STATUS PASIEN ILMU PENYAKIT DALAM RSUD PASAR REBO

IDENTITAS PASIEN Nama Pasien Umur Alamat Pekerjaan Jenis Kelamin Suku Bangsa Agama : Tn. R : 70 tahun : Kecamatan Suka Jaya :: Laki-Laki : Jawa : Islam

A. ANAMNESA 1. Keluhan utama :

Muntah darah berwarna merah kehitaman dan BAB berwarna hitam sejak 3 hari SMRS.

2. Keluhan tambahan:

Mual (+), Lemas (+), Sariawan (+)

3. Riwayat penyakit sekarang : Pasien datang ke IGD RSUD Pasar Rebo dengan keluhan, muntah darah berwarna merah kehitaman dan BAB berwarna hitam 3 hari sebelum masuk Rumah Sakit. Sebelum masuk rumah sakit, pasien sudah muntah kurang lebih 5 kali sebanyak 1 ember. Pasien juga mengaku bahwa BAB berwarna hitam sudah 10 kali.

1

Satu minggu sebelum masuk Rumah Sakit, pasien mengaku mengkonsumsi obat – obat warung yaitu redoxon dan jamu. Sejak saat itu, pasien merasa perutnya bertambah besar, dan semakin lemas. Selain itu, pasien mengaku menjadi lebih sering sariawan. Pasien mengatakan baru pertama kali mengalami sakit seperti ini. Pasien tinggal bersama dengan istri dan anaknya. Pasien mengaku tidak pernah mempunyai riwayat penyakit hati dan tidak mengkonsumsi alkohol sebelumnya.

Riwayat penyakit dahulu :
-

HT (-) di sangkal oleh pasien Penyakit jantung (-) disangkal oleh pasien DM (-) di sangkal oleh pasien Asma (-) di sangkal oleh pasien Alergi obat (-) di sangkal oleh pasien

-

4. Riwayat keluarga : HT (-) di sangkal oleh pasien DM (-) di sangkal oleh pasien

B. STATUS GENERALIS
1. Tekanan darah 2. Nadi 3. Suhu

: 110/70 mmHg : 100 x/menit : 36°C : 20 x/menit : Cukup : Compos Mentis : Tampak sakit sedang

4. Pernapasan 5. Gizi 6. Kesadaran 7. Keadaan umum

2

Tingkah laku 2.C. Ikterus : Kecoklatan : Tidak ada : Normal : Hangat : umum / setempat : lembab / kering : Cukup : Tidak ada : Tidak ada 9. Kelembaban 7. Edema  KEPALA 1. Keringat 6. Posisi 3. Warna 2. Proses pikir 3. Penonjolan  MATA : Normocephal : Simetris : Tidak ada 3 . Turgor 8. Kecerdasan : Dalam Batas Normal : Dalam Batas Normal : Dalam Batas Normal D. Jaringan parut 3. Suhu Raba 5. Pertumbuhan rambut 4. Bentuk 2. PEMERIKSAAN FISIK  KULIT 1. ASPEK KEJIWAAN 1.

Kelenjer tiroid : Normal : Tidak membesar  DADA 1. Skelera ikterik : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada  TELINGA 1. Bau pernapasan 2. Enoptashalmus 3. Exophthalmus 2. Uvula : Normal : Tidak ada : Tidak hiperemis : Tidak deviasi : Ditengah  LEHER 1. Faring 4. Lidah 5. Konjungtiva anemis 5. Membran timpani 3.1. Cairan : Baik : Tidak dilakukan : Tidak ada : Tidak ada  MULUT 1. Trismus 3. Edema kelopak 4. Darah 4. Bentuk : Normal 4 . Pendengaran 2. Tekanan vena jugularis 2.

