar 3.9 4.3 3.sektor ekonomi yang bertumbuh di bawah kecenderungan pertumbuhan yang tidak stabil.2 4.610 1.7 13.5 6.5 1.3 8.4 8.9 7.318 3.3 7.4 1.5 5.5 9.2 -0. dan Jasa Perusahan Jasa-jasa PDB per Kapita.7 3.5 26. dalam ribu Rp PDB per Kapita.1 15.4 2.3 6.6 5.0 14.7 4.0 6.196 2. Persewaan.2 12.7 5. Gas dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.4 14.4 17.3 7.270 4.0 8.4 24.262 2.1 -0.1 4.7 10.6 8.8 0.2 8.5 6.6 6.5 8.5 5.4 7.5 8.6 5.8 3.

meski bertumbuh stabil namun cenderung rendah. Sektor-sektor yang prospektif. sehingga sulit untuk diprediksi pertumbuhan masa depan. cenderung bertumbuh rendah dan tidak stabil. dan Perikanan. Sektor yang cenderung bertumbuh rendah dan tidak stabil adalah sektor Angkutan Rel dan sektor Angkutan Laut. Sektor Angkutan-Sunga-Danau-dan-Penyeberangan. dan sektor Angkutan Udara merupakan sektor-sektor yang prospektif. dan LNG. seperti sektor Semen. Gambar 4. Tanaman Bahan Makanan. Penggalian. sektor Penyaluran Gas. Gambar 5 di bawah menggambarkan sektor-sektor infrastruktur. Sektor-sektor Pertambangan Migas dan Kehutanan cenderung bertumbuh rendah dan tidak stabil. Sektor Produk Kimia serta sektor Alat Berat dan Transportasi cenderung bertumbuh rendah stabil. Sektor Angkutan Jalan. dan sektor Utilitas Air cenderung bertumbuh sama dengan pertumbuhan rata-rata agregat dan cenderung stabil. dan sektor Logam. Sektor komunikasi. Sebagian sektor lainnya. sektor Tekstil. 5 .Pada Gambar 3 diperlihatkan sektor-sektor yang prospektif. adalah sektor Makanan. yaitu Pertambangan Bukan Migas (Batubara dan mineral lainnya). Perkembangan Sektor Manufaktur pada PDB Sumber: Diolah dan diestimasi LM-FEUI dari data BPS (2011) Sektor-sektor ekonomi pada Gambar 4 adalah kelompok sektor manufaktur. sektor Logam. Sektor-sektor seperti Perkebunan.

Perkembangan Sektor Jasa pada PDB Sumber: Diolah dan diestimasi LM-FEUI dari data BPS (2011) 6 . Perkembangan Sektor Infrastruktur pada PDB Sumber: Diolah dan diestimasi LM-FEUI dari data BPS (2011) Gambar 6.Gambar 5.

Trend Harga Migas dan Batubara Dunia Sumber: Diolah dan diestimasi LM-FEUI dari data BPS (2011) Gambar 8. Sektor lainnya.Gambar 6 mencakup perkembangan sektor-sektor jasa non-transportasi dan sektor Konstruksi. Fluktuasi harga minyak mentah mempengaruhi fluktuasi harga batubara dan pertambangan lainnya. Pada pembahasan selanjutnya akan ditunjukkan trend perkembangan harga komoditas dunia. Gambar 7. seperti sektor Perdagangan dan sektor Finansial Bank cenderung bertumbuh rendah dan stabil. seperti tembaga. sektor Konstruksi. dan sektor Jasa-Jasa Lainnya. Pada Gambar 7 dan Gambar 8 diperlihatkan trend harga pertambangan dunia. trend harga gas dan emas menunjukkan pola yang berbeda dalam beberapa tahun terakhir. Namun. Trend Harga Minyak dan Pertambangan Non-Migas Sumber: Diolah dan diestimasi LM-FEUI dari data BPS (2011) 7 . seperti sektor Finansial Non-Bank. Sebagian besar sektor dalam kelompok ini menunjukkan pertumbuhan yang tinggi dan stabil.

