Anda di halaman 1dari 26

TANTE TIARA Setiap hari Ibu tiara ini wanita yang memakai jilbab panjang2 sampai ke lengan2nya boleh

dikatakan aku melihatnya terlalu sempurna utk ukuran seorang wanita yag sdh berumah tangga dan tentunya aku sanga tlah segan dan hormat padanya. Suatu ketika suaminya sdh pergi ke kantor utk kerja dan aku sendiri masih di rumah rencananya ag ak siangan baru aku ke kantor Ifulibu tiara memanggil dari sebelahkarena aku msh malas2 hari ini so aku tidur2an aja di t4 tidurkuIfulIful. Ibu minta tolong bisa..?? ujar Ibu Tiara dari luar..aku sbenarnya dah mendengar namun rasanya badanku lagi malas bangun karena mungkin aku yang di panggil tdk segera keluar, maka ibu tiara dng hati2 membuka pintu rumahku dan masuk pelan2 mencari akuseketika itu j uga aku pura2 tutup mataku..dia mencari2 aku dan akhirnya dia melihat aku tidur di kamar ohh. Ujarnyaspontan dia kagetkarena kebiasaan kalo aku tidur tidak pernah pake baju dan hny celana dalam sajadan pagi itu kontolku sebnarnya lagi tegangbiasa penyakit di pagi hari(heheheh) seketika itu dia langsung balik melangkah dan menjauh dari kmarku.aku coba mengintip dengan sbelah matakuoo dia sudah tidak ada ujarku dalm hatitapi kira2 tak lama kemudian dia balik lagi dan mengendap2 mengintip kamarkusmbl tersenyum penuh articukup lama dia perhatikan aku dan stlh itu ibu tiara lngsung balik ke rmhnya. Besok pagi stlah semuanya tlah tidak ada di rumhnya ibu tiara, tinggal anaknya yg plg kecil dah tidur aku sayup2 aku dengar di smpg rmhku yg ada di belkang, spertinya ada yg mencuci pakaianaku intip di blkangOhh ibu tiara sdng mencuci pakaiannamun dia hny memakai daster terusan panjang dan jilbab krn dasternya yg panjang, maka dasternya basah sampai ke pahasaat aku sedang intip..ibu tiara lgsg berdiri dan mengangkat dasternya serta merta mencopot celana dalamnya dan langsung dicuci sekalianotomatissaat itu aku melihat ooooohhh.memeknya yg merah dan pahanya yg putih di tumbuhi bulu2 halusaku langsung berputar otak2 ku ingin rasanya mencicipi memek yg indah dari ibu tiara yg berjilbab ini Maaf ibu tiarakemarin ibu ada perlu saya tanyaku ..mengagetkan ibu tiara dan semerta2 dia lngsung merapikan dasternya tersingkap smpai ke paha Iya nih mas Iful..Ibu kemarin mo minta tolong pasangin lampu di kmar mandi katanya. Kalo gitu sekarang aja busoalnya sbentar dasternyamembayangkan apa yang didalamnya. lagi saya mo kerja sambil mataku melihat

Oh iya ..lewat sini sajaUjarnya..karena memang tipe rmh kost yg aku tempati di belkangnya Cuma di palang kayu dan seng otomatis kegiatan tetangga2 kelihatan di belakang. Aku lngsung membuka kayu dan sengnya dan masuk ke dalam dan ibu tiara membawaku di depanaku mengikuti di belakangoohhhseandainya aku bisa merasakan memek dan pantat i ni sekarang gumamku dalam hati. ini lampunya dan kursinyahati2 yah jng sampe ribut soalnya anaku lg tidurkata Ibu Tiara.. Aku lngsung memasang dan ibu tiara melanjutkan mencuci nya, setelah selesai aku lngsg blng ibu sdh selesai kataku kemudian ibu tiara lngsung berdi ri..tapi saat itu dia terpeleset ke arahkuseketika itu aku menangkapnya..upsoh tanganku mengenai payudaranya yg montok dan tanganku satu lagi mengenai lngsung pantatnya yg tidak pake celana dalam dan hny ditutupi daster sajamaaf Dik Ifulagak licin lantainyaujarnya tersipu-sipu..Iful tunggu yah ibu bikinin Teh ujarnya lagiDia ke dapur dan dari belakang aku mengikutinya scr pelan2..saat teh lagi di putar di dalam gelas..langsung aku memeluknya dr blkng Ifulapaan2 nehsentak Ibu Tiaramaaf busaya melihat ibu sangatlah cantik dan seksi..ujarkuJangan Ifulaku dah punya suami ..tapi ttp ibu tiara tdk melepaskan pegangan tanganku yang mampir di pinggangnya dan dadanyaIfuljangaann.. langsung aku menciumi dari belakang menyikapi jilbabnyasluurrpoh ..betapa putihnya leher ibu tiara ujarku dalam hatiokhhifulhmmmibu tiara menggeliat..langsung dia membalik badannya menghadapku..Ifulaku udah berssaat dia mo ucapin sesuatu..langsung aku cium

bibirnyammmprhtak lama dia lngsung meresponku dan lngsung memeluk leherku .mmmmhprpp.bunyi mulutnya dan aku beraduaku singkapi jilbabnya sedikit sajasambil tanganku mencoba menggerayangi dadanyaaku melihat dasternya memakai kancing 2 saja diatas dadanyaaku membukanya..dan tersembullah buah dadanya yg puti h mulusssslurpkujilat dan isap pentilnya. Iful.ooohhh.ufhhh.lirihnya slurrpp.slurp..saa t susunyahmmmmtambah nikmatnya..slurp..slurp aku jilatsepertinya msh ada sedikit air

Sambil menjilat dan menyedot susunya..aku tetap tidak membuka jilbab maupun dasternyatapi tanganku tetap menarik dasternya keataskarena dari tadi dia tidk pake celana dalammaka dengan gampang itilnya ku usap-usap dengan tangankuOhhhohsssshhhhguma m ibu tiara..kepalaku ku dekatkan ke memeknya dan kakinya kurenggangkansluruupp.pelan2 kujilati itil dan memeknya oh ifuleennakkhoghummmpphhffteriaknya pelankulihat kepalanya telah goyang ke kanan dan kekiripelan2 sambil lidahku bermain di memeknya kubuka celana pendekku dan terpampanglah kontolku yang telah tegang namun ibu tiara masih tidak menyadari akan hal itupelan2 ku mengangkat dasternyanamun tidak sampai terbuka semuanya..hanya sampai di perutnya sajadan mulutku mulai beradu dengan bibirnya yang ranummmmppghhifulakuujar ibu tiara..kuhisap dalam-dalam lidahnyaslurpcaupoh ibu sungguh indah bibirmu, memekmu dan semuanyalirihku.. Sambil menjilat seluruh rongga mulutnya kubawa ia ke atas meja makannya dan kusandarkan ibu tiara di pinggiran mejatanganku ku mainkan kembali ke itil dan sekitaran memeknyaahhhufhohIfulll.i bu udah nggak kuaattttttlirih Ibu tiara. Pelan2 ku pegang kontolkuku arahkan ke memeknya yang sudah basah dan licin.dan bleeesshh. ohhhhhufgh hh.Ifulll.Teriak Ibu tiarasleepepslepp. Kontolku ku diamkan sebentar . Ibu Tiara sepontan melihat ke wajahku..dan langsung ia menunduk lagikududukkan di atas meja makan dan kuangkat kakinyamulailah aku memompanya..slepslep..selpbe lssss.oh memeknya ibu sangat enak.Ifulkontolmu juga sangat besar.rupanya ibu tiara udah tidak memikirkan lagi norma2..yang ada hanya lah nafsu birahinya yang harus dituntaskan.berulang-ulang ku pompa memeknya dengan kontolku.oohh..akhhIfull.ku balikkan lagi badannya dan tangannya memegang pinggiran mejaku tusuk memeknya dari belakang bleesssss ssss Ohhhhh.teriak Ibu Tiarakuhujam sekeras -kerasnya kontolkutanganku remas2 susunya .aku liat dari belakang sangat bagus gaya ibu tiara nungging ini, tanpa melepas daster dan jilbabnya..kutusuk terus sleeeepp.sleeps Hingga kurang lebih setengah jam ibu tiara bilangIful.ibu udah nggak tahan..sabar bu bentar lagi saya jugaUjarkuOhohhhhufmpghhh Ifulibu mau keluarrrrachhhhsemakin kencang dan terasa memeknya menjepit kontolku dan oohhhhhku rasakan ada semacam cairan panas yang menyirami ko ntolku di dalam memeknya.semakin kupercepat gerakan menusukkuslep.slurpbleeppp . oh Ibu aku juga dah mo sampai neh..cepat Ifulibu bantu.oho.uhhhhh.ibu tiara menggoyangnya lagidan akhirnya Ibu.aku mo keluararrrrr..sama2 yang Iful.ibu juga mo keluar lagiteriaknyadan.Ohhhack. .ahhhhh..aku dan ibu tiara sama sama keluardan sejenak kulihat di memeknya terlihat becek dan banjir Setelah hening sejenakku cabut kontolku dan kupakai celana pendek setelah itu ibu tiara merapikan Daster dan jilbabnyalangsung aku minta maaf kepadanya Bu..mohon maaf ..Iful khilaf.kataku. Tidak apa2 kok iFulibu juga yang sala hyang menggoda Iful ujarnya Aku langsung pamitan kembali ke rumahku sebelah dan mandi siap2 kerjasetelah mandi kulihat ibu tiara sedang menjemur pakaiantapi jelas didalam daster ibu tiara tidak memakai celana dalam karena terlihat tercetak lewat sinar matahari pagi yang meninggi mulai mendekati jam 10 pagi.. Sebelum aku pergi ku sempatkan pamitan ke ibu tiara dan dia tersenyum tidak ta u apakah ada artinya atau tidak. Sejak kejadian itu, aku sering menyelinap masuk ke kamar Ibu Tiara untuk meminta jatah yang jelas tanpa sepengetahuan suaminya. TAMAT

TANTE IDA YANG JUDES ku sedang berlibur di kota Bandung, nginap dirumah Om ku adik mama yang paling kecil. Mereka memang 7 bersaudara dan mamaku yang paling tua, aku saat itu berumur 20 tahun dan omku berumur 35 tahun. Istri om ku, tante Ida berumur 27 tahun, orangnya sangat cantik dan mempunyai tubuh yang mungil tapi padat. Pantatnya bebar-benar montok dengan pinggang yang ramping dan perut yang datar, maklum mereka belum mempunyai anak, biarpun sudah kawin hampir 3 tahun. Akan tetapi tante Ida yang cantik itu, orangnya sangat judes, dia tidak memandang mata keluargaku, maklum kami hanya biasa-biasa saja, sedangkan tante Ida datang dari keluarga yang sangat kaya di kota Surabaya, dia hanya 2 bersaudara dan Ida adik perempuannya yang berumur 22 tahun, masih kuliah di ITB dan tinggal dirumah om dan tante Ida di Bandung. Selama aku berada dirumah om ku ini, hampir setiap hari tante Ida mengomel saja, karena dia memang sangat benci kalau aku menginap dirumah mereka. Disamping aku memang termasuk anak yang bandel, biarpun secara postur tubuh, aku sudah kelihatan sangat dewasa, karena tinggi badanku 175 cm dengan tubuh yang berotot, tante Ida curiga saja dan menganggap aku sering menerima duit dari om ku, pada hal sangat jarang om ku memberi aku duit. Saat ini aku nginap di rumah mereka, sebenarnya hanya terpaksa saja, karena aku sedang berlibur di B andung dan ibuku memberitahukan kepada om ku yang memaksa aku tinggal dirumahnya. Hari ini entah mengapa aku merasa suntuk banget sendirian, kemarin sore sebelum om ku pulang dari kantor, tante Ida marah -marah dan menunjukan muka cemberut terhadap saya. Sa at itu rumah berada dalam keadaan sepi, om sudah pergi kekantor, Mbak Ani adik tante Ida sedang pergi kuliah, Bik Suti lagi pergi ke pasar, dan tante Ida katanya mau pergi ke arisan. Tadi sebelum pergi dengan nada yang setengah membentak, tante I da menyuruh saya menjaga rumah. Dari pada BT sendiri, mending nonton BF aja di kamar, pikirku. TV mulai kunyalakan, kuambil CD porno yang kemarin kupinjam ditempat persewahan dekat rumah, adegan adegan panas nampak di layar. Mendengar desahan-desahan artis BF yang cantik dan bahenol tersebut membuat aku terangsang. Dengan lincahnya tanganku melucuti celana beserta CD-ku sendiri. Burungku yang sedari tadi tegak mengacung kukocok perlahan. Film yang kutonton itu cukup panas, sehingga aku menjadi semakin bergairah. Kutanggalkan pakaian yang masih melekat, akhirnya tubuhku tanpa ada penutup sekalipun. Kocokan tanganku semakin cepat seiring dengan makin panasnya adegan yang kutonton. Kurasakan ada getaran dalam penisku yang ingin meyeruak keluar. Aku mau orgasme, tiba-tiba Anton.. apa yang kamu lakukan!! teri ak sebuah suara yang aku kenal. Ooooohh Tante?! aku kaget setengah mati dan sangat bingung sekali saat itu. Tak kusangka tante Ida yang katanya mau pergi arisan bisa kembali secepat itu. Tanpa sadar aku bangkit berdiri dan kudekati tante Ida yang cantik tapi judes itu, yang masih berdiri dalam keadaan kaget dengan mata membelalak melihat keadaanku yang telanjang bulat dengan penisku yang panjang dan besar dalam keadaan tegang itu. Tiba -tiba entah setan mana yang mendorongku, secara refleks saja aku menyergap dan mendekap tubuh tante Ida yang mungil padat itu. Badannya yang mungil dan tingginya yang hanya sampai sebahu dari ku, ku bekap dengan kuat dan kutarik agak keatas, sehingga tante Ida hanya berdiri dengan u jung jari kakinya saja dengan kepala agak tertengadah keatas, karena kaget. Dengan cepat kucium dan kul umat bibir tipisnya yang seksi. Eeeehhhh ppppffffff!!! badan tante Ida seketika mengejang dan agak menggeliat menerima perlakuan yang tidak pernah dia sangka akan berani aku lakukan itu dan sesaat kemudian dia mulai memberontak dengan hebat, sehingga ciumanku terlepas. Anton.. jangan kurang ajar.. berani benar kau ini.. ingat, Toonnn.. Aku ini istri om mu!!! Cepat lepas nanti kulaporkan kau ke om mu teriak tante Ida dengan suara garang mencoba mengancamku.

