Anda di halaman 1dari 4

Induksi dengan metode CRAFT (by: Salma Nusaiba, CH)

Pengertian CRAFT merupakan sebuah teknik induksi yang dipopulerkan oleh Andri Hakim (2010). Teknik CRAFT biasa digunakan untuk memprogram citra diri klien (self image reprogramming), untuk mengubah negative self image yang dirasakan/dialami klien menuju positive self image. CRAFT memiliki 5 langkah, yaitu: Cancel, Replace, Affirm, Focus, dan Train). Tahap Pre-Induksi Kita jelaskan kepada klien bahwa kondisi hipnosis merupakan sebuah kondisi yang lebih nyaman, rileks, dan tenang, klien dibimbing menuju alam relaksasi yang dalam tetapi klien memiliki kontrol sepenuhnya atas dirinya, oleh karena itu keputusan untuk menjadi lebih nyaman berasal dari kontrolnya sendiri, kita hanya mengarahkan. Setiap permasalahan klien (dalam konteks ini kita anggap bahwa klien hanya kurang energi positif saja), sebaiknya diutarakan pada tahap ini. Kita selami gesture, mimik wajah klien saat bercerita, intonasi suaranya, dsb. Ingat, ketika klien bercerita dengarkan dan perhatikan secara empatik. Lebih baik jangan memotong jika klien belum selesai. Jika kita harus menanyakan sesuatu, lebih baik gunakan kalimat pertanyaan terbuka, seperti pertanyaan: Apakah Anda mungkin pernah marah kepada suami Anda selama kehamilan ini?, Apakah mungkin kemarahan Anda kepada suami Anda beralasan, atau ada penyebab lain?. Dua pertanyaan di atas lebih baik dan enak didengar, ketimbang pertanyaan tertutup seperti ini: Anda tidak pernah marah kepada suami Anda kan?, atau Suami Anda tidak pernah membuat Anda marah kan?, itu hanya akan mengarahkan klien menuju jawaban tidak. Mengapa?? Karena pertanyaan terbuka lebih memberi ruang bagi klien untuk mengungkapkan masalah yang berkaitan dengan area pertanyaan tersebut (Everett, 2004). Pertanyaan terbuka bisa mengungkap masalah yang sehari-hari terjadi dalam kehidupan klien. Hubungan Hipnoterapis Klien Selama konsultasi/sesi berlangsung, hubungan terbentuk antara hipnoterapis dan klien. Hubungan terbentuk karena ada perasaan dan emosi yang diungkapkan (Everett, 2004). Hubungan ini membuat kita terlatih untuk berkomunikasi secara empatik, karena kita menjadi BAGIAN dari klien. Relaksasi Fisik dan Pikiran Persilakan klien untuk mengkondisikan fisiknya senyaman mungkin, biarkan klien memilih posisi sesuai keinginannya, asalkan kondisi itu membuatnya lebih rileks. Bimbing klien untuk melemaskan seluruh tubuhnya, bimbing klien agar semua pikiran dialihkan atau dilupakan sejenak, kecuali fokus pada kondisi dan kenyataannya saat

ini. Ingatkan kepada klien bahwa klien sepenuhnya sadar dan masih bisa merasakan suara atau kejadian di sekitarnya, tetapi klien memiliki kontrol untuk menjadi jauh lebih rileks dan nyaman. Perbanyak metafor. Setelah klien merasa nyaman, persilakan klien menutup matanya kapanpun ia mau, minta klien untuk merasakan bahwa kenyamanan dan kondisi rileks membuatnya ingin menutup mata, buat metafor bahwa ketika klien menutup mata, kelopak mata yang terkatup akan meleburkan dua cahaya putih yang sangat lembut, hangat, dan menenangkan. Dua cahaya putih itu melebur dan menyebar perlahan dan pasti ke seluruh otot, saraf, permukaan kulit, bahkan menembus pikiran apapun dan menetralisasinya. Ingat, sekali lagi ini adalah metafor. Tetapi anda harus meyakinkan klien bahwa metafor itu tampak nyata dan bisa dilihat, dirasa, atau didengar (sesuai modalitas klien). Kemudian Anda bisa menghitung mundur dari 5 hingga 1, bersamaan dengan hitungan anda, persilakan lien untuk mengambil nafas dalam yang sangat nyaman dan mengembuskan perlahan, buat metafor lagi, bahwa nafas yang diambil klien mengandung oksigen, suatu zat yang sangat berguna untuk kesehatan fisik dan pikiran. Contohnya sebagai berikut: baiklah saudari Amoria..anda mungkin sudah masuk dalam kondisi yang begitu nyaman, sedalam-dalamnya. Sekarang saya akan menghitung dari angka 5 hingga 1, dan setiap saya menyebutkan angka secara mundur, anda mengambil nafas panjang. Anda boleh menganggap nafas itu mengandung zat oksigen yang Anda tahu, sangat bermanfaat bagi tubuh dan jiwa kita. Saat anda menghirupnya, Anda merasakan sebuah cahaya bertabur kristal yang sangat indah serta lembut masuk ke dalam hidung Anda, perlahan membersihkan faring Anda, kemudian menghangatkan sepanjang tenggorokan Anda...dst. Ingat, metafor bisa diteruskan sesuai imajinasi Anda atau persilakan klien untuk mengimajinasikannya. Lakukan Utilisasi Jika mata sudah terlihat katalepsi, katakan pada klien kondisi dan kenyataan yang ada saat itu. Ingatkan bahwa klien sadar sepenuhnya dan kontrol ada pada dirinya. Jika ada pergerakan apapun yang kita tangkap dari klien, segera pacing, misalnya baik..jari telunjuk kanan Anda mungkin bergerak tanpa Anda sadari, dan boleh jadi jari telunjuk yang satunya ikut bergerak dengan sendirinya. Jika terdengar suarasuara atau kejadian yang ditangkap oleh indera klien, katakan bahwa suara-suara atau kejadian itu boleh didengar dan mungkin membantu klien memasuki alam relaksasi yang lebih nyaman, sedalam-dalamnya. Memulai CRAFT: 1.Cancel Persilakan klien untuk menyadari bahwa negative self image yang ia miliki bisa ditolak, sepenuhnya atas kontrol klien. Minta klien untuk mengucapkan dalam hati dan boleh berbisik pelan seperti ketika berdoa. Contoh: saudari Amoria, anda beranggapan bahwa anda merasa cemas dengan kehamilan ini? jika iya, anda boleh menganggukkan kepala

