BAB 8 AKUNTANSI untuk KANTOR PUSAT dan KANTOR CABANG

Akuntansi Kantor Agen Akuntansi Kantor Cabang Metode Pencatatan Persediaan Laporan Keuangan Konsolidasi Contoh Transaksi

379

Kantor agen hanya berfungsi mencarikan pembeli atau memperoleh order.AKUNTANSI untuk KANTOR PUSAT dan KANTOR CABANG Perusahaan-perusahaan besar atau yang sedang berkembang. karena selain berfungsi mencari 380 . Oleh karena itu. Pada dasarnya kantor agen berbeda dengan kantor cabang. Kantor cabang mempunyai wewenang yang lebih luas dibandingkan kantor agen. bagian pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan suatu perusahaan. Aspek pemasaran merupakan aspek penting dalam usaha pencapaian tujuan ini. selalu berusaha meningkatkan volume penjualannya. Dengan cara ini dapat diketahui market share (bagian pasar yang dapat dimasuki) dari produk atau jasa yang dihasilkan/ ditawarkan perusahaan. perusahaan melakukan pemetaan wilayah sehingga dapat diketahui pasar potensial bagi produk atau jasa yang dihasilkan/ditawarkan. Penjualan kepada konsumen dilakukan langsung oleh kantor pusat. Dalam rangka memperluas daerah pemasaran. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk menangkap peluang dari market share yang sudah diketahui ini antara lain dengan cara membuka kantor agen atau bahkan membuka kantor cabang. Pembayarannya juga diterima langsung dari konsumen ke kantor pusat.

sebaiknya digunakan metode yang kedua yaitu laba atau rugi kantor agen dipisahkan dengan laba atau rugi yang diperoleh kantor pusat sendiri. Oleh karena itu. Buktibukti pemakaian modal kerja harus dikumpulkan oleh kantor agen karena laporan ke kantor pusat dibuat berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan tersebut. Metode yang dapat dipakai oleh kantor pusat dalam melakukan pencatatan sehubungan dengan kegiatan di kantor agen. Karena modal kerja dari kantor pusat diterima dalam bentuk uang tunai. Dalam praktik yang sering digunakan adalah metode yang pertama atau laba/rugi kantor agen tidak dipisahkan dengan laba atau rugi kantor pusat. Apalagi bila kantor Agennya lebih dari satu. AKUNTANSI KANTOR AGEN Perbedaan paling mendasar pencatatan yang dilakukan kantor cabang dan kantor agen berhubungan dengan kewenangan masing-masing dalam menangani konsumen akhir. Pencatatan akuntansi hanya dilakukan oleh kantor pusat. Kantor agen dalam melakukan kegiatannya memperoleh fasilitas dari kantor pusat. maka dalam pengelolaannya seperti mengelola kas kecil dengan sistem imprest. Laba atau rugi kantor agen tidak dipisahkan dengan laba atau rugi Kantor Pusat. 381 . Untuk tujuan pengendalian intern dan penilaian kinerja kantor pusat.pembeli kantor cabang dapat melakukan transaksi penjualan secara langsung kepada konsumen. Kantor cabang melaksanakan pembukuan tersendiri karena Kantor cabang mempunyai kewenangan dalam melakukan transaksi penjualan. yaitu: 1. Wewenang yang lebih besar lagi adalah kantor cabang dapat membeli barang dagangan dari luar. pencatatan yang dilakukan oleh kantor agen hanya sebatas pertanggung jawaban atas modal kerja dari kantor pusat. 2. Laba atau rugi kantor agen dipisahkan dengan laba atau rugi kantor pusat. Salah satu fasilitas tersebut adalah berupa uang yang merupakan modal kerja bagi kantor agen. sedangkan kantor agen tidak mempunyai kewenangan melakukan transaksi penjualan. Kantor cabang mempunyai kewenangan penuh sehubungan dengan transaksi penjualan termasuk menerima pembayaran secara langsung dari konsumen akhir.