Aku tak lagi peduli, salah tante Ida sendiri sih, orang mau orgasme kok diganggu. Dengan buasnya aku jilat belakang telinga dan tengkuknya, kedua payudaranya yang biarpun tidak terlalu besar, tap i padat itu langsung kuramas-ramas dengan buas, sampai tante Ida menjerit-jerit. Disamping nafsuku yang memang sudah menggila itu, ada juga rasa ingin balas dendam dan mau mengajar adat padanya atas perlakuan dan pandangannya yang sangat menghina padaku. Dia mencoba berteriak, tapi dengan cepat aku segera menciumnya lagi. Ada kali 10 menit aku melakukan hal itu, sementara tante Ida terus meronta-ronta, dan mengancamku serta mencaci maki, entah apa saja yang dikatakannya, aku sudah tidak memperdulikannya lagi. Aku terus menyerangnya dengan buas dan mengelus elus dan meramas-ramas seluruh tubuhnya sambil terus mencium mulutnya dengan rakus. Dia tidak dapat melepaskan diri dari dekapanku, karena memang tubuhku yang tinggi 175 cm dengan badan yang atletis dan berotot, tidak sebanding dengan tubuh tante Ida yang 155 cm dan mungil itu. Akibat seranganku yang bertubi -tubi itu, lama kelamaan kurasakan tidak ada lagi perlawanan dari tante Ida, entah karena dia sudah lelah atau mungkin dia mulai terangsang juga. Merasa sudah tidak ada perlawanan lagi dari tante Ida, penisku yang panjang dan besar yang sudah sangat tegang itu kugosok -gosok pada perutnya dan kemudian kuraih tangannya yang mungil dan kuelus -elus ke penisku, tangan mungilnya kugosok-gosok, mengocok penisku yang mulai mengeras. Tubuhnya terasa mengejang, akan tetapi kedua matanya masih terpejam, dan tidak ada perlawanan darinya. Kemudian ketika dengan perlahan kubuka baju tante Ida, dia dengan lemah masih mencoba menahan tanganku, akan tetapi tanganku yang sa tu mengunci kedua tangannya dan tanganku yang lain membuka satu demi satu kancing-kancing blusnya, dan perlahan-lahan mempertontonkan keindahan tubuh di balik kain itu. Setelah berhasil membuka blus dan BH-nya, kuturunkan ciumanku menuju ke payuda ra tante Ida yang padat berisi Tooonnnn aaammmpuunn Toonnnnn iiii.. iiingaaattttt.. Tooonnn..!!! Kucium dan kulumat putingnya yang berwarna kecoklatan itu. Terkadang kugigit dan kupuntir putingnya, sementara kusingkap roknya dan jari -jariku mulai mengelus-elus kemaluannya yang masih tertutup CD. Iiiiiiiiii..ooohhhhhhh..aaaagggghh hhhhh..ssssshhhhhhh..Toooonnnnn! !!!! akibat perlakuanku itu, kayaknya tante Ida mulai terangsang juga , itu terasa dari tubuhnya yang mengejang kaku dan dengusan nafasnya makin terdengar kuat. Aku makin memperhebat seranganku dan tiba-tiba tubuh tante Ida bergetar dengan kuat dan.. Aaaahhhhhh..Toooonnnnjaaa..jaaa angaaannn.Tooonnnniiiingaaaatttt..Tooonnnoooohhhhhhh aaaaaggggghhhaaaaggghhh .aaaaggggggggghhhhh!!!!! akhirnya, disertai tubuhnya yang mengej ang dan menggeliat-geliat kuat, serta kedua tangannya mendekap punggung ku.Seerrr.. cairan kewanitaan tante Ida membasahi CD nya sekalian jemariku. Setelah masa orgasmenya berlalu, terasa badan tante Ida melemas terkulai dalam dekapanku dan kedua matanya masih terpejam rapat, entah perasaan apa yang sedang bergelora dalam tubuhnya, puas, malu atau putus asa akibat perlakuanku terhadap nya , sehingga dia mencapai orgasme itu. Tarikan nafasnya masih terengah-engah. Kami terdiam sejenak, sementara tubuh tante Ida bersandar lemas dalam dekapanku dengan mata. Jemari lentik tante Ida masih menggenggam peni sku yang masih tegak mengacung. Akhirnya secara perlahan-lahan kepala tante Ida menengadah keatas dan terlihat pandangan matanya yang sayu menatapku, sehingga menambah kecantikan wajahnya dan secara lembut terdengar suaranya Oooohhhh.Toonnnn, apa yang kau perbuat pada tantemu ini.?????

Eeeehhmmmmaafkan Anton tante.Anton lupa diri.abis tante tadi masuk tiba-tiba selagi Anton akan mencapai klimaks.salah tante sendiri sihhh.lagi pulatante amat cantik sihhh..!!!!!! sahutku mencari-cari alasan sekenanya. Sekarang kayaknya tante Ida sudah pasrah dan sambil tanganya masih menggenggam penisku katanya lagi.. Tooonnnn..punya segede ini..!! Aaahhhhh, tanteapa betull?????! memang penis ku panjangnya 20 cm dan gede juga dengan kepalanya yang bulat besar, apalagi kalau lagi sangat bernafsu begini. Jemari lentik tante Ida yang tadinya hanya menggenggam saja, kini mulai memainkan penisku dengan manja. Seperti mendapat mainan baru, tangan tante Ida tak mau lepas dari situ. Taaannnnn., kok diiiii..diidiamin a ja, dikocok dong, Taannn. Biar enaaakkk.!!!! Ton, Ton.. kamu keburu nafsu aja.aaaaggghhh.!!!, perlahan-lahan kedua tanganku menekan bahu tante Ida, sehingga tubuh tante Ida berjongkok dan sesaat kemudian kepalanya telah sejajar dengan selangkanganku. Kedua tangannya segera menggenggam penisku dan kemudian tante Ida mulai menjilati kepala penisku dengan lidahnya. Bergetar seluruh tubuhku menerima rangsang dari mulut tante Ida. Dijilatnya seluruh batang kemaluanku, mulai dari pangkal sa mpai ujung. Tak ada bagian yang terlewat dari sapuan lidahnya . Dikocoknya penisku didalam mulutnya, tapi tak semuanya bisa masuk. Mungkin hanya 3/4 nya saja yang dapat masuk ke mulut tante Ida. Kurasakan dinding tenggorokan tante Ida menyentuh kepala penisku. Sungguh sensasi sangat luar biasa menjalar ke seluruh tubuhku. Cukup lama juga tante Ida mengulum penisku. Kurasakan batang penisku mulai membesar dan makin mengeras. Dari dalam kurasakan ada sesuatu yang memaksa untuk keluar. Merasa aku akan keluar, tante Ida semakin cepat mengocok batang kemaluanku. Taaannnnn..ah..aohh.. taaannn.. Anton mo keluar,.aaauuugghhhh..taaannnn..!!!!!!! Akhirnya..Croott..croott..croottt.. Hampir sepuluh kali cairan itu menyembur dari ujung penisku. Diminumnya air maniku dengan, dijilatinya semua, sampai tak ada lagi cairan yang tersisa. Meskipun sudah keluar tetapi penisku tetap saja masih tegar, meski tak seberapa keras lagi. Melihat itu, tante Ida mencium-cium kepala penisku dan menjilat-jilatnya hingga bersih. Kemudian kutarik berdiri tubuh tante Ida dan kudorong ke tempat tidur , sehingga tante Ida terlentang diatas tempat tidur. Dengan cepat kulucuti rok sekalian CD nya, sehingga sekarang tante Ida terlentang diatas tempat tidur dengan tubuhnya yang mungil tapi padat itu berada dalam keadaan telanjang bulat. Tante Ida hanya menatap ku dengan pandangan yang sayu dan terlihat pasrah. Aku naik keatas tempat tidur dan kedua ka kinya kupentang lebar-lebar dan aku berjongkok diantara keduapahanya yang terpentang membuka lebarkemaluannya yang tel ah licin, siap untuk diterobos. Kupegang batang penisku dan kugosok-gosok sepanjang bibir kemaluannya, sambil kutekan-tekan pelahan. Merasakan gesekan-gesekan lembut vagina tante Ida, penisku mulai mengeras kembali . Ku ambil tangan tante Ida dan ku tempatkan pada batang penisku, segera digengamnya penisku dan diarahkan ke lubang kemaluannya. Dengan sedikit gerakan menekan, kepala penisku perlahan-lahan mulai masuk setengah ke lobang kemaluan tante Ida. kamu gede amat yaaaa????. Punya Om mu nggak sampai