Perkusi : kanan : Sonor Kiri 4. Inspeksi 2. Inspeksi 2. Palpasi 3. Auskultasi : Sonor : Ronki(-). Auskutasi 4. Auskultasi : Iktus cordis tidak terlihat : iktus cordis teraba : Redup : gallop (-) Murmur (-)  ABDOMEN 1.2. Wheziing (-)  JANTUNG 1. Perkusi : BU (+) menurun : Shifting dullnes (+) Pekak samping (+). dinding perut agak tegang. Palpasi 3. Palpasi : Statis dinamis kanan dan kiri : Fremitus taktil simetris kanan dan kiri. gerakan statis dinamis. Inspeksi : Dinding perut tampak cembung. Mamae :-  PARU-PARU 1. Pekak Pindah (+) 5 . Perkusi 4. fremitus Vocal simetris kanan dan kiri 3. : Nyeri tekan (-) Hepar dan Lien tidak teraba 2.

Lipat paha E. Subklavikula 3. Submandibula :tidak menbesar : tidak membesar : tidak membesar : tidak membesar 2. Ketiak 4.Undulasi (+)  EKSTREMITAS Lengan Tonus otot Massa otot Sendi Gerakan Kekuatan Dektra Normal Normal Normal Normal 5 Sinista Normal Normal Normal Normal 5 Tungkai dan Kaki Tonus otot Massa otot Sendi Gerakan Kekuatan Edema Luka Varises Kanan Normal Normal Normal Normal Normal - kiri normal normal normal normal normal -  KELENJAR GETAH BENING 1. LABORATORIUM PEMERIKSAAN Hematologi : 28 Mei 29 Mei 30 Mei 31 Mei NILAI NORMAL 6 .

000 - 5.000 – 10.3 gr/dl D 40 – 52 D 38.4 33 10880 101000 - D 13.6 17 - 11.015 – 1.2 – 17.000 – 440.000 < 15 mm/jam - - 135 105 2.600 D 150.8 – 7.Hemoglobin Hematokrit Leukosit Trombosit LED Kimia Darah : GDS Ureum Kreatinin Darah Asam urat Urinalisa : Warna Kejernihan pH Berat Jenis Lain – lain Hitung Jenis : Basofil Eosinofil Netrofil Batang Netrofil Segmen Limfosit Monosit Fungsi Hati : 6 18% 15.8 - - < 200 mg/dl 20 – 40 mg/dl 0.800 201.4 1.025 - - - - 0–1 1–3 3–5 50 – 70 25 – 40 2–8 7 .17 – 1.4 - 11.5 mg/dl 2-7 md/dl - - - - Kuning Jernih 4.

1 – 1.4 – 5.6 - D 13.0 0 – 0.9 80 – 100 26 – 34 32 – 36 < 200 30-63 <130 40-155 (-) (+) (-) PEMERIKSAAN Hematologi : Hemoglobin 2 Juni 5 Juni 6 Mei NILAI NORMAL - 5.7 100 34 34 100 23 52 122 0 – 50 0 – 50 30 – 120 4.4 – 4.39 82 1.2 117 145 - 0.Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Total Bilirubin Direk Bilirubin Indirek SGPT SGOT Alkali Fosfatase Eritrosit MCV MCH MCHC Kolesterol Total Kolesterol HDl Kolesterol LDL Trigliserid IgM Anti HAV HbsAg Anti HCV - 4.8 0.5 - - 6 – 8 mg/dl 3.3 gr/dl 8 .5 2 2.8 mg/dl < 2 gr/dl 0.2 – 17.41 0.

8 – 7.4 – 37.000 < 15 mm/jam - - - 11.015 – 1.9 – 14.5 1.000 – 10.17 – 1.4 26.000 – 440.600 D 150.5 - - 0–1 1–3 3–5 50 – 70 25 – 40 2–8 11.025 13.8 59.5 mg/dl 2-7 md/dl - - - Kuning Jernih 4.Hematokrit Leukosit Trombosit LED Kimia Darah : GDS Ureum Kreatinin Darah Asam urat Urinalisa : Warna Kejernihan pH Berat Jenis Lain – lain Hitung Jenis : Basofil Eosinofil Netrofil Batang Netrofil Segmen Limfosit Monosit PT APTT - 17 - D 40 – 52 D 38.2 - < 200 mg/dl 20 – 40 mg/dl 0.4 33.6 9 .4 1.

