Anda di halaman 1dari 43

Hipertensi Grade 1 dan Hiperurisemia Terkontrol pada Lansia 82 Tahun dengan Keluarga Usia Jompo, Keadaan Fungsi Keluarga

Sehat, dan Keengganan Bersosialisasi karena Faktor Tertentu

Ade Mayashita 20070310057

IDENTITAS PASIEN
Nama : Bp. P Umur : 82 tahun Jenis kelamin : Laki-laki Alamat : Pringgokusuman Agama : Islam Suku : Jawa Pekerjaan : Pensiunan Tanggal home visit : 21 & 25 Januari 2013

Keluhan utama
Kontrol rutin hipertensi dan hiperurisemia

RPS
Pasien datang untuk mendapatkan pengobatan rutin untuk darah tinggi dan asam urat yang dideritanya. Selain itu, Pasien juga mengeluhkan lehernya yang terasa kencang, dan kalau siang hari mengeluhkan sering merasa ngantukan.

RPD : Opname karena darah rendah pada tahun 1972 Hipertensi + , DM-, Hiperurisemia + RPK: Hipertensi : disangkal Jantung : disangkal Diabetes mellitus : disangkal Hiperurisemia : disangkal

Riwayat Personal
Pasien merupakan pensiunan TNI AD yang sudah pensiun sejak tahun 1986. Selama menjadi tentara, pasien sudah pernah menjalani kehidupan semasa Belanda, Jepang, serta setelah kemerdekaan. Pasien juga sudah bertugas keliling Indonesia saat menjadi tentara. Setelah pensin pasien beraktivitas di lingkungan sebagai pengurus RW, juga menanam tanaman hias di depan rumah. Sejak beberapa tahun terakhir ini pasien sudah tidak lagi menjadi pengurus RW, hanya sesekali saja beraktivitas di luar rumah. Pasien menikah dan mempunyai empat orang anak, tiga diantaranya sudah menikah, satu dari tiga anak pasien tinggal bersama pasien, dan seorang anak sudah meninggal karena sakit.

Pasien menikah dan mempunyai empat orang anak, tiga diantaranya sudah menikah, satu dari tiga anak pasien tinggal bersama pasien, dan seorang anak sudah meninggal karena sakit. Saat ini Pasien tinggal dalam rumah berukuran agak luas, ventilasi cukup baik, atap tinggi, penerangan baik, sanitasi baik, ada kamar mandi dan toilet. Keadaan ekonomi pasien baik

Hubungan pasien dengan keluarga saat ini harmonis, serta dengan tetangga tidak ada masalah, hanya saja pasien merasa sedikit kecewa dengan lingkungan sekitar, terutama pemuda-pemuda yang sering mabukmabukan, hal ini yang membuat pasien enggan beraktivitas lagi di kepengurusan RW. Pasien merupakan umat beragama islam dan berupaya menjalan syariah islam dengan sebaik-baiknya.

Pemeriksaan Fisik

Kesan Umum Vital sign N tegangan cukup. RR T

: baik, composmentis. : TD = 140/90 mmHg : 88x/m regular, isi dan : 20 x/m : afebris

Hasil pemeriksaan darah

Diagnosis Hipertensi dan Hiperurisemia terkontrol Aspek Biopsikososial


Biologis : Hipertensi dan hiperurisemia terkontrol Psikis : Dirasa baik Ekonomi : Dirasa cukup Social : Dirasa baik, walaupun ada beberapa hal yang mengganggu pasien Budaya : Baik Agama : Baik

Family Assesment Tools

Family life cycle : aging family members (keluarga dengan usia orang tua jompo)
APGAR SCORE : 10 (fungsi keluarga sehat)

Family screem : Pasien memiliki seluruh sumber daya yang diperlukan, tetapi ada juga kendala pada point social

Family Life Line : Tahun 2006 : Kematian anak keempat (anak terakhir setelah sakit selama 40 hari dirawat, di PKU dan di Sardjito dengan diagnosis penyakit yang belum pasti).