rekening masing-masing kantor agen disendirikan atau diberikan kode berbeda b. Ikhtisar transaksi keuangan selama tahun 2007 adalah sebagai berikut: 382 . kantor pusat hanya dapat mengetahui laba atau rugi secara total/ keseluruhan. Sehingga laba atau rugi kantor agen bisa diketahui secara individual. Laba atau rugi kantor agen dipisahkan dengan laba atau rugi kantor pusat Dalam metode ini pendapatan dan biaya kantor agen dipisahkan dari pendapatan dan biaya kantor pusat. Kantor pusat hanya memakai satu rekening buku besar untuk seluruh Kantor Agen. maka dapat digunakan salah satu dari cara berikut: a. Bila metode ini yang digunakan. 2. Rekening-rekening yang dibutuhkan bila digunakan metode ini antara lain: a.Penjelasan dari kedua metode adalah sebagai berikut: 1. Sehingga tidak bisa diketahui laba atau rugi kantor agen secara tersendiri. Modal kerja kantor agen b. Apabila metode ini yang dipakai maka diperlukan rekening tersendiri. Laba atau rugi kantor agen tidak dipisahkan dengan laba atau rugi kantor pusat Dalam metode ini pendapatan dan biaya kantor agen tidak dipisahkan dengan pendapatan dan biaya kantor pusat. sedangkan untuk masing-masing kantor agen hanya dibuatkan rekening pembantu Contoh: PT Singgasana berkedudukan di Malang bergerak dalam bidang alat-alat kesehatan pada awal tahun 2007 membuka kantor agen di Kediri. Biaya administrasi dan umum kantor agen Apabila kantor pusat mempunyai Kantor Agen lebih dari satu. Biaya pemasaran kantor agen e. BPP kantor agen d. Penjualan kantor agen c.

000.00.000.00..000.000.Penjualan melalui kantor agen Rp200. Biaya-biaya yang dikeluarkan adalah sebagai berikut: .00.000.1. Persediaan sampel tinggal Rp 30.000.000.500.000.000.000. 4.00.00 secara kredit.Kantor pusat Rp 7.000.000.00.000.000. 6. Jurnal yang dibuat oleh kantor pusat dalam satu periode untuk masingmasing metode disajikan dalam tabel pada halaman berikut (asumsi pencatatan persediaan dengan metode perpetual). . .00.000.00. Kantor pusat membeli barang dagangan untuk mengisi persediaan seharga Rp400. 7.Biaya administrasi dan umum kantor agen Rp 3.00 sebagai modal kerja awal di kantor agen. Pelunasan utang dagang Rp200.000. .Kantor agen Rp 3.500. .000. Transaksi penjualan selama tahun 2007 terdiri dari: .000. Kantor pusat mengirim kas senilai Rp10.Biaya pemasaran kantor pusat Rp 40.00. Depresiasi gedung yang menjadi beban tahun ini adalah: . 2. 9. 5.000.000. Kantor pusat mengirim barang dagangan sebagai sampel dengan harga pokok Rp2.000.000.000. Piutang yang berhasil ditagih Rp350.000.00 sedangkan beban pokok penjualan Rp300. 8. 3.000.00.00.000.000.Biaya pemasaran kantor agen Rp 12.00.Penjualan langsung ke kantor pusat Rp500.000.Biaya administrasi dan umum kantor pusat Rp 16.00 dengan beban pokok penjualan Rp160. 383 . .00.000.