8 mg/dl < 2 gr/dl 0. disertai dengan mata berwarna kuning. RESUME Seorang laki-laki berumur 28 tahun datang dengan keluhan.0 4. nyeri ulu hati sejak 1 minggu SMRS.Fungsi Hati : Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Total Bilirubin Direk Bilirubin Indirek SGPT SGOT Alkali Fosfatase Eritrosit MCV MCH MCHC Kolesterol Total Kolesterol HDl Kolesterol LDL Trigliserid IgM Anti HAV HbsAg Anti HCV 23 52 122 117 145 2.5 2. mual(+).0 0 – 0.4 – 4.8 0.1 – 1.2 F.39 82 1.7 100 34 34 100 62 66 0 – 50 0 – 50 30 – 120 4.41 0.5 0.5 2.4 – 5.9 80 – 100 26 – 34 32 – 36 < 200 30-63 <130 40-155 6 – 8 mg/dl 3. muntah(+) disertai keluar 10 .

PEMERIKSAAN ANJURAN • • USG Abdomen Pemeriksaan laboratorium • J. badan terasa lemes(+). BAK berwarna kuning pekat seperti teh. DIAGNOSIS Ikterik dengan suspek Hepatitis A H. DIFERENSIAL DIAGNOSIS • • • • • Demam tipoid Leptospirosis Batu empedu Malaria DHF I.dan demam(+) terus menerus. PROGNOSIS 11 . G.makanan dan darah berwarna merah segar. TERAPI IUFD RA/8 jam INMT 2 amp dalam Ds/100 cc dalam ½ jam 1x1 Ranitidin 2x1 Ondancentron 3x1 Biocurlive 3x1 Urdahek 3x1 K.

demam(+). Ad vitam 2. Ad sanationam : dubia ad bonam : dubia ad bonam : dubia ad bonam FOLLOW UP TANGGAL 29 MARET 2012 S O : Perut nyeri(+). Ad functionam 3.1. mata kuning /ikterik (+) : KU : sedang KES : Compos Mentis TD : 120/80 mmHg 12 . BAK kuning pekat seperti teh.

1 : 45 : 4.9 : 6040 : 160.Urdahex 2x1 .RA/8 jam .Diet lunak LABORATORIUM TANGGAL 29 MARET 2012 LED HB Hematokrit Eritrosit Leukosit Trombosit MCV MCH MCHC : 10 : 15.000 : 91 : 30 : 33 13 .N R S A P : 80 x/menit : 20 x/menit : 38°C : Ikterik dengan suspek Hepatitis A :.LHF/2 hari .SNMC 1x1 .Ranitidin 2x1 .Ondancentron 2x4 .Biocurlive 2x1 .

mata kuning(ikterik) : KU : sedang KES : Compos Mentis TD N : 120/80 mmHg : 84 x/menit 14 .63 : 245 :0 :1 :0 : 57 : 35 :7 30 MARET 2012 S O : Perut nyeri(+).0 : 7. BAK kuning pekat seperti teh.HITUNG JENIS Basofil Eosinofil Batang Segmen Limfosit Monosit FUNGSI HATI Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Tota l Bilirubin Direk Bilirubin Indirek Alkali Fosfatase : 6.11 : 5.6 : 2.48 : 1.6 : 4.

5°C : Ikterik dengan suspek Hepatitis P :.R S A P : 18 x/menit : 37°C : Ikterik dengan suspek Hepatitis :.RA/8 jam .Diet lunak 31 MARET 2012 S O : mata kuning(ikterik).Ranitidin 2x1 .SMNC 1x1 .LHF .LHF/2 hari 15 .Ondancentron 2x4 . nyeri perut(+) : KU : sedang KES : Compos Mentis TD N R S A : 120/80 mmHg : 80 x/menit : 20 x/menit : 37.RA/8 jam . BAK kuning pekat.Biocurlive 2x1 .Urdahex 2x1 .