Terasa lobang kemaluan tante Ida sa ngat sempit mencengkeram batang kemaluanku. Dinding kemaluan tante membungkus rapat batang kemaluanku, kutekan lagi dan tubuh tante Ida menggeliat Oooooohhhhhh Toooonnnn bee.. beeeesaaarrrr aaaaa.. maaaattttt.. pe.. peeelaaan pee laaan Tooooonnnnn ooooohhhhh..!!!!! tante Ida merintih perlahan. Secara pelan dan hati -hati aku menekan batang kemaluanku makin dalam terus terus. ooohhhhhh eeeenna aaak benaaarrrr terasa jepitan kuat dinding kemaluan tante Ida yang menjepit rapat batang kemaluanku. Perasaanku terasa melayang-layang dilanda kenikmatan yang tidak terlukisakan ini.. Taaaaannnnnooohhhhhh..eeee euuuuunnaaaakkkkkkkktaannnnn.!!!! Dengan kedua paha yang terkangkang lebar-lebar dan kedua tangannya berpegang pada pinggangku, tante Ida memandang ku dengan tatapan sayu, terlihat sangat cantik dan menawan, sehi ngga aku yang sedang bertumpu diatasnya perasaanku terasa menggila, melihat dan merasakan wanita cantik dan ayu yang berbadan mungil tapi padat ini, terlentang pasrah dibawahku, menerima seluruh perlakuanku. Kugerakan perlahan-lahan pinggulku menekan kebawah, sehingga penisku terbenam makin dalam kelobang kemaluannya, dalam.. dalam.. terus terus.. daannnn.. .kemudianujung kepala penisku terasa mentok, karena beberapa kali tubuh tante Ida mengejang ketika aku mencoba menekan lebih kuat, aku kemudian mulai menarik keluar dan selanjutnya memompa keluar masuk. Dengan bersemangat aku mulai menaik-turunkan tubuhku. Gerakan naik-turun yang terkadang diselingi dengan gerakan memutar, sungguh merupakan sensasi yang sangat luar biasa. Apal agi posisi kedua paha tante Ida terkangkang lebar-lebar, membuat tikaman-tikamanku terasa jauh didalam dasar lobang kemaluannya. Aku dapat melihat payudara tante Ida bergerak-gerak keatas kebawah setiap kali aku menekan masuk penisku dalam-dalam sehingga kedua selangkangan kami berhimpit rapat-rapat. Kemudian kurasakan otot-otot kemaluan tante Ida dengan kuat menyedot penisku. Semakin lama kurasa semakin kuat saja kemaluan tante Ida menjepit penisku. Kulihat wajah tante Ida nampak makin memerah menahan orgasme keduanya yang akan melandanya sebentar lagi. AaaaaaddduuuuhhhhhToooonnn..Aaagggghhhhhh..Oouggg..hhaa..hhaaToooonn aaannnnteeeeemaaa. Maaauuuukeee keeeeluaraarrrr lagi, Toonnnnn!!!!!!!. Dan.. Seeeeerrrr..kurasakan cairan hangat membasahi penisku. Sementara nafsuku sudah sangat memuncak menuntut penyelesaiannya, aku sudah tidak bisa lagi bertindak halus, tanpa banyak bicara, segera saja kupompa pantatku dengan cepat dan gencar, mendapat serangan yang agak kasar dan tiba-tiba itu tante Ida menjerit-jerit kesakitan. Meskipun lobang kemaluan tante Ida telah basah dan licin banget, tapi tetap saja terasa seret untuk ukuran penisku yang besar. Tak kuhiraukan lagi suara tante Ida yang menjerit-jerit kesakitan, yang ada dipikiranku saat itu adalah aku ingin segera mengakhiri permainan ini dan merasakan nikmat yang akan datang padaku. Kurasakan otot-otot penisku mulai berdenyut-denyut dengan kerasnya, ada sesuatu yang berusaha untuk keluar dari batang penisku. Kucoba untuk menahannya selama mungkin agar tidak segera keluar, tapi jepitan dinding kemaluan tante Ida akhirnya meruntuhkan pertahananku. Aaaaaauuddddduuhhhh taaannnnnn teeeee oooooohhhhh..!!!! keluhan panjang penuh kenikmatan keluar dari mulut ku disertai dengancroott.. croott.croooootttt.semburan..maniku menyemprot dengan kuat, mengisi relung-relung terdalam lobang kemaluan tante Ida, kemudian badanku tertelungkup lemas menidih badan mungi tante Ida, sementara kuubiarkan penisku tetap didalam kemaluan tante Ida untuk merasakan sisa-sisa orgasmeku.

Kurasakan kemaluan tante Ida tetap saja berdenyur-denyut, meski tak sekuat tadi. Taannnn, terima kasih ya, udah mau temenin Anton main.!!!! kataku dengan manja. Kamu, tuh, Ton, kalau lagi nafsu jangan main maksa dong, masak tantemu sendiri kamu perkosa juga..!!!! Iiihhhhhtante..tapi tante senang juga.kaannnn ..???? Iya.. siiihhh.!!!!! kata tante Ida malu-malu. Sejak saat itu sikap tante Ida terhadapku berobah seratus persen, biarpun sikap kami ini tetap terjaga dihadapan om dan adik tante Ida. Aku dan tante Ida sering berhubungan sex bersama kalau rumah lagi sepi. Aku makin merasa sayang saja terhadap tante Ida, apalagi tante Ida melayani nafsu sex saya dengan rela dan sepenuh hati. TAMAT

TANTE LINDA Namaku Ade, umurku waktu itu sekitar 19 tahun, a ku kini kuliah di OSU, Amerika. Kebetulan aku kost di salah satu kenalan Oom aku di sana yang bernama Tante Linda. Wuih, dia itu orangnya baik benar kepadaku. Kebetulan dia seorang istri simpanan bule yang kaya raya tapi sudah tua. Jadilah aku kost di ruma hnya yang memang agak sepi, maklumlah di sana jarang memakai pembantu sih. Tante Linda ini orangnya menurutku sih seksi sekali. Buah dadanya besar bulat seperti semangka dengan ukuran 36C. Sedangkan tingginya sekitar 175 cm dengan kaki langsing seperti peragawati. Sedangkan perutnya rata soalnya dia belum punya anak, yah maklumlah suaminya sudah tua, jadi mungkin sudah loyo. Umurnya sekitar 33 tahun tapi kulitnya masih mulus dan putih bersih. Hal ini yang membuatku betah berlama-lama di rumah kalau lagi nggak ada urusan penting, aku malas keluar rumah. Lagian aku juga bingung mau keluar rumah tapi nggak tahu jalan. Dan sehari -harinya aku cuma mengobrol dengan Tante Linda yang seksi ini. Ternyata dia itu orangnnya supel benar nggak canggung cerita-cerita denganku yang jauh lebih muda. Dari cerita Tante Linda bisa aku tebak dia itu orangnya kesepian banget soalnya suaminya jarang pulang, maklum orang sibuk. Makanya aku berupaya menjadi teman dekatnya untuk sementara suaminya lagi pergi. Hari demi hari keinginanku untuk bisa mendapatkan Tante Linda semakin kuat saja, lagi pula si Tante juga memberi lampu hijau kepadaku. Terbukti dia sering memancingmancing gairahku dengan tubuhnya yang seksi itu. Kadang-kadang kupergok Tante Linda lagi pas sudah mandi, dia hanya memakai lilitan handuk saja, wah melihat yang begitu jantungku deg - degan rasanya, kepingin segera membuka handuknya dan melahap habis tubuh seksinya itu. Kadang - kadang juga dia sering memanggilku ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. Malah waktu itu aku sempat mengintip dia lagi mandi sambil masturbasi. Wah pokoknya dia tahu benar cara mancing gairahku. Sampai pada hari itu tepatnya hari Jumat malam, waktu itu turun hujan gerimis , jadi aku malas keluar rumah, aku di kamar lagi main internet, melihat gambar -gambar porno dari situs internet, terus tanpa sadar kukeluarkan kemaluanku yang sudah tegang sambil melihat gambar perempuan bugil. Kemudian kuelus -elus batang kemaluanku sampai tegang sekali sekitar 15 cm, habis aku sudah terangsang banget sih. Tanpa kusadari tahu-tahu Tante Linda masuk menyelonong saja tanpa mengetuk pintu, saking kagetnya aku nggak sempat menutup batang kemaluanku yang sedang tegang itu. Tante Linda sempat ter belalak melihat batang kemaluanku yang sedang tegang, langsung saja dia bertanya sambil tersenyum manis. Hayyoo lagi ngapain kamu De? Aah, nggak Tante lagi main komputer, jawabku sekenanya. Tapi Tante Linda sepertinya sadar kalau aku saat itu sedang mengelus-elus batang kemaluanku. Ada apa sih Tante? tanyaku. Aah nggak, Tante cuma pengen ajak kamu temenin Tante nonton di ruang depan. Ohh ya sudah, nanti saya nyusul yah Tan, jawabku. Tapi jangan lama-lama yah, kata Tante Linda lagi. Setelah itu aku berupaya meredam ketegangan batang kemaluanku, lalu aku beranjak keluar kamar tidur dan menemani Tante Linda nonton film semi porno yang banyak mengumbar adegan -adegan syuuurr. Melihat film itu langsung saja aku jadi salah tingkah, soalnya batang kemalu anku langsung saja bangkit lagi nggak karuan. Malah malam itu Tante Linda memakai baju yang seksi sekali, dia memakai baju yang ketat dan gilanya dia nggak pakai bra, soalnya aku bisa lihat puting susunya yang agak muncung ke depan. Karuan saja, gairahku memuncak melihat pemandangan seperti itu, tapi yah apa boleh buat aku nggak bisa apa -apa. Sedangkan batang kemaluanku semakin tegang saja sehingga aku mencoba bergerak -gerak sedikit guna membetulkan letaknya yang miring. Melihat gerakan-gerakan itu Tante Linda langsung menyadari sambil tersenyum ke arahku. Lagi ngapain sih kamu De? Ah nggak Tante.. Sementara itu Tante Linda mendekatiku sehingga jarak kami semakin dekat dalam sofa panjang itu. Kamu terangsang yah De, lihat film ini? Ah nggak Tante biasa aja, jawabku mencoba mengendalikan diri. Bisa kulihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, ingin rasanya kuhisap -hisap sambil kugigit putingnya yang keras. Tapi rupanya hal ini

tidak dirasakan olehku saja, Tante Linda pun rupanya juga sudah agak terangsang sehingga dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu. Menurut kamu Tante seksi nggak De? tanyanya. Wah seksi sekali Tante, kataku. Seksi mana sama yang di film itu? tanyanya lagi sambil membusungkan buah dadanya sehingga terlihat semakin membesar. Wah seksi Tante dong, abis Tante bodynya bagus sih. kataku. Ah masa sih? tanyanya. Iya bener Tante, sumpah kataku. Jarak duduk kita semakin rapat karena Tante Linda terus mendekatkan dirinya padaku, lalu dia bertanya lagi kepadaku, Kamu mau nggak kalo diajak begituan sama Tante? Mmaaauu Tante Ah seperti dapat durian runtuh kesempatan ini tidak aku sia -siakan, langsung saja aku memberanikan diri untuk mencoba mendekatkan diri pada Tante Linda. Wahhhh barang kamu gede juga ya De ka tanya. Ah Tante bisa aja deh Tante kok kelihatannya makin lama makin seksi aja sih.. sampe saya gemes deh ngeliatnya kataku. Ah nakal kamu yah De, jawab Tante Linda sambil meletakkan tangannya di atas kemaluanku, lalu aku mencoba untuk tenang sambil memegang tangannya. Waah jangan dipegangin terus Tante, nanti bisa tambah gede loh, kataku. Ah yang bener nih? tanyanya. Iya Tante.. ehhh, eehhh saya boleh pegang itu Tante nggak? kataku. Pegang apa? tanyanya. Pegang itu tuh.. kataku sambil menunujukkan ke arah buah dada Tante yang besar itu. Ah boleh aja kalo kamu mau. Wah kesempatan besar nih, tapi aku agak sedikit takut pegang buah dadanya, takut dia marah tapi tangan si Tante sekarang malah sudah mengelus-elus kemaluanku sehingga aku memberanikan diri untuk mengelus buah dadanya. Ahhh.. arghhh enak De.. kamu nakal yah, kata Tante sembari tersenyum manis ke arahku, spontan saja kulepas tanganku. Loh kok dilepas sih De? Ah, takut Tante marah, kataku. Ooohh nggak sayang kemari deh. Tanganku digenggam Tante Linda, kemudian diletakkan kembali di buah dadanya sehingga aku pun semakin berani meremas -remas buah dadanya. Aaarrhh sshh, rintihan Tante semakin membuatku penasaran, lalu aku pun mencoba mencium Tante Linda, sungguh diluar dugaanku, Tante Linda menyambut ciumanku dengan beringas, kami pun lalu berciuman dengan mesra sekali sambil tanganku bergerilya di buah dadanya yang sekal sekali itu. Ahhh kamu memang hebat De.. terus in sayang.. malam ini kamu mesti memberikan kepuasan sama Tante yah.. ahhh.. arhhh. Tante, saya boleh buka baju Tante nggak? tanyaku.