000 19. Brg.000 40.000 16. Depre Gd. Pemasaran K. Mencatat Penyusutan depresiasi gedung 10.000 169.384 L/R Kantor Agen Tidak Dipisahkan (dlm ribuan rupiah) 10.000 25. K. Mencatat pelunasan piutang 7. Mencatat pserdiaan sampel yang sudah dipakai 11. Adm & Umum K.000 460.000 12.500 2. Akum.000 71. Agen Persediaan Barang Dg Kas Piutang Dagang Utang Dagang Kas Bi.000 700. Agen (Jurnal Penutup) 12. Depre Gd. Agen L/R K. K.000 160. Sampel K.000 350.000 169. Agen Akum Depre Bi. Mencatat pembebanan biaya operasional 9. Pusat Bi.500 400. Pemasaran Bi.000 200.000 500.000 2.000 52.000 40. Adm & Umum L/R Keterangan 1.000 350. Agen Bi. Pusat BPP K.000 71. Pusat Penjualan K. Mengakui L/R Perusahaan Secara Keseluruhan . Agen sampel Persed. Agen BPP Bi. Pemasaran Persed. Agen 2.500 2.000 52.500 400. Pemasaran K.000 700.000 700.000 19.000 16. Mencatat Pembelian Persed Brg Dg Utang Dagang 4.000 2. Agen Persed sampel K. Agen Kas Persed sampel K. Agen Persed Brg Dgg Persed Brg Dgg Utang Dg Piutang Dagang Penjualan K. Mengakui L/R K. Depresiasi Gd. Agen BPP K.000 200.000 200. Mencatat pembentukan modal kerja Modal kerja K.000 10. Adm & Umum L/R Modal Kerja K. Adm & Umum K. Mencatat pengiriman barang Persed sampel K.500 2.000 10.000 L/R Kantor Agen Dipisahkan (dlm ribuan rupiah) BPP Persed Brg Kas Piutang Dagang Utang Dagang Kas Bi.500 2. Adm & Umum K.000 460. Agen Penjualan L/R K. Bi. Pemasaran Bi.000 300.000 400.000 10.000 300.000 460.000 3.000 200.000 460. Pemasaran Bi. Pusat Bi.000 160. Agen Kas Bi.500 200. Agen Kas 2. Dg 3.000 12.000 3.000 200. Pemasaran K. Pemasaran K.500 10. Mencatat pelunasan utang dagang 8. Agen Bi.000 350.000 500. Mencatat BPP 6. Pusat Bi.000 7.000 700.500 10. Adm & Umum Kas Bi. Agen Bi.500 2.000 400.000 10. Depresiasi Gd. Agen Penjualan K.000 25. Mencatat penjualan Piutang Dagang Penjualan 5. Agen BPP K.500 Penjualan BPP Bi.000 350.500 3.

pengiriman kas atau aktiva selain barang dengan dari KC ke KP 2. investasi yang ditanamkan oleh kantor pusat ke kantor cabang meliputi semua kebutuhan awal kantor cabang. diperlukan rekening yang bersifat Resiprokal (timbal balik) antara kantor pusat dan kantor cabang untuk menampung transaksi yang bersifat resiprokal ini. Berbeda dengan investasi kantor pusat di kantor agen yang hanya berupa modal kerja awal saja. Oleh karena itu. kantor pusat menggunakan nama rekening kantor cabang. Pengiriman kas atau aktiva selain barang dengan dari KP ke KC. Keterangan 1. dapat dikatakan bahwa kantor pusat bertindak sebagai Investor (pihak penyandang dana) dan kantor cabang sebagai Investee (pihak penerima dana). Pencatatan ini hanya berguna untuk pihak intern kantor pusat maupun kantor cabang. Pengiriman barang dagang dari KP ke KC Kantor Pusat (KP) KC laba atau rugi xxx Kas (akv) xxx Kas (akv) laba atau rugi KC laba atau rugi Kantor Cabang (KC) Kas (aktiva) xxx KP xxx KP xxx Kas (aktiva) xxx Sistem Fisik KC xxx Pengir. Rekening kantor cabang merupakan hak kantor pusat sedangkan rekening kantor pusat merupakan kewajiban kantor cabang. Untuk kepentingan pihak ekstern kantor pusat menyiapkan laporan konsolidasi yaitu laporan keuangan yang berisi kinerja keuangan gabungan dari kantor pusat dan kantor cabang. sebaliknya kantor cabang menggunakan rekening kantor pusat.AKUNTANSI KANTOR CABANG Seperti dijelaskan di bagian sebelumnya bahwa kantor cabang mempunyai kewenangan dalam melakukan transaksi penjualan. Oleh karena itu. brg ke KC xxx Sistem Fisik Pengir. brg ke KP xxx KP xxx 385 . kantor cabang melaksanakan pembukuan tersendiri. Oleh karena itu. Dalam membuat laporan konsolidasi rekening resiprokal harus dieleminasi Contoh transaksi yang mengakibatkan timbulnya rekening timbal balik/ resiprokal ditampakkan pada contoh jurnal di bawah ini. Jadi baik kantor pusat maupun kantor cabang menyelenggarakan pencatatan akuntansi sendiri-sendiri.