Diagnosis Holistic Hipertensi grade 1 dan hiperurisemia terkontrol pada lansia 82 tahun dengan keluarga usia jompo, keadaan fungsi keluarga sehat, dan keengganan bersosialisasi karena faktor tertentu

Rencana Penatalaksanaan Kuratif


Farmakologis : Pemberian diuretika untuk mengurangi jumlah cairan di dalam tubuh sehingga menurunkan tekanan darah seperti vasodilator, ACE-I, dan ARB. Pemberian Allupurinol untuk mengatasi hiperurisemianya, mengatasi apabila terjadi serangan akut gout dengan kolkisin dan NSAIDs atau steroid.

Promotif
Menginformasikan kepada pasien tentang pengetahuan mengenai penyakitnya, hal-hal yang dapat memperburuk prognosis, sehingga pasien dapat ikut serta dalam penatalaksanaan penyakitnya secara mandiri.

Preventif
Diet dengan makanan sayur, kurangi garam, dan minyak, menghindari makanan dan minuman yang punya kandungan purin tinggi (daging, ikan, jeroan, sayur ; buncis, bayam, jamur, alkohol) Aktivitas fisik yang terprogram dan yang tidak terprogram Manajemen stress Istirahat cukup

Rehabilitatif
Management stress Sering istirahat jangan terlalu capek Giatkan beribadah dan tingkatkan keimanan, beribadah, bertawakal, bersyukur Rutin kontrol ke puskesmas Kembangkan pikiran positif Mengikutsertakan keluarga dalam proses penatalaksanaan penyakit

HASIL KUNJUNGAN RUMAH Lokasi


Alamat rumah pasien yaitu Pringgokusuman, di dalam gang dekat jalan raya. Jarak antar rumah agak renggang. Jalan utama hanya bisa dilewati motor dan mobil.

Kondisi rumah
Ukuran rumah agak luas. Bangunan rumah memiliki dinding tembok, tidak bertingkat, dan atap yang tinggi. Lantai rumah dibuat dari ubin, atap rumah dari genteng. Kerapian di dalam rumah baik. Terdapat kursi terbuat dari busa di ruang tamu, Kamar juga terlihat baik dan rapi serta sirkulasi udara baik.

Pembagian ruangan
Rumah pasien terbagi menjadi beberapa ruangan yaitu : 1 ruang tamu, 3 kamar tidur, 1 dapur, 1 kamar mandi.

Pencahayaan
Ventilasi baik, pintu serta jendela dibuka lebar pada siang hari. Cahaya yang masuk baik, jendela tersebut terbuka ketika siang hari dan tidak ada barang yang menggangu pencahayan sebelah jendela. Pencahayaan dan sirkulasi udara baik

Terdapat halaman rumah dan dihiasi dengan tanaman Terdapat kandang ayam di depan rumah Satu kamar mandi yang digunakan bersama anggota keluarga lain.

Genogram
Genogram Bp P dibuat pada tanggal 21 Januari 2013. Dari genogram didapatkan bahwa pasien berusia 82 tahun, merupakan anak kelima dari sembilan bersaudara, memilik penyakit hipertensi dan hiperurisemia. Kedua orang tua pasien serta empat saudara kandungnya sudah meninggal. Menut pasien, mereka meninggal karena sakit tua. Saudara pasien yang masih hidup tidak ada yang menderita penyakit serupa dengan pasien, atau penyakit lainnya.

Nilai APGAR keluarga


Adaptasi Dinilai dari tingkat kepuasan anggota keluarga dalam melaksanakan kewajiban masingmasing. Pada keluarga ini didapatkan skor 2, artinya pasien hampir selalu puas terhadap keluarganya. Kemitraan Dinilai dari kepuasan pasien dalam pemberian solusi permasalahan yang dihadapi oleh pasien. Skornya adalah 2, pasien sering bercerita kepada istri dan anknya, dan pasien cukup merasa lega saat bercerita, serta mereka dapat memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Pertumbuhan Dinilai dari tingkat kepuasan anggota keluarga terhadap kebebasan yang diberikan untuk mengembangkan diri. Skor disini adalah 2.