khususnya karet. Gambar 9. Trend Harga Komoditas Perkebunan Sumber: Diolah dan diestimasi LM-FEUI dari data BPS (2011) 8 . Trend harga komoditas lainnya cenderung naik. Fluktuasi harga minyak mentah mempengaruhi fluktuasi harga kelapa sawit.Pada Gambar 9 diperlihatkan trend harga pertanian dunia. Pada Gambar 10 Trend harga sektor pertanian non-perkebunan memiliki karakteristik tersendiri. Trend Harga Komoditas Pertanian Sumber: Diolah dan diestimasi LM-FEUI dari data BPS (2011) Gambar 10. karena juga komoditas digunakan sebagai bio-fuel.

kapasitas pertumbuhan maksimum. dengan perkiraan kondisi ekonomi. Setiap sektor memiliki karakteristik tersendiri dan setelah diagregasikan diperoleh data PDB. pengendalian ini dipengaruhi pula oleh pergerakan global untuk harga komoditas. Tabel 4 dan Tabel 5 memperlihatkan estimasi pertumbuhan volume produksi sektoral. Proyeksi untuk inflasi berdasarkan perkiraan pencapaian target inflasi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Tabel 3 menunjukkan proyeksi 2011-2015 untuk perdagangan internasional. perdagangan. seperti yang terjadi pada 2009. Proyeksi 2011-2015 diperiodisasi menjadi dua. yaitu periode pertumbuhan (2011-2012) dan periode pertumbuhan tinggi (2013-2015). khususnya minyak bumi. manufaktur. Tabel 4 memperlihatkan estimasi pertumbuhan volume produksi sektoral untuk sektor pertanian. serta keuangan dan jasa-jasa lainnya dipengaruhi oleh kondisi historis dan kapasitas maksimum untuk masing-masing sektor. pertambangan prilmer. disebabkan dunia usaha masih mendasarkan proyeksi pendapatan berdasarkan pertumbuhan ekonomi (PDB Harga Konstan) yang dipublikasikan pemerintah. dan jasa perdagangan.6 % hingga 8 %.Proyeksi Permintaan Pasar Tabel 3 memperlihatkan proyeksi makroekonomi sebagai proksi permintaan pasar. dan harga komoditas minyak mentah. meskipun secara market size penggunaan harga berlaku lebih mencerminkan perilaku belanja korporasi. Pengendalian inflasi mempengaruhi pergerakan suku bunga dan nilai tukar. suku bunga. seperti pertanian. Proyeksi ini disusun dengan skenario terendah (kolom dengan tanda “L” atau low) dan skenario tertinggi (kolom dengan tanda “H” atau high).5 % (2011) menjadi 8 – 10 % (2015). dan jasa-jasa lainnya. 9 . mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. PDB yang digunakan untuk menghitung pertumbuhan adalah PDB Harga Konstan. Pertumbuhan volume produksi diproksi dari PDB riil masing-masing sektor. Tabel 6 dan Tabel 7 menunjukkan estimasi pertumbuhan volume market size. konstruksi. sehingga awalnya pertumbuhan lebih lambat dan kemudian terus meningkat hingga tahun 2015. dan estimasi data terakhir (2009 masih menggunakan estimasi sangat sementara). industri pengolahan (manufaktur). pertambangan. Pertumbuhan ekonomi dalam periode 2011-2015 diestimasikan berada pada kisaran 4. Proyeksi untuk sektor ekonomi. Sedangkan Tabel 5 memperlihatkan estimasi pertumbuhan volume produksi sektoral untuk sektor pengangkutan. Namun. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan meningkat dari estimasi 6. Sedangkan Tabel 8 dan Tabel 9 memperlihatkan estimasi besarnya market size (nilai Rupiah). Proyeksi pertumbuhan ini merujuk pada perhitungan data historis (nilai rata-rata dan koefisien variasi). finansial. Proyeksi pertumbuhan masing-masing sektor dapat dilihat pada Tabel 4 hingga Tabel 9. diperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia yang relatif melambat pada 2011. kecuali untuk 2015 yang diperkirakan dapat mencapai pengendalian yang baik. pengangkutan dan komunikasi. utilitas. Berhubung terdapat implikasi dari gejolak global. utilitas. Perkiraan range untuk 2010-2015 adalah 3% hingga 7%. konstruksi.

