Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi menuntut manusia untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara yang mudah, cepat, dan murah. Sebagai masyarakat dan negara yang sedang berkembang, Indonesia menuju era industrialisasi. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara mandiri, perlu pengembangan sektor industri, khususnya industri kimia dasar, setengah jadi (intermediate), dan bahan jadi. Salah satu industri tersebut adalah industri asam nitrat. Asam Nitrat merupakan bahan kimia dasar yang banyak dipakai dalam industri amonium nitrat, bahan peledak, pembuatan bahan organik sintesis, seperti zat warna, obat-obatan, cellulosa nitrat, dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut di atas, Indonesia selain sudah memproduksi sendiri juga mengimpor dari luar negeri. Melihat hal tersebut maka kebutuhan asam nitrat dalam negeri semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Gambar I.1 Asam Nitrat Senyawa nitrat banyak terdapat di alam dalam bentuk garam-garam nitrat. Asam ini diperkirakan berasal dari mineral sodium nitrat (NaNO3). Sejak dahulu, asam nitrat (aquafortis) dipakai untuk memisahkan emas dari perak, serta untuk melarutkan logamlogam dasar. Pada tahap perkembangannya asam nitrat (HNO3) digunakan terutama (80%) sebagai bahan baku dalam pembuatan ammonium nitrate yang selanjutnya digunakan untuk

pembuatan calcium nitrate, calcium ammonium nitrate, urea ammonium nitrate solution,

I-1

dan ammonium sulphate nitrate. Amonium nitrat dihasilkan dengan mereaksikan asam nitrat dengan amonia. Asam nitrat dengan kadar kurang lebih 60 % berat cukup untuk memenuhi kebutuhan ini. Sektor pertanian merupakan sektor terbesar yang mengkonsumsi asam nitrat dengan kadar tersebut. Di samping itu, asam nitrat diperlukan pula untuk pembuatan butiran amonium nitrat berpori (porous ammonium nitrate prill) sebagai komponen bahan peledak. Di lain pihak, asam nitrat (20%) juga digunakan untuk membuat pupuk campuran dengan bantuan fosfat, sebagai pelarut dalam industri electroplating, dan digunakan secara meluas sebagai reaktan yang cukup penting dalam laboratorium kimia sebagai di dalam pembuatan Nitro Benzene, dan Dinitro Toluene. Dengan meningkatnya keperluan asam nitrat pada berbagai bidang industri, maka produksi HNO3 secara industri dalam skala kecil sampai besar tidak dapat ditangguhkan lagi. Dilihat dari fungsi atau kegunaannya yang beragam, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan atau kegunaanya yang beragam, maka dapat disimpulkan bahwa kebutuhan akan Asam Nitrat akan semakin meningkat, sehingga pendirian pabrik Asam Nitrat merupakan alternatif yang baik, selain untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri juga dapat membuka lapangan kerja baru dan dapat meningkatkan devisa negara. Negara-negara yang sedang menuju era industrialisasi tidak dapat lepas dari peranan asam nitrat ini. I.2 Produksi Bahan Baku Bahan baku asam nitrat adalah ammonia dan udara. Bahan baku ammonia ini didapat dari PT. Petrokimia Gresik. Sedangkan bahan baku oksigen didapat dari atmosfer. Sehingga bahan baku dapat diperoleh dari dalam negeri. I.3 Marketing Aspek I.3.1 Perkembangan Produksi Perkembangan produksi asam nitrat di Indonesia terus mengalami peningkatan. PT. Multi Nitrotama Kimia merupakan produsen tunggal yang memproduksi asam nitrat 60 % berat dan berlokasi di Cikampek, Jawa Barat. Dibawah ini perkembangan produksi asam nitrat di Indonesia.

I-2

Tabel I.1 Produksi Asam Nitrat Indonesia Tahun 2000-2010 Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Produksi (Ton/Tahun) 27208 27260 31503 29994 32097 32373 33579,4 34830,6 36128,5 37474,8 38871,3

Produksi asam nitrat Indonesia dalam lima tahun terakhir ini secara keseluruhan meningkat dengan laju 3,726 % per tahun. Pada tahun 2002 produksi asam nitrat ini telah mencapai 31.503 ton. Sedangkan pada tahun 2003 tidak terjadi peningkatan produksi tetapi penurunan jumlah produksi. Hal ini dikarenakan ketidakmenentuan perekonomian di Indonesia. Meskipun demikian dapat dipastikan bahwa kebutuhan asam nitrat tiap tahunnya terus meningkat dengan berkembangnya industri pertambangan di Indonesia.

