Anda di halaman 1dari 7

KUESIONER AWAL PELATIHAN

Kuesioner ini dirancang sebagai alat bantu untuk mengawali kerjasama antara pelatih dan peserta latih yang akan berlangsung selama pelatihan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mengacu pada pengetahuan esensial yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tindakan atau prosedur yang diperlukan dan berperilaku sesuai dengan baku asuhan persalinan normal yang berkualitas. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, diberikan dalam bentuk pernyataan BETUL/SALAH. Jawaban-jawaban peserta dimasukkan ke dalam lembar Matriks Kebutuhan Belajar atau Kinerja Pengetahuan Kelompok. Hasil yang diperoleh, digunakan untuk menilai kebutuhan belajar individu atau kelompok. Dengan menggunakan matriks ini, pelatih dan peserta dapat secara cepat menghitung persentasi jawaban yang benar, dengan melakukan pembandingan antara jawaban benar dengan jumlah pertanyaan pada masingmasing topik materi pembelajaran. Tampilan persentasi jawaban yang benar pada matriks, peserta (baik individu maupun kelompok) dapat menilai seberapa jauh peserta telah mengetahui/terpapar materi pengetahuan esensial yang diperlukan untuk melaksanakan asuhan persalinan yang bersih dan aman. Informasi tersebut, diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peserta untuk mendapatkan pengetahuan esensial tersebut. Dengan motivasi ini dan bekerjasama dengan pelatih maka peserta dapat merencanakan bagaimana mempergunakan waktu yang tersedia (selama pelatihan) untuk mencapai tujuan belajar yang diinginkan. Dari aspek pembelajaran, pelatih akan menggunakan hasil jawaban kuesioner awal pelatihan untuk mengidentifikasi topik dan materi khusus yang perlu mendapat penekanan selama sesisesi terkait dalam proses alih pengetahuan di dalam pelatihan ini. Sebaliknya, untuk topik atau materi dimana peserta telah menjawab diatas 70% benar maka pelatih menyimpulkan bahwa bagian tersebut sudah dikuasai oleh peserta sehingga ia dapat menggunakan waktu yang tersedia untuk menjelaskan topik atau materi yang perlu mendapat perhatian atau waktu lebih. Bagi peserta pelatihan, tujuan belajar yang tercermin dari setiap pertanyaan dan berbagai bab terkait di dalam Buku Acuan, dapat melihat atau mencari kembali jawaban (informasi) yang benar dari topik dan kelompok pertanyaan serta catatan rujukan materi di samping kolom jawaban. Hal ini memang telah dirancang sebelumnya sehingga peserta dapat memanfatkan waktu yang terbatas selama pelatihan dan bekerja secara mandiri untuk lebih memusatkan perhatiannya pada topik dan materi yang diperlukan.

Asuhan Persalinan Normal

KUESIONER AWAL PELATIHAN


Petunjuk: Bacalah pernyataan-pernyataan dibawah ini dengan seksama kemudian tuliskan jawaban anda pada kolom yang tersedia dengan huruf : S B untuk pernyataan yang untuk pernyataan yang Salah Benar

I 1.

PENCEGAHAN INFEKSI Agar larutan dekontaminan dapat bekerja secara efektif, lakukan dulu proses pencucian dan pembilasan pada peralatan bekas pakai sebelum melakukan proses dekontaminasi Sekitar 80% mikroorganisme dapat dilemahkan atau dibunuh melalui proses pencucian dan pembilasan

BAB I

_____

Bab 1

2. 3. 4. 5. 6.