Oohhhh silakan sayang, lalu dengan cepat kubuka bajunya sehingga buah dadanya yang besar dengan puting yang kecoklatan sudah berada di depan mataku, langsung saja aku menjilat-jilat buah dadanya yang memang aku kagumi itu. Aahhh arghhh lagi -lagi Tante mengerangerang keenakan. Teruss.. terusss sayang ahhh enak sekali lama aku menjilati buah dada Tante Linda, hal i ni berlangsung sekitar 10 menitan sehingga tanpa kusadari batang kemaluanku juga sudah mulai mengeluarkan cairan bening pelumas di atas kepalanya. Lalu sekilas kulihat tangan Tante Linda sedang mengelus -elus bagian klitorisnya sehingga tanganku pun kuarahkan ke arah bagian celananya untuk kupelororti. Aahhh buka saja sayang jangan malu -malu ahhhh nafas Tante Linda terengah -engah menahan nafsu, seperti kesetanan aku langsung membuka celananya dan kuciumi CD-nya. Waah, dia lagsung saja menggelinjang keenakan, lalu kupelorotkan celana dalamnya sehingga sekarang Tante Linda sudah bugil total. Kulihat liang kemaluannya yang penuh dengan bulu yang ditata rapi sehingga kelihatan seperti lembah yang penuh dengan rambut. Lalu dengan pelan -pelan kumasukan jari tengahku untuk menerobos lubang kemaluannya yang sudah basah itu. Aahrrrh sshh enak De.. enak sekali, jeritnya. Lalu kudekatkan mukaku ke liang kemaluannya untuk menjilati bibir kemaluannya yang licin mengkilap itu, lalu dengan nafsu kujilati liang kemaluan Tante dengan lidahku turun naik sepeti mengecat saja. Tante Linda semakin kelabakan, dia menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil memeras buah dadanya sendiri. Aahhh sshhh come on baby.. give me more, give me more ohhhh, dengan semakin cepat kujilati klitorisnya dan dengan jari tanganku kucoblos lubang kemaluannya yang semakin lama semakin basah. Beberapa saat kemudian tubuhnya bergerak dengan liar sepertinya dia mau orgasme. Lalu kupercepat tusukan-tusukan jariku sehingga dia merasa keenakan sekali lalu seketika dia menjerit, Oohh aaahh Tante sudah keluar sayang ahhh, sambil menjerit kecil pantatnya digoyang-goyangkan untuk mencari lidahku yang masih terus menjilati bagian bi bir kemaluannya sehingga cairan orgasmenya kujilati sampai habis. Kemudian tubuhnya tenang seperti lemas sekali, lalu dia menarik tubuhku ke atas sofa. Wah ternyata kamu memang hebat sekali, Tante sudah lama tidak sepuas ini loh sambil mencium bibirku s ehingga cairan liang kemaluannya berlepotan ke bibir Tante Linda. Sementara itu batang kemaluanku yang masih tegang di eluselus oleh Tante Linda dan aku pun masih memilin-milin puting Tante yang sudah semakin keras itu. Aahh.. desahnya sambil terus mencumbu bibirku. Sekarang giliran Tante sayang Tante akan buat kamu merasakan nikmatnya tubuh Tante ini. Tangan Tante Linda segera menggerayangi batang kemaluanku lalu digenggamnya batang kemaluanku dengan erat sehingga agak terasa sakit, tapi kudiamkan saja habis enak juga diremas -remas oleh tangan Tante Linda. Lalu aku juga nggak mau kalah, tanganku juga terus meremas -remas payudaranya yang indah itu. Terus terang aku paling suka dengan buah dada Tante Linda karena bentuknya yang indah sekali, juga besar berisi alias montok. Aahhh shhh,, rupanya Tante Linda mulai terangsang kembali ketika tanganku mulai meremas remas buah dadanya dengan sesekali kujilati dengan lidah pentilnya yang sudah tegang itu, seakanakan seperti orang kelaparan kuemut-emut terus puting susunya sehingga Tante Linda menjadi semakin blingsatan. Ahh kamu suka sekali sama dada Tante yah De? Iya Tante, abis tetek Tante bentuknya sangat merangsang sih, terus besar tapi masih tetep kencang Aahhh kamu emang pandai muji orang De.. Sementara itu tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya sudah berwarna kemerahan tetapi tidak dikocok hanya dielus -elus. Lalu Tante Linda mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku sehingga aku pun mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai pada akhirnya Tante Linda jongkok di bawah sofa dengan kepala mendekati batang kemaluanku. Wahh batang kemaluanmu besar sekali De nggak disangka kamu nggak kalah besarnya sama punya orang bule, Tante Linda memuji muji batang kemaluanku. Sedetik kemudian dia mulai mengecup kepala batang kemaluanku yang mengeluarkan cairan bening pelumas dan merata tersebut ke seluruh kepala batang kemaluanku dengan lidahnya. Uaah, tak kuasa aku menahan erangan merasakan nikmatnya service yang diberi kan Tante Linda malam itu. Lalu dia mulai membuka mulutnya lalu memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya sambil menghisap -hisap dan menjilati seluruh bagian batang kemaluanku sehingga basah oleh ludahnya. Aku pun nggak mau kalah, sambil mengelus elus rambutnya sesekali kuremas dengan kencang buah dadanya yang montok sehingga Tante Linda bergelinjang menahan kenikmatan. Selang beberapa menit setelah Tante melakukan hisapannya, aku mulai merasakan desiran -desiran kenikmatan menjalar di seluruh batang kemaluanku lalu kuangkat Tante Linda kemudian kudorong perlahan sehingga dia telentang di atas karpet. Dengan penuh nafsu kuangkat kakinya sehingga dia mengangkang tepat di depanku. Ahh De ayolah masukin batang kemaluan kamu ke Tante yah.. Tante udah nggak sabar mau ngerasain memek Tante disodok-sodok sama batangan kamu yang besar itu.

Iiiya Tante, kataku. Lalu aku mulai membimbing batang kemaluanku ke arah lubang kemaluan Tante Linda tapi aku nggak langsung memasukkannya tapi aku gesek-gesekan ke bibir kemaluan Tante Linda sehingga Tante Linda lagi -lagi menjerit keenakan, Aahhh.. yes.. yes.. oh good.. ayolah sayang jangan tanggung-tanggung masukinnya lalu aku mendorong masuk batang kemaluanku. Uh, agak sempit rupanya lubang kemaluan Tante Linda ini sehingga agak susah memasukkan batang kemaluanku yang sudah besar sekali itu. Aahh.. shhh.. aoh.. oohhh pelan pelan sayang.. terusterus ahhh, aku mulai mendorong kepala batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Tante Linda sehingga Tante Linda merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika batang kemaluanku sudah masuk semuanya. Kemudian batang kemaluanku mulai kupompakan dengan perlahan tapi dengan gerakan memutar sehingga pantat Tante Linda juga ikut-ikutan bergoyang-goyang. Aahhh argghhh.. rasanya nikmat sekali karena goyangan pantat Tante Linda menjadikan batang kemaluanku seperti dipilin -pilin oleh dinding liang kemaluannya yang seret itu dan rasanya seperti empotan ayam. Uuaahhh.. sementara itu aku terus menjilati puting susu Tante Linda dan menjilati lehernya yang dibasahi keringatnya. Sementara itu tangan Tante Linda mendekap pantatku keras -keras sehingga kocokan yang kuberikan semakin cepat lagi. Ooohh shhh sayang enak sekali ooohhh yess ooohh good ooh yes mendenganr rintihannya aku semakin bernafsu untuk segera menyelesaikan permainan ini, Aahh cepat sayang Tante mau keluar ahh, tubuh Tante Linda kembali bergerak liar sehingga pantatnya ikut-ikutan naik rupayanya dia kembali orgasme, bisa kurasakan cairan hangat menyiram kepala batang kemaluanku yang lagi merojokrojok lubang kemaluan Tante Linda. Aahh shhsss.. yess, lalu tubuhnya kembali agak tenang menikmati sisa -sisa orgasmenya. Wahh kamu memang bener-bener hebat De Tante sampe keok dua kali sedangkan kamu masih tegar. Iiya Tante bentar lagi juga Ade keluar nih sambil terus aku menyodok-sodok lubang kemaluan Tante Linda yang sempit dan berdenyut-denyut itu. Ahh enak sekali Tante.. ahhh Terusin sayang.. terus ahhh.. shhh, erangan Tante Linda membuatku semakin kuat merojok - rojok batang kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya. Aauwh pelan-pelan sayang ahhh.. yes.. ahh good. Aduh Tante, bentar lagi keluar nih kataku. Aahh Ade sayang keluarin di dalam aja yah sayang.. ahhh.. Tante mau ngerasin.. ahhh shhh mau rasain siraman hangat peju kamu sayang Iiiyyaa Tante.. lalu aku mengangkat kaki kanan Tante sehingga posisi liang kemaluannya lebih menjepit batang kemaluanku yang sedang keluar masuk lobang kemaluannya. Aahhh ohhh ahhh.. ssshhh.. Tante Ade mau keluar nih.. ahhh, lalu aku memeluk Tante Linda sambil meremas-meremas buah dadanya. Sementara itu, Tante Linda memelukku kuat-kuat sambil mengoyanggoyangkan pantatnya. Ah Tante juga mau keluar lagi ahhh shhh lalu dengan sekuat tenaga kurojok liang kemaluannya sehingga kumpulan air maniku yang sudah tertahan menyembur dengan dahsyat. Seeerr.. serr crot.. crot Aahhh enak sekali Tante ahhh harder.. harder ahhh Tante Selama dua menitan aku masih menggumuli tubuh Tante Linda untuk menuntaskan semprotan maniku itu. Lalu Tante Linda membelai -belai rambutku. Ah kamu ternyata seorang jagoan De Setelah itu ia mencabut batang kemaluanku yang masih agak tegang dari lubang kemaluannya kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya untuk dijilati oleh lidahnya. Ah, ngilu rasanya batang kemaluanku dihisap Tante Linda. TAMAT

TANTE MINA
Namaku John (samaran). Umur aku sekarang 23 tahun. Sekarang kuliah disalah satu universitas swasta di surabaya. Tinggi aku 175 cm berat 60 kg. Aku termasuk cowok yang mudah terangsang, tiap kali melihat gadis dengan dada besar, kontolku langsung berontak.. Aku sering melekukan onani paling tidak 1 kali sehari.. Kejadian ini terjadi ketika aku masih duduk di kelas 2 SMU. Waktu itu bulan Juli, lagi liburan sekolah. Waktu itu ortu dan adik perempuanku jalan -jalan ke jakarta, jadi rumahku tinggal aku sendiri akhirnya aku dititipkan dirumah tanteku (adik Mamaku). Mina, nama tanteku. Kalau nggak salah umur tanteku waktu itu 28, tanteku belum punya anak walaupun sudah kawin 1 tahun lebih. Jadi ketika aku ke sana dia senang sekali. Om-ku seorang pegawai swasta di Surabaya, tapi sering keluar kota untuk kerja proyek di sana. John, tolong jaga rumah dan tantemu ya, tantemu lagi sakit. Om besok ke jakarta, ada proyek penting yang harus dikerjakankata om-ku. Ya, om. Beres, tapi mana duitnya, heheTerus aku dikasih 100 ribu sama om-ku. Keesokan harinya.. John, ingat ya pesan om. Pesan om-ku dan akhirnya dia berangkat menuju Jakarta. Sorenya aku nonton TV dengan tanteku. Waktu itu tanteku pake piyama yang tipis. Dada tanteku kutaksir 34B, jadi lumayan besar.. Tante kan lagi sakit, kenapa nggak istirahat saja? Biar cepat sembuh. Nggak apa-apa. Kalau di kamar terus juga sama aja. Mendingan nonton TV bareng kamu disini Hehe, aku lihati terus tubuh tanteku yang sexy itu.. Dan pikiranku mulai ngeras, begitu juga adikku, sudah mulai bangun.. Aku langsung membayangkan kalau lagi bersetubuh dengan tanteku itu.. Tiba-tiba.. Oi, lagi mikirin apa John, sampai bengong kayak gitu. Lagi lihat TV kok lihat-lihat tante terus. Habis tante cantik banget, terus sexy lagi, hehe Bisa aja kamu. Nakal ya. benar kok. Tante memang cantik.Terus kami nonton TV lagi.. Eh, sudah j am 7 lho, ayo makan malam. Sudah dibeliin ayam goreng. Tadi pesan di warung Ayo tante..aduh pikirku.. Padahal sedikit lagi.. Akhirnya kami makan malam bersaman.. Aku melihat tubuh tanteku terus.. Tidak konsentrasi untuk makan.. Ayo, John. Dimakan ayamnya. Kok bengong. Minta disuapin ya? Ah nggak tante bisa sendiri kok. Tapi kalau disuapin sih mau aja Ayo cepat makan, dasar nakal Atau tante mau disuapin sama John, tante kan lagi sakit Ayo makan, jangan ngomong terus! tanteku sepertinya marah.. Malamnya sekitar pukul 22.00.. Dari kamar tante terdengar suara panggilan. John. John.. Kesini sebentar Ya tante, sebantar ya aku lagi telepon Cepatan, John. habis telepon aku langsung menuju kamar tante. Tante, aku masuk ya? Ya, pintunya tidak dikunci kok, masuk aja Aku langsung masuk kekamar tante. Kamrnya harum, bau parfum.. Kamarnya harum tante. Pake apa? Sini John. Dekat kesini. Tante. Ada apa? Tante sakit lagi ya? Ya John. Kepela tante rasanya seperti mau pecah.. Saya ambilin obat ya tante? Tante nggak apa -apa kan? Atau mau ke dokter?. Nggak perlu John. Kamu kesini John. Aku lalu mendekat ke tubuh tante yang berbaring di ranjang. Sini Tante lalu memegang tanganku dan di taruhnya di kepalanya. Tolong John, urut kepalaku ya. Biar sakitnya berkurang.. kata tante dengan suara yang menggoda.. Dan tentu saja langsung kupenuhi permintaannya.. Pikiranku mulai berpikiran lagi untuk bersetubuh dengan tanteku. Aku duduk diranjang di bagian atas kepala tanteku dan mengurut kepalanya. Aku bisa melihat dada tanteku yang menyembul karena saat itu dia memakai piyama warna putih yang tipis.. Sambil mengurut kepalanya aku juga mengelus -elus rambut tanteku. Mataku tertuju ke dadanya yang sepertinya mulai mengeras karena terlihat puting susunya dari luar. Sepertinya tanteku tidak memakai BH.. Pikiranku sepertinya tidak bisa diajak berkompromi lagi..Tante, tante cantik banget. John tolong pijat kaki tante juga ya. Kok rasanya pegal Ya tante dan langsung kupijat betis tanteku..