I.3.2. Perkembangan Impor Meskipun asam nitrat sudah dapat diproduksi di dalam negeri tetapi sebagian asam nitrat masih di impor dari luar negeri. Di bawah ini dapat dilihat tabel perkembangan impor asam nitrat. I-3

Tabel I.2 Impor Asam Nitrat Indonesia Tahun 2000-2010 Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Impor (Ton/Tahun) 9118,5 6166,8 5430,6 5792,2 6056,1 4993,5 4572,1 4186,2 3832,9 3509,4 3213,2

Asam nitrat telah diproduksi di Indonesia namun hingga sekarang Indonesia masih melakukan impor dari berbagai negara dengan volume dalam beberapa tahun terakhir menurun. Berikut ini dapat dilihat pada gambar dari tabel data Impor Asam Nitrat hingga tahun 2010. Negara-negara pemasok asam nitrat tersebut diantaranya adalah Belgia, Korea, Cina, Jerman, Australia, Belanda, Thailand, Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Perancis, dan Arab Saudi. I.3.3. Perkembangan Konsumsi Konsumsi asam nitrat untuk keperluan dalam negeri secara sederhana dapat dihitung dengan asumsi konsumsi asam nitrat pada tahun 2000 sampai dengan tahun 2010 adalah balance dengan melalui pengurangan jumlah produksi pada tahun yang bersangkutan dengan ekspor kemudian ditambah jumlah impor. Dari perhitungan tersebut diketahui konsumsi asam nitrat di Indonesia, seperti yang terlihat dalam tabel berikut.
Tabel I.3 Konsumsi Asam nitrat Indonesia Tahun 2000-2010

Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007

Konsumsi (Ton/Tahun) 36232 33834 34892 35836 37937 37349 37612,8 37878,3

I-4

2008 2009 2010 I.3.4. Penentuan Kapasitas Produksi

38145,6 38414,8 38685,9

Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010

Produksi (Ton/Tahun) 36232 33834 34892 35836 37937 37349 37612,8 37878,3 38145,6 38414,8 38685,9

Supply Impor (Ton/Tahun) 9118,5 6166,8 5430,6 5792,2 6056,1 4993,5 4572,1 4186,2 3832,9 3509,4 3213,2

Jumlah (Ton/Tahun) 45350.5 40000.8 40322.6 41628.2 43993.1 42342.5 42184.9 42064.5 41978.5 41924.2 41899.1

Demand Konsumsi (Ton/Tahun) 36232 33834 34892 35836 37937 37349 37612,8 37878,3 38145,6 38414,8 38685,9

Dari data yang telah didapatkan di atas, dapat diperkirakan bahwa setiap tahunnya konsumsi asam nitrat di Indonesia akan semakin bertambah. Maka dari itu pabrik asam nitrat yang akan didirikan ini berusaha memenuhi kebutuhan dalam negeri sendiri, sehingga ditentukan kapasitas pabrik asam nitrat ini sebesar 20000 Ton/tahun.

I.4 Prospek Asam Nitrat Pabrik asam nitrat ini didirikan dengan alasan memberi peluang bagus dan membantu pabrik asam nitrat lain dalam produksi asam itrat di Indonesia. Dari literatur terdapat beberapa antara lain : Kondisi perekonomian dunia dan dalam negeri seperti nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, tingkat inflasi, suku bunga, dan sebagainya. Adanya perubahan peraturan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai akibat dari negara maju yang terus mengurangi ekspor dari negara maju lain yang menawarkan harga murah.

I-5

Dari beberapa masalah di atas pendirian pabrik ini dimaksudkan untuk pengembangan pabrik asam nitrat yang di Indonesia hanya ada beberapa serta untuk mengimbangi kebutuhan asam nitrat Indonesia. I.5 Penggunaan Asam Nitrat Asam nitrat (HNO3) memiliki banyak kegunaan di bidang industri. Penggunaan asam nitrat adalah sebagai berikut:
1. 2.

Asam nitrat (HNO3) digunakan untuk di laboratorium. Asam nitrat (HNO3) digunakan sebagai bahan baku pembuatan bahan-bahan yang meledak, seperti nitrogliserin, trinitrotoluena (TNT) dan Siklotrimetilenatrinitramin (RDX), dan juga untuk pembuatan amonium nitrat.

3.