Setelah klien menganggukkan kepala, persilakan klien: baik, seperti anda tahu anda memiliki kesadaran penuh, kontrol yang kuat untuk menolaknya. Sekarang saya persilakan anda, untuk mengucapkan dalam hati, dan anda boleh berbisik lembut, katakan saya tidak ingin merasa cemas dengan kehamilan ini. Silakan saudari Amoria.. CRAFT: 2. Replace Setelah klien berbisik mengucapkan mengubah/replace perspektifnya. kalimat cancel, minta klien untuk

Contoh: baik saudari Amoria..mungkin Anda sudah menolak persepsi anda selama ini. Sekarang anda boleh meyakinkan diri untuk mengganti persepsi itu dengan yang lebih baik, silakan anda bisikkan dengan sepenuh hati, saya adalah wanita yang kuat dan bahagia dalam menjalani kehamilan ini.. CRAFT: 3. Affirm Selanjutnya setelah kalimat replace diucapkan, persilakan klien untuk menegaskan komitmen tersebut mulai saat itu. Komitmen ini penting untuk membentuk perubahan klien menjadi lebih baik. Minta kepada klien, tidak hanya dengan membisikkan dengan kata-kata tetapi juga mencitrakan dirinya dalam persepsi baru tersebut. Contoh: saudari Amoria, anda boleh menegaskan mulai saat ini, bahwa anda sudah berkomitmen untuk lebih kuat dan bahagia menjalani kehamilan anda ini..silakan anda dengan keyakinan diri membisikkan: mulai sekarang saya adalah wanita yang kuat dan bahagia dalam menjalani kehamilan ini..saudari Amoria, mulai saat ini anda boleh mencitrakan diri anda sebagai wanita yang kjuat dan bahagia dalam menjalani kehamilan.. CRAFT: 4. Focus Setelah klien melakukan cancel, replace, dan affirm, klien dilatih/diarahkan untuk fokus mengimajinasikan citra diri yang sudah terbentuk itu. Proses imajinasi ini tergantung dari modalitas klien, dan sebuah teknik visualisasi kreatif diperlukan untuk merealisasikan citra diri tersebut. Menurut Dr. Maxwell Maltz, fokus imajinasi ini merupakan automathic guidance system (AGS), yang terdiri dari dua macam, yaitu fokus emosional/perasaan, dan fokus panggung imajinasi. Contoh: saudari Amoria, anda telah berkomitmen untuk lebih kuat dan bahagia mulai saat ini, dan saya minta pada anda, rasakan bagaimana anda tersenyum dan berbahagia menjadi sosok calon ibu yang luar biasa, bersemangat, cerdas, gesit, dan sehat dalam menikmati kehamilan anda.. (fokus emosional) Imajinasikan sesuai dengan keinginan anda, anda melihat diri anda di depan cermin, anda terlihat lebih tersenyum, lebih bahagia, seakan-akan semua beban hilang dalam hidup anda. Anda berhak menjadi seorang IBU yang paling bahagia di dunia ini.. (fokus imajinasi)

CRAFT: 5. Train Tahap ini mengandung sugesti penting yang harus dikatakan kepada klien, yaitu meminta klien untuk melakukan PEMBIASAAN terhadap persepsi barunya, mulai saat itu, segera setelah sesi selesai, dan seterusnya. Minta klien untuk mengingat komitmen yang telah dibentuk, dan berimajinasi jika sewaktu-waktu kurang bersemangat (baca: kurang energi positif). Proses train atau pembiasaan ini ibarat pupuk terhadap komitmen dan melatih mental serta emosional. Contoh: bagus saudari Amoria..anda boleh terus berimajinasi dan menikmatinya.. dan mungkin sambil anda berimajinasi, anda mengunci komitmen anda itu, komitmen untuk terus kuat dan bahagia dalam menjalani kehamilan ini.. sekarang, mulai saat ini, tegaskan dalam hati anda, bisikkan sepenuh hati bahwa anda menjalani dan menyikapi kehamilan anda dengan penuh kesabaran, toleransi, dan anda semakin dekat dengan suami, keluarga, serta orang-orang tercinta anda. Segala hal yang mungkin datang mengganggu, hanya akan menjadi bumbu pelengkap dalam kisah perjalanan kehamilan anda. Mulai saat ini, anda berlatih dengan sungguh-sungguh untuk mempersiapkan kelahiran buah hati anda, dan tentunya untuk menjadi sesosok luar biasa, yaitu seorang IBU...

Selamat berkreasi dnegan CRAFT