Anda di halaman 1dari 24

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Setiap tanaman memerlukan nutrisi. Tanaman mendapatkan nutrisi dari tanah dan dari tambahan lainnya seperti penggunaan pupuk. Penambahan pupuk pada tanaman sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman. Penggunaan pupuk tersebut berfungsi untuk menyediakan unsur hara yang cukup sesuai kebutuhan tanaman. Pengaruh pemberian nutrisi pada tanaman dapat terlihat salah satunya dengan percobaan menanam tanaman cabai merah (Capsicum annum). Cabai merah merupakan salah satu tanaman jenis holtikultura yang banyak digunakan sebagai bumbu masakan. Karena manfaatnya tersebut banyak petani yang membudidayakan tanaman ini karena selain mudah

penanamannya, perawatannya juga tidak begitu sulit. Berdasarkan paparan di atas, kami ingin membuktikan pengaruh nutrisi pada pertumbuhan tanaman dengan melakukan pengamatan pada tanaman cabai merah.

B. Tujuan Penelitian

Tujuan kami mengadakan penelitian mengenai pengaruh nutrisi organik pada pertumbuhan tanaman cabai adalah : 1. Mengetahui pengaruh penggunaan nutrisi organik pada

pertumbuhan tanaman. 2. Mengetahui apakah terdapat perbedaan antara tanaman yang diberi nutrisi pupuk kandang dan pupuk kompos dengan yang tidak diberi nutrisi. 3. Mengetahui pentingnya nutrisi organik bagi pertumbuhan tanaman.

C. Rumusan Masalah Berdasarkan tujuan masalah di atas, rumusan masalah yang kami rumuskan yaitu:
1. Apa pengaruh penggunaan nutrisi organik pada pertumbuhan

tanaman?
2. Apakah terdapat perbedaan antara tanaman yang diberi nutrisi

pupuk kandang dan pupuk kompos dengan yang tidak diberi nutrisi?
3. Apa pentingnya nutrisi organik bagi pertumbuhan tanaman?

D. Hipotesis
1. Tumbuhan yang diberi nutrisi (pupuk), pertumbuhannya lebih

cepat dibandingkan dengan yang tidak diberi nutrisi.


2. Tumbuhan yang diberi nutrisi pupuk kompos dan pupuk kandang

tidak terdapat perbedaan. 3. Nutrisi organik sangat berpengaruh penting terhadap pertumbuhan tanaman, nutrisi organik memiliki fungsi pertumbuhan tanaman. untuk mempercepat

BAB II KAJIAN TEORITIK

A. Penjelasan Tanaman Cabai Merah Cabai merah besar (Capsicum annuum) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Sun et al. (2007) melaporkan cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat antikanker (Kilham 2006; Bano & Sivaramakrishnan 1980). Cabai atau lombok termasuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae) dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Cabai dapat ditanam dengan mudah sehingga bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus membelinya di pasar.

Tanaman cabai cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur dan sarang, serta tidak tergenang air; pH tanah yang ideal sekitar 5-6. Waktu tanam yang baik untuk lahan kering adalah pada akhir musim hujan (Maret-April) (Yustian, 2006). Pada masa vegetatif (sebelum berbunga) nutrisi yang dibutuhkan adalah unsur nitrogen. Tanaman cabai menjelang masa produktif memerlukan tambahan unsur fosfor dan kalium (Haryoto, 2005). B. Pengertian Pupuk dan Penjelasannya Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media

tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Material pupuk dapat berupa bahan organik ataupun non-organik (mineral). Pupuk berbeda dari suplemen. Pupuk mengandung bahan baku yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sementara suplemen seperti hormon

tumbuhan membantu kelancaran proses metabolisme. Meskipun demikian, ke dalam pupuk dapat ditambahkan sejumlah material suplemen. Dalam pemberian pupuk perlu diperhatikan kebutuhan tumbuhan tersebut, agar tumbuhan tidak mendapat terlalu banyak zat makanan. Terlalu sedikit atau terlalu banyak zat makanan dapat berbahaya bagi tumbuhan. Pupuk dapat diberikan lewat tanah ataupun disemprotkan ke daun. Berdasarkan sumber bahannya, pupuk dibedakan menjadi dua macam, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik.

Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah). Contoh pupuk organik adalah pupuk kandang dan pupuk kompos
1.

Pupuk Kandang

Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Hewan yang kotorannya sering digunakan untuk pupuk kandang adalah hewan yang bisa dipelihara oleh masyarakat, seperti kotoran kambing, sapi, domba, dan ayam. Selain berbentuk padat, pupuk kandang juga bisa berupa cair yang berasal dari air kencing (urine) hewan. Pupuk kandang mengandung unsur hara makro dan mikro. Pupuk kandang padat (makro) banyak mengandung unsur fosfor, nitrogen, dan kalium. Unsur hara mikro yang terkandung dalam pupuk kandang di antaranya kalsium,magnesium, belerang, natrium, besi, tembaga, dan molibdenum. Kandungan nitrogen dalam urine hewan ternak tiga kali lebih besar dibandingkan dengan kandungan nitrogen dalam kotoran padat. Pupuk kandang terdiri dari dua bagian, yaitu:

1.

Pupuk dingin adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang secara perlahan oleh mikroorganime sehingga tidak

diuraikan

menimbulkan panas, contohnya pupuk yang berasal dari kotoran sapi, kerbau, dan babi.
2.

Pupuk panas adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang

diuraikan mikroorganisme secara cepat sehingga menimbulkan panas, contohnya pupuk yang berasal dari kotoran kambing, kuda, dan ayam. Pupuk kandang bermanfaat untuk menyediakan unsur hara makro dan mikro dan mempunyai daya ikat ion yang tinggi sehingga akan mengefektifkan bahan - bahan anorganik di dalam tanah, termasuk pupuk anorganik. Selain itu, pupuk kandang bisa memperbaiki struktur tanah, sehingga pertumbuhan tanaman bisa optomal. Pupuk kandang yang telah siap diaplikasikan memiliki ciri dingin, remah, wujud aslinya tidak tampak, dan baunya telah berkurang. Jika belum memiliki ciri-ciri tersebut, pupuk kandang belum siap digunakan. Penggunaan pupuk yang belum matang akan menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan bisa mematikan tanaman. Penggunaan pupuk kandang yang baik adalah dengan cara dibenamkan, sehingga penguapan unsur hara akibat proses kimia dalam tanah dapat dikurangi. Penggunaan pupuk kandang yang berbentuk cair paling baik dilakukan setelah tanaman tumbuh, sehingga unsur hara yang terdapat dalam pupuk kandang cair ini akan cepat diserap oleh tanaman.

2.

Pupuk Kompos

Kompos merupakan sisa bahan organik yang berasal dari tanaman, hewan, dan limbah organik yang telah mengalami

proses dekomposisi atau fermentasi. Jenis tanaman yang sering digunakan untuk kompos di antaranya jerami, sekam padi, tanaman pisang, gulma, sayuran yang busuk, sisa tanaman jagung, dan sabut kelapa. Bahan dari ternak yang sering sdigunakan untuk kompos di antaranya kotoran ternak, urine,pakan ternak yang terbuang, dan cairan biogas. Tanaman air yang sering digunakan untuk kompos di antaranya ganggang biru, gulma air, eceng gondok, dan azola. Beberapa kegunaan kompos adalah: 1.
2.

Memperbaiki struktur tanah. Memperkuat daya ikat agregat (zat hara) tanah berpasir. Meningkatkan daya tahan dan daya serap air. Memperbaiki drainase dan pori - pori dalam tanah. Menambah dan mengaktifkan unsur hara.

3.
4.

5.

Kompos digunakan dengan cara menyebarkannya di sekeliling tanaman. Kompos yang layak digunakan adalah yang sudah matang, ditandai dengan

menurunnya temperatur kompos (di bawah 400 c).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A.

Objek, Populasi, dan Sampel Penelitian Objek : Tanaman cabai merah : 3 pot tanaman cabai merah

Populasi Sampel

: Pemberian pupuk kandang, kompos dan tidak

diberi pupuk
B.