Kulit tante putih dan mulus ya kataku. Hehe, ayo pijat terus John. Ayo lebih ke atas lagi, pijat paha tante. Kupijat paha tante yang mulus dan putih itu. Mata tanteku terpejam, sepertinya kepalanya sudah tidak sakit lagi. Pikiran kotor ku muncul lagi. Ingin rasanya menikmati tubuh tanteku ini. Pijatan yang tadinya kul akukan sekarang berubah menjadi elusan pada paha tanteku.. Dan sepertinya tanteku sangat menikmati karena tanteku diam saja. Tante, gimana rasanya sekarang. Sudah baikan? Terusin. Jangan hentikan pijatanmu.. Ayo John.. Aku tahu tanteku pasti juga sudah mul ai terangsang dilihat dari bahasa tubuhnya.. Aku tidak lagi memijat tapi kuelus terus pahanya.. Dan pelan-pelan kunaikkan tanganku dan kuselipkan ke celana tanteku.. Tidak ada reaksi sama sekali dari tanteku. Inilah saatnya aku melakukannya.. pikirku dalam hati.. Kuelus-elus dengan lembut tubuh tanteku itu. Dan akhirnya kuberanikan diri untuk menyentuh celana dalam tenteku.. Dan ternyata celana dalamnya sudah basah.. Langsung saja kuelus vagina tanteku yang masih ditutupi CD itu. Ehmm, John, ayo teruskan.. Aku coba untuk menyelipkan Enakk John, ayo terus, jariku ke dalam CD tanteku.. Dan kugesekkan jariku disana..

Tante, saya buka celana tante ya, biar lebih asyik.. Terserah kamu John, ayo cepat.. Langsung saja kubuka celana tante.. Dan sekarang aku elus per ut tante.. Ya John, ouh.. Kuremas dada tante yang masih memakai baju piyama.. John, buka saja bajuku. Ayo lakukan sesukamu.. Dan kubuka baju tante.. Dan langsung menyembullah 2 bukit indah yang belum pernah kulihat.. Kuremas payudara tante dengan kedua tanganku.. Ouhh, enak John, teruskan.. desah tanteku.. Kuremas-remas terus dada tante yang putih halus itu.. Ayo John lakukan sesukamu dengan dadaku.. Hisap John. Hisap susu tante.. Kuturunkan wajahku ke dada tante dan kuhisap susu kirinya.. Dada yang kananny a kuremas terus.. Kugigit halus puting susunya.. Ouhh, teriak tanteku, Enak John, ayo hisap yang dalam Kuhisap susu tante sampai keluar cairan susunya.. Susu tante enak. Aku suka susu tante.. Kedua susu tante kuhisap dan kuremas -remas.. Kubuka seluruh pakaianku hingga kontolku keluar.. Ohh.. Kontolmu gede John.. punya om-mu aja kalah. Diapain kontolmu. Kontolku yang sudah nongol langgsung dielus sama tanteku.. Adik manisku kata tanteku sambil mengocok kontolku.. Enak kan? Oh enak banget tante..

Kontolku dikocok terus oleh tanteku.. Aku tidak mau kalah langsung kubuka CD tanteku.. Tante, vagina tante merah muda, aku suka sekali Akhirnya kami bermain dalam posisi 69. Vagina tante yang sudah basah langsung saja kujilat.. Sllrrpp.. ssllrrpp.. bunyi suara lidahku ketika menjilat vagina tanteku.. Tanteku juga tidak kalah gesitnya.. Kontolku yang sudah menegang itu dimasukin ke mulutnya.. Dan sejurus kemudian langsung dimainkan dengan lidahnya dan dihisap-hisap juga.. Kubuka vagina tanteku dengan jari telunjuk dan j empolku.. Lalu kutusuk-tusukkan lidahku di lubang memeknya.. Sambil sekali -kali kuhisap vagina tante yang baunya harum.. Sampai lebih kurang 10 menit kami dalam possisi 69, tiba-tiba kepalaku dijepit oleh kedua paha tante.. Aku tahu kalau tanteku sudah mencapai orgasme yang pertamanya.. Dari vagina tante keluar cairan warna putih dan langsung kujilat sampai bersih.. Tanteku masih sibuk dengan kontolku walaupun sudah mencapai orgasme.. Lalu.. Tante, aku juga mau keluar Mendengar ucapanku hisapan tanteku pada kontolku semakin dipercepat. Dan.. Crroott.. croott.. Kumuncratkan 6 kali spermaku di mulut tanteku.. Tante, jangan ditelan dulu spermanya.. pintaku.. Lalu kupegang kepala tante dan kulumat bibirnya yang masih penuh dengan cairan spermaku.. Dan tanteku bereaksi dengan cepat, akhirnya kami berbagi sperma. Kumainkan lidahku dalam mulut tante yang penuh sperma dan kuhisap spermanya, lalu kumuntahkan lagi ke mulut tanteku.. Tanteku juga melakukannya.. Sampai lebih kurang 5 menit. Kami lalu menelan sperma tersebut.. Ayo John, masukin kontolmu ke vagina tante pinta tanteku.. Kontolku memang masih tegang walaupun sudah sempat mengeluarkan sperma.. Kubuka paha tante lebar lebar.. Sampai terlihat lubang memeknya yang masih basah itu.. Lalu kupegang kontolku dan kugesekkan kepala kontolku di mulut memeknya.. Oh, John ayo masukan kontolmu.. Tubuhku ini milikmu John.. Ayo. Lakukan sesukamu.. Memekku ini milikmu John.. Ayo masukin.. racau tanteku.. Kudorong kontolku ke vagina tanteku yang sudah basah sekali.. Oughh.. Masukin yang dalam John.. Sampai kontolmu amblas.. Ayo John.. Agak susah masuknya..

Kutekan lagi kontolku. Sekarang kontolku sudah masuk 1/2 ke dalam vagina tanteku.. Kutarik sedikit kontolku dan aku menarik napasku.. Dan.. Bless. Aughh, John sakit.. Kontolmu gede banget teriak tanteku.. Kontolku seperti dimakan oleh memeknya tante, amblas.. Kutarik pelan-pelan kontolku.. John, aauugghh. Sakit. Pelen-pelan ya.. Kutarik dan dorong dengan pelan kontolku yang berada dalam lubang kenikmatan tanteku.. Tante, memeknya masih sakit? Nggak John. Ughh. Nikmat. Ayo John lakukan sesukamu. Kupercepat gerakan kontolku.. Tarikk dorongg.. Tarik.. Dorong.. Oughh.. Shh.. John.. Oughh shh.. desah tanteku karena nikmat yang kuberikan. Kugenjot terus vagina tante yang semakin becek itu.. Ouugghh enakk Johnn ayo genjot vagina tante.. Lagi John.. Ssshh Ku percepat gerakan maju mundur pantatku.. Payudara tante yang bergoyang turun naik seiring dengan genjotanku kuremas-remas.. Dan sekali-kali kupelintir putingnya.. Auhgghh enak John.. Ayo genjot.. Terusshh

Kontolku yang berada dalam vagina tante.. Kutarik sampai hampir keluar.. Lalu.. Kudorong pantatku kedepan sekuat tenaga.. Aaaugghh enak John, ayo lakukan lagi.. Aku suka kontol kamu Johnsshshh Kulakukan terus dan kupercepat genjotanku. Sepertinya tanteku sudah hampir klimaks.. Ayo John pompa memek tante secepat dan sekeras mungkin dengan kontolmu itu.. Ougghh Tanteku juga menggoyangkan pantatnya maju mundur sehingga terasa sekali denyut memeknya. John, tante mau keluar.. Ougghh shh ta nte nggak tahan lagi.. Kita sama-sama aja tante.. Kupercepat genjotanku. Kupompa terus vagina tanteku ini.. Dann.. Tanteku memelukku dengan erat dan terasa semburan cairan kenikmatan bibi dalam memeknya.. Croott ccrroott ccrroott.. Aku juga menyemburkan spermaku dalam vagina tanteku.. Akhirnya kami lemass.. Kontolku yang masih berada dalam vagina tante.. Seperti dijepit.. Enek sekali denyutannya.. Aku juga membalas dengan membuat kontolku berdenyut.. Hehe nakal ya kamu.. Tante juga Lalu kami berdua berciuman dan memainkan lidah.. Dan kucabut kontolku.. Terlihat cairan spermaku dan tanteku mengalir keluar dari memeknya.. Tanpa perintah langsung kujilati cairan yang membasahi vagina tanteku sampai bersih.. Dan kugigit halus bibir memeknya.. Auhghh, kamu kok nakal banget sih.. Habis vagina tante enak sekali Kami lalu tertawa.. Tidak terasa kami main hampir 2 jam. Malam itu kami tidur tanpa membersihkan diri lagi.. Bau cairan kenikmatan kami seperti memenuhi kamar tanteku.. Dan kami tidur tanpa busana.. Semalaman kami hampir tidak tidur karena kami terus saling mengelus-elus bagian tubuh kami.. Aku cinta tante Tante juga. TAMAT

TANTE ENDANG ini di mulai setelah sekolah aku disuruh jaga toko Milik Tante Endang yang sebenarnya bukan tante asliku, dia adalah teman dari dari ibu sodaraku jauh, ribet deh kalodiceritain, aku menjaga toko itu sudah sekitar 2 minggu. Karena toko milik Tante Endang menjual sembako, maka pembelinya pun kebanyakan ibu -ibu ataupun perempuan. Saya yang bertugas untuk mengambilkan barang-barang seperti beras, gula ya hanya bersikap cuek saja terhadap banyaknya pembeli itu. Sebut Tante Lina pemilik toko di sebelah tokonya Tante Endang yang sepertinya juga tipe Tante Girang Binal, dia sering datang sore hari setiap toko akan ditutup. Dia biasanya saling omong-omong, bersenda gurau dengan Tante Endang, dan apabila telah begini tentu lama sekali selesainya. Dan seperti biasanya, aku pulang duluan ke rumah karena Tante Endang biasanya dijemput oleh suaminya atau anaknya. Tapi suatu saat, ketika mau pulang aku teringat bahwa harus mengantarkan Indomie ke pelanggan, aku cepatcepat balik ke toko. Dan memang toko sudah sepi, pintu pun hanya ditutup tanpa dikunci. Aku pun langsung masuk menuju tempat penyimpanan Indomie. Ternyata aku menyaksikan peristiwa yang tidak kuduga sama sekali, kulihat Tante Endang dengan posisi tetelentang di antara tumpukan karung beras sedang dioral kemaluannya oleh Bu Lina. Tante Endang sangat menikmati dengan rintihannya yang ditahan -tahan dan tangannya memegang kepala Bu Lina untuk dirapatkan ke selangkangannya. Karena terkejut atas kedatanganku, maka keduanya pun berhenti dengan memperlihatkan wajah sedikit malu malu. Tapi tidak sampai lima detik, mereka pun tersenyum dengan penuh artii Kamu belum pulang to Her (Hery namaku), kebetulan lho kita bisa rame-rame, ya kan Bu Lina..? ucap Tante Endang sambil menariktangan Bu Lina ke arah kedua dadanya yang terbuka. Ayo sini Her.., jangan malu, ughh, ahh..! desah Tante Endang lagi, kali ini tangannya melambai ke arahku. Dan aku pun sempat bingung tidak tahu harus berbuat apa, tapi karena kedua wanita dalam keadaan tanpa pakaian seperti itu memanggilku, nafsu kelelakianku bangkit walaupun aku belum pernah merasakan sebelumnya. Perlahan aku mendekati keduanya sambil melihat mereka berdua. Seperti seorang raja aku pun disambut, mereka yang tadinya telentang dan menindih kini mereka bangkit dan duduk sambil menata rambutnya masing-masing. Hanya lima langkah aku pun sampai di hadapanya, dan dengan lihai mereka berdua la ngsung meremas selangkanganku. Her, ini pernah masuk ke sarangnya belum..? tanya Tante Endang manja. Be.., belum Tante..! jawabku polos sambil menahan rasa geli yang begitu nikmat. Wah.., hebat dong belum pernah. Pertama kali langsung dapat dua lubang..! cand a Bu Lina, sementara tangannya menarik lepas celanaku hingga aku benar -benar telanjang di hadapan mereka. Dan sesaat kemudian aku merasakan kehangatan padabatang kemaluanku. Terdengar srup, srup ahh. Tante Endang dan Bu Lina seakan ingin berebut untuk menikmati batang kemaluanku yang berukuran normal -normal saja. Ayo Bu.., hisap yang lebih kenceng biar keluar isinya..! Iya Bu.., ini kontol kok enak banget sih..? Cupp.., crupp..! kata mereka berdua saling menyahut. Aku hanya pasrah menikmati perlakuannya dan sesekali kuusap pipi -pipi kedua Tante-Tante itu dengan nafsu juga. Tidak sampai 10 menit, aku merasakan sesuatu kenikmatan luar biasa yang biasanya terjadi dalam mimipi, badanku menegang, mataku terpejam untuk merasakan sesuatu yang keluar dari kemaluanku. Tumpahan maniku memuncrat mengenai wajah Bu Lina dan Tante Endang, dan dengan serta merta Tante Endang mengalihkan lumatan dari punyaku ke wajah Bu Lina. Dengan buas sekali mereka saling berciuman bibir, berebutan untuk menelan air kenikmatan punyaku. Aku pun berjongkok dan membuka paha Tante Endang, Tante Endang hanya menurut. Mau apa kau Sayang..? desah Tante Endang.