Kasih sayang Dinilai dari kasih sayang dan interaksi antar anggota keluarga. Skor disini adalah 2. Pasien merasakan kasih sayang yang diberikan oleh mereka adalah baik. Kebersamaan Dinilai dari tingkat kebersamaan dalam membagi waktu dan ruang antar keluarga. Disini skornya adalah 2.
Total skor di rumah tangga pasien ini adalah 10, yang mana interpretasinya adalah sebagai berikut: 8-10 : fungsi keluarga sehat

Family screem
Dari alat family screem ini dapat dilihat sumber daya pasien. Secara social, budaya, agama, dan kesehatan, pasien ini termasuk memiliki sumber daya baik. Namun, dari segi sosial, pasien merasakan sedikit keengganan untuk bersosialisasi terlalu dekat dengan warga sekitar.

IDENTIFIKASI PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU KESEHATAN KELUARGA

Penggunaan pelayanan kesehatan : Pasien merupakan warga yang sudah lama bermukim di Pringgokusuman. Kesadaran untuk control adalah tinggi. Perencanaan dan pemanfaatan fasilitas pembiayaan kesehatan Keluarga pasien menggunakan asuransi kesehatan (askes).

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT


Klasifikasi : Sehat I : dari 18 pertanyaan, jawaban Ya antara 1-5 indikator Sehat II : dari 18 pertanyaan, jawaban Ya antara 6-10 indikator Sehat III : dari 18 pertanyaan, jawaban Ya antara 11-15 indikator Sehat IV : dari 18 pertanyaan, jawaban Ya antara 16-18 indikator Keluarga ini termasuk pada kategori sehat III.

IDENTIFIKASI MASALAH KELUARGA DAN PERENCANAAN PEMBINAAN KELUARGA

DIAGNOSIS KEDOKTERAN KELUARGA

Hipertensi Grade 1 dan hiperurisemia terkontrol pada lansia 82 tahun dengan keluarga usia jompo, keadaan fungsi keluarga sehat, dan keengganan bersosialisasi karena faktor tertentu

Kesimpulan
Dari hasil kunjungan rumah pasien penderita hipertensi dan hiperurisemia yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Gedongtengen Kota Yogyakarta dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Ditarik kesimpulan bahwa diagnosis pasien adalah Hipertensi Esensial grade I terkontrol dan hiperurisemia. Keluarga pasien tergolong dalam fungsi keluarga baik. Pasien membutuhkan konseling dan motivasi yang berkelanjutan untuk dapat mematuhi diet serta program-program yang terkait dengan penyakit yang dideritanya termasuk melakukan aktifitas fisik yang teratur dan keteraturan dalam meminum obat. Pasien membutuhkan dorongan motivasi agar dapat melakukan aktivitas sosial seperti dulu.

Saran
Bagi mahasiswa Berusaha lebih mendalami, aktif, kreatif, dan variatif dalam menganalisa permasalahan kesehatan, baik pada keluarga maupun lingkungannya Meningkatkan profesionalisme sebelum terjun ke masyarakat Bagi Puskesmas Hendaknya terus melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan usaha promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative Hendaknya terus menindaklanjuti kasus dengan pendekatan kepadamasyarakat terutama lansia dengan program-program khusus lansia sehingga pasien dapat terus terkontrol. Bagi Pasien Hendaknya dipertahankan terus sikap positif dalam menghadapi penyakit yang diderita, disertai dengan patuh terhadap pelaksanaan aktifitas fisik, diet dan meminum obat serta program yang diberikan sehingga mampu menghidari komplikasi komplikasi yang dapat terjadi.