5°C : Ikterik dengan suspek Hepatitis P :.Diet lunak LABORATORIUM 31 MARET 2012 HB HT LEUKOSIT Trombosit : 15..RA/8 jam .Ranitidin 2x1 .Urdahex 2x1 .Biocurlive 2x1 .Ondancentron 2x4 .000 2 APRIL 2012 S O : mata kuning(ikterik) : KU : sedang KES : Compos Mentis TD N : 120/80 mmHg : 80 x/menit R S A : 20 x/menit : 37.4 : 44 : 5770 : 173.LHF 16 .

SNMC stop .Cek IgM anti HAV 3 APRIL 2012 S O : mata kuning(ikterik) : KU : sedang KES : Compos Mentis TD N R S A : 120/80 mmHg : 80 x/menit : 20 x/menit : 37.RA/8 jam ..5°C : Ikterik dengan suspek Hepatitis P :.Menunggu hasil Lab 4 APRIL 2012 S O : mata kuning(ikterik) : KU : sedang KES : Compos Mentis TD N : 120/80 mmHg : 80 x/menit 17 .LHF .

5°C : HEPATITIS A :.Biocurlive 3x2 .urdahek 3x1 LABORATORIUM 4 MARET 2012 IgM Anti HAV FUNGSI HATI Protein Total Albumin Globulin Bilirubin Total Bilirubin direk Bilirubin Indirek SGPT SGOT 5 APRIL 2012 S O : mata kuning(ikterik) : KU : sedang : 6.9 : 3.RA/24jam .LFT .96 : 6.R S A P : 20 x/menit : 37.0 KES : Compos Mentis 18 .98 : 216 : 439 : Reaktif > 7.98 : 0.3 : 7.6 : 3.

bukan melalui aktivitas seksual atau melalui darah.Sementara hepatitis B dan C disebarkan melalui media darah dan aktivitas seksual dan lebih berbahaya dibanding Hepatitis A.Biocurlive 3x2 TANGGAL 5 APRIL JAM 10.oral). 19 .50 PASIEN PULANG PAKSA TINJAUAN PUSTAKA HEPATITIS A DEFINISI Hepatitis A merupakan infeksi virus pada hati.RA/24jam . Penyakit Hepatitis A disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh kotoran/tinja penderita biasanya melalui makanan atau air tercemar atau melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi (fecal .Urdahek 3x1 .TD N R S A P : 120/80 mmHg : 80 x/menit : 20 x/menit : 37.Hepatitis A paling ringan dibanding hepatitis jenis lain (B dan C).LFT 2 hari lagi .5°C : HEPATITIS A :.

demam. thypus. SGOT. Tanda dan gejala Hepatitis A yaitu: 1. SGPT. penyakit kuning (kulit dan mata menjadi kuning). Kehilangan nafsu makan 5. maka pemeriksaan gama-GT dan alkali fosfatase dapat dilakukan di samping kadar bilirubin. 20 . dll. hilang nafsu makan. dan lesu. letih. tbc. demam tiba-tiba. lesu. terutama di daerah hati (pada sisi kanan bawah tulang rusuk) 4. tidak seperti demam yang lainnya yaitu pada demam berdarah. Nyeri otot 8. Nyeri perut atau rasa tidak nyaman. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus. mual. Menguningnya kulit dan mata (jaundice). Mual dan muntah 3. seringkali terjadi muntah muntah yang terus menerus sehingga menyebabkan seluruh badan terasa lemas. tinja pucat. Kelelahan 2. GEJALA Seringkali tidak ada bagi anak kecil. Demam 6. air kencing berwarna tua. Hepatitis A dapat dibagi menjadi 3 stadium: (1) pendahuluan (prodromal) dengan gejala letih. muntah. Untuk memastikan diagnosis dilakukan pemeriksaan enzim hati. Karena pada hepatitis A juga bisa terjadi radang saluran empedu. Perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan pakai sabun sebelum makan dan sesudah dari toilet adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri terhadap virus Hepatitis A.penderita akan mengalami gejala gejala seperti demam. lemah. Gejala kuning tidak selalu ditemukan. Kasus-kasus ringan Hepatitis A biasanya tidak memerlukan pengobatan dan kebanyakan orang yang terinfeksi sembuh sepenuhnya tanpa kerusakan hati permanen. (2) stadium dengan gejala kuning (stadium ikterik) (3) stadium kesembuhan (konvalesensi). kehilangan selera makan dan mual.MASA INKUBASI Waktu terekspos sampai kena penyakit kira-kira 2 sampai 6 minggu. Urine berwarna gelap 7. pada beberapa kasus.