Lokasi Penelitian

: Rumah Tsani, Jl. Bumi Asih No. 27

Bandung
C. D.

Waktu Penelitian

: 3 Agustus 30 Agustus 2012

Deskripsi Variabel Penelitian : Variabel Bebas : Pemberian macam-macam pupuk organik

Variabel Terikat : Laju pertumbuhan dan perkembangan tanaman


Variabel Kontrol : Air, pH, tanah, cahaya matahari, oksigen,

tanaman cabai tanpa pupuk E. Unit Perlakuan :

Ditanam pada media yang sama yaitu tanah Pemberian pupuk kompos pada salah satu tanaman (Gelas 1) Pemberian pupuk kandang pada salah satu tanaman (Gelas 2) Tanaman yang tidak diberi pupuk (Gelas 3) Pemberian air dan cahaya matahari yang sama / merata

F.

Alat dan Bahan : Alat 1.


2.

Gelas plastik bekas 3 buah Sekop kecil 1 buah Paku 1 buah Label

3. 4.

Bahan
1.

Biji tanaman cabai merah secukupnya Tanah secukupnya Pupuk kandang secukupnya Pupuk kompos secukupnya

2.
3. 4.

G.

Cara Kerja
Disiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan

Bagian dasar gelas plastik dilubangi dengan paku


Tanah dimasukkan ke dalam 3 gelas plastik secukupnya Pada tiap gelas diletakkan masing-masing 5 biji kecambah Tiap gelas plastik yang telah ditanami bibit cabai disiram dengan

air
Beri nama pada gelas dengan mengggunakan label Seluruh tanaman diletakkan di tempat terbuka

Bibit cabai merah diamati

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A.

Hasil Pengamatan Berdasarkan percobaan tanaman cabai yang kami lakukan dari tanggal 3 Agustus sampai dengan tanggal 30 September

2012 didapat data sebagai berikut. Tabel 1. Hasil Pengamatan Tanaman Cabai

No 1 2 3

Tanggal 3 Agustus 2012 7 Agustus 2012 11 Agustus 2012

Lama Pengamatan 4 hari 8 hari

Hasil Pengamatan Kompos Tunas belum tumbuh (penyemaian) Tunas mulai tumbuh Batang tumbuh dengan tinggi 3 cm Kandang Tunas belum tumbuh (penyemaian) Tunas mulai tumbuh Batang tumbuh dengan tinggi 2,7 cm Tanpa Pupuk Tunas belum tumbuh (penyemaian) Tunas mulai tumbuh Batang tumbuh dengan tinggi 3 cm

4 5

15 Agustus 2012 19 Agustus 2012

12 hari 16 hari

23 Agustus 2012

20 hari

7 8

27 Agustus 2012 31 Agustus 2012

24 hari 28 hari

Tinggi batang 5,2 cm Daunnya banyak (lebih dari 10 helai) dan lebar Tinggi batang 5,3 cm Daunnya banyak (lebih dari 10 helai) dan lebar Tinggi batang 5,4 cm Berdaun kehijauan, daun lebar, dan terdapat 5 helai daun Tinggi batang 6,8 cm Berdaun kehijauan, daun lebar, terdapat 6 helai daun Tinggi batang 6,8 cm Berdaun kehijauan, daun lebar, terdapat 6 helai daun

Tinggi batang 4,8cm Daunnya banyak (lebih dari 10 helai) dan kecil Tinggi batang 5,3 cm Daunnya banyak (lebih dari 10 helai) Tinggi batang 5,8 cm Berdaun kehijauan, daun kecil, dan rimbun Tinggi batang 6,4 cm Daun mulai ada yang layu dan gugur Tanaman mati

Tinggi batang 5,2 cm Daunnya banyak (lebih dari 10 helai) dan besar Tinggi batang 5,6 cm berdaun hijau muda, daun lebar dan terdapat 6 helai daun Tinggi batang 5,8 cm Berdaun hijau muda, daun lebar, dan terdapat 10 helai daun Tinggi batang 6,9 cm Berdaun hijau muda, daun lebar, dan terdapat 9 helai daun Tinggi batang 7,1 cm Berdaun kehijauan, daun lebar, dan terdapat 10 helai daun

B.

Pembahasan

Berdasarkan pengamatan yang kami lakukan tiap 4 hari sekali mulai tanggal 3 Agustus 2012 sampai 31 Agustus 2012 tanaman cabai kami kelompokan menjadi 3 kelompok. Yang ke-1 tanaman cabai diberi pupuk kompos, ke-2 tanaman cabai diberi pupuk kandang,dan yang ke-3 tanaman cabai tanpa diberi pupuk. Pada tanggal 3 Agustus 2012 biji cabai mulai di semai di atas tanah. Pada tanggal 7 Agustus 2012 tunas tanaman cabai mulai tumbuh. Tanggal 11 Agustus 2012 terjadi perbedaan pertumbuhan tinggi batang pada tanaman cabai. Tanaman cabai yang diberi pupuk kompos batang tumbuh dengan tinggi 3 cm, tanaman yang diberi pupuk kandang batang tumbuh dengan tinggi 2,7 cm sedangkan tanaman tanpa diberi pupuk batang tumbuh dengan tinggi 3 cm. Tanggal 15 Agustus pada tanaman cabai yang diberi pupuk kompos dapat dilihat tinggi batangnya 5,2 cm, daunnya banyak dan lebar. Sedangkan cabai yang diberi pupuk kandang tinggi batangnya 4,8 cm, daunnya banyak dan kecil. Pada tanaman yang tidak diberi pupuk tingi batangnya 5,2 cm, daunnya banyak dan lebarnya lebih besar daripada cabai yang diberi pupuk kompos. Tanggal 19 Agustus 2012, pertumbuhan tanaman cabai yang diberi pupuk kompos tinggi batangnya 5,3 cm dan daunnya banyak dan lebar. Tanaman cabai yang diberi pupuk kandang tinggi batang 5,3 cm dan daunnya banyak. Tanaman

cabai yang tanpa diberi pupuk tinggi batang 5,6 cm berdaun hijau muda, daun lebar dan terdapat 6 helai daun. Tanggal 23 Agustus 2012 pada cabai yang diberi kompos tinggi batangnya 5,4 cm, daunnya berwarna kehijauan, lebar dan ada 5 helai daun. Sedangkan cabai yang diberi pupuk kandang tinggi batangnya 5,8 cm, daunnya lebih hijau dan rimbun daripada cabai yang diberi kompos maupun yang tanpa diberi pupuk. Cabai yang tidak diberi pupuk tinggi batang 5,8 cm, daunnya berwarna hijau muda dan lebih lebar, terdapat 10 helai daun. Tanggal 27 Agustus 2012 pada tanaman cabai yang diberi pupuk kompos tinggi batang 6,8 cm, berdaun hijau dan terdapat 6 helai daun. Tanaman cabai yang diberi pupuk kandang tinggi batang 6,4 cm, daun mulai ada yang layu dan gugur. Sedangkan tanaman cabai yang tanpa di beri pupuk tinggi batang 6,9 cm, berdaun hijau muda, daun lebar, dan terdapat 9 helai daun. Tanggal 31 Agustus 2012 pada tanaman cabai yang diberi pupuk kompos tinggi batang 6,8 cm,berdaun hijau, daun lebar dan terdapat 6 helai daun. Tanaman cabai yang diberi pupuk kandang , tanaman layu dan mati. Tanaman cabai yang tanpa diberi pupuk tinggi batang 7,1 cm, berdaun kehijauan, daun lebar dan terdapat 10 helai daun.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

A.

Simpulan 1. Pemberian pupuk pada tanaman di usia kurang dari satu setengah bulan akan mengakibatkan tanaman tidak akan tumbuh dengan subur, bahkan tanaman akan mati karena konsentrasi pupuk yang sangat tinggi. 2. Pemberian pupuk dengan dosis yang sangat tinggi menyebabkan tanaman menjadi kerdil.

B.

Saran
1. Para petani seharusnya menerapkan menejemen yang baik dalam

usaha budidaya tanaman cabai.


2. Para

petani

seharusnya

mencari

terobosan

baru

untuk

meningkatkan kualitas hasil produksinya.


3. Pemerintah seharusnya memberikan bantuan kepada para petani,

khususnya subsidi pupuk organik yang murah.

DAFTAR PUSTAKA Aryulina, Diah dkk. 2007. Biologi 3 : SMA dan MA untuk Kelas XII. Jakarta : Esis Haryoto. 2005. Kreatif di seputar rumah : Bertanam cabai rawit dalam pot. Yogyakarta : Kanisius

Sumber Lain :
1. http://yustian.com/menanam-cabe 2. http://books.google.co.id/books?

id=_XH_WYUJT2cC&pg=PA25&lpg=PA25&dq=nutrisi+yang+dibutuhk an+cabai+merah&source=bl&ots=1K_BktcyHk&sig=gfjcgdWMFH5304 Bp1AsC_UrytOQ&hl=id#v=onepage&q=nutrisi%20yang%20dibutuhkan %20cabai%20merah&f=false

LAMPIRAN 1. Lama Pengamatan : 4 Hari Tanaman Cabai yang tidak diberi pupuk. Baru tumbuh tunas saja

Tanaman Cabai yang diberi pupuk kandang. Baru tumbuh tunas saja

Tanaman Cabai yang diberi pupuk kompos. Baru tumbuh tunas saja

2. Lama Pengamatan : 8 hari Tanaman cabai yang tidak diberi pupuk. Batang tumbuh dengan tinggi 3 cm

Tanaman cabai yang diberi pupuk kandang. Batang tumbuh dengan tinggi 2,7 cm

Tanaman cabai tabf diberi pupuk kompos. Tanaman tumbuh dengan tinggi 3 cm

3. Lama Pengamatan : 12 Hari

PERTANYAAN

1. Apakah pemberian bibit cabai di setiap cup sama ? Berapa takaran masing

masing cupnya ?

2. Tumbuhan manakah yang tumbuh lebih baik, antara tumbuhan yang mendapat pupuk organik dan pupuk anorganik ?

3. Kenapa harus menggunakan

pupuk, sedangkan akibatnya

malah

memperburuk tanaman ( tanaman kerdil bahkan mati ) ?

Jawab :

1. Pemberian bibit tanaman cabai di setiap cupnya sama, yakni kami

menanam 7 biji bibit tanaman cabai. Akan tetapi, bibit yang di semai tidak semuanya tumbuh. Karena adanya bibit yang masih berada dalam fase dormansi.

2. Tumbuhan yang mendapatkan pupuk organik. Karena pupuk organik

mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya. Sebenarnya, saat tumbuhan masih berumur 1,5 bulan, tumbuhan lebih memerlukan bahan organik seperti N, Fe, B, Co, Cu, Zn, dan Mn dibandingkan dengan kadar haranya. Apabila bahan organik yang terkandung sedikit, maka pertumbuhan tanaman akan terganggu sehingga tanaman akan mengalami defisiensi

3. Sebenarnya, pemberian pupuk yang tepat digunakan saat tumbuhan

beumur 1,5 bulan. Karena, saat umur tumbuhan < 1,5 bulan, tumbuhan tersebut masih bisa memenuhi kebutuhan akan kadar nutrisinya dengan sendirinya karena didalam kotiledonnya masih terkandung unsur hara. Selain itu, apabila pemberian pupuk ke tanaman dilakukan pada umur kurang dari 1,5 bulan, akan mengakibatkan tanaman tidak akan tumbuh dengan subur, karena tanaman masih sangat muda serta belum mampu melakukan sintesis terhadap pupuk yang diberikan. Semakin tinggi dosis

pupuk yang diberikan akan mempercepat layu tanaman, sehingga lama kelamaan tanaman akan hangus/mati akibat konsentrasi pupuk yang terlalu tinggi

Anda mungkin juga menyukai