Anda di halaman 1dari 2

Reading Log

Title: Maryamah Karpov Author: Andrea Hirata Publisher: Penerbit Bentang Place of Publication: Jogjakarta ISBN Number: 978-979-1227-45-2 Illustrator: sampul: Andreas Kusumahadi Author/Illustrators Nationality: Indonesian Genre: Non-Fiksi berdasarkan pengalaman Age Group: Remaja keatas Summary: Pada buku terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi Andrea Hirata ini, diceritakan tentang pengalaman Ikal yang pulang ke Belitong setelah sekian lama belajar di luar negeri. Fokus utama novel ini adalah perjuangan Ikal untuk mencari A Ling kembali. Pada halaman-halaman awal buku ini, diceritakan tentang perjalanan Ikal kembali ke Belitong. Di pulau itu, ia kembali bertemu dengan Bang Zaitun, yang dahulu dikenalnya saat Arai ingin menyatakan cintanya kepada Zakiah. Setelah itu, Ikal menganggur selama beberapa waktu, dan kemudian datanglah seorang dokter gigi ke pulau itu bernama Dokter Diaz. Tetapi tidak ada orang yang datang ke tempatnya karena orang-orang Belitong masih percaya pada dukun gigi A Put. Maka dari itu, di pertengahan cerita, karena Ikal telah belajar di luar negeri dan dianggap sebagai orang terpelajar oleh Ketua Karmun, ia dipaksa menjadi pasien pertama Dokter Diaz. Tetapi Ikal terus-menerus menolak, karena trauma pada saat ia disunat. Pada akhirnya, setelah dipaksa, ia menuruti keinginan Ketua Karmun. Selain itu, cerita utama di buku keempat ini adalah pencarian A Ling. Ikal memutuskan untuk mencari A Ling, tetapi ia malah dijadikan taruhan bagi orang-orang aneh di warung kopi, dengan taruhan mereka yang gila, seperti contoh, ada seorang Tionghoa yang bertaruh apabila Ikal gagal membuat kapal untuk mencari A Ling, ia akan menangkap buah durian yang jatuh dengan tangan kosong. Kemudian Ikal belajar cara mebuat kapal, karena terdengar kabar bahwa A Ling ada di suatu tempat yang bernama Batuan. Pada saat yang dibutuhkan, yaitu saat ia kehabisan kayu jati yang digunakan untuk membangun kapalnya, teman-temannya, anggota Laskar Pelangi, datang untuk membantunya. Lintang, anggota Laskar Pelangi yang paling pintar diantara mereka semua, mendapatkan informasi dari buku bahwa terdapat sebuah kapal yang berada di dasar sungai disana. Kemudian, mereka berusaha mangangkat kapal itu dari dasar sungai untuk mengambil kayu jatinya. Pada saat itu, hal inipun dijadikan taruhan oleh orangorang kedai kopi. Tetapi, dengan ide-ide dari Lintang, mereka berhasil

mengangkat kapal tersebut, dan setelah beberapa saat, kapal itupun selesai dibangun. Tetapi masih terdapat masalah bagi mereka, yaitu adanya pembunuh yang berkeliaran di sekitar Batuan, dan diperkirakan bahwa keluarga A Ling telah bertemu dengan pembunuh tersebut. Namun, Ikal tetap kukuh dengan kemauannya, dan kemudian ia pun mencari cara untuk pergi ke Batuan. Di saat inilah Mahar menolongnya. Mahar membantu Ikal bertemu dengan Tuk Bayan Tula, seorang dukun yang menyeramkan. Setelah berdebat panjang dengan Mahar, akhirnya Tuk mau memimpin Ikal menuju Batuan. Tetapi sesampainya di sana, ternyata Batuan telah dikuasai oleh penjahat itu, dan setelah memberikan hartanya, Ikal hanya boleh tinggal selama sebulan. Dalam sebulan itu, ia mencari A Ling di ribuan pulau di Batuan. Ia sudah hampir putus asa, hingga akhirnya menemukan A Ling di suatu pulau, dan kemudian membawanya pulang. Cerita kemudian diakhiri dengan keputusan Ikal untuk menikah dengan A Ling, yang ternyata ditolak oleh ayahnya.