000. Membeli barang dagangan dari supplier luar Rp30.000.00 8. 9.000.000.00 . 7.000. brg ke KC xxx KC xxx Sistem Perpetual Persed brg dg xxx KP KC xxx L/R KC xxx L/R KC xxx KC xxx xxx Sistem Perpetual Persed brg dg xxx KP Sistem Fisik KP Pengir. 3. Mengembalikan barang dagang yang diterima dari kantor pusat seharga Rp7.000.00 karena barang tersebut rusak. 6.00 ke kantor pusat.000.500. 5.000.00 secara tunai.000. Kantor cabang menerima uang Rp150.000.00.000. pada awal tahun 2007 membuka kantor cabang di Jember.00 dan biaya depresiasi Rp15. Ikhtisar transaksi keuangan selama tahun 2007 diringkas sebagai berikut: 1.Pengembalian brg dgg dari KC ke KP 3.00 dari kantor pusat. 386 .000. 10.000.000.000.000.Gaji Rp30.000. Kantor cabang membeli peralatan secara tunai senilai Rp75.00 secara tunai.00. 4.00 dari kantor pusat. Mengirim uang Rp100.Lain-lain Rp15. Persediaan barang dagangan yang dibeli dari supplier luar pada akhir tahun Rp35.00 . Pengakuan Laba KC Pengakuan Rugi KC Sistem Perpetual KC xxx Persed brg dg xxx Sistem Fisik Pengir.000. Pada akhir tahun diketahui utang gaji sebesar Rp7.000.00. Persediaan barang dagangan yang diterima dari kantor pusat pada akhir tahun Rp6.Bunga Rp25. Menjual barang dagang seharga Rp200.000.000.000. 2. Menerima barang dagangan senilai Rp 115.000.00.000. brg dari KP Sistem Perpetual KP xxx Persed brg dr KP L/R xxx KP xxx KP xxx L/R xxx xxx xxx xxx xxx Contoh: Berikut ini adalah contoh transaksi-transaksi yang ada di kantor cabang dari PT ”Dewi Ratih” berkedudukan di Malang dan bergerak dalam bidang alatalat kesehatan.000.000.000. Peralatan ini mempunyai umur ekonomis 5 tahun. Biaya-biaya yang dikeluarkan oleh kantor cabang sebagai berikut: .

000 dari KP seharga Pengir. Menerima barang dagang KC 115.000 Bi.000 Rp115.000 Penjualan 200.000. brg dr KP 115.000.000.000 Bi.000.000.000.500.00 4.000 9.00 .000 Kas 100. Menerima uang dari KP KC 150.000 387 .00 KC 100.500 Rp7. Menjual barang dagang sehrg Rp200. Mengembalikan barang Pengir.000.000 Kas 70.000 Bi.000 Rp100.000. Biaya-biaya yang dikeluarkan oleh KC .000 KP 7.00 8.000. Lain-lain 15.00 .Metode pencatatan persediaan secara fisik Dari data di atas. Membuat jurnal penyesuaian Utang gaji Rp7.000. brg dr KP 7.000. Brg ke KC 7.000 Utang Gaji 7. Mengirim uang ke KP Kas 100.000 KP 100.500 Kas 200.000 Kas 75.000 1.000.500 dagang KP KC 7.00 secara tunai 7. Membeli barang dagang dari Supplier luar Rp30.000 2.000 Peralatan 75.000 Rp150.000.000. Gaji 30.00 secara tunai 5.000.Gaji Rp30.000 Kas 30.00 secara tunai 6.000. Bunga 25.00 Pembelian 30.000 Kas 150. Membeli Peralatan seharga Rp75.Bunga Rp25.000 KP 150.000.000 Pengir.000 Bi.500 Pengir.000.00 3. brg ke KC 115.Lain-lain Rp15.000. Gaji 7. berikut ini adalah jurnal yang dibuat kantor pusat dan kantor cabang: Keterangan Kantor Pusat (dlm ribuan rupiah) Kantor Cabang (dlm ribuan rupiah) Kas 150.000.000 115.