3 Produk Domestik Bruto > Pertanian (%) > Pertambangan (%) > Manufaktur (%) Listrik.0 8.4 6.7 5.5 6.0 6.0 6.9 20.8 5. Pertumbuhan Impor (%)* Pertumbuhan Ekspor NM (%)* 5 Suku Bunga BI Rate Pertumbuhan Kredit (%) Pertumbuhan Kredit UKMK (%) 6 Harga Komoditas > Crude Oil (USD/barrel) 65 90 65 100 65 100 65 100 65 100 4 20 20 7 30 30 4 20 25 7 30 35 4 25 30 7 35 40 3 25 30 6 40 40 3 25 30 6 40 40 15 10 30 20 30 20 40 25 30 20 45 30 30 25 45 40 30 25 45 40 4.5 5.7 7.8 6.7 7.474 9. Market size diproksi dari estimasi pertumbuhan volume dan kenaikan harga masingmasing sektor.0 8.9 14.5 8.0 9.525 11.2 7.0 26.2 5.815 9.4 8.5 22.139 9.4 6.7 7.0 19.2 22.4 8.Tabel 3.0 5.4 6. pertambangan. Air Bersih (%) Konstruksi (%) Perdagangan. Hotel.5 5.0 14.0 7. Restoran (%) Pengangkutan dan Komunikasi (%) Keuangan (%) Jasa-Jasa (%) > Pertumbuhan PDB (%) 4 Struktur Perdag.2 4. seperti konstruksi.5 9.0 18.4 8.5 8.0 9.0 8.2 6.5 7. 10 .5 5.3 5.4 7.9 8.0 6.3 5.847 4 7 3 7 3 6.5 7.8 6.0 8. Tabel 6 berisikan sektor-sektor pertanian. dan Neraca Pemb. manufaktur.0 6. Gas.5 8.0 4. konstruksi.7 9.4 15.1 8.7 16.5 8.5 6.6 7.339 11.7 6.7 7.5 6.6 17.5 16.5 25.3 5.668 11.3 6.156 11.818 9.5 9.1 14.3 19.5 8.5 7.0 16.5 4.5 7.5 6.5 3 6 2.9 8.6 6.4 8.5 7.5 21. dan jasa perdagangan.5 6 Periode Pertumbuhan 2011 H L 2012 H L 2013 H L Periode Pertumbuhan Tinggi 2014 H L 2015 H Sumber: Proyeksi LM-FEUI Tabel 6 dan Tabel 7 menunjukkan estimasi pertumbuhan volume market size.6 8.0 9.6 5.5 15.6 7.0 8. Proyeksi Makroekonomi 2011-2015 Deskripsi L 1 Harga/Inflasi Indeks Harga Konsumen (%) 2 Nilai Tukar Kurs IDR/USD 1 rata2 thn.0 7.5 8.0 6. Market size beberapa sektor diestimasi menunjukkan pertumbuhan tinggi.0 8.5 5.0 8.0 6.3 6.5 19.976 10.4 8.0 6.8 19.5 6.

5.2% 6.0.8% 3 .5 . Air Bersih 7 .5 .5% 4 .1% 12 .2% 6.8% 2 .8. Gas c.8% 0.8% 7 .8.1% 12 .8.11% 7.1% 0 . Industri Makanan.0.3.8.0.8% 30 -40% 4 .12% 0 . Industri Kayu dan Produk Lainnya 4).2% 6 .5% 0 .2% 10.4.5 .5% 11.4% 1 . Listrik b.7% 7 .1 .50% 4 .7 .12% 8 .0.13% 8. Pertambangan Bukan Migas c. Produk Industri Pengolahan Lainnya 10 .5 .0. Industri Migas 1).7% 0 .5% 5.1% 6 .12% 0 .40% 4 .4% 1 . Perikanan 5 .5 . Pertambangan Minyak dan Gas Bumi b.0. Industri Pengolahan a.6.3% 3 .12% 1 .9% 8 .4. Industri Produk Semen dan Penggalian Bukan Logam 7).7% 6 .5 .4% 7 .3% 11 .5% 5 .5% 7 . Industri Produk Kertas dan Percetakan 5).5% 7 .12% 0 .6% 4 .5 . Perdagangan. Minuman dan Tembakau 2).2% 1 .5 .0.5% 4.1.9% 0.4% 10 .5% 0.4% 5 . Mesin dan PerlengkapanTransportasi 9).5% 6 .2% 1 .5 .6% 5 . 