_____

Bab 1 Bab 1 Bab 1 Bab 1

Larutan klorin untuk proses dekontaminasi dapat dibuat dari cairan pemutih (sodium hipoklorit) dan kaporit _____ Proses dekontaminasi harus dilakukan di dalam wadah yang terbuat dari logam Proses sterilisasi dapat membunuh semua mikroorganisme, termasuk bakteri yang memiliki endospora Kegagalan atau rendahnya hasil proses sterilisasi seringkali disebabkan oleh kurang meratanya kontak uap panas dengan instrumen atau tidak tercapainya tekanan dan temperatur yang seharusnya Karena energi dari radiasi ultraviolet sangat terbatas, maka teknik ini tidak dapat digunakan untuk proses sterilisasi air Proses disinfeksi tingkat tinggi (DTT) dapat membunuh semua atau 100% mikroorganisme non-patogen dan patogen Untuk mencapai tahap DTT, perhatikan lamanya (waktu) proses disinfeksi yang dianjurkan apabila menggunakan berbagai jenis disinfektan kimiawi atau proses fisika (panas dan uap) Untuk DTT semprit dan jarum dapat dilakukan proses disinfeksi tingkat tinggi secara kimiawi _____ _____

_____ _____ _____

Bab 1 Bab 1 Bab 1

7. 8. 9.

_____ _____

Bab 1 Bab 1

10.

Asuhan Persalinan Normal

II 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KALA SATU PERSALINAN

BAB II

Kala satu persalinan dimulai sejak jelasnya tanda inpartu hingga terjadinya pembukaan lengkap. _______ Dua tanda utama dari kala satu persalinan adalah keluarnya lendir-darah pervaginam dan kontraksi uterus yang belum teratur. _______ Pengosongan kandung kemih dengan kateter merupakan prosedur rutin pada kala satu persalinan. _______ Riwayat obstetrik sebelumnya, ternyata tidak banyak hubungannya dengan ramalan kemajuan dan penyulit pada persalinan sekarang ini. _______ Ambang batas normal denyut jantung janin di dalam uterus (sebelum lahir) adalah pada kisaran 120 160 x/menit. _______ Faktor risiko yang menyertai kehamilan, dapat dipantau melalui berbagai temuan yang dicatatkan pada partograf. _______ Mengacu pada gambar partograf dibawah ini, pada jam 17.00 pembukaan serviks adalah 5 cm. _______

10 9 dilatasi 8 7 6 5 4 penurunan 3 2 1 0 Jam Waktu 1 17.00 2 18.00 3 19.00 4 20.00 20.30

8.

Pada persalinan normal, garis rekaman pembukaan atau dilatasi serviks pada partograf, umumnya berada di sebelah (sisi) kanan garis waspada. _______

Panduan Peserta

10

III

KALA DUA PERSALINAN

BAB III

11

Asuhan Persalinan Normal

1. 2. 3.

Kala dua persalinan adalah proses persalinan yang dimulai sejak pembukaan lengkap hingga plasenta lahir. _______ Selama kala dua persalinan, ibu tidak dianjurkan untuk minum hingga setelah bayi lahir. _______ Pemecahan selaput ketuban dilakukan sebelum terjadi pembukaan lengkap pada serviks karena akan mempercepat waktu persalinan dan menghindari keluarnya air ketuban secara berlebihan. _______ Posisi telentang saat ibu meneran, merupakan posisi yang menguntungkan bagi ibu dan janin _______ Saat yang paling tepat untuk meminta ibu meneran pada kala dua persalinan adalah saat ibu merasakan adanya dorongan kuat untuk meneran. _______ Posisi setengah duduk pada saat pengeluaran kepala di kala dua persalinan berkaitan dengan rendahnya kejadian (insidensi) robekan perineum. _______ Untuk mencegah robekan luas pada perineum, dianjurkan untuk melakukan episiotomi rutin pada semua ibu primigravida. _______ Tahanan pada belakang kepala, bentangan jari telunjuk dan ibu jari serta telapak tangan pada perineum, tidak banyak membantu mencegah robekan perineum saat terjadi ekstensi/defleksi kepala bayi yang akan lahir _______ Tarikan ringan secara biparietal ke arah bawah pada kepala bayi merupakan cara untuk membantu melahirkan bahu posterior bayi. _______ Seorang multigravida yang telah dipimpin meneran selama 1 jam dan belum juga melahirkan bayinya merupakan indikasi untuk segera dirujuk. _______ ASUHAN BAYI BARU LAHIR BAB IV

4. 5. 6. 7. 8.