Aku hanya diam saja dan mengarahkan wajahku ke arah selangkangannya yang berbau anyir dan tampak mengkilap karena sudah basah. Aku mencoba untuk melakukan seperti di film-film. Kumasukkan lidahku ke dalam rongga-rongga vaginanya serta menyedot-nyedot klitorisnya yang kaku itu. Kurasakan ketika aku menyedot benda kecil Tante Endang, Tante Endang selalu menggelinjang dan mengangk at pantatnya, sehingga kadang hidungku ikut mencium benda kecil itu. Her.., kamu kok pinter banget sih, terus, terus uggh.. ughh.. ahhh, ehh, aahhh..! ceracau Tante Endang . Terus Her, terus..! Beri Tantemu surga kenikmatan, ayo Her..! ucap Bu Lina ya ng memilin dan mengemut puting susu Tante Endang. Terus Bu..! Her.., aku mau muncrat! Ayo Her.., sedot yang keras lagi..! pinta Tante Endang. Aku pun semakin liar memainkan vaginanya, dan dengan teriakan Tante Endang, Aghh.., ughh..! lidahku merasakan ada cairan kental keluar dari vagina Tante Endang. Aku cepat-cepat menangkapnya dan sedikit ragu untuk menelannya. Her, sudah Her.., Tante sudah puas nih..! Kamu gantian dengan Bu Lina ya..! ucapnya sambil tangannya mengusap cairannya yang keluar dari liang senggamanya. Aku pun tidak sadar bahwa batang kemaluanku sudah bangun lagi, tegak dengan sempurna walaupun sedikit terasa ngilu. Bentar Her.., kamu disini dulu ya..! pinta Bu Lina sambil keluar ke tempat tumpukan koran dan mengambil beberapa lembar. Kemudian Bu Lina masuk ke gudang lagi dengan menggelar koran yang dibawanya. Setelah kira -kira cukup, Bu Lina menelentangkan tubuhnya dan memanggilku, Ayo sekarang giliran saya dong Her..! katanya sambil tangannya meremas susunya sendiri. Aku pun langsung mengangkanginya dan kedua tangan pun mengganti tangannya untuk meremas susu susunya yang masih kenyal. Lembut, halus, enak rasanya memegang payudara orang dewasa. Her.., masukin dong tuh burung kamu ke lubang Lina, ayo dong Her..! bisiknya lemb ut.

Aku pun berusaha untuk mengarahkan masuk ke liangnya, tapi dasar memang masih a matir, terasa terpeleset terus. Ayo Lina bantu biar nggak salah sasaran..! ucapnya. Dan tangannya pun memegang batang kemaluanku dengan lembut dan memberikan kocokan s ebentar, dan akhirnya dibimbing masuk ke lubang kenikmatannya. Ini pertama kali kurasakan penisku masuk ke sarangnya. Terasa hangat, lembab, nikmat dan seperti ditarik tarik dari dalam kamaluan Bu Lina. Secara naluri aku pun mulai menggerakkan pantatku ma ju mundur secara pelan dan berirama. Terus Her.., masukkin lagi yang lebih dalam, ayooo, ughh..! desah Bu Lina. Tangan Bu Lina pun telah memegang pantatku dan menekan-nekan supaya doronganku lebih keras, sedangkan kakinya telah melingkar di pinggangku. Kira-kira hanya 10 menit berlalu, Bu Lina menjerit sambil menggaruk punggungku dengan keras, Ooohhh.., aku ngejrot.., Her..! Yeess.., uhhh..! Kemudian tubuhnya lunglai dan melepaskan kakinya yang melingkar di pinggangku. Aku pun bangkit meninggalkan Bu Lina yang telentang dan tampak dari liang kenikmatannya sangat banyak cairan yang keluar. Kuhampiri Tante Endang yang mulai menutup pintu-pintu tokonya. Aku pun turut membantunya untuk mengemasi barang-barang. Setelah beberapa menit menunggu jemputan, terdengar telpon berdering. Setelah kuangkat ternyata mobil yang dipakai menjemput dipakai suaminya untuk ngantar tetangga pindahan. Kemudian aku pun menawarkan untuk mengantarkan ke rumah Tante Endang dengan Impresa 95 kesayanganku.

Di dalam perjalanan, Tante banyak bercerita bahwa hubungan lesbinya dengan Bu Lina sudah 3 tahun, karena Omku suka pulang malam (mabuk-mabukan, judi, nomor buntut, dan sebagainya) sehingga tidak puas bila dicumbu oleh Omku. Sedangkan Bu Lina memang janda karena suaminya minggat dengan wanita lain. Sampai di rumah Tante Endang, suasananya memang sepi karena anaknya kuliah dan Omku sedang mengantar tetangga pindah rumah. Setelah aku angkat-angkat barang ke dalam rumah, aku pun lalu pamitan mau pulang kepada Tante Endang. Aku terkejut, ternyata Tante Endang bukannya memperbolehkan aku pulang, tetapi malah menarik tanganku menuju kamar Tante Endang. Her.., Tante tolong dipuasin lagi ya Yang..! pintanya sambil memelukku dan menempelkan kedua buah dadanya ke tubuhku. Aku pun mencium bibirnya yang terbuka dan mengulumnya dengan nafsu, demikian pula Tante Endang. Kemudian dengan dorongan, jatuhlah tubuh kami berdua di kasurnya, dan dengan bersemangat kami saling meraba, menindih, merintih. Hingga akhirnya aku melepaskan maniku ke dal am kemaluan Tante Endang. Aku pun pamitan pulang dengan mencium bibirnya dan meremas susunya dengan lembut. Kemudian dari laci lemari diambilnya uang seratus ribuan, dan diberikan kepadaku, Untuk rahasia kita..! katanya. Sampai saat ini lebih dari 2 tahun aku bekerja di toko Tante Endang, dan hubungan badanku dengan Tante Endang dan Bu Lina masih berlangsung. Dan yang menyenangkan adalah Tanti, anak Bu Lina mau kupacari, dan aku ingin menjadikannya sebagai istri... Cerita Panas Tante Girang 9out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews. TAMAT

PESTA SEKS BERSAMA TANTE SEXY DAN ANAKNYA Pada bulan Mei tersebut aku pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan, tapi memang kata orang bahwa mencari pekerjaan itu tidak semudah yang kita duga, apalagi di kota metr opolis. Pada suatu malam minggu aku tersesat pulang dan tiba-tiba saja ada mobil sedan mewah menghampiriku. Terus dia berkata, Hey.. kok.. melamun? katanya. Aku sangat kaget sekali ternyata yang menyapaku itu adalah seorang wanita cantik dan aku sempat terdiam beberapa detik. Eee.. Ditanya kko masih diam sih? wanita itu bertanya lagi. Lalu aku jawab, Ii.. nii.. Tante aku tersesat pulang nih? Ooohh.. Mendingan kamu ikut Tante saja yah? Kemana Tante? tanyaku. Gimana kalau ke rumah Tante aja yah? karena a ku dalam keadaan bingung sekali dan tanpa berpikir apa -apa aku langsung mengiyakannya. Aku sudah berada di rumahnya, di perumahan yang super elit. Kemudian aku diperkenalkan sama anak anaknya yang memang pada cantik dan sexynya seperti Mamanya. Oh yah, setelah aku dan mereka ngobrol panjang lebar ternyata Tante yang nolong aku itu namanya adalah Tante Mey Lin yang dipanggil akrab Tante Mey, anak pertamanya Mbak Hanny, dia masih kuliah di Universitas terkenal di Jakarta, anak yang kedua namanya Sherly kelas 1 SMU dan yang ketiga namanya Poppy kelas 1 SMP, mereka berdua di sekolahkan di sekolah yang terkenal dan favorit di Jakarta. Walaupun aku baru pertama kenal, tapi aku sama bidadari -bidadari yang pada cantik ini rasanya sudah seperti seseorang yang telah lama berpisah. Lalu kami berlima menonton acara TV yang pas pada waktu itu ada adegan panasnya, dan aku curi pandang sama Tante Mey, rasanya Tante in i enggak tenang dan merasa gelisah sepertinya dia sudah terangsang akan adegan itu, ditambah ada aku disampingnya, namun Tante rupanya malu sama anak-anaknya. Tiba-tiba Tante berkata, Hanny, Sherly, Poppy cepat tidur sudah malam? yang memang pada waktu itu menunjukkan jam 10.30. Memangnya kenapa Mami, filmnya kan belum selesai, kata Mbak Hanny. Memang dia kelihatannya sudah matang betul dan apa yang akan dilakukan Maminya terhadap aku? Lalu mereka bertiga masuk ke kamarnya masing tapi Sherly dan Poppy ti dur satu kamar. Dan kejadian kurang lebih tiga bulan yang lalu terulang lagi dan sungguh diluar dugaan aku. Nah dewa sekarang tinggal kita berdua, katanya. Mrmangnya ada apa tuh Tante? kataku heran. Dewa sayang, Tante enggak bisa berbuat bebas terhadap kamu karena Tante malu sama anak-anak, begitu timbalnya. Dewa mendingan kita ke kamar Tante aja yah, please.. temanin Tante malam ini sayang, Tante sudah lama sekali enggak dijamah sama laki-laki, sambil memeluk aku dan memohon, Yah sayang? Mau kan? katanya lagi Ii.. Yaa, mau.. Tante? jawabku gugup. Karena Tante sudah mau menolongku. Tiba di kamar Tante rupanya enggak bisa nahan lagi nafsunya dia langsung mencium seluruh tubuhku, lalu kami berdua tanpa terasa sudah seperti sepasang kekasih yang sudah lama pisah. Hingga kami berdua sudah setengah bugil, aku tinggal CD saja dan tante Mey tinggal BH dan CDnya. Tante sempat menari -nari di depanku untuk membangkitkan gairahku supaya semakin nafsu. Wahh..!! Gile benar nih Tante, kok kayak masih umur 23 tahun saja yah? gumamku dalam hati. Itu tuh.. Kayak Mbak Hanny anaknya yang pertama. Sungguh indah tubuhnya, payudara yang besar, kencang dan sekel sekali, pinggulnya yang sexy dengan pantat yang runcing ke atas, enak kalau dientot dari belakang? Terus yang paling menggiurkan lagi vaginanya masih bagus dan bersih. Itu gerutuku dalam hati sambil melihat Tante menari -nari. Tante langsung menindihku lalu mencium bibirku dengan ganasnya lalu aku juga membalasnya, Tante menggesek-gesekkan vaginanya ke penisku yang mulai tegang, juga kedua payudaranya ke dadaku. Ooohh.. terus.. Tante, gesek.. dan.. Goyang.. yang kerass.. aahh.. oohh.. desahku.