5% 6.5 .5% 5 .7% 2011 2012 2013 2014 2015 2.1% 0 .3% 6 .5 .4 . Peternakan d. Pertambangan & Penggalian a.8% 30 .3% 2 .5 .8% 3 .5% 6 .0% 0. Pengilangan Miyak Bumi 2).6% 4 .2% 5 .6.5% 3 . Gas Alam Cair (LNG) b. Proyeksi Pertumbuhan Volume Produksi (1) Lapangan Usaha 1. Kehutanan & Perikanan a.Tabel 4. Industri Bukan Migas 1). Tanaman Perkebunan c. Peternakan.5.5 .4 . Hotel & Restoran a.5% 30 -40% 4 .9% 8.6% 6 .3% 2 .11.45 . Industri Tekstil. Konstruksi 7 . Industri Peralatan.9% 3.9% 8 . Restoran Sumber: Proyeksi LM-FEUI (2011) 11 .7% 6 .5% 3.5 .1% 0 .5% 3.5% 7.0% 0.6% 6 .2% 3 .2% 6 .6% 3 .9. Barang dari Kulit dan Alas Kaki 3).4% 3 .2% 1 .5 . Pertanian. 5% 8.1.0.8% 8 .1% 0 .4% 2 .5.5% 0.3.8 .7% 1 . Kimia dan Karet 6).7% 0.7% 1 .10% 6 .0.1% 1 .6.6% 7 .8% 1 .5% 3.5% 0.5 .5% 8 . Listrik.8% 1 .2% 0 .9.7% 7 .4% 3 .85% 0.5 .2% 4 .7% 4.5% 7 . Tanaman Bahan Makanan b.12% 1 .4.5 . Penggalian 0 . Industri Produk Pupuk. Kehutanan e.5% 7.5% 0.0% 0.5% 30 .5% 3.4.5% 1 .5% 8 . b.6.4% 1 .4 .8% 4 . Hotel c.7% 2 . Industri Logam Dasar Besi dan Baja 8).2% 1 .0.1.4% 10 .0% 0.4% 10 .0.8% 6 .9% 0.5% 0.8% 20 -30% 3 . Gas & Air Bersih a.3 .7% 5.9% 7.12.1% 2 .0% 4. Perdagangan Besar dan Eceran 3 .5% 10 .9% 6 .

Jasa Penunjang Keuangan d.8% 8 .9% 9 . Jasa Perusahaan 5 .5% 20 .12% 5 .6% 8 .5 .10% Sumber: Proyeksi LM-FEUI (2011) 12 . Angkutan Rel 2).6% 5 .5 .6% 0 .5% 9 .5 .8% 8 .9% 5% 5 .5% 9 .5.5% 5 .9% 7 .10% 9 .30% 2 .5. Angkutan Sungai.8% 7 . Jasa Sosial Kemasyarakatan 2).8% 8.0% 8 . Angkutan Jalan Raya 3). Angkutan Udara 6).9% 7 . Administrasi Pemerintahan dan Pertahanan 2).6. Danau & Penyeberangan 5).9.5.5% 9 .8% 8 . Komunikasi 0% 5 .6% 20 .5% 5 .9% 9 .9% 8 . Pengangkutan 1). Proyeksi Pertumbuhan Volume Produksi (2) Lapangan Usaha 7.10% 6 .6% 4.5.5.3% 5 .7.9% 8 . Jasa Penunjang Angkutan b.6% 5% 5 .8.12% 7 .6% 8.7% 25 -35% 4 .6% 5% 5 .35% 2011 2012 2013 2014 2015 8.5% 10 .9% 8 .7% 8 .11% 8.12% 6 .50% 7 .8% 7. Produk Domestik Bruto 6. Jasa-jasa a.5% 7 . Jasa Pemerintahan Lainnya b.5 .10% 7 .8.6% 1 .2% 5 . Pemerintahan Umum 1). Jasa Hiburan dan Rekreasi 3).10% 8 .5.10% 9 .9.10% 9.9% 8 .8% 25 .9% 8 .5% 10 .Tabel 5.9% 8 . Angkutan Laut 4). Pengangkutan dan Komunikasi a.9% 9 .35% 4 .9% 9 .5% 7 .8% 25 .6% 5% 5 .10% 7 .2% 5 .5.5 .9% 7 .5% 10 . Swasta 1).5% 9 . Jasa Perorangan dan Rumah tangga 7 .4% 5 .30% 1 . Real Estat e.6% 3 .10% 7 .5% 10 -12% 7 .5% 10 .8.12% 6 .8% 8 . Bank b.10% 8.1% 5 .5 . Lembaga Keuangan Tanpa Bank c.9.8% 8 . Keuangan.5 .6% 5% 5 . Real Estate & Jasa Perusahaan a.6% 4.5% 5 .9% 7.9% 7 .