1. Salah satu dampak dari infeksiHhepatitis A adalah rasa mual. tetapi dapat berkisar antara dua sampai tujuh minggu. maka obat-obatan yang tidak perlu serta alcohol dan sejenisnya harus dihindari selama sakit. Istirahat. Karena hati sedang mengalami sakit radang. Orang yang belum menderita Hepatitis A dan belum divaksinasi sangat beresiko terjangkit penyakit tersebut. seperti tes darah yang menunjukkan antibodi IgM terhadap hepatitis A. Fungsi hati adalah memetabolisme obat-obat yang sudah dipakai di dalam tubuh. Penyakit biasanya berlanjut selama satu sampai tiga minggu. Hepatitis A tidak mengakibatkan penyakit hati jangka panjang (kronis) dan kematian akibat hepatitis A jarang terjadi. Tujuannya untuk memberikan energi yang cukup bagi sistem kekebalan tubuh dalam memerangi infeksi. 2. 3. sebab infeksinya sendiri biasanya akan sembuh dalam 1-2 bulan. beberapa langkah penanganan berikut ini akan diberikan saat dirawat di rumah sakit. Orang yang terinfeksi virus Hepatitis A dapat menularkan virus ini kepada orang lain dari dua minggu sebelum timbulnya gejala sampai seminggu setelah timbulnya penyakit kuning (kira-kira tiga minggu secara keseluruhan).Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk Hepatitis A. Vaksinasi direkomendasikan untuk kelompok-kelompok berikut yang menghadapi risiko tinggi: 21 .Pasien juga diharapkan menjaga kebersihan. Penyakit Hepatitis A dapat dicegah dengan Vaksinasi. Diagnosis Hepatitis A Berdasarkan tanda/ gejala pasien dan diperkuat dengan pemeriksaan penunjang.Walaupun gejala tertentu dapat berlanjut lebih lama dan hampir selalu diikuti dengan penyembuhan sepenuhnya.Anak-anak kecil yang terinfeksi biasanya tidak menderita gejala seperti orang dewasa. Pencegahannya untuk Hepatitis A adalah melakukan vaksinasi yang juga tersedia untuk orang-orang yang berisiko tinggi. Masa pengasingan yang disarankan Selama 2 minggu setelah gejala pertama atau 1 minggu setelah penyakit kuning muncul. Istirahatkan hati. Anti mual. Dampak ini harus diatasi karena asupan nutrisi sangat penting dalam proses penyembuhan.Jangka waktu antara kontak dengan virus dan timbulnya gejala biasanya empat minggu. Hubungan Seksual dengan orang yang terinfeksi juga dapat kena Penyakit Hepatitis A. yang mengurangi nafsu makan.Vaksin ini mungkin memakan waktu sampai dua minggu untuk memberikan perlindungan. Namun untuk mengurangi dampak kerusakan pada hati sekaligus mempercepat proses penyembuhan.