9. 10.

IV

1. 2. 3. 4.

Bayi baru lahir yang segera menangis secara spontan, dapat segera dimandikan sebelum diberikan kepada ibunya _______ Untuk memberi kesempatan bagi ibu baru bersalin untuk cukup beristirahat maka pemberian ASI dini sebaiknya dilakukan 1 jam setelah bayi lahir _______ Salah satu tanda posisi bayi menyusu dengan baik adalah dagu menyentuh payudara ibu _______ Termasuk dalam kegiatan manajemen laktasi pada masa neonatal adalah

Panduan Peserta

12

jaminan asupan ASI setiap kali bayi membutuhkan (on demand) 5.

_______

Profilaksis infeksi mata bayi baru lahir dilakukan dengan jalan memberikan tetes mata Perak Nitrat pada jam kedua setelah bayi lahir _______ RESUSITASI BAYI BARU LAHIR DENGAN ASFIKSIA BAB V

V 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Asfiksia primer adalah gangguan bernapas pada bayi baru lahir yang sebelumnya mampu bernapas secara spontan _______ Rangsangan taktil untuk membantu upaya bernafas bayi baru lahir, dapat dilakukan dengan cara menggosok-gosok punggung bayi. _______ Pertolongan awal untuk bayi baru lahir yang merintih, kulit kebiruan dan lemas adalah melakukan pijat jantung dan pernafasan mulut ke mulut. _______ Bersihkan jalan napas dengan mengisap lendir di hidung dan lanjutkan lendir di mulut. _______ Indikasi untuk segera melakukan resusitasi pada bayi baru lahir adalah nilai APGAR 1 menit yang jumlah totalnya dibawah 5 _______ Ventilasi dilakukan dengan memberikan udara atau oksigen melalui tabung atau balon dan sungkup dengan frekuensi 20x dalam waktu 30 detik _______ KALA TIGA & EMPAT PERSALINAN BAB VI _______

VI

1. 2. 3. 4. 5.

Pelepasan plasenta terjadi karena ibu meneran secara kuat.

Manajemen aktif kala tiga adalah upaya pencegahan terhadap perdarahan pascapersalinan. _______ Manajemen aktif kala tiga terdiri dari pemberian oksitosin segera setelah bayi lahir dan menunggu lepasnya plasenta secara spontan. _______ Pada manajemen aktif kala III, rangsangan taktil pada uterus dilakukan untuk merangsang uterus berkontraksi agar plasenta dapat segera dilahirkan. _______ Jika uterus kembali menjadi lunak beberapa saat setelah plasenta lahir, ibu atau keluarga diajarkan dan diminta untuk melakukan masase uterus hingga _______ uterus berkontraksi secara adekuat. Atonia uteri adalah kegagalan dari miometrium untuk berkontraksi sehingga

6.

13

Asuhan Persalinan Normal

uterus menjadi lunak (relaksasi) dan ukurannya melebar (uterus membesar). 7. 8. 9. 10.

_______

Jika segera terjadi perdarahan setelah plasenta lahir, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa kemungkinan adanya sisa plasenta. _______ Teknik penjahitan laserasi serviks tingkat 1 dan 2 atau episiotomi, dimulai dari 1 cm di atas puncak luka. _______ Pada robekan perineum tingkat 3, robekan tersebut terjadi pada kulit di bagian perineum dan pada mukosa vagina. _______ Rujuk segera pasien bila plasenta belum lahir setelah dilakukan manajemen aktif persalinan kala tiga hingga melewati waktu 30 menit. _______

Panduan Peserta

14