Dewa sayang itu penismu sudah bangun yah, rasanya ada yang menganjal di vaginaku cinta, kata Tante Mey. Lalu kami berdua tanpa ba.. bi.. bu.. langsung melakukan 69, dengan jelas terlihat vagina Tante Mey yang merah merekah dan sudah sangat basah sekali, mungkin sudah terangsang banget karena tadi habis menggesek-gesekkan vaginanya ke penisku. Lalu aku menjilat, mencium da n menghisapnya habis -habisan, kupermainan kritorisnya. Tante mengerang. Ooohh.. Eennaakk.. Dewaa.. sayang.. terus.. makan vagina Tante yahh..? Begitu juga dengan aku, penis rasanya sudah enggak tahan banget ingin masuk ke lobang vagina kenikmatannya. Ooohh.. yahh.. eenaakk terus.. Tante.. yang cepet kocokkannya..? Cclluup.. Ccluupp.. Suara penisku didalam mulutnya. Dewa, vagina Tante sudah enggak tahan lagi sudah cepet lepasin, cepet masukin saja penis kamu cinta? Tante Mey meringis memohon. Kemudian aku mengambil posisi diatas dengan membuka pahanya lebar lalu aku angkat ke atas dan aku mulai memasukan penisku ke dalam vaginanya. Bblless.. Bleess.. Bblleess.. Awww.. Yeeahh.. Ssaakiitt.. De.. Waa? Kenapa Tante? Pelan-pelan sayang, vaginaku kan sudah lama enggak dientot? Ooohh..? jawabku. Tahan sebentar yah Selang beberapa menit, cinta, biar boleh vagina masukin Tante dan terbiasa entot lagi vagina dimasukin Tante penis, katanya. yah ?

Nah Dewa, sekarang kamu Ssiipp.. Siap..!! Tante Mey??

sampai

puas

Memang benar vagina Tante rupanya sudah lama enggak dimasukin penis lagi, terbukti aku sampai 3 kali hentakan. Bleess.. Bless.. Bblleess.. Akhir aku masukin semuanya penisku ke vaginanya. Tiga kali juga tente Mey menjerit. Dewa genjot dan kocok vaginaku sayang? lalu aku mulai memasuk keluarkan penisku dari lambat sampai keras dan cepat sekali. Tante Mey mengerang dan mendesah. Ooohh.. ahh.. enak.. sekalii.. penis kamu Dewaa.., akhirnya vagina Tante ngerasain lagi penis.. terus.. Entot vagina Taann.. tee.. Dewaa.. Sayaanngg..? ceracaunya. Uuuhh.. Oohh.. Aaahh.. Yeess.. Ennaakk.. vagina Tante seret sekalii.. Ka ya vaginanya perawan? timbalku. Tiba-tiba, Dewaa.. Aku mau keluar nih? penis kamu hebatt..? Tunggu Tante sayang, aku juga mau keluar nih..? Akhirnya Tante Mey orgasme duluan. Crott.. Ccroott.. Crroott.. Banyak sekali cairan yang ada dalam vaginanya, rasanya penisku hangat sekali. Tante aku mau keluar nih..? kataku, Dimana nih keluarinnya..? Didalam vagina Tante saja Dewaa.. Please.. ingin air mani kamu yang hangat..? Ccrett.. Ccroott.. Ccrroott.. Aaarrgghh.. Aarrgghh.. Oohh.. Mmhh.. Nikmat vagina Tantee..? erangku. Lalu aku dan tente tidur pulas, karena kecapaian akibat pertempuran yang sengit tadi. Sekitar jam 12 malam rasanya penisku ada yang mengulum dan mengocoknya. Ternyata Mbak Hanny,

Ada apa Mbak? tanyaku. Wah gila dia, sambil mengocok penisku didalam mulutnya, tangan kirinya menusuk -nusuk vaginanya sendiri. Dia berkata, Dewa aku ingin dong dientot kaya mami tadi, yah.. please.. Dia mempertegas, Dewa tolong Mbak yah sayang, vagina Mbak juga sudah kangen enggak ngentot lagi, Mbak baru putus sama pacar habis enggak muasin vagina Mbak, sambil membimbing tangan kananku untuk mengelus-elus vaginanya. Iyah deh Mbak, aku akan berusaha dengan berbagai cara untuk dapat membuat vagina Mbak jadi ketagihan sama penis aku, jawabku vulgar. Kita entotannya dilantai karpet aja yah? kata Mbak Hanny. Tapi masih di kamar tersebut, Aku takut mengganggu Mami yang habis kamu entotin vaginanya, entar Mami bangun lagi kalau ngentotnya diranjang, dia mempertegas. Mbak Hanny langsung telanjang bulat. Kami pun bercumbu, saling menjilat, mencium, menghisap seperti biasa, dengan gairah yang sangat menggelora sekali. Dan sekarang aku mulai memasukkan penisku ke lubang vaginanya, karena dia sudah gatel banget lihat tadi aku ngentotin Maminya. Maka aku langsung aja, masukkan penisku. Bleess.. Bless.. Bleess.. Aw.. Oohh.. Aahh.. Yyeess..? erangnya. Sakit Mbak? tanyaku. Enggak cinta, terusin saja enak banget kok? Aku langsung mengkocoknya, plak.. plakk.. plokk.. plookk..? suara paha kami berdua beradu..? Vagina Mbak enaakk.. Sekali sih..? sambil aku menggoyangkan pinggulku, terus dia juga mengimbangi goyanganku dengan arah yang berlawanan sehigga benar -benar tenggelam seluruh penisku ke dalam vagina surga kenikmatannya. Oohh.. ennak.. Dee.. waa.. terus.. entot.. mee.. meekk.. Mmbaakk.. sayyaanngg..? Akhirnya akupun ngentot lagi sama vaginanya Mbak Hanny, tapi Maminya enggak sedikitpun bangun mungkin capek main sama aku, habis aku bikin tubuhnya dan vaginanya melayang-layang. Lagi asyik-asyiknya ngentotin vaginanya Kak Hanny, tiba-tiba terdengar suara. Iiihh.. Kakak lagi ngapain? mendengar suara tersebut, aku terkejut. Rupanya Shelly dan Poppy sedang asyik dan santainya melihat aku ngentot sama kakaknya. Aku langsung aja berhenti dan seketi ka itu juga Mbak Hanny berkata, Dewa kenapa, kok berhenti sayang, terus dong entot vagina Mbak, sampai enak dan nikmat sekalii..? Ii.. ittuu.. ada..? Ada apa? katanya lagi penasaran. Pas dia menggerakkan wajahnya kekanan, terlihatlah adik-adiknya yang sama-sama sudah bugil tanpa sehelai bena ng pun. Lalu Mbak Hanny bicara, Eehh.. adik-adikku ini bandel sekali yah..!! Setelah dia tahu bahwa aku berhenti karena ada adik-adiknya yang sama sudah telanjang bulat. Heyy.. kenapa kalian ikut-ikutan telanjang? kata Mbak Hanny. Kak aku ingin ngerasain dientot yah? tanya Shelly sama kakaknya. Iyah nih Kakak kok pelit sih.. aku juga sama Kak Shelly ingin juga ngerasain p enisnya Mas Dewa, timbal poppy. Iyah kan Kak? tanya poppy pada Shelly Iyah nih.. Gimana sih..? timbal Shelly.

Please dong Kak? Rengek kedua anak tersebut? terus mungkin sudah terlanjur mereka berdua melihat kakaknya ngentot dan sudah pada bugil semuanya, maka Kak Ha nny membolehkannya. Iyah deh kamu berdua sudah telanjur bugil dan lihat kakak lagi dientot vaginanya sama penis Dewa? Sini jangan ribut.. kata Kakaknya lagi, Tunggu kakak keluar, yah.. entar kamu juga bakal kebagi an adikku manis Tanya kakaknya. Dewa cepetan kocokannya yang lebih keras lagi.. Kasihan vagina kedua adikku ini sudah pada basah.. tuhh.. Akhirnya aku dan Mbak Hanny pun mempercepat ngentotnya kayak dikejar -kejar hantu. Dan akhirnya orgasme secara bersamaan. Aaarrgh.. Oohh.. Mmhh.. Aarrgghh.. Enak.. Sekalii.. cintaa? Aku sudah kel uar Dewa..? erangan Mbak Hanny. Aku juga sama Mbakk.. Rasanya penisku hangat sekali Setelah berhenti beberapa menit, lalu kedua anak abg ini mulai membangkitkan lagi gairahku, Shelly kakaknya lagi asyik mengocok penisku dalam mulut dan bibirnya yang sexy sedangkan Poppy mencium bibirku habis habisan sampai kedua lidah kami saling bertautan dan aku pun tak tinggal dia m, aku mulai meremas-remas toketnya yang sedang seger-segernya seperti buah yang baru matang. Akhirnya kembali lagi aku ngentotin vagina adiknya yang masih perawan. Yang pertama kuentot vaginanya sherly yang kelas 1 SMU. Aku sangat kesulitan memasukan penisku karena vaginanya masih sempit dan perawan lagi. Benar nih, vagina kamu mau aku masukin? tanyaku dengan penuh kelembutan, perhatian dan kasih sayang. Mau sekali Kak..? jawabnya. Aku dari tadi sudah kepengen banget, ingin ngerasain gimana sih kalau vagina aku dimasukin penis Mas dewa? Kelihatannya Kak Hanny enak dan nikmat banget, waktu Kakak lagi ngentotin dia? jawab polosnya. Lalu aku suruh dia diatas aku dibawah dan akhirnya dia memasukan juga. Bles.. Bless.. Bbleess.. Aw.. Aahh.. Ohh.. Kak.. sudah.. Masuk belumm..? sambil dia mengedangah ke atas, bibir bawahnya digigit lalu kedua payudaranya dia remas -remas sendiri sambil dia menekan pantatnya kebawah. Tekan lagi cinta masih kepalanya yang masuk? Akhirnya dengan dibantu aku memegang pantatnya kebawah, akhirnya masuklah semuanya. Aahh.. oohh.. yeeahh.. masuk semuanya yah kak? katanya. Iyah Shelly sayang, gimana enak kan? tanyaku sa mbil aku mencoba menggenjotnya. Enak.. sekali.. Kak Dewa.. Ini belum seberapa Selly. Ntar kamu akan lebih nikmat la gi? lalu aku kocok vaginanya dan akhirnya dia orgasme duluan. Creett.. Creett.. Ccroott.. Aakk.. saayyaanngg.. aa.. kuu.. mau.. keluar nihh.. eranganya. Sambil memelukku erat-erat dan pantatnya ditahan ke belakang karena dia ada diatas, lalu aku pun sama menghentakkan pantatku ke depan, arah yang berlawanan supaya dia benar -benar menikmatinya, penisku tertekan lebih dalam lagi ke lubang vaginanya. Dia langsung lemes sementar a aku belum orgasme dan kulihat Poppy sedang dioral vaginanya sama kakaknya, Mbak Hanny. Sudah dong kak..?? kataku pada Mbak Hanny. Kasihan tuhh.. vagina Poppy sudah ingin banget ngerasain di tusu k sama penisku ini? kataku lagi Iyah Kak Hanny, sudah dong kak? kata Poppy. Aku sudah enggak tahan sekali dari tadi lihat Kak Shelly dientot sama penisnya Dewa, sepertinya nikmat dan enak sekali? katanya memohon agar Kak Hanny melepaskan oralnya di dalam vaginanya. Akhirnya kami berempat mulai perang lagi, aku mau masukin penisku ke vaginanya Poppy sambil nungging (doggy style) kemudian Poppy menjilat vaginanya Mbak Hanny dan Mbak Hanny menjilat vaginany a Shelly yang sudah seger lagi.