Basil yang tertelan menyerang mukosa usus halus. fase ini ditandai dengan diare dan demam terus-menerus. dan ulserasi. kemudian dibawa oleh makrofag ke kelenjar limfe regional.Sejumlah besar jaringan limfe di dalam usus halus dan kolon terinfeksi lagi. lalu berkembang biak selama 1-3 minggu masa inkubasi.1. Dianosis ditegakan dengan uji serologi (tes widal). B. Demam tifoid Adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Salmonella thypi atau Salmonella parathypi A. (4) netropenia darah tepi. Penyakit ini ditularkan lewat saluran pencernaan. Pria yang berhubungan kelamin dengan pria 4. nekrosis. Diagnosis ditunjang oleh : (1) splenomegali. S thypi masuk kembali ke lumen usus melalui ekskresi empedu. Pada minggu kedua penyakit. Orang yang sering berkunjung ke masyarakat pribumi di luar kota dan daerah terpencil 3. yang menyababkan peradangan akut. Diagnosis ditegakan dengan biakan tinja dan urine 22 . Pasien yang menderita penyakit hati kronis PEMERIKSAAN LABORATORIUM • • SGPT/SGOT. bilirubin meningkat Lekosit normal atau lekopeni PEMERIKSAAN KHUSUS IgM anti-HAV KOMPLIKASI Hepatitis A berat (fulminan) jarang terjadi DIAGNOSA BANDING 1. Orang yang berkunjung ke negara di mana hepatitis A umum terjadi (kebanyakan negara sedang berkembang). 2. dan nyeri otot. (2) petechie. atau C. basil ini memasuki peredaran darah mengakibatkan demam. Pengguna narkoba suntik 7. Beberapa petugas kesehatan yang bekerja di Pelayanan Kesehatan 6. Petugas penitipan anak siang hari dan prasekolah 5. (3) brakikardi. Pada akhir masa inkubasi.Secara klinis. sakit kepala.

oksigen.Dapat juga ditularkan melalui transfusi. panas badan 1-4 jam.Terdapat empat spesies plasmodium. Pengobatan simptomatik. Pada malaria quartana demam tiap hari ke-4 (siklus 72 jam). beri infus.Tiamfenikol juga berhasil baik untuk demam tifoid. syok.Pencegahan dengan sanitasi yang baik dan vaksinasi (Soedarto.Cara penularan lewat nyamuk anopeles betina yang mengandung sporozoit infektif. Pencegahan dengan PSN dan bila perlu dengan foging Untuk mencegah hepatitis A. beri cairan ringers laktat. Terdapat 3 stadium demam : rasa kedinginan berlangsung 20 menit. Pada malaria tertiana.Splenomegali terjadi akibat bertambahnya kerja limpa untuk menghancurkan eritrosit yang rusak. dan P ovale menimbulkan malaria ovale. 1990). P malariae menimbulkan malaria quartana. Sebelum makan 23 . Kriteria laboratorium : trombositopenia. ekimosis). 2. yaitu plasmodium vivaks menimbulkan malaria tertiana yang ringan. anemia. 3. plasenta.Kloramfenikol merupakan bakteriostatik yang cukup kuat untuk mengendalikan perkembangbiakan bakteri sampai mekanisme pertahanan tubuh pulih. tanda perdarahan (petechie.Anemia terjadi karena rusaknya eritrosit yang dijadikan tempat berkembangbiak plasmodium. demam berlangsung tiap hari ke-3 sehingga terjadi siklus 48 jam. Bila disertai syok. yaitu tetes tebal untuk mendiagnosis malaria.Vektor penularnya adalah nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus. dan peningkatan hematokrit. hepatomegali. DHF Adalah penyakit demam disertai perdarahan yang disebabkan oleh virus dengue. Malaria Adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh sporozoa dari genus plasmodium. pembesaran limpa. Gejala : demam terus-menerus 2-7 hari. Cuci tangan dapat dilakukan sebagai berikut: 1. Semua orang harus selalumencuci tangandengan baik dengan sabun dan air mengalir selama sekurang-kurangnya 10 detik dan dikeringkan dengan handuk bersih. dan tetes tipis untuk menentukan spesies plasmodium. Setelah menggunakan kakus 2. dan jarum suntik dalam bentuk trofozoit. Untuk menegakan diagnosis dilakukan pemeriksaan darah.Bila tanpa syok beri minum yang banyak. P falciparum menimbulkan maliria tertiana yang berat. Gejala klinik : demam. dan stadium berkeringat banyak 2-3 jam.1 jam.