Jurnal Penutup - Bi. Gaji 30.000.000 Bi Lain-lain 15. dr KP 107. Oleh karena itu.000 Akum Depresiasi 15.000 Pengir.000 Bi. Depresiasi 15.Depresiasi Rp15.500 KC Laba KC 16. sesuai dengan konsep enterprise (satu kesatuan ekonomi) kantor pusat harus menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi (Consolidated Income Statement) yang merupakan laporan keuangan gabungan antara kantor pusat dan kantor cabang. Membuat Jurnal Eliminasi Laporan keuangan konsolidasi merupakan laporan keuangan yang menggabungkan laporan keuangan kantor pusat dan kantor cabang.Depresiasi 15. Membuat Kertas Kerja (Worksheet) c.000 KP 16.000. Jurnal Penyesuaian Laporan Keuangan Konsolidasi Dipandang dari segi ekonomi kantor pusat dan kantor cabang adalah satu kesatuan ekonomi.000 Penjualan 200.000 Persed akhir 6. Jurnal Eliminasi hanya 388 .500 16.500 11. Membuat jurnal Eliminasi b.500 Pembelian 30. Menyusun Laporan keuangan Konsolidasi Masing-masing tahapan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi dijelaskan pada bagian berikut ini: a.000 Bi. baik kantor pusat maupun kantor cabang.00 10. Jadi jurnal eliminasi yang dibuat tidak akan mempengaruhi laporan keuangan individual.000 Bi Bunga 25. Di samping itu bagi pihak eksternal menganggap bahwa kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya hanya merupakan satu perusahaan. Prosedur penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi: a.

000 Jurnal Eliminasinya Pengiriman Brg ke KC 115.000 Jurnal di Kantor Cabang Pengir.000 115. brg ke KC 115.000 Kantor Pusat Kantor Cabang 115. masukkan angka-angka dari jurnal eliminasi ke kolom jurnal eliminasi sesuai debet dan kreditnya di buku besar. Prosedur untuk penyusunan Kertas Kerja Konsolidasi: 1. brg dr KP 115. Jurnal di Kantor Pusat KC 115. Caranya dengan mendebit rekening yang dikredit dan mengkredit rekening yang didebet dari transaksi yang bersifat resiprokal. 3.diposting pada kertas kerja yang dibuat dalam rangka penyusunan laporan konsolidasi.000 Pengiriman Brg dr KP 115. masukkan angka-angka yang terdapat di laporan keuangan individual ke kolom yang tersedia.000 KP 115. Menghitung angka-angka yang akan disajikan di laporan keuangan konsolidasi dengan cara mengkompilasi dari langkah 1 (satu) dan langkah 2 (dua) 389 . Tujuan pembuatan Jurnal Eliminasi adalah menghilangkan (mengeliminir) semua saldo rekening resiprokal.000 Pengir.000 b. Membuat Kertas Kerja (Worksheet) Pada dasarnya pembuatan Kertas Kerja (Work Sheet) adalah untuk mempermudah dan mempercepat penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi. 2. Contoh: Mengeliminasi rekening Pengiriman Barang dari Kantor Pusat ke Kantor Cabang.

Laporan Keuangannya disajikan di bawah ini: PT ”X” Laporan Laba-Rugi Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2007 (dlm Rp000.000 153.000 390 . Contoh kertas kerja yang digunakan dalam rangka penyusunan laporan Keuangan konsolidasi Kantor Pusat dan Kantor Cabang disajikan pada tabel berikut.000 7. Kantor Pusat dengan mudah dapat menyusun Laporan keuangan Konsolidasi.000 259. Dengan membuat kertas kerja terlebih dahulu.000 10.000 85.000 10.000 3.00) Penjualan Beban pokok penjualan Laba Kotor Biaya Operasional: Biaya gaji Biaya depresiasi gedung Biaya depresiasi peralatan Biaya administrasi Biaya bunga Biaya lain-lain Laba Bersih 50. Menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi Setelah kertas kerja selesai disusun.c. 1.000 21.000 106. langkah selanjutnya adalah membuat Laporan Keuangan Konsolidasi yang sumbernya berasal dari kolom terakhir kertas kerja sesuai dengan format yang sesuai dengan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) No.000 5.