3% 17. Penggalian 3.7% 33.7% 9. Gas c. Tanaman Perkebunan c.8% 10.1% 12.2% 35. dan jasajasa lainnya. Gas Alam Cair (LNG) b.5% Sumber: Proyeksi LM-FEUI (2011) Tabel 7 berisikan sektor-sektor transportasi.8% 21.0% 12.8% 34. Perdagangan. Industri Produk Kertas dan Percetakan 5).5% 26.8% 15. seperti komunikasi dan jasa non-bank. Hotel c.6% 26.4% 33.7% 9. Gas & Air Bersih a. Pertambangan Bukan Migas c.5% 35.6% 33.9% 9.9% 12.9% 12.0% 23.9% 22.0% 17. 10.6% 11.9% 17.5% 8.8% 1. Industri Kayu dan Produk Lainnya 4).3% 32.4% 9.0% 1. Pertanian.8% 12.4% 15.0% 10.0% 31. Industri Logam Dasar Besi dan Baja 8).8% 27.0% 30. Listrik b.0% 34.0% 25. Air Bersih 5.2% 7.0% 36.2% 12.6% 24.0% 18.8% 8.9 % (2015). Industri Bukan Migas 1). Kehutanan & Perikanan a.1% 1.9% 17.6% 10.4% 15. Peternakan.4% 1.0% 1.0% 1.8% 13.7% 20.0% 1.0% 14.0% 24.1% 10.4% 9.8% 1. Proyeksi Pertumbuhan Market Size Sektor Ekonomi (1) Lapangan Usaha 1.0% 1.4% 33. 13 .0% 33.9% 29. Perikanan 2.5% 13.0% 23. Industri Pengolahan a.8% 35.3% 9.9% 26. Pertambangan & Penggalian a.7% 17.1% 11.0% 11. atau di atas 20 %.8% 15.4% 11. Industri Produk Semen dan Penggalian Bukan Logam 7).9% 11. Industri Migas 1).8% 14. Industri Makanan.8% 12.7% 15. finansial. Industri Peralatan. Pertumbuhan market size diperkirakan akan meningkat dari 17. Perdagangan Besar dan Eceran b. Minuman dan Tembakau 2).0% 24.2% 20.0% 20.0% 1.6% 20.6% 34.1% 18.8% 11.6% 10. Market size beberapa sektor diestimasi menunjukkan pertumbuhan tinggi.5% 9.9% 14. Hotel & Restoran a.9% 14.4% 1. Barang dari Kulit dan Alas Kaki 3). Tanaman Bahan Makanan b.0% 9.5% 11. Industri Produk Pupuk.8% 18.3% 26.8% (2011) menjadi 24.0% 18. Kimia dan Karet 6). Pengilangan Miyak Bumi 2).1% 13. Produk Industri Pengolahan Lainnya 4. Konstruksi 6.1% 10.7% 11.0% 9.Tabel 6.7% 1.9% 13. Industri Tekstil. Kehutanan e.4% 14.7% 29.5% 9. komunikasi. Pertambangan Minyak dan Gas Bumi b.9% 19.5% 1. Mesin dan PerlengkapanTransportasi 9). Restoran 2011 2012 2013 2014 2015 20.4% 15.2% 17.6% 29.5% 15.1% 34.0% 1.3% 14.6% 1.9% 33.5% 33.7% 1.0% 1.4% 16.2% 34.0% 1.0% 1.0% 23. Peternakan d. Listrik.1% 17.5% 29.7% 34.5% 1.0% 22.3% 10.0% 32.