Asam nitrat (HNO3) digunakan dalam proses pemurnian logam. Sebagai contoh platina, emas, dan perak. Asam nitrat (HNO3) digunakan dalam proses desain barang-barang berbahan tembaga, perunggu dan kuningan. Campuran antara asam klorida pekat dan asam nitrat pekat, dengan perbandingan 3:1, biasa digunakan sebagai pelarut logam mulia, yaitu emas dan platina. Campuran tersebut biasa disebut dengan Aqua Regia atau air raja.

4.

5.

6.

Asam nitrat (HNO3) digunakan untuk menghilangkan atau membersihkan peralatan proses dari kerak kalsium dan magnesium yang menempel di dalamnya. I.6 Dasar Teori Asam nitrat merupakan asam yang kuat, mudah bereaksi dengan alkali, oksida dengan membentuk garam. Asam nitrat mempunyai rumus kimia HNO3. Asam nitrat sangat sulit dibuat cairan murni karena kecenderungannya terdekomposisi menjadi nitrogen oksida. Asam nitrat merupakan oksida yang kuat terhadap bahan organik, seperti turpentin dan charcoal, alkohol juga sangat bereaksi terhadap asam nitrat. Furfuryl alcohol, anilin dengan asam nitrat digunakan dalam bahan bakar roket. Sebagian besar baja kecuali platinum dan emas dapat dirusak oleh asam nitrat, sebagian diubah menjadi arsenic dan antimony tetapi sebagian besar yang lain diubah menjadi nitrat. Asam nitrat sebagai oxidizing agent tergantung pada nitrogen oksida bebas. Asam nitrat murni tidak merusak tembaga. Produk asam nitrat bervariasi konsentrasi asamnya dan kekuatan reduksinya. Cairan asam nitrat cenderung memberikan nitrogen oksida dan I-6

asam yang dihasilkan kaya akan nitrogen dioksida. Reaksi asam cair dengan metalic, zinc, dihasilkan dengan mencampurkan amoniak dan hidroksilamin. Asam nitrat mempunyai dua macam hidrat yang dikristalkan dari larutan asam nitrat. Kedua hidrat tersebut adalah monohidrat yang mempunyai rumus kimia HNO3.H2O dengan konsentrasi 77,77% berat dan mempunyai titik didih 37,62C. Sedangkan trihidrat mempunyai rumus kimia HNO3.H2O dengan konsentrasi 53,83% berat dan mempunyai titik didih 18,47C. Sebelum abad ke-20 asam nitrat diperoleh dari reaksi antara Chile Saltpeter (mineral yang mengandung NaNO3) dengan asam sulfat pekat. Sodium Bisulfat diperoleh sebagai produk samping. Secara sederhana reaksinya dapat dituliskan sebagai produk samping. Secara sederhana reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut: NaNO3 + H2SO4 NaHSO4 + HNO3 Beberapa proses lainnya dikembangkan untuk menggantikan nitrogen yang berasal dari nitrat alam dengan nitrogen dari atmosfer. Pada awal abad 20, berkembang teknologi pembuatan asam nitrat dengan proses busur listrik yang ditemukan oleh Birkeland dan Eyde. Proses ini, pada dasarnya merupakan pembakaran langsung antara oksigen dan nitrogen dalam suatu busur listrik. Hasil dari busur listrik berupa nitrogen monoksida (NO) yang selanjutnya dilarutkan dalam air sehingga membentuk asam nitrat. Biaya operasi yang sangat mahal serta efisiensi energi yang rendah mengakibatkan proses tersebut tidak digunakan lagi sekarang. Proses lainnya adalah yang disebut dengan proses wisconsin yang memproduksi asam nitrat dengan bahan utama oksigen dan nitrogen yang berasal dari udara. Prinsipnya adalah sama dengan proses busur listrik. Hanya saja, pembakaran dilakukan dalam tungku pembakaran dengan bantuan fuel gas pada temperatur di atas 2000C. Kesulitan operasi ini adalah mempertahankan temperatur yang sangat tinggi dalam jangka waktu yang lama. Hal ini mengakibatkan proses ini kurang efisien dan tidak diterima secara umum. Di samping itu, terdapat satu proses yang sangat penting dalam kemajuan industri asam nitrat yakni proses oksidasi amonia atau lebih dikenal dengan proses Ostwald. Oksidasi katalitik dari amonia menjadi satu-satunya proses pembuatan asam nitrat secara komersial yang masih dilakukan sampai saat ini. Dari segi teknis dan biaya, proses ini masih jauh lebih baik daripada proses yang lainnya.

I-7