Anda di halaman 1dari 24

BED SITE TEACHING

VAGINITIS

Presentan : Eva Noviani Lestari, Cynde Bayu Naga Dewata, Dini Paramita Defrin

Status Umum
Nama Jenis kelamin Umur Alamat Pekerjaan Agama Suku Bangsa Pendidikan TErakhir Status Marital Tanggal Pemeriksaan : Nn. S : Perempuan : 24 tahun : Bandung :: Islam : Sunda :: Belum Menikah : 12 April 2011

Keluhan Utama

Keputihan

Anamnesa Tambahan
Sejak 7 hari SMRS, pasien mengeluh keputihan yang terasa gatal terus-menerus di bibir vagina. Awalnya berwarna putih lalu menjadi kuning kehijauan disertai bau amis dan bau seperti ikan busuk. Keputihan ini terlihat lebih banyak dari biasanya, tidak berbuih dan encer. Keluhan ini disertai panas pada daerah tersebut. Keluhan disertai nyeri di bagian perut bawah, saat berhubungan seksual.

Keluhan tidak disertai darah saat berkemih ataupun setelah senggama, bruntus dan lecet. Pasien juga tidak mengeluhkan sering merasa haus, lapar, dan sering BAK. Tidak diketahui baik pasien maupun pasangannya pernah mengonsumsi alkohol ataupun menggunakan shabu-shabu dsn narkoba lainnnya. Keluhan keputihan tidak pernah dialami pasien sebelumnya. Terakhir berhubungan dengan pasangannya yaitu 1 bulan SMRS. Pasien menggunakan betadin untuk membersihkan daerah kewanitaannya. Pasangan pasien bekerja di luar kota.

STATUS GENERALIS

Keadaan umum : Sakit sedang Kesadaran : Compos Mentis Gizi : Tidak diperiksa TD : Normal Nadi : Normal Respirasi : Normal Suhu : Normal Kepala : Konjungtiva : tidak anemis Sklera : tidak ikteris Mukosa lidah : normal Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-) Pembesaran kelenjar tiroid (-) Thoraks : T.A.K Abdomen : Nyeri tekan suprapubic (+) Ekstrimitas : T.A.K

STATUS DERMATOLOGICAL

a. Distribusi lesi : localized b. Karakteristik lesi : Tidak ditemukan lesi c. Efloresensi : Tidak ditemukan lesi baik primer, sekunder, atau spesifik

STATUS VENEROLOGIKAL

a.

b.

c.

Inguinal o Inspeksi : KGB tidak membesar o Palpasi : Pubis o Inspeksi : Lesi (erosi, ulkus, papul) (-) Benjolan (-) Kutu (-) Vulva dan uretra Labia majora dan minora Discharge : - Jumlah : banyak - Warna : Kuning kehijauan - Konsistensi : Mucopurulent Erythema (+) Edema (-) Fissura (-) Lesi (erosi (-), ulcer, papule (-)

d.

Urethra dan Periurethral Eritema : (+) Edema Lesi Discharge


Bartholin Gland

:? :? : Warna kuning kehijauan : Tidak dilakukan

e. f.

Vagina dan Cervix : Tidak dilakukan Dinding vagina : Discharge : Jumlah : Sekret : Konsistensi : Fornix posterior : Tidak dilakukan

g.

Cervix Erythema Ectopy Discharge

: tidak dilakukan pemeriksaan

: Jumlah ? Sekret (+) Warna ? Konsistensi ?

h.

Specimen Collection - N. gonorrhea - Chlamydia trachomatis - Trichomonas vaginalis - Candida albicans

pH Determination of Vaginal Fluid : Whiff test / Amine test :Bimanual examination :Perianal :-

Hematologi Urin Feses

: : :

Neisseria gonorrhoeae a. Gram staining : b. Kultur : c. Tes definitif : - Tes oksidasi - Tes fermentasi d. Tes beta-laktamase : e. Tes Thomson :

Candida albicans a. KOH 10%: b. Kultur dalam agar glukosa Sabouraud : Trichomonas vaginalis a. Sediaan basah : b. Gram : c. NaCl 0,9% : Gardenela vaginalis a. KOH 10% b. pH vagina c. Sediaan basah Chlamydia trachomatis a. Kultur

: : :

Saline wet mount : - Bacterial Vaginosis (BV) : - Vaginal candidiasis : - T vaginalis infection :
Potassium hydroxide (KOH) : - Trichomonas vaginitis : Whiff test

Vaginal pH Culture : Vaginal Candidiasis dengan Nickerson / Sabouraud mediums Trichomonads dengan Diamond medium

Anamnesa

Flour albus 7 hr yll : banyak, fishy odor, mucopurulen Pruritus di bibir vagina Nyeri (+) : dyspareunia Riwayat berhubungan sebelum menikah (+) Riwayat yang sama (-)

Status Generalis

Nyeri tekan suprapubic (+)

Status Venerological

Vulva dan uretra : Discharge (Kuning kehijauan, Mucopurulent), Erythema (+) Urethra dan Periurethral Eritema (+) Discharge kuning kehijauan Vagina Dinding vagina erosi (-), eritem (+) Discharge putih susu, mucopurulen

Candidiasis Chlamydial Genitourinary Infections Gonococcal Infections Herpes Simplex Trichomoniasis Vaginitis

Flour Albus e.c Vaginitis

Infeksi T vaginalis Metronidazole 2 g orally in a single dose Tinidazole 2 g orally in a single dose Alternative therapy : Metronidazole 500 mg 2x1 selama 7 hari Bacterial vaginosis Metronidazole 500 mg orally twice a day for 7 days Metronidazole gel 0.75%, 1 full applicator (5 g) intravaginally, once a day for 5 days Clindamycin cream 2%, 1 full applicator (5 g) intravaginally at bedtime for 7 days Alternative therapy : Clindamycin 300 mg orally twice a day for 7 days Clindamycin ovules 100 mg intravaginally once at bed time for 3 days

Vaginal Candidiasis
Recommended regimens for intravaginal agents are as follows: Butoconazole 2% cream 5g intravaginally for 3 days

Butoconazole 2% cream 5g (butoconazole 1 sustained release)


single intravaginal application Clotrimazole 1% cream 5 g intravaginally for 7-14 days

Clotrimazole 100 mg vaginal tablet for 7 days


Clotrimazole 100 mg vaginal tablet, 2 tablets for 3 days

Miconazole 2% cream 5 g intravaginally for 7 days Miconazole 100 mg vaginal suppository, 1 suppository for 7 days Miconazole 200 mg vaginal suppository, 1 suppository for 3 days Miconazole 1200 mg vaginal suppository, 1 suppository for 1 day Nystatin 100,000 unit vaginal tablet, 1 tablet for 14 days Terconazole 80 mg vaginal suppository, 1 suppository for 3 days

Oral agent fluconazole 150 mg oral tablet pada single dose

Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad sanationam

: ad bonam : ad bonam : dubia ad bonam