dan konstruksi.1% 13. utilitas.4% 9.0% 24.7% 19. Jasa Sosial Kemasyarakatan 2).1% 14. Komunikasi 8.3% 17.5% 18. Jasa Penunjang Keuangan d.6% 25.3% 13.6% 30.6% 14. Lembaga Keuangan Tanpa Bank c. Angkutan Udara 6).Tabel 7.5% 14. Real Estate & Jasa Perusahaan a.8% 28.3% 23.2% 14.8% 13. Real Estat e.9% 11.4% 13.6% 12.2% 17. Pada Tabel 8 diperlihatkan estimasi besaran untuk sektor pertanian. Angkutan Jalan Raya 3).9% 15.0% 23. Angkutan Rel 2).9% 11.3% 1.6% 8.4% 23.6% 20.5% 15.8% 18. Growth Market Size Sumber: Proyeksi LM-FEUI (2011) Perhitungan pada tabel sebelumnya mempengaruhi estimasi nilai absolut pada Tabel 8. Keuangan. Danau & Penyeberangan 5).8% 12.5% 20. Bank b.7% 8. 14 .0% 7.4% 7.7% 18.9% 11.8% 22.9% 10.6% 20.0% 22.9% 24. Angkutan Sungai.0% 12.5% 14. Kedua tabel ini memperlihatkan estimasi besarnya market size (nilai Rupiah).0% 24. Jasa Hiburan dan Rekreasi 3). pertambangan. Administrasi Pemerintahan dan Pertahanan 2).8% 17.8% 17.2% 12.9% 16.5% 5.0% 21.0% 9.0% 13.0% 16.9% 23.5% 3. manufaktur. Swasta 1). Angkutan Laut 4). dan Tabel 9. Jasa-jasa a. Pengangkutan 1).3% 23.7% 13.4% 15.1% 17. Jasa Perorangan dan Rumah tangga 2011 2012 2013 2014 2015 1.4% 16.8% 14.8% 23.0% 25.0% 24. Industri pengolahan merupakan sektor terbesar.0% 18. Jasa Perusahaan 9.9% 20.8% 24.8% 15.8% 18. Jasa Penunjang Angkutan b.1% 13.7% 17.5% 12.2% 12.8% 23. Pemerintahan Umum 1).2% 20.2% 11. disusul pertanian dan konstruksi.1% 22.8% 23. Jasa Pemerintahan Lainnya b.6% 6. Proyeksi Pertumbuhan Market Size Sektor Ekonomi (2) Lapangan Usaha 7.8% 23.0% 15.1% 25.7% 23.7% 11.7% 24. Pengangkutan dan Komunikasi a.7% 14.9% 23.5% 17.9% 9.9% 19.

377 1.558.245.035.201 1.278 626. finansial.873 2.398 84. Industri Produk Kertas dan Percetakan 5). Listrik.334.122 117.489 58.839 212.297.185 27.693 8. Air Bersih 5.466 227.333.108 387. Barang dari Kulit dan Alas Kaki 3).511 84.740 27.737.347 162.465.669 243.763 2014 2. Industri Produk Pupuk. total market size pada 2011 sebesar Rp 7.837 65.420 162.902.951 Pada Tabel 9 diperlihatkan estimasi besaran untuk sektor jasa perdagangan. Mesin dan PerlengkapanTransportasi 9).687 31.307.936 255. Industri Tekstil.251 134.886 148. Kimia dan Karet 6). koma dalam text Inggris adalah titik dalam text Indonesia) Lapangan Usaha 1.549 144.705 12. kecuali pada sektor-sektor yang stagnan pada 2009.121 3.182 482.324 2. Peternakan d.154 1.300.975 265.575 1. Dengan asumsi peningkatan pertumbuhan sektor-sektor.965 89.876 188.239 604.981 52.265 224.466 82.033 2.498.930. Pertambangan Minyak dan Gas Bumi b.091 36.038.517 99. transportasi.133 130. Kehutanan e. Industri Pengolahan a.070.824 49.359 258. Proyeksi Market Size Sektor Ekonomi (1) (dalam milyar Rupiah. Peternakan.325 502.471 2013 1.222 180.722 3. Minuman dan Tembakau 2).690 10.801 83.384 137. komuniksi.150.588 202.270 444.483 23. Kehutanan & Perikanan a.534. Gas c.638 263.659.524 65.870 144.302 28.818 602.415 89.787 652.707. Pertanian.505 1.439 1. dan jasa-jasa lainnya. Pengilangan Miyak Bumi 2).000 397.635 165.388 954.214 106.805 266.349 56.483 3.735 16. Pertambangan & Penggalian a.280 134. 