Tidak ada perawatan khusus untuk penderita hepatitis A.3. 4. 3. 5. Staf. anak-anak dan kaum remaja harus tidak menghadiri fasilitas penitipan anak atau sekolah ketika dapat menularkan penyakit 4. biasanya memerlukan suntikan Imunoglobulin. Medikamentosa Tidak ada obat yang spesifik 24 . 2. Orang yang pekerjaannya melibatkan hubungan pribadi secara dekat. Jangan menyiapkan makanan atau minuman untuk orang lain Jangan menggunakan alat makan atau alat minum yang sama dengan orang lain Jangan menggunakan seprai dan handuk yang sama dengan orang lain Jangan berhubungan kelamin Cuci alat makan dalam air bersabun. 3. dan cuci seprai dan handuk dengan mesin cuci. Diet • • • Makanan disesuaikan dengan selera penderita Diberikan sedikit-sedikit Dihindari makanan yang mengandung alkohol atau hepatotoksik 3. Orang yang mengendalikan makanan atau minuman dirumah tangga atau restoran. Sebelum menyiapkan makanan atau minuman Pencegahan yang dapat dilakukan oleh penderita hepatitis A. Kontak di rumah dengan pasang an seksual dapat menularkan penyakit. Semua pasien harus berkonsultasi kepada petugas kesehatan yang menanganinya sebelum kembali bekerja. Obat Tersebut dapat mencegah atau mengurangi penyakit jika diberikan dalam waktu dua minggu setelah kontak dengan orang yang dapat menularkan penyakit. Orang berikut yang menderita hepatitis A harus tidak menghadiri tempat kerja atau sekolah ketika dapat menularkan penyakit: 1. Terapi umum 1. PENATALAKSANAAN A. Istirahat Bed rest pada fase akut Untu kembali bekerja perlu berangsur-angsur 2. sekolah atau melakukan aktivitas harian. misalnya petugas penitipan anak dan petugas kesehatan. di samping mencuci tangan dengan bersih adalah harus menjauhi dari kegiatan berikut sekurang-kurangnya seminggu setelah timbulnya penyakit. tanda dan gejala: 1. 2.

1995. Terapi komplikasi Pada penderita kolestasis yang berkepanjangan : • • :- Kortikosteroid selama 5 hari Asam ursodeoksi kolat PROGNOSIS Perawatan yang legeartis prognosis baik Kesimpulan Tentang penyakit Hepatitis A Penyakit Hepatitis A adalah penyakit menular yang dapat dicegah dan diobati. 2002. Arif et all. Fisiologi Sistem Tubuh Manusia. Pencegahan dan Pengendalian.Jakarta : EGC. Genis.Obat pertama : Obat alternative B. Pengobatan. Jakarta . 2001. Jakarta : Media aesculapius Monica. menjalani terapi sesuai program. serta menghindari makanan yang berlemak dan berminyak agar tidak mual dan muntah. Demam Berdarah.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi 3. pencegahan yang baik adalah istirahat total. Ester. Fisiologi dan Anatomi Modern untuk Perawat Edisi 2.virus Hepatitis A dapat menginfeksi manusia melalui rute anus mulut. Slamet. 1999. Yogyakarta : PT Bentang Pustaka Gibson. Jakarta : EGC Ginanjar. Jakarta : Widya Medika Suyono. Jika seseorang terdiagnosis Hep atitis A. Christantie. Kapita selekta Kedokteran edisi 3. Lynda Jual-Moyet. EGC Mansjoer. John. Kemudian. Jakarta :EGC Syaifuddin. 2000. FKUI 25 .(2008). Demam Berdarah Dengue ( Diagnosis. 2008. Effendi. Buku Saku Diagnosis Keperawatan Edisi 10. 2001. Jakarta . Perawatan Pasien DHF edisi 1. menghindari kontak dengan orang lain dan mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. DAFTAR PUSTAKA Carpenito.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful