Anda di halaman 1dari 5

KLASIFIKASI SEMEN KEDOKTERAN GIGI

1. Semen Seng Oksida Eugenol

Fungsi: a. Sebagai bahan perekat restorasi sementara dan permanen b. Sebagai basis dan pelapik c. Sebai bahan pengisi saluran akar (sealer) pada perawatan pulpotomi

Komposisi: Bubuk semen ini terdiri atas oksida seng.Magnesium oksida dapatdijumpai dalam jumlah yang kecil, zinc asetat dalam jumlah hingga 1%dipergunakan sebagai akselerator untuk reaksi seting.Cairannya terdiri dari eugenol yang merupakan konstitusi utama minyak cengkeh.Minyak olive juga dapat ditemukan dalam jumlah hingga 15%,kadang-kadang diberi asam asetat sebagai akselerator.

Klasifikasi : a. Tipe1 digunakan untuk semen sementara. b. Tipe2 digunakan untuk semen permanen dari restorasi atau alat-alat yangdibuat di luar mulut. c. Tipe3 digunakan untuk restorasi sementara dan basis penahan panas. d. Tipe4 digunakan untuk pelapik kavitas.

Sifat : a. Meminimalkan kebocoran mikro b. Memberikan perlindungan terhadap pulpa c. Daya antibakteri d. PH-nya mendekati 7 yang membuatnya menjadi salah satu semen dentalyang paling mempunyai potensi iritasi terhadap jaringan e. Rasio bubuk cairan akan mempengaruhi kecepatan peng erasan f. Kekuatannya berkisar 3 55 Mpa

2. Semen Zinc Phosphat

Fungsi: a. Sebagai bahan tambalan sementara Sebagai tambalan sementara, semen ini didasari oleh Seng okside yang dicampur dengan cairan asam fosfat 50%. Bila menggunakan Seng phosphate maka kavitas tidak terlalu besar dan kekuatan pengunyahan yang dipusatkan pada daerah gigi tersebut tidak boleh terlalu besar. Untuk menjamin kestabilan dan kekuatan tambalan sementara serta mencegah fraktur dari sisa cups di sekeliling kavitas yang besar, bahan ini di gunakan bersama dengan plat tembaga lembut yang dipotong dan dibentuk yang kemudian disemenkan di sekliling mahkota.

b. Sebagai Bahan Basis dan Pelapik Sedangkan sebagai basis, digunakan dalam bentuk dempul dan bentuk lapisan yang relative tebal untuk menggantikan dentin yang sudah rusak dan untuk melindungi pulpa dari iritasi kimia dan fisik serta menghasilkan penyekat terhadap panas dan menahan tekanan yang diberikan selama penempatan bahan restorative.

c. Sebagai Bahan Perekat Inlay, Jembatan dan Pasak Inti. Sebelum memulai penyemenan, terlebih dahulu dilakukan pembersihan dan pengeringan daerah kerja, semen fosfat dnegn slow setting dibuatdengan menmbah bubuk dalam jumlah secukupnya dalam cairan sekitar 1-1,5 menit pada glass slab yang dingin, semen yang telah dicampur dioleskan pada bahan resatoratif dan dimasukkan kedalam kavitas emudian ditekan secara intermitten sampai posisinya benar-benar baik.Semen yang telah benar-benar mengeras, sangat penting

untuk membersihkan sisa-sisa semen di bagian proksimal dan servikal untuk menghindari iritasi gingival.

Komposisi: Komposisi terdiri dari powder seng oksida 90% dan Magnesium 10 % dan asam phorporic, garam logam dan air sebagai liquid. Penggunaan sebagaibasis, konsistensi harus seperti dempul, campuran bubuk dan liquiddengan ratio 6:1 atau sesuai kebutuhan, membentuk adonan yang tidak cairtidak padat, aduk dengan putaran melawan jarum jam, tempatkan adonanpada tumpatan yang telah diberi semen eugenol sebagai subbasis. Waktupengerasan sekitar 5-9 menit dan kelebihan tumpatan dibuang.

Sifat : a. Insolator panas yang baik b. Daya larut relatif rendah di dalam air

c. Keasamanan semen cukup tinggi d. Compressive strength yang tinggi e. Iritatif terhadap pulpa

3. Semen Silicat

Semen Silikat dibuat dengan mencampur powder yang terbuat dari aluminoFluoro - Silikat glass dengan liquid 37% asam fosfat. Secara kimia asammelarutkan dan menggabungkan sebagian kaca. Hal ini menciptakan suatu matriks yang sangat keras dan rapuh. Campuran cairan semen ini sama dengan semen Seng fosfat, bagaimanapun, penggunaan utama dalam kedokteran gigia dalah sebagai material yang sewarna dengan gigi. Karena matriks sangat keras, rapuh dan kurangnya ketahanannya terhadap abrasi membatasi penggunaannya sebagai bahan basis restorative. Sampai munculnya komposit resin, silikat adalah material gigi hanya mengisi warna yang tersedia, dan satu-satunya alternatif untuk amalgam perak sebagai (non emas) sederhana bahan pengisi permanen. Penggunaannya terbatas pada gigi depan, atau daerah kerusakan tidak pada permukaan gigi belakang yang mempunyai kekutan tekan besar.

Keuntungan dari semen ini, selain warnanya, adalah terdapat fluoride dari glass, (komponen dari bahan matriks karena reaksi kimia yang terlibat dalam pencampuran bubuk dengan cairan), fluoride cenderung mencegah karies lebih lanjut di sekitar margin, (kenyataannya, merupakan karakteristik dari semua formulasi menggunakan Al-Fl-Si glass dan asam kombinasi). Masalah utama dengan semen silikat sebagai bahan restoratif adalah tampilannya. Partikel-partikel kaca rentan terhadap tekanan, mudah berubah warna dan

kasar. Kesulitan lain adalah kerapuhan dari matriks estetik karena menyebabkan

http://www.scribd.com/doc/75971031/Laporan-Semen-KG http://www.scribd.com/doc/88349213/Bahn-s3-t1-Ibtkg-2 http://www.scribd.com/doc/70287894/ZOE-Semen-Fosfat-SemenPilokarboksilat-GIC