Anda di halaman 1dari 3

GUGATAN HIR tidak mengatur secara tegas Berdasarkan yurisprudensi dikenal bahwa gugatan terdiri dari: 1. a. b. c. 2.

persona standi in judicio kompetensi para pihak kualitas para pihak posita/ fundamentum petendi a.kejadian/ peristiwa b.penjelasan duduk perkara c.adanya hubungan hukum petitum/ tuntutan apa yang oleh pgg diminta/ diharapkan agar diputuskan hakim. Penambahan atau Perubahan Gugatan HIR tidak mengatur Merupakan kewenangan hakim Penambahan atau perubahan ggtn tidak boleh merugikan Tergugat Pengurangan senantiasa boleh Pasal 127 Rv Perubahan ggt diperbolehkan sepanjang tidak mengubah atau menambah petitum. Perubahan ggt dilarang: Bila berdasarkan hukum yg sama dimohon pelaksanaan suatu hak lain ct: semula dimohon ganti rugi berdasarkan wanprestasi diubah menjadi pemenuhan perjanjian. Adanya penambahan keadaan-keadaan baru shg diperlukan putusan hakim ttg suatu perhubungan hukum antara para pihak yg lain daripada yg semula telah dikemukakan ct: semula dasar gugatan perceraian adalah perzinahan kemudian diubah menjadi keretakan yg tidak dapat diperbaiki lagi

3.

Penggabungan Kumulasi Gugatan dan Penggabungan gugatan Bila dalam 1 pengadilan ada 2 perkara yg satu dan lainnya saling berhubungan terutama apabila pgg dan tgg nya sama maka salah satu pihak atau ke-2nya dapat meminta kepada majelis hakim agar perkara tsb digabung. Kumulasi gugatan Pada umumnya tiap ggt harus berdiri sendiri. Adanya 2 ggt yang dituangkan dalam 1 surat gugat diperbolehkan apabila pihak pgg dan pihak tgg adalah orang yang sama. Kumulasi subyektif Penggabungan beberapa subyek Kumulasi obyektif Penggabungan beberapa tuntutan Dilarang: apabila diperlukan acara khusus ct: ggt cerai tidak boleh digabung dg ggt wanprestasi apabila ggt ditujukan kepada seseorang dalam 2 kualitas ct: sebagai wali menggugat pengembalian barang milik anaknya dan sebagai pribadi menggugat pembayaran utang Konkursus (kebersamaan adanya tuntutan hak) Terjadi apabila pgg mengajukan ggt yg mengandung beberapa tuntutan yg menuju pada suatu akibat yg sama, dengan dikabulkannya salah satu dari tuntutan maka tuntutan lainnya sekaligus terkabul. Ct: para debitur tanggung renteng

Pencabutan dan Penarikan Gugatan Tidak diatur dalam HIR Pasal 271 Rv Hanya diperbolehkan apabila tgg belum memberikan jawaban, kecuali apabila tgg setuju apabila ggt dicabut. Hal ini untuk mencegah kerugian di pihak tgg.