Wah.. seretnya bukan main nih vaginanya Poppy, dia masih kelas 1 SMP jadi lebih sempit dibanding kakak kakaknya dan cengkramannya pun sangat kuat sekali. Bleess.. Bless.. Bleess.. Awww.. Awww.. Ooohh.. Ooohh.. Poppy menjerit lagi setiap a ku mau memasukkan lagi penisku. Sakit yah? tanyaku sambil aku meremas-remas payudaranya. Ii.. Iyah.. kak.., Tapi kok enak banget sih? terusin aja Kak Dewa.. Vagina poppy ras anya ada yang mengganjal dan rasanya hangat dan berdenyut-denyut, katanya. Sambil merem melek karena aku mulai menggenjot vaginanya. Oohh.. terruuss.. aakk.. saayyaang.. p.. va ginanya Poppy yah.. ceracaunya. Dan rasanya dia mulai juga menggoyangkan pinggulnya. Tenang cinta.. aku.. akan.. berusaha.. muasi n vaginanya dik.. Poppy.. Yah.. Dan akhirnya aku ngentot vagina keempatnya. Lalu aku dengar dia berkata, Aku mau keluar nih? Sabar taahann.. duu.. Luu.. Yah.. Namun baru sekali ini vaginanya dientot dia tak bisa nahan dan.. Crott.. Croott.. Aarhhgg, eemmhh.. oohh.. yeeaass..nikmat banget aakh..? eranganya. Makasih.. Yah kak..? sambil dia tersenyum. Aku.. pipisnya kok.. enggak biasanya, tapi enak banget sih. Aku mau keluar nih, dimana sayang? tanyaku. Aakkh.. didalam vaginaku aja yah.. Aku ingin ngerasain.. Gimana di siram air mani penis .. Ccrroott.. Crroott.. Crott.. Akhirnya aku tumpahkan ke dalam lobang vaginanya dan sebagian lagi kuberikan sama Kak Hanny dan Shelly. Gile.. Benerr.. sekali ngentot dapat empat vagina, yaitu vaginanya anak SMP, anak SMU, mahasiswi dan TanteTante. TAMAT

TANTEKU Bermula saat aku masih duduk dikelas 3 smu. Tanteku namanya Yuni, dia ini seorang Single parent dengan tiga orang anak; dua perempuan dan satu laki laki. Suaminya sudah meninggal karena kecelakaan mobil. Suaminya ini memang seorang pembalap lokal yang tidak terkenal namanya. Dengan tiga orang anak dan umurnya yang sudah 37 tahun, tanteku ini masih saja kelihatan seksi. Tubuhnya terawat, karena dengan kondisi keuangannya yang mapan, tanteku secara teratur senam. Hasilnya, walaupun dengan tiga orang anak, tubuhnya tetap terawat dengan baik. Pantatnya besar dengan pinggul yang juga besar tapi pahanya selain putih dan mulus juga singset tanpa ada tumpukan lem ak sedikitpun. Payudaranya lumayan besar, entah kira -kira berapa ukurannya akupun tidak tahu tapi yang jelas masih sekal tidak kendor layaknya seorang Ibu yang sudah melahirkan tiga orang anak. Kejadiannya berawal pada saat yang tidak diduga sama sekali. Saat itu di rumah sedang tidak ada orang hanya ada tanteku yang sedang asyik memasak untuk hidangan makan siang, kebetulan hari itu jadwal mengajar tanteku hanya satu mata kuliah saja. Sepulang sekolah, aku menemukan tanteku didapur sedang asyik memasak. Dengan langkah gontai karena kecapekan, aku langsung menghampiri meja makan. Tante Yun, belum siap yah makanannya? tanyaku kelaparan. Belum Wan, sabar yah. Ini lo si Suti (pembantu tanteku) pulang tadi pagi, jadinya ya gini n ih repot sendiri keluh tanteku Di dahinya terlihat cucuran keringat, belum lagi tangannya yang belepotan dengan berbagai macam bumbu yang sedang diraciknya. Kelihatan sekali kalau tanteku tidak pernah kerja Sekeras ini. Walaupun begitu, entah kenapa terlihat sekali wajah tanteku s emakin cantik. Saat itu dia hanya menggunakan daster pendek yang sebenarnya tidak ketat tapi karena bentuk pantat dan pinggulnya yang besar, daster itu jadi kelihatan agak ketat dan memetakan garis dari celana dalamnya kalau dia sedang membungkukkan badann ya. Ah, seksi sekali pikirku kotor. Wawan bantuin ya Tante? tawarku. Boleh Wan, sini! ternyata tanteku tidak keberatan. Tidak ada angin tidak ada hujan, belum sampai aku mendekat, entah karena apa tiba -tiba kran air di cucian piring copot dari pangkalnya. Otomatis air yang langsung dari tandon air yang penuh menyembur dengan derasnya mengenai tanteku yang kebetulan ada didepannya. Aduh Wan, tolong.., gimana ini? tanteku dengan paniknya berusaha menutupi saluran air ya ng menyembur dengan tangannya. Karena tubuh tanteku tidak terlalu tinggi, untuk mencapai saluran itu dia harus sedikit membungkuk. Terlihat sekali dasternya yang sudah basah kuyup itu sekali lagi memetakan pantatnya yang besar. Garis celana dalamnya kini terlihat lebih jelas. Dengan tergesa-gesa, tanpa pikir-pikir lagi aku segera mendekat dan membantunya menutup saluran air itu dengan tanganku juga. Tanpa aku sadari ternyata posisi tubuhku saat itu seperti memeluk tubuhnya dari belakang. Bisa di bayangkan, tanpa sengaja juga kontolku mengenai belahan pantatnya yang sekal. Keadaan ini bertahan beberapa lama. Hingga menimbulkan sesuatu yang kotor dipikiranku. Aduh Wan gimana ini? tanya tanteku tanpa bisa bergerak. Duh gimana ya Tante, aku juga bingung. kataku mengulur waktu. Saat itu, karena gesekan-gesekan yang berlebihan di kontolku, aku jadi tidak bisa menahan gairah untuk merasakan tubuhnya. Pelan-pelan aku melepas satu tanganku dari saluran air itu, pura -pura meraba-raba disekitar cucian piring, mencari sesuatu untuk menutup saluran air itu sementara. Tanpa sepengetahuannya aku justru melepas celanaku berikut juga celana dalamku. Memang agak susah tapi akhirnya aku berhasil dan dengan tetap pada posisi semula kini bagian bawahku sudah tidak tertutup apa -apa lagi. Wah, nggak ada yang bisa buat nutup Tante. Sebentar Wawan carikan dulu yah Kini niatku sudah tidak bisa ditahan lagi, pelan-pelan aku melepas peganganku di saluran air. Pegang dulu Tante kataku s edikit terengah menahan gairah. Yah, gih sana cepetan, Tante s udah pegal nih sungut tanteku.

Kemudian tanpa pikir panjang, secepat kilat aku menyingkap dasternya, kemudian secepat kilat juga berusaha untuk melorotkan celana dalamnya yang entah warnanya apa, karena sudah basah kuyup oleh air, warna aslinya jadi tersamar. Ehh.. apa-apan ini Wan, jangan gitu dong!? tanpa sadar tanteku melepas pegangannya disaluran air untuk menahan tanganku yang masih berusaha melepaskan celana dalamnya. Air menyembur lagi. Auhh.. ohh suara tanteku jadi tidak jelas karena mulutnya kemasukan air. Tanpa sadar juga tanteku berusaha untuk menutup saluran air dengan tangannya lagi, otomatis tanganku suda h tidak ada yang menahan lagi. Kesempatan pikirku, dengan satu sentakan celana dalam tanteku melorot sampai diujun g kakinya. Auwch.. duh Wan jangan, aku ini tantemu, jangann.. Mohon tanteku. Kepalang tanggung, aku langsung jongkok. Aku lalu menyibak pantatnya yang besar dan mencari liang senggamanya. Kudekatkan kepalaku, kujulurkan li dahku untuk mencapai vaginanya. Auwchh.. Wan.. ahh.. jilatan pertamaku ternyata membuatnya bergetar tanpa bisa beranjak dari tempat semula, kalau bergerak air pasti akan menyembur lagi. Lidahku semakin leluasa merasakan aroma dari vaginanya, semakin kedalam membuat tanteku bergetar hebat. Entah kenapa sudah tidak ada lagi bahasa tubuhnya yang menunjukkan penolakan, yang ada kepalanya semakin menggeleng-geleng tidak keruan. Kecari klitorisnya, memang agak sulit, setelah dapat kuhisap habis, dua jariku juga ikut menusuk liang vaginanya. Tidak terkira jumlah lendir yang k eluar, tak lama kemudian, terasa pantatnya bergetar hebat. Ahh..hh Wann.. ahh aouhh.. dengan erangan keras, rupanya tanteku sudah mencapai orgasme. Tubuhnya langsung lunglai tapi tanpa melepas pengangannya dari saluran air. Aduh aku belum apa-apa pikirku. Langsung aku berdiri, kusiapkan senjataku yang sudah mengacung dengan keras. Dengan dua tanganku aku coba menyibakkan kedua belahan pantatnya sambil kudekatkan kontolku kevaginanya. Kudorongkan sedikit demi sedikit. Begitu sudah betul -betul tepat dimulut liang kenikmatannya, tanpa ba -bi-bu langsung kulesakkan dengan kasar. Ahh sakit Wan.. pelan.. auh kepala tanteku langsung melonjak keatas, tanpa sengaja pegangannya di saluran air terlepas. Air menyembur dengan deras. Kepalang basah, begitu mungkin pikir tanteku karena selanjutnya dia hanya berpegangan dipinggiran cucian piring. Suda h tidak ada penolakan pikirku. Kudiamkan sebentar kontolku yang sudah masuk hingga pangkalnya didalam vagina tanteku, ku nikmati benar benar bagaimana ternyata vagina ya ng sudah mengeluarkan tiga orang manusia ini masih saja nikmat menggigit. Sensasi yang sangat luar biasa sekali. Pelan-pelan kutarik, kemudian kudorong lagi. Oohh.. Wan enak, terus sayang..yang cepat aouhh.. ahh.. terus sayang pantatnya bergoyan g melawan arah dari kocokanku. Nah gitu Wan, ouhh.. ya gitu teruuss.. Pinta tanteku. Aku terus mengocokkan kontolku dengan cepat. Sebentar kemudian tubuhnya mulai bergetar hebat. Yang cepat Wan, Tante sudah mau keluar lagi.. ouhh.. terus kepalanya semakin menggeleng-geleng tidak karuan. Cepatt.. cepatt truss.. ouchh.. Tante kelluaarr.. aghh Orgasmenya telah sampai dibarengi dengan kepalanya yang melonjak naik, tangannya mencengkeram pinggiran cucian piring dengan erat. Cabut dulu Wan.. Tante linuu.. pinta tanteku, karena merasakan aku yang masih mengocoknya dari belakang. Akan wawan cabut, tapi janji nanti diteruskan ya Tante? kataku. Iya, tapi sekarang dari depan aja yah janji tanteku. Tubuhnya kemudian berbalik. Wajahnya sudah awut-awutan dan basah kuyup. Kemudian dia duduk diatas cucian piring sambil menghadapku. Aku mendekat, langsung kucari bibirnya dan kemudian kami berpagutan lama. Sambil kami berciuman, satu tangannya membimbing kontolku kearah liang vaginanya. Tanpa disuruh dua kali kudorongkan pantatku dibarengi dengan masuknya juga kontolku.

Ahh.. oohh.. erang tanteku, ciuman kami terlepas. Kocokkan yang cepatt wann.. pinta tanteku sambil pahanya semakin dilebarkan. Begini Tante.. Kataku sambil mengocokkan kontolku dengan cepat. Gila kamu Wann.. kuaatt sekalii kamuu.. sambil satu tangannya menarik satu tanganku, kemudian ditaruhnya di bagian atas vaginanya. Aku tahu mau maksudnya. Yahh yang ituu.. teruss Wann.. ohh enakk.. Wan teeruss.. rintih tanteku ketika sambil kontolku mengocok vaginanya tanganku juga memelintir klitorisnya. Ohh Wan, Tante hampir sampai.. tubuhnya mulai bergetar agak keras. Aku juga hampir sampai Tante.. ohh punya Tante eenakk.. aku mulai tidak bisa mengendalikan lagi, orgasmeku tinggal sebentar lagi. Dikeluarin dimana Tante? tanyaku minta ijin. Udah nggak usah mikirin itu, ayoo terus s.. didalemm jugaa nggakk Papa Ayoo..Tante udah diujung nihh wann.. Ouhh.. enakk.. cepatt Wann.. yangg cepatt rintih tanteku. Goyang Tante, kita barengan ajaa.. oghh orgasmeku sudah diujung. Semakin kupercepat kocokanku, tanteku juga mengimbangi dengan menggoyang pantatnya. Sambil berpegangan pada belakang pantatnya, kukeluarkan air maniku. Aku keluarr tantee.. aughh.. sambil kubenamkan dalam-dalam. Tante juga Wann.. oughh akhh.. gilaa.. uenakknya.. erangnya sambil jemarinya mencengkeram bahuku. Akhirnya kami berdua terkulai lemas. Kudiamkan dulu kontolku yang masih ada didalam vaginanya. Kulirik ada sedikit lelehan air mani yang keluar dari vaginanya. Seperti tersada r dari dosa, tanteku mendorong badanku. Kamu nakal Wan, berani sekali ka mu berbuat ini sungut tanteku. Tapi Tante juga menikmatinya kan? belaku. Tanpa berkata apa-apa, dia kemudian turun, meraih celana dalamnya kemudian berlalu kekamar mandi. Aku berusaha mengejarnya tapi dia sudah lebih dulu masuk kamar mandi kemudian menguncinya. Tante air di tandon tadi sudah habis loh candaku dari luar kamar mandi tapi tidak ada balasan dari dalam. TAMAT