15 .013 75.856 75.755 436. Industri Migas 1).584 19.500 triliun dan diperkirakan meningkat dua kalinya pada 2015.283 6.163.903 424. Industri Bukan Migas 1).570 220.677 11.295 1.267 41.625 975.047 27.208 138. Pertambangan Bukan Migas c.391 33.524 840.134 56.190.Tabel 8. Tanaman Bahan Makanan b.313 578.785 881.096 743.102 223.896 770.844 133. Industri Peralatan.657 1.986 263. Industri Produk Semen dan Penggalian Bukan Logam 7).615 75.182 136. Tanaman Perkebunan c.157 114.543 507. Gas & Air Bersih a.735 188. Konstruksi Sumber: Proyeksi LM-FEUI (2011) 2011 1.738 357.812 298.608 138.278 1.603 260.587 848. Gas Alam Cair (LNG) b.415.140 1.126 7.272 222. Penggalian 3.732 2.255.885.027 88.395 2.745 360.038 2015 2.632. Listrik b.886 85. Sektor perdagangan dan jasajasa lainnya merupakan sektor dengan nilai terbesar.744 1. Industri Logam Dasar Besi dan Baja 8).149 84.722 198. Industri Kayu dan Produk Lainnya 4).729 2012 1.493 109.515 161.089 75. Produk Industri Pengolahan Lainnya 4.561 14.848.334.590 728.891 208.910.304 99.973 2.067 8.999 40.888 1. Perikanan 2.875 202.120.535 218. Industri Makanan.197 1.348 2.533 771.002 134.373 163.767 291.586 63.842 27.039 1.100 – 7.121 215.480 334.389 44.

266 16.667 390.763 298.814.866 139.948 380.804 99. Pengangkutan dan Komunikasi a.066.985 1.013 92.449 30.124.268 16. Restoran 7.116 162.762 45.895 156.751 270.786 116.930 358.910 11.474. Bank b.566 315.552 882.207 132.208 699. Jasa Pemerintahan Lainnya b.434 308.443 15.632 114.464.215 206.046 8. Pengangkutan 1).315 704.251 989.905 370.010.273 289. Pemerintahan Umum 1).498 7.175 266.867 567.322 265.536 269.970 487.031 8.820 188.193 318.271 70.914 53.590.836 12. Perdagangan Besar dan Eceran b.532 1.017 112.272 429.943 334.494 194. Swasta 1). Sumber: Proyeksi LM-FEUI (2011) 16 .195.475 232.149.355 199.082 618.412 746.120 201.670 25.991 7.293 177.896 29.023 9.865 222.096 1.062 23. Proyeksi Market Size Sektor Ekonomi (2) (dalam milyar Rupiah.204. Hotel c.596.953 312.423 181.277 2.786 20.085 1.840 821.658 16.156 498. Perdagangan. Keuangan.173 341.825 7.077 229.067 226.316.188 1. Angkutan Udara 6).640 136.778 36.188 271.851 42.779 22. Administrasi Pemerintahan dan Pertahanan 2). Jasa Hiburan dan Rekreasi 3).994 37.545.241 202. Jasa Perorangan dan Rumah tangga Market Size Market Size tanpa Migas 903.440 214. Angkutan Laut 4).178 10.809 141.346 560.270 2.793 19. Jasa Sosial Kemasyarakatan 2).861 437.605 730. Angkutan Jalan Raya 3).929 458. Real Estate & Jasa Perusahaan a.704 33.924 47. Jasa-jasa a.901 9.938 497.485 1. Lembaga Keuangan Tanpa Bank c.902 385.643 60.039 178.767.453 239.707 4.436 236.019.904 56.131 7. Hotel & Restoran a.937 523. Danau & Penyeberangan 5).149 33.773 782. koma dalam text Inggris adalah titik dalam text Indonesia) Lapangan Usaha 2011 2012 2013 2014 2015 6.781 13.852 1.324 272.809 642.323.373 76. Jasa Penunjang Angkutan b.347 178.142. Angkutan Sungai.018 25.250 562.561 747.329 162.874 12.631 186.791 1.022 702.Tabel 9.584 64.002 233.699 883.732 926.400 8.799 603.197 10. Real Estat e.799 5.513 1. Komunikasi 8. Jasa Perusahaan 9.047 18.283 149.913 88.450.707 161.889 583.121 6. Angkutan Rel 2).713 125.656 447.782 1.491 193.955.978.119 1. Jasa Penunjang Keuangan d.798 1.234 445.809 17.921 27.813 1.576 11.