00) Aktiva Lancar Kas 50.000 376.000 60.00) Laba yang ditahan 1 Januari Laba bersih Dividen Saldo laba 31 Desember 110.000 321.000 Aktiva Tetap Tanah 20.000 180.000 PT ”X” Neraca Per 31 Desember 2007 (dlm Rp000.000 89.000 376.000 Kertas Kerja Kantor Pusat dan Kantor Cabang 31-12-2007 391 .000 Total Pasiva Utang Lancar Utang dagang Utang gaji 50.000 121.000 Gedung Peralatan Total Aktiva Tetap Total Aktiva 100.000 5.000 (neto) Persediaan 86.PT ”X” Laporan Laba yang Ditahan Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2007 (dlm Rp000.000) 121.000 Ekuitas Modal saham Laba yang ditahan 200.000 55.000 (10.000 21.000 Piutang dagang 60.000 Total Aktiva Lancar 196.

000 375.000 20.000 22.00) Debet Kredit Laporan Keu.000 52. ”X” Laporan Laba atau rugi Penjualan Kantor cabang Beban pokok penjualan Biaya gaji Biaya depresiasi gedung Biaya depresiasi peralatan Biaya administrasi Biaya bunga Biaya lain-lain Laba bersih Laporan laba yang ditahan Laba yang ditahan 1 Januari Kantor cabang Laba bersih Dividen Saldo laba 31 Desember Neraca Kas Piutang dagang (neto) Persediaan Tanah Gedung Peralatan Kantor cabang Total aktiva Utang dagang Utang gaji Modal saham Laba yang ditahan Kantor cabang Total pasiva 229.000 50.000 2.000 5.000 2.000 13.000 86.000 121.000 5.000 41.000 121.000 7.000 110.000 2.000 8.000 375.000 20.000 110.000 8.000 9.000 60.000 153.000 2.000 5.000 50.000 20.000 23.Keterangan KP KC (dlm (dlm Rp000.000 50. PT.000 100.000 22.000 6.000 22.000 20.000 7.000 376.000 21.000 20.000 259.000 2.000 392 .00) Jurnal Eliminasi (dlm Rp000.000 21.000 200.000 10.000 121.000 60.000 30.000 21.000 100.000 80.000 21.000 376.000 6.000 2.000 1.000 121.000 200.000 10.00) Rp000.000 50.000 140.000 3.000 8.000 60.000 10.000 1.000 23.000 4.000 10.000 3.000 43.000 2.

Berapa besarnya laba atau rugi operasi kantor pusat Bandung? 2.000 330.104.00 untuk kantor cabang.400 230.200 87.00 untuk kantor pusat dan Rp96.000 34.000 711.104.000 380.000 509.000 711.000 362. Bagaimana mencatat penutupan rekening laba atau rugi kantor pusat Bandung? 393 .000.600.200 Persediaan barang dagangan 31 Desember 2007 masing-masing sebesar Rp383.000 192.000 800.000.000 1.000 3.000 3.000 278. Diminta: 1.SOAL DAN PENYELESAIAN Soal Berikut ini neraca saldo 31 Desember 2007.200.400 149. Berapa besarnya laba atau rugi operasi kantor cabang Surakarta? 3.000 100.800 1.263.800.000 164.000 440.600 440. dari PT Lumintu di Surabaya dan kantor cabangnya di Malang: Keterangan Kantor Pusat (dlm ribuan Rp) Kntr Cabang (dlm ribuan Rp) Debit Kas Piutang dagang Persediaan barang 1 Januari 2007 Aktiva tetap (neto) Kantor cabang Pembelian Biaya operasi Pengiriman barang dari pusat Jumlah Kredit Utang dagang Penjualan Pengiriman barang ke kantor cabang Kantor pusat Modal saham Laba yang ditahan Jumlah 168.

00) Rp 520.000.00 Rp (Rp 440.000.200.00 2.000.200.000.000.00 Rp 1.200. Bagaimana mencatat penutupan rekening laba atau rugi kantor cabang Surakarta? 5.00) Barang tersedia dijual di kantor pusat Rp 1. Berapa besarnya yang tersedia dijual baik di kantor pusat maupun di kantor cabang selama periode 2007? 8.263.600. Berapa jumlah saldo laba yang ditahan tanggal 31 Desember 2007? Penyelesaian: 1.000.000. Sebutkan pos-pos reciprocal (timbal balik) yang harus dieliminasi dalam penyusunan laporan keuangan gabungan kantor pusat dan kantor cabang tersebut? 9.00) (Rp 343. Laba atau rugi kantor pusat Surabaya adalah sebagai berikut: Penjualan Persediaan 1 Januari 2007 Pembelian Rp 1.00 (Rp 278.000.000.000.000.185. Berapa jumlah beban pokok penjualan gabungan antara kantor pusat dan kantor cabang? 10.000.000.000.00) 394 .000. Bagaimana mencatat pemindahan saldo laba atau rugi tahun berjalan ke laba yang ditahan? 7.200. Laba atau rugi operasi kantor cabang Malang adalah sebagai berikut: Penjualan Pengiriman barang ke Kantor Pusat Persediaan akhir Beban pokok penjualan Rp 380. Bagaimana jurnal pemindahan laba atau rugi kantor cabang ke laba atau rugi kantor pusat? 6.000.00 Pengiriman barang ke kantor cabang (Rp 440.000.00) Rp 798.000.000.4.000.00) Beban pokok penjualan Laba kotor Biaya operasi Laba kantor pusat (Rp 802.000.00 96.000.000.000.00 Persediaan akhir (Rp 383.000.265.000.00 Barang tersedia dijual Rp 1.00 Rp 362.

000.00 Rp 1.000. Jurnal penutup yang berasal dari laba atau rugi kantor cabang Bandung adalah sebagai berikut: Penjualan Laba atau rugi Beban pokok penjualan Biaya operasi Rp 380.00 Rp50.200.200.00 Rp469.600.00 5.00 - Rp802.000.000.000.800.263.00 Rp 343.000.800.600.00) 3.200.00 Rp520.00 7.625.000.00 4.000.00 Rp 87.000.00 Rp 50.00 87. Jurnal untuk mencatat pemindahan saldo laba atau rugi tahun berjalan ke laba yang ditahan adalah sebagai berikut: Laba atau rugi Laba yang ditahan Rp469.00 Rp278.600.200.000.00 6.000.000.000.000. Barang yang tersedia dijual tahun 2007 baik di kantor pusat Surabaya maupun di kantor cabang Malang adalah sebagai berikut: Persediaan 1 Januari 2007 Pembelian Barang tersedia dijual Rp 362.00 395 . Jurnal penutup yang berasal dari laba atau rugi kantor pusat Surabaya adalah sebagai berikut: Penjualan Beban pokok penjualan Biaya operasi Laba atau rugi Rp1.000. Jurnal untuk memindahkan laba atau rugi kantor cabang Malang ke kantor pusat Surabaya adalah sebagai berikut: Laba atau rugi Kantor cabang Rp50.200.000.000.000.800.000.000.800.800.Laba kotor Biaya operasi Rugi Kantor cabang Rp Rp (Rp 36.000.000.000.00 50.000.00 Rp 1.

000.200.200.000. Jumlah saldo laba yang ditahan pada tanggal 31 Desember 2007 adalah sebagai berikut: Laba yang ditahan 1 Januari 2007 Laba yang diperoleh selama tahun 2007 Laba yang ditahan 31 Desember 2007 Rp100.Kantor cabang .Kantor pusat .000.Pengiriman barang dari kantor pusat 9.00 10. Beban pokok penjualan gabungan antara kantor pusat Surabaya dan kantor cabang Malang adalah sebagai berikut: Beban pokok penjualan kantor pusat Surabaya Beban pokok penjualan Kantor cabang Malang Beban pokok penjualan gabungan Rp 802.000.00 Rp596.000.00 Rp 343.145.8.000.00 Rp496.200.000.200.00 Rp 1.00 396 .000. Pos-pos timbal balik (reciprocal) yang harus dieleminasi dalam penyusunan laporan keuangan gabungan adalah sebagai berikut: .Pengiriman barang ke